
Kupang,nwartapedia.com – Pengamat politik Universitas Muhammadyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSI menilai visi, misi dan program kerja yang disampaikan oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur nomor urut 1, Yohanes Ansy Lema dan Jane Natalia suryanto dalam debat pertama dengan tema pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT menempatkan posisi pemimpin yang rasional dan etis.
Hal ini disampaikan oleh Pengamat Politik  yang juga Direktur Pascasarjana pada Universitas Muhammadiyah Kupang, Ahmad Atang ketika dimintai keterangan terkait pernyataan Ansy Lema yang mengatakan Pemimpin harus siap melayani masyarakat bukan pamer kesombongan.
Baginya, kesombongan bukan tipe kepemimpinan tetapi terkait dengan karakter yang melekat pada diri seseorang.
“Maka apa yang dikatakan oleh Pak Ansy Lema bahwa pemimpin harus melayani dan bukan pamer kesombongan tentu beliau ingin mendudukkan posisi pemimpin secara rasional di satu sisi dan pemimpin secara etis di sisi yang lain,”kata Ahmad Atang pada Jumad, (25/10/2024)
Ia menjelaskan, Ansy-Jane siap menjadi pemimpin yang bertugas untuk melayani, menjaga, dan memelihara kesejahteraan masyarakat.
“Menjadi pemimpin yang rasional artinya mengedepankan pola pikir dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat bukan pemimpin etis yang akan menunjukkan dan mempromosikan perilaku sesuai dengan norma melalui tindakan pribadi seseorang,”jelasnya.
Menurut Ahmad Atang, salah satu aspek penting dari seorang pemimpin adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat, atau dalam terminologi lain disebutkan bahwa pemimpin adalah pelayan masyarakat.
“Di pundak pemimpin tentu banyak label yang melekat, tergantung pada sudut mana kita memaknainya,”ungkapnya.
Ahmad Atang menyebut, di tengah dinamika politik Pilkada yang tengah berlangsung, rakyat diperhadapkan pada pilihan akan kepemimpinan NTT ke depan.
“Dari wacana tersebut di atas, masyarakat memiliki persepsi untuk menentukan pemimpin NTT yang baik,”pungkasnya. (mI)
