Kupang, nwartapedia.com — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah angkatan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 3,11 juta orang pada Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 23,17 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.
Data yang dirilis secara resmi oleh BPS pada Kamis (5/11/2026) berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) itu juga menunjukkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) NTT sebesar 74,78 persen atau turun 0,77 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 3,01 juta orang.
Angka tersebut mengalami peningkatan sebanyak 19,02 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.
Berdasarkan lapangan usaha, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di NTT, dengan jumlah mencapai 1,44 juta orang atau sebesar 47,72 persen dari total penduduk yang bekerja.
Di sisi lain, kondisi ketenagakerjaan juga menunjukkan adanya penurunan proporsi pekerja formal. Pada Agustus 2026, jumlah penduduk yang bekerja dalam kegiatan formal tercatat sebanyak 0,79 juta orang atau 26,14 persen. Angka tersebut turun 5,42 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di NTT pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,42 persen. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,11 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Data tersebut memperlihatkan bahwa meskipun jumlah penduduk bekerja di NTT mengalami peningkatan, tantangan ketenagakerjaan masih perlu mendapat perhatian, terutama terkait penyerapan tenaga kerja formal dan pengendalian tingkat pengangguran. ***



