Kupang, nwartapedia.com – Lomba Kebersihan Kota Kupang 2026–2027 yang telah resmi dibuka oleh Komunitas Beta Bersih (KBB) beberapa waktu lalu mendapat dukungan dari Satgas Sampah Kota Kupang.
Sekretaris Satgas Sampah Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, yang akrab disapa Andre Otta, mengatakan lomba kebersihan dapat menjadi salah satu bentuk stimulasi untuk mendorong kelurahan meningkatkan kinerja dalam menangani sampah.
Hal tersebut disampaikan Andre Otta kepada media ini, Jumat (25/9/2026), usai membuka kegiatan Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Perubahan Iklim Kota Kupang di Hotel Neo Aston.
Menurut Andre, kompetisi kebersihan bukan sekadar mencari kelurahan yang menjadi juara. Lebih dari itu, lomba diharapkan mampu menciptakan persaingan positif sehingga setiap kelurahan termotivasi untuk memperbaiki pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungannya.
“Lomba ini bagian daripada stimulasi yang mendongkrak kinerja masing-masing. Kemudian ada persaingan dalam hal-hal yang sifatnya positif,” ujar Andre.
Ia menjelaskan, kelurahan yang mampu menunjukkan kinerja terbaik nantinya dapat diberikan penghargaan maupun hadiah tertentu. Bentuk apresiasi tersebut dinilai penting sebagai motivasi agar kelurahan terus meningkatkan pelayanan dan kebersihan lingkungan.
Andre mencontohkan, sejumlah dukungan yang diberikan kepada kelurahan berprestasi sebelumnya dapat berupa fasilitas yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Karena itu, menurutnya, prestasi dalam lomba kebersihan dapat menjadi salah satu pintu bagi kelurahan untuk memperoleh dukungan program sesuai dengan kemampuan dan kebijakan pemerintah.
Dorong Kolaborasi dengan Komunitas
Andre juga mengapresiasi keterlibatan Komunitas Beta Bersih yang secara konsisten mendorong gerakan kebersihan di Kota Kupang.
Ia berharap komunitas-komunitas lainnya juga dapat ikut berkolaborasi dengan pemerintah dalam menciptakan berbagai bentuk stimulasi positif bagi masyarakat.
“Ajakan dari kami untuk komunitas-komunitas selain Beta Bersih mungkin bisa bersama pemerintah, di luar daripada yang dilaksanakan Beta Bersih, ataupun mungkin mengolaborasikan untuk menambahkan jumlah hadiah dan stimulasi sosial yang lain,” katanya.
Menurut Andre, keterlibatan masyarakat sangat penting karena persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
“Kita yang tinggal di kota, kita yang lihat sampahnya. Kemudian kalau kita tidak bergerak dan kita berharap sampah itu hilang sendiri, kita tidak mempunyai apa-apa,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga kebersihan Kota Kupang, baik melalui kegiatan sosial, kompetisi kebersihan maupun gerakan lingkungan lainnya.
Bank Sampah Terus Didorong
Selain lomba kebersihan, Satgas Sampah Kota Kupang juga terus mendorong pembentukan dan pengembangan Bank Sampah di setiap kelurahan.
Andre mengatakan, pengembangan Bank Sampah menjadi salah satu upaya untuk mendorong masyarakat agar mulai memilah dan mengelola sampah dari sumbernya.
“Kalau Bank Sampah itu didorong dari setiap kelurahan,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah juga dapat memperkuat gerakan tersebut melalui berbagai kebijakan, termasuk kebijakan fiskal dan pelayanan publik.
Dengan adanya Lomba Kebersihan Kota Kupang 2026–2027 yang resmi dibuka Komunitas Beta Bersih, Satgas Sampah berharap muncul semangat persaingan positif antarkelurahan sehingga upaya menjaga kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat Kota Kupang. (MI)


