Kupang,nwartapedia.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan kunjungan ke Perumda Air Minum Kota Kupang untuk membahas ketahanan air dan kondisi pelayanan air minum bagi masyarakat.
Kunjungan dilakukan melalui Pusat Analisis Kebijakan (Anjak) Keuangan Negara dengan agenda Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang pada Rabu (12/8/2026).
Tim BPK berjumlah enam orang dan dipimpin Pengendali Teknis, Tri Aditya Basuki.
Kedatangan tim BPK RI diterima langsung Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, didampingi para kepala bagian dan Kepala SPI.
Dalam pertemuan tersebut, Isidorus menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BPK RI yang menjadikan Perumda Air Minum Kota Kupang sebagai salah satu mitra dalam pembahasan ketahanan air.
“Kami selalu senang dan terbuka untuk berbagi. Karena kami yakin setiap perjumpaan selalu ada makna dan setiap diskusi melahirkan komitmen-komitmen bersama,” kata Isidorus.
Tri Aditya Basuki menjelaskan, BPK memiliki tugas melakukan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.
Salah satu strategi BPK adalah melakukan pemeriksaan tematik terhadap isu strategis kebijakan pemerintah. Ketahanan air menjadi salah satu tema pemeriksaan tematik BPK periode 2025–2029.
“Kehadiran kami di sini untuk memperoleh gambaran mengenai penyediaan dan penyelenggaraan layanan air minum kepada masyarakat Kota Kupang,” jelas Tri.
Menurutnya, ketahanan air berkaitan dengan terpenuhinya kebutuhan air yang layak dan berkelanjutan untuk kehidupan dan pembangunan serta pengelolaan risiko yang berkaitan dengan air.
Dalam FGD, Isidorus memaparkan kondisi terkini pelayanan air minum di Kota Kupang. Ia menyebut cakupan pelayanan Perumda masih berada di angka 19 persen.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena Perumda masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan sumber air baku, jaringan dan infrastruktur, kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), kondisi ekonomi masyarakat serta perubahan iklim.
Meski demikian, Perumda terus melakukan berbagai upaya dan inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Isidorus mengatakan masih terdapat potensi sumber air baku yang dapat dikembangkan, namun membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Pusat.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu kami selalu siap membuka diri untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak yang berkehendak baik,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, BPK meminta Perumda menyampaikan usulan prioritas terkait ketahanan air.
Isidorus menyampaikan tiga kebutuhan utama, yakni penambahan sumber air baku, pengembangan jaringan dan digitalisasi pelayanan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan. Tim BPK RI bersama Perumda Air Minum Kota Kupang meninjau SPAM Kali Dendeng untuk melihat proses intake dan prasedimentasi.
Kunjungan dilanjutkan ke instalasi pengolahan air di Manutapen untuk melihat secara langsung proses pengolahan dan penyediaan air minum bagi masyarakat Kota Kupang. (MI)


