Kupang, nwartapedia.com – Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Citra Bangsa (UCB), Heryon Bernard Mbuik, PAK., M.Pd., optimistis sedikitnya 80 persen mahasiswa peserta Program Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integratif Tahun Ajaran 2026/2027 mampu menyelesaikan studi tepat waktu.
Optimisme tersebut disampaikan Bernard Mbuik saat ditemui nwartapedia.com di ruang kerjanya usai kegiatan Pembekalan PPL-KKN Integratif FKIP Universitas Citra Bangsa, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, pelaksanaan PPL-KKN Integratif merupakan terobosan baru yang diterapkan FKIP UCB dengan menggabungkan program PPL dan KKN dalam satu rangkaian kegiatan akademik. Sebelumnya, kedua program tersebut dilaksanakan secara terpisah.
“Ini merupakan pertama kalinya kami mengintegrasikan PPL dan KKN. Selain menghemat waktu pelaksanaan, program ini juga memangkas masa studi mahasiswa tanpa mengurangi kualitas pengalaman belajar mereka di lapangan,” ujar Bernard Mbuik.
Ia menjelaskan, selama menjalani PPL di sekolah, mahasiswa juga didorong untuk mulai menyusun proposal skripsi.
Dengan demikian, setelah program berakhir pada akhir November 2026, mahasiswa sudah dapat mengikuti ujian proposal sehingga proses penyelesaian skripsi menjadi lebih cepat.
“Kami sedang mengubah pola pikir bahwa mahasiswa tidak harus menyelesaikan kuliah hingga semester sembilan atau sepuluh. Jika setelah semester tujuh mereka sudah siap secara akademik, maka semester delapan dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan tahapan akhir studi,” jelasnya.
Menurut Bernard Mbuik, kebijakan tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi mahasiswa dan orang tua karena biaya pendidikan menjadi lebih efisien seiring singkatnya masa studi.
Ia mengungkapkan, FKIP UCB selama ini menjadi salah satu fakultas dengan tingkat kelulusan tepat waktu tertinggi di Universitas Citra Bangsa.
Tahun sebelumnya, tingkat kelulusan tepat waktu mencapai sekitar 77 persen, bahkan salah satu program studi berhasil mencatatkan angka hingga 99 persen.
“Melalui PPL-KKN Integratif ini kami memberikan tantangan baru kepada mahasiswa. Target kami, minimal 80 persen peserta angkatan tahun ini mampu lulus tepat waktu,” tegasnya.
Bernard Mbuik menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya mengejar persentase kelulusan, tetapi lebih menekankan kualitas lulusan agar siap menjadi guru profesional yang mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.
Ia juga berpesan agar mahasiswa memiliki empat kompetensi utama, yakni mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan lingkungan sekolah, mengembangkan inovasi dan kreativitas, membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik sebagai bekal menjadi pendidik profesional.
“Selain kompetensi, saya juga mengingatkan mahasiswa untuk selalu menjaga nama baik almamater, fakultas, program studi, dan menjaga integritas diri selama menjalankan PPL maupun KKN,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia PPL-KKN Integratif Universitas Citra Bangsa, Dr. Maria Sogen, M.Pd., mengatakan sebanyak 180 mahasiswa mengikuti program tersebut.
Mereka akan ditempatkan di 24 Sekolah Dasar (SD), satu Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta sejumlah SMA dan SMK di Kota Kupang.
Pengantaran mahasiswa ke lokasi PPL dijadwalkan berlangsung pada 13–17 Juli 2026, sedangkan pelaksanaan PPL-KKN Integratif berlangsung hingga November 2026 atau sekitar lima bulan.
Melalui program ini, FKIP Universitas Citra Bangsa berharap dapat melahirkan lulusan yang profesional, adaptif, berkarakter, serta mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu sehingga siap berkontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. (MI)

