Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk terus membuka ruang kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Kupang, dalam mendorong pembangunan kota yang bersih, harmonis, dan berdaya saing.
Komitmen tersebut disampaikan saat menerima audiensi Ketua PSMTI Kota Kupang, Dedy Tanjung, bersama jajaran pengurus di Ruang Kerja Wali Kota Kupang, Rabu (29/4). Turut hadir mendampingi, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang Elia C. Tiara, S.STP serta Plt. Kabag Umum Hubertus Mani, SH.
Dalam pertemuan itu, Wali Kota terlebih dahulu menyampaikan apresiasi atas kontribusi PSMTI pada Karnaval Budaya dalam rangka HUT Kota Kupang.
Menurutnya, kehadiran PSMTI dengan penampilan barongsai dan atraksi budaya lainnya menjadi simbol kuat keberagaman yang hidup di Kota Kupang.
“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. PSMTI tampil luar biasa dengan semangat dan totalitas penuh. Kehadiran itu menunjukkan bahwa Kupang adalah rumah bersama yang kaya akan budaya,” ujar Christian Widodo.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Kupang siap menjadi mitra strategis bagi setiap komunitas yang memiliki gagasan positif demi kemajuan daerah.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk setiap ide dan program yang membawa manfaat bagi masyarakat. Pemerintah hadir untuk berkolaborasi, bukan berjalan sendiri,” tegasnya.
Salah satu agenda yang dibahas dalam audiensi tersebut yakni kegiatan Fun Walk PSMTI yang direncanakan berlangsung pada 16 Agustus 2026 menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini akan dipadukan dengan aksi pungut sampah di sepanjang rute.
Wali Kota menilai konsep tersebut sebagai gerakan kreatif yang memadukan olahraga, kebersamaan sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Ini bukan sekadar jalan santai. Ini gerakan yang punya pesan kuat tentang pentingnya menjaga kebersihan kota. Kita akan pilih lokasi yang memang membutuhkan perhatian agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkot Kupang siap membantu melalui koordinasi lintas OPD, penyediaan armada kebersihan, serta penguatan teknis lapangan.
Selain itu, Festival Lampion Tong Tjiu Pia yang dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 27 September 2026 juga mendapat sambutan hangat dari Wali Kota.
Ia mengusulkan kawasan depan Taman Nostalgia sebagai lokasi utama pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, festival budaya semacam itu memiliki potensi besar menjadi daya tarik wisata baru di Kota Kupang sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Kalau kawasan ini dihiasi lampion dan diisi aktivitas budaya, tentu akan menarik minat masyarakat. Kota menjadi hidup di malam hari, UMKM bergerak, dan ekonomi lokal ikut tumbuh,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Kupang siap memberikan dukungan penuh, mulai dari proses perizinan, pengamanan, hingga rekayasa lalu lintas agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan sukses.
“Kalau kita ingin Kupang maju, maka seluruh unsur harus saling mendukung. Pemerintah, komunitas, dan masyarakat harus bergerak bersama,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PSMTI Kota Kupang, Dedy Tanjung, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan keterbukaan yang diberikan Wali Kota Kupang terhadap berbagai program PSMTI.
Menurutnya, agenda yang dirancang tidak hanya untuk mempererat kebersamaan internal komunitas, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan Bapak Wali Kota. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus hadir memberi kontribusi. Fun walk nanti adalah bentuk kepedulian terhadap kebersihan kota, sedangkan festival lampion kami harapkan menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh warga Kupang,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kota Kupang dan PSMTI dapat terus terjalin sebagai contoh kolaborasi positif dalam membangun Kota Kupang yang bersih, rukun, dan penuh keberagaman. *
