Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pentingnya profesionalisme, integritas, serta tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, serta kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, dan menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa jabatan yang dipercayakan kepada setiap aparatur sipil negara bukan sekadar posisi formal dalam struktur birokrasi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.
“Jabatan bukan seremoni semata, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tegas Christian Widodo.
Ia menjelaskan, proses pelantikan pejabat kali ini melalui tahapan yang cukup panjang, termasuk mekanisme administrasi dan pertimbangan teknis dari pemerintah pusat. Jumlah pejabat yang dilantik juga cukup besar, termasuk hampir 60 kepala sekolah.
Menurutnya, pelantikan ini bukan sekadar agenda rutin pemerintahan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Wali Kota juga mengingatkan bahwa komitmen di awal jabatan harus dibuktikan melalui konsistensi kerja, disiplin, serta kemampuan menghasilkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.
“Komitmen mudah disampaikan, tetapi konsistensi dalam bekerja itulah yang menentukan hasil,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan perlunya perubahan pola kerja birokrasi dari pendekatan reaktif menjadi sistematis dan berkelanjutan. Pemerintah, kata dia, tidak boleh hanya menyelesaikan persoalan sesaat, tetapi harus membangun sistem yang mampu mencegah masalah terulang kembali.
“Kita harus meninggalkan pola kerja tambal sulam dan mulai membangun sistem yang kuat serta efektif,” katanya.
Christian Widodo menilai birokrasi yang sehat adalah birokrasi yang tetap berjalan baik meskipun terjadi pergantian kepemimpinan. Karena itu, pembangunan sistem kerja menjadi prioritas utama dalam reformasi pemerintahan Kota Kupang.
Di hadapan para pejabat yang dilantik, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dan menghindari budaya saling menyalahkan dalam menyelesaikan persoalan pemerintahan.
“Setiap persoalan adalah tanggung jawab bersama. Yang dibutuhkan adalah kerja sama dan solusi, bukan saling menyalahkan,” tegasnya.
Tak hanya itu, Wali Kota turut mengingatkan pentingnya menjaga integritas sebagai landasan utama dalam pelayanan publik. Menurutnya, integritas tercermin dari sikap jujur dan tetap berbuat benar meskipun tanpa pengawasan.
“Integritas diuji ketika seseorang memiliki kewenangan dan dihadapkan pada berbagai pilihan,” ujarnya.
Ia juga mendorong seluruh pejabat untuk menghadirkan inovasi dalam bidang masing-masing, baik melalui pembenahan pelayanan, percepatan kerja, maupun kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Inovasi tidak selalu harus besar. Langkah kecil yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat juga merupakan kemajuan,” katanya.
Menutup arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang membutuhkan aparatur yang bekerja dengan sungguh-sungguh, loyal terhadap tugas, serta memiliki semangat melayani masyarakat.
“Saya tidak menuntut kesempurnaan, tetapi saya menuntut kesungguhan dalam bekerja,” pungkasnya.
Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kota Kupang berharap seluruh pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan amanah secara profesional, menjaga kepercayaan publik, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah. (MI)
