Kupang, nwartapedia.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, dan Wali Kota Kupang, Cristian Widodo, menerima penyematan Pin Sahabat Monsinyur Gabriel Manek dari Komunitas Sahabat Monsinyur Gabriel Manek sebagai bentuk penghargaan sekaligus penguatan kolaborasi pelayanan iman dan sosial kemasyarakatan di daerah.
Penyematan pin kepada Gubernur NTT dilakukan oleh Romo RD Longginus Bone selaku Moderator SMGM di ruang kerja gubernur, Rabu (22/4/2026), dengan dihadiri jajaran pengurus SMGM Keuskupan Agung Kupang.
Adapun penyematan kepada Wali Kota Kupang telah dilaksanakan sehari sebelumnya di rumah jabatan wali kota oleh tim pengurus SMGM.
Dalam rangkaian kegiatan yang sama, pengurus SMGM juga melakukan kunjungan ke Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang untuk menyampaikan eksistensi, visi, dan program kerja komunitas sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor.
Selain itu, audiensi juga telah dilakukan dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT.
Koordinator SMGM Keuskupan Agung Kupang, Adrianus Ceme, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan strategi membangun kemitraan yang konstruktif antara komunitas umat dan pemerintah.
“Kami berupaya menghadirkan nilai keteladanan Monsinyur Gabriel Manek dalam kehidupan sosial dan pelayanan Gereja. Untuk itu, kami juga mengundang Bapak Gubernur dan Wali Kota bersama keluarga untuk menghadiri perayaan ulang tahun ke-9 SMGM,” ujarnya.
Perayaan HUT ke-9 SMGM dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026 pukul 17.00 Wita di Aula Keuskupan Agung Kupang, dan akan dipimpin oleh Hironimus Pakaenoni.
Pada kesempatan tersebut, pengurus SMGM turut menyampaikan undangan resmi kepada Gubernur NTT untuk mendukung serta menghadiri Musyawarah Nasional–Internasional (Munas) SMGM ke-IV yang direncanakan digelar di Kota Kupang pada Agustus 2027.
Sedikitnya empat tokoh publik telah dikunjungi guna dimintai kesediaan sebagai pelindung kehormatan dalam agenda tersebut.
Penasehat SMGM Pusat, Anton Bele, menegaskan bahwa dukungan pemerintah memiliki peran strategis dalam memperluas dampak pelayanan komunitas berbasis iman.
“SMGM tidak hanya bergerak dalam ranah spiritual, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, sinergi dengan pemerintah menjadi kunci untuk memperluas manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan para pemimpin daerah sebagai pelindung kehormatan akan memberikan penguatan moral sekaligus dukungan strategis bagi suksesnya pelaksanaan Munas-Internasional SMGM ke-IV.
Melalui penyematan pin tersebut, SMGM berharap terbangun kolaborasi yang semakin solid antara Gereja dan pemerintah dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadaban di Nusa Tenggara Timur. (goe)
