{"id":9337,"date":"2026-01-19T10:29:29","date_gmt":"2026-01-19T03:29:29","guid":{"rendered":"https:\/\/nwartapedia.com\/?p=9337"},"modified":"2026-01-19T10:30:49","modified_gmt":"2026-01-19T03:30:49","slug":"wali-kota-kupang-tekankan-etika-birokrasi-bertutur-dan-berpenampilan-bagi-insan-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/2026\/01\/19\/wali-kota-kupang-tekankan-etika-birokrasi-bertutur-dan-berpenampilan-bagi-insan-pendidikan\/","title":{"rendered":"Wali Kota Kupang Tekankan Etika Birokrasi, Bertutur, dan Berpenampilan bagi Insan Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Kupang, nwartapedia.com<\/strong><\/span> \u2014 Wali Kota Kupang, dr. Kristian Widodo, menegaskan pentingnya etika birokrasi, etika bertutur, serta etika berpenampilan bagi seluruh insan pendidikan sebagai pelayan publik. Penegasan tersebut disampaikannya sebelum memberikan sambutan pada kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan yang melibatkan pengawas serta kepala sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kota Kupang, Senin (19\/1\/2026).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Dalam arahannya, Wali Kota menekankan bahwa sikap, tutur kata, dan penampilan aparatur pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pelayanan publik. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembelajaran akademik, tetapi juga sebagai cermin nilai, etika, dan keteladanan bagi peserta didik serta masyarakat luas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">\u201cPenampilan dan sikap kita mencerminkan kredibilitas dan keseriusan dalam bekerja. Kadang-kadang kita sudah bekerja dengan baik, tetapi karena cara berpakaian, cara duduk, atau sikap dalam melayani tidak mencerminkan profesionalisme, maka persepsi publik bisa menjadi negatif,\u201d ujar Wali Kota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Ia mengingatkan bahwa pelayanan publik telah memiliki standar dan aturan yang jelas, termasuk dalam hal berpakaian. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Aparatur pendidikan, tegasnya, tidak dibenarkan melayani masyarakat dengan penampilan yang tidak pantas, seperti mengenakan sandal jepit atau kaos, karena sekolah merupakan institusi yang menjadi contoh dan rujukan etika bagi generasi muda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">\u201cSebagai pelayan publik, kita harus tampil sopan, rapi, dan sesuai aturan. Sekolah adalah tempat membentuk karakter, maka semua unsur di dalamnya harus memberi teladan,\u201d tegas dr. Kristian Widodo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Penegasan Wali Kota tersebut mendapat dukungan dari para kepala sekolah. Kepala SD Inpres Sikumana 2, Adriana Letto, menyatakan bahwa penampilan yang sopan dan pantas merupakan bagian dari tanggung jawab moral aparatur pendidikan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Namun demikian, ia menekankan bahwa penampilan tersebut harus tetap mencerminkan kesederhanaan dan profesionalisme, bukan sekadar ajang pamer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">\u201cSebagai pelayan publik, kita wajib menunjukkan penampilan yang sopan dan beretika, tetapi tidak berlebihan atau vulgar seolah sedang melakukan pertunjukan,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Hal senada disampaikan Kepala SDK Santo Yosep 2 Naikoten Kupang, Agung Hermanus Riwu, S.Pd. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Menurutnya, penampilan dan sikap mencerminkan kepribadian serta jiwa seseorang sebagai pelayan publik. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Karena itu, ia mendukung penuh penekanan Wali Kota Kupang agar aparatur pendidikan senantiasa menjaga etika dalam setiap aspek pelayanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Selain soal etika dan penampilan, Wali Kota Kupang juga menyoroti pentingnya kejujuran serta akurasi data pendidikan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Ia mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar menyampaikan data sesuai kondisi riil di lapangan sebagai dasar perumusan kebijakan dan penyaluran bantuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">\u201cKalau data tidak akurat, maka bantuan yang datang juga tidak akan tepat sasaran. Jangan sekolah yang ada dilaporkan tidak ada, atau yang tidak ada dilaporkan ada,\u201d tegasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Ia berharap, dengan pelayanan yang profesional, penampilan yang beretika, serta data pendidikan yang valid dan akurat, setiap kebijakan dan bantuan pemerintah di bidang pendidikan dapat disalurkan secara tepat, adil, dan benar-benar menjawab kebutuhan sekolah-sekolah di Kota Kupang. (goe)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kupang, nwartapedia.com \u2014 Wali Kota Kupang, dr. Kristian Widodo, menegaskan pentingnya etika birokrasi, etika bertutur, serta etika berpenampilan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9341,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[951,952,950],"class_list":["post-9337","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-kota","tag-bertutur","tag-dan-berpenampilan-bagi-insan-pendidikan","tag-wali-kota-kupang-tekankan-etika-birokrasi"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9337","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9337"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9337\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9340,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9337\/revisions\/9340"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9341"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}