{"id":8204,"date":"2025-08-22T10:44:52","date_gmt":"2025-08-22T03:44:52","guid":{"rendered":"https:\/\/nwartapedia.com\/?p=8204"},"modified":"2025-08-22T11:56:59","modified_gmt":"2025-08-22T04:56:59","slug":"buka-fgd-rpplh-wali-kota-tegaskan-pembangunan-berbasis-budaya-dan-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/2025\/08\/22\/buka-fgd-rpplh-wali-kota-tegaskan-pembangunan-berbasis-budaya-dan-lingkungan\/","title":{"rendered":"Buka FGD RPPLH Wali Kota Tegaskan Pembangunan Berbasis Budaya dan Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong><span style=\"color: #ff0000;\">Kupang, nwartapedia.com <\/span><\/strong>\u2013 Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan arah pembangunan Kota Kupang harus berpijak pada nilai budaya dan ramah lingkungan. Hal ini ia sampaikan saat membuka Lokakarya Penyusunan Rencana Tahunan sekaligus Forum Group Discussion (FGD) Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Pembiayaan Perubahan Iklim, yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang\u00a0 pada Rabu (20\/8\/2025).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa pembangunan kota tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur semata, tetapi juga wajib menjaga keseimbangan ekologi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">\u201cVisi misi kita adalah membangun Kota Kupang berbasis budaya dan lingkungan. Artinya, pembangunan tidak boleh mengorbankan ruang hijau, trotoar, maupun kebersihan kota. Forum ini penting untuk melahirkan kebijakan yang berpihak pada lingkungan, sekaligus mendengar aspirasi masyarakat dari bawah, bukan sekadar top down,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Christian Widodo juga menyoroti isu sampah sebagai tantangan utama kota. Sejak awal masa jabatannya, Pemkot Kupang telah membentuk Satgas Sampah, meningkatkan insentif petugas kebersihan, dan memetakan titik rawan sampah di jalan-jalan protokol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">\u201cEnam bulan terakhir, 80 persen jalan protokol sudah jauh lebih bersih. Ini bukan semata hasil kerja pemerintah, tapi berkat kolaborasi bersama masyarakat. Banyak warga mengapresiasi perubahan nyata ini,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Untuk memperkuat sistem pengelolaan, Pemkot menargetkan seluruh RT di Kota Kupang memiliki tempat sampah permanen pada 2026. Dari total 1.300 RT, sekitar 600\u2013700 sudah terpasang. Selain itu, konsep Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) akan diterapkan di tingkat kecamatan, sehingga hanya 15 persen residu yang masuk ke TPA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">\u201cKita juga mendapat bantuan pembangunan TPST senilai Rp120 miliar dari pemerintah pusat di Alak. Ini akan memperkuat sistem pengelolaan sampah kota,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Di penghujung sambutannya, Christian Widodo menegaskan pentingnya menjaga konsistensi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">\u201cKomitmen itu penting, tapi yang lebih penting adalah konsistensi sampai akhir. Kalau konsisten, Kupang akan kembali menjadi kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua warganya,\u201d tegasnya. (MI)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kupang, nwartapedia.com \u2013 Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan arah pembangunan Kota Kupang harus berpijak pada nilai<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8205,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[578],"class_list":["post-8204","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-kota","tag-buka-fgd-rpplh-wali-kota-tegaskan-pembangunan-berbasis-budaya-dan-lingkungan"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8204","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8204"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8204\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8207,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8204\/revisions\/8207"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8205"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8204"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8204"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8204"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}