{"id":780,"date":"2022-03-25T10:52:00","date_gmt":"2022-03-25T03:52:00","guid":{"rendered":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/2022\/03\/25\/ziarah-gmri-ke-makam-leluhur-di-kutai-kertanegara-kalimantan-timur\/"},"modified":"2022-03-25T10:52:00","modified_gmt":"2022-03-25T03:52:00","slug":"ziarah-gmri-ke-makam-leluhur-di-kutai-kertanegara-kalimantan-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/2022\/03\/25\/ziarah-gmri-ke-makam-leluhur-di-kutai-kertanegara-kalimantan-timur\/","title":{"rendered":"Ziarah GMRI Ke Makam Leluhur di Kutai Kertanegara Kalimantan Timur"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: times; font-size: large;\"><b><span style=\"color: #0c343d;\">&nbsp;<\/span><span style=\"color: red;\">Oleh:&nbsp;<\/span><\/b><\/span><span style=\"color: red; font-family: times; font-size: large;\"><b>Jacob Ereste&nbsp;<\/b><\/span><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgxD2_41lXscIKontIvBA5X-xAx_RGmrucKjRyKAGEvXOnoXJG8uYsUVCHaMUynngglML2NKHXkzcQkyb8kziIk4ovIMeeF7bVTHnYUXogj3GAbadhpm8UyjozcDhFFNR6cEoNhqlL-WABjWyy2Ym66_XOtWsqe1IYJ7-3x0_5Es5hsR_Kqs3xTaLCP\/s768\/WhatsApp%20Image%202022-03-25%20at%2010.39.31.jpeg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"519\" data-original-width=\"768\" height=\"216\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgxD2_41lXscIKontIvBA5X-xAx_RGmrucKjRyKAGEvXOnoXJG8uYsUVCHaMUynngglML2NKHXkzcQkyb8kziIk4ovIMeeF7bVTHnYUXogj3GAbadhpm8UyjozcDhFFNR6cEoNhqlL-WABjWyy2Ym66_XOtWsqe1IYJ7-3x0_5Es5hsR_Kqs3xTaLCP\/s320\/WhatsApp%20Image%202022-03-25%20at%2010.39.31.jpeg\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<p><span style=\"font-size: medium;\"><b style=\"font-family: times;\"><span style=\"color: red;\">Tangerang, mwartapedia.com<\/span><\/b><b style=\"color: #0c343d; font-family: times;\">&nbsp; &#8211;&nbsp; Raja Mahkota Islam adalah gelar untuk Raja ke VI Kerajaan Kutai Kartanegara yang pertama kali mulai memeluk Islam. Historisnya,&nbsp; Kerajaan Kutai Kertanegara didirikan pada tahun 1300 Masehi hingga menggamit masa puncak kejayaan pada pada 1525 -1600 Masehi.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0c343d; font-family: times; font-size: medium;\"><b>Kisah berdakwah sang Raja untuk agama Islam, pertama dilakukan bersama Tuan Tunggang Parangan. Atas jasa besar Tuan Tunggang Parangan, maka pemakamannya beliau mendapat penghormatan dan perawatan khusus dengan perlakuan terbaik sehingga selalu ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai penjuru tanah air.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0c343d; font-family: times; font-size: medium;\"><b>Pihak keluargapun yang diwakili Pangeran Harry yang bernama lengkap&nbsp; Dr. H.A.R.N Hariyanto Bachrul Drs.Ec.MM, adalah ahli waris utama Sultan A.M Alumuddin yang bertahta di Kerajaan Kutai Kertanegara.&nbsp; Kebebasan bagi masyarakat untuk berziarah setiap malam selalu terbuka.&nbsp;<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0c343d; font-family: times; font-size: medium;\"><b>&#8220;Tentu saja akan lebih ramai pada malam-malam tertentu yang dianggap paling baik bagi mereka yang datang dari berbagai penjuru tanah air&#8221;, kata Firmansyah yang mendampingi Tim GMRI keliling Kutai Kertanegara dan sekitarnya.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"color: #0c343d; font-family: times;\"><\/span><\/span><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"color: #0c343d; font-family: times;\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiMa4uxj03FPiR2nqaeP_6Pi-fAYdQwy3wEplxLlO9RerIMb_nSj_VOx0j-WoAn7Gm5t3kkAeer771O0xHUYclJF9a29FFfrXh5uxuwkeldkclgXFI-TRMNd5g_WJxWeotpSXgdaEgkSGzetEbtvz6brpgzTWtlbPV-QzM1rHvo5mV_QIDYPOymGIbZ\/s1086\/WhatsApp%20Image%202022-03-04%20at%2008.09.10.jpeg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"1086\" data-original-width=\"1080\" height=\"320\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiMa4uxj03FPiR2nqaeP_6Pi-fAYdQwy3wEplxLlO9RerIMb_nSj_VOx0j-WoAn7Gm5t3kkAeer771O0xHUYclJF9a29FFfrXh5uxuwkeldkclgXFI-TRMNd5g_WJxWeotpSXgdaEgkSGzetEbtvz6brpgzTWtlbPV-QzM1rHvo5mV_QIDYPOymGIbZ\/s320\/WhatsApp%20Image%202022-03-04%20at%2008.09.10.jpeg\" width=\"318\" \/><\/a><\/span><\/span><\/div>\n<p><span style=\"font-size: medium;\"><b style=\"color: #0c343d; font-family: times;\"><\/p>\n<p><b>Ikhwal kisah IKN (Ibu Kota Negara), pun ada kesaksian dari Rusni, Istri sang Juru Kunci Makam Sultan Aji, yang dipercaya untuk memimpin&nbsp; pengambilan air di Sungai Cermin untuk dibawa ke lokasi IKN di Paser, Penajam, Kalimantan Timur itu, sebagai bagian dari prosesi ritual yang dipimpin Presiden Joko Widodo dengan mengerahkan seluruh Gubernur yang ada di setiap Provinsi yang ada di Indonesia.<\/b><\/p>\n<p><\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0c343d; font-family: times; font-size: medium;\"><b>Rusni bersama Tim pengambil air dan tanah dari bumi Kutai Kertanegara justru merasa tidak mendapat perlakuan yang layak dan patut, karena mulai dari upacara mengambil air dan tanah dari bumi Kutai Kertanegara hingga mengantar air dan tanah itu ke Penajam untuk prosesi ritual IKN, Rusni bersama Tim masyarakat adat yang dia&nbsp; pimpin itu justru merasa tidak mendapat perhatian yang layak, bahkan untuk pembiayaan prosesi pengambilan air dan tanah yang kemudian harus dibawa ke lokasi IKN di Penajam itu harus mereka tanggung sendiri ongkos maupun biaya lainnya.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0c343d; font-family: times; font-size: medium;\"><b>Menurut Rusni, sebagai wakil masyarakat adat yang melakukan dan membawa air dan tanah untuk upacara ritual bersama para Gubernur se Indonesia itu, mereka sungguh tidak mendapat bantuan biaya apa-apa untuk mengambil dan kemudian mengantarkan air dan tanah itu dari Kutai Lama yang berada jauh dari lokasi IKN.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0c343d; font-family: times; font-size: medium;\"><b>Penuturan Rusni ini dibenarkan oleh Burhan, juru kunci makam Sultan Aji Raja Mahkota saat menerima kedatangan Tim GMRI di komplek pemakaman para leluhur Kerajaan Kutai Kertanegara, pada hari Minggu, 20 Maret 2022.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0c343d; font-family: times; font-size: medium;\"><b>Ungkapan kesaksian ini dinyatakan ketika Tim GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) usai melakukan ziarah ke makam Raja Mahkota di Kampung Kutai Lama,&nbsp; Kecamatan Anggada, Kutai Kertanegara, Kalimanran Timur.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"color: #0c343d; font-family: times;\"><\/span><\/span><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"color: #0c343d; font-family: times;\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhPOtP97vuiXkRRY3e1CabhnefTU9VPJdseUsXJ_JlPQg5CEbmj34V78B74156vD_eFQRCMQGJ9DAKY7KcvRHelZ1Y2ILtotGk3DEhla13n6JXv--fl4ZmFIT3HbHWxq-p3nfg1e3s3IuvpXFX48pVogQWRSGBsQ_3Mks9uEZBg-iMN3QnIuM0QNao5\/s800\/WhatsApp%20Image%202022-03-04%20at%2008.10.56.jpeg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"800\" data-original-width=\"451\" height=\"320\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhPOtP97vuiXkRRY3e1CabhnefTU9VPJdseUsXJ_JlPQg5CEbmj34V78B74156vD_eFQRCMQGJ9DAKY7KcvRHelZ1Y2ILtotGk3DEhla13n6JXv--fl4ZmFIT3HbHWxq-p3nfg1e3s3IuvpXFX48pVogQWRSGBsQ_3Mks9uEZBg-iMN3QnIuM0QNao5\/s320\/WhatsApp%20Image%202022-03-04%20at%2008.10.56.jpeg\" width=\"180\" \/><\/a><\/span><\/span><\/div>\n<p><span style=\"font-size: medium;\"><b style=\"color: #0c343d; font-family: times;\"><\/p>\n<p><b>Sebelumnya, Tim GMRI telah mengunjungi Puri Payogan Agung Cok Suyase Gde Agung, Minggu Pagi, 20 Maret 2022 yang dibangun oleh tokoh spiritual asal Bali yang juga ikut menanda tangani surat wasiat bersama Gus Dur, Susuhunan Paku Buwono XII dan Prof. KH. Habib Khirzin serta Eko Sriyanto Galgandu&nbsp; serta tokoh lain.<\/b><\/p>\n<p><\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0c343d; font-family: times; font-size: medium;\"><b>Cok Suyase Gde Agung, adalah tokoh masyarakat adat dan budaya Bali ini memang merupakan satu diantara sejumlah tokoh penanda tangan dokumen Surat Wasiat untuk GMRI yang kini dipegang dan dijalankan oleh Eko Sriyanto Galgendu sejak tahun 2003 silam sampai sekarang.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0c343d; font-family: times; font-size: medium;\"><b>Menurut Eko Sriyanto Galgendu sendiri, amanah yang tertuang secara hukum dalam akte notaris ini, akan segera diserahkan secara resmi pada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam waktu dekat. MeskI permintaan pihak ANRI sudah cukup lama diwacanakan acara penyerahannya, namun menurut Eko Sriyanto Galgendu&nbsp; masalahnya cuma tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkan dokumen bersejarah itu.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0c343d; font-family: times; font-size: medium;\"><b>Terkait dengan keberadaan IKN di Penajam, Kalimantan Timur, menurut Pangeran Harry adalah kekhawatirannya pada kesiapan SDM yang ada, harus segera dipersiapkan. Karena masyarakat Kalimantan Timur akan menerima semua warga masyarakat yang akan berdatangan ke Kalimantan Timur. Karena keberadaan IKN akan membuka banyak peluang usaha bagi masyarakat luas secar terbuka.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0c343d; font-family: times; font-size: medium;\"><b>&#8220;Atas dasar itulah, untuk menyambut&nbsp; IKN warga masyarakat Kutai Kertanegara harus ditingkatkan sumber dayanya,&#8221; kata Pangeran Harry.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0c343d; font-family: times; font-size: medium;\"><b>Sebab kalau tidak, menurutnya masyarakat Kutai Kertanegara dan sekitarnya bisa tersingkir, jiks tidak bisa mengikuti irama pembangunan IKN yang akan dilakukan secara besar-besaran.&nbsp;<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0c343d; font-family: times; font-size: medium;\"><b>&#8220;Sebab IKN akan membuka peluang serta sumber usaha baru yang bisa membangun IKN dalam beragam bentuk usaha penunjang dalam usaha Pengembangan pembangunan di Penajam dan sekitarnya,&#8221;ucapnya.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0c343d; font-family: times; font-size: medium;\"><b>Dalam rangkaian ziarah ini pula, Tim GMRI telah melakukan serangkaian&nbsp; ziarah ke makam Sultan Aji&nbsp; Dilanggar, yang tercatat sebagai raja ke VII dari Kerajaan Kutai Kertanegara yang berdiri sejak 1300 Masehi. Dan masa kejayaan Kerajaan Kutai Kertanegara setidaknya tercatat mencapai puncak kejayaan pada 1600-1605 Masehi, ketika Kerajaan Kutai Kertanegara masih berlokasi di Desa Kutai Lama, yang kini disebut Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. (MI)<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #0c343d; font-family: times;\"><\/span><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><span style=\"color: #0c343d; font-family: times;\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgihD5MKO1Zk6hGGm19VfeYX3iHwYoA_86lyNkLPgtbhWtITOy6PQ3t1Di-FpnS8j4WEzI33T5IQNWAdjdSu1gxHDp1YsHVYA7FXGke1R8wTnhKz6Und64xmImz36GumNyJ3AHAQv7BaivDQPDXCYYJcvPsOgAo5IiE-D25BoslSwqQND2i5NQD19dh\/s1164\/WhatsApp%20Image%202022-03-04%20at%2008.13.08.jpeg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><span style=\"font-size: medium;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"1164\" data-original-width=\"720\" height=\"320\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgihD5MKO1Zk6hGGm19VfeYX3iHwYoA_86lyNkLPgtbhWtITOy6PQ3t1Di-FpnS8j4WEzI33T5IQNWAdjdSu1gxHDp1YsHVYA7FXGke1R8wTnhKz6Und64xmImz36GumNyJ3AHAQv7BaivDQPDXCYYJcvPsOgAo5IiE-D25BoslSwqQND2i5NQD19dh\/s320\/WhatsApp%20Image%202022-03-04%20at%2008.13.08.jpeg\" width=\"198\" \/><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<p><span style=\"color: #0c343d; font-family: times;\"><b><br \/><\/b><\/span><\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-left\"><a href=\"javascript: imageToPdf(780)\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-pdf\" target=\"_self\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nwartapedia.com\/wp-content\/plugins\/pdf-print\/images\/pdf.png\" alt=\"image_pdf\" title=\"View PDF\" \/><\/a><a href=\"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/780?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><\/a> <span class=\"pdfprnt-count-generation\">14<\/span><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp;Oleh:&nbsp;Jacob Ereste&nbsp; Tangerang, mwartapedia.com&nbsp; &#8211;&nbsp; Raja Mahkota Islam adalah gelar untuk Raja ke VI Kerajaan Kutai Kartanegara yang<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-780","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/780","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=780"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/780\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=780"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=780"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=780"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}