{"id":4285,"date":"2024-03-08T09:03:00","date_gmt":"2024-03-08T02:03:00","guid":{"rendered":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/2024\/03\/08\/direktur-ti-bpjs-kesehatan-ungkap-layanan-digital-program-jkn-ke-belahan-dunia\/"},"modified":"2024-03-08T09:03:00","modified_gmt":"2024-03-08T02:03:00","slug":"direktur-ti-bpjs-kesehatan-ungkap-layanan-digital-program-jkn-ke-belahan-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/2024\/03\/08\/direktur-ti-bpjs-kesehatan-ungkap-layanan-digital-program-jkn-ke-belahan-dunia\/","title":{"rendered":"Direktur TI BPJS Kesehatan Ungkap Layanan Digital Program JKN ke Belahan Dunia"},"content":{"rendered":"<\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEg_RLszKQbCssa-De9Pp83KRo18YU818_O8IbJjEnOQ4FJIWKB1jjRtN_IXoPKh8Ys_cqvrkKU-Dlq4uDft7ujk2YwQYIME39Ostfq_5XP39tIJKcPap1rIgFDbvk2B3KnjoIfQ0P9w6BWGpc-RXxWb-2xykKzC3cIXoX5AqyQuSC1GqGj5PV1bshRlR10\/s1280\/WhatsApp%20Image%202024-03-07%20at%2008.48.58.jpeg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"853\" data-original-width=\"1280\" height=\"213\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEg_RLszKQbCssa-De9Pp83KRo18YU818_O8IbJjEnOQ4FJIWKB1jjRtN_IXoPKh8Ys_cqvrkKU-Dlq4uDft7ujk2YwQYIME39Ostfq_5XP39tIJKcPap1rIgFDbvk2B3KnjoIfQ0P9w6BWGpc-RXxWb-2xykKzC3cIXoX5AqyQuSC1GqGj5PV1bshRlR10\/s320\/WhatsApp%20Image%202024-03-07%20at%2008.48.58.jpeg\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<p><span style=\"color: red;\"><br \/>Denpasar,mwartapedia.com<\/span> &#8211; BPJS Kesehatan terus melakukan pengembangan layanan digital untuk<br \/>\nmenghadirkan akses pelayanan kesehatan yang mudah kepada seluruh masyarakat.&nbsp;<\/p>\n<div><\/div>\n<div>Digitalisasi terhadap<br \/>\nberbagai pelayanan yang diterapkan baik di kantor hingga di fasilitas kesehatan kini dianggap telah<br \/>\nmenjawab kebutuhan masyarakat di era perkembangan teknologi saat ini.&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan menyebut upaya peningkatan infrastruktur<br \/>\ndengan memanfaatkan teknologi kesehatan digital saat ini sangat dibutuhkan.&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Menurutnya, digitalisasi<br \/>\nterhadap pelayanan dapat memastikan aksesibilitas dan keterjangkauan layanan kesehatan berkualitas bagi<br \/>\nsemua orang, sehingga Indonesia bisa mencapai Universal Health Coverage (UHC).&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cSaat ini, implementasi Program JKN telah ditunjang dengan infrastruktur digital yang mumpuni. Inovasi<br \/>\nberbasis digital, pengelolaan data sampel dan didukung dengan pengelolaan command center yang baik<br \/>\nmenjadi salah satu tonggak penting untuk penyelenggaraan Program JKN yang optimal,\u201d ungkap Edwin pada Rabu (06\/04\/2024).<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Edwin menjelaskan, pengembangan kompetensi digital dalam memperkuat penyelenggaraan jaminan<br \/>\nkesehatan juga sangat penting, termasuk penerapan teknologi baru seperti Artificial Intellegent (AI).&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Bukan<br \/>\nhanya itu, ia juga menekankan pentingnya tata kelola data kesehatan guna memastikan pengelolaan data<br \/>\nyang aman, efisien, serta menumbuhkan kepercayaan dan integritas dalam perlindungan data pribadi dalam<br \/>\nekosistem layanan kesehatan.&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Ia menyebut, penyelenggaraan Program JKN juga telah mengelola data yang sangat besar. Hingga saat ini,<br \/>\njumlah pemanfaatan data sampel lebih dari Setiap harinya, ada 112 juta transaksi data yang berlangsung di<br \/>\ndalam ekosistem Program JKN, atau 1.296 transaksi data per detik. Terdapat 397,8 miliar row data, yang<br \/>\nmeliputi data kepesertaan, pelayanan kesehatan, dan iuran.<\/p>\n<p>\u201cDengan pengelolaan data yang sangat besar, tentu keamanan data yang dibutuhkan semakin tinggi. Dalam<br \/>\npelaksanaannya, BPJS Kesehatan telah menerapkan enam layer proteksi terhadap keamanan data, dimulai<br \/>\ndari menentukan parameter keamanan, keamanan jaringan, keamanan endpoint, keamanan di elemen<br \/>\nmanusia, kemanan terhadap aplikasi hingga kemanan terhadap data yang dimiliki,&#8221; jelas Edwin.&nbsp;<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Edwin juga memperkenalkan berbagai inovasi berbasis digital yang<br \/>\ndiluncurkan oleh BPJS Kesehatan. Salah satu inovasi yang dihadirkan untuk memberikan pelayanan<br \/>\nkesehatan yang optimal melalui Aplikasi Mobile JKN. Inovasi ini telah mengubah pengalaman peserta di<br \/>\nfasilitas kesehatan, mengurangi waktu tunggu di rumah sakit yang sebelumnya bisa mencapai 6 jam menjadi<br \/>\nhanya 2,5 jam.<br \/>\nSelain itu, Aplikasi Mobile JKN juga memungkinkan peserta untuk mengakses riwayat pelayanan kesehatan<br \/>\nmereka dalam 12 bulan terakhir melalui i-Care JKN.&nbsp;<\/p>\n<p><\/p>\n<p>Dengan i-Care JKN, dokter dan peserta dapat melihat<br \/>\nriwayat kunjungan, tindakan medis, dan obat yang diberikan oleh fasilitas kesehatan dalam kurun waktu 12<br \/>\nbulan terakhir, sehingga dokter juga dapat memberikan pelayanan yang cepat dan tepat.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>&nbsp;BPJS Kesehatan juga telah menghadirkan layanan digital yang bisa diakses peserta untuk kebutuhan<br \/>\ninformasi pelayanan dan pengaduan, seperti Chat Asisstant JKN (CHIKA), Pelayanan Administrasi melalui<br \/>\nWhatsapp (PANDAWA), Voice Interractive JKN (VIKA) hingga BPJS Kesehatan Care Center 165.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di sektor<br \/>\npendaftaran, BPJS Kesehatan juga menghadirkan layanan E-Dabu yang bisa dimanfaatkan oleh badan<br \/>\nusaha untuk mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta JKN.<\/p>\n<p><\/p>\n<p>&#8220;Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah memperkenalkan berbagai inovasi lainnya, seperti skrining riwayat<br \/>\nkesehatan, yang bertujuan sebagai upaya preventif bagi peserta JKN dalam mencegah penyakit kronis. Ada<br \/>\njuga telemedicine yang bisa memudahkan peserta untuk berobat jarak jauh. Harapannya, dengan inovasi<br \/>\ndigital yang dihadirkan bisa menghadirkan sistem layanan kesehatan yang mudah bagi seluruh peserta<br \/>\nJKN,&#8221; tutup Edwin. (***)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Denpasar,mwartapedia.com &#8211; BPJS Kesehatan terus melakukan pengembangan layanan digital untuk menghadirkan akses pelayanan kesehatan yang mudah kepada seluruh<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11,9],"tags":[],"class_list":["post-4285","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kesehatan","category-nasional"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4285","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4285"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4285\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4285"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4285"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4285"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}