{"id":2689,"date":"2021-03-18T06:59:00","date_gmt":"2021-03-17T23:59:00","guid":{"rendered":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/2021\/03\/18\/hidupkan-kreativitas-melalui-program-bdr-2\/"},"modified":"2021-03-18T06:59:00","modified_gmt":"2021-03-17T23:59:00","slug":"hidupkan-kreativitas-melalui-program-bdr-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/2021\/03\/18\/hidupkan-kreativitas-melalui-program-bdr-2\/","title":{"rendered":"Hidupkan Kreativitas Melalui Program BDR"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<span style=\"color: red; font-family: times; font-size: medium;\">Oleh: Heribertus Martinus Moscati, S.Pd. Staf pengajar di SMPN 5 Borong<\/span><\/p>\n<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-KKVtQtD7ukQ\/YFKXXF9T0uI\/AAAAAAAACO0\/wu_wJ6HqwXYOO72tU0Alow37-DOiNmU7ACLcBGAsYHQ\/s806\/IMG-20210316-WA0048.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"806\" data-original-width=\"637\" height=\"320\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-KKVtQtD7ukQ\/YFKXXF9T0uI\/AAAAAAAACO0\/wu_wJ6HqwXYOO72tU0Alow37-DOiNmU7ACLcBGAsYHQ\/s320\/IMG-20210316-WA0048.jpg\" \/><\/a><\/div>\n<p><span style=\"color: red; font-family: times; font-size: medium;\">Kupang,Mwartapedia.com<\/span><span style=\"color: #073763; font-family: times; font-size: medium;\">&nbsp; &#8211;&nbsp; Apa itu BDR?Semua kita pasti sudah tahu jawabannya. Iya. Belajar Dari Rumah. Bisa juga Bekerja Dari Rumah. Atau istilah kerennya Di Rumah Aja. Istilah-istilah ini sudah sangat familiar di telinga kita di masa pandemi Covid-19. Mendengar namanya saja, kita juga pasti sudah tahu artinya. Intinya bahwa setiap pekerjaan yang kita kerjakan, kita dapat menjalankannya cukup dari rumah kita saja sehingga Covid-19 tidak menyebar dan kita masih tetap bisa bekerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #073763; font-family: times; font-size: medium;\">Pada masa pandemi Covid-19, banyak hal baru yang mau tidak mau harus dihadapi. Banyak perubahan yang terjadi dalam setiap aspek hidup kita. Kita pun, mau tidak mau, suka tidak suka, terpaksa harus menghadapi secara langsung bahkan menjalankan perubahan-perubahan tersebut. Kita pun harus segera beranjak dari suatu tatanan yang selama ini menurut kita normal-normal saja menuju ke suatu hal baru. Sehingga kemampuan beradaptasi menjadi kunci bagi kita di situasi seperti ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #073763; font-family: times; font-size: medium;\">Dunia pendidikan tidak lepas dari perubahan tersebut. Kurikulum pun terpaksa harus diutak-atik lagi di tengah masifnya penyebaran virus Covid-19. Tujuannya pun berubah, agar roda pendidikan tetap berputar ditambah agar lingkup sekolah tidak menjadi klaster penyebaran virus Covid-19. Kedua hal tersebut harus berjalan bersama. Salah satunya tidak boleh diabaikan. Salah satu solusi pemerintah adalah menciptakan program BDR.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #073763; font-family: times; font-size: medium;\">Pengalaman Menjalankan Program BDR<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #073763; font-family: times; font-size: medium;\">Ada begitu banyak hal yang menyertai jalannya program tersebut. Wajar bahwa terobosan ini juga dinilai beragam, baik untuk sisi positif maupun negatifnya. Setiap satuan pendidikan memiliki cara pandangnya masing-masing. Pemangku kepentingan sektor pendidikan pun merasakan semua hal ini. Niat disertai semangat yang baik akan sangat mendukung program ini. Di samping itu, kondisi geografis wilayah juga cukup berpengaruh. Di wilayah Kabupaten Manggarai Timur, topografi wilayah juga berpengaruh besar pada kualitas akses internet suatu tempat, sementara internet itu sendiri adalah penunjang terpenting lancar tidaknya program BDR.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #073763; font-family: times; font-size: medium;\">Dari pengalaman penulis berpartisipasi dalam program ini, juga berdasarkan obrolan santai atau pun berdiskusi dengan beberapa rekan guru sekitar lokasi mengajar penulis, banyak hal yang bisa dipetik, namun tidak sedikit pula keluhan yang muncul baik dari para guru maupun siswa yang terkadang diwakili oleh orang tuanya. Iya. Itu adalah hal yang sangat-sangat wajar terjadi di tempat kita yang dalam banyak hal masih tertinggal, terlebih dalam hal mengakses internet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #073763; font-family: times; font-size: medium;\">Tetapi, kali ini, mari kita kesampingkan dulu hambatan tersebut. Satu hal penting yang bagi penulis merupakan nilai lebih program ini adalah bagaimana sikap dan tanggapan kita akan hal baru yang sangat mendadak tersebut. Mungkin istilah revolusi pendidikan juga cocok untuk konteks ini, sebab hal ini langsung terjadi dengan cepat tanpa pernah bisa diprediksi sebelumnya. Berikut beberapa hal positif program BDR ini dari kacamata penulis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #073763; font-family: times; font-size: medium;\">Pertama, program BDR membuka ruang bagi siapa pun untuk mengenal teknologi secara lebih mendalam. Tidak terbatas pada guru, siswa juga bisa menjadi lebih menguasai teknologi dari para guru. Keadaanlah yang membuat kita harus melakukan atau mempelajari sesuatu. Mungkin kalau tidak ada pandemi Covid-19, kita tetap duduk manis dalam zona nyaman dan enggan untuk mengambil kesempatan untuk maju. Saking nyamannya situasi, kita seringkali tidak menyadari banyaknya teknologi yang ternyata penting. Kita menjadi lupa untuk membuka mata dan telinga untuk perkembangan yang ternyata baik untuk kita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #073763; font-family: times; font-size: medium;\">Banyak sekali hal yang bisa dipelajari guru dan siswa dari situasi seperti ini. Berbagai aplikasi pendidikan dari pemerintah pun menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup mata sehingga hal ini perlu disambut dengan baik walau pun harus berjuang dengan susah payah mencari sinyal internet.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #073763; font-family: times; font-size: medium;\">Kedua, program BDR membuat proses pembelajaran lebih variatif. Belajar tidak harus di sekolah. Belajar juga tidak harus selalu pada jam sekolah. Adanya program BDR membantu salah satu karakteristik Kurikulum 2013, yaitu belajar bisa dilakukan di manapun dan kapan pun. Waktu dan tempat belajar akhirnya tidak menjadi terikat. Dan hal itu sudah nyata sekarang. Para guru pun bisa menerapkan cara baru dalam penyampaian materi. Lagi-lagi, pandemi Covid-19 menarik kita keluar dari zona nyaman di tengah minimnya kreativitas untuk mengembangkan materi. Seandainya pandemi tidak ada, belajar kreatif dan proaktif hanya menjadi teori yang cukup sebatas untuk dihafal saja tanpa pelaksanaan lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #073763; font-family: times; font-size: medium;\">Ketiga, peran orang tua siswa juga menjadi lebih signifikan. Jika pada kondisi sebelumnya, ada orang tua yang membebankan tanggung jawab mendidik anak sepenuhnya di sekolah (secara khusus hal akademis), maka kali ini, mereka harus bersedia menjadi pengontrol pertama para siswa terlebih dalam waktu belajarnya. Tanggung jawab besar ini sudah sepantasnya diemban oleh orang tua siswa terlebih dahulu sebelum anak-anak belajar di sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #073763; font-family: times; font-size: medium;\">Keempat, muatan materi pelajaran menjadi lebih fleksibel.&nbsp; Adanya kurikulum penyesuaian di masa pandemi setidaknya sudah membuka ruang kreativitas para guru untuk memilah-milah materi yang sesuai dengan kondisi satuan pendidikan setempat. Hal ini sangat penting karena guru sendirilah yang mengenal karakter siswanya dengan baik. Tanpa adanya tuntutan harus menuntaskan semua materi yang diwajibkan kurikulum nasional, hal ini bisa membuat para guru lebih fokus untuk kurikulum yang ditentukan sekolah masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #073763; font-family: times; font-size: medium;\">Jadi, kreativitas, niat, semangat, kerja keras, dan juga kerja sama berbagai unsur sektor pendidikan tetap menjadi salah satu kunci jalannya proses BDR, sehingga roda pendidikan tidak berhenti berputar sementara mata rantai penyebaran virus Covid-19 tetap bisa ditekan. Kesulitan mengakses internet juga sebaiknya tidak dipandang sebagai hal yang sangat mengganjal tetapi sebagai pelecut untuk bekerja lebih bersemangat dan lebih kreatif lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #073763; font-family: times; font-size: medium;\">Ketepatan untuk mananggapi situasi pandemi menjadi kunci penting. Kerja keras 3 unsur, yakni guru, siswa, dan orang tua, serta dukungan penuh pemerintah akan menjadi sebuah struktur yang rapi serta solid untuk menopang jalannya pendidikan kita. Intinya bahwa, kreativitas tidak boleh mati di tengah kesulitan-kesulitan yang ada. Ada pepatah mengatakan, Ibarat Oase di Padang Pasir, kreativitas yang tetap hidup itu akan melawan berbagai macam kesulitan dan tantangan. Proses yang baik tentunya akan diikuti pula oleh hasil yang baik pula pada saatnya. (ML).<\/span><\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-left\"><a href=\"javascript: imageToPdf(2689)\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-pdf\" target=\"_self\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nwartapedia.com\/wp-content\/plugins\/pdf-print\/images\/pdf.png\" alt=\"image_pdf\" title=\"View PDF\" \/><\/a><a href=\"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2689?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><\/a> <span class=\"pdfprnt-count-generation\">7<\/span><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp;Oleh: Heribertus Martinus Moscati, S.Pd. Staf pengajar di SMPN 5 Borong Kupang,Mwartapedia.com&nbsp; &#8211;&nbsp; Apa itu BDR?Semua kita pasti<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2689","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2689","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2689"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2689\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2689"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2689"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2689"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}