{"id":1261,"date":"2022-01-06T17:17:00","date_gmt":"2022-01-06T10:17:00","guid":{"rendered":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/2022\/01\/06\/tpdi-harap-kajari-ende-tidak-boleh-reaktif-hadapi-fakta-fakta-catatan-rustam-rado-3\/"},"modified":"2022-01-06T17:17:00","modified_gmt":"2022-01-06T10:17:00","slug":"tpdi-harap-kajari-ende-tidak-boleh-reaktif-hadapi-fakta-fakta-catatan-rustam-rado-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/2022\/01\/06\/tpdi-harap-kajari-ende-tidak-boleh-reaktif-hadapi-fakta-fakta-catatan-rustam-rado-3\/","title":{"rendered":"TPDI Harap Kajari Ende Tidak Boleh Reaktif Hadapi Fakta-Fakta Catatan Rustam Rado"},"content":{"rendered":"<div style=\"clear: both; text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEjjN-vqT6wuLJGLj7gFte_e-o3il9qNx6Y_Sl2OR1y6fhH20FBaeZ8c04Zf1wnkiO4Y1n8CpHYswufEWxufCmu_EK2A_YFUM1QvYezPKBNOtGTtRtPgWgHDUizoWgIP6StAhD42yhn3MhEd_mAZi0NuKjQQ4z2odCI6exWSV6uw7lEaLtHsxYvHRrYG=s579\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" border=\"0\" data-original-height=\"369\" data-original-width=\"579\" height=\"204\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/a\/AVvXsEjjN-vqT6wuLJGLj7gFte_e-o3il9qNx6Y_Sl2OR1y6fhH20FBaeZ8c04Zf1wnkiO4Y1n8CpHYswufEWxufCmu_EK2A_YFUM1QvYezPKBNOtGTtRtPgWgHDUizoWgIP6StAhD42yhn3MhEd_mAZi0NuKjQQ4z2odCI6exWSV6uw7lEaLtHsxYvHRrYG=s320\" width=\"320\" \/><\/a><\/div>\n<p><b><span style=\"font-family: times; font-size: medium;\"><span style=\"color: red;\">Kupang, mwartapedia.com<\/span> &#8211; Menyikapi Catatan Pengeluaran Uang Persediaan (UP) Sekretariat DPRD Ende, TA 2020, tertanggal 1 Oktober 2020, yang dibuat dan ditandatangani oleh Sdr. Rustam Rado, Bendahara Setwan DRPD Ende, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ende, Romlan Robin, nampak kebakaran jenggot, sembari meminta Erik Rede meminta maaf dan mengklarifikasi ke publik.<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"font-family: times; font-size: medium;\">Demikian rilis tertulis yang diterima media ini dari Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Advokat Peradi, Petrus Selestinus, SH, Kamis (06\/01\/2022).&nbsp;<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"font-family: times; font-size: medium;\">Kepada media ini Petrus mengatakan bahwa meminta, Erik Rede (sekarang Wakil Bupati Ende terpilih\/belum dilantik) agar meminta maaf dan mengklarifikasi ke publik, ini sebuah permintaan yang terkesan mengintimidaasi Erik Rede, untuk menutup pengungkapan kasus penyalahgunaan uang negara oleh Anggota DPRD Ende, yang sudah membudaya selama bertahun-tahun.<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"font-family: times; font-size: medium;\">&#8220;Mestinya yang pertama kali terucap dari mulut Kajari Ende, Romlan Robin adalah ucapan terima kasih kepada publik, karena telah melaksanakan fungsi partisipasi masyarakat Ende untuk membantu pemerintah Cq. Kejaksaan dan Polri dalam memerangi korupsi, siapapun pelakunya dan berapapun besaran kerugian negara yang ditimbulkan,&#8221;ucap Petrus.<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"font-family: times; font-size: large;\">Ende Harus Berbenah.&nbsp;<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"font-family: times; font-size: medium;\">Menurut Petrus, jika saja belum apa-apa Kajari Ende menyikapinya secara tidak profesional dan tidak prosedural bahkan seperti orang kebakaran jenggot, maka Kejari Ende patut diduga hendak mencuci tangan dan melepas tanggung jawab ketika ada anggota masyarakat Ende, memiliki keberanian mengungkap modus korupsi berjamaah, modus saling menyandera untuk saling melindungi antara anggota DPRD dan aparat Kejaksaan atau Polri.<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"font-family: times; font-size: medium;\">&#8220;Penentuan kebenaran Catatan Rustam Rede, sebesar Rp. 972.900.000, di dalamnya tertera Rp.125 juta untuk Kejaksaan, Rp.496 juta untuk bayar makan dan minum 2019, Rp.70 juta pinjaman Erik Rede,Rp.44 juta salah membayar kepada Didimus Toki, Rp.10 juta Pinjaman Didimus Toki, Rp.15 juta pinjaman Fery Taso dll. Penuntasannya tidak boleh dibarter dengan permintaan maaf dari Erik Rede kepada Kejaksaan atau kepada siapapun juga,&#8221;jelas Petrus.<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"font-family: times; font-size: medium;\">Disebutkan bahwa Selaku pegang Kekuasaan dan Kebijakan Penegakan Hukum di Ende, Romlan Robin wajib membenahi anomali Penegakan Hukum di Ende, karena yang namanya dugaan korupsi, prosedure penyelesaiannya selalu dimulai dengan langkah prosedural yaitu penyelidikan, penyidikan dan penuntutan dan itu tugas pokok anda.<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"font-family: times; font-size: large;\">Tindakan Kajari Prematur.&nbsp;<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"font-family: times; font-size: medium;\">Karena itu, menekankan bahwa terlalu prematur sikap Kajari Ende, belum apa-apa menuduh catatan yang dibuat Rustam Rado, sebagai fitnah yang sangat keji, padahal menyikapi Catatan Rustam Rede, itu harus dengan sebuah proses hukum yaitu penyelidikan, penyidikan dan penuntutan, bukan dengan cara mencuci tangan ingin selamatkan diri sendiri, lalu menuntut Erik Rede meminta maaf dan umumkan ke publik.<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"font-family: times; font-size: medium;\">&#8220;Memang nama baik Kejaksaan RI harus dijaga sebagaimana alasan Kajari Ende meminta Erik Rede segera meminta maaf dan mengumumkan ke publik. Tetapi yang merusak nama baik Kejaksaan selama ini juga adalah perilaku Jaksa-Jaksa nakal (memeras, suap dll.), inilah yang jadi masalah akut, yang sulit diperbaiki oleh pimpinan Kejaksaan, karena kembali dirusak lagi oleh perilaku Anak buah di lapangan yang juga nakal dan doyan uang,&#8221;ungkapnya.<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"font-family: times; font-size: medium;\">Lebih lanjut, Petrus menambahkan bahwa dengan melihat isi catatan tulisan tangan Rustam Rado, nampaknya hubungan KKN antara pejabat lintas institusi atau antara yang mengawasi dan yang diawasi sudah melembaga bahkan membudaya, sehingga ketika kenyamanan KKN berjamaah trusik, maka politik cuci tangan di kedepankan dan profesionalisme dikorbankan.<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"font-family: times; font-size: medium;\">&#8220;Karena itu Kajari Ende Romlan Robin, tidak seharusnya mengultimatum Erik Rede untuk meminta maaf dan mengmumkan ke publik, bukankah ini jebakan untuk selamat diri, lantas bagimana persoalan dugaan KKN sebesar Rp.972.900.000, apakah didiamkan sebagaimana selama ini terjadi dalam kasus korupsi gratifikasi PDAM DPRD Ende,&#8221;tambahnya.<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"font-family: times; font-size: large;\">Permintaan Maaf Erik Rede, Jebakan.&nbsp;<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"font-family: times; font-size: medium;\">Petrus menegaskan bahwa Kajari Ende seharusnya meminta maaf kepada publik Ende seraya membuka penyelidikan dan penyidikan untuk memeriksa Erik Rede, Rustam Rado, David Mana, Fery Taso, Didimus Toki dll. termasuk aparat Jaksa siapa yang akan menerima atau sudah menerima dana Rp. 125 juta dimaksud.<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"font-family: times; font-size: medium;\">&#8220;Nampak jelas sikap reaktif Kajari Ende, ingin menutup dugaan korupsi yang terungkap lewat Catatan Pengeluaran UP Setwan DPRD Ende,yang dibuat dan ditandatangani oleh Rusatam Rado, dimana di dalamnya tercatat beberapa nama pejabat,&#8221;tegasnya.<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"font-family: times; font-size: medium;\">Oleh karena itu Kajari Ende kata Petrus, Romlan Robin, lebih baik segera bentuk Tim Penyidik untuk menyelidiki dugaan korupsi Pengeluaran UP Setwan DPRD Ende TA 2020, dengan memeriksa sejumlah nama Erik Rede, David Mana, Rustam Rado, Fery Taso dkk.&nbsp;<\/span><\/b><\/p>\n<p><b><span style=\"font-family: times; font-size: medium;\">&#8220;Berikan perlindungan fisik dan psikis kepada Rustam Rede, jangam diintimidasi termasuk oleh Kajati Ende, karena publik meyakini kebenaran Catatan Rustam Rede, yang sekaligus sebagai saksi kunci,&#8221;pungkasnya.&nbsp; (MI)<\/span><\/b><\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-left\"><a href=\"javascript: imageToPdf(1261)\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-pdf\" target=\"_self\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nwartapedia.com\/wp-content\/plugins\/pdf-print\/images\/pdf.png\" alt=\"image_pdf\" title=\"View PDF\" \/><\/a><a href=\"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1261?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><\/a> <span class=\"pdfprnt-count-generation\">7<\/span><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kupang, mwartapedia.com &#8211; Menyikapi Catatan Pengeluaran Uang Persediaan (UP) Sekretariat DPRD Ende, TA 2020, tertanggal 1 Oktober 2020,<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1261","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1261","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1261"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1261\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1261"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1261"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1261"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}