{"id":11873,"date":"2026-11-02T20:43:06","date_gmt":"2026-11-02T13:43:06","guid":{"rendered":"https:\/\/nwartapedia.com\/?p=11873"},"modified":"2026-11-02T20:43:06","modified_gmt":"2026-11-02T13:43:06","slug":"inflasi-ntt-oktober-2026-naik-015-persen-harga-ayam-dan-tiket-pesawat-jadi-pemicu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/2026\/11\/02\/inflasi-ntt-oktober-2026-naik-015-persen-harga-ayam-dan-tiket-pesawat-jadi-pemicu\/","title":{"rendered":"Inflasi NTT Oktober 2026 Naik 0,15 Persen, Harga Ayam dan Tiket Pesawat Jadi Pemicu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Kupang, nwartapedia.com\u00a0<\/strong><\/span> \u2014\u00a0 Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat inflasi sebesar 0,15 persen pada Oktober 2026. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Kenaikan harga daging ayam ras, tarif angkutan udara, serta biaya pendidikan menjadi sejumlah komoditas dan kelompok pengeluaran yang memberikan andil terhadap inflasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Hal tersebut disampaikan Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, dalam konferensi pers perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Aula Kantor BPS NTT, Senin (2\/11\/2026).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Matamira menjelaskan, inflasi Oktober 2026 terjadi setelah NTT mengalami inflasi selama tiga bulan berturut-turut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\"> Berdasarkan kelompok pengeluaran, sembilan dari sebelas kelompok mengalami kenaikan indeks harga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">\u201cKelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penyumbang utama inflasi Oktober 2026,\u201d jelas Matamira.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,12 persen dengan andil 0,04 persen. <\/span><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Sementara kelompok pendidikan mengalami inflasi 1,03 persen dengan andil 0,04 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\"> Sebaliknya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi 0,35 persen dengan andil minus 0,02 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Secara kumulatif Januari hingga Oktober 2026, inflasi NTT mencapai 1,45 persen. Sementara inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) tercatat sebesar 2,87 persen, meningkat dibandingkan September 2026 yang mencapai 2,67 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Berdasarkan wilayah cakupan IHK, tiga wilayah mengalami inflasi dan dua wilayah mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat sebesar 0,68 persen, sedangkan deflasi terdalam mencapai 0,85 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Dari sisi komoditas, daging ayam ras dan angkutan udara masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,05 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\"> Selanjutnya, biaya akademi atau perguruan tinggi memberikan andil 0,04 persen, disusul cabai merah sebesar 0,03 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Menurut Matamira, kenaikan harga daging ayam ras dipengaruhi keterbatasan stok di pasar ketika permintaan masyarakat meningkat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Ketidakseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan masyarakat tersebut mendorong kenaikan harga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">\u201cKarena stok yang terbatas di pasar, sementara permintaannya meningkat, sehingga mendorong harga juga menjadi meningkat,\u201d ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Selain itu, kenaikan harga cabai merah dan sawi putih berkaitan dengan berkurangnya produksi menjelang peralihan musim dan persiapan musim tanam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\"> Kenaikan tarif angkutan udara serta biaya pendidikan pada tingkat akademi dan perguruan tinggi juga turut memberikan tekanan terhadap inflasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Meski demikian, sejumlah komoditas memberikan andil negatif sehingga menahan laju inflasi bulanan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Komoditas tersebut antara lain ikan tembuku dengan andil minus 0,08 persen, ikan tembang minus 0,04 persen, tomat minus 0,04 persen, dan emas perhiasan minus 0,03 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Untuk inflasi tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar sebesar 0,97 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil sebesar 0,42 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Sementara itu, angkutan udara menjadi komoditas penyumbang inflasi tahunan terbesar dengan andil 0,38 persen, diikuti emas perhiasan sebesar 0,29 persen. Inflasi tahunan emas perhiasan sendiri tercatat mencapai 6,21 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">Adapun komoditas yang menahan inflasi tahunan meliputi bawang merah dengan andil minus 0,13 persen, biaya pendidikan sekolah menengah atas minus 0,12 persen, telur ayam ras minus 0,06 persen, tomat minus 0,03 persen, serta angkutan laut minus 0,02 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\">BPS NTT mencatat perkembangan inflasi tersebut sebagai gambaran perubahan harga berbagai komoditas dan jasa yang dikonsumsi masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14pt; color: #000000; font-family: georgia, palatino, serif;\"> Ketersediaan pasokan pangan, tarif transportasi, serta biaya pendidikan menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan harga di Nusa Tenggara Timur. ***<\/span><\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-left\"><a href=\"javascript: imageToPdf(11873)\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-pdf\" target=\"_self\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/nwartapedia.com\/wp-content\/plugins\/pdf-print\/images\/pdf.png\" alt=\"image_pdf\" title=\"View PDF\" \/><\/a><a href=\"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11873?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><\/a> <span class=\"pdfprnt-count-generation\">2<\/span><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kupang, nwartapedia.com\u00a0 \u2014\u00a0 Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat inflasi sebesar 0,15 persen pada<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11875,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1303],"tags":[2480,2649,2581,2652,2651,2650,2654,2655,2653],"class_list":["post-11873","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ntt","tag-berita-kupang","tag-bps-ntt","tag-ekonomi-ntt","tag-harga-ayam-ras","tag-inflasi-ntt","tag-inflasi-oktober-2026","tag-matamira-b-kale","tag-nwartapedia","tag-tiket-pesawat"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11873","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11873"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11873\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11876,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11873\/revisions\/11876"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11875"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nwartapedia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}