Peringatan HUT Kota Kupang: Wali Kota Tekankan Pentingnya Semangat Melayani dalam Pemerintahan

 

Kupang,nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang menggelar upacara memperingati Hari Ulang Tahun ke-139 Kota Kupang dan Hari Ulang Tahun ke-29 sebagai daerah otonom, Jumat pagi (25/4), di halaman Kantor Wali Kota Kupang.

Upacara yang dipimpin oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., jajaran Forkopimda Kota Kupang bersama istri, Ketua beserta Wakil Ketua dan anggota DPRD Kota Kupang, Wakil Wali Kota Kupang periode 2007-2012, Drs. Daniel D. Hurek, M.M., tokoh masyarakat, rohaniawan, para Staf Ahli Wali Kota Kupang, Para Asisten Sekda Kota Kupang, para pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang, direktur Perumda, camat, lurah, ASN dan PTT lingkup Pemerintah Kota Kupang,

Upacara ini menjadi momentum penting karena bertepatan pula dengan Hari Otonomi Daerah Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 April.

Turut hadir jajaran Forkopimda Kota Kupang bersama istri, Ketua beserta Wakil Ketua dan anggota DPRD Kota Kupang, tokoh masyarakat, rohaniawan, para Staf Ahli Wali Kota Kupang, Para Asisten Sekda Kota Kupang, para pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang, direktur Perumda, camat, lurah, ASN dan PTT lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Upacara ini menjadi momentum penting karena bertepatan pula dengan Hari Otonomi Daerah Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 April.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, menyampaikan refleksi mendalam tentang perjalanan panjang kota ini.

Menurutnya, Usia 139 tahun bukanlah angka yang kecil, melainkan catatan sejarah yang menyimpan beragam kisah, tantangan, dan harapan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Wali Kota menggarisbawahi bahwa otonomi daerah bukan semata-mata tentang kewenangan, tetapi lebih dari itu tentang bagaimana pemerintah daerah menghadirkan kebijakan-kebijakan yang benar-benar berpihak pada rakyat.

Ia menyampaikan dengan tegas bahwa visi Pemerintah Kota Kupang lima tahun ke depan adalah menjadikan pemerintahan sebagai instrumen pelayanan.

“To govern is to serve. Memerintah adalah melayani,” ujarnya, seraya mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk menjadikan semangat pelayanan sebagai fondasi utama dalam bekerja.

Lebih lanjut, Wali Kota Christian menekankan pentingnya tiga nilai utama dalam menjalankan roda pemerintahan, yaitu sikap kolaboratif, kemampuan adaptif, dan jiwa melayani.

“Kolaborasi adalah kunci untuk berjalan jauh, karena pembangunan yang berkelanjutan hanya mungkin tercapai bila dilakukan bersama,” ungkapnya.

Dalam menghadapi zaman yang berubah cepat, ia menekankan bahwa pemerintah harus adaptif terhadap perubahan dan perkembangan zaman, terutama dalam konteks digitalisasi.

“Kita tidak bisa mengubah arah angin, tapi kita bisa mengubah arah layar agar tetap melaju ke tujuan. Semangat melayani harus selalu menyala, menjadi etos kerja dalam memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Wali Kota juga menyampaikan sejumlah capaian yang telah diraih Pemerintah Kota Kupang.

“Saat ini sanitasi rumah tangga telah menjangkau hampir 80% wilayah, dan kondisi jalan telah menunjukkan perbaikan signifikan, mencapai di atas 62%,” jelas Wali Kota.

Kebangkitan ekonomi pasca pandemi juga mulai terlihat, khususnya melalui kegiatan-kegiatan kerakyatan seperti pawai Paskah yang melibatkan lebih dari 300 pelaku UMKM dan menghasilkan perputaran uang mencapai 2 hingga 3 miliar rupiah dalam satu hari.

“Kegiatan seperti ini akan terus dikembangkan dalam bentuk event wisata religi, yang menggabungkan unsur iman, budaya, dan pariwisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi aktif seluruh aparat dan masyarakat dalam menyukseskan program penanganan sampah.

Menurutnya, Roadmap penanganan sampah sudah disusun dan proses pengadaan fasilitas sedang berjalan.

Ia mengimbau camat dan lurah untuk segera mensosialisasikan roadmap ini hingga ke tingkat RT. Kota Kupang harus menjadi kota yang bersih dan nyaman, bukan hanya sebagai warisan dari leluhur, tetapi juga sebagai pinjaman dari anak cucu yang kelak akan mempertanyakan apa yang ditinggalkan untuk mereka.

Di tengah semangat perubahan itu, Wali Kota menyatakan bahwa Membangun kota bukan hanya tentang infrastruktur atau gedung-gedung megah, tetapi juga membangun karakter, budaya, dan lingkungan sosial yang saling menghargai.

“Kota yang baik adalah kota yang memiliki udara pagi yang bersih, taman-taman yang asri, sistem transportasi yang layak, dan masyarakat yang hidup dalam toleransi serta harmoni,” kata dr. Christian

Menutup sambutannya, dr. Christian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu menjaga Kota Kupang sebagai rumah bersama yang penuh kasih dan harapan. Ia mengutip pepatah Latin, “Ubi concordia ibi victoria” “Dalam persatuan, di sanalah kemenangan berada.” Sebagai bentuk penghargaan dan dukungan terhadap pengabdian warga.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota juga menyerahkan sejumlah bantuan dan penghargaan, termasuk santunan bagi PNS yang pensiun, wafat, atau mengalami cacat tetap, bantuan sosial kepada panti asuhan dan rumah ibadah, serta santunan kematian dan beasiswa dari BPJS Ketenagakerjaan untuk ahli waris pegawai yang telah meninggal dunia.

Selain itu, ia juga menyerahkan hadiah lomba dalam rangka HUT Kota Kupang yang digelar oleh Dinas Pariwisata.

“Dirgahayu Kota Kupang ke-139. Dirgahayu Kota Kupang ke-29 sebagai daerah otonom. Selamat Hari Otonomi Daerah. Mari kita jaga Kota Kupang ini, bukan hanya untuk kita, tapi untuk anak-anak kita kelak. Teamwork makes the dream work. Kerja tim membuat mimpi menjadi kenyataan,” tutup Wali Kota. ***




Wali Kota dan Wawali Kota Duduk Lesehan Bersama Petugas Kebersihan, Bahas Solusi Baru Pengelolaan Sampah

 

Kupang,nwartapedia.com — Dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., duduk lesehan bersama para petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang, Rabu (16/4).

Pertemuan yang berlangsung di Lapangan Kantor Wali Kota Kupang ini menjadi forum diskusi terbuka untuk membahas solusi strategis pengelolaan sampah kota.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, SH., sejumlah pimpinan perangkat daerah teknis, serta para camat se-Kota Kupang.

Dalam arahannya, Wali Kota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota telah menyusun strategi penanganan sampah jangka pendek dalam kurun waktu 100 hari, yang kini mulai diimplementasikan.

“Strategi ini sudah berjalan, tapi hari ini saya kumpulkan semua petugas kebersihan untuk menyamakan visi, semangat, dan cara kerja. Tidak boleh ada yang bekerja di luar kerangka yang telah ditetapkan,” tegas dr. Christian.

Wali Kota juga menyoroti pentingnya data akurat terkait timbulan dan titik-titik tumpukan sampah.

Pemerintah saat ini tengah melakukan pemetaan ulang dan optimalisasi penggunaan Intermediate Storage Management di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Langkah awal pengelolaan dimulai dari rumah tangga dengan sistem pemilahan sampah menjadi tiga kategori: hijau untuk sampah organik, kuning untuk anorganik, dan merah untuk sampah berbahaya.

Bagi warga yang belum memiliki tempat sampah khusus, dianjurkan menggunakan kantong plastik sesuai warna kategori.

Untuk mendukung sistem ini, Pemkot Kupang akan menyalurkan 1.300 unit kontainer plastik besar ke tingkat RT, dengan 200 unit di antaranya sudah tersedia dari kolaborasi bersama komunitas dan pelaku usaha.

Kontainer RT ini akan dikumpulkan ke kontainer besi di kelurahan, yang ditempatkan jauh dari permukiman padat.

“Pengangkutan harus terjadwal dan disiplin. Jika tidak, sampah akan meluber dan masyarakat pasti mengeluh,” tambahnya.

Pemerintah juga tengah mempercepat pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan, dilengkapi teknologi modern seperti mesin pencacah plastik, konversi sampah organik menjadi pupuk dan maggot, serta sistem pemilahan berbasis conveyor.

TPST akan menjadi pusat koordinasi bank sampah dengan harga jual yang distandarisasi.

Sarana pendukung lainnya termasuk armada pengangkut (truk armroll, motor listrik), 68 unit kontainer besi, kamera CCTV, papan jadwal pengangkutan, serta sistem pelacakan truk secara digital. Pemerintah juga akan menerapkan sanksi tegas bagi pelanggaran, seperti denda, kerja sosial, hingga publikasi foto pelanggar di media sosial.

Tak hanya soal kebersihan, program ini juga membuka peluang kerja baru, terutama di sektor pemilahan dan pengolahan, serta memberdayakan pemulung dan warga sekitar TPST.

Wakil Wali Kota, Serena Cosgrova Francis, menambahkan bahwa petugas kebersihan akan memperoleh insentif tambahan di luar upah lembur, dan kesejahteraan mereka akan menjadi prioritas. Pemeriksaan kesehatan rutin juga akan dilakukan mengingat risiko kerja yang tinggi.

Dalam sesi diskusi, seorang petugas kebersihan menyampaikan apresiasi atas perhatian pimpinan dan menyuarakan permintaan pembangunan Kantor UPTD Pertamanan di Taman Nostalgia. Wali Kota menyambut baik usulan tersebut.

Sebagai penutup, dr. Christian memperkenalkan program unggulan “Besti Beruntung” (Bebas Sampah, Pasti Berubah, Untung) yang mengajak masyarakat aktif dalam pengelolaan sampah. Inovasi terbaru lainnya termasuk Call Center pengaduan berbasis AI dan teknologi pengolahan bangkai serta ranting menggunakan maggot sebagai solusi ramah lingkungan.

Diskusi ditutup dengan pernyataan inspiratif dari Wali Kota: “Jika ingin pergi cepat, berjalanlah sendiri. Jika ingin pergi jauh, berjalanlah bersama-sama.” ***




RW 07 Kelurahan Nefonaek Luncurkan Program Darurat Sampah Berbasis Swadaya Warga

 

Kupang,nwartapedia.com. — Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program Pemerintah Kota Kupang dalam rangka penanganan sampah maka RW 07 Kelurahan Nefonaek secara resmi meluncurkan program “Darurat Sampah” yang digagas dan dijalankan secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Kegiatan peluncuran ini berlangsung di RT 24/RW 07, Rabu (16/04/2025) sore.

Ketua RW 07, Ir. Theodorus Widodo, menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan warga terhadap meningkatnya volume sampah, khususnya dari pihak luar yang membuang sampah sembarangan di lingkungan mereka.

“Darurat Sampah ini merupakan inisiatif mandiri warga sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan,”ungkapnya.

Theodorus Widodo yang akrab disapa Theo Widodo menjelaskan bahwa progran darurat sampah ini sudah membangun tiga pos penjagaan di titik-titik strategis dan dijaga secara bergiliran oleh petugas selama 24 jam penuh dan akan diberikan upah.

Tiap pos dijaga 24 jam oleh 2 petugas masing-masing 12 jam, nila ditemukan ada yang buang sampah, petugas akan membunyikan kentongan. Warga akan ikut bunyikan kentongan sambil berusaha menegur sipembuang sampah dan menggiring yang bersangkutan ke pos polisi”ungkapnya.

“Masing-masing pos dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV) yang dapat diakses oleh seluruh warga, serta dilengkapi penerangan memadai demi memastikan pengawasan maksimal, terutama pada malam hari,”tambahnya. 

Ia menambahkan, salah satu komponen penting dalam program ini adalah kewajiban pemilahan sampah rumah tangga.

Dijelaskan, sampah yang telah dipilah akan disetorkan ke bank sampah atau Tempat Pembuangan Sementara (TPS) hijau, selaras dengan kebijakan Pemerintah Kota Kupang yang menargetkan penyediaan tong sampah berkapasitas 660 liter di setiap RT.

“Warga RW 07 bertanggung jawab tidak hanya atas kebersihan pekarangan rumah, tetapi juga area dua meter di luar pagar. Ini menjadi komitmen bersama,” tambahnya.

Guna menimbulkan efek jera, Theo Widodo menerangkan, petugas pos memiliki kewenangan untuk memberikan peringatan tegas kepada siapa pun yang tertangkap membuang sampah sembarangan.

“Warga juga diajak turut serta dalam penegakan kedisiplinan ini, dengan penanganan yang tetap dilakukan secara humanis dan sesuai prosedur sebelum dilaporkan ke aparat atau pihak kelurahan,”terangnya.

Theo Widodo menegaskan bahwa seluruh infrastruktur dan operasional program ini didanai sepenuhnya dari kontribusi masyarakat. Tidak ada bantuan dari pihak luar.

“Program ini adalah bukti bahwa warga bisa menjadi pelaku utama dalam menjaga lingkungan. Kami berharap langkah ini bisa menjadi inspirasi bagi RW dan kelurahan lain di Kota Kupang,” pungkasnya.

Hadir dan ikut memberikan dukungan dalam kegiatan louning Darurat Sampah RW 07 yakni Camat Kota lama, Lurah Nefonaek, Babinkantib Nefonaek, Babinsa  Nefonaek, para RT di RW 07, Ketua Karang Taruna Kota Kupang, Pengurus Bang Sampah dan Tokoh masyarakat RW 07 Kelurahan Nefonaek. (MI)




Camat Kota Lama Apresiasi RW 07 Nefonaek Jadi Contoh Kolaborasi Atasi Sampah

 

Kupang,nwartapedia.com — Camat Kota Lama, Mohammad Adriyanto Abdul Jalil, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata yang dilakukan RW 07 Kelurahan Nefonaek dalam menangani persoalan sampah di wilayahnya.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri peluncuran Pos Darurat Sampah di RW 07, yang digagas secara swadaya oleh warga bersama Ketua RW, Ir. Theodorus Widodo.

“Seperti yang diamanatkan oleh Bapak Wali Kota Kupang, jika kita ingin melangkah jauh, kita harus melangkah bersama-sama. RW 07 telah menunjukkan semangat kolaborasi itu,” kata Camat Adriyanto.

Dalam program tersebut, pengelolaan sampah dilakukan secara terstruktur. Sampah dari rumah tangga dipilah terlebih dahulu, kemudian diangkut secara door to door oleh bank sampah unit Kelurahan Nefonaek Asmaraloka yang telah bekerja sama dengan warga kelurahan setempat.

“Saya sangat bersyukur dan bangga. Jika seluruh Kelurahan Nefonaek bisa berkolaborasi seperti ini, maka saya yakin Kota Kupang akan bersih,” ujarnya.

Camat Adriyanto juga menyoroti bahwa Nefonaek selama ini kerap menjadi daerah terdampak dari pembuangan sampah oleh warga luar. Karena itu, upaya swadaya warga RW 07 menjadi contoh yang patut ditiru oleh RW lainnya di Kecamatan Kota Lama.

“Ini bukan hanya program RW, tapi gerakan masyarakat. Kami berharap langkah ini menjadi sangat efektif dan memberi dampak langsung. Dan tentunya, kita juga berharap sudah ada sanksi tegas bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan,” tambahnya.

Dirinya menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Ketua RW 07, Theo Widodo, atas inisiatif dan kepemimpinannya dalam mendorong partisipasi warga.

“Kami berharap titik-titik merah yang selama ini identik dengan sampah bisa berubah menjadi titik hijau yang bersih dan nyaman. Mari kita semua berkolaborasi dan mendukung program Wali Kota Kupang,” tutup Camat Kota Lama. (MI)




Lurah Nefonaek: RW 07 Jadi Pilot Project Penanganan Sampah di Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  — Lurah Nefonaek, Josephina N. Ungirwalu, mengapresiasi langkah RW 07 sebagai pilot projeck dalam mencanangkan Posko Darurat Sampah sebagai bentuk nyata penanganan persoalan sampah di Kota Kupang.

Ia menyebut bahwa gagasan ini telah melalui proses panjang dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah kelurahan dan kecamatan.

“Seperti yang disampaikan oleh Bapak Theo Widodo, isu sampah ini sudah kami suarakan sejak tahun 2024. Kemudian, pada Januari 2025, kami menggelar rapat bersama Camat dan RW 07 untuk membentuk Posko Darurat Sampah,” ujar Josephina saat peluncuran posko yag berlangsung di RT 24/RW 07, Kelurahan Neffonaek pada Rabu (16/04/2024) sore.

Program ini secara resmi diluncurkan hari ini dan melibatkan partisipasi aktif warga yang menjaga dan memantau keberadaan pos jaga di titik-titik rawan pembuangan sampah sembarangan.

Josephina juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Ketua RW 07, Theo Widodo, yang menjadi inisiator utama dari gerakan ini.

“Terima kasih kepada Bapak Theo Widodo yang telah mencanangkan program ini. Kita telah melakukan diskusi panjang dengan berbagai unsur dan stakeholder sehingga RW 07 kami tetapkan sebagai pilot project di Kelurahan Nefonaek,” tambahnya.

Ia berharap program ini bisa memberi dampak luas, tidak hanya bagi warga RW 07, tetapi juga menjadi contoh positif bagi kelurahan tetangga dan masyarakat Kota Kupang secara keseluruhan.

“Harapan kami, kelurahan ini bisa tetap terjaga bersih dan nyaman. Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Kota Kupang untuk bersama-sama mengelola sampah secara bijak dan berkelanjutan,” tutup Lurah Josephina. (MI)




Dukungan Nyata Ketua RT 26 PNS Daud Anakay Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan 

 

 

Kupang,nwartapedia.com  – Ketua RT. 26, Pns. Daud Anakay menyerahkan secara langsung dukungan 5 sepatu bot kepada para Petugas angkut sampah didepan bak sampah Asrama TNI AD Kuanino.

Ini bukti nyata dukungan dan sinergitas masyarakat kepada pemerintah Kota Kupang untuk menjaga kebersihan lingkungan pada Sabtu (12/04/2025).

Usai penyerahan sepatu boot, Ketua RT 26 Pns. Daud Anakay menuturkan, para petugas atau pekerja pengambil (pengumpul) sampah merupakan salah satu pekerja disektor informal.

Daud Anakay juga berharap dengan pemberian sepatu boot ini dapat mengurangi resiko kecelakaan saat bekerja dan menjaga keselamatan dengan alat pelindung diri ini mengingat banyak ragam jenis sampah yang terbuat dari bahan material yang padat dan tajam.

“Para petugas pengambil (pengumpul) sampah dari rumah tangga menuju penampungan sampah sementara banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, hal ini dikarenakan tidak semua orang mau dan mampu bekerja dalam kondisi yang sangat tidak memungkinkan”,Ucap Daud.

Lebih lanjut Daud mengungkapkan melalui media ini, kami dari Satuan TNI AD Korem 161/Wira Sakti sangat peduli tentang kebersihan sesuai perintah Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M, semoga dapat bermanfaat dan dapat mengurangi resiko kecelakaan kerja dilapangan para Patriot Kebersihan/petugas angkut sampah kota Kupang.

Daud Anakay (Rote blasteran Maluku/pulau Tepa), anggota PNS Staf Khusus Penerangan Korem 161/Wira Sakti adalah figur Ketua RT.26 di wilayah RW/06 Asrama TNI AD Kelurahan Kuanino. yang peduli menjaga kebersihan lingkungan RTnya.

Sebagai wujud Kepeduliannya. Bung Daud yang selalu tampil Fress dan bersemangat ini dengan dukungan antusias warganya senantiasa berdaya upaya hampir setiap bulannya membagikan ember dan kantong sampah kepada warga lingkungan RT 26 dan memberikan dukungan 5 buah Sepatu Bot kepada para petugas angkut sampah.

Daud menuturkan, sepatu bot ini, dikumpulkan dari sumbangan sukarela warga RT.26, sebagai ungkapan hormat dan terima kasih kepada para Patriot Kebersihan Kota Kupang.

Tanggapan beberapa warga yang tidak berkenan disebut namanya, mengatakan bahwa hal positif yang di lakukan walaupun sederhana ini, memiliki nilai motivasi yang besar.

“Katong balom pernah dengar ada pejabat Ketua RT yang biking bagini mungkin ini bisa jadi contoh untuk Ketua RT yang laen,”ujarnya. (Penrem)




Hadiri Rakor Pembangunan Kawasan Pulau Timor, Wali Kota Dorong Investasi Pertanian dan Inovasi Pengelolaan Sampah

 

Kupang,nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, hadir dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Daerah se-Pulau Timor yang dipimpin oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Lakalena, S.Si., Apt., bertempat di Gedung VIP Pemda, Bandara El Tari Kupang, Senin (15/4).

Forum strategis ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT Irjen Pol (Purn) Johanis Asadoma, para kepala daerah se-Pulau Timor, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, serta jajaran OPD dan stakeholder terkait.

Dalam arahannya, Gubernur Lakalena menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah sebagai pendekatan baru dalam pembangunan.

“Kita harus bangkit dari bawah dan membangun kawasan secara terpadu. Setiap daerah memiliki keunggulan yang harus dioptimalkan secara sinergis,” tegasnya.

Rakor ini juga membahas isu ketenagakerjaan, khususnya peluang pengiriman tenaga kerja ke luar negeri secara resmi dan terlatih.

Gubernur menyampaikan rencana penguatan pelatihan bahasa dan keterampilan bagi calon pekerja migran, mengadopsi pendekatan seperti yang dilakukan Filipina.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kupang menyampaikan kesiapan Kota Kupang untuk mendukung kemandirian pangan dengan membuka ruang investasi di sektor pertanian.

“Kami memiliki potensi lahan sawah seluas 419 hektare dan non-sawah 6.700 hektare. Pemerintah Kota siap menyediakan modal, kami hanya butuh mitra dari pelaku usaha atau pengelola MDG,” jelas dr. Christian.

Ia juga memaparkan program percepatan atau quick win yang telah disiapkan Pemkot Kupang dalam waktu 100 hari hingga 1 tahun ke depan.

Salah satunya adalah pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui pendistribusian 1.300 kontainer sampah di seluruh RT dan pembangunan TPST di enam kecamatan.

“Target kami, hanya 15 persen residu sampah yang berakhir di TPA Alak. Sisanya akan diolah menjadi produk bernilai ekonomis seperti bata dan bahan baku lainnya,” tegasnya.

Dalam sektor industri, Wali Kota menyoroti pabrik garam iodisasi di Penkase Oeleta yang mengalami kekurangan pasokan bahan mentah.

“Produksi kami 1,5 ton per hari, namun terkendala bahan baku. Kami sangat membuka peluang kerjasama dengan kabupaten atau pihak swasta,” tambahnya.

Kupang juga dinyatakan siap mendukung program pengiriman tenaga kesehatan ke luar negeri.

“Stok perawat kami cukup, dan kami siap berkolaborasi untuk penempatan tenaga ke Jepang dan Australia,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Christian memaparkan rencana revitalisasi taman kota, termasuk Taman Nostalgia, sebagai ruang ekonomi kreatif melalui program Sunday Market.

“Kami ingin taman hidup dengan aktivitas UMKM dan komunitas, bukan hanya taman pasif,” jelasnya.

Menutup pemaparannya, Wali Kota menekankan pentingnya percepatan birokrasi melalui kehadiran head desk di tingkat provinsi sebagai jembatan koordinasi dengan pusat.

Ia juga menyampaikan bahwa Kota Kupang sedang menjajaki peluang kerjasama dengan Kota Darwin, Australia, dalam bidang pendidikan dan tenaga kerja.

Rakor ini menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen rencana pembangunan kawasan Pulau Timor yang akan diajukan kepada Presiden RI sebagai peta jalan pembangunan lima tahun ke depan. ***




Rektor UPG David Selan: Ir. Teo Widodo, Sosok Panutan di Balik Upaya Penanganan Sampah Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com — Di tengah tantangan pelik penanganan sampah di Kota Kupang, sosok Ir. Teo Widodo hadir sebagai figur yang membawa angin segar dalam gerakan peduli lingkungan.

Dikenal luas sebagai pemerhati lingkungan yang aktif dan konsisten, Ir. Teo Widodo menjadi tokoh sentral dalam upaya mengubah pola pikir masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Kiprahnya yang tak hanya berhenti pada tataran gagasan, namun diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan, menjadikan Ir. Teo sebagai panutan lintas generasi.

Salah satu bentuk kontribusinya terlihat dalam kegiatan kolaboratif lintas sektor yang mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan kota.

Rektor Universitas PGRI (UPG) NTT, David Selan, M.Si., turut menyampaikan apresiasinya terhadap peran Ir. Teo Widodo.

“Beliau adalah inspirasi nyata dalam gerakan peduli lingkungan. Sosok seperti Ir. Teo mengajarkan kita bahwa perubahan dimulai dari keteladanan dan aksi nyata. Mahasiswa kami melihat beliau sebagai role model yang menginspirasi,” ujar Rektor UPG kepada media ini pada Selasa (15/04/2025).

Tak sedikit masyarakat yang merasakan langsung dampak dari kepemimpinan Ir. Teo dalam memobilisasi kesadaran kolektif.

“Bapa Theo adalah panutan. Kepeduliannya pada lingkungan dan masyarakat kecil bukan hanya wacana, tapi betul-betul nyata. Kami yang mengenal beliau pasti satu suara,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Kota Kupang.

Semangat kolaboratif dan pendekatan yang inklusif menjadikan Ir. Teo Widodo sebagai figur yang mampu menjembatani berbagai lapisan masyarakat dalam satu tujuan bersama: menciptakan Kota Kupang yang bersih, sehat, dan lestari. Dedikasi serta konsistensinya menjadi dorongan penting bagi gerakan lingkungan yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. ***




Pemkot Kupang Gelar Aksi Berbagi Kasih Sambut Paskah 2025: Wujud Nyata Kepedulian dan Inklusi Sosial

 

Kupang,nwartapedia.com — Dalam rangka menyambut Hari Raya Paskah 2025, Pemerintah Kota Kupang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah kembali menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial melalui kegiatan “Berbagi Kasih”.

Aksi sosial ini dilaksanakan pada Senin (14/4), dengan menyasar tiga panti asuhan di Kota Kupang, yakni Panti Asuhan Attin Namosain, Panti Asuhan Kasih Kupang, dan Panti Asuhan Bakti Luhur di Kelurahan Tuak Daun Merah.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Si., yang secara pribadi turut berbagi kebahagiaan bersama anak-anak panti asuhan. Selain menyerahkan bantuan konsumsi, Wakil Wali Kota juga mengajak anak-anak untuk menonton film di bioskop, yang seluruh biayanya ditanggung secara pribadi.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Djoni D. Bire, SH., Analis Kebijakan Ivan L. Mila Meha, S.STP., MM., serta para lurah dari Kelurahan Kelapa Lima dan Tuak Daun Merah.

Di setiap lokasi, Wakil Wali Kota disambut dengan hangat oleh para pengelola panti, termasuk Ketua Panti Asuhan Attin Namosain, Mansyur Keneng, dan Kepala Sekolah Plus Attin, Syarif Mamang, S.Pd.I.; Ketua Yayasan Panti Asuhan Kasih Kupang, Alexander de Fretes; serta Suster Agustina Alma selaku penanggung jawab Panti Bakti Luhur.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan salam dan pesan dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, serta mengajak anak-anak untuk terus bermimpi besar, disiplin, dan bertanggung jawab.

Ia turut membagikan kisah perjuangannya menjadi Wakil Wali Kota termuda dan perempuan pertama di Kota Kupang.

“Kesuksesan tidak ditentukan oleh latar belakang, tetapi oleh ketekunan dan tanggung jawab,” ungkapnya memotivasi para santri di Panti Asuhan Attin.

Di Panti Asuhan Kasih Kupang, yang menampung 30 anak penyandang disabilitas, Serena memberikan pesan inspiratif tentang pentingnya percaya diri.

“Berbuat baiklah terus-menerus, karena kebaikan akan datang di waktu yang tepat. Do good and good will come to you,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Panti Bakti Luhur yang diasuh oleh para suster Kongregasi Alma.

Di sini, Wakil Wali Kota mentraktir 30 anak panti menonton film animasi Indonesia berjudul Jumbo. Film tersebut dipilih karena mengandung pesan kuat tentang keberanian menghadapi perundungan, pentingnya percaya diri, serta nilai persahabatan dan cinta keluarga.

“Film ini saya pilih karena saya ingin anak-anak belajar bahwa perbedaan bukan kekurangan. Kita semua punya keistimewaan masing-masing. Jika kita berani mencoba dan terus berbuat baik, kita bisa menjadi pahlawan dalam kehidupan kita sendiri,” kata Serena.

Suster Agustina Alma dari Panti Bakti Luhur mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian dari Pemerintah Kota Kupang.

“Anak-anak sangat senang dan merasakan sukacita yang luar biasa. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ucapnya.

Senada dengan itu, Alexander de Fretes menilai kegiatan ini sangat membantu dalam membangkitkan semangat dan kepercayaan diri anak-anak penyandang disabilitas.

Melalui aksi ini, Pemerintah Kota Kupang menegaskan kembali bahwa Paskah bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momen untuk mewujudkan kasih, berbagi sukacita, dan merangkul sesama yang membutuhkan.

Kegiatan Berbagi Kasih menjadi simbol nyata komitmen Pemkot Kupang dalam membangun masyarakat yang inklusif dan penuh kepedulian. ***




Wali Kota Kupang Apresiasi Inisiatif FPK NTT dalam Aksi Peduli Sampah

 

Kupang,nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan dukungan dan apresiasi tinggi terhadap kegiatan peduli sampah yang diselenggarakan oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 13 April 2025.

Kegiatan ini dinilai sebagai wujud konkret kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan serta bentuk sinergi lintas sektor dalam menciptakan Kota Kupang yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Kupang dan turut dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ignasius R. Lega, S.H., Ketua FPK NTT Theo Widodo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan organisasi kemasyarakatan seperti Kontak Kerukunan Sosial (K2S) dan Ikatan Keluarga Manggarai Raya, perwakilan sponsor, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang, serta puluhan relawan yang tergabung dalam gerakan peduli lingkungan.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa penanganan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

“Hari ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Kota Kupang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu kebersihan. Saya yakin, dengan kolaborasi yang solid, persoalan sampah di kota ini dapat kita tangani secara tuntas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota memaparkan bahwa Pemerintah Kota Kupang telah menyusun peta jalan (roadmap) penanganan sampah yang komprehensif, dimulai dari tingkat rumah tangga. Setiap Rukun Tetangga (RT) akan difasilitasi dengan minimal satu unit tempat sampah berukuran besar yang akan diangkut secara rutin.

Sampah kemudian akan diproses di tempat penampungan sementara (TPS) tingkat kelurahan untuk dipilah berdasarkan jenisnya.

“Dengan sistem ini, hanya sekitar 15 persen dari total sampah yang akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selebihnya akan dikelola secara produktif di tingkat kelurahan dan kecamatan,” jelas dr. Widodo.

Rangkaian kegiatan peduli sampah yang digelar mencakup edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, pembagian tempat sampah kepada warga, serta kerja bakti massal di sejumlah titik, termasuk di sepanjang jalan dan pesisir Pantai Pasir Panjang hingga area depan Hotel Aston Kupang.

Ketua FPK NTT, Ir. Theo Widodo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kontribusi nyata pihaknya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat semangat pembauran kebangsaan.

“Sebagai bentuk dukungan, FPK NTT menyerahkan 150 unit bak sampah kepada Pemerintah Kota Kupang. Ini merupakan langkah awal kami dalam mendukung penguatan sistem pengelolaan sampah di wilayah ini,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada para sponsor dan pihak-pihak yang telah berkontribusi terhadap suksesnya pelaksanaan aksi peduli sampah tersebut. ***