Siswa Libur, Guru Tetap Bekerja: Dinas Pendidikan Kota Kupang Tegaskan Kewajiban Persiapan Modul Ajar Tetap Berlaku

 

Kupang,nwartapedia.com  – Meskipun peserta didik di seluruh jenjang pendidikan di Kota Kupang saat ini tengah menikmati masa libur sekolah, para guru tetap memiliki tanggung jawab profesional yang harus dijalankan.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, dalam keterangannya kepada media, Rabu (19/6).

Drs. Dumuliahi Djami menjelaskan bahwa masa libur sekolah bagi siswa bukan berarti guru juga mendapatkan libur penuh. Justru sebaliknya, guru tetap memiliki kewajiban untuk mempersiapkan perangkat ajar sebagai bagian dari tugas profesional mereka.

Perangkat ajar ini meliputi penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), silabus, bahan ajar, dan evaluasi yang akan digunakan pada semester atau tahun ajaran berikutnya 2025/2026.

“Walaupun siswa mendapatkan libur sekolah, guru tidak sepenuhnya libur. Mereka harus tetap bekerja mempersiapkan materi pembelajaran yang berkualitas agar saat pembelajaran kembali dimulai, proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan optimal dan efektif,” ujar Dumuliahi.

Menurutnya, persiapan yang matang ini sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Kupang.

Dengan kesiapan guru dalam menyusun perangkat ajar, diharapkan siswa dapat menerima pembelajaran yang lebih terstruktur dan sesuai dengan standar kurikulum nasional.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini juga menambahkan bahwa masa libur sekolah dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai waktu untuk melakukan refleksi, evaluasi terhadap metode pengajaran sebelumnya, serta melakukan inovasi dalam penyusunan materi ajar.

“Kami mendorong para guru agar tidak melihat masa libur sebagai waktu berhenti bekerja, melainkan sebagai kesempatan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pengajaran. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang pun selalu siap memberikan dukungan berupa pelatihan dan bimbingan teknis untuk mendukung hal tersebut,” kata Dumuliahi.

Lebih lanjut, Dumuliahi mengingatkan seluruh sekolah agar memastikan seluruh perangkat ajar sudah lengkap dan siap sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Hal ini untuk meminimalisasi hambatan dalam proses pembelajaran dan memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan haknya untuk belajar dengan baik.

Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya serius Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan mutu pendidikan serta profesionalisme tenaga pendidik di Kota Kupang.

Dengan adanya persiapan yang intensif dari para guru selama masa libur sekolah, diharapkan kualitas pendidikan di Kota Kupang dapat terus meningkat secara signifikan.(goe)




Kursus Menjahit dan Komputer di Kupang Dimulai, Peserta Diharap Serius

 

Kupang,nwartapedia.com  – Kegiatan kursus menjahit dan komputer di Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kota Kupang resmi dibuka dengan harapan peserta dapat serius mengikuti pelatihan agar keterampilan yang diperoleh bisa menjadi bekal masa depan.

Ketua panitia kursus, Yoseph Wilhelmus, S.Pd., menjelaskan bahwa kursus ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam menjahit serta mengoperasikan komputer. Selain membuka peluang usaha di bidang fashion dan teknologi, kursus ini juga diharapkan mampu meningkatkan kreativitas dan rasa percaya diri peserta.

“Kursus ini ditujukan bagi masyarakat Kota Kupang yang belum memiliki keterampilan, berlangsung selama satu bulan, dari tanggal 19 Juni hingga 19 Juli 2025,” ujar Yoseph.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, menekankan pentingnya keterampilan menjahit dan komputer sebagai modal usaha. Ia juga meminta fasilitator untuk memastikan peserta memahami cara mengoperasikan mesin jahit dan komputer sejak awal.

“Perkembangan teknologi komputer, termasuk kecerdasan buatan (AI), terus berkembang. Oleh karena itu, peserta diharapkan memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh, agar tidak hanya sekadar ikut, tapi benar-benar menguasai keterampilannya,” tambah Drs. Dumuliahi Djami.

Jumlah peserta yang mengikuti kursus menjahit sebanyak 15 orang, sementara kursus komputer diikuti oleh 13 peserta.(goe)




Dana Operasional Cair Lebih Awal, Ketua RT Apresiasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com — Pemerintah Kota Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelayanan di tingkat lingkungan dengan menyerahkan dana operasional bagi RT, RW, dan lembaga kemasyarakatan se-Kecamatan Maulafa lebih awal dari biasanya.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Kupang, Ignas Lega, di halaman Kantor Camat Maulafa, Selasa (17/6/2025), usai penutupan Pekan Pelayanan Pajak Kecamatan Maulafa.

Dalam sambutannya, Pj Sekda Ignas Lega menegaskan bahwa dana operasional ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota terhadap peran penting pengurus lingkungan dalam memperkuat pelayanan publik di akar rumput.

“Kami berharap dana ini dapat mendorong semangat pelayanan serta menunjang pelaksanaan tugas-tugas RT, RW, LPM, Dasawisma, Kelurahan Siaga, dan Karang Taruna di masing-masing wilayah,” jelas Ignas.

Tahun ini, besaran dana operasional yang diterima juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rincian sebagai berikut:

Ketua RT: Rp5.750.000

Ketua RW: Rp5.500.000

Ketua LPM: Rp7.500.000

Dasawisma: Rp2.750.000

Kelurahan Siaga: Rp3.500.000

Karang Taruna: Rp4.000.000

Pencairan dana yang dilakukan lebih awal dari biasanya mendapat apresiasi dari para penerima. 

Aleks Kedo, Ketua RT 25 Kelurahan Kolhua, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pimpinan daerah.

“Tahun ini pencairan dilakukan lebih awal, yaitu pada bulan Juni dan Juli. Selain lebih cepat, jumlahnya juga meningkat. Ini menunjukkan adanya perhatian dan kinerja yang baik dari Pemerintah Kota Kupang. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Christian Widodo dan Ibu Wakil Wali Kota Serena Francis,” ungkap Aleks.

Senada, Ketua RW 003 Kelurahan Bello, Goris Takene, menyebut dana tersebut akan sangat bermanfaat bagi berbagai program di lingkungan mereka.

“Kami akan manfaatkan dana ini untuk kegiatan sosial, pengembangan lingkungan, dan kebutuhan administrasi. Bantuan ini sangat mendukung tugas-tugas kami di masyarakat,” ujarnya.

Program penyaluran dana operasional ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Kupang dalam memperkuat peran serta masyarakat dalam pembangunan berbasis lingkungan dan pelayanan publik yang inklusif serta merata. (goe)




DPRD Kota Kupang Dukung Tambahan Anggaran untuk Transparansi Informasi Publik

 

Kupang,nwartapedia.com  – Anggota DPRD Kota Kupang, Dance Bistolen, S.Pd, menyatakan dukungannya terhadap usulan penambahan anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kupang demi memperkuat pelayanan keterbukaan informasi publik.

Menurut Dance, keterbukaan informasi sangat krusial di era sekarang untuk mendukung transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat sesuai UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Pelaksanaan undang-undang ini penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan lengkap terkait program pelayanan di setiap SKPD, termasuk Dikbud,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Dikbud Kota Kupang melalui Kabid  Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, mengungkapkan rencana pengajuan tambahan anggaran pada perubahan APBD 2025.

Dana ini akan digunakan untuk meningkatkan akses informasi publik di lingkungan Dinas Pendidikan, guna mendukung transparansi dan akuntabilitas di sektor pendidikan dan kebudayaan.

Dengan dukungan ini, diharapkan pelayanan informasi publik di Kota Kupang semakin optimal dan masyarakat dapat lebih mudah mengakses data yang mereka butuhkan. (goe)




Ketua RT/RW Dan Ketua LPM Menilai Kota Kupang Semakin Bersih

 

Kupamg,nwartapedia.com  – Beberapa warga Kota Kupang menilai kondisi kebersihan kota semakin membaik. Hal ini terlihat dari upaya pemerintah kota dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, Bahkan Sampah plastik yang sering terlihat bertebaran di sejumlah jalan protokol mulai bersih.

Erik Nggili Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Maulafa Kota Kupang kepada media di Kabtor Camat Maulafa Selasa, (17/6-2025) di sela-sela penutupan pekan pelayanan Pajak Kota Kupang mengaku, penanagan sampah setelah serratus (100) hari kerja Walikota Cristian Widodo Dan Wakil Walikota Serena Francis sudah mulai nampak berubah dan bersih terutama Sampah plastik.

Hal menurut Nggili dirinya bisa buktikan karena sering jalan pagi di sejumlah jalan protokol nampak sudah mulai bersih terbebas dari sampah-sampah plastik. termasuk tidak ada lagi penumpukan sampah di tempat tertentu di dalam Kota Kupang, karena penanganan sudah dilakukan di tungkat RT dan Kelurahan.

“saya kira setelah serratus kerja pak Kris dan ibu Serena Kota Kupang sudah semakin bersih terutama sampah plastik tidak lagi berserakan karena penanganannya sudah dilakukan di tungkat RT dan kelurahan termasuk tidak ada lagi penumpukan di tempat penutupan sementara ini sesuatu yang bagus yang perlu terus kita masyarakat dukung agar Kota Kupang tetap bersih,” pinta Erik Nggili.

Hal sama juga diungkapkan Aleks Kedo Ketua RT 25/RW 08 Kelurahan Kolhua Kota Kupang, menurutnya sebagai warga Kota Kupang melihat penanganan sampah kali ini jauh lebih berhasil sebab terbukti sejumlah lorong dan jalan di Kota Kupang sudah mulai bersih dari sampah terutama sampah plastik.
termasuk di area pasar dan pesisir pantai. 

Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam pemilahan sampah di tungkat Kecamatan terkesan lambat, karena pemilahan belum seluruhnya dilakukan Dari rumah tanggal.
karena itu Aleks Kedo menganjurkan untuk terus mendorong masyarakat di rumah tangga agar tertip melakukan pemilahan sebelum dibawa ke tempat pengolahan di tingkat Kelurahan setempat.

“Secara umum kota Kupang sudah semakin bersih terutama tidak lagi terlihat sampah plastik berserakan di jalan-jalan utama, ini sesuatu yang baik perlu didorong terus terutama proses pemilahan sampah mesti dimulai dari rumah tangga sehingga memudahkan pengolahan di tingkat Kelurahan Dan Kecamatan,” ujar Kedoh.

Sementara itu Ketua RW 003 Kelurahan Bello Goris Takene Ketua RW 003 Kelurahan Bello Goris Takene mengharapkan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pihak-pihak terkait lainnya dalam upaya penanggulangan masalah sampah di Kota Kupang.

“Karena dengan adanya kerjasama semua pihak Dan dengan adanya penanganan dari tingkat rumah tangga maka bisa dipastikan program penanganan sampah sebagaimana diharapkan, masalah sampah di Kota Kupang dapat ditangani secara komprehensif dan berkelanjutan, serta tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kota Kupang,” ungkap Takene.(goe)




Disdikbud Kota Kupang Usulkan Anggaran untuk Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

 

Kota Kupang,nwartapedia.com  — Dalam upaya memperkuat prinsip transparansi dan akuntabilitas di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengusulkan anggaran dalam perubahan APBD Tahun 2025 guna mendukung keterbukaan informasi publik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, M.Si., menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (16/6/2025).

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Benar bahwa dalam rangka mendukung keterbukaan informasi publik demi pencapaian pemerintahan yang baik (good governance), maka perlu ada dukungan anggaran. Dalam perubahan ini nanti kami akan usulkan ke DPRD,” jelas Okto.

Ia menegaskan, keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban hukum, melainkan juga bentuk pelayanan prima kepada masyarakat.

Lembaga publik, khususnya di sektor pendidikan, harus menjamin akses informasi yang mudah, jelas, dan akurat bagi seluruh masyarakat.

Terkait besaran anggaran yang akan diajukan, Okto menyebutkan bahwa saat ini masih dalam tahap penyusunan oleh Bagian Perencanaan.

Meski demikian, ia optimis, tambahan anggaran tersebut akan memperkuat sistem informasi dan komunikasi Disdikbud, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan dan peningkatan mutu layanan pendidikan.

“Harapan kami, dengan dukungan anggaran yang memadai, masyarakat dapat lebih mudah mengakses berbagai informasi terkait program, kebijakan, dan pelayanan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” pungkasnya.

Langkah ini juga merupakan bagian dari komitmen Pemkot Kupang untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbuka, partisipatif, dan bertanggung jawab. (goe)




Komitmen Bagi Rumah Tuhan, Pemkot Kupang Serahkan Bantuan Rp200 Juta untuk GMIT Silo Naikoten 1

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang menyerahkan bantuan sosial senilai Rp200 juta kepada Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Silo Naikoten 1 sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam sebuah ibadah bersama Jemaat GMIT Silo Naikoten 1 yang berlangsung penuh sukacita dan kekhidmatan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang,  Christian Widodo menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah kota dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pembangunan spiritual masyarakat.

Ia menekankan bahwa pemerintah bukan hanya hadir untuk memerintah, tetapi untuk melayani.

“Ketika kita memulai segala sesuatu, tempatkanlah Tuhan paling atas. Mau lurah, camat, wali kota tidak ada yang hebat di hadapan Tuhan. Kita semua sama, dan harus memulai dari kehendak-Nya,” ujarnya pada Minggu (15/6/2025)

Ia juga menyinggung efisiensi anggaran yang dilakukan Pemkot Kupang, termasuk pemotongan perjalanan dinas dan tidak adanya pembelian mobil dinas baru, sehingga dana publik dapat dialihkan untuk mendukung rumah ibadah, termasuk GMIT Silo Naikoten 1 yang menjadi penerima bantuan terbesar tahun ini.

“Bantuan ini bukan karena kehebatan saya. Ini karena semangat gotong royong, efisiensi, dan dukungan DPRD Kota Kupang. Kalau gereja ini rumah Tuhan, maka rumah ini juga adalah rumah saya,” tambahnya.

Wali kota juga memuji kerja sama dengan DPRD Kota Kupang yang dipimpin oleh Ketua DPRD, Richard Odja yang juga hadir dalam acara tersebut.

Ia menyampaikan bahwa berbagai perubahan positif yang kini terlihat di Kota Kupang, seperti kebersihan dan keteraturan kota, adalah hasil kolaborasi lintas sektor.

Selain itu, dr. Christian juga mengajak jemaat untuk terus mendukung pembangunan Kota Kupang, tidak hanya secara fisik tetapi juga melalui pembangunan karakter masyarakat.

“Membangun kota bukan hanya membangun gedung tinggi, tapi juga membangun manusia. Menghadirkan udara yang sejuk, taman yang bersih, warga yang saling menghargai dan tahu budaya bersih. Itulah pembangunan kota yang sesungguhnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Silo Naikoten 1, Pdt. Ronny S. Runtu, M.Th, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah kota terhadap rumah ibadah.

“Saya percaya Tuhan Yesus selalu datang tepat waktu. Bantuan ini adalah jawaban atas pergumulan panjang kami dalam menyelesaikan pembangunan rumah Tuhan,” ungkap Pdt. Ronny.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan pemimpin daerah yang peduli pada pembangunan rumah ibadah merupakan bagian dari cara Tuhan bekerja melalui para pemimpin pilihan-Nya.

“Ketika Tuhan menempatkan seseorang dalam pemerintahan, salah satu tanggung jawabnya adalah memperhatikan rumah Tuhan. Dan hari ini, kami merasakannya,” ujarnya.

Pdt. Ronny menutup sambutannya dengan kutipan dari Kitab Yeremia 29:7, “Doakanlah kota ke mana kamu Aku buang, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu juga,” seraya mengajak seluruh jemaat untuk terus mendoakan para pemimpin dan program-program pembangunan yang sedang dijalankan. (MI)




Bupati Kupang Ajak KADIN Bangun Ibukota Baru Kabupaten Kupang

 

Jakarta,nwartapedia.com  —  Dalam forum bergengsi KADIN Diplomatik Breakfast Meeting yang digelar di Jakarta, Bupati Kabupaten Kupang, Yosef Lede, S.H., mengajak para pengusaha dan investor yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia untuk turut berkontribusi membangun ibukota baru Kabupaten Kupang.

Kegiatan yang diinisiasi oleh KADIN Indonesia di bawah koordinasi Wakil Ketua Umum Bidang Luar Negeri, Dr. (H.C.) James Riyadi, ini merupakan rapat rutin bulanan yang menjadi ajang diskusi strategis antara pengusaha, pemangku kebijakan, dan tokoh nasional.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Luar Negeri, John Marta; Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid; Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan; para Ketua Umum KADIN se-Indonesia; serta sejumlah investor, pengusaha nasional dan internasional.

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede memperkenalkan potensi Kabupaten Kupang sebagai daerah strategis yang layak dijadikan tujuan investasi.

Ia juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam memberikan kemudahan dan kepastian hukum kepada para investor.

“Kami siap mendukung penuh setiap bentuk investasi. Untuk semua urusan administrasi dan kewenangan, saya jamin akan tuntas dalam waktu satu minggu,” tegas Bupati Yosef.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kehadiran Dr. James Riyadi, Bupati Yosef memakaikan jas tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikenakan oleh tokoh nasional itu sepanjang acara. Aksi simbolis ini sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal Kabupaten Kupang.

Menanggapi ajakan tersebut, Dr. James Riyadi menyatakan ketertarikannya dan menegaskan bahwa hubungannya dengan NTT sudah lama terjalin, termasuk melalui berbagai investasi Lippo Group di bidang pusat perbelanjaan, pendidikan, dan layanan kesehatan di beberapa wilayah NTT, termasuk Kupang.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN NTT, Dr. (Cand.) Bobby Lianto, M.M., MBA., turut memberikan catatan penting dalam forum tersebut. Ia menyoroti hambatan perdagangan lintas batas dengan Timor Leste akibat regulasi baru yang membatasi kapasitas angkut kendaraan darat.

“Aturan baru di Timor Leste yang membatasi kapasitas truk maksimal 14 ton, sementara beban 18 ton dikenakan tarif tambahan sebesar $5 per kilogram, telah mengganggu aktivitas perdagangan darat,” ujar Bobby.

Sebagai solusi, Bobby mengusulkan alternatif penggunaan kapal ferry RoRo sebagai jalur logistik baru yang lebih efisien.

Lebih lanjut, Bobby Lianto juga menanggapi positif inisiatif Bupati Kupang terkait pembangunan kawasan ibukota baru, khususnya dalam penyediaan perumahan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selama ini masih tinggal di Kota Kupang.

“KADIN siap mendukung pembangunan perumahan dan fasilitas publik di Kabupaten Kupang. Saat ini, 90% ASN masih tinggal di Kota Kupang dan harus bolak-balik setiap hari. Ini pemborosan besar. Dengan fasilitas yang layak, ASN bisa lebih nyaman dan produktif tinggal di kabupaten,” tegas Bobby.

Pertemuan ini menandai langkah strategis sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha nasional untuk mendorong pembangunan wilayah dan menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Kupang. (MI)




Kolaborasi UPTD Sarpras Dispora NTT, IGORNAS dan Perguruan Tinggi Gelar Launching Senam Bersama di Sport Center Oepoi Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  – UPTD Sarana dan Prasarana (Sarpras) Olahraga Dispora Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi meluncurkan kegiatan Senam Bersama yang akan menjadi agenda rutin mingguan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara IGORNAS Provinsi NTT, Dispora NTT, Program Studi Penjaskesrek Undana, PJKR UKSW Kupang, dan para guru PJOK se-Kota Kupang.

Acara launching yang berlangsung di Sport Center Oepoi Kupang pada Sabtu tanggal 14 Juni 2025 ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dunia olahraga pendidikan di NTT, di antaranya Pelaku Olahraga dan senior olahraga NTT, Henock Bire ,S.Pd, Ketua IGORNAS NTT Markus Masneno, S.Pd, M.Fis., Aifo, Sekretaris IGOR NTT yang juga sebagai Ketua Panitia Peluncuran senam, Isya Kause, S.Pd, Bendahara Monika, S.Pd, Gr bersama anggota dan Dr. Jhoni Lumba, Dosen FKIP Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang yang juga dikenal sebagai pemerhati dan aktivis sepak bola di NTT.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala UPTD Sarpras Dispora NTT,  Dr. Frans SalesS. Pd, MM, menekankan pentingnya kolaborasi untuk membudayakan olahraga di tengah masyarakat.

“Hari ini kita mulai sebuah inovasi besar. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dalam mencapai visi olahraga sebagai budaya hidup, kuncinya adalah kolaborasi dan gotong royong,” tegas Frans Sales.

Ia juga menyoroti dua persoalan besar dunia olahraga saat ini yakni rendahnya budaya olahraga di masyarakat dan sulitnya pencapaian prestasi tingkat dunia.

“Melalui senam bersama ini, kita ingin menjadikan olahraga sebagai habit, sebagai gaya hidup,” tambahnya.

Lebih lanjut, Frans Sales menyampaikan bahwa kegiatan ini akan berlangsung setiap Sabtu pagi di Sport Center Oepoi, yang kini diharapkan menjadi pusat aktivitas olahraga di Kota Kupang, menggantikan konsep Car Free Day di Jalan El Tari yang berubah fungsi menjadi pasar.

“Ini bukan hanya tempat senam. Dari sini bisa muncul atlet potensial. Kebugaran masyarakat harus ditingkatkan, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Jhoni Lumba, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini sebagai peluang berharga bagi mahasiswa dan guru olahraga.

“Kegiatan ini adalah bekal emas bagi adik-adik mahasiswa yang sedang dan akan terjun ke sekolah. Senam harus menjadi budaya di sekolah. Tidak mungkin belajar dengan baik kalau kebugaran jasmani rendah,” kata Dr. Jhoni.

Ia juga menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda menghadapi PON 2028 di mana NTT akan menjadi tuan rumah.

“Kalianlah yang akan berdiri di garis depan. Kalau kamu kerja baik hari ini, kamu panen masa depanmu nanti,” pesan Jhoni kepada para mahasiswa dan peserta.

Acara launching ditutup dengan tepuk tangan meriah dan senam bersama yang diikuti oleh ratusan peserta, mulai dari Guru- guru Olahraga dati tingkat SD, SMP, SMA, SMK dan Mahasiswa PJKR UKAW Kupang, Penjaskesrek Undana hingga anak-anak calon instruktur senam dan diakhiri dengan kerja bakti di pelataranGOR Oepoi. 

Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi pembudayaan olahraga di NTT demi mencetak generasi sehat dan berprestasi. (MI)




Wakasek SMKN 2 Kupang Apresiasi Program Makan Bergizi Gratis dari Pemerintah: Layak Konsumsi dan Tepat Sasaran

 

Kupang,nwartapedia.com  — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan oleh pemerintah pusat melalui SPPG Kota Lama terus menuai apresiasi dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari SMKN 2 Kupang yang menjadi salah satu sekolah penerima manfaat. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Yohanis Kalvin Lomi, S.Pd., menyatakan dukungannya penuh terhadap program ini.

“Ini adalah hari keempat layanan makan bergizi di sekolah kami. Selama tiga hari sebelumnya, semua berjalan lancar tanpa hambatan. Pendistribusian makanan selalu tepat waktu,” ujar Yohanis saat ditemui di SMKN 2 Kupang pada Jumat (13/6/2025).

Ia menjelaskan bahwa karena kegiatan belajar mengajar sudah selesai menyusul ujian akhir semester, maka pembagian makanan dilakukan pada pukul 10.00 WITA setiap harinya.

“Kami atur waktu pembagian menyesuaikan kondisi. Karena siswa sudah sarapan dari rumah, dan kami juga ingin memberi ruang bagi kantin sekolah agar tetap dikunjungi di pagi hari. Jadi, anak-anak bisa tetap jajan dan kantin tetap beroperasi,” jelasnya.

Yohanis menyebut selama empat hari pengamatan, makanan yang didistribusikan sangat layak konsumsi dan kandungan gizinya memenuhi standar.

Ia pun telah melakukan sosialisasi langsung ke kelas-kelas mengenai tujuan dan manfaat program ini.

“Ini bukan soal makan kenyang, tapi tentang nilai gizi. Beberapa siswa awalnya berharap porsi nasi lebih besar, tapi setelah saya jelaskan tujuannya, mereka bisa mengerti.”

Menurutnya, saat ini SMKN 2 Kupang memiliki 1.300 siswa dari kelas X dan XI yang tersebar dalam 41 rombongan belajar (21 kelas X dan 20 kelas XI).

Menjelang tahun ajaran baru, pihak sekolah menargetkan penerimaan 794 siswa baru dalam 22 rombel. Jika terpenuhi, total siswa SMKN 2 Kupang bisa mencapai lebih dari 2.000 orang.

“Kami siap berkoordinasi dengan tim SPPG Kota Lama terkait pola distribusi, terutama karena pembelajaran di SMKN 2 dibagi dalam dua shift: pagi dan sore.”

Sebagai penanggung jawab di sekolah, Yohanis memastikan pendistribusian dilakukan tertib, dengan dukungan wali kelas, serta pemberitahuan melalui grup kelas dan apel pagi. Para siswa juga diimbau membawa sendok dan air minum sendiri dari rumah.

“Kami segenap pimpinan, tenaga pendidik, dan seluruh siswa SMKN 2 Kupang menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan komitmennya melalui program makanan bergizi gratis ini,” ungkap Yohanis.

Sementara itu, Kepala SPPG Kota Lama, Respati Samiun, ditempat yang sama mengatakan bahwa pihaknya telah mendistribusikan makanan bergizi kepada 4 lembaga pendidikan, yakni TK St. Maria Goreti (85 siswa), SMP Katolik Geovani (287 siswa), SMA Katolik Geovani (649 siswa), dan SMKN 2 Kupang (1.300 siswa), dengan total penerima manfaat mencapai 2.361 siswa.

“Kami belum menghitung tambahan dari siswa baru yang akan masuk. Namun ke depan, jumlah itu bisa bertambah signifikan setelah penerimaan peserta didik baru di masing-masing sekolah,” ujar Respati.

Ia menegaskan bahwa program MBG ini merupakan inisiatif strategis dari pemerintah pusat yang harus dijalankan dengan serius oleh seluruh pihak.

“Saya berharap pihak sekolah dapat terus bekerja sama secara maksimal. Mari kita syukuri dan jaga amanah ini, karena ini adalah bentuk perhatian negara bagi generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (MI