30 Pasangan Resmi Diberkati di Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua, Wali Kota Kupang Dapat Apresiasi Khusus

 

Kupang,nwartapedia.com  – Sebanyak 30 pasangan suami-istri mengikuti pemberkatan nikah secara sakramental di Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua, Kota Kupang, dalam sebuah misa syukur penuh sukacita, Rabu (14/5/2025).

Acara sakral ini turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama jajaran Pemerintah Kota Kupang yang mendukung terselenggaranya pemberkatan massal tersebut. Kehadiran dan perhatian pemerintah kota mendapat apresiasi khusus dari perwakilan keluarga pengantin, Yoakim Asy.

“Atas nama 30 pasangan pengantin, para saksi, dan keluarga besar, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota dan seluruh jajarannya. Negara tidak hanya mengurus kesejahteraan warganya, tapi juga memperhatikan kehidupan spiritual mereka melalui ikatan perkawinan sakramental,” ungkap Yoakim dalam sambutannya.

Pemberkatan dipimpin oleh Pastor Paroki St. Fransiskus BTN Kolhua, RD. Dus Bone, Pr., didampingi para pastor dari berbagai paroki di Kota Kupang, seperti Paroki St. Yoseph Naikoten, Paroki St. Mathias Tofa, Paroki St. Familia Sikumana, Paroki St. Gregorius Oeleta, dan Paroki St. Joseph Pekerja Penfui. Turut ambil bagian pula para frater, suster, serta petugas liturgi dari masing-masing paroki, termasuk koor, lector, dan misdinar.

Momentum ini menjadi tonggak penting bagi para pasangan, yang kini sah sebagai suami-istri di hadapan Tuhan dan Negara.

Mereka juga secara resmi memperoleh hak-hak sipil berdasarkan Undang-Undang Administrasi Kependudukan No. 24 Tahun 2013, termasuk hak atas pencatatan dan akta perkawinan.

“Kami sangat bahagia hari ini. Senyum penuh syukur terlihat di wajah para pengantin baru, meskipun ada juga yang senyum tipis karena takut makeup-nya luntur,” ujar salah satu peserta, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada keluarga-keluarga dari latar belakang non-Katolik yang dengan kasih mendukung anggota keluarganya menerima Sakramen Perkawinan secara Katolik, bahkan mengikuti iman pasangan mereka.

Misa pemberkatan ini juga diwarnai pesan rohani yang mendalam, mengutip ajaran St. Ignatius dari Antiokhia dan St. Leo Agung tentang kesetiaan suami istri dan makna perkawinan sebagai lambang kasih Kristus terhadap Gereja-Nya.

Acara ditutup dalam suasana syukur dan harapan agar ke-30 pasangan yang berbahagia ini mampu membangun rumah tangga yang kokoh dalam iman, kasih, dan tanggung jawab bersama. ***




Pemkot Kupang Kembali Gelar Nikah Massal, 93 Pasangan Resmi Tercatat Secara Hukum

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Kupang kembali menyelenggarakan kegiatan nikah massal bagi pasangan suami istri (pasutri) yang telah menikah secara agama namun belum tercatat dalam administrasi negara.

Program tahunan yang telah berlangsung sejak tahun 2003 ini bertujuan untuk membantu legalisasi pernikahan warga di mata hukum.

Pada tahun 2025 ini, tercatat sebanyak 93 pasangan mengikuti program nikah massal.

Kepala Bagian Kesra Setda Kota Kupang, Jhoni Bire, menjelaskan bahwa pemberkatan dilakukan di beberapa gereja berbeda, sesuai latar belakang keagamaan masing-masing pasangan.

“Untuk tahun ini, kita nikahkan 93 pasangan. Di Gereja Katolik St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua ada 30 pasangan pada Rabu (14/5), di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) sebanyak 57 pasangan pada Kamis (15/5), dan enam pasangan lainnya di gereja-gereja denominasi pada hari berikutnya,” ungkap Jhoni saat ditemui di sela-sela acara yang berlangsung di Gereja Dt. Fransiskus dari Asisi BTN Kolhua pada Rabu (14/5/2025).

Pemkot Kupang menggandeng pihak gereja serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) untuk mempermudah proses administrasi, terutama dalam pengurusan akta perkawinan.

Jhoni menyebutkan, selama ini banyak pasangan mengalami kendala dalam urusan adat dan administrasi, namun dengan kolaborasi ini, proses menjadi lebih mudah dan cepat.

“Semua pasangan kita fasilitasi, selama tidak ada hambatan. Biasanya ada kendala adat, tapi kita tetap proses semua berkas yang telah direkomendasikan oleh gereja,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada pasangan yang belum menikah secara resmi agar segera mengurus legalitas pernikahan mereka.

“Syaratnya hanya KTP dan KK Kota Kupang serta surat rekomendasi dari gereja. Kami siap bantu,” tambahnya.

Kepala Dispendukcapil Kota Kupang, Angela Tamo Inya Kadja, menuturkan bahwa pihaknya turut mendukung kegiatan ini dengan sistem jemput bola.

Setelah pasangan diberkati secara agama, pencatatan sipil langsung dilakukan di tempat, dan akta perkawinan diserahkan tanpa biaya.

“Kita fasilitasi penuh, mulai dari verifikasi, pencatatan hingga penerbitan akta. Untuk 30 pasangan di Gereja Katolik sudah kita selesaikan dan semua gratis tanpa pungutan,” jelas Angela.

Program nikah massal ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi para pasangan dan anak-anak mereka, serta mendukung tertib administrasi kependudukan di Kota Kupang. ***




Wali Kota Kupang Hadiri dan Beri Sambutan pada Nikah Massal di Gereja St. Petrus dari Asisi BTN Kolhua

 

Kupang,wartapedia.com  – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan sambutan hangat dalam acara nikah massal tingkat Kota Kupang yang diselenggarakan di Gereja Katolik St. Petrus dari Asisi BTN Kolhua, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-139 Kota Kupang dan 29 tahun sebagai daerah otonom.

Acara yang digagas oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Kupang ini diikuti oleh 30 pasangan yang selama ini telah hidup bersama namun belum menikah secara sah.

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kesra yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik, serta pihak Gereja Katolik yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.

“Kami ingin supaya Pemerintah Kota Kupang hadir di tengah-tengah masyarakat. Tidak ada warga yang tertinggal, tidak ada keluarga yang terabaikan,” ujar dr. Christian pada Rabu (14/5/2025).

Ia menekankan bahwa otonomi bukan semata-mata tentang kewenangan, tetapi tentang kebijakan yang berpihak pada rakyat—seperti halnya program nikah massal ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dengan adanya pernikahan yang sah secara agama dan hukum, pasangan-pasangan tersebut kini dapat mengakses layanan administrasi kependudukan seperti pembuatan Kartu Keluarga, KTP, hingga layanan sosial dan kesehatan seperti BPJS.

“Pembangunan sebuah kota bukan hanya soal gedung tinggi atau jalan bagus, tapi juga tentang membangun keluarga yang sah dan sejahtera sebagai fondasi masyarakat,” katanya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya komitmen dan konsistensi dalam membina rumah tangga.

Menurutnya, pernikahan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan cinta, melainkan awal dari proses yang menuntut saling pengertian, keterbukaan, dan kesetiaan.

“Kita bisa dengan mudah membuat komitmen, tapi tantangan sebenarnya ada pada konsistensi. Tanpa komitmen, kita tidak bisa memulai. Tapi tanpa konsistensi, kita tidak bisa menyelesaikannya,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan prosesi pemberkatan bagi ke-31 pasangan, yang kini resmi menjadi suami-istri secara hukum dan agama.




Ferdian Murianto Lay Wie Bangga: Wali Kota Kupang Berbusana Adat Sabu di Karnaval Budaya APEKSI

 

Surabaya,nwartapedia.com — Suasana semarak mewarnai Karnaval Budaya Munas VII APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) yang digelar di Kota Surabaya.

Dalam parade budaya yang mempertemukan berbagai kekayaan adat dari seluruh Nusantara ini,

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo tampil mencuri perhatian bersama sang istri, dr. Widya Cahya, dengan mengenakan busana adat khas Sabu.

Tanggapan positif pun datang dari berbagai kalangan, termasuk Ferdian Murianto Lay Wie, tokoh muda asal Sabu.

Ia menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap pilihan busana Wali Kota Kupang tersebut.

“Sebagai orang Sabu, beta (saya. Red) sangat bangga. Pak Wali Kota, dalam kegiatan tingkat nasional seperti ini, mengenakan pakaian adat Sabu,”ujar Ferdian Murianto.

“Ini bukan hanya bentuk penghormatan terhadap budaya kami, tetapi juga menjadi sarana promosi bagi tenun dan budaya Sabu di kancah nasional,” tambahnya.

Busana adat yang dikenakan dr. Christian dan istri memadukan unsur tenun ikat khas Sabu dengan sentuhan modern yang tetap menjaga keaslian motif dan filosofi budaya.

Kehadiran mereka menjadi representasi kuat keberagaman budaya Nusa Tenggara Timur di tengah gemerlapnya acara nasional tersebut.

Ferdian berharap, langkah Wali Kota Kupang ini dapat menginspirasi lebih banyak pemimpin daerah untuk mengangkat dan mempromosikan budaya lokal dalam forum-forum nasional dan internasional. (MI)




Yosep Lede Siap Pimpin DPD Pemuda Tani NTT, Dapat Sinyal Kuat dari DPP

 

Kupang,nwartapedia.com – Teka-teki mengenai siapa yang akan menahkodai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Tani Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menemui titik terang.

Nama Bupati Kupang, Yosep Lede, mencuat sebagai calon kuat untuk menduduki posisi strategis tersebut.

Dukungan terhadap Yosep datang langsung dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia, Budisatrio Djiwandono, yang juga merupakan Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR RI.

Menanggapi sinyal dari DPP Pemuda Tani, Yosep Lede menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah sebagai Ketua DPD Pemuda Tani NTT.

“Saya siap menerima amanah yang diberikan oleh Ketua Umum DPP Pemuda Tani. Prinsipnya, saya tegak lurus dan satu komando dengan arahan pimpinan pusat,” tegas Yosep saat dikonfirmasi media, Rabu (8/5/2025).

Yosep yang juga kader tulen Partai Gerindra menilai bahwa keberpihakan partai terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani harus terus dikawal hingga ke tingkat daerah.

“Presiden Prabowo memberikan prioritas dan perhatian besar kepada perbaikan nasib petani. Sebagai kader Gerindra, saya siap mendukung kebijakan tersebut melalui wadah organisasi Pemuda Tani ini,” tambahnya.

Sementara itu, Caretaker Pengurus DPD Pemuda Tani NTT, Kristo Haki, membenarkan adanya dukungan dari DPP kepada Yosep Lede.

Kristo menyatakan bahwa kepengurusan saat ini siap mengamankan dan memfasilitasi proses transisi sesuai dengan aturan organisasi.

“Semangat Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia adalah agar kepengurusan di daerah dipimpin oleh sosok yang sevisi dengan pusat. Sosok Pak Yosep sangat representatif, selain menjabat sebagai Bupati, beliau juga kader Gerindra yang loyalitasnya tak diragukan,” jelas Kristo, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD Pemuda Tani NTT.

Kristo menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah mempersiapkan aspek teknis dan administratif untuk mendukung proses peralihan kepengurusan dari pengurus lama ke struktur yang baru.

Dengan menguatnya dukungan dari pusat dan kesiapan dari daerah, besar kemungkinan Yosep Lede akan segera diumumkan secara resmi sebagai Ketua DPD Pemuda Tani NTT dalam waktu dekat. ***




Menteri PKP Serahkan 100 Kunci Rumah Subsidi untuk Wartawan: Program Ini Bukan untuk Membungkam Pers

 

Bekasi,nwartapedia.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid secara simbolis menyerahkan kunci rumah subsidi kepada 100 wartawan dan pekerja media dalam program perumahan khusus di Perumahan Grand Harmoni, Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Program ini merupakan bagian dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang menyasar wartawan sebagai kelompok penerima manfaat.

Selain di Cibitung, penyerahan juga diikuti secara daring oleh wartawan dari lima provinsi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DI Yogyakarta, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya, Menteri PKP yang akrab disapa Ara menegaskan bahwa inisiatif ini bukan bentuk sogokan ataupun upaya membungkam pers.

“Ini bukan sogokan buat wartawan, bukan membungkam supaya diam. Justru ini agar wartawan makin semangat mengawal pemerintah dan demokrasi. Buatlah berita yang benar, bukan yang sekadar enak didengar. Negara hadir untuk memastikan wartawan juga berhak mendapat rumah subsidi,” tegas Ara.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Hendry Ch Bangun, yang dinilainya sangat berperan besar dalam merealisasikan program ini.

Sementara itu, Menteri Komdigi Meutya Hafid memuji inisiatif kolaboratif antara kementeriannya dan Kementerian PKP. Ia berharap program ini berjalan berkelanjutan.

“Terima kasih Pak Ara yang telah memberikan kesempatan kepada rekan-rekan wartawan untuk memiliki rumah subsidi. Ini bentuk sinergi antara Kementerian PKP dan Komdigi. Dari awalnya 1.000 unit, kini ditingkatkan menjadi 2.000 rumah sepanjang 2025,” ujar Meutya.

Acara penyerahan kunci rumah subsidi ini turut dihadiri oleh berbagai pejabat negara, termasuk Wakil Kepala BPS, pimpinan BP Tapera, Direksi BTN, anggota DPR RI dari Komisi I dan V, perwakilan Pemprov Jawa Barat, pimpinan Vista Land, serta sekitar 70 wartawan dari wilayah Jabodetabek dan Banten.

Ketua Umum PWI, Hendry Ch Bangun, mendorong para wartawan untuk memanfaatkan peluang ini dengan baik.

“Dengan alokasi 2.000 rumah subsidi bagi pekerja media tahun ini, wartawan memiliki kesempatan besar untuk memiliki hunian sendiri,” ujarnya.

Saat ini, PWI telah menghimpun data dari 127 wartawan di Banten, Jawa Barat, dan Jakarta yang menyatakan minat.

Ditargetkan, hingga akhir tahun, sebanyak 500 wartawan dari ketiga provinsi tersebut bisa ikut serta dalam program ini.

Selanjutnya, PWI akan memperluas jangkauan ke provinsi lain yang sudah menyatakan kesiapan, seperti Yogyakarta, Sumut, Sumsel, Sulsel, Sulut, dan Jawa Tengah.(MI)




INTI NTT Beri Pembekalan untuk Calon Penerima Beasiswa ke China: 11 Siswa Siap Berangkat

 

Kupang,nwartapedia.com – Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan generasi muda NTT dengan mengadakan pembekalan khusus bagi 11 calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Tiongkok melalui program beasiswa penuh pada kampus tujuan Nantong College of Shience and Thechnologi di negeri China.

Ketua INTI NTT, Ir. Theodorus Widodo, menyampaikan bahwa ini merupakan angkatan kedua dari program beasiswa yang dijalankan INTI bekerja sama dengan agency pendidikan Yovandra. Tahun lalu, tiga siswa telah diberangkatkan ke China, yakni Putri (kakak dari Nono), Keisha, dan Bernard.

“Tahun ini kita mengirim 11 anak terbaik dari berbagai SMA di NTT, seperti dari SMA Dian Harapan, SMAK Sta Angela Atambua, SMA Giovanni, SMA Citra Bangsa, SMAN 6 Kupang dan SMAN 1 So’e,” ujar Theodorus yang akrab disapa Theo Widodo dalam acara pembekalan yang berlangsung di Resto Kedai Hopeng pada Senin (5/4/2015).

Program ini menawarkan tiga jurusan unggulan, yakni E-Commerce, Teknik Lingkungan (Environmental Technology), dan Software Technology. 

Menurut Theo Widodo, bidang-bidang ini sangat relevan dan berkembang pesat di China, yang dikenal sebagai salah satu negara dengan kemajuan teknologi tercepat di dunia.

Mahasiswa akan menempuh pendidikan selama tiga tahun. Tahun pertama diisi dengan pembelajaran bahasa Mandarin secara intensif, sementara dua tahun berikutnya difokuskan pada studi jurusan pilihan.

 Selama proses seleksi, para calon mahasiswa harus melalui dua tahap wawancara, pertama dengan agensi, dan kedua langsung dengan universitas di China secara daring.

“Anak-anak tidak diharuskan bisa bahasa Mandarin dari awal, yang penting mereka memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik karena itu yang digunakan di awal masa perkuliahan,” jelasnya.

Selain beasiswa penuh, para mahasiswa juga akan mendapat fasilitas asuransi kesehatan, akomodasi, uang saku dan bimbingan keberangkatan yang terorganisir. 

Menariknya, menurut Theo Widodo, beberapa mahasiswa angkatan pertama sudah menunjukkan prestasi luar biasa di kampus mereka. Putri, misalnya, berhasil meraih nilai ujian bahasa Mandarin  tertinggi di antara mahasiswa internasional lainnya.

“Ini adalah bagian dari misi besar INTI sebagai organisasi kemasyarakatan yang berbasis kebangsaan, untuk membangun karakter dan semangat nasionalisme anak-anak muda kita lewat pendidikan,” tutupnya.

Program ini bukanlah ikatan dinas, sehingga setelah lulus, para alumni tidak terikat kepada siapapun sehingga diharapkan bisa kembali dan berkontribusi membangun Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur.

Pengurus INTI NTT yang hadir dalam kesempatan tersebut selain Theo Widodo ada juga Christofel Liyanto, Ony Hermanus Theressia Avilla, Fatima Suryani, dan Roby Susanto. (MI)




Sakernas Februari 2025: Jumlah Angkatan Kerja di NTT Meningkat, Pengangguran Terbuka Naik Tipis

 

Kupang,nwartapedia.com  – Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2025, jumlah angkatan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat mencapai 3,08 juta orang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,02 juta orang dibandingkan dengan Februari 2024.

Data ini disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Matamira B. Kale, dalam siaran resmi BPS pada Senin, 5 April 2025.

Meski jumlah angkatan kerja meningkat, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) justru mengalami penurunan sebesar 0,96 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hal ini menunjukkan adanya penurunan proporsi penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi.

Penduduk yang bekerja pada Februari 2025 tercatat sebanyak 2,98 juta orang, meningkat 12,58 ribu orang dibandingkan Februari 2024.

Peningkatan terbesar tercatat pada sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, yakni sebesar 89,01 ribu orang.

Namun demikian, proporsi pekerja formal di NTT menurun. Pada Februari 2025, sebanyak 0,76 juta orang atau 25,58 persen bekerja di sektor formal, mengalami penurunan sebesar 0,25 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, data juga menunjukkan kenaikan pada kategori setengah pengangguran sebesar 0,91 persen poin, yang mengindikasikan banyak pekerja yang belum bekerja secara optimal. Sebaliknya, jumlah pekerja paruh waktu menurun sebesar 0,89 persen poin.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami sedikit peningkatan. Pada Februari 2025, TPT tercatat sebesar 3,23 persen, naik 0,06 persen poin dari Februari 2024.

BPS menyebutkan bahwa dinamika ini menunjukkan perlunya perhatian terhadap kualitas pekerjaan dan peningkatan produktivitas tenaga kerja di NTT, terutama di sektor informal yang masih mendominasi. (MI)




Pengurus Karang Taruna Kota Kupang Resmi Dilantik, Wali Kota Tegaskan Pentingnya Aksi Nyata Pemuda

 

Kupang,nwartapedia.com – Pengurus Karang Taruna Kota Kupang periode 2025–2030 resmi dilantik oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, pada Senin, 5 Mei 2025, di Lantai 1 Kantor Wali Kota Kupang. Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) dan pengucapan janji oleh seluruh pengurus.

Dalam momen pelantikan tersebut, Wali Kota Kupang secara simbolis menyerahkan Panji Karang Taruna Kota Kupang kepada Ketua terpilih, Feliks Roy Hendrigues.

Usai penyerahan panji, pengurus Karang Taruna Kota Kupang bersama Pemuda Lintas Agama melakukan deklarasi peduli sampah.

Deklarasi ini merupakan komitmen bersama untuk mendukung Pemerintah Kota Kupang dalam aksi peduli sampah dan menjaga lingkungan kota tetap bersih.

Ketua Karang Taruna Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Andre Ota, yang turut hadir dan memberikan sambutan, mengapresiasi pelantikan ini dan memberikan pesan penting kepada pengurus baru.

“Untuk menjadi Ketua Karang Taruna, seseorang harus memiliki jabatan setingkat atau satu tingkat di bawahnya. Bung Roy memenuhi syarat itu dan saya ucapkan selamat,” ungkapnya.

Ia juga mendorong pengurus baru untuk segera menyusun rencana kerja. “Kami harapkan pengurus Karang Taruna Kota Kupang sesegera mungkin menggelar rapat kerja dan menentukan program kerja ke depan,” tambah Andre.

Dalam kesempatan itu, Andre menegaskan bahwa susunan pengurus Karang Taruna Kota Kupang periode 2025–2030 dibentuk tanpa intervensi dari Wali Kota. “Tidak ada titipan orang-orang Pak Wali dalam struktur. Maka saya minta, jaga terus independensi itu,” tegasnya.

Sementara itu, dalam arahannya, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi dan harapan kepada para pengurus baru.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus lama yang telah bertugas. Kepada pengurus baru, saya ucapkan selamat. Saya tidak menitipkan satu orang pun, silakan tanya ke ketua terpilih,” ujar Wali Kota.

Ia menekankan pentingnya independensi organisasi dan aksi nyata dari para pemuda.

“Organisasi ini bukan untuk gagah-gagahan. Karang Taruna dibentuk untuk berdarah-darah menyelesaikan masalah sosial di Kota Kupang. Tunjukkan bahwa orang muda bisa berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Wali Kota juga berjanji akan mendukung Karang Taruna melalui anggaran pelatihan dan pendampingan, terutama bagi pelaku UMKM dan bengkel mandiri.

“Nanti akan kita anggarkan untuk pelatihan dan pendampingan. Yang punya bengkel atau UMKM akan kita bantu secara konkret,” pungkasnya. (MI)




Wali Kota Kupang Dukung Penuh Program Makan Bergizi Gratis untuk Tekan Stunting dan Gerakkan UMKM Lokal

 

Kupang,nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima audiensi dari jajaran Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional (SPPG BGN), Jumat (2/5), di Ruang Kerja Wali Kota.

Pertemuan ini menjadi momentum perkenalan para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) sekaligus pemaparan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah pusat.

Hadir dalam audiensi tersebut antara lain Adiyatman Bahauddin (Kepala Satuan Kelapa Lima 1), Christin Angela Manao (Kepala Satuan Kelapa Lima 2), Novita Agatha Nainupu (Kepala Satuan Alak), Noni Yulianti Kamlasi (Kepala Satuan Maulafa 1), serta Niken Ayu Respati Samiun, Indah Puspita Sari, dan Bendelina Rafael.

Mewakili tim, Christin Angela Manao menjelaskan bahwa program MBG dirancang untuk menjangkau kelompok rentan seperti anak-anak usia dini hingga remaja (TK hingga SMP), ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah dua tahun (baduta).

Program ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menekan angka stunting secara nasional.

“Setiap dapur SPPG mampu menjangkau hingga 3.500 penerima manfaat. Dari jumlah itu, 10 persen dialokasikan khusus untuk ibu hamil, menyusui, dan baduta,” ungkap Christin.

Ia menambahkan, pendekatan program berbasis komunitas ini juga mendorong kemandirian ekonomi lokal melalui penggunaan bahan baku dari pelaku UMKM.

Wali Kota Kupang menyambut baik pemaparan tersebut dan menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program MBG di wilayahnya.

Menurutnya, meskipun Pemerintah Kota Kupang tengah menghadapi keterbatasan anggaran dan fokus pada efisiensi belanja, pihaknya tetap berkomitmen memfasilitasi dan memperluas cakupan program tersebut.

“Sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, kami siap bersinergi untuk menjalankan program ini. Tantangan stunting tidak bisa diatasi sendiri. Diperlukan kerja bersama dari seluruh elemen,” tegas dr. Christian Widodo.

Ia juga menekankan pentingnya aspek kebersihan dalam pelaksanaan program, khususnya dalam pengelolaan sampah dapur.

“Satuan SPPG perlu memastikan sampah terpilah dengan baik agar tidak menyulitkan petugas kebersihan dalam pengangkutan,” pesannya.

Menutup pertemuan, Wali Kota Kupang mengutip pepatah inspiratif sebagai pengingat pentingnya kolaborasi:

“Jika ingin cepat, berjalanlah sendiri; jika ingin jauh, berjalanlah bersama.”

Program MBG diharapkan menjadi tonggak penting dalam menciptakan generasi sehat dan kuat, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi lokal secara berkelanjutan di Kota Kupang. ***