Dinkes NTT Gandeng Permabudhi Gelar Edukasi Kesehatan Cegah Gizi Buruk, Stunting, dan Penyakit Menular

 

Kupang,nwartapedia.com  – Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggandeng Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi)  menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bertema “Pencegahan Gizi Buruk, Stunting, dan Penyakit Menular” di Aula El Tari, Kantor Gubernur NTT, Selasa (20/5/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh 150 peserta yaitu ketua dan anggota Permabudhi dan komunitas Peace Maker Kupang ( Kompak) yaitu komunitas org muda lintas agama.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Ir. Erlina R. Salmun, M.Kes, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani masalah kesehatan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan gizi buruk, stunting, dan penyakit menular.

“Masalah gizi buruk dan penyakit menular bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi memerlukan intervensi menyeluruh dari berbagai pihak, termasuk tokoh agama dan organisasi masyarakat,” ujar Erlina.

Dirinya juga menyampaikan bahwa tahun 2045 akan menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam menghadapi bonus demografi.

Oleh karena itu, generasi muda, khususnya anak-anak NTT, harus dipersiapkan menjadi generasi sehat dan berkualitas sejak dini.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Nur Asisah, SKM, M.Kes., yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular Dinkes NTT, melaporkan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperkuat peran tokoh agama dalam kampanye kesehatan.

“Tokoh agama memiliki pengaruh besar dalam menyampaikan pesan-pesan moral dan spiritual kepada masyarakat. Melalui mimbar keagamaan, mereka dapat mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat,” jelas Nur Asisah.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dokter Spesialis Anak, dr.Vininsia Mery Laura Mesang , Sp.A, serta  Ir. Erlina R. Salmun, M.Kes.

Materi disampaikan melalui metode ceramah dan sesi tanya jawab interaktif.

Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan masyarakat lebih memahami pentingnya asupan gizi seimbang, pola hidup bersih, serta deteksi dini dan pencegahan penyakit menular.

Selain itu, kolaborasi aktif antara pemerintah dan organisasi keagamaan seperti Permabudhi dinilai krusial dalam memperkuat pembangunan kesehatan berbasis komunitas di NTT. (MI)




Bobby Lianto Hadiri HUT REI ke-53 di IKN, Balikpapan, dan Samarinda

 

Kuapng,nwartapedia.com  – Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI), Bobby Lianto, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KADIN NTT, menghadiri HUT REI ke-53 yang diselenggarakan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan, dan Samarinda pada tanggal 14-16 Mei 2025.

REI NTT, yang dipimpin oleh Bobby Pitoby, turut hadir dalam acara tersebut bersama rombongan yang berjumlah 12 orang.

Acara HUT REI ini dihadiri oleh ribuan pengusaha developer dari seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby Lianto dan rombongan REI NTT mengunjungi beberapa lokasi, termasuk Citra Niaga, tempat perbelanjaan UMKM yang terkenal di Samarinda, serta sunset di teras Samarinda pinggir sungai Mahakam.

Pada hari terakhir, rombongan REI NTT diterima oleh Kepala IKN, Bapak Basuki Hadimulyo, yang juga mantan Menteri PUPR.

Beliau memaparkan tentang persiapan dan kondisi IKN serta peluang-peluang investasi di IKN.

Banyak pengusaha di REI NTT yang berminat untuk berinvestasi di IKN setelah mendengar paparan tersebut.

Malam terakhir, REI NTT juga mengadakan makan malam bersama di taman Kusuma Bangsa yang berada di atas bukit dengan pemandangan Istana Presiden yang megah.

“Jayalah REI, Jayalah properti Indonesia,” ungkap Bobby Lianto.

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Pemukiman, Maruarar Sirait, dan Wakil Menteri PUPR.

Dalam sambutannya, Menteri Maruarar meyakinkan bahwa industri properti akan bangkit dan didukung oleh pemerintah.

Beliau juga meminta REI NTT untuk terus mendukung program pemerintah dalam membangun perumahan bagi masyarakat kecil.  ***




PSI NTT Siap Hadapi Pemilu Raya, Rekomendasikan Jokowi dan Kaesang sebagai Calon Ketum

 

Kupang,nwartapedia.com — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan kesiapannya menyambut Pemilu Raya internal partai yang akan digelar mulai 13 Juli 2025.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua DPW PSI NTT, dr. Christian Widodo, dalam kegiatan Kopdarwil yang berlangsung di Kota Kupang, Minggu (18/5/2025).

Kegiatan yang dihadiri oleh 19 DPD dari seluruh kabupaten/kota di NTT ini membahas sejumlah agenda strategis, salah satunya adalah evaluasi dan rotasi kepengurusan di tingkat daerah.

“Beberapa DPD kami lakukan penyegaran struktur setelah melalui evaluasi pasca Pileg dan Pilkada. Ini penting agar pergerakan partai makin cepat dan efektif,” ujar dr. Christian.

Agenda utama lainnya adalah kesiapan DPW NTT dalam mengikuti Pemilu Raya PSI. Dalam forum tersebut, DPW PSI NTT resmi merekomendasikan dua nama untuk maju sebagai calon Ketua Umum PSI, yakni Presiden ke-7 RI Ir. H. Joko Widodo dan Ketua Umum petahana Kaesang Pangarep.

“Ini hasil suara dari DPD-DPD di NTT. Kami menilai kedua tokoh ini mewakili semangat perubahan dan keberlanjutan yang sejalan dengan nilai-nilai PSI,” jelasnya.

Pemilu Raya PSI akan dilaksanakan secara digital dan terbuka. Setiap anggota PSI yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) berhak memberikan suara secara langsung melalui platform online resmi partai.

“Nantinya anggota bisa memilih lewat handphone, dengan sistem yang aman dan transparan. Para calon ketum juga wajib menyosialisasikan visi dan program mereka, baik secara langsung maupun daring,” ungkap dr. Christian.

“Ini adalah bentuk demokrasi digital yang partisipatif dan progresif—sebuah terobosan dalam budaya politik tanah air.”tambahnya 

Tiga DPD yang tidak hadir dalam Kopdarwil adalah Kabupaten Sabu Raijua, Sumba Barat Daya, dan Lembata, karena pengurusnya masih dalam status Pelaksana Tugas (PLT).

Kopdarwil ini menjadi bukti nyata keseriusan PSI NTT dalam membangun partai yang solid, adaptif, dan terbuka dalam menghadapi dinamika politik ke depan. (MI)




DPW PSI NTT Gelar Kopdarwil, Dukung Calon Ketua Umum DPP PSI

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Kopi Darat Wilayah (Kopdarwil) pada hari Minggu, 18 Mei 2025, di Kota Kupang. Agenda utama Kopdarwil ini adalah konsolidasi pengurus se-NTT dan rekomendasi calon Ketua Umum DPP PSI.

Ketua DPW PSI NTT, dr. Christian Widodo, yang juga menjabat sebagai Wali Kota Kupang, menyampaikan pesan kepada seluruh pengurus untuk lebih kompak dan solid dalam menghadapi dinamika perpolitikan. “Kita akan menghadapi berbagai tantangan, tetapi dengan kesolidan kita bisa melewati segala rintangan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Christian Widodo juga mengingatkan kepada anggota DPRD PSI se-NTT untuk bekerja nyata untuk masyarakat NTT dan menjaga sikap serta tindakan yang sesuai dengan norma.

Dalam Kopdarwil tersebut, pengurus DPD se-NTT secara kompak mendukung dua calon Ketua Umum DPP PSI, yaitu Bapak Ir. Joko Widodo dan Mas Kaesang. Pengurus DPW dan DPD PSI se-NTT menganggap kedua sosok ini sebagai inspirasi perjuangan PSI dan telah berkontribusi banyak untuk partai.

“Kami percaya bahwa dua sosok yang luar biasa ini mampu membawa PSI ke depan semakin besar,” kata dr. Christian Widodo.

Dengan dukungan ini, diharapkan PSI dapat semakin solid dan kuat dalam menghadapi tantangan politik di masa depan. (MI)




1.739 PPPK Kota Kupang Terima Gaji Pertama di Bulan Mei

 

Kupang,nwartapedia.com  – Sebanyak 1.739 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Kupang akan menerima gaji pertama mereka pada bulan Mei 2025.

Wali Kota Kupang, Christian Widodo, secara resmi menandatangani Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi para PPPK tahap I yang menjadi syarat utama dalam proses pencairan gaji.

Wali Kota Kupang menjelaskan bahwa gaji bulan Mei akan dibayarkan terlebih dahulu, sedangkan gaji bulan April akan dirapel dan dibayarkan menyusul.

“Biasanya, pembayaran gaji disesuaikan dengan waktu kenaikan status atau pangkat. Jadi gaji bulan Mei masuk lebih dulu, sedangkan April akan dirapel kemudian,” jelas Christian.

Meski sebagian besar PPPK telah menerima SK, tercatat masih ada 12 orang yang belum memperoleh surat tersebut.

Namun, Christian menegaskan bahwa proses pencairan gaji untuk PPPK yang telah melengkapi administrasi tidak perlu menunggu seluruh SK rampung.

“Saya sudah minta agar gaji segera dibayarkan dulu untuk yang sudah lengkap, jangan menunggu semuanya. Kasihan teman-teman PPPK lainnya,” tegasnya.

Langkah cepat ini diharapkan dapat memberikan kepastian serta semangat baru bagi para PPPK yang telah lama menantikan hak mereka.

Hal ini juga menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer yang telah berjasa dalam pelayanan publik. ***




Umat Stasi St. Agustinus Belo Mendapat Pelatihan Bantuan Hidup Dasar

 

Kupang,nwartapedia.com  – Puluhan Umat Stasi Santo Agustinus Bello Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua Kota Kupang, Sabtu pagi 17 Mei 2025 mengikuti pelatihan tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD).

dr. Olly Shintamarito dari RSP Ben Boy Kupang selaku Ketua panitia sekaligus Seksi Bidang Kesehatan Dewan Pastoral Stasi (DPS) Stasi Bello pada kesempatan itu mengatakan, Pelatihan itu diperuntukan bagi umat awan di lingkungan stasi Bello yang merupakan utusan dari setiap Kelompok Umat Basis (KUB).

Dengan maksud agar setiap awam siapa saja bisa mengetahui sejak awal tentang pentingnya Bantuan Hidup Dasar ketika menghadapi orang yang mengalami musibah atau kejadian secara tiba-tiba (mendadak) yang tidak diduga yang menyebabkan henti jantung.

“Maka perlu setiap orang mengetahui langkah-langkah apa saja yang dilakukan pada saat pertolongan pertama kepada orang yang mengalami sakit atau musibah,” ujar dokter Olly.

Karena menurut dia, tindakan pertolongan pertama kepada seseorang dapat menyelamatkan nyawa orang yang mengalami henti jantung atau henti napas.

“Jadi BHD atau bantuan hidup dasar adalah tindakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa memerlukan pelatihan medis khusus, untuk mempertahankan fungsi vital tubuh hingga bantuan medis profesional tiba di lokasi kejadian,” tambah dokter Olly.

Sementara itu Dokter Anna Maria Toasu yang juga hadir pada kesempatan itu mengatakan, pelatihan ini penting bagi umat awam guna melatih awam (non nakes dan non medis ) agar dapat melakukan pertolongan pertama dan mengembalikan fungsi pernafasan dan atau sirkulasi pada seseorang yang mengalami henti nafas dan atau henti jantung.

“Tindakan ini dapat dilakukan siapa saja guna memastikan organ vital, seperti otak, jantung, dan paru-paru, tetap mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Ini penting karena kekurangan oksigen dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan permanen atau kematian,” jelas Dokter Anna Maria.

Hal sama juga dikemukakan dr Komang dari RSP Ben Boy Kupang dalam materinya Basic Life Support (BLS) adalah serangkaian tindakan pertolongan pertama yang dilakukan untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang mengalami henti napas, henti jantung, atau gangguan pernapasan dan sirkulasi.

“Bantuan Hidup Dasar sangat penting untuk dipelajari oleh masyarakat umum karena dapat memberikan kesempatan bagi korban untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih lanjut,” ucap dr Komang.

RD Toni Kobesi saat membuka kegiatan pelatihan atasnama Pastor Paroki Santo Fransiskus Assisi Kolhua mengharapkan agar semua peserta yang adalah utusan umat dari setiap KUB dapat memenfaatkan kesempatan itu guna mendapatkan tambahan pengetahuan bagaimna melakukan tindakan pertama membantu orang yang mengalami henti jantung karena suatu musibah.

“Ini kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan bagaimana kita tangani pasian gawat darurat di awal musibah, apalagi beberapa kali ada umat yang pinsan saat misa berlangsung, tidak hanya itu tetapi nantinya bisa membantu masyarakat di lingkungan masyarakat sekitar kita,” pinta Romo Toni

Sambil menyampaikan terimakasih berlimpah atasnama pastor paroki untuk bidang III DPS Bello yang telah menginisiasi pelatihan itu, termasuk kesempatan dan kerelaan waktu dari para dokter dan tim medis lain untuk berbagi ilmu bersama umat di stasi Agustinus Bello, termasuk umat yang berkenan hadir.

Kegiatan itu hanya berlangsung sehari pada Sabtu pagi 17 Mei 2025 di aula Stasi Santo Agustinus Bello yang dihadiri 45 orang peserta.(goe)




KADIN NTT Minta Danantara Bawa Investasi ke NTT

 

Jakarta,nwartapedia.com  –  Dalam rangka meningkatkan perekonomian di Nusa Tenggara Timur (NTT), Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT, Bobby Lianto, meminta dukungan dari Danantara untuk membawa investasi ke NTT.

Permintaan ini disampaikan dalam pertemuan dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Doni Oskaria, di Hotel Aryaduta, Jakarta.

Bobby Lianto menjelaskan bahwa NTT memiliki potensi besar di berbagai sektor, termasuk kelautan, dengan komoditas seperti garam dan rumput laut.

Namun, ia juga menyebutkan bahwa NTT masih mengalami defisit besar akibat impor barang yang tinggi dan ekspor barang mentah yang rendah.

“Kami minta Danantara untuk membawa investasi ke NTT dan membantu meningkatkan perekonomian di daerah kami,” kata Bobby Lianto.

Doni Oskaria, COO Danantara, menyatakan bahwa perusahaan tersebut siap mendukung investasi di NTT dan berkolaborasi dengan KADIN NTT untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat meningkatkan investasi di NTT dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

KADIN NTT siap membantu memfasilitasi dan mendukung investasi yang masuk ke NTT. ***




Pemkot Kupang Wujudkan Program Liang Kubur Gratis bagi Warga Kurang Mampu

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang telah mewujudkan salah satu program yang dijanjikan oleh pasangan Wali Kota, dr. Christian Widodo, dan Wakil Wali Kota, Serena C. Francis, yaitu menyediakan liang kubur gratis bagi warga kurang mampu.

Untuk memastikan program ini sudah mulai berjalan, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, turun langsung ke Lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Damai Fatukoa untuk meninjau lubang-lubang kubur yang telah digali menggunakan alat berat.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi oleh beberapa pejabat pemerintahan, termasuk Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Plt. Kadis Sosial Kota Kupang, dan Camat Maulafa. Wali Kota menyampaikan bahwa program ini merupakan bukti bahwa pemerintah hadir bukan hanya di saat suka, tetapi juga setia mendampingi di saat duka.

“Saat ini, janji itu mulai kami tepati. Fasilitas ini bisa menjadi bukti bahwa pemerintah hadir bukan hanya di saat suka, tetapi juga setia mendampingi di saat duka,” ungkap Wali Kota.

Wali Kota juga menjelaskan bahwa warga Kota Kupang yang kurang mampu dapat menghubungi Dinas Sosial dengan menyertakan bukti surat keterangan tidak mampu untuk mendapatkan liang kubur gratis.

Pemerintah Kota Kupang juga akan menata lokasi TPU Damai Fatukoa lebih rapi dalam blok-blok dengan ukuran kubur yang sama sesuai ketentuan.

Plt. Kadis Sosial Kota Kupang, Bernadinus Mere, menambahkan bahwa pemerintah memberi keleluasaan bagi keluarga duka untuk mengerjakan sendiri kuburan setelah pemakaman, atau dapat meminta bantuan pihak pengelola yang bekerja sama dengan kelompok kerja dari warga sekitar.

“Jadi tergantung dari masing-masing, mau kerja sendiri atau mau kasih ke orang lain, mau minta Pemkot, intinya liang-liang lahat yang disediakan ini gratis,” pungkasnya. ***




Kadis Kesehatan Provinsi NTT Buka Kegiatan Edukasi Kesehatan Bersama NU, Fokus pada Gizi Buruk, Stunting  dan Penyakit Menular 

 

Kupang,nwartapedia.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), drg. Iien Adriany, M.Kes, secara resmi membuka kegiatan edukasi kesehatan yang mengangkat isu krusial seputar gizi buruk, stunting, dan penyakit menular, yang diselenggarakan bekerja sama dengan organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Aula El Tari kantor Gubernur NTT, pada Kamis (16/05/2025).

Dalam sambutannya, drg. Iien menyampaikan rasa syukurnya atas keterlibatan berbagai lembaga keagamaan dalam kegiatan edukatif ini.

“Kami bersyukur bisa hadir dalam kesempatan ini bersama seluruh lembaga keagamaan dalam upaya edukasi masalah kesehatan. Ini adalah pertemuan ke-12 yang telah kami lakukan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi merupakan “bencana kemanusiaan” yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh pihak.

“Stunting adalah bencana nadi, dan ini harus menjadi perhatian kita bersama. Oleh karena itu, kami telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan 40 lembaga untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah kesehatan, terutama stunting,” tambahnya.

drg. Iien juga mengajak kaum Muslimah NU dan GP Ansor untuk tidak hanya berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi turut aktif mengambil peran nyata dalam penanganan stunting di masyarakat.

“Kita sering melakukan pertemuan berulang tanpa ada tindak lanjut. Maka saya meminta agar Ketua NU segera menyusun langkah konkret pasca kegiatan ini,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Kepala Dinas mengajak seluruh peserta dan lembaga keagamaan untuk terus bergandengan tangan dalam upaya menyelesaikan persoalan kesehatan di NTT.

“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dan menunjukkan komitmen tinggi untuk menyelesaikan masalah ini. Gizi buruk, stunting, dan penyakit menular adalah masalah besar yang hanya bisa kita atasi jika semua pihak bergerak bersama,”pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Provinsi NTT bersama masyarakat sipil dalam membangun kesadaran kolektif dan memperkuat aksi nyata di tingkat akar rumput dalam memerangi stunting dan penyakit menular

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Ir. Erlina R. Salmun, M.Kes, selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), yang membawakan materi pertama. Sesi kedua disampaikan oleh dr. Winda Yanuarni Meye, Sp.A., M.Sc, seorang dokter spesialis anak yang membahas lebih dalam mengenai dampak gizi buruk dan stunting pada anak-anak. (MI)




Wakil Wali Kota Kupang Hadiri Konferensi Pendidikan Indonesia di Jakarta

 

Jakarta,nwartapedia.com – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menghadiri kegiatan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) yang digelar di Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan dan sejumlah lembaga pendidikan serta pemerintah daerah.

Serena Francis dijadwalkan menjadi salah satu pembicara pada sesi kelima yang mengangkat tema “Berpihak Pada Anak”.

Sesi ini menjadi bagian dari rangkaian dialog yang bertujuan menggali praktik terbaik serta gagasan untuk memperkuat sistem pendidikan yang inklusif dan berpihak pada kepentingan anak.

Linda Effaria, staf Analisis Kebijakan Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen RI), saat dihubungi dari Kupang, menjelaskan bahwa kehadiran Wakil Wali Kota Kupang merupakan bentuk komitmen daerah dalam mendukung transformasi pendidikan.

“KPI merupakan platform yang digagas oleh Lingkar Daerah Belajar (LDB) untuk mendorong kolaborasi dan menghubungkan ekosistem pendidikan antar daerah serta antara daerah dengan pusat,” jelas Linda.

“Tujuannya adalah berbagi ide, memetik pelajaran dari praktik, serta merancang dan menyelaraskan langkah untuk memperluas dampak lintas daerah.”tambahnya.

Lebih lanjut, Linda mengungkapkan bahwa setelah rangkaian kegiatan KPI berakhir, para partisipan akan difasilitasi untuk membentuk atau memperkuat Sekretariat LDB di wilayah masing-masing.

Upaya ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan di tingkat lokal.

“Ini penting agar perubahan pendidikan tidak berhenti di acara konferensi saja, tetapi terus berkembang dan mengakar di wilayah masing-masing di Indonesia,” tambahnya.

Menurut Linda, Lingkar Daerah Belajar hadir dengan keyakinan bahwa pemerataan kualitas pendidikan adalah jalan menuju masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

Pendidikan, katanya, tidak hanya berbicara tentang capaian di ruang kelas, tetapi juga tentang pembangunan kapasitas kolektif yang berdampak pada berbagai sektor kehidupan, seperti ekonomi, kesehatan, sosial, dan lingkungan.

Konferensi Pendidikan Indonesia 2025 mengusung tema “Berdaya Bersama untuk Keberlanjutan Pendidikan yang Berpihak kepada Anak”, sebagai wujud nyata upaya bersama untuk mewujudkan sistem pendidikan yang lebih adil dan merata di seluruh penjuru Indonesia.

(goe)