Ketua Taekwondo NTT Apresiasi Pemberian Bonus Atlet PON dan Peparpenas: Dorongan Semangat Menuju PON 2028

 

Kupang,nwartapedia.com — Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Nusa Tenggara Timur, Fransisco Bernando Bessi, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas perhatian Pemerintah Provinsi NTT terhadap para atlet dan pelatih yang berprestasi dalam ajang PON XXI 2024 di Aceh-Sumatera Utara dan Peparpenas VIII 2024 di Solo, Jawa Tengah.

“Saya sebagai Ketua Taekwondo NTT sangat bangga kepada Pemerintah Provinsi, dalam hal ini Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, yang telah memberikan apresiasi dalam bentuk bonus kepada para atlet dan pelatih. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk bekerja dan berlatih lebih keras lagi,” ujar Fransisco saat diwawancarai usai acara penyerahan penghargaan yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Sabtu (24/5/2025).

Ia menambahkan bahwa penghargaan tersebut bukan hanya bentuk perhatian pemerintah, tetapi juga pemacu semangat menjelang PON XXII tahun 2028 yang akan digelar di NTT dan NTB.

Dalam konteks itu, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat olahraga di NTT untuk mulai mempersiapkan diri dari sekarang, khususnya cabang olahraga taekwondo.

“Pak Gubernur sudah memberi kepastian bahwa NTT tetap menjadi tuan rumah PON 2028. Maka dari itu, kami dari Taekwondo Indonesia akan mempersiapkan diri secara maksimal agar bisa meraih prestasi tertinggi, yakni medali emas. Khususnya di Kota Kupang, kami ingin jadi lumbung atlet berprestasi,” tambahnya.

Terkait persiapan menghadapi PON 2028, Fransisco menyampaikan bahwa pihaknya tengah fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia pelatih dan dukungan penuh dari para orang tua atlet.

Ia mengklaim bahwa taekwondo menjadi salah satu cabang olahraga yang paling aktif menyelenggarakan turnamen dan event lokal di NTT.

“Dukungan orang tua sangat besar. Dan kami bangga bahwa dari semua cabang olahraga, taekwondo adalah salah satu yang paling konsisten mengadakan kompetisi. Hasilnya mungkin belum terlihat sekarang, tapi kami yakin apa yang ditanam hari ini akan kami panen dengan prestasi di masa mendatang,” ujarnya optimis.

Dengan semangat kolaborasi antara pengurus, atlet, pelatih, dan orang tua, Fransisco berharap taekwondo NTT dapat menjadi salah satu kekuatan utama dalam PON mendatang dan turut mengharumkan nama daerah di kancah nasional. (MI)




Dokter Christian Widodo: Kupang Bersinar adalah Awal Kebangkitan Budaya Hidup Bersih

 

 

Kupang,nwartapedia.com  – Aksi massal “Kupang Bersinar” yang digagas oleh Komunitas Beta Bersih bekerjasama dengan Pemerintah Kota Kupang hari ini menjadi momentum penting dalam upaya membangun budaya hidup bersih dan sehat di Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara langsung mengapresiasi semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan tersebut.

“Hari ini kita tidak hanya membersihkan kota, tapi kita sedang membangun harapan dan karakter. Kupang Bersinar adalah simbol kebangkitan budaya hidup bersih di tengah masyarakat,” kata Wali Kota Kupang pada Jumad (23_5/2025).

Menurut dr. Christian, gerakan ini menunjukkan kekuatan kolektif masyarakat Kota Kupang dalam menjaga lingkungan. Ribuan warga dari berbagai kalangan pelajar, mahasiswa, ASN, komunitas, hingga tokoh masyarakat turun tangan bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah, perkantoran, ruang publik, bahkan selokan dan gang-gang sempit.

“Kesadaran ini luar biasa. Inilah Kupang yang kita impikan kota yang bukan hanya indah, tapi juga bersatu dalam aksi nyata,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang berkomitmen menjadikan Kupang Bersinar sebagai program berkelanjutan, bukan sekadar seremoni tahunan.

“Kita ingin ini menjadi kebiasaan. Budaya. Agar kebersihan bukan tanggung jawab petugas saja, tapi menjadi gaya hidup seluruh warga Kupang.”ungkapnya.

Wali Kota juga mengajak masyarakat menjadikan gerakan ini sebagai langkah awal menuju pencapaian yang lebih besar.

“Mari kita rawat semangat ini. Kupang yang bersih, indah, dan asri adalah tanggung jawab kita bersama. Dan saya yakin, jika kita konsisten, tidak mustahil Piala Adipura akan kembali kita raih.”ajak Wali Kota Kupang.

Aksi Kupang Bersinar tahun ini menandai babak baru kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas dalam menjaga kelestarian dan kenyamanan kota.

Dengan semangat gotong royong, Kupang menapaki jalan menuju kota yang tidak hanya bersinar secara fisik, tetapi juga dalam semangat warganya. (MI)




Komunitas Beta Bersih Beri Apresiasi Kerja Bakti Massal Dalam Aksi Kupang Bersinar

 

Kupang,nwartapedia.com — Ribuan warga Kota Kupang tumpah ruah dalam aksi kerja bakti massal bertajuk “Kupang Bersinar” hari ini, Jumat (23/5/2025).

Kegiatan yang menggugah semangat gotong royong ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dari Valentino Bambang Soetjoto, anggota Komunitas Beta Bersih.

Kepada media ini, Valentino mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme warga yang begitu tinggi.

“Kegiatan hari ini sangat luar biasa. Saya berkeliling dan melihat langsung bagaimana masyarakat begitu peduli. Semua turun tangan dari pelajar, mahasiswa, warga, hingga pegawai kantor membersihkan lingkungan sekolah, kampus, pekarangan rumah, halaman kantor, bahkan ruang-ruang publik seperti Tamnos dan jalan utama,” tuturnya.

Valentino juga mencatat bahwa gang-gang kecil hingga jalan protokol tampak bersih dan tertata, berkat sinergi antara masyarakat dan armada gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta pihak swasta.

“Semua petugas bekerja dengan semangat luar biasa. Terima kasih untuk para siswa, mahasiswa, warga Kota Kupang, serta dinas-dinas terkait yang telah bahu membahu menjaga kebersihan. Ini adalah bukti bahwa semangat gotong royong masih sangat hidup di kota ini,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini tak berhenti pada satu momentum saja, tetapi menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat.

“Mari kita budayakan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan sekitar,”anaknya 

Valentino juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang Sudan berkolaborasi dengan Komunitas Beta Bersih dalam upaya menanggulangi sampah di Kota Kupang.

“Terima kasih kepada Pemkot Kupang dan seluruh petugas kebersihan yang telah mewujudkan harapan warga dan Komunitas Beta Bersih melalui gerakan Kupang Bersinar, Kupang yang Bersih, Indah, dan Asri. Mari bersama kita rebut kembali Piala Adipura,” pungkasnya penuh optimisme.

Aksi “Kupang Bersinar” menjadi cermin nyata bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana: kepedulian terhadap lingkungan. (MI)




Wakil Wali Kota Lepas Mahasiswa Undana dalam Kerja Bakti Massal Kupang Bersinar

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang terus berkomitmen dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan lingkungan melalui kegiatan kerja bakti massal bertajuk Kupang Bersinar (Bersih, Indah, dan Asri) yang digelar serentak hari ini, Jumat (23/5/2025).

Bertempat di halaman Kantor Rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana), Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., secara resmi melepas ratusan mahasiswa Undana yang turut berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti massal.

Turut hadir Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc., dan Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Prof. Dr. Jefri S. Bale, ST., M.Eng., beserta para dekan, dosen, dan pegawai di lingkungan Universitas Nusa Cendana.

Hadir pula para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang serta mahasiswa dari Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan FKIP Undana.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak Undana atas dukungan dan keterlibatan aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.

Ia menyebut partisipasi mahasiswa sebagai bukti nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak hanya mencetak lulusan berpengetahuan, tetapi juga berjiwa sosial dan peduli terhadap lingkungan.

“Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan harus terus ditanamkan dan dihidupi. Kehadiran adik-adik mahasiswa hari ini membawa harapan baru bahwa generasi muda tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Wakil Wali Kota menjelaskan bahwa kerja bakti massal ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Kupang melalui Satgas Penanganan Sampah yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari perguruan tinggi, pelajar SD – SMP, RT/RW, pelaku usaha, masyarakat umum, hingga ASN dan PTT.

Kegiatan ini dibagi dalam dua sesi, yakni sesi pagi pukul 07.00 – 09.00 WITA yang diikuti oleh pelajar dan mahasiswa, serta sesi sore pukul 15.00 – 17.00 WITA yang melibatkan masyarakat umum, RT/RW, pelaku usaha, dan ASN – PTT di lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Ia juga menyinggung dan mengapresiasi kebijakan inovatif Rektor Undana yang membuka akses pemanfaatan lapangan sepak bola di kawasan kampus Undana bagi masyarakat sekitar dan para pemuda setempat.

Kebijakan tersebut mensyaratkan agar mereka terlebih dahulu mengumpulkan sampah di lingkungan sekitarnya dan menyerahkannya sebagai bentuk ‘tiket masuk’ untuk menggunakan fasilitas tersebut.

“Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga soal membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan. Kebijakan ini menjadi contoh nyata bahwa edukasi bisa dikemas dalam bentuk yang sederhana namun berdampak besar,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari kegiatan, Wakil Wali Kota turut mengingatkan beberapa hal teknis penting: agar dilakukan pemilahan sampah sejak awal, menghindari pembakaran sampah, berkoordinasi dengan Satgas Kecamatan/Kelurahan untuk penanganan sampah khusus seperti pohon tumbang dan bangkai, serta mendorong sampah ke jalan utama agar lebih mudah diangkut.

Laporan kondisi akhir dari tim pemantau di kelurahan diminta masuk paling lambat pukul 19.00 WITA.

Ia juga menekankan bahwa kerja bakti ini dinilai sebagai bagian dari lomba kebersihan antar kelurahan, sehingga kontribusi mahasiswa akan sangat memengaruhi hasil penilaian kebersihan wilayah masing-masing.

Sementara itu, Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kerja bakti massal yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk perguruan tinggi, khususnya Universitas Nusa Cendana.

Ia mengapresiasi kolaborasi ini sebagai bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat serta menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat. ***




Okto Naitboho: Kota Kupang Menuju Pembentukan Karakter Budaya Hidup Bersih

 

Kupang,nwartapedia.com — Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus menggencarkan upaya pembentukan karakter generasi muda melalui budaya hidup bersih.

Salah satu langkah nyata yang tengah dijalankan adalah kerja bakti massal yang dilaksanakan serentak di seluruh SD dan SMP negeri, inpres, dan swasta pada Jumat pagi (23/5).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Kupang Bersinar, program kebersihan lingkungan yang dicanangkan oleh Wali Kota Kupang, Cristian Widodo. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Okto Naitboho, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan gerakan membentuk karakter.

“Kerja bakti ini tidak hanya dilakukan di dalam sekolah, tetapi juga menjangkau area luar hingga radius 100 meter dari lingkungan sekolah,” kata Okto Naitboho usai mendampingi kegiatan di SMP Negeri 20 Kupang.

Untuk menjamin keberlangsungan dan efektivitas kegiatan, seluruh ASN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah dibagi sesuai domisili untuk memantau sekolah-sekolah terdekat setiap Jumat pagi, pukul 07.00 hingga 09.00 WITA.

Menurut Okto, gerakan ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kebiasaan hidup bersih.

“Kita ingin menjadikan ini budaya. Jika dilakukan terus-menerus, maka akan tumbuh kesadaran kolektif bukan karena takut dimarahi, tapi karena memang sadar pentingnya menjaga kebersihan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pada tahun ajaran baru mendatang, pendidikan lingkungan akan menjadi muatan lokal wajib di tingkat SD.

Tema awal yang diangkat adalah soal pengelolaan sampah, sebagai dasar pendidikan karakter anak sejak dini.

“Budaya bersih tidak bisa lahir dari pengawasan saja. Ia tumbuh dari kebiasaan. Dan kebiasaan dimulai dari lingkungan terdekat, yakni sekolah dan rumah,” tandasnya.

Dengan kolaborasi lintas lembaga, keterlibatan ASN, serta partisipasi masyarakat, Kota Kupang optimistis menuju transformasi karakter warganya ke arah yang lebih bersih, peduli, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

(Goe)




Bunda PAUD Kota Kupang: Pengasuhan Anak Bukan Hanya Tanggung Jawab Ibu

 

Kupang,nwartapedia.com— Bunda PAUD Kota Kupang, dr. Widya Cahya Widodo, mengingatkan bahwa tanggung jawab dalam pengasuhan dan pendidikan anak bukan semata-mata berada di pundak seorang ibu, melainkan juga menjadi tugas ayah serta seluruh anggota keluarga dan lingkungan masyarakat.

Hal ini disampaikan dr. Widya saat berbicara di hadapan puluhan orang tua dan wali murid PAUD Sonaf Soet Hinef dalam kegiatan parenting yang berlangsung di Aula Rumah Pintar Naioni, Jumat (23/5).

“Pola pengasuhan anak bukan sebatas tanggung jawab ibu, tetapi juga ayah, termasuk keluarga dan lingkungan sekitar. Peran ayah dalam memberikan kasih sayang, dukungan, dan bimbingan kepada anak sangat penting,” ujar istri Wali Kota Kupang, Cristian Widodo.

Bunda PAUD mencontohkan kehidupannya sendiri, bahwa meskipun sang suami memiliki jadwal yang padat sebagai wali kota, ia tetap meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan anak-anak, bahkan jika harus dilakukan saat mereka sudah tertidur.

Menurut dr. Widya, peran aktif ayah dalam pengasuhan dapat meningkatkan ikatan emosional dalam keluarga dan mendukung perkembangan psikologis anak secara menyeluruh.

:Orang tua, sesibuk apapun aktivitasnya, sudah seharusnya meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan anak. Interaksi dalam keluarga sangat menentukan perkembangan emosional anak,” tegasnya.

Sementara itu, Pengelola PAUD Sonaf Soet Hinef sekaligus Plt Kepala Rumah Pintar Naioni, Roos Dethan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kompetensi pendidik PAUD serta upaya meningkatkan keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam proses pembelajaran anak usia dini.

“Kami berharap para orang tua memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan berbagi pengalaman tentang pola pengasuhan anak bersama Bunda PAUD yang juga seorang dokter. Karena setiap anak memiliki keunikan dan kebutuhan tumbuh kembang yang berbeda,” ujar Roos Dethan.

Kegiatan ini menjadi momen penting untuk memperkuat peran keluarga dalam mendukung pendidikan anak usia dini di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. (Goe)




Besok Bunda PAUD Kota Kupang Bicara Tentang Pola Pengasuhan Anak Di Naioni

 

Kupang,nwartapedia.com  – Rumah Pintar Sonaf Soet Hibef yang berlokasi di Kelurahan Naioni, Kota Kupang, akan menggelar kegiatan parenting bertajuk “Pola Pengasuhan Anak Usia Dini” pada Jumat, 23 Mei 2025.

Acara ini akan dihadiri langsung oleh Bunda PAUD Kota Kupang, dr. Widya Cahya, yang juga merupakan istri dari Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi bagi para guru dan orang tua murid di PAUD Sonaf Soet Hibef, dan akan dikemas dalam bentuk seminar dan diskusi terbatas.

Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman lebih dalam tentang pentingnya pola asuh yang tepat bagi anak usia dini.

Plt Kepala Rumah Pintar Naioni, Roos Dethan, dalam keterangannya kepada media menyampaikan bahwa parenting tidak sekadar tentang memberi makan dan merawat anak, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta membentuk karakter anak melalui contoh dan bimbingan yang baik dari orang tua dan pendidik.

“Pola pengasuhan anak sangat penting, tidak hanya mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga kebutuhan emosional, psikologis, dan sosial anak. Hal ini sangat penting untuk mencetak generasi yang sehat, mandiri, dan percaya diri,” jelas Roos.

Ia menambahkan, kehadiran Bunda PAUD dr. Widya Cahya diharapkan bisa memberikan perspektif lebih luas, mengingat latar belakang beliau sebagai seorang dokter. Para orang tua dan pendidik diimbau untuk memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya.

“Kami berharap seminar ini bisa menjadi ruang belajar bersama dan memberikan manfaat langsung bagi tumbuh kembang anak-anak kita,” tutup Roos Dethan.

Acara ini terbuka bagi orang tua murid PAUD Sonaf Soet Hibef dan para pendidik, serta menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini secara holistik. (Goe)




Besok, Pemkot Kupang Gelar Kerja Bakti Massal,  Dinas Pendidikan Fokus di Sekolah

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang akan menggelar kegiatan kerja bakti massal pada Jumat (23/5/2025) sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota yang bersih dan sehat.

Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan lembaga pendidikan di Kota Kupang.

Kegiatan kerja bakti akan berlangsung sepanjang hari, dengan pembagian waktu sesuai dengan lokasi pelaksanaan.

Untuk lingkungan pemerintah dan sekolah, kerja bakti dijadwalkan mulai pukul 07.00 hingga 09.00 WITA.

Sementara itu, untuk masyarakat umum di lingkungan tempat tinggal, kegiatan akan dimulai pukul 15.00 WITA.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung penuh program yang digagas Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo.

“Untuk mendukung rencana kerja bakti massal besok, kami menggerakkan seluruh sekolah serta aparat Dinas Pendidikan untuk melaksanakan kerja bakti di lingkungan sekolah masing-masing, sesuai domisili, mulai pukul tujuh hingga sembilan pagi,” kata Naitboho saat memberikan pengarahan kepada jajarannya pada Kamis pagi.

Ia menambahkan, kerja bakti ini merupakan bagian dari upaya untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah guna menciptakan suasana belajar yang aman, sehat, indah, dan rapi.

Senada dengan itu, Kasubag Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Johnathan Sinlae, mengingatkan seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK, agar menjadi pelopor utama dalam mendukung program penanggulangan sampah di Kota Kupang.

“Melalui berbagai kesempatan, Kepala Dinas selalu menekankan pentingnya peran ASN sebagai motor penggerak dalam mengatasi persoalan sampah, baik di tempat kerja maupun lingkungan tempat tinggal masing-masing,” ujarnya.

Kegiatan kerja bakti massal ini diharapkan menjadi momentum kebersamaan seluruh warga Kota Kupang dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.

(Asri/Goe)




Wakil Wali Kota Kupang Dukung Penuh Program “Promotor Kesehatan Cilik” oleh  UCB

 

Kupang,nwartapedia.com  — Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Franscies, menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kota Kupang terhadap inisiatif Universitas Citra Bangsa (UCB) dalam membentuk Promotor Kesehatan Cilik di seluruh SD se-Kota Kupang.

Pernyataan ini disampaikan dalam audiensi resmi bersama pihak UCB yang berlangsung di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (21/05/2025).

“Kami Pemerintah Kota Kupang menyambut baik apa yang telah disampaikan. Ini seperti gayung bersambut, dan kami akan mendukung serta berkolaborasi menyukseskan kegiatan ini,” ujar Serena dalam sambutannya.

Program ini merupakan gagasan Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UCB. Kepala LP3M, Vinsensius Belawa Lemaking, SKM., M.Kes, menjelaskan bahwa pendekatan program dilakukan dengan cara sederhana namun berdampak besar.

“Data menunjukkan banyak kasus kematian di usia muda disebabkan pola hidup tidak sehat sejak dini. Oleh karena itu, kita harus intervensi sejak masa kanak-kanak dengan kebiasaan sederhana seperti jajan sehat, cuci tangan, dan membuang sampah pada tempatnya,” jelas Lemaking.

Sebanyak 1.000 mahasiswa UCB bersama anggota Pergerakan Anggota Muda Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat NTT akan diterjunkan ke seluruh SD di Kota Kupang untuk menjangkau 23.850 siswa.

“Anak-anak ini akan dilatih menjadi promotor kesehatan di sekolah dan di rumah masing-masing,” tambah Lefinus Yunior Nenomel, Koordinator Aksi dari UCB.

Ketua Program Studi Ners UCB, Ns. Yohanes Dion, S.Kep., M.Kes, menegaskan pentingnya pembelajaran kontekstual di luar kampus.

“Ilmu akan mati jika hanya berada di ruang kelas. Mahasiswa kami siap turun ke lapangan untuk mengedukasi anak-anak tidak hanya tentang kesehatan jasmani, tetapi juga kesehatan rohani dan isu-isu seperti perundungan,” katanya.

Dalam diskusi tersebut, Ketua PAMI NTT, Devisari Dedu Ngara, juga menyampaikan komitmen kolaboratif.

“Kami siap bergabung dan berkontribusi bersama teman-teman dari UCB demi membangun generasi yang sehat di masa depan,” ungkap Devi.

Kegiatan audiensi ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kupang serta Sekretaris Satgas Penanganan Sampah Kota Kupang.

Dengan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, program Promotor Kesehatan Cilik diharapkan menjadi gerakan nyata menuju Kota Kupang yang lebih sehat dan sadar pentingnya gaya hidup sehat sejak usia dini. ***




Komunitas Beta Bersih Gelar Aksi “Kupang Bersinar” pada 23 Mei 2025

 

Kupang,nwartapedia.com — Komunitas Beta Bersih akan menggelar aksi besar bertajuk Kupang Bersinar pada Jumat, 23 Mei 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk menjadikan Kota Kupang Bersih, Indah, dan Asri (Kupang Bersinar) dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, pelajar, mahasiswa, dan warga kota.

Informasi ini disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di Aula Xtreme Gym TDM, Selasa (20/5), oleh para anggota Komunitas Beta Bersih: Valentino Bambang Soetjoto, Paulus Irsan Dardana, serta Sekretaris komunitas Fransiscus X.E. Lie.

“Kami, komunitas Beta Bersih, terbentuk sekitar satu bulan lalu. Anggotanya terdiri dari para pengusaha dan praktisi yang memiliki satu visi bersama: menjadikan Kota Kupang bersih, rapi, dan nyaman untuk semua,” ujar Valentino Bambang Soetjoto.

Valentino menjelaskan, Aksi Kupang Bersinar akan dimulai pukul 07.00–09.00 WITA, di mana pelajar dari sekolah dan universitas yang dikoordinasi oleh Dinas Pendidikan akan melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan sekolah masing-masing.

“Pada sore hari, mulai pukul 15.00–17.00, masyarakat luas akan melakukan aksi bersih lingkungan secara serempak “jelasnya..

Ia menuturkan, Sampah yang terkumpul akan diangkut menggunakan truk yang telah disiapkan komunitas dan pemerintah kota, dan akan didistribusikan ke TPA atau ke bank sampah untuk didaur ulang.

“Tema Kupang Bersinar kami pilih sebagai simbol harapan. Kupang yang bersih tidak hanya membawa dampak lingkungan, tetapi juga potensi ekonomi melalui pemilahan sampah yang bernilai seperti plastik, kertas, logam, dan lainnya,” ujar Valentino.

Selain aksi kebersihan,  juga akan diselenggarakan Lomba Kebersihan antar Kelurahan dengan hadiah menarik dari pemerintah kota dan Komunitas Beta Bersih.

Penilaian akan dilakukan oleh juri yang telah ditunjuk, dan faktor-faktor penilaian akan mencakup aspek kebersihan lingkungan, sistem pemilahan sampah, serta partisipasi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Kota Kupang,” kata Paulus Irsan Dardana, anggota komunitas sekaligus panitia lomba kebersihan.

Paulus menambahkan, Pemilahan sampah juga akan digalakkan dalam kegiatan ini, dengan kategori sampah organik, anorganik, dan sampah berbahaya.

“Satgas kebersihan khusus juga telah dibentuk oleh pemerintah kota untuk mendukung kelancaran kegiatan ini,”tambah Paulus.

Komunitas Beta Bersih berharap kegiatan ini dapat membangkitkan kembali semangat masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mengembalikan kejayaan Kota Kupang yang pernah meraih Piala Adipura selama tiga tahun berturut-turut.

“Kita ingin mengedukasi masyarakat soal membuang sampah pada tempat dan waktu yang tepat, yaitu antara pukul 18.00 hingga 05.00 pagi. Ini rumah kita bersama, mari kita jaga dan rawat bersama,” tutup Valentino. (MI)