Perumdam Kota Kupang Gandeng LPPM UNWIRA Dorong Riset untuk Perbaikan Layanan Air Bersih

Kupang,nwartapedia.com  – Perumda Air Minum Kota Kupang dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) menjajaki kerja sama riset untuk mendukung pembenahan dan peningkatan pelayanan air bersih di Kota Kupang.

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang, Selasa (1/9/2026).

Kepala LPPM UNWIRA, Dr. Yulianti Paula Bria, S.T., M.T., Ph.D., bersama tim diterima langsung Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa.

Yulianti mengatakan, LPPM UNWIRA melihat terdapat ruang kolaborasi yang cukup luas dengan Perumda, khususnya dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan kebutuhan air bersih.

Menurutnya, riset dapat diarahkan pada sejumlah persoalan, seperti tata kelola air bersih, dampak ketersediaan air terhadap masyarakat, hingga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

“Dengan kerja sama ini, LPPM UNWIRA bisa mendukung berbagai agenda yang berkaitan dengan air bersih, baik dalam kaitannya dengan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujar Yulianti.

Ia menjelaskan, langkah berikutnya adalah membangun komunikasi dengan Pemerintah Kota Kupang untuk mendorong terwujudnya Memorandum of Understanding (MoU) antara UNWIRA dan Pemerintah Kota Kupang.

Setelah MoU terealisasi, kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PK) antara LPPM UNWIRA dan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai keterlibatan perguruan tinggi dalam melakukan kajian dapat memberikan sudut pandang akademis yang dibutuhkan Perumda.

“Kami sangat berterima kasih karena ini adalah langkah yang bagus, di mana LPPM UNWIRA memberikan ruang kolaborasi dengan Perumda Air Minum Kota Kupang,” kata Isidorus.

Ia mengatakan, kajian akademis dapat menjadi bahan masukan bagi Perumda dalam mengevaluasi tata kelola sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

“Perumdam Kota Kupang sangat membutuhkan masukan-masukan dan kajian-kajian dari pihak LPPM, misalnya dalam hal riset yang berkaitan dengan tata kelola air bersih Kota Kupang,” ujarnya.

Isidorus menambahkan, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada kajian akademis, tetapi dapat memberikan rekomendasi yang aplikatif bagi Perumda.

Dengan demikian, hasil riset dapat menjadi salah satu dasar untuk melakukan pembenahan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperluas cakupan jaringan air bersih di Kota Kupang.

“Kami menyambut baik niat dan upaya LPPM UNWIRA untuk membangun kerja sama ini. Harapannya, kajian yang dilakukan benar-benar relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.




PT Pembangunan Sehat Sejahtera Serahkan Pengelolaan Air Belo Sejahtera ke Perumda Kupang

Kupang, nwartapedia.com  –  Pengelolaan infrastruktur air bersih di Perumahan Belo Sejahtera resmi dialihkan dari PT Pembangunan Sehat Sejahtera kepada Perumda Air Minum Kota Kupang.

Pengalihan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Pembangunan Sehat Sejahtera dan Perumda Air Minum Kota Kupang di Kantor PT Pembangunan Sehat Sejahtera, Selasa (1/9/2026).

CEO PT Pembangunan Sehat Sejahtera, Bobby Lianto, mengatakan kerja sama ini merupakan langkah untuk memastikan pelayanan air bagi penghuni perumahan dapat dikelola secara lebih profesional.

“Harapannya semakin profesional dan airnya tersedia, sehingga masyarakat tidak kesulitan,” ujar Bobby.

Ia menjelaskan, saat ini sekitar 200 unit rumah telah memiliki sambungan air dan jumlah tersebut berpotensi bertambah hingga sekitar 250 unit seiring perkembangan kawasan.

Bobby menilai pengelolaan air lebih tepat ditangani Perumda karena pelayanan air merupakan bidang utama perusahaan daerah tersebut. Sementara pihak developer dapat lebih fokus pada pembangunan dan pengembangan kawasan perumahan.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan developer menjadi salah satu cara memperluas akses pelayanan air minum kepada masyarakat.

“Kita bersyukur dan berterima kasih karena melalui kolaborasi ini kita bisa mendapatkan akses untuk melayani masyarakat,” kata Isidorus.

Ia memastikan sejak 1 September 2026, pengelolaan air di Perumahan Belo Sejahtera menjadi tanggung jawab Perumda Air Minum Kota Kupang.

Sebelum pengalihan, Perumda telah melakukan survei lokasi serta sinkronisasi data dan kondisi jaringan bersama pihak developer.

“Sudah menjadi tanggung jawab kami untuk membenahi pelayanan yang mungkin masih kurang dan meningkatkan pelayanan yang sudah ada,” ujarnya.

Isidorus juga meminta warga segera menyampaikan laporan apabila terjadi gangguan pelayanan, kerusakan jaringan maupun persoalan pada pipa. Perumda, kata dia, memiliki mekanisme pengaduan untuk memastikan setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti.

Dalam kerja sama tersebut, infrastruktur yang dikelola Perumda meliputi dua sumur bor, dua pompa submersible, dua panel listrik, dua reservoir atau tandon berkapasitas 5.000 liter, jaringan perpipaan dalam kompleks perumahan serta sambungan rumah pada seluruh unit rumah.

Isidorus menambahkan, kerja sama dengan Belo Sejahtera juga diharapkan menjadi awal bagi kolaborasi pengelolaan air dengan sejumlah kawasan perumahan lainnya di Kota Kupang.

“Kalau masih ada developer lain yang ingin berkolaborasi, kami terbuka. Tujuannya agar pelayanan air minum semakin maksimal dan semakin banyak warga yang bisa kami layani,” pungkasnya. (MI)




Hemat Anggaran, Pemkot Kupang Kucurkan Rp100 Juta untuk Gereja YMY Liliba

Kupang, nwartapedia.com  – Hasil efisiensi anggaran Pemerintah Kota Kupang kembali diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Kali ini, Pemkot Kupang memberikan hibah sebesar Rp100 juta untuk mendukung penyelesaian pembangunan Gereja Stasi Yesus Maria Yoseph (YMY) Liliba, Paroki Santo Yosef Pekerja Penfui.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri ibadah di Gereja YMY Liliba, Minggu (30/8/2026).

Hibah diterima secara simbolis oleh RD. Yonas Kamlasi, S.Fil., M.M., bersama Ketua Dewan Pastoral Stasi sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Gereja YMY Liliba, Zakarias Saka Muru.

Christian mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari hasil efisiensi anggaran Pemkot Kupang. Penghematan dilakukan melalui pengendalian belanja operasional, termasuk perjalanan dinas dan tidak melakukan pengadaan kendaraan dinas baru.

“Hasil penghematan anggaran ini kami kumpulkan dan dialokasikan kembali untuk membantu pembangunan rumah-rumah ibadah di Kota Kupang,” kata Christian.

Menurutnya, efisiensi anggaran bukan sekadar mengurangi pengeluaran, tetapi memastikan uang negara kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga menegaskan pembangunan Kota Kupang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pembangunan karakter dan kehidupan sosial masyarakat.

“Pembangunan manusia sama pentingnya dengan pembangunan fisik. Rumah ibadah menjadi salah satu tempat penting untuk membangun karakter masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Gereja YMY Liliba, Zakarias Saka Muru, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemkot Kupang.

Ia mengatakan bantuan Rp100 juta tersebut akan digunakan untuk mendukung pekerjaan tahap akhir pembangunan gereja, terutama pemasangan plafon dan pengecatan.

“Kedatangan ini merupakan kali kedua Bapak Wali Kota hadir langsung mendukung tempat kami. Bantuan Rp100 juta ini sangat berarti untuk menyelesaikan tahap akhir,” ujar Zakarias.

Romo Yonas Kamlasi juga mengapresiasi dukungan pemerintah. Menurutnya, perhatian tersebut menunjukkan adanya semangat berjalan bersama antara pemerintah dan gereja dalam membangun masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Christian mengajak umat YMY Liliba mendoakan masyarakat yang terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Flores serta terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. ***




Lurah Kuanino Rehabilitasi TPS dan Pasang Imbauan Jam Pembuangan Sampah

Kupang, nwartapedia.com – Kelurahan Kuanino terus memperkuat penanganan sampah dan kebersihan lingkungan melalui rehabilitasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang sudah tidak layak serta pemasangan papan imbauan mengenai jam pembuangan sampah.

Lurah Kuanino, Sem Tse, S.Pi, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Kelurahan Kuanino dalam menangani persoalan sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang tetap bersih dan tertata.

“Agenda kami di dalamnya menghimbau warga terkait jam buang sampah juga merehab TPS yang sudah tidak layak sebagaimana tindak lanjut dari komitmen kami menjaga kebersihan di Kelurahan Kuanino,” ujar Sem Tse kepada media ini pada Jumat (28/8/2026).

Sem Tse menjelaskan, salah satu langkah utama yang dilakukan Kelurahan Kuanino adalah merehabilitasi kembali TPS yang kondisinya sudah tidak layak.

Rehabilitasi tersebut dilakukan agar fasilitas pembuangan sampah dapat kembali berfungsi dengan baik dan mendukung upaya penataan kebersihan lingkungan.

Menurutnya, keberadaan TPS yang layak menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan sampah, terutama di wilayah Kuanino yang berada di kawasan dengan aktivitas masyarakat cukup tinggi.

Selain merehabilitasi TPS, Kelurahan Kuanino juga memasang papan imbauan mengenai jam pembuangan sampah pada enam titik TPS.

Pemasangan papan imbauan tersebut bertujuan mengingatkan masyarakat agar membuang sampah sesuai waktu yang telah ditentukan sehingga tidak terjadi penumpukan sampah di TPS maupun lingkungan sekitarnya.

“Sebagai komitmen saya terhadap prioritas penanganan sampah yang merupakan prioritas utama, maka kami telah melakukan langkah sebagai berikut, di antaranya memasang papan imbauan jam membuang sampah di enam titik TPS di Kelurahan Kuanino,” jelasnya.

Sem Tse menegaskan, upaya menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Karena itu, program tersebut dilaksanakan bersama aparat kelurahan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), ketua RW, ketua RT dan masyarakat.

“Hal ini kami lakukan sebagai langkah maju bersama semua aparat Kelurahan, LPM, Ketua RW/RT dan warga masyarakat dalam memerangi sampah dan menjaga lingkungan yang tetap bersih,” katanya.

Ia menyadari bahwa sebagai kawasan yang berada di pusat keramaian, aktivitas masyarakat di Kelurahan Kuanino tidak terlepas dari persoalan sampah.

Karena itu, menurutnya, selain menyediakan dan memperbaiki fasilitas TPS, kesadaran masyarakat dalam mematuhi waktu pembuangan sampah juga menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan.

“Walaupun di tengah pusat keramaian sudah tentu tidak terluputkan dari aktivitas warga yang pasti tidak terlepas dari yang namanya sampah,” pungkas Sem Tse. (MI)




Pengurus INTI Kembali Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Flores

Borong,nwartapedia.com – Pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa di Pulau Flores.

Kali ini, bantuan disalurkan kepada warga Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan oleh relawan INTI yang berdomisili di kota Ruteng, ibukota kabupaten Manggarai.

Tim relawan yang terdiri dari Bonafantura Teobaldus Erwin sebagai ketua bersama Florianus Panding, Hohanes Sardin dan Thomas Aquino sebagai anggota turun langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat.

Kedatangan tim relawan diterima oleh masyarakat Desa Golo Lero yang dipimpin langsung oleh Camat Lamba Leda Timur, Rikardus Rivaldo Yasman.

Sebanyak 100 paket bantuan disalurkan dalam aksi tersebut. Bantuan terdiri dari kebutuhan pokok berupa beras, mi instan, telur dan minyak goreng. Total bantuan yang disalurkan memiliki nilai sekitar Rp15 juta.

Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pengurus INTI terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa.

Bantuan kebutuhan pokok tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meringankan beban warga.

Kepedulian Pengurus INTI terhadap korban gempa Flores akan terus berlanjut.

Tim relawan merencanakan kembali melanjutkan penyaluran bantuan pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Untuk lokasi penyaluran bantuan berikutnya masih disurvei dan dibahas oleh tim relawan bersama pengurus INTI.

Penyaluran bantuan secara langsung ke wilayah terdampak menjadi wujud solidaritas Pengurus INTI untuk hadir bersama masyarakat dalam menghadapi dampak bencana gempa di Flores. (MI)




Solidaritas Gempa Flores, 38 BEM Nusantara NTT Alihkan Gerakan ke Aksi Kemanusiaan

Kupang, nwartapedia.com – Tragedi gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores mendorong mahasiswa di Nusa Tenggara Timur untuk mengutamakan gerakan kemanusiaan.

Sebanyak 38 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang tergabung dalam BEM Nusantara NTT memutuskan mengalihkan fokus gerakan mereka untuk membantu masyarakat Flores yang terdampak bencana.

Keputusan tersebut sekaligus membuat 38 BEM untuk sementara tidak mengambil bagian dalam berbagai aksi di daerah masing-masing.

Seluruh perhatian diarahkan pada upaya membangun solidaritas dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi dampak gempa.

Koordinator Daerah BEM Nusantara NTT, Andhy Umbu Sanjaya, mengatakan keputusan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa ketika masyarakat sedang berada dalam situasi darurat.

“Ketika saudara-saudara kita di Flores sedang kehilangan rumah, kehilangan keluarga dan hidup dalam ketidakpastian akibat gempa, maka kemanusiaan harus menjadi prioritas,” kata Andhy.

Ia menegaskan, pilihan untuk fokus pada persoalan kemanusiaan tidak berarti mahasiswa berhenti bersikap kritis terhadap persoalan bangsa maupun daerah.

Menurutnya, gerakan mahasiswa memiliki ruang yang luas, termasuk menghadirkan kepedulian ketika masyarakat sedang mengalami bencana.

“Gerakan mahasiswa bukan hanya soal turun ke jalan dan menyuarakan kritik. Ketika rakyat sedang tertimpa bencana, mahasiswa juga harus hadir untuk mengulurkan tangan, menguatkan korban, dan memastikan mereka tidak menghadapi penderitaan sendirian,” ujarnya.

BEM Nusantara NTT kini mendorong 38 BEM yang tergabung di dalamnya untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan melalui penggalangan bantuan serta dukungan bagi masyarakat terdampak gempa.

Selain itu, mahasiswa juga mengajak berbagai elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, pemerintah pusat dan pihak terkait untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat Flores.

Andhy menilai, situasi yang dihadapi para korban membutuhkan keterlibatan nyata dari berbagai pihak.

“Flores sedang berduka. Saat ini yang dibutuhkan bukan hanya kata-kata simpati, tetapi tindakan nyata. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” tegasnya.

Ia berharap solidaritas tersebut dapat terus berkembang sehingga masyarakat terdampak tidak merasa menghadapi bencana seorang diri.

BEM Nusantara NTT memastikan gerakan 38 BEM untuk sementara dipusatkan pada aksi kemanusiaan bagi korban gempa Flores.

“Hari ini, hati dan gerakan kami ada di Flores. Kami memilih untuk menunda keterlibatan dalam berbagai aksi, karena bagi kami, ketika rakyat sedang menderita akibat bencana, kemanusiaan harus berada di atas kepentingan apa pun,” pungkas Andhy. **




Peduli Korban Gempa Flores, INTI Ende Distribusikan Bantuan ke Warga Terdampak

Ende, nwartapedia.com – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores terus ditunjukkan berbagai pihak.

Salah satunya Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) melalui Pengurus Cabang INTI Ende yang menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada warga terdampak.

Penyaluran bantuan dilakukan pada Selasa, 25 Agustus 2026, di Desa Rukuramba dan Desa Nemboramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende.

Pengurus Cabang INTI Ende yang dipimpin Ketua Robby Tjieputra turun langsung bersama Wakil ketua Br.Kristianus Riberu dan dr.Robby Wahyudi dan jajaran pengurus lain mendistribusikan bantuan kepada masyarakat.

Sebanyak 100 paket bantuan disiapkan untuk warga terdampak.

Setiap paket bantuan berisi sejumlah kebutuhan pokok, yakni beras, minyak goreng dan gula pasir.

Bantuan disalurkan secara langsung kepada masyarakat, baik di tenda-tenda pengungsian maupun ke rumah-rumah warga.

Pola penyaluran tersebut dilakukan agar bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Dalam penanganan dampak gempa di Flores, Pengurus Cabang INTI Ende berperan sebagai koordinator lapangan (korlap).

Peran tersebut tidak terlepas dari posisi Ende yang juga termasuk wilayah terdampak serta letaknya yang relatif dekat dengan wilayah bagian barat Flores yang mengalami dampak bencana cukup parah.

Saat ini, kepengurusan INTI di wilayah Flores telah terbentuk di beberapa kabupaten, yakni Lembata, Flores Timur, Sikka dan Ende.

Keberadaan kepengurusan tersebut turut memperkuat koordinasi dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Flores.

Aksi sosial INTI tidak berhenti di Kabupaten Ende. Pada hari yang sama, bantuan juga disalurkan kepada masyarakat terdampak di Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur.

Penyaluran bantuan di dua wilayah tersebut menjadi wujud solidaritas INTI bagi masyarakat Flores yang tengah menghadapi dampak bencana.

Melalui bantuan kebutuhan pokok tersebut, INTI berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama warga yang masih berada di pengungsian maupun mereka yang terdampak langsung akibat gempa.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi dan kepedulian berbagai elemen masyarakat dalam membantu warga yang sedang menghadapi situasi darurat akibat bencana. **




Tingkatkan Kemampuan Pegawai, Perumdam Kota Kupang Gelar Pelatihan Water Meter Tester Portable

Kupang, nwartapedia.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Kota Kupang terus meningkatkan kemampuan pegawai melalui pelatihan penggunaan water meter tester portable.

Pelatihan yang berlangsung di Kantor Perumdam Kota Kupang, Rabu (26/8/2026), tersebut diikuti pegawai yang memiliki tugas dan fungsi berkaitan dengan pemeriksaan serta pelayanan meter air pelanggan.

Peserta berasal dari Bagian Teknik, Bagian Hubungan Langganan, dan Satuan Pengawasan Intern (SPI).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan kepada pegawai agar mampu menggunakan water meter tester portable secara tepat dalam melakukan pemeriksaan meter pelanggan.

Direktur Perumdam Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM., mengatakan pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi pegawai untuk mendapatkan tambahan pengetahuan dan pengalaman, terlebih perangkat water meter tester portable merupakan alat baru yang mulai digunakan di lingkungan Perumdam Kota Kupang.

“Pelatihan ini sangat penting. Saya minta semua peserta untuk mengikutinya dengan baik, sehingga alat ini bisa digunakan dan berdampak untuk meningkatkan pelayanan Perumdam Kota Kupang,” ujar Isidorus.

Menurutnya, peningkatan kemampuan pegawai dalam mengoperasikan perangkat tersebut diharapkan dapat mendukung pemeriksaan meter secara lebih akurat dan presisi.

Selain meningkatkan kompetensi pegawai, penggunaan alat ini juga diharapkan membantu Perumdam Kota Kupang dalam memperoleh hasil pembacaan meter pelanggan yang lebih tepat serta mendukung upaya mengurangi Non-Revenue Water (NRW).

Pelatihan menghadirkan Saefudin dari PT Widya Makmur Bandung sebagai pemateri. Ia menjelaskan bahwa water meter tester portable dapat membantu petugas mengetahui tingkat akurasi meter sekaligus mempermudah proses pemeriksaan di lapangan.

“Alat ini pada dasarnya sangat berguna untuk Perumdam. Semoga selama masa pemakaian alat ini, kinerja perusahaan semakin baik dan tingkat akurasi pembacaan meter semakin optimal,” jelas Saefudin.

Ia mengatakan, perangkat tersebut telah tersertifikasi dan memiliki masa berlaku selama lima tahun. Karena bersifat portable, alat tersebut dapat dibawa dengan mudah oleh petugas untuk melakukan pemeriksaan langsung di lokasi.

Dalam pelatihan, pegawai mendapatkan materi mengenai cara penggunaan alat, termasuk pemeriksaan kecepatan aliran air, volume, dan tekanan.

Setelah menerima materi, peserta langsung mengikuti praktik penggunaan water meter tester portable di lapangan. Pada hari pertama, simulasi dilakukan di Zona Pelayanan Penfui, Liliba, dan Kelapa Lima.

Pelatihan berlangsung selama dua hari, mulai 26 hingga 27 Agustus 2026. Melalui kegiatan ini, Perumdam Kota Kupang berharap kemampuan pegawai dalam menggunakan perangkat pemeriksaan meter semakin meningkat sehingga dapat menunjang pelayanan kepada pelanggan secara lebih efektif, akurat, dan profesional. **




Genap Dua Tahun Jadi Wakil Rakyat, Ahmad Talib Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com – Genap dua tahun menjalankan amanah sebagai wakil rakyat dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Talib menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Kupang, khususnya warga di daerah pemilihan Kota Raja dan Kota Lama.

Ahmad Talib mengungkapkan apresiasi tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepadanya selama menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

“Atas nama pribadi, saya menyampaikan banyak limpah terima kasih kepada Bapak, Ibu, basodara, keluarga, seluruh sahabat dan teman-teman,” ujar Ahmad Talib kepada media ini pada Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, menjadi wakil rakyat merupakan sebuah amanah dari masyarakat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Karena itu, dirinya berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat serta mengawal berbagai program pemerintah yang berdampak langsung bagi warga.

Ia juga mengakui masih terdapat harapan dan kebutuhan masyarakat yang belum seluruhnya dapat direalisasikan selama dua tahun masa pengabdiannya.

“Jika masih ada yang belum bisa terealisasi atau harapan masyarakat yang belum bisa terpenuhi, saya mohon dimaafkan. Semoga dalam sisa tiga tahun ini saya bisa terus berjuang mengawal program-program pemerintah untuk masyarakat Kota Kupang,” katanya.

Ahmad Talib menegaskan, dirinya terbuka terhadap kritik maupun masukan dari masyarakat. Menurut dia, kritik merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

“Saya sebagai wakil rakyat sangat siap untuk dikritik atau menerima masukan dari masyarakat terkait hal-hal yang menjadi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, keterbukaan dan kejujuran menjadi prinsip penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Menurutnya, masyarakat harus mendapatkan informasi secara terbuka mengenai hal-hal yang dapat maupun belum dapat diperjuangkan.

“Kritikan adalah sebuah masukan yang harus kita terima sebagai wakil rakyat. Apa yang bisa kita lakukan, kita harus berkata jujur, dan apa yang tidak bisa kita lakukan, kita juga harus terbuka kepada masyarakat,” pungkas Ahmad Talib.

Memasuki tiga tahun sisa masa pengabdiannya, Ahmad Talib berharap dapat terus membangun komunikasi dengan masyarakat serta memperjuangkan aspirasi warga Kota Kupang, khususnya masyarakat di wilayah Kota Raja dan Kota Lama. **




Wali Kota Kupang Christian Widodo Antar Langsung Bantuan Rp635 Juta untuk Korban Gempa Flores

Labuan Bajo, nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menunjukkan kepedulian langsung kepada masyarakat terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur, dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Kota Kupang pada Selasa (25/8/2026).

Christian menempuh perjalanan dari Kupang menuju Flores untuk memastikan bantuan tersebut diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Sekitar pukul 15.00 WITA, Christian tiba di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Di lokasi tersebut, ia langsung menyerahkan bantuan kepada warga terdampak gempa.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Ruteng, Kabupaten Manggarai. Setelah menempuh perjalanan darat sekitar empat jam melalui jalur berliku, Christian tiba sekitar pukul 21.00 WITA.

Meski perjalanan berlangsung hingga malam, Christian kembali mendatangi posko dan menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak gempa di Ruteng.

Dalam satu hari, dua wilayah menjadi tujuan kunjungan kemanusiaan Wali Kota Kupang, yakni Labuan Bajo pada sore hari dan Ruteng pada malam hari.

Total bantuan yang disiapkan Pemerintah Kota Kupang mencapai Rp635 juta. Dana tersebut terdiri dari Rp500 juta melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) serta sekitar Rp135 juta dari donasi aksi sosial dan kontribusi ASN Pemerintah Kota Kupang.

Bantuan tersebut diarahkan untuk masyarakat terdampak gempa di enam kabupaten di Flores, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Christian mengatakan, bantuan tersebut bukan hanya soal nilai anggaran, tetapi juga menjadi bentuk solidaritas dan persaudaraan masyarakat Kota Kupang dengan warga Flores yang sedang menghadapi bencana.

“Kita ingin membangkitkan semangat kepedulian dan kemanusiaan agar kita bergotong royong. Walaupun kita tidak ikut merasakan saat bumi mengguncang, kita ingin menyampaikan bahwa basodara dong tidak sendiri. Ketong selalu ada bersama,” kata Christian.

Menurutnya, bencana tidak boleh membuat masyarakat merasa berjalan sendiri. Solidaritas dan kepedulian harus terus dibangun tanpa melihat batas wilayah administratif.

“Sebuah wilayah mungkin memiliki batas, bencana mungkin memiliki titik lokasi, tetapi rasa kemanusiaan tidak pernah mengenal batas wilayah,” ujar Christian.

Kehadiran langsung Wali Kota Kupang di Labuan Bajo dan Ruteng menjadi pesan bahwa Pemerintah Kota Kupang bersama masyarakatnya ikut merasakan duka yang dialami saudara-saudara mereka di Flores.

Dari Labuan Bajo hingga Ruteng, perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Kupang memastikan bantuan kemanusiaan hadir langsung bagi masyarakat terdampak gempa Flores. **