KADIN NTT Siap Bawa Investor & UMKM Hadiri Trade Expo Timor Leste

 

Kupang,nwartapedia.com  — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan kesiapannya untuk membawa investor dan pelaku UMKM NTT berpartisipasi dalam Trade Expo Timor Leste yang akan digelar pada 28 Agustus hingga 1 September 2025 di Kota Dili.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, dalam Forum Bisnis yang digelar di Hotel Harper Kupang, Senin (30/6/2025), sebagai bagian dari rangkaian kunjungan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Timor Leste, Nino Pereira, ke Kota Kupang.

“Kami sangat mengapresiasi undangan dari Menteri Nino. Ini adalah kesempatan emas bagi pelaku usaha dan UMKM NTT untuk memperluas pasar dan membangun jaringan bisnis lintas batas. Ayo kita masuk pasar Timor Leste!” ujar Bobby Lianto dengan optimis.

Forum Bisnis tersebut menghadirkan pengusaha lokal NTT, asosiasi usaha, dinas teknis terkait, hingga mitra strategis dari kedua negara.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat konektivitas ekonomi antara NTT dan Timor Leste, yang selama ini telah terjalin dalam berbagai bentuk kerja sama perdagangan dan investasi.

Menteri Nino Pereira dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada KADIN NTT atas inisiatif dan konsistensinya dalam membangun relasi bisnis bilateral.

“Saya berterima kasih karena ini sudah kunjungan ketiga saya melalui forum bisnis. Saya juga mengapresiasi para pengusaha NTT yang telah menjalin kerja sama dan berinvestasi di Timor Leste,” ujar Menteri Nino.

Selain Forum Bisnis, kunjungan Menteri Nino diisi dengan berbagai agenda strategis. Ia bertemu dengan Gubernur NTT dan mengundang secara resmi untuk menjadi pembicara dalam Trade Expo mendatang di Dili.

Kunjungan dilanjutkan ke Pasar Impres bersama Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, meninjau Kawasan Industri Bolok, serta berkunjung ke dermaga pelabuhan bersama INSA NTT dan Pelindo, hingga ke pabrik Cendana.

Malam harinya, Menteri Nino juga menggelar pertemuan informal dengan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, serta jajaran pengurus KADIN NTT di La Moringa, guna membangun relasi yang lebih erat dan santai di luar forum formal.

Dalam Forum Bisnis, Bobby Lianto juga menyampaikan bahwa KADIN NTT akan mengundang KADIN Indonesia dan KADIN Jawa Timur untuk memperluas jaringan kerja sama.

Menteri Nino dijadwalkan hadir dalam KADIN Diplomatik pada 11 Juli 2025 di Jakarta.

Kunjungan ini menandai babak baru dalam penguatan hubungan ekonomi antara NTT dan Timor Leste, membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih konkret antara sektor swasta dan pemerintah dari kedua negara. ***




NTP NTT Juni 2025 Turun ke 99,35, Petani Masih Hadapi Tantangan Harga

 

Kupang,nwartapedia.com  — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Juni 2025 mencapai 99,35, mengalami penurunan sebesar 0,59 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Dalam siaran resmi BPS NTT pada Selasa tanggal 1 Juli 2025 menjelaskan bahwa penurunan ini menandakan daya beli petani di NTT masih berada di bawah titik impas antara pendapatan dan pengeluaran.

NTP merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur kemampuan tukar hasil produksi pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk keperluan produksi. Angka NTP di bawah 100 menunjukkan bahwa petani mengalami penurunan kesejahteraan secara ekonomi.

Pada bulan Juni 2025, NTP masing-masing subsektor pertanian di NTT tercatat sebagai berikut Tanaman Padi-Palawija (NTP-P): 97,29, Hortikultura (NTP-H): 96,79, Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-TPR): 102,57, Peternakan (NTP-Pt): 105,65 dan Perikanan (NTP-Pi): 92,97.

Subsektor peternakan mencatat NTP tertinggi, menunjukkan kondisi ekonomi yang relatif lebih stabil bagi para peternak, sementara subsektor perikanan dan hortikultura mencatat NTP terendah, yang mengindikasikan tekanan ekonomi yang cukup besar terhadap pelaku usaha di sektor tersebut.

Menurut BPS, penurunan NTP secara umum dipicu oleh perlambatan indeks harga yang diterima petani, sementara harga barang dan jasa yang harus dibayar petani mengalami kenaikan, terutama untuk keperluan konsumsi dan produksi.

Selain itu, BPS juga mencatat bahwa pada bulan Juni 2025, wilayah perdesaan di NTT mengalami deflasi sebesar -0,35 persen.

Deflasi ini utamanya terjadi pada subkelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang menjadi komponen dominan dalam pengeluaran rumah tangga petani.

Penurunan NTP dan kondisi deflasi ini memberikan sinyal perlunya perhatian dari pemerintah dan pemangku kebijakan terhadap stabilitas harga dan dukungan terhadap sektor pertanian, terutama pada subsektor yang masih mengalami tekanan berat. (MI)




Wali Kota Kupang Lantik Dua Pejabat Baru, Tegaskan Komitmen Reformasi Birokrasi

Kupang,nwartapedia.com  — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi melantik dua pejabat baru dalam jajaran Pemerintah Kota Kupang, masing-masing Indah Christin Dethan sebagai Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Hubertus Mani sebagai Kepala Bidang Pajak dan Retribusi Daerah pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang. Pelantikan berlangsung di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang pada Selasa siang (1/7/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa rotasi dan promosi ini bukan sekadar pergeseran jabatan, tetapi merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi yang bertujuan menghadirkan pemerintahan yang profesional dan melayani.

Ia menekankan bahwa pelayanan publik adalah inti dari pemerintahan, sesuai dengan moto Pemerintah Kota Kupang: Memerintah adalah Melayani.

Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan seluruh ASN tentang pentingnya ketepatan waktu dalam pengisian data kinerja seperti e-Kinerja, yang berdampak langsung pada pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Pemkot yang telah memungkinkan pembayaran TPP tepat waktu selama masa kepemimpinannya.

“Saya tidak mau ada lagi toleransi bagi keterlambatan. Kalau sistem ditutup, ya ditutup. Kepala OPD harus proaktif cek dan menyetujui data stafnya. Kita mau birokrasi yang adil, transparan, dan profesional,” tegasnya.

Wali Kota juga menyinggung pencapaian Kota Kupang sebagai yang pertama di NTT dalam penerbitan SK PPPK, serta sejumlah program reformasi birokrasi lainnya seperti penambahan insentif petugas kebersihan dan kader posyandu, serta penandatanganan fakta integritas dengan organisasi kelompok usaha disabilitas (OKU).

Ia menegaskan bahwa pelaporan tugas harus dilakukan secara aktif, bukan hanya setelah ditanya.

“Jangan tunggu saya tanya. Saya mungkin pura-pura lupa, tapi saya ingat semuanya,” katanya, mengingatkan bahwa masa evaluasi kinerja enam bulan akan jatuh pada Agustus mendatang.

Di akhir sambutannya, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat kepada Indah Christin Dethan dan Hubertus Mani atas pelantikan mereka.

Ia berharap keduanya dapat menunjukkan integritas dan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas yang dipercayakan.

“Selamat bertugas. Ingat, jabatan adalah amanah. Profesionalisme dan pelayanan adalah ukuran keberhasilan kita,” pungkas Wali Kota.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, jajaran DPRD Kota Kupang, para staf ahli, asisten, pimpinan perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya. (MI)




Kadis Pendidikan Kota Kupang: Sumbangan Kontainer Sampah Bentuk Nyata Dukungan Sekolah terhadap Program Bersih Kota

 

Kupang,nwartapedia.com  — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, menyampaikan sambutan penuh makna dalam acara penyerahan kontainer sampah oleh Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo, kepada 10 lurah se-Kota Kupang.

Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang pada Selasa (1/7/2025) dan menjadi momentum penting kolaborasi dunia pendidikan dengan pemerintah dalam mendukung kebersihan lingkungan kota.

Dalam sambutannya, Kadis Dumuliahi menjelaskan bahwa sumbangan 11 unit kontainer tersebut merupakan hasil kontribusi dari 14 sekolah negeri di Kota Kupang, yakni 11 SMP dan 3 SD.

Ia menyebut langkah ini sebagai wujud kepedulian dunia pendidikan terhadap program prioritas Pemerintah Kota Kupang, yaitu mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari sampah.

“Ini bukan hanya soal kontainer, tapi tentang kesadaran kolektif bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya bersih sejak dini. Melalui dukungan ini, kami ingin menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga tempat menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan,” ujar Dumuliahi Djami.

Kontainer yang disumbangkan tersebut, menurutnya, akan ditempatkan di RT-RT yang berdekatan dengan sekolah, guna memudahkan pembuangan sampah dari lingkungan sekolah.

Selanjutnya, pengangkutan sampah akan dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Sampah di tingkat kelurahan.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo, menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi aktif dunia pendidikan dalam mendukung pengelolaan sampah di Kota Kupang.

Ia menyebut bahwa penyerahan ini menjadi simbol kuat bahwa penanganan sampah bukanlah tanggung jawab pemerintah semata.

“Sejak awal saya katakan, masalah sampah harus kita tangani bersama. Hari ini kita melihat buktinya. Terima kasih untuk semua kepala sekolah, orangtua murid, dan masyarakat yang telah terlibat dalam gerakan mulia ini,” ucap Wali Kota.

Ia menambahkan bahwa langkah kecil ini merupakan bagian dari strategi besar Kota Kupang dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang partisipatif.

“Kota ini hanya bisa bersih kalau semua warganya ikut merasa memiliki,” tegasnya.

Penyerahan kontainer ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi bukti nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang kelas, dari satu ide kecil yang dijalankan bersama.

Gotong royong, yang menjadi jati diri bangsa, kembali hidup di tengah masyarakat Kota Kupang — demi lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (MI)




Gotong Royong dari Sekolah untuk Kota 14 Kontainer Sampah Jadi Simbol Peduli Lingkungan

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pagi ini, halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang ramai oleh warna-warni kain adat dan semangat kebersamaan. Tarian tradisional Timor dari TTS mengiringi langkah Wali Kota Kupang, Cristian Widodo, yang datang bukan hanya sebagai pemimpin kota, tetapi sebagai saksi semangat kolektif warganya dalam menghadapi salah satu persoalan besar perkotaan: sampah.

Di tengah langit biru yang cerah disertai semilir angin Kota Kupang pagi itu nampak deretan kontainer sampah yang berjajar rapi, sebuah peristiwa sederhana namun bermakna terjadi.

Sebanyak 14 unit kontainer diserahkan secara simbolis kepada para lurah se-Kota Kupang, sebagai bagian dari gerakan gotong royong yang digalang oleh dunia pendidikan.

Bukan tanpa alasan jika penyerahan ini terasa istimewa. Kontainer-kontainer itu bukan dibeli dari anggaran besar pemerintah, melainkan hasil sumbangan kolektif dari 14 sekolah negeri  3 SD dan 11 SMP yang tersebar di berbagai penjuru Kota Kupang.

Sebuah bukti bahwa semangat peduli lingkungan bisa dimulai dari ruang-ruang kelas dan halaman sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. Dumuliahi Djami, yang turut menyambut kedatangan Wali Kota dengan pengalungan selendang khas, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari kesadaran bersama.

“Sekolah-sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan. Ini adalah kontribusi nyata dunia pendidikan terhadap kebersihan kota,” katanya dalam sambutannya pada Selasa (1/7/2025)

Wali Kota Cristian Widodo pun tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebut penyerahan ini sebagai simbol kuat bahwa persoalan sampah tidak bisa dipikul sendirian oleh pemerintah.

“Sejak awal saya katakan, masalah sampah harus kita tangani bersama. Hari ini kita melihat buktinya. Terima kasih untuk semua kepala sekolah, orangtua murid, dan masyarakat yang terlibat,” ujarnya.

Langkah kecil ini, menurutnya, akan menjadi bagian dari strategi besar Kota Kupang dalam mengelola lingkungan secara partisipatif.

“Kota ini hanya bisa bersih kalau semua warganya ikut merasa memiliki,” tegasnya.

Penyerahan kontainer hari itu bukan hanya urusan seremonial. Ia menjadi pengingat bahwa gerakan perubahan bisa dimulai dari mana saja dari satu sekolah, satu kelas, satu ide kecil yang dijalankan bersama.

Dan di Kota Kupang, pagi itu, gotong royong kembali mendapat maknanya yang sejati: bekerja bersama demi lingkungan yang lebih baik.

(by Goris Takene)




Lurah Naikoten I Raih Apresiasi Wali Kota Kupang atas Inisiatif Kelurahan Ramah Disabilitas

 

Kupang,nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang memberikan penghargaan tinggi kepada Lurah Naikoten I atas upayanya menjadikan wilayah tersebut sebagai Kelurahan Ramah Disabilitas pertama di Kota Kupang.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri acara peluncuran kelurahan tersebut di Aula Kantor Lurah Naikoten I, Senin (30/6/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras Lurah Naikoten I, Budi Imanuel Izac, SH, beserta jajaran yang berhasil mewujudkan pelayanan publik inklusif bagi penyandang disabilitas.

Menurutnya, capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan kelurahan semata, tapi juga merupakan tonggak sejarah bagi Kota Kupang dalam membangun sistem pelayanan yang adil dan setara untuk semua warga.

“Pak Lurah sudah bekerja dengan sungguh-sungguh membangun sebuah ekosistem layanan yang ramah bagi sahabat-sahabat disabilitas. Ini bukan hal kecil. Ini sejarah. Karena itu, saya sampaikan secara terbuka bahwa kami akan memberikan reward kepada beliau dan kelurahan ini,” ungkap Wali Kota.

Wali Kota menegaskan bahwa penghargaan tersebut akan diberikan dalam bentuk dukungan nyata, termasuk penganggaran khusus dalam APBD Perubahan untuk membantu memperbaiki fasilitas kantor kelurahan yang saat ini masih menggunakan bangunan lama.

“Saya sudah minta kepada Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah untuk menganggarkan perbaikan plafon kantor, bahkan jika perlu komputer dan printer baru, agar pelayanan di kelurahan ini makin maksimal. Ini bentuk apresiasi kita,” tambahnya.

Wali Kota juga menyoroti pentingnya sistem reward and punishment dalam birokrasi pemerintahan.

“Kalau ada yang salah kita beri peringatan, tapi kalau ada yang benar dan luar biasa seperti ini, harus diberi penghargaan. Ini bentuk keadilan,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.

Dalam acara yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, Ketua DPRD Kota Kupang Ricard Odja, Direktur Yayasan Garamin Yavas Marthen, dan para tokoh masyarakat, Wali Kota juga menggarisbawahi bahwa inklusi bukanlah tentang rasa kasihan, melainkan pengakuan atas hak setiap warga negara.

“Inklusi itu bukan belas kasihan. Inklusi itu tentang hak-hak untuk didengar, hak untuk mendapat kesempatan yang sama, hak untuk berkontribusi dalam pembangunan,” ujarnya.

Ia bahkan meminta agar kelurahan lain di Kota Kupang belajar langsung ke Naikoten I dalam membangun layanan yang inklusif. Fasilitas ram, toilet ramah disabilitas, serta SOP pelayanan bagi penyandang disabilitas yang dapat diakses dari RT hingga WhatsApp menjadi poin penting yang diapresiasi.

Menutup sambutannya, Wali Kota mengutip tokoh inspiratif tunanetra dan tuli dunia, Helen Keller: “Alone we can do so little; together we can do so much.” yang artinya Sendirian kita bisa melakukan sangat sedikit, bersama-sama kita bisa melakukan banyak hal.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk menjadikan Kota Kupang sebagai rumah bersama bagi semua, termasuk warga disabilitas. (MI)




Resmikan Pospol Tirosa, Wali Kota Kupang: Tingkatkan Rasa Aman dan Kenyamanan Warga

 

Kupang,nwartapedia.com — Dalam upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi meresmikan Pos Polisi 2000 SS atau yang lebih dikenal dengan Pospol Tirosa pada Senin pagi (30/6).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Aldinan Manurung, beserta jajaran pejabat utama Polresta Kupang Kota.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Pospol Tirosa yang dinilai sangat strategis dalam menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah tersebut, khususnya di sekitar bundaran PU, yang merupakan salah satu titik sibuk di Kota Kupang.

“Kita senang dan memberikan apresiasi. Semoga dengan hadirnya pos ini, polisi bisa merespons cepat setiap aduan masyarakat,”ungkapnya.

Wali Kota juga berharap dengan adanya Pospol Tirosa bisa menjadi contoh pos modern yang ada di Kota Kupang.

“Harapan saya ke depan, akan lebih banyak pos seperti ini di berbagai titik kota. Pospol Tirosa ini menjadi pilot project, contoh pos modern yang fungsional,” ujar dr. Christian Widodo.

Sementara itu, Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Aldinan Manurung, menegaskan bahwa kehadiran Pospol Tirosa tidak hanya untuk keperluan pengawasan lalu lintas, tetapi juga menjadi bagian dari ruang publik yang dapat dimanfaatkan warga.

“Pospol ini hadir untuk masyarakat. Selain sebagai tempat pelayanan dan perlindungan, pos ini juga dapat menjadi tempat bersantai dan rekreasi. Lokasinya strategis, karena berada di jalur utama sehingga sangat membantu kami dalam memantau lalu lintas,” jelas Kapolresta.

Pospol Tirosa dibangun dengan desain modern dan ramah masyarakat, mengusung konsep pelayanan yang lebih dekat, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Pemerintah Kota Kupang berharap model pos seperti ini bisa direplikasi di lokasi-lokasi strategis lainnya di masa mendatang. (MI)




SBMI DPW NTT Gelar Diskusi Desa dan Musyawarah Wilayah, Gaungkan Semangat Perlawanan terhadap TPPO

 

Kupang,nwartapedia.com — Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar dua kegiatan strategis secara bersamaan pada Sabtu (28/6/2025), bertempat di Kelurahan Naikolan, Kota Kupang.

Kegiatan ini mengusung semangat besar dalam mendorong kesadaran kolektif masyarakat mengenai migrasi aman sekaligus mengonsolidasikan arah gerakan organisasi melalui Musyawarah Wilayah.

Agenda pertama bertajuk “Diskusi Desa: Mendorong Migrasi Aman”, dibuka secara resmi oleh Lurah Naikolan.

Kegiatan ini menjadi wadah edukasi dan dialog antara peserta, pemangku kepentingan, dan komunitas buruh migran terkait pentingnya pemahaman mendalam tentang bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta pentingnya perlindungan dari tingkat desa.

Agenda kedua adalah Musyawarah Wilayah SBMI DPW NTT, yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting SBMI, di antaranya Dios dari SBMI Dewan Pimpinan Nasional (DPN), Polseno Niron dari SBMI Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Flores Timur, Ketua SBMI DPW NTT, Mery Hingi dan Calon Ketua Tunggal, Yudy Elindo Elik, S.AB

Acara yang turut disaksikan oleh sekitar 30 orang purna buruh migran ini berlangsung dalam suasana penuh semangat, aman, dan tertib.

Dalam sambutan Ketua SBMI DPW NTT, Mery Hingi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya dua kegiatan penting tersebut.

Ia menekankan bahwa kerja kemanusiaan dalam isu buruh migran bukanlah pekerjaan yang mudah, melainkan panggilan nurani yang membutuhkan keberanian dan ketulusan.

“Tidak semua orang mampu atau bersedia menempuh jalan kerja kemanusiaan. Tapi saya percaya, kalau kita bergandengan tangan, kita bisa wujudkan NTT yang bebas dari TPPO. Mari bekerja bersama demi masyarakat kita,” ujarnya.

Ia juga menggaungkan kembali semboyan perjuangan SBMI yang menjadi pengingat atas urgensi aksi kolektif: “Lawan Sekarang atau Tertindas Selamanya.”

Musyawarah Wilayah SBMI DPW NTT ini semula dijadwalkan pada tahun 2023, namun mengalami penundaan akibat keterbatasan anggaran.

Setelah dua tahun tertunda, akhirnya musyawarah berhasil dilaksanakan secara penuh dan demokratis, dengan menghasilkan keputusan penting: terpilihnya Yudy Elindo Elik, S.AB sebagai Ketua SBMI DPW NTT yang baru.

Musyawarah ini diharapkan menjadi momentum baru bagi SBMI di wilayah NTT dalam memperkuat konsolidasi gerakan, memperluas edukasi tentang migrasi aman, serta melindungi para buruh migran dan calon migran dari praktik-praktik perdagangan orang. ***




Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp50 Juta untuk Pembangunan Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata

 

Kupang,nwartapedia.com  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan spiritual masyarakat dengan menyerahkan bantuan senilai Rp50 juta kepada Stasi Katolik St. Fransiskus Xaverius Naimata, Minggu pagi (29/6/2025).

Kehadirannya dalam misa bersama umat sekaligus menjadi bukti nyata kedekatan pemerintah dengan komunitas akar rumput di Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Widodo menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari anggaran Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Kupang, yang disalurkan kepada rumah-rumah ibadah lintas denominasi di seluruh wilayah kota.

“Terima kasih kepada Ibu Ivan Milameha dan Bapak Joni Bire dari bagian Kesra yang selalu mendampingi saya mengunjungi gereja-gereja. Tahun ini, bantuan kami sebarkan tidak hanya ke gereja Katolik dan Protestan, tetapi juga ke rumah ibadah lain. Semoga bantuan ini bermanfaat,” ujar Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa di tengah efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap mengutamakan belanja yang berpihak pada kebutuhan masyarakat. Termasuk dengan memangkas anggaran perjalanan dinas hingga 50% dan membatalkan pengadaan mobil dinas baru senilai Rp1,6 miliar, agar dana tersebut dapat dialihkan untuk sektor-sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial.

“Membangun kota itu bukan hanya soal infrastruktur dan gedung tinggi, tetapi juga tentang membangun manusia—melalui pendidikan, kesehatan, dan menjamin rasa aman serta kenyamanan dalam beribadah. Karena itu saya dan Kakak Wakil Wali Kota menolak pengadaan mobil dinas baru, lebih baik dananya digunakan untuk rakyat,” tegasnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kelanjutan pembangunan rumah pastoral dan aula kegiatan umat di Stasi Naimata.

Sementara itu, Co Pastor Stasi Santo Fransiskus Xaverius Naimata, Romo Frans Atamau, Pr menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan keterlibatan langsung Wali Kota dalam kehidupan umat beriman di pinggiran Kota Kupang.

Dalam sambutannya di hadapan umat, Romo Frans mengungkapkan bahwa sejak menerima kabar kedatangan Wali Kota pada malam sebelumnya, suasana hati umat telah dipenuhi sukacita. Ia menyebut kehadiran pemimpin daerah di tengah umat kecil di Naimata sebagai sesuatu yang sangat membesarkan hati.

“Kehadiran Bapak Wali Kota pagi ini sungguh menggembirakan kami. Meski pemberitahuan datang tadi malam, namun sejak pagi kami menyambut dengan penuh semangat. Ini bukan sekadar kunjungan biasa, tapi kunjungan yang menguatkan jiwa kami,” ujar Romo Frans.

Lebih lanjut, Romo Frans menyatakan bahwa dirinya tidak hendak menyampaikan banyak permintaan atau harapan, melainkan lebih memilih memberikan janji yang tulus yakni doa. Ia meyakini bahwa doa umat merupakan dukungan spiritual yang nyata bagi perjalanan dan tanggung jawab Wali Kota dalam memimpin.

“Saya tidak bisa memberikan banyak hal, tapi saya bisa menjanjikan satu hal: doa kami. Setiap pagi saya selalu mendoakan mereka yang pernah saya janjikan doa, termasuk Bapak Wali Kota. Kami mendoakan agar Bapak dan seluruh jajaran pemerintah senantiasa diberi kekuatan, rendah hati, dan ketekunan dalam pelayanan,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Romo Frans berharap agar perhatian terhadap umat di Naimata dan pengembangan gereja tetap berlanjut. Ia juga memohon agar semangat kebersamaan dan kesejahteraan keluarga umat terus menjadi bagian dari perhatian pemerintah.

“Semoga pertemuan ini menjadi awal yang terus menguatkan hubunganantara pemerintah dan umat. Kami percaya Tuhan akan mempersatukan dan memberkati demi kebaikan bersama,”pungkasnya. (MI)




Umat Naimata Tersentuh, Wali Kota Kupang Kembali Kunjungi dan Serahkan Bantuan Langsung

 

Kupang,nwartapedia.com  — Umat Katolik Stasi Santo Fransiskus Xaverius Naimata menyambut dengan penuh sukacita kehadiran Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang kembali hadir di tengah-tengah mereka untuk menyerahkan bantuan secara langsung, Minggu (29/6/2025).

Kunjungan ini menjadi yang ketiga kalinya selama masa kepemimpinan Wali Kota Widodo ke stasi tersebut, yang semakin menguatkan kedekatan emosional antara pemimpin daerah dan masyarakat akar rumput.

Dalam suasana misa dan pertemuan yang penuh kekeluargaan, perwakilan umat KUB Maria Ratu Damai Stasi Santo Fransiskus Xaverius Naimata,  Isodorus Lilijawa, menyampaikan ungkapan syukur dan rasa bangga atas perhatian berkelanjutan yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Kupang.

“Sebagai umat Stasi Naimata, saya merasa sangat bersyukur dan bahagia. Bapak Wali Kota sudah datang untuk ketiga kalinya, dan itu bukan sekadar kunjungan biasa tapi wujud kepedulian dan iman yang hidup. Beliau hadir bukan hanya untuk memberi bantuan, tetapi juga untuk menyapa, mendengar, dan melihat langsung kondisi kami,” tutur Isodorus.

Ia menilai, kehadiran Wali Kota pada hari Minggu, hari yang umumnya dihabiskan bersama keluarga, merupakan bentuk pelayanan publik yang tulus dan menginspirasi.

“Ini memberi semangat baru bagi kami, umat di sini, untuk terus mendukung program-program pemerintah seperti menjaga kebersihan lingkungan dan keterlibatan sosial lainnya,” lanjutnya.

Lebih dari sekadar menerima bantuan, umat Naimata mengaku terinspirasi oleh teladan kepemimpinan yang mau turun langsung dan hadir di tengah umat.

Isodorus menegaskan, umat akan terus mendoakan dan mendukung Wali Kota dan Wakil Wali Kota agar senantiasa diberi kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas.

“Kami percaya, esensi dari memimpin adalah melayani. Dan kami di Naimata akan selalu mendukung dan mendoakan Pak Wali agar bisa terus mewujudkan pemerintahan yang berpihak pada rakyat,” tandasnya. (MI)