Kelulusan SMP Negeri Keliwumbu Capai 100 Persen, Kepala Sekolah Ajak Siswa Lanjutkan Pendidikan

 

Ende, nwartapedia.com  – SMP Negeri Keliwumbu kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang pendidikan. Seluruh siswa kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026 berhasil lulus dengan persentase kelulusan mencapai 100 persen.

Kepala SMP Negeri Keliwumbu, Markus Aku, S.Pd., kepada media ini, Selasa (2/6/2026), menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras siswa, dukungan orang tua, serta dedikasi para guru dalam mendampingi proses pembelajaran selama tiga tahun terakhir.

Dari total 36 peserta ujian yang terdiri atas 13 siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan, seluruhnya dinyatakan lulus berdasarkan hasil sidang dewan guru yang dilaksanakan pada 1 Juni 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah melalui proses evaluasi dan penilaian yang objektif sesuai ketentuan yang berlaku.

“Setelah melalui proses pendidikan selama tiga tahun dan penilaian yang objektif terhadap seluruh peserta didik, sidang dewan guru menetapkan bahwa siswa-siswi SMP Negeri Keliwumbu Angkatan XI Tahun Pelajaran 2025/2026 dinyatakan lulus 100 persen,” ujar Markus Aku.

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik siswa, sekolah memberikan piagam penghargaan kepada 10 lulusan terbaik.

Posisi pertama diraih oleh Maria Magdalena Mbu dengan total nilai 949 dan rata-rata 86,27. Peringkat kedua ditempati Kanisius Putra Balo dengan total nilai 945 dan rata-rata 85,95, sedangkan posisi ketiga diraih Childayana Pe Mbena dengan total nilai 940 dan rata-rata 85,48.

Selain ketiga siswa tersebut, penghargaan juga diberikan kepada Michaela Devailar Sabu, Maria Yunita Riti, Ermelkrina Uja, Angelina Ngura, Maria Clarista Lengu, Maria Asri Dimitri Lanu, dan Benyamin Brekmans Jaghu yang masuk dalam daftar 10 besar lulusan terbaik tahun ini.

Pada kesempatan itu, Markus Aku mengingatkan para orang tua dan wali murid bahwa kelulusan dari jenjang SMP bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan anak-anak mereka.

Ia berharap seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA, SMK, atau sederajat.

“Pendidikan anak-anak kita belum selesai. Mereka harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Saya berharap tidak ada satu pun dari 36 lulusan tahun ini yang berhenti sekolah karena mereka masih berada pada usia belajar dan masih memiliki masa depan yang panjang,” tegasnya.

Ia juga berpesan kepada para lulusan agar memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh orang tua dengan sebaik-baiknya.

Menurutnya, pendidikan merupakan modal penting untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan, serta membuka peluang meraih masa depan yang lebih baik.

“Kejarlah cita-cita dan raihlah mimpi kalian. Jagalah nama baik almamater di mana pun kalian melanjutkan pendidikan. Dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, kalian akan mampu bersaing dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komite SMP Negeri Keliwumbu, Ferdinandus Leve, menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah membimbing dan mendidik para siswa hingga berhasil menyelesaikan pendidikan di jenjang SMP.

Menurutnya, komite sekolah akan terus menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai program pendidikan guna menciptakan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Ia juga mengajak para orang tua untuk terus memberikan dukungan kepada anak-anak mereka agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu,

Ferdinandus berharap masyarakat tetap memberikan kepercayaan kepada SMP Negeri Keliwumbu sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berkomitmen mencetak sumber daya manusia berkualitas.

Keberhasilan kelulusan 100 persen ini menjadi bukti nyata komitmen SMP Negeri Keliwumbu dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda yang siap melanjutkan pendidikan dan berkontribusi bagi pembangunan daerah di masa mendatang. (MI)




Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Undana Perkuat Nasionalisme dan Karakter Mahasiswa

Kupang,nwartapedia.com  –  Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Gedung Rektorat Undana, Kupang, Senin (1/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, dan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan kampus.

Upacara berlangsung khidmat dengan dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale sebagai inspektur upacara. Kegiatan ini dihadiri para wakil rektor, dekan, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Undana.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.

Dalam amanatnya, Rektor Undana membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang menegaskan pentingnya Pancasila sebagai landasan moral dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk.

Pidato tersebut menyoroti peran strategis Pancasila dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, agama, dan bahasa yang dimiliki Indonesia.

Selain itu, nilai-nilai Pancasila juga dinilai relevan dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk dinamika geopolitik internasional yang terus berkembang.

Usai pelaksanaan upacara, Prof. Jefri Bale menegaskan bahwa Pancasila telah terbukti mampu menjadi fondasi kokoh bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan sejarah.

Karena itu, seluruh sivitas akademika Undana diharapkan tidak hanya memahami Pancasila secara teoritis, tetapi juga mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. *




Pemkot Kupang Ingatkan Warga Waspada Penipuan Catut Nama Wali Kota Christian Widodo

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat publik.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul beredarnya pesan WhatsApp dari nomor 0823 6452 4574 yang mengaku sebagai Wali Kota Kupang, Christian Widodo.

Dalam pesan yang beredar, pelaku menyampaikan arahan terkait rencana kunjungan mantan Presiden Joko Widodo ke Kota Kupang.

Tidak hanya itu, nomor tersebut juga mengirimkan dokumen yang berisi permintaan atau penggalangan dana yang dikaitkan dengan kegiatan tersebut.

Pemerintah Kota Kupang menegaskan bahwa nomor WhatsApp tersebut bukan milik Wali Kota Kupang dan seluruh informasi yang disampaikan melalui nomor tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap pesan, telepon, maupun permintaan bantuan yang mengatasnamakan Wali Kota Kupang atau pejabat pemerintah lainnya tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Pemkot Kupang juga mengimbau warga agar tidak memberikan data pribadi, mentransfer uang, maupun menindaklanjuti permintaan apa pun yang berasal dari nomor tidak dikenal yang mengaku sebagai pejabat publik.

Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan nomor atau akun lain yang mencatut nama Wali Kota Kupang maupun pejabat pemerintah untuk tujuan penipuan.

“Penting bagi masyarakat untuk selalu cerdas dalam berliterasi digital, memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayainya, serta aktif melaporkan konten atau pesan yang terindikasi hoaks dan penipuan,” demikian imbauan Pemerintah Kota Kupang.

Pemkot Kupang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyebaran informasi palsu dengan menerapkan prinsip cek informasi, verifikasi sumber, dan laporkan hoaks demi menjaga keamanan serta ketertiban di ruang digital. *




Gus Ipul: Data Akurat dan Sekolah Rakyat Kunci Pengentasan Kemiskinan di NTT

Kupang, nwartapedia.com – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa data yang akurat, bantuan yang tepat sasaran, dan program Sekolah Rakyat merupakan tiga pilar penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas menuju kemandirian ekonomi.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 dan kegiatan Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Tahun 2026 di Aula El Tari Kupang, Minggu (31/5/2026).

Gus Ipul menjelaskan, pemerintah saat ini tengah memperluas pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

Di NTT, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang telah beroperasi dan menampung 100 siswa yang seluruhnya berasal dari keluarga kategori Desil 1 dan 2 DTSEN.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat miskin agar memperoleh akses pendidikan yang layak.

Ia juga menegaskan sekolah harus bebas dari kekerasan, perundungan, intoleransi, korupsi, dan pungutan liar.

Sementara itu, Kepala SRMP 19 Kupang, Felipina A. Kale, mengatakan mayoritas orang tua siswa bekerja sebagai petani penggarap dan tinggal di lahan yang bukan milik sendiri.

Selain pendidikan akademik, sekolah juga memberikan pendampingan psikososial untuk mengembangkan potensi siswa.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa NTT masih didominasi penduduk usia muda, sehingga memiliki peluang besar dalam pembangunan SDM.

Namun, perhatian terhadap lansia tetap diperlukan karena sebagian besar masih menjadi tulang punggung keluarga.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa keakuratan DTSEN menjadi dasar penting dalam penanggulangan kemiskinan.

Pemerintah Provinsi NTT, katanya, terus melakukan pembaruan data agar tidak ada warga miskin yang terlewat dari program bantuan pemerintah.

“Kita harus memastikan seluruh data akurat sehingga setiap program pembangunan dan bantuan sosial benar-benar tepat sasaran,” tegas Gubernur Melki. *




Pemprov NTT Terapkan Gerakan Jam Belajar Masyarakat, Anak Sekolah Diminta Belajar Pukul 18.00–19.30

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menerapkan Gerakan Jam Belajar Masyarakat melalui Pergub Nomor 24 Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat budaya belajar anak di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor Gubernur NTT, Jumat (29/5/2026).

Menurut Ambrosius, kebijakan ini lahir dari keprihatinan pemerintah terhadap masih rendahnya budaya belajar di rumah dan lingkungan masyarakat, serta meningkatnya distraksi aktivitas kurang produktif di luar jam sekolah.

“Pemerintah Provinsi NTT menghadirkan Gerakan Jam Belajar Masyarakat sebagai solusi bersama untuk membangun ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh,” ujarnya.

Dalam kebijakan tersebut, jam belajar masyarakat dilaksanakan setiap hari mulai pukul 18.00 hingga 19.30 waktu setempat.

Waktu tersebut diperuntukkan bagi anak-anak usia sekolah untuk belajar, membaca, mengerjakan tugas sekolah, melakukan kegiatan literasi, serta pengembangan diri yang positif.

Ambrosius menjelaskan, tujuan utama gerakan ini yakni menciptakan suasana belajar yang kondusif di rumah dan lingkungan masyarakat, membiasakan anak memiliki waktu belajar yang disiplin dan teratur, meningkatkan literasi serta minat baca, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berdaya saing.

“Kami ingin budaya belajar menjadi gerakan sosial masyarakat, bukan hanya tanggung jawab sekolah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bersifat edukatif dan persuasif, bukan pembatasan sosial terhadap masyarakat. Pelaksanaannya tetap memperhatikan kegiatan keagamaan, budaya lokal, kondisi sosial masyarakat, hingga dinamika kehidupan keluarga.

Pemerintah juga mendorong partisipasi aktif masyarakat secara sukarela dan sadar demi keberhasilan program tersebut.

Dalam implementasinya, seluruh elemen masyarakat dilibatkan. Orang tua diminta mendampingi serta mengawasi anak selama jam belajar berlangsung dan menciptakan suasana rumah yang tenang.

Sementara sekolah dan guru diharapkan memberikan penguatan literasi dan tugas yang mendukung pembelajaran mandiri. Pemerintah desa dan kelurahan berperan mengedukasi masyarakat serta membantu pengawasan lingkungan.

Tokoh agama dan tokoh masyarakat juga diharapkan menjadi teladan dan penggerak budaya belajar di tengah masyarakat, sedangkan media massa diminta mendukung penyebaran informasi dan edukasi publik secara positif.

Pemerintah Provinsi NTT berharap gerakan ini mampu membentuk kebiasaan belajar yang disiplin dan konsisten bagi anak-anak, menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih tertib dan kondusif, serta mengurangi aktivitas negatif anak di luar rumah pada malam hari.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat memperkuat fondasi sumber daya manusia unggul menuju NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT, Odermaks Sombu, mengajak seluruh orang tua di NTT untuk mendukung kebijakan tersebut dengan mendampingi anak-anak pada waktu belajar yang telah ditetapkan.

“Diharapkan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya para orang tua yang memiliki anak sekolah, dapat mendukung gerakan ini dengan mendampingi anak-anak pada jam belajar,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTT juga membuka ruang dialog, masukan, serta partisipasi publik dalam implementasi kebijakan tersebut agar Gerakan Jam Belajar Masyarakat benar-benar tumbuh menjadi gerakan bersama demi masa depan pendidikan NTT yang lebih baik. *




PW Persis NTT Gelar Pemotongan Hewan Kurban di Noelbaki, Perkuat Toleransi Antarumat Beragama

Oelamasi, nwartapedia.com – Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW Persis) Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban 1447 Hijriah pada Kamis (28/5/2026) atau bertepatan dengan 11 Zulhijjah 1447 H di wilayah Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua sekaligus penanggung jawab kegiatan, Al Ustaz Muallim Chaniago, S.Ag., M.Pd. Ia menjelaskan bahwa hewan kurban yang disembelih merupakan bantuan murni dari anggota DPD RI, Ustaz KH Muhammad Nuh, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Persis Bangil (IKAPB).

Menurut Muallim Chaniago, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus sarana memperkuat nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

“Kegiatan kurban ini bukan hanya sebagai pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Noelbaki dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena daerah tersebut dikenal sebagai salah satu ikon toleransi dan moderasi beragama di Kabupaten Kupang. Masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut hidup berdampingan dengan damai meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda.

Dalam proses pembagian daging kurban, panitia tidak hanya menyalurkannya kepada warga Muslim, tetapi juga kepada warga Nasrani yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan. Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat karena mencerminkan semangat berbagi dan kepedulian sosial yang menjadi nilai utama dalam perayaan Iduladha.

“Daging kurban tidak hanya dibagikan kepada kaum Muslimin, tetapi juga kepada tetangga sekitar yang beragama Nasrani sebagai bentuk kebersamaan dan penghormatan antarumat beragama,” jelasnya.

Data yang disampaikan panitia menunjukkan bahwa wilayah Noelbaki dihuni sekitar 300 kepala keluarga (KK), dengan sekitar 75 KK di antaranya merupakan keluarga Muslim. Meski demikian, kehidupan sosial masyarakat berlangsung harmonis dan penuh rasa saling menghargai.

“Alhamdulillah, kehidupan sosial kemasyarakatan di Noelbaki selalu rukun. Hampir tidak pernah terjadi keributan atau konflik yang berkaitan dengan perbedaan agama maupun latar belakang masyarakat,” tambah Muallim Chaniago.

Melalui kegiatan kurban ini, PW Persis NTT berharap semangat berbagi, persaudaraan, serta toleransi yang telah terjalin di Noelbaki dapat terus dipelihara dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan saling menghormati. (MI)




Deken Malaka Soroti Lonjakan Pemulangan Jenazah PMI Non Prosedural, Ajak Warga Waspada

Malaka, nwartapedia.com  – Peningkatan kasus pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia non prosedural asal Kabupaten Malaka menjadi perhatian serius Gereja. Pater Hironumimus Moensaku, SVD, selaku Deken Malaka, menyampaikan keprihatinan atas kondisi tersebut yang terus terjadi dalam tiga tahun terakhir.

Menurutnya, tekanan ekonomi keluarga dan kurangnya pemahaman masyarakat soal prosedur resmi menjadi pemicu utama. Banyak warga tergoda iming-iming kerja luar negeri cepat dan menguntungkan, padahal berisiko tinggi.

“Kita harus berpikir objektif. Kalau mau kerja ke luar negeri, pastikan lewat jalur resmi dengan dokumen lengkap. Itu satu-satunya cara agar aman,” kata Pater Hironumimus saat ditemui di Malaka.

Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya pada ajakan oknum tak bertanggung jawab. Pengecekan dan klarifikasi wajib dilakukan sebelum mengambil keputusan.

“Jangan cepat tergiur. Filter setiap informasi yang beredar di media sosial. Kita tidak boleh jadi korban perdagangan orang di daerah sendiri,” tegasnya.

Pater Deken juga mengajak umat mendukung upaya pemerintah memberantas human trafficking. Ia menekankan bahwa jalur resmi memang lebih panjang, tetapi menjamin perlindungan hukum dan keselamatan pekerja.

“Mari kita lindungi warga kita bersama. Migrasi aman itu bukan pilihan, tapi kebutuhan,” pungkasnya.

Kasus yang terus berulang diharapkan menjadi titik balik bagi masyarakat Malaka untuk lebih selektif dan memilih jalur migrasi yang legal serta terlindungi.*




KBP2 Polri Sumba Timur Peringati HUT ke-6 Lewat Aksi Sosial dan Komitmen Jaga Kamtibmas

Waingapu, nwartapedia.com – Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBP2) Resor Sumba Timur merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar rangkaian kegiatan sosial di Lapangan Sandalwood Waingapu, Kamis (28/5/2026).

Acara puncak ditandai dengan Deklarasi Sitkamtibmas dan Bakti Sosial yang menyasar peningkatan kebersihan lingkungan serta kesehatan masyarakat di Kabupaten Sumba Timur.

Momentum ini juga dimanfaatkan untuk menyalurkan bantuan sosial kepada para purnawirawan dan warakawuri Polri.

Ketua KBP2 Polri Resor Sumba Timur, Moses Kopong, yang sehari-hari menjabat Kasie Propam Polres Sumba Timur, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian institusi terhadap masyarakat.

“Kami ingin mendorong kesadaran bersama bahwa lingkungan bersih dan sehat adalah tanggung jawab kita semua. Melalui aksi ini, kami ajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan sekitar,” ujar Moses.

Selain fokus pada lingkungan, bantuan sosial diberikan untuk mempererat hubungan kekeluargaan di internal Polri.

“Kepedulian kepada sesama, terutama kepada keluarga besar Polri yang telah purna tugas, harus terus dijaga,” tambahnya.

Dalam deklarasi Sitkamtibmas, Moses menekankan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas polisi.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Sumba Timur bersinergi dengan Polres untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

“Dengan kerja sama yang solid, Sumba Timur bisa menjadi daerah yang nyaman bagi semua warga,” tegasnya.

Kegiatan bertema *“Indahnya Berbagi, Wujud Nyata Kepedulian untuk Sesama”* ini diharapkan menjadi pemicu semangat gotong royong. Pihak panitia berharap aksi serupa rutin digelar untuk memperkuat hubungan Polri dan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas wilayah. *




Tokoh Peternak Pandawai Ajak Tolak Eksploitasi Ilegal Kuda Sandelwood Demi Kelestarian Populasi

Pandawai, nwartapedia.com — Stefanus Pekuwali, tokoh masyarakat sekaligus pelaku usaha peternakan hewan besar di Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, mengajak seluruh peternak lokal untuk bersama-sama menolak berbagai praktik eksploitasi ilegal terhadap Kuda Sandelwood yang dinilai mengancam keberlanjutan populasi ternak endemik kebanggaan Pulau Sumba.

Menurut Stefanus, maraknya pengiriman ternak yang tidak sesuai prosedur, manipulasi dokumen, penjualan indukan betina produktif, hingga pengapalan kuda yang belum memenuhi syarat umur dan berat badan menjadi ancaman serius bagi masa depan peternakan di daerah tersebut.

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap upaya manipulasi administrasi di lapangan. Menjual betina produktif dan memalsukan dokumen hanya demi keuntungan sesaat adalah tindakan yang merusak masa depan peternakan kita sendiri,” tegas Stefanus Pekuwali saat ditemui di kawasan sentra peternakan Pandawai.

Ia menegaskan bahwa seluruh regulasi yang telah diterbitkan pemerintah daerah perlu didukung bersama sebagai upaya menjaga kelestarian plasma nutfah Kuda Sandelwood sekaligus menciptakan tata niaga yang sehat dan harga yang lebih adil bagi para peternak.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Stefanus menyatakan siap menggunakan pengaruhnya untuk memberikan edukasi kepada peternak tradisional agar tidak terjebak dalam praktik ijon maupun bujuk rayu spekulan ternak ilegal yang merugikan masyarakat dalam jangka panjang.

Selain itu, ia juga mendorong adanya pengawasan mandiri di tingkat masyarakat dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas pergerakan ternak yang mencurigakan, terutama pengangkutan ternak pada malam hari yang berpotensi melanggar aturan.

“Kita harus memutus rantai penyelundupan sejak dari hulu. Tujuan kita sama, yaitu membangun bisnis ternak yang legal, aman, dan menguntungkan bagi semua pihak tanpa merusak adat dan melanggar hukum negara,” ujarnya.

Stefanus turut mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan aparat kepolisian, khususnya Polresta Kupang dan Polres Sumba Timur, dalam mengawal jalur distribusi ternak serta memperketat pemeriksaan di pelabuhan dan karantina hewan.

Melalui gerakan bersama ini, Stefanus berharap Kecamatan Pandawai dapat menjadi contoh penerapan tata niaga ternak yang sehat dan berkelanjutan di Kabupaten Sumba Timur.

Ia meyakini sinergi antara pelaku usaha, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan akan mampu menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban, sekaligus menjamin Kuda Sandelwood tetap menjadi simbol kebanggaan, kemakmuran, dan kejayaan masyarakat Sumba bagi generasi mendatang. **




Masjid Darussalam Sikumana Salurkan Daging Kurban untuk Warga dan Perkuat Semangat Kebersamaan di Idul Adha 1447 H

Kupang, nwartapedia.com – Masjid Darussalam Sikumana, Kota Kupang, kembali melaksanakan penyembelihan dan pembagian hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antarwarga di lingkungan sekitar masjid.

Ketua Panitia Iduladha Masjid Darussalam Sikumana, Swahidin Nuhaikan, mengatakan bahwa semangat berkurban merupakan implementasi dari keteladanan Nabi Ibrahim Alaihissalam yang mengajarkan keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, daging kurban yang diperoleh dari penyembelihan hewan kurban dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan agar manfaat Iduladha dapat dirasakan secara merata.

“Inti dari kurban adalah berbagi kepada sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang diajarkan dalam Islam,” ujar Swahidin kepada awak media, Kamis (28/5/2026).

Tahun ini, Masjid Darussalam menerima dan menyembelih 11 ekor sapi serta 5 ekor kambing. Salah satu hewan kurban sapi berasal dari bantuan BNI Kota Kupang, sementara sisanya berasal dari partisipasi jamaah dan para pekurban.

Daging kurban kemudian didistribusikan kepada warga di sekitar masjid, termasuk sebagian kepada masyarakat nonmuslim sebagai bentuk kebersamaan dan toleransi yang telah terjalin selama ini.

Swahidin berharap kegiatan kurban yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut dapat terus berjalan dan semakin memperkuat silaturahmi di tengah masyarakat.

Sementara itu, Imam Masjid Darussalam Sikumana, Haji Ramly Deny, menjelaskan bahwa ibadah kurban merupakan salah satu syariat Islam yang memiliki nilai ibadah sekaligus nilai sosial yang sangat besar.

Ia menegaskan bahwa kurban tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi jalan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu memperoleh asupan gizi yang lebih baik melalui pembagian daging kurban.

“Kurban memiliki dampak yang luas. Selain menjadi ibadah, kegiatan ini juga membantu masyarakat dan memberikan manfaat ekonomi bagi para peternak yang mempersiapkan ternaknya untuk Iduladha,” jelasnya.

Menurut Ramly, meningkatnya kebutuhan hewan kurban setiap tahun turut memberikan peluang bagi peternak lokal untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usaha peternakan mereka.

Ia berharap kesadaran masyarakat untuk berkurban terus meningkat sehingga manfaat sosial dan ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kota Kupang.

“Semoga semangat berbagi dan kepedulian yang lahir dari ibadah kurban terus tumbuh sehingga membawa manfaat bagi umat dan masyarakat secara keseluruhan,” pungkasnya.