Wali Kota Kupang: Di Tengah Keterbatasan, Pembangunan Harus Tetap Jalan

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Dokter Christian Widodo menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus mendorong pembangunan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

Hal ini disampaikannya usai menutup kegiatan Utsawa Dharmagita ke-10 tingkat Kota Kupang yang digelar di Hotel Kristal, Sabtu (18/10/2025).

Dalam konferensi pers bersama awak media, Wali Kota menyampaikan bahwa kondisi fiskal yang terbatas bukan hanya dirasakan Kota Kupang, namun juga hampir semua daerah di Indonesia.

“Memang benar, ada penyesuaian anggaran dari pusat karena berbagai program prioritas nasional. Tapi itu hal yang wajar. Sekarang tinggal bagaimana kita bisa tetap bergerak maju dengan inovasi dan kreativitas,” ujarnya.

Dana Transfer Rp24 Miliar, Daerah Dituntut Kreatif

Tahun ini, Kota Kupang menerima dana transfer ke daerah (TKD) sekitar Rp24 miliar. Dana tersebut mencakup Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), block grant, dan insentif fiskal.

“Anggaran ini memang tidak besar, tapi bukan berarti kita harus berhenti. Justru ini jadi tantangan agar kita lebih kreatif mencari solusi,” tambahnya.

Wali Kota menekankan bahwa kunci utama adalah mengubah cara pandang pemerintah daerah, dari sekadar menunggu anggaran pusat menjadi lebih proaktif dalam menggali potensi lokal.

Parkir Digital: Langkah Awal Penataan Kota

Salah satu langkah inovatif yang akan diterapkan pada 2026 adalah digitalisasi sistem parkir. Kota Kupang akan menerapkan sistem parkir berbasis barcode di kawasan percontohan, dimulai dari kalangan ASN dengan sistem langganan tahunan.

“Kita sedang siapkan sistem parkir berbasis barcode. Ini akan jadi pilot project untuk kawasan tertentu. Kalau ingin kota ini tertib, kita harus mulai dari hal-hal kecil,” jelasnya.

Menurutnya, setiap perubahan memang menimbulkan tantangan. Namun, sebagai pemimpin, keberanian mengambil keputusan yang berpihak pada masyarakat harus diutamakan.

“Kalau tujuannya untuk kebaikan bersama, kita harus berani. Untuk apa kita diberi amanah kalau tidak berani membuat perubahan?” tegasnya.

Proyek Jalan dan Drainase Dimulai Akhir Tahun Ini

Wali Kota juga memastikan bahwa beberapa proyek fisik, seperti perbaikan jalan dan sistem drainase, sudah masuk dalam APBD Perubahan 2025 dan akan mulai dikerjakan dalam waktu dekat.

“Pekerjaan akan dimulai sekitar bulan depan, setelah tender selesai. Tapi karena keterbatasan anggaran, tidak semua bisa dikerjakan tahun ini. Beberapa proyek kita alihkan ke tahun 2026,” ungkapnya.

Sejumlah titik yang dianggap prioritas sudah ditinjau langsung dan siap untuk dikerjakan. Proyek dengan kebutuhan anggaran besar akan diatur ulang dalam perencanaan tahun berikutnya.

“Yang mendesak kita kerjakan dulu. Yang belum, kita jadwalkan di tahun depan sesuai kemampuan fiskal,” jelasnya.

Kolaborasi Jadi Kunci di Tengah Keterbatasan

Mengakhiri keterangannya, Wali Kota kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong dan berkolaborasi membangun Kota Kupang, mengutip semangat “Ayo Bangun NTT” yang digaungkan Gubernur NTT.

“Kata ‘ayo’ itu sederhana, tapi maknanya dalam. Artinya kita tidak bisa berjalan sendiri. Di tengah keterbatasan, kita harus semakin kompak dan saling mendukung,” pungkasnya. (MI)




PDAM Kota Kupang Jalin Kolaborasi dengan BWS Nusa Tenggara II: Dua Sumur Bor Siap Dibangun Tahun 2026

Kupang,nwartapedia.com  — Dalam semangat memperkuat pelayanan air minum di Kota Kupang, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, memimpin kunjungan resmi ke Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II pada Jumat pagi (17/10/2025) pukul 09.00 WITA.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala BWS Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, bersama sejumlah pejabat terkait.

Hadir pula mendampingi Direktur Isidorus, Kepala Bagian Teknik, Administrasi dan Keuangan, serta Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) Perumda.

“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan berbagai agenda penting yang berkaitan dengan urusan air minum di Kota Kupang,” ujar Isidorus kepada media ini usai pertemuan.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah proses perizinan sumber air permukaan di Oeba, yang saat ini sedang diurus oleh Perumda Kota Kupang.

Menurut Isidorus, isu ini merupakan urusan kewenangan antara pemerintah kota dan BWS, sehingga memerlukan koordinasi intensif dan dukungan penuh dari Balai Wilayah Sungai.

Tak hanya itu, Isidorus juga menyampaikan kebutuhan Perumda akan tambahan sumber air melalui program pembangunan sumur bor dari program T2T (Teknologi Tepat Guna) BWS.

“Syukurlah, kunjungan kami disambut sangat baik oleh Pak Kepala Balai. Bahkan, beliau menyatakan komitmennya untuk membantu membangun dua sumur bor bagi Perumda Air Minum Kota Kupang pada tahun anggaran 2026,” ungkap Isidorus dengan penuh rasa syukur.

Untuk mendukung rencana tersebut, BWS telah meminta Perumda agar segera mempersiapkan seluruh persyaratan teknis, termasuk pembebasan lahan, memastikan debit air yang mencukupi, dan kelengkapan dokumen lainnya agar program ini tidak terkendala saat pelaksanaan.

Isidorus menegaskan bahwa kolaborasi merupakan kunci keberhasilan pelayanan publik, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih.

“Perumda tidak bisa berjalan sendiri. Dengan segala keterbatasan dana, infrastruktur, dan SDM, kami sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Kolaborasi dengan BWS ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi dapat membawa dampak positif,” katanya.

Sebagai penutup, Isidorus menyebut bantuan pembangunan dua sumur bor dari BWS ini merupakan “kado terindah” dalam masa kepemimpinannya yang belum genap tiga minggu sebagai Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Ini momen berharga bagi saya dan seluruh tim. Kami berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama yang baik demi pelayanan air bersih yang lebih baik untuk masyarakat Kota Kupang. Terima kasih kepada Bapak Kepala BWS dan seluruh jajaran,” pungkasnya. (MI)




Deputi Menko PMK Tinjau Posyandu di TDM Kupang, Soroti Pencegahan Stunting Sejak Dini

Kupang,nwartapedia.com — Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M, meninjau langsung pelaksanaan posyandu di Aula Gereja St. Petrus Rasul, Kelurahan TDM, Kota Kupang, Jumat (17/10/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau aktivitas posyandu bagi anak balita dan ibu hamil serta mendorong optimalisasi layanan kesehatan dasar di tingkat komunitas.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekda Kota Kupang Jeffry Pelt, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya, serta pejabat dari Dinas Kesehatan dan kader posyandu.

Dalam sambutannya, Sekda Jeffry menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat, yang menurutnya menjadi bukti nyata sinergi dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia.

“Program nasional penurunan stunting telah kami terjemahkan dalam berbagai program daerah, dan terus diperkuat di semua OPD,” kata Jeffry.

Plt Sekretaris Dinkes Kota Kupang, Ngurah Suarnawa, melaporkan bahwa angka stunting di Kota Kupang per Agustus 2025 masih berada di angka 29% atau 3.377 kasus.

Ia menjelaskan sejumlah langkah telah dilakukan, termasuk peningkatan kapasitas kader dan pemantauan pertumbuhan secara rutin di 369 posyandu aktif di Kota Kupang.

Deputi Sukadiono menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Menko PMK Pratikno, dan menegaskan bahwa prevalensi stunting di NTT masih menjadi perhatian nasional.

“NTT masih di angka 37%, dan Kota Kupang 28%. Pemerintah daerah perlu mengoptimalkan layanan pemantauan balita dan ibu hamil, serta edukasi gizi sejak usia remaja,” ujar Sukadiono.

Ia mendorong agar dinas kesehatan di semua tingkatan terus mengedukasi remaja putri dan calon pengantin untuk mencegah stunting sejak sebelum kehamilan.

“Kita butuh peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader posyandu, serta dukungan penuh dari pemda dalam program gizi gratis yang terintegrasi,” tegasnya.

Selain meninjau langsung layanan posyandu, rombongan dari Kemenko PMK juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga dan mainan edukatif untuk anak-anak yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memperkuat intervensi langsung di lapangan dalam penanganan stunting secara menyeluruh dan berkelanjutan. ***




Wagub NTT Buka Rakerda PCI 2025: Dorong Sinergi Menuju Prestasi di PON 2028

Kupang, nwartapedia.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan dunia olahraga, khususnya cabang Cricket.

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, saat membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persatuan Cricket Indonesia (PCI) NTT Tahun 2025 yang digelar di Hotel Harper, Kupang, Jumat (17/10/2025).

Rakerda tahun ini mengangkat tema:
“Membangun Sinergi Antara Atlet, Pelatih, Pengurus, dan Pemerintah dalam Rakerda Menuju NTT Emas pada PON 2028.”

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh penting nasional dan daerah, antara lain Ketua Dewan Pembina PCI Pusat Aziz Syamsudin, Ketua Umum Pengurus Pusat PCI Abhiram Singh Yadav, Ketua Umum PCI NTT Inche Sayuna, Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto, Rektor UKAW Mesach Daniel Beeh, Ketua Sinode GMIT Pdt. Eben Nubantimo, Sekretaris Dispora NTT Karel Muskanan, serta para pengurus, pelatih, atlet Cricket NTT, dan siswa-siswi dari Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata.

Dalam sambutannya, Wagub Johni Asadoma menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi NTT melihat olahraga bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi sebagai sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan semangat juang generasi muda.

“Pembinaan olahraga, termasuk Cricket, harus dibangun lewat sistem berkelanjutan dari pencarian bakat, pelatihan, pendampingan, hingga penyediaan fasilitas latihan yang memadai,” tegas Johni.

Ia mengakui, meskipun cabang olahraga Cricket di NTT masih dalam tahap berkembang dengan keterbatasan fasilitas dan sumber daya, tetapi semangat dan capaian para atlet sudah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.

Sebagai mantan atlet nasional dan peraih medali emas SEA Games 1983, Johni Asadoma membagikan pengalamannya tentang pentingnya kerja keras dan disiplin.

Ia berpesan kepada para atlet muda untuk menjauhi gaya hidup tidak sehat dan fokus pada latihan serta pendidikan.

“Saya bisa lolos ke Olimpiade Los Angeles 1984 karena latihan lima kali sehari, disiplin tinggi, dan tidak mudah menyerah. Kalian juga harus jaga makan, jauhi rokok dan minuman keras, dan tetap tekun berdoa,” pesan Johni.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendidikan formal sebagai bekal masa depan atlet.

“Bakat olahraga penting, tapi jangan lupakan sekolah. Prestasi di lapangan harus dibarengi dengan prestasi di kelas,” tambahnya.

Wagub Johni juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah membantu pengembangan Cricket di NTT, termasuk Universitas Kristen Artha Wacana Kupang yang telah menyediakan fasilitas berupa lapangan Cricket.

“Terima kasih kepada PCI Pusat, PCI NTT, UKAW, dan semua pihak yang bekerja dalam senyap namun menghadirkan fasilitas yang sangat penting bagi kemajuan Cricket di NTT,” ujar Johni.

Ia mengingatkan pentingnya soliditas dan kolaborasi antarpengurus.

“Jangan sampai ada ego sektoral yang merusak tim. Olahraga tidak bisa dibangun oleh satu orang saja, tetapi oleh semangat bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PCI NTT Inche Sayuna menyampaikan komitmennya bahwa tim Cricket NTT siap berlaga dan memberikan yang terbaik pada PON 2028 yang akan diselenggarakan di NTT dan NTB.

“Kami punya tim, pelatih, dan pengurus yang kompeten. Beberapa dari kami adalah mantan atlet nasional. Kami siap mempersembahkan emas untuk NTT,” tegas Inche.

Ia juga mengumumkan bahwa tahun depan PCI NTT akan menyelenggarakan Piala Gubernur Cricket NTT, sebuah turnamen nasional sebagai ajang penjaringan bakat dan memperkenalkan Cricket lebih luas di kalangan pelajar dan masyarakat.

Rakerda 2025 juga menjadi momentum peluncuran Komodo International Cricket Ground yang berlokasi di Oebolo, Kabupaten Kupang. Fasilitas ini menjadi simbol keseriusan PCI NTT dalam menyediakan sarana latihan bagi atlet-atletnya.

“Ini bukti nyata bahwa kami bukan hanya bicara, tapi bekerja,” ucap Inche penuh semangat.

Wakil Gubernur Johni Asadoma secara resmi membuka Rakerda PCI NTT 2025 dengan ajakan untuk terus menumbuhkan budaya olahraga yang menjunjung tinggi nilai karakter, kerja sama, dan semangat juang.

“Dengan semangat Olahraga Membangun Karakter, Sinergi Membangun Prestasi, mari kita bawa Cricket NTT melangkah lebih jauh, hingga ke pentas nasional dan internasional,” tutup Johni.

“Ayo Bangun Cricket NTT, Menuju NTT Emas di PON 2028! Ayo Bangun NTT!” ***




Melintasi Ombak, Membawa Kasih: Ziarah Cinta Uskup Agung ke Pulau Ndao

Rote Ndao, nwartapedia.com — Ombak tidak mampu menghalangi langkah kasih. Rabu pagi, 16 Oktober 2025, sebuah perahu kecil menantang gelombang di lautan selatan Pulau Ndao, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Di atasnya, berdiri tegap sosok berjubah putih. Bukan pelancong. Bukan pejabat. Ia adalah Mgr. Hironimus Pakaenoni, Uskup Agung Kupang, yang datang membawa sapaan kasih bagi umat Katolik di pulau terpencil itu.

Momen kedatangan beliau terekam dalam video yang kini tersebar luas di kalangan umat. Terlihat Mgr. Hironimus turun dari perahu dibantu para nelayan dan warga setempat, sementara deburan ombak tak berhenti menghempas. Namun wajahnya tenang mencerminkan keteguhan seorang gembala sejati.

“Beliau datang bukan membawa perintah, tapi membawa pelukan kasih,” ujar Pastor Erick Fkun, Pr, yang setia mendampingi perjalanan pastoral tersebut.

Kunjungan ini menjadi perwujudan nyata dari moto kegembalaan Mgr. Hironimus: “Pasce Oves Meas”Gembalakanlah domba-domba-Ku (Yoh. 21:17).

Di tengah keterbatasan dan kesunyian pulau kecil yang dikelilingi lautan biru, sang uskup tidak hanya memimpin misa dan mendoakan umat, tetapi juga duduk bersama mereka, mendengar kisah hidup, perjuangan, dan harapan yang tersembunyi di balik senyum mereka.

“Uskup datang bukan untuk dilayani, tapi untuk melayani,” kata seorang ibu paroki dengan suara bergetar.

“Kami merasa diperhatikan, diingat… dan itu artinya segalanya bagi kami.”tambahnya.

Di kapela kecil di tepi pantai, homilinya sederhana, namun sarat makna. Mgr. Hironimus mengajak umat untuk tidak menyerah dalam menghadapi tantangan hidup, dan terus percaya bahwa kasih Tuhan melintasi segala batas: “Kasih Allah menyeberangi laut, melampaui badai, dan sampai kepada hati yang berserah.”

Umat Ndao pun menanggapi dengan air mata dan hati yang terbuka. Saat sang uskup menumpangkan tangan dan berdoa bagi anak-anak, orang sakit, hingga para nelayan, suasana berubah hening dan penuh haru. Banyak yang tidak mampu berkata-kata, hanya diam dalam tangis syukur.

Kunjungan pastoral ini bukan sekadar perjalanan, tetapi menjadi ziarah cinta. Ia meninggalkan jejak yang tidak kasat mata, namun terasa kuat: benih harapan, kekuatan iman, dan hangatnya perhatian seorang gembala yang sungguh hadir.

Ketika matahari mulai condong ke barat dan perahu kecil itu kembali menjauh dari dermaga, umat Ndao melambaikan tangan dengan senyum dan air mata.

Ia datang tanpa hiruk pikuk, dan pergi meninggalkan sesuatu yang lebih berarti Cinta yang tinggal. Harapan yang tumbuh.

Di tengah gemuruh ombak dan angin sore, pesan Sang Gembala masih bergema: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” (goe)




Retret Kepemimpinan Strategis: Inovasi Visioner BKD Provinsi NTT untuk Mewujudkan Birokrasi yang Satu Arah

Oleh: Dr. Frans Sales, S.Pd., MM
Kabid. Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora NTT

Kupang,nwartapedia.com  —  Dalam sejarah pemerintahan daerah, tidak banyak yang berani mengambil langkah berani dan inovatif dalam membina karakter dan kompetensi kepemimpinan birokrasi secara menyeluruh.

Namun, Pemerintah Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Jhoni Asadoma telah mematahkan kebekuan itu.

Melalui program Retret Kepemimpinan Strategis yang dijalankan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT, arah baru telah ditetapkan.

Ini bukan hanya inovasi administratif, melainkan sebuah gerakan transformasi budaya kerja birokrasi yang berani, progresif, dan menyentuh jantung persoalan: ketidaksamaan cara pandang dalam melayani rakyat.

Retret: Momentum Menyamakan Frekuensi Birokrasi

Retret, dalam makna dasarnya, adalah penarikan diri dari hiruk-pikuk rutinitas demi meresapi kembali nilai, arah, dan tujuan.

Retret bukan pelarian. Justru sebaliknya, ia adalah penyusunan ulang kompas moral dan mental para pemimpin yang mengemban amanah publik.

Dengan melibatkan lebih dari 600 pejabat struktural eselon II, III, dan IV dalam dua gelombang (27 September dan 8 Oktober 2025), Retret Kepemimpinan Strategis ini menunjukkan bahwa pembinaan aparatur sipil negara tidak cukup hanya lewat pelatihan teknis.

Dibutuhkan proses pendalaman nilai-nilai kepemimpinan, penguatan integritas, dan penyelarasan visi secara menyeluruh.

Dari Retret ke Reformasi Birokrasi

Selama ini, reformasi birokrasi sering hanya berhenti pada tataran dokumen atau indikator. Namun, melalui retret ini, Pemprov NTT menunjukkan bahwa reformasi birokrasi yang sejati dimulai dari dalam dari cara berpikir, cara bersikap, dan cara memaknai jabatan sebagai pelayanan.

Retret menjadi ruang aman untuk melakukan refleksi bersama, menyusun strategi lintas perangkat daerah, serta membangun kesepahaman utuh terhadap visi-misi Melki-Jhoni 2025–2030, yaitu Mewujudkan NTT yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan.

Provinsi Pertama, Langkah Pionir

Yang membanggakan, NTT menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengadopsi pendekatan retret kepemimpinan pejabat struktural, setelah sebelumnya dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming terhadap jajaran menteri Kabinet Merah Putih.

Hal ini menunjukkan bahwa NTT bukan hanya mengikuti arus perubahan nasional, tetapi berani menjadi pelopor inovasi di tingkat daerah.

Ini adalah sinyal bahwa pemerintah daerah mampu menyesuaikan diri dengan standar tinggi kepemimpinan nasional — bahkan menginspirasi provinsi lain.

Materi Strategis, Evaluasi Memuaskan

Kegiatan retret ini diperkaya dengan materi kepemimpinan strategis dari berbagai institusi kredibel, termasuk Kementerian Dalam Negeri, BPSDMD Provinsi Bali, Universitas Pertahanan (Unhan) Ben Mboy, Inspektorat, serta jajaran TNI dari Yonif 744 Atambua.

Hasil evaluasi oleh Universitas Pertahanan Ben Mboy pun menunjukkan nilai “sangat baik dan memuaskan”.

Ini mengonfirmasi bahwa pelaksanaan program tidak hanya simbolik, tetapi berkualitas dan tepat sasaran.

Penutup: Jangan Biarkan Retret Menjadi Sekadar Seremoni

Retret akan kehilangan maknanya jika tidak diikuti oleh implementasi nyata di lapangan. Oleh karena itu, penandatanganan komitmen bersama para pejabat struktural di akhir kegiatan merupakan langkah penting, namun bukan satu-satunya.

Kini, tantangan sesungguhnya justru baru dimulai. Apakah visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur bisa benar-benar dijalankan oleh seluruh ASN dengan semangat yang sama? Apakah kesepahaman yang dicapai selama retret bisa diinternalisasi hingga tingkat staf?

Jika ya, maka Retret Kepemimpinan Strategis ini akan tercatat sebagai tonggak sejarah baru birokrasi NTT — bukan hanya sebagai program, tetapi sebagai gerakan perubahan mentalitas pemerintahan yang sesungguhnya.

Ayo Bangun NTT!

Semangat besar sudah dinyalakan oleh Gubernur Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Jhoni Asadoma. Saatnya seluruh komponen pemerintahan dan masyarakat bergerak bersama.

Mari kita dukung bersama agar NTT benar-benar menjadi provinsi yang maju, sehat, cerdas, dan sejahtera secara berkelanjutan. Karena reformasi birokrasi bukan hanya urusan pemerintah, tapi juga harapan seluruh rakyat.

Tagline: Ayo Bangun NTT  ***




Pelantikan Sekda Kota Kupang, Wali Kota: Ini Bukan Jabatan, Ini Tanggung Jawab Besar untuk Kota Ini

Kupang nwartapedia.com  –  Pemerintah Kota Kupang resmi melantik Jefri Edward Pelt sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang dalam sebuah acara yang penuh makna di Balai Kota, Kamis sore (16/10/2025).

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan sambutan yang kuat, menyentuh, dan sarat pesan moral tentang arti kepemimpinan dan pelayanan publik.

Acara pelantikan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Kupang, pimpinan dan anggota DPRD Kota Kupang, Kapolresta, perwakilan instansi vertikal, tokoh agama, Ketua TP PKK Kota Kupang, para kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta insan pers.

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pelantikan dapat berlangsung lancar.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari BKD Provinsi NTT, BKPSDM Kota Kupang, panitia seleksi terbuka, hingga pihak-pihak pendukung lainnya.

Namun lebih dari itu, Wali Kota menegaskan bahwa jabatan Sekretaris Daerah bukan sekadar posisi administratif, tetapi tanggung jawab besar sebagai penggerak utama roda birokrasi kota.

“Hari ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah titik awal dari amanah besar. Sekda bukan hanya jabatan, tapi jembatan antara visi kepala daerah dan pelaksanaan di lapangan. Dia harus jadi pengarah, jadi navigator, dan sekaligus pelayan yang tulus,” tegas Wali Kota.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin birokrasi sejati harus berani mengambil keputusan, meski tidak selalu populer.

Ia berbicara secara terbuka tentang tantangan menjadi pemimpin: dikritik, disalahpahami, bahkan dikorbankan  tapi tetap harus kuat dan fokus pada pelayanan publik.

“Pemimpin sejati harus rela terluka, kadang dalam diam. Harus berani mengambil langkah yang benar, meski tak disukai. Karena yang kita perjuangkan bukan popularitas, tapi kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujar dr. Christian.

Di hadapan para ASN dan pejabat daerah, Wali Kota menyampaikan refleksi mendalam tentang makna kepemilikan dan tanggung jawab.

Ia mengajak semua pihak untuk tidak meremehkan amanah jabatan yang diberikan, karena semua itu bisa diambil kapan saja oleh Tuhan atau masyarakat.

“Jangan tunggu kehilangan dulu baru sadar apa yang kita punya. Kita tahu kita punya tanggung jawab, kita tahu kita dipercaya. Tapi kadang kita lupa amanah itu tidak abadi. Maka bekerjalah dengan hati, dengan dedikasi, dan dengan ketulusan,” pesannya penuh harap.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengucapkan selamat kepada Sekda Jefri Edward Pelt dan keluarganya. Ia berharap Sekda yang baru dapat menjadi contoh kepemimpinan birokrasi yang profesional, tegas, dan berintegritas.

“Mari kita wujudkan Kota Kupang yang semakin dekat dengan rakyat, semakin maju dalam pembangunan, dan semakin beriman dalam tindakan. Bukan hanya slogan, tapi lewat kerja keras dan keteladanan. Tuhan memberkati kita semua “pungkasnya. (MI)




Jefri Edward Pelt Dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com   — Pemerintah Kota Kupang resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang pada Kamis (16/10/2025).

Dalam pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut, Jefri Edward secara resmi ditetapkan sebagai Sekretaris Daerah Kota Kupang.

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Kupang yang menimbang, mengingat, dan memperhatikan sejumlah dokumen penting, antara lain:

  1. Surat Keputusan Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kota Kupang Tahun 2025 Nomor 12/DPPK/X/2025 tertanggal 2 Oktober 2025, tentang hasil akhir seleksi terbuka jabatan tersebut.
  2. Surat dari Kepala Badan Kepegawaian Nomor 19836/N.102.03-SD/2025 tertanggal 7 Oktober 2025, mengenai rekomendasi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama di Kota Kupang.
  3. Surat dari Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 800/2213.2 tertanggal 16 Oktober 2025, tentang persetujuan pengangkatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama Sekretaris Daerah Kota Kupang.

Berdasarkan keputusan tersebut, Jefri Edward, yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang, kini diangkat sebagai Sekretaris Daerah Kota Kupang. Ia tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan NIP 19690802 199603 1 003, berpangkat Pembina Utama Muda (IV/c).

Dalam pelantikan tersebut, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo secara resmi mengambil sumpah jabatan dan menyerahkan surat keputusan pengangkatan.

Kepada pejabat yang dilantik juga diberikan tunjangan jabatan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Pelantikan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan bahwa apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, maka akan dilakukan peninjauan kembali sebagaimana mestinya.

Dengan pelantikan ini, diharapkan Sekda yang baru dapat menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik secara optimal, serta memperkuat koordinasi antar perangkat daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Kota Kupang. (MI)




Awali Kepemimpinan, Perumda Air Minum Kota Kupang Teken PKS dengan Bank NTT

Kupang, nwartapedia.com –  Perumda Air Minum Kota Kupang dan Bank NTT resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Kamis (16/10/2025) di Kantor Pusat Bank NTT.

Penandatanganan ini menjadi momentum penting dalam mempererat kolaborasi antarinstansi daerah demi peningkatan pelayanan publik, khususnya dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang.

Direktur Dana sekaligus Plt Direktur Kredit Bank NTT, Hillarius Minggu, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kerja sama tersebut.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat dari jajaran baru Perumda Air Minum Kota Kupang yang langsung membangun komunikasi intensif sejak awal kepemimpinan.

“Hari ini kita melakukan PKS dengan PDAM Kota Kupang. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena kita bisa menandatangani perjanjian kerja sama ini. Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang selama ini sudah terjalin. Ke depan, kita ingin menjadi penyumbang PAD dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidoru Lilijawa, yang baru dua minggu dilantik, menyebut penandatanganan ini sebagai tonggak awal dalam membangun sinergi lintas sektor.

Ia hadir didampingi tiga kepala bagian  Administrasi dan Keuangan, Teknik, serta Satuan Pengawas Internal bersama tim Humas dan Hubungan Pelanggan.

“Dalam dua minggu pertama ini, saya lebih banyak membangun komunikasi ke luar karena kami sadar bahwa kami tidak cukup kuat untuk berjalan sendiri. Kami butuh mitra dan teman seperjalanan. Maka itu, kolaborasi ini menjadi langkah awal membangun ekosistem kerja sama yang sehat,” ungkap Isidoru.

Dalam hari yang sama, Perumda juga menerima serah terima 32 unit rumah dari developer Perumahan Bumi Naimata Indah, yang akan segera mendapatkan sambungan air dari Perumda. Isidoru menyebut kolaborasi dengan pihak ketiga seperti ini sangat penting untuk mempercepat layanan infrastruktur dasar kepada masyarakat.

“Kami berharap Bank NTT dapat menjadi fasilitator bagi pengembang perumahan di Kota Kupang. Untuk urusan air minum, percayakan kepada kami,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mendorong seluruh jajaran Perumda untuk menanamkan semangat pelayanan yang diusung Bank NTT, yaitu “melayani dengan sungguh”, sebagai prinsip kerja yang juga diterapkan di internal Perumda.

“Kita tidak bisa melayani dengan setengah hati. Perbaikan pipa, distribusi air bersih, dan kepuasan pelanggan adalah tanggung jawab utama. Kami ingin menjadikan kerja sama ini sebagai ruang terbuka bagi sinergi yang lebih luas ke depan,” tutup Isidoru.

Penandatanganan ini menjadi awal dari babak baru kerja sama strategis antara dua lembaga penting di Nusa Tenggara Timur, dengan harapan mendorong perbaikan layanan publik, memperluas akses air bersih, serta memperkuat kontribusi terhadap perekonomian daerah. (MI)




Perumda Air Minum Kota Kupang Resmi Kelola Infrastruktur Air Bersih di Perumahan Bumi Naimata Indah

Kupang nwartapedia.com  –  Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang kembali memperluas layanannya. Hari ini, Kamis (16/10/2025), telah dilangsungkan penandatanganan berita acara serah terima kepemilikan infrastruktur air bersih dari PT Gabriel Bangun Jaya kepada Perumda Air Minum Kota Kupang di Perumahan Bumi Nemata Indah.

Penandatanganan ini dilakukan langsung oleh Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, bersama tim, dan disaksikan oleh Direktur PT Gabriel Bangun Jaya, Maya L. Wila Tiro, selaku pengembang perumahan.

“Kami menyampaikan terima kasih atas inisiasi dan kolaborasi luar biasa dari Ibu Maya dan jajaran manajemen PT Gabriel Bangun Jaya. Mereka menyerahkan sepenuhnya pengelolaan air minum di Perumahan Bumi Nemata Indah kepada kami, terhitung mulai 1 November 2025,” ungkap Isidorus Lilijawa usai acara.

Perumahan Bumi Nemata Indah saat ini memiliki 32 unit rumah dengan sambungan air yang akan langsung dikelola oleh Perumda mulai bulan depan.

Yang menarik, selain pengelolaan, pihak pengembang juga menyerahkan seluruh aset infrastruktur air, seperti Reservoir berkapasitas 10.000 liter, 1 sumur bor, Pompa submersible kapasitas 1,5 Di, Panel listrik 600 VA, Jaringan perpipaan internal dan 30 sambungan rumah aktif.

Isidorus menilai langkah ini sebagai contoh sinergi ideal antara sektor swasta dan pemerintah dalam penyediaan layanan publik. Ia berharap, langkah serupa bisa diikuti oleh pengembang lainnya di Kota Kupang.

“Ini menjadi model kerja sama yang patut dicontoh. Para pengembang bisa fokus membangun perumahan, sementara pengelolaan air minum diserahkan kepada Perumda agar pelayanan lebih optimal dan terintegrasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi komitmen Maya L. Wila Tiro yang menyampaikan bahwa beberapa perumahan lain milik PT Gabriel Bangun Jaya juga akan diserahkan pengelolaannya kepada Perumda dalam waktu dekat.

Termasuk Lebih dari 100 unit di lokasi Penkase, 50 unit di Jati Regency dan 71 unit lainnya dalam proses. 

Sementara itu, Direktur PT Gabriel Bangun Jaya, Maya L. Wila Tiro, menyampaikan bahwa penyerahan ini dilakukan demi pengelolaan air bersih yang lebih profesional, efisien, dan memberikan dampak positif secara ekonomi.

“Air itu pada dasarnya milik negara. Jadi menurut kami, lebih baik dikelola oleh Perumda agar pengolahan air lebih maksimal, pelayanan lebih baik, dan juga bisa menambah pendapatan daerah,” ujarnya.

Maya juga berharap developer lain di Kota Kupang bisa melakukan hal serupa, agar manajemen air di kawasan perumahan bisa dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan sistem layanan pemerintah.

“Seluruh infrastruktur yang sudah kami bangun, dari sumber air sampai ke sambungan rumah, kami serahkan sepenuhnya kepada Perumda Air Minum Kota Kupang. Harapannya pelayanan akan semakin baik dan pemerintah bisa melakukan pemeliharaan secara optimal,” tambah Maya.

Dengan langkah ini, Perumda Air Minum Kota Kupang memperkuat peran strategisnya dalam penyediaan layanan air bersih, serta memperluas basis pelanggan untuk mendukung peningkatan pendapatan daerah. (MI)