Gubernur NTT Tegaskan  Fokus Sejahtera Bersama dalam Coffee Morning Bersama Media

Kupang,nwartapedia.com   – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkiades Laka Lena menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam mewujudkan Sejahtera Bersama melalui penguatan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Coffee Morning Gubernur NTT bersama media massa yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat (18/12/2025).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan dialogis tersebut, Gubernur menjelaskan bahwa kesejahteraan bersama merupakan salah satu program strategis Pemerintah Provinsi NTT pada tahun anggaran 2025.

Program ini secara khusus diarahkan untuk memastikan masyarakat NTT mendapatkan perlindungan sosial yang memadai, terutama di sektor kesehatan dan ketenagakerjaan.

“Kesejahteraan bersama adalah wujud kehadiran negara di tengah masyarakat. Kita ingin masyarakat NTT hidup sehat, produktif, dan terlindungi,” ujar Gubernur di hadapan para pimpinan dan jurnalis media massa.

Di tingkat daerah, implementasi kesejahteraan bersama diwujudkan melalui sejumlah program konkret, salah satunya Posyandu Tangguh.

Program ini bertujuan menciptakan masyarakat yang sehat serta menekan angka stunting di NTT. Pemerintah Provinsi juga mengalokasikan anggaran khusus dengan estimasi mencapai Rp10,8 miliar untuk mendukung jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi masyarakat.

Gubernur menjelaskan bahwa kebijakan daerah tersebut selaras dengan arah pembangunan nasional tahun 2025.

Kesejahteraan bersqma NTT sejalan dengan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto, yang menitikberatkan pada penguatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Lebih lanjut, Gubernur memaparkan sejumlah program prioritas nasional tahun 2025 yang turut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi NTT.

Di antaranya adalah Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang menargetkan 60 juta warga secara nasional dengan dukungan anggaran sekitar Rp4,7 triliun. Program ini diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai penyakit.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong penguatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan guna mencapai cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC).

Mulai 1 Oktober 2025, peserta BPJS Kesehatan juga diwajibkan mengisi skrining riwayat kesehatan sebagai langkah deteksi dini risiko penyakit tidak menular.

Melalui forum Coffee Morning tersebut, Gubernur NTT berharap sinergi antara pemerintah dan media massa dapat terus terjalin dengan baik, terutama dalam menyampaikan informasi pembangunan yang edukatif dan berimbang kepada masyarakat. (MI)




Wagub NTT Resmikan Puma Archery Club Venue dan Buka Turnamen Panahan Danlanud El Tari Cup 2025

Kupang, nwartapedia.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, meresmikan Puma Archery Club Venue sekaligus membuka secara resmi Turnamen Panahan Danlanud El Tari Cup 2025 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Provinsi NTT.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Panahan Lanud El Tari, Kupang, Kamis (18/12/2025) pagi.

Meski diguyur hujan, semangat Wakil Gubernur NTT tidak surut untuk menghadiri acara yang sebelumnya telah diikuti unsur Forkopimda NTT, keluarga besar Lanud El Tari Kupang, panitia penyelenggara, serta para peserta turnamen panahan dari berbagai kategori usia.

Dalam sambutannya, Wagub Johni Asadoma menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komandan Lanud El Tari atas diresmikannya Puma Archery Club Venue serta inisiatif penyelenggaraan Turnamen Panahan Danlanud El Tari Cup 2025.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Lanud El Tari dalam pembinaan dan pengkaderan atlet panahan di Provinsi NTT.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komandan Lanud El Tari yang telah menghadirkan Puma Archery Club Venue dan menginisiasi turnamen panahan ini. Kehadiran venue ini bukan hanya menambah sarana olahraga, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun pembinaan atlet yang berkelanjutan dan berkualitas,” ujar Wagub Johni.

Ia menegaskan bahwa peresmian Puma Archery Club Venue memiliki makna strategis, tidak sekadar sebagai fasilitas fisik, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter, disiplin, dan prestasi. Olahraga panahan, menurutnya, mengajarkan fokus, ketenangan, presisi, serta konsistensi.

“Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tema kegiatan hari ini, Archery for Focus and Consistency in All Aspects, yang menekankan pentingnya sportivitas dan konsistensi dalam peningkatan prestasi atlet panahan di NTT,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wagub Johni Asadoma menyebut keberadaan venue dan turnamen ini sangat penting dalam mempersiapkan atlet-atlet panahan NTT menuju ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028, di mana Provinsi NTT akan menjadi tuan rumah bersama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Pembinaan berkelanjutan dan kompetisi yang berkualitas seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan teknis dan mental bertanding atlet kita dalam menyongsong PON 2028,” jelasnya.

Ia juga menginformasikan bahwa pada Senin (15/12) dan Selasa (16/12) lalu, Pemerintah Provinsi NTT telah melakukan kunjungan kerja ke Kantor KONI Pusat serta studi tiru ke Provinsi Jawa Barat guna memperkuat persiapan PON XXII/2028, khususnya terkait manajemen venue, penguatan prestasi olahraga, sport tourism, dan aspek pendukung lainnya.

Dalam momentum HUT ke-67 Provinsi NTT, Wagub Johni turut mengajak Puma Archery Club untuk melibatkan pelaku UMKM dalam setiap event olahraga.

Ia menyampaikan bahwa Pemprov NTT saat ini tengah menggelar pameran UMKM di 12 kabupaten/kota se-NTT pada 16–20 Desember 2025.

“Event olahraga harus mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, khususnya UMKM. Inilah semangat pembangunan terintegrasi yang terus kami dorong, agar manfaatnya dirasakan secara luas dan berkelanjutan,” tegasnya.

Mengakhiri sambutan, Wagub Johni Asadoma mengajak seluruh peserta turnamen untuk menjunjung tinggi sportivitas dan semangat juang, serta mengucapkan terima kasih kepada panitia, wasit, dan seluruh pihak yang terlibat.

“Semoga Turnamen Panahan Danlanud El Tari Cup 2025 berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga panahan di Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Komandan Lanud El Tari, Marsekal Pertama TNI Somad, mengatakan bahwa peresmian Puma Archery Club Venue dan pembukaan turnamen ini turut dihadiri jajaran Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI).

Kehadiran PERPANI, menurutnya, menunjukkan keseriusan dalam pembinaan olahraga panahan di NTT.

“Turnamen ini tidak hanya untuk atlet senior, tetapi juga membuka kategori usia junior seperti U-13 dan U-19. Ini adalah upaya kami melahirkan bibit-bibit atlet panahan yang profesional dan berprestasi,” jelas Danlanud El Tari.

Peresmian Puma Archery Club Venue ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma bersama Danlanud El Tari Marsekal Pertama TNI Somad.

Kegiatan dilanjutkan dengan panahan simbolis bersama jajaran Forkopimda NTT sebagai tanda dibukanya secara resmi Turnamen Panahan Danlanud El Tari Cup 2025. ***




Membaca Ambiguitas Eksistensi Guru Dalam Pembelajaran Mendalam

Oleh: E. Nong Yonson
Praktisi & Konsultan Pendidikan

Kuoang, nwartapedia.com — Gagasan pembelajaran mendalam (deep learning) kini menjadi salah satu agenda utama kebijakan pendidikan nasional. Konsep ini secara sadar menggeser peran guru dari sekadar pelaksana rutinitas kelas menuju pencipta perjumpaan yang berkualitas dan bermakna.

Kehadiran guru tidak lagi diukur dari frekuensi tatap muka atau jumlah capaian pembelajaran, melainkan dari jejak nilai yang tumbuh dan membekas dalam diri murid.

Dalam pembelajaran mendalam, murid tidak cukup hanya mengetahui. Mereka dituntut untuk merasakan, mengalami, dan menggunakan pengetahuan dalam kehidupan nyata.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya paradoks. Pasca terbitnya Surat Edaran Mendikdasmen tertanggal 24 Januari 2025 yang memuat sembilan prioritas pendidikan salah satunya pelaksanaan pembelajaran mendalam berbagai kegiatan peningkatan kompetensi guru mulai digelar dengan label deep learning.

Sayangnya, kegiatan tersebut kerap berlangsung singkat, padat ceramah, minim refleksi, dan lebih dominan seremoni.

Guru-guru dibekali regulasi dan arahan yang bersifat instruktif, bahkan seolah diasumsikan belum pernah menyentuh praktik pembelajaran yang mendalam.

Mereka dikumpulkan, diseragamkan, dan dijejali definisi tanpa ruang dialog yang memadai. Kebingungan pun muncul, meski sering disamarkan lewat senyum dan anggukan.

Padahal, jika ditelisik lebih dalam, guru sejatinya adalah kurikulum itu sendiri. Guru bukan sekadar pelaksana sistem yang sarat kepentingan, melainkan jiwa pendidikan, penentu arah mimpi, dan fondasi pembentukan karakter.

Kerangka dasar tugas guru telah lama dirintis Ki Hajar Dewantara melalui empat aspek pendidikan karakter: olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga.

Empat aspek tersebut menempatkan guru dalam empat peran utama: pengajar, pendidik, pembimbing, dan pelatih. Namun, di era kecerdasan buatan dan teknologi digital, hanya dua peran yang tak tergantikan mendidik dan membimbing. Mengajar dan melatih kini dapat difasilitasi oleh AI, platform digital, dan media daring yang menyediakan materi serta tutorial sangat lengkap. Sebaliknya, mendidik dan membimbing menuntut perjumpaan manusiawi yang tidak dapat direplikasi mesin.

Secara konseptual, pembelajaran mendalam merujuk pada empat pilar pendidikan UNESCO yang dirumuskan Jacques Delors pada 1996: learn to know, learn to do, learn to be, dan learn to live together.

Namun pendidikan Indonesia dinilai masih berkutat pada level awal hafalan, pendiktean, dan pertanyaan dangkal belum menyentuh puncak pembelajaran yang membentuk kesadaran hidup dan tanggung jawab sosial murid.

Pertanyaan kritis pun mengemuka: apakah guru benar-benar telah dibekali penguatan kompetensi yang substansial untuk menjalankan pembelajaran mendalam?

Ataukah mereka hanya hadir secara fisik dalam pelatihan, lalu kembali belajar secara otodidak di tengah keterbatasan sistem?

Perbandingan dengan sistem pendidikan di Amerika Serikat menunjukkan perbedaan mencolok. Di sana, peran administrasi sekolah dan guru dipisahkan secara tegas.

Guru difokuskan pada riset pedagogi, penguasaan materi esensial, serta pengembangan metode mengajar. Sementara di Indonesia, beban administrasi justru menumpuk di pundak guru, menyita waktu dan energi yang seharusnya digunakan untuk memahami murid dan memaknai pembelajaran.

Akibatnya, tidak sedikit guru yang lebih fasih menghafal regulasi, naskah akademik, dan slogan kebijakan ketimbang menjelaskan kepada murid mengapa suatu materi penting dipelajari dan apa relevansinya dengan kehidupan nyata.

Konsep critical thinking dan problem solving pun kerap tereduksi menjadi jargon atau sekadar pelengkap sesi ice breaking.

Membaca ambiguitas eksistensi guru dalam pembelajaran mendalam sejatinya adalah membaca kegamangan sistem pendidikan kita sendiri.

Idealnya, setiap kebijakan pendidikan melewati lima tahapan: temuan, perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Namun yang terjadi, sistem seolah melompat dari temuan langsung ke intervensi, melupakan perencanaan dan persiapan yang matang.

Akibatnya, yang lahir bukan dampak nyata, melainkan narasi pembelaan. Padahal, tidak ada guru yang menolak belajar. Yang mereka rindukan adalah kehadiran mentor yang menemani proses tumbuh, bukan kebijakan yang menghakimi. Guru yang tenang adalah fondasi utama bagi masa depan pendidikan yang terang. (MI(




Serahkan Bonus Atlet PON XXI Aceh–Sumut, Wali Kota Kupang Tegaskan Ibu Kota Provinsi Harus Jadi Atlet Terbaik di PON 2

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang menyerahkan bonus kepada atlet, pelatih, serta ofisial/manager asal Kota Kupang yang telah menyumbangkan medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2025 di Aceh–Sumatera Utara. Kegiatan ini berlangsung di Aula Garuda, Rabu (17/12/2025).

Penyerahan bonus tersebut dirangkaikan dengan sambutan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga serta mewujudkan semangat “NTT Emas, Kota Kupang Hebat dan Berprestasi.”

Ketua Panitia kegiatan, Dr. Ambo, M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa Kota Kupang menjadi tulang punggung Kontingen NTT pada PON XXI. Pada ajang tersebut, Kota Kupang mengirimkan 89 atlet, 45 pelatih, dan 20 manajer/ofisial yang berlaga di 9 cabang olahraga, di antaranya pencak silat, taekwondo, wushu, tinju, sepak takraw, kriket, dan atletik.

“Sebanyak 33 atlet asal Kota Kupang berhasil menyumbangkan medali bagi Kontingen NTT. Total anggaran bonus yang disediakan Pemerintah Kota Kupang sebesar Rp460 juta, terdiri dari Rp250 juta dan Rp210 juta,” jelas Dr. Ambo.

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut membuktikan dominasi atlet Kota Kupang dalam memperkuat posisi Kontingen NTT pada PON XXI, sekaligus menjadi modal penting untuk menghadapi PON selanjutnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, dan manajer yang telah bekerja keras mengharumkan nama Kota Kupang dan Provinsi NTT di tingkat nasional.

“Keberhasilan ini bukan hasil kerja satu orang. Tidak ada Superman. Ini adalah hasil kerja tim. Teamwork makes the dream work,” tegas Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa bonus diberikan tidak hanya kepada atlet peraih medali, tetapi juga kepada seluruh unsur pendukung di balik layar. Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, tetap berkomitmen memenuhi hak atlet meskipun berada di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Bonus ini tidak dikurangi sedikit pun, kecuali pajak sesuai ketentuan. Ini adalah bentuk penghormatan pemerintah kepada perjuangan para atlet. Kami memilih berhemat di pos lain agar hak atlet tetap terpenuhi,” ujarnya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya disiplin dan konsistensi dalam menjaga performa atlet menuju ajang olahraga nasional berikutnya, khususnya PON 2028.

“Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi harus menjadi pabrik atlet terbaik. Kita tidak boleh kalah dari daerah lain. Komitmen itu mudah diucapkan, tetapi konsistensi adalah kunci keberhasilan,” tegasnya.

Acara penyerahan bonus ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang beserta jajaran, pengurus KONI Kota Kupang, para pelatih, ofisial, manajer, atlet, kepala perangkat daerah, serta insan media.

Melalui penyerahan bonus ini, Pemerintah Kota Kupang berharap para atlet semakin termotivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. (MI)




Wagub NTT Johni Asadoma Kunjungi KONI Pusat, Bahas Persiapan PON XXII NTT–NTB 2028

Jakarta,nwartapedia.com  —  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat di Senayan, Jakarta, pada Senin (15/12/2025).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka membahas persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan digelar di Provinsi NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Johni Asadoma didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi NTT, Alfonsus Theodorus, beserta jajaran.

Rombongan Pemerintah Provinsi NTT diterima langsung oleh Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Suwarno.

Pertemuan ini membahas berbagai aspek penting terkait perencanaan, koordinasi, serta tata kelola penyelenggaraan PON XXII/2028. Dalam forum tersebut, dibicarakan pula kesiapan daerah, pengelolaan venue, pembinaan prestasi atlet, hingga dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Persiapan PON XXII NTT–NTB 2028

Wakil Gubernur Johni Asadoma menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT telah memulai berbagai langkah strategis dalam rangka menyukseskan PON XXII/2028.

Salah satunya adalah melakukan pembahasan bersama DPRD Provinsi NTT terkait penyusunan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur penyelenggaraan PON.

Selain itu, Pemerintah Provinsi NTT juga tengah menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat serta melakukan perhitungan matang terhadap kebutuhan venue dan infrastruktur olahraga.

“Harapan kami sangat besar agar persiapan venue dan infrastruktur dapat terlaksana dengan baik. Namun demikian, kami masih membutuhkan kepastian terkait dukungan anggaran. Oleh karena itu, kami berharap adanya dukungan penuh dari KONI Pusat dan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia,” ujar Johni Asadoma.

Melalui kunjungan ini, Pemprov NTT berharap dapat memperkuat koordinasi dengan KONI Pusat serta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kebijakan, manajemen penyelenggaraan PON, penguatan prestasi olahraga, pengembangan sport tourism, dan aspek pendukung lainnya.

Studi Tiru ke Provinsi Jawa Barat

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pada Selasa (16/12/2025), Wakil Gubernur NTT bersama rombongan melanjutkan kunjungan kerja dengan melakukan studi tiru ke Provinsi Jawa Barat.

Rombongan disambut langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, beserta jajaran.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai proses persiapan PON, pelaksanaan kegiatan, hingga pengelolaan pasca-PON. Rombongan Pemprov NTT juga berkesempatan mengunjungi sejumlah venue yang digunakan pada pelaksanaan PON sebelumnya.

“Venue-venue tersebut masih terawat dengan baik dan hingga kini tetap aktif digunakan. Hal ini memberikan kami pelajaran berharga tentang pentingnya pengelolaan venue olahraga dalam jangka panjang,” ungkap Johni Asadoma.

Dengan adanya kunjungan kerja dan studi tiru ini, Pemerintah Provinsi NTT optimistis dapat menyerap pengalaman dan praktik terbaik guna mewujudkan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 NTT–NTB yang sukses dan berkelanjutan.

“Semoga seluruh tahapan persiapan dapat berjalan dengan lancar demi menyukseskan PON XXII/2028 di NTT dan NTB,” tutup Johni Asadoma. ***




Direktur Utama Bank NTT Hadiri Bazar Natal di Halaman Kantor Gubernur

Kupang,nwartapedia.com  —   Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) terus menunjukkan komitmennya dalam mengedepankan kepedulian sosial kepada masyarakat.

Memasuki usia ke-63 tahun, Bank NTT menggelar Bazar Natal 2025 berupa sembako murah yang berlangsung pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di halaman Kantor Gubernur NTT.

Kegiatan ini mengusung tema “Ayo Bersinergi Bangun NTT” sebagai wujud nyata dukungan Bank NTT terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya warga Kota Kupang.

Dalam bazar tersebut, masyarakat dapat memperoleh paket sembako murah berisi beras, minyak goreng, dan gula pasir.

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, turut hadir memeriahkan kegiatan Bazar Natal tersebut. Saat ditemui media, Charlie menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Bank NTT dalam membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

“Bank NTT menyiapkan sekitar enam ratus lebih paket sembako dalam Bazar Natal ini guna membantu masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru. Meski jumlahnya terbatas, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program sosial bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha,” ujar Charlie Paulus.

Lebih lanjut, Charlie menegaskan bahwa Bank NTT tidak hanya fokus pada kegiatan sosial, tetapi juga terus mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai produk layanan perbankan, termasuk kredit pinjaman usaha yang mudah diakses.

“Melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat, Bank NTT berupaya meningkatkan pelayanan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama bagi pelaku UMKM di NTT,” tambahnya.

Bazar Natal 2025 ini disambut antusias oleh masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari kontribusi Bank NTT dalam membangun Nusa Tenggara Timur yang lebih sejahtera. (MI)




Kota Kupang Raih Apresiasi Khusus Bappenas, Tertinggi dalam Progres Perencanaan Pembangunan

Kupang,nwartapedia.com   – Pemerintah Kota Kupang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memberikan Apresiasi Khusus Kinerja dan Inisiatif Pembangunan Daerah kepada Kota Kupang sebagai daerah dengan progres perencanaan tertinggi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti, bersama Deputi Bidang Pengendalian, Evaluasi, dan Manajemen Risiko Pembangunan Bappenas, Erwin Dimas, dan diterima oleh Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (15/12).

Apresiasi ini menjadi penanda kuat bahwa Kota Kupang dinilai berhasil menunjukkan lompatan signifikan dalam kualitas, konsistensi, serta keselarasan dokumen perencanaan pembangunan daerah dengan arah kebijakan pembangunan nasional.

Selain Kota Kupang, apresiasi khusus kategori progres perencanaan tertinggi juga diberikan kepada Provinsi Papua Pegunungan dan Kabupaten Bone Bolango sebagai daerah otonomi baru yang dinilai mampu bergerak cepat dan adaptif dalam menyusun fondasi perencanaan pembangunan.

Dalam sambutannya, Teni Widuriyanti menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi momentum krusial karena merupakan tahun pertama implementasi penuh seluruh dokumen perencanaan pasca transisi kepemimpinan nasional dan daerah.

“Seluruh tahapan perencanaan, mulai dari RPJPD 2025–2045, RPJMN 2025–2029, hingga rencana kerja pemerintah pusat dan daerah, harus benar-benar selaras. Sumber pertumbuhan nasional itu ada di daerah. Jika daerah tidak bergerak, target nasional tidak akan tercapai,” tegasnya.

Ia menambahkan, apresiasi ini bukan sekadar penghargaan simbolik, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah, mendorong efektivitas pencapaian sasaran pembangunan, serta mengangkat praktik-praktik baik yang dapat direplikasi oleh daerah lain.

Bappenas menilai progres Kota Kupang tidak hanya terlihat dari kelengkapan dokumen perencanaan, tetapi juga dari kedalaman analisis, sinergi lintas sektor, serta keberanian pemerintah daerah dalam melakukan inovasi kebijakan sebagai pijakan transformasi pembangunan.

Selain kategori khusus, Bappenas juga memberikan apresiasi kinerja dan inisiatif pembangunan daerah kepada sejumlah daerah lain, yakni:

  • Kategori Provinsi: Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.
  • Kategori Kota: Depok, Magelang, Palu, Malang, dan Yogyakarta.
  • Kategori Kabupaten: Sidoarjo, Bandung, Muara Enim, Bantul, dan Temanggung.

Proses penilaian melibatkan 114 Tim Penilai Teknis dan 16 Tim Penilai Utama, dengan tiga aspek utama penilaian, yaitu kualitas perencanaan, pencapaian indikator pembangunan dan tata kelola, serta program unggulan daerah yang berdampak langsung pada sasaran RPJMN.

Deputi Bidang Pengendalian, Evaluasi, dan Manajemen Risiko Pembangunan Bappenas, Erwin Dimas, menegaskan bahwa daerah penerima apresiasi, termasuk Kota Kupang, akan mendapatkan dukungan peningkatan kapasitas manajemen risiko pembangunan ke depan.

“Setiap program prioritas harus diidentifikasi risikonya sejak awal, dipetakan solusinya, dan dikendalikan secara periodik. Pendekatan ini akan kami dorong hingga ke daerah agar pembangunan semakin tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

Apresiasi ini sekaligus menempatkan Kota Kupang sebagai salah satu daerah yang dinilai siap menjadi motor penggerak pembangunan nasional dari kawasan timur Indonesia, sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, yang ditemui di kesempatan terpisah, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kerja-kerja perencanaan yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang mulai menunjukkan hasil nyata.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tetapi penanda bahwa Kota Kupang berada di jalur yang benar. Kami membangun perencanaan secara serius, terukur, dan berpihak pada kebutuhan riil masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, perencanaan yang kuat merupakan kunci agar setiap program pembangunan benar-benar berdampak dan tidak berhenti pada tataran administratif. Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk terus menyelaraskan dokumen perencanaan daerah dengan kebijakan nasional, mulai dari RPJPD, RPJMD, hingga rencana kerja tahunan.

“Kami percaya, pembangunan yang baik selalu dimulai dari perencanaan yang matang. Jika perencanaannya rapi, pelaksanaannya lebih terarah, dan manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh warga,” pungkasnya. ***




Pemkot Kupang Finalisasi Rencana Kontinjensi Gempa Bumi 2025

Kupang, nwartapedia.com — Salah satu upaya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub Urusan Bencana di Kota Kupang adalah tersedianya Dokumen Rencana Kontinjensi untuk setiap jenis bencana yang telah teridentifikasi dalam Dokumen Kajian Risiko Bencana Kota Kupang, yakni sebanyak 10 jenis bencana.

Hingga saat ini, Pemerintah Kota Kupang telah memiliki lima Dokumen Rencana Kontinjensi untuk lima jenis bencana. Pada tahun 2025, Pemerintah Kota Kupang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang kembali menyusun Dokumen Rencana Kontinjensi Gempa Bumi.

Penyusunan dokumen ini telah melalui tahapan Workshop Draft 1 yang dilaksanakan pada 5 November 2025.

Sebagai tindak lanjut, BPBD Kota Kupang menggelar Workshop Draft Final Rencana Kontinjensi Gempa Bumi guna memperoleh masukan terakhir dari para pemangku kepentingan sekaligus menyempurnakan dokumen sebelum dilegalisasi melalui Peraturan Wali Kota Kupang.

Workshop Draft Final tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest Ludji, pada Selasa (16/12/2025), bertempat di Hotel Neo Eltari Kupang.

Dalam sambutannya, Ernest Ludji menegaskan bahwa meskipun hingga saat ini Kota Kupang belum mengalami bencana besar seperti yang terjadi di wilayah Aceh dan Sumatera, hal tersebut tidak boleh membuat masyarakat dan pemerintah lengah.

“Walaupun hari ini Kota Kupang belum mengalami bencana besar, bukan berarti kita duduk dan berdiam diri. Kita harus terus berkolaborasi secara pentahelix untuk melaksanakan upaya pencegahan, mitigasi, serta persiapan menghadapi berbagai ancaman bencana yang bisa terjadi,” ujar Ernest.

Ia menjelaskan bahwa pembahasan Draft Final Rencana Kontinjensi Gempa Bumi merupakan bagian dari proses panjang yang telah dilakukan berdasarkan data dan fakta risiko bencana yang ada.

“Hari ini kita membahas draft final Rencana Kontinjensi Gempa Bumi Kota Kupang Tahun 2025. Ini merupakan proses identifikasi dan penyusunan penanganan bencana ke depan. Proses ini tidak hanya dilakukan hari ini, tetapi sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu dan hari ini kita lakukan finalisasi,” jelasnya.

Ernest Ludji menambahkan bahwa workshop Draft Final merupakan kewajiban bagi pemerintah kabupaten, kota, maupun provinsi. Melalui forum ini, seluruh peserta diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam menyusun dokumen yang akan menjadi acuan bersama saat terjadi bencana di Kota Kupang.

“Dokumen ini sangat penting sebagai pedoman bersama dalam penanganan bencana, sehingga respons yang dilakukan dapat lebih terarah, terkoordinasi, dan efektif,” pungkasnya. (MI)




Festival Kopi Kota Kupang Jadi Wadah Kolaborasi dan Penguatan UMKM Lokal

Kupang, nwartapedia.com — Pemerintah Kota Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) lokal, khususnya di sektor kopi, melalui pelaksanaan Festival Kopi Kota Kupang.

Kegiatan yang digelar pada malam hari ini melibatkan langsung para pelaku usaha kopi lokal sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap produk unggulan daerah.

Mewakili Wali Kota Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefri Pelt, secara resmi membuka festival tersebut. Sekda hadir didampingi Plt Asisten I Ignasius Lega, Asisten II, Asisten III Yanuar Daly, Kepala Badan Keuangan Daerah Jimi Tunliu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Ernest Ludji, serta Kepala Dinas Perindustrian Alfred Lakabela. Kehadiran jajaran pimpinan OPD ini menjadi penegasan keseriusan Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan IKM kopi.

Dalam sambutannya, Sekda Jefri Pelt menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Kupang yang sedianya hadir langsung namun berhalangan karena adanya pergeseran jadwal dan kewajiban menghadiri agenda strategis lainnya.

Pada waktu yang sama, Wakil Wali Kota Kupang juga harus bertolak ke Soe untuk menjalankan tugas pemerintahan.

“Namun ketidakhadiran beliau tidak mengurangi komitmen pemerintah. Kehadiran para asisten dan pimpinan OPD malam ini merupakan bukti nyata bahwa Pemerintah Kota Kupang sungguh-sungguh mendukung para pelaku UMKM dan IKM kopi,” tegas Sekda.

Sekda juga menyoroti pelaksanaan festival yang diikuti oleh 10 peserta, meskipun pada malam pembukaan baru 8 booth yang terisi.

Ia berharap seluruh booth dapat segera terisi penuh sebagai wujud antusiasme dan kepercayaan pelaku usaha terhadap ruang promosi yang disediakan pemerintah.

Menariknya, dalam sambutan yang komunikatif dan reflektif, Sekda Jefri Pelt mengaitkan kopi dengan filosofi kehidupan dan kepemimpinan.

Ia mengaku sebagai penikmat kopi dan menekankan bahwa kopi bukan sekadar minuman, melainkan simbol kolaborasi.

“Rasa terbaik dari kopi tidak lahir dari satu unsur saja. Ada kopi, ada gula, tetapi yang paling penting adalah orang yang meraciknya. Di situlah makna kolaborasi,” ujarnya.

Menurutnya, tema festival kopi yang diangkat oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Kupang yang terus mendorong kolaborasi, baik internal maupun eksternal, dalam membangun kota.

Festival kopi ini tidak hanya menghadirkan cita rasa, tetapi juga membawa pesan tentang sinergi, kebersamaan, dan kerja kolektif.

“Kegiatan ini bukan hanya soal menikmati kopi yang enak, tetapi tentang memahami bahwa setiap hal baik yang kita nikmati lahir dari banyak tangan, banyak pikiran, dan banyak kerja sama,” lanjutnya.

Sekda optimistis bahwa melalui festival kopi ini, para pelaku usaha lokal akan semakin berkembang. Pemerintah Kota Kupang, kata dia, terus menyiapkan berbagai ruang dan lokasi strategis sebagai wadah promosi dan penyajian kopi lokal berkualitas agar kopi Kupang memiliki identitas dan daya saing yang kuat.

Menutup sambutannya, Sekda Jefri Pelt menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Kopi Kota Kupang.

“Terima kasih atas kehadiran semua pihak. Kami yakin dan percaya, dengan kolaborasi yang kuat, usaha kopi di Kota Kupang akan terus tumbuh dan berkembang,” pungkasnya. (MI)




Abraham Paul Liyanto Apresiasi Tanam Perdana Jagung Hibrida PTI NTT di Area Hotel Harper

Kupang,nwartapedia.com  —  Pemilik lahan tanam perdana jagung hibrida yang digelar DPD Pemuda Tani Indonesia (PTI) Nusa Tenggara Timur, Abraham Paul Liyanto, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

Kegiatan tanam perdana berlangsung di area Hotel Harper Kupang, Sabtu (13/12/2025).

Abraham Paul Liyanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Pemuda Tani Indonesia NTT sekaligus Senator DPD RI asal NTT, menyebut pemanfaatan lahan ini merupakan bentuk nyata komitmen mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan petani muda.

“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, termasuk Pemuda Tani Indonesia NTT, para petani, warga binaan, serta pihak sekolah dan mitra lainnya. Lahan ini memang kami siapkan untuk kegiatan produktif, dan hari ini kita buktikan bisa dimanfaatkan untuk pertanian,” ujar Paul Liyanto dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, pemilihan waktu tanam jagung hibrida di musim hujan merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan lahan yang sebelumnya dipenuhi rumput liar.

“Daripada rumput tumbuh tinggi dan tidak produktif, lebih baik kita ganti dengan jagung. Ini bukti bahwa tidak ada istilah lahan tidur di NTT, yang ada hanyalah kemauan untuk mengelolanya,” tegasnya.

Paul Liyanto menilai kegiatan tanam perdana ini juga menjadi etalase atau promosi awal bagi Pemuda Tani Indonesia NTT, sekaligus menunjukkan bahwa lahan di kawasan perkotaan pun bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian produktif.

“Lokasi ini sangat strategis. Banyak tamu hotel dan masyarakat akan melihat langsung aktivitas pertanian. Ini bisa menjadi sarana edukasi sekaligus motivasi bahwa pertanian itu dekat dengan kehidupan kita,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih memiliki lahan lain yang potensial untuk dikembangkan, termasuk sekitar 50 hektare lahan kosong di wilayah Tablolong yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian selanjutnya.

Sebagai anggota DPD RI, Paul Liyanto menegaskan perannya untuk menjadi penghubung antara petani, organisasi kepemudaan, dunia usaha, serta pemerintah daerah hingga pusat.

“Tugas saya adalah memastikan ekosistem pertanian ini berjalan lengkap, dari produksi, pendampingan, hingga pemasaran. Kalau petani bekerja sendiri tentu berat, tapi kalau ekosistemnya dibangun bersama, semua akan lebih ringan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya jaminan pasar dan harga bagi petani. Menurutnya, kehadiran koperasi dan kerja sama dengan dunia usaha menjadi solusi agar petani tidak dirugikan saat harga panen turun.

“Kalau ada aksi nyata seperti ini, tidak perlu banyak janji. Orang akan melihat, mengikuti, dan merasakan manfaatnya,” ujar Paul Liyanto.

Ia berharap program penanaman jagung hibrida ini dapat berjalan lancar hingga panen dalam waktu sekitar empat bulan ke depan dan menjadi contoh kolaborasi produktif antara pemuda, petani, dunia usaha, dan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur. (MI)