Gubernur NTT Sahkan Direksi Baru Bank NTT, Pelantikan Dilakukan Besok

Kupang,nwartapedia.com  –  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkisedek Laka Lena, secara resmi mengumumkan pengesahan dan pengangkatan direksi baru Bank NTT dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Gubernur NTT, Rabu (12/11/2025).

Dalam konferensi pers tersebut, hadir Wali Kota Kupang, Bupati Manggarai Barat, Bupati Rote Ndao, dan Bupati Sumba Timur yang turut menyetujui keputusan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank NTT.

Gubernur Melkisedek menjelaskan bahwa proses pengesahan direksi baru telah melalui tahapan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan kini resmi disahkan oleh Pemerintah Provinsi NTT sebagai salah satu pemegang saham utama.

“Kami sudah mengesahkan hasil keputusan RUPS luar biasa, yang juga telah melewati proses di OJK. Saat ini struktur direksi baru Bank NTT sudah lengkap dan siap bekerja,” ujar Gubernur Melkisedek.

Adapun susunan direksi baru Bank NTT yang diumumkan adalah sebagai berikut Direktur Utama, Charlie Paulus, Direktur Kredit Alo Geong, Direktur SDM dan Operasional Rahmat Saleh

Selain itu, Gubernur juga menyampaikan bahwa masih terdapat dua posisi direksi yang belum terisi, yakni Direktur Dana dan Direktur IT. Untuk posisi tersebut, rapat pemegang saham mengusulkan nama Yohanes Landu Praing yang akan segera diajukan kepada OJK untuk mendapatkan persetujuan.

Sementara itu, posisi Komisaris juga telah dibahas dalam rapat. Beberapa nama telah diusulkan dan akan diproses lebih lanjut setelah mendapat persetujuan resmi dari OJK.

 “Malam ini juga saya akan menandatangani Surat Keputusan Gubernur untuk pengangkatan direksi baru yang telah diputuskan oleh rapat pemegang saham. Besok pagi kami rencanakan pelantikan agar para direksi dapat langsung bekerja,” tambah Melkisedek.

Gubernur menegaskan bahwa langkah penyegaran manajemen Bank NTT ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan transparansi lembaga keuangan daerah tersebut.

“Dengan keterlibatan aktif para pemegang saham dan penguatan struktur manajemen, kami percaya Bank NTT ke depan akan semakin profesional dan mampu menopang perekonomian daerah, program pemerintah, serta kebutuhan masyarakat NTT,” tutupnya. (MI)




Kupang Jadi Pusat Diplomasi Budaya Pasifik, Gubernur NTT: Laut Menghubungkan Kita, Bukan Memisahkan

Kupang nwartapedia.com  –  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) E. Melkiades Laka Lena secara resmi membuka Opening Ceremony Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 di Sabu Ballroom, Hotel Harper Kupang, Rabu (12/11) pagi.

Dalam sambutannya, Gubernur Melkiades menegaskan bahwa laut bukanlah batas yang memisahkan, melainkan jembatan yang menghubungkan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Pasifik.

“Di kepulauan ini kita diingatkan bahwa laut tidak pernah memisahkan kita, tetapi justru menghubungkan kita. Nenek moyang kita telah membawa kita sampai pada titik ini, di mana kita bertemu dalam komitmen dan tantangan maritim untuk menyatukan kawasan,” ujarnya di hadapan para delegasi.

IPACS 2025 mengusung tema “Celebrating Shared Cultures and Community Wisdom” dan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai negara Pasifik, antara lain Papua Nugini, Kaledonia Baru, Kepulauan Solomon, Fiji, Tonga, Vanuatu, Tuvalu, Palau, Kiribati, Nauru, Kepulauan Marshall, serta Timor-Leste.

Turut hadir Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, duta besar, perwakilan diplomatik, serta pejabat daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Gubernur Melkiades menyampaikan kebanggaannya karena NTT dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan budaya berskala internasional tersebut.

Ia menyebut Kupang sebagai pintu gerbang Indonesia menuju Pasifik, tempat laut, budaya, dan sejarah bertemu.

“IPACS adalah momentum penting untuk memperkuat hubungan budaya dan memperluas kerja sama dalam bidang kebudayaan, lingkungan, dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” tuturnya.

Dalam pidatonya, Gubernur juga menyoroti pentingnya menjadikan kearifan lokal sebagai dasar pembangunan berkelanjutan.

“Kita perlu menggali bagaimana budaya lokal dapat berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekologis sekaligus menjadi pendorong ekonomi melalui industri kreatif,” tambahnya.

Ia mencontohkan program One Village One Product (OVOP), NTT Mart, dan Dapur Flobamorata sebagai model ekonomi berbasis komunitas dan budaya yang telah memberi dampak nyata bagi masyarakat NTT.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI tahun 2024, sektor industri kreatif nasional menyumbang sekitar Rp1,53 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini menunjukkan potensi besar ekonomi berbasis budaya di masa depan.

Gubernur Melkiades menutup sambutannya dengan pesan optimistis:

“Mari kita jadikan forum ini sebagai ruang kolaborasi nyata untuk memperkuat pelestarian, pengembangan, dan diplomasi budaya. Dari Kupang, biarlah cahaya persaudaraan Pasifik ini menyala hingga ke seluruh samudra.”.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan IPACS di Kupang dan menyebut kegiatan ini sebagai simbol persaudaraan lintas samudra.

“Merupakan kehormatan bagi saya menyambut IPACS di Kupang. Di kepulauan ini, kita diingatkan bahwa laut tidak pernah memisahkan kita, melainkan menghubungkan kita. Nenek moyang kita telah membawa kita sampai pada titik ini untuk bertemu dalam komitmen dan tantangan maritim demi menyatukan kawasan,” ujarnya.

Fadli Zon menilai bahwa kesamaan budaya antarnegara di Pasifik menjadi kekuatan untuk memperkuat diplomasi regional dan solidaritas budaya.

“Indonesia mencerminkan keberagaman luar biasa dengan ribuan pulau, lebih dari seribu etnis, dan ratusan bahasa lokal. Namun dalam keberagaman itu, kita menemukan kesamaan nilai dan akar budaya yang juga dimiliki saudara-saudara kita di Pasifik,” katanya.

Ia juga menyinggung pentingnya generasi muda dalam menjaga dan mentransformasikan budaya menjadi peluang di era digital.

“Kekuatan budaya kita berada di tangan generasi muda. Mereka adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan, antara tradisi dan inovasi,” ujar Fadli.

Fadli menegaskan bahwa IPACS berupaya memperkuat hubungan antara Indonesia dan negara-negara di Pasifik melalui kerja sama budaya dan diplomasi kolektif. Ia menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh delegasi untuk terus memperkuat kolaborasi lintas negara.

“Mari kita terus melakukan kerja sama budaya. Saya mengundang para menteri dan utusan dari berbagai negara untuk merayakan IPACS bersama,” ucapnya.

IPACS 2025 merupakan ajang kebudayaan internasional yang mempertemukan negara-negara di kawasan Pasifik dalam berbagai kegiatan, mulai dari dialog budaya, pertunjukan seni, pameran karya, hingga residensi seniman.

Tahun ini, NTT menampilkan beragam tarian, musik tradisional, serta pameran kearifan lokal dari seluruh nusantara sebagai wujud semangat persatuan dan perayaan budaya bebersama. (MI)




Perumda Air Minum Kota Kupang dan Koperasi Solidaritas Jalin Sinergi untuk Permudah Akses Layanan Air Bersih

Kupang nwartapedia.com –  Dalam upaya memperluas akses layanan air bersih bagi masyarakat, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang melakukan penjajakan kerja sama dengan Koperasi Solidaritas.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Koperasi Solidaritas Kupang pada Selasa (11/11/2025).

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, hadir bersama Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan Desy Setiawati, serta Kepala Sub Bagian Umum dan Personalia Chrisrina Say.

Rombongan diterima langsung oleh General Manager Koperasi Solidaritas Kupang, Urbanus Reko, beserta tim manajemen.

Dalam pertemuan tersebut, Isidorus Lilijawa menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Perumda Air Minum Kota Kupang untuk menghadirkan inovasi pelayanan, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan lembaga keuangan mikro lokal.

“Kami ingin membangun kerja sama yang saling menguntungkan. Salah satu skema yang kami tawarkan adalah program promo pemasangan sambungan baru, di mana calon pelanggan dapat menjadi anggota Koperasi Solidaritas dan melakukan pembayaran secara bertahap melalui koperasi,” ujar Isidorus.

Selain itu, Perumda juga menggagas mekanisme relaksasi pembayaran bagi anggota koperasi yang telah menjadi pelanggan Perumda, namun mengalami kendala keuangan.

Melalui kerja sama ini, diharapkan koperasi dapat membantu memfasilitasi pembayaran pelanggan secara lebih fleksibel dan terjangkau.

Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan, Desy Setiawati, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah terobosan pertama antara Perumda dan lembaga koperasi.

“Selama ini kami telah bermitra dengan perbankan. Kini, melalui Koperasi Solidaritas, kami ingin menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas dan memberikan kemudahan bagi pelanggan melalui sistem keanggotaan koperasi,” ungkapnya.

Sementara itu, General Manager Koperasi Solidaritas, Urbanus Reko, menyambut positif inisiatif Perumda tersebut. Ia menilai kemitraan ini sebagai bentuk sinergi nyata antara dua lembaga lokal yang memiliki visi pelayanan bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik inisiatif ini. Koperasi Solidaritas siap mendukung Perumda dalam membantu anggota yang ingin berlangganan air minum, maupun pelanggan yang membutuhkan kemudahan pembayaran. Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin menjadi anggota koperasi sekaligus pelanggan Perumda,” jelas Urbanus Reko.

Pertemuan tersebut ditutup dengan semangat untuk menindaklanjuti kerja sama ini ke tahap penyusunan perjanjian resmi.

Kedua pihak sepakat bahwa kolaborasi ini akan membawa manfaat ganda meningkatkan pelayanan air bersih sekaligus memperkuat peran koperasi di tengah masyarakat.

“Ini menjadi babak baru bagi Perumda Air Minum Kota Kupang. Kami ingin menunjukkan bahwa pelayanan publik bisa berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui koperasi,” tutup Isidorus Lilijawa. (MI)




Dinas Pertanian Kota Kupang Lakukan Sosialisasi dan Pendataan Lahan Pengembalaan Umum serta Populasi Ternak di Kecamatan Alak dan Maulafa

Kupang nwartapedia.com  –  Dalam rangka meningkatkan pengelolaan sumber daya peternakan dan mendukung keberlanjutan sektor pertanian, Dinas Pertanian Kota Kupang melalui Bidang Peternakan melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pendataan Lahan Pengembalaan Umum serta Populasi Ternak di wilayah Kecamatan Alak dan Maulafa di Kupang, Senin (10/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian, dengan Sub Kegiatan Pengembangan Pengembalaan Umum, yang bersumber dari DPA Dinas Pertanian Kota Kupang Tahun Anggaran 2025.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pemetaan dan pendataan lahan pengembalaan umum yang tersedia di dua kecamatan tersebut, sekaligus menginventarisasi jumlah populasi ternak yang dimiliki oleh masyarakat.

Data ini akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merencanakan pengembangan sektor peternakan ke depan, baik dari aspek pengelolaan lahan, penyediaan pakan, maupun peningkatan produktivitas ternak.

Dalam kegiatan sosialisasi, tim dari Dinas Pertanian Kota Kupang memberikan penjelasan kepada para peternak, lurah, serta aparat kecamatan mengenai pentingnya pendataan lahan dan populasi ternak yang akurat sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan pembangunan peternakan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Bapak Matheus A.B.H. Da Costa, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa data akurat menjadi fondasi utama dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan peternak.

“Pendataan lahan pengembalaan umum dan populasi ternak ini bukan hanya kegiatan administratif, tetapi juga langkah strategis untuk memastikan potensi peternakan di Kota Kupang dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan,” ujar Kadis Pertanian.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga serta memanfaatkan lahan pengembalaan umum secara bijak, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeliharaan dan pengelolaan ternak secara modern dan ramah lingkungan.

Melalui program ini, Dinas Pertanian Kota Kupang terus berkomitmen untuk memperkuat sektor peternakan sebagai bagian integral dari pembangunan pertanian berkelanjutan, demi terwujudnya Kota Kupang yang mandiri, produktif, dan sejahtera. (MI/ADV)




Dinas Pertanian Kota Kupang Salurkan Benih Jagung Hibrida Nusa Timore 77 untuk Dukung Swasembada Pangan

Kupang,nwartapedia.com  —  Dalam upaya mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan melalui kegiatan Optimalisasi Lahan (OPLAH), Dinas Pertanian Kota Kupang melaksanakan kegiatan Pembagian Benih Jagung Hibrida Nusa Timore 77 kepada para petani di wilayah Kota Kupang pada hari Selasa, 11 November 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari bantuan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, yang ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan lokal serta meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Sebanyak 16 kelompok tani dengan total 76 orang petani dari Kecamatan Alak (Kelurahan Naioni, Penkase Oeleta, dan Manutapen) serta Kecamatan Maulafa (Kelurahan Kolhua, Naimata, Belo, dan Fatukoa) menerima bantuan benih untuk areal tanam seluas 17 hektare.

Penyerahan benih dilakukan secara simbolis oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Bapak Matheus A.B.H. Da Costa, S.Sos., M.Si, didampingi oleh Ipda Andi Gunawan, yang hadir mewakili Kapolresta Kupang Kota.

Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara Dinas Pertanian dan Polresta Kupang Kota dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian dan menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kadis Pertanian Matheus A.B.H. Da Costa menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pertanian serta kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian.

“Kami berharap bantuan benih ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para petani untuk meningkatkan hasil produksi jagung di Kota Kupang. Program OPLAH menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan lahan pertanian yang ada agar mampu mendukung swasembada pangan di daerah,” ujar Kadis Pertanian.

Sementara itu, Ipda Andi Gunawan menyampaikan bahwa Polresta Kupang Kota siap mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan mengawal berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk sektor pertanian.

Dengan adanya pembagian benih jagung hibrida ini, diharapkan para petani semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Program ini juga menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah. (MI/AVD)




Momentum Hari Pahlawan, Kota Kupang Dianugerahi Cita Daerah Damai dan Inklusif Nasional 2025

Jakarta,nwartapedia.com — Di tengah semangat memperingati Hari Pahlawan, Kota Kupang menorehkan kebanggaan baru di kancah nasional. Pemerintah Kota Kupang meraih penghargaan “Cita Daerah Damai dan Inklusif” dalam ajang bergengsi Anugerah Cita Negeri 2025 yang diselenggarakan oleh Kompas TV, Senin (10/11), di Studio I Kompas TV, Jakarta.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, dan diterima oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.

Bersama Kota Kupang, penghargaan serupa juga diterima oleh Kota Denpasar, Kota Magelang, dan Kabupaten Fakfak.

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan pentingnya semangat damai dan inklusif di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

“Damai artinya kita mampu hidup berdampingan di tengah banyak perbedaan. Inklusif berarti pembangunan tidak diskriminatif, tidak hanya untuk sebagian, tetapi untuk semua,” ujar Tito.

Ia menekankan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan dorongan nyata bagi setiap daerah untuk terus memperkuat persatuan dan toleransi.

“Cita Negeri ini diberikan secara objektif dan kredibel, berdasarkan reputasi dan data nyata dari daerah yang berhasil menjaga kohesi sosial,” tambahnya.

Direktur Utama Kompas TV, Rosianna Silalahi, menjelaskan bahwa ajang Anugerah Cita Negeri merupakan bentuk penghargaan kepada kepala daerah yang memimpin dengan hati dan visi kemanusiaan.

“Penghargaan ini menyoroti mereka yang tak hanya membangun gedung dan jalan, tetapi juga menumbuhkan empati, kebersamaan, dan keberlanjutan,” ujarnya.

Menariknya, setiap piala penghargaan dibuat dari bahan daur ulang simbol bahwa pembangunan sejati harus berpihak pada manusia sekaligus pada alam.

“Kami berharap penghargaan ini menjadi inspirasi bagi seluruh kepala daerah untuk terus membangun tanpa meninggalkan siapa pun,” lanjut Rosianna.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang ia sebut sebagai cerminan karakter masyarakat Kota Kupang yang terbuka dan rukun.

“Kota Kupang adalah rumah bagi semua. Damai dan inklusif bukan sekadar slogan, tapi gaya hidup masyarakat kami,” ungkapnya.

Christian menambahkan, penghargaan ini akan menjadi penyemangat baru untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat nilai toleransi, dan memastikan setiap warga mendapat ruang yang sama dalam pembangunan kota.

Selain Cita Daerah Damai dan Inklusif, Kompas TV juga menganugerahkan tiga kategori lainnya Cita Daerah Sehat, diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI, Cita Daerah Pekerjaan Layak dan Lokal, diserahkan oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI dan Cita Inovasi Berkelanjutan, diserahkan oleh Menteri Koperasi dan UKM RI.

Penghargaan yang diterima Kota Kupang di Hari Pahlawan ini menjadi simbol bahwa semangat kepahlawanan tak hanya tentang perjuangan fisik, tetapi juga tentang keberanian menjaga perdamaian dan keberagaman.

Kota Kupang kini berdiri sebagai contoh nyata daerah yang mampu menyalakan semangat kebersamaan di tengah perbedaan—sebuah bentuk “kepahlawanan sosial” yang relevan di era modern. ***




Kupang Jadi Tuan Rumah Indonesia–Pasifik Cultural Sinergi, Bukti Peran Strategis Indonesia di Kawasan Pasifik

Kupang nwartapedia.com  –  Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia resmi menggelar ajang internasional Indonesia–Pasifik: Asal Energi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 11–13 November 2025.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama budaya dan diplomasi dengan negara-negara di kawasan Pasifik.

Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur NTT atas dukungan penuh terhadap inisiatif Kementerian Kebudayaan tersebut.

“Kami ingin mengucapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Nusa Tenggara Timur atas dukungannya yang luar biasa terhadap inisiasi Kementerian Kebudayaan untuk mengadakan Indonesia–Pasifik: Asal Energi,” ujar Endah dalam konferensi pers di Kupang, Senin (10/11)

Endah menjelaskan bahwa pemilihan Kupang sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Selain secara geografis dekat dengan negara-negara Pasifik, NTT juga memiliki kekayaan budaya pesisir yang menjadi jembatan kultural antara Indonesia dan kawasan tersebut.

“Selama ini Indonesia belum banyak melakukan pendekatan budaya dan diplomasi terhadap negara-negara Pasifik, padahal ada sepuluh provinsi di Indonesia yang secara geografis dan kultural termasuk bagian dari Pasifik,” jelasnya.

Ajang ini diikuti oleh 17 negara, termasuk Timor Leste sebagai undangan khusus. Selama kegiatan berlangsung, akan diadakan pertemuan tingkat menteri kebudayaan dan pemimpin politik negara peserta, serta beragam pertunjukan budaya kolaboratif antara seniman dari Indonesia dan negara-negara Pasifik.

“Negara-negara Pasifik walaupun kecil, memiliki satu suara di PBB. Karena itu, persahabatan dan kerja sama harus kita galang melalui pendekatan budaya. Kita ingin Indonesia menjadi mitra yang aktif, bukan hanya penerima bantuan,” tambah Endah.

Sebelum acara utama, telah digelar Program Residensi Budaya pada 3–10 November 2025 yang mempertemukan musisi, penari, dan pelaku seni dari NTT dan negara-negara Pasifik. Program ini diharapkan menjadi fondasi keberlanjutan hubungan antar-komunitas budaya di kawasan.

Endah berharap kegiatan ini menjadi awal dari hubungan jangka panjang antarnegara di kawasan Pasifik yang dilandasi semangat persahabatan dan kesetaraan.

“Kupang telah membuktikan kemampuannya menjadi tuan rumah ajang internasional. Kami berharap kegiatan ini membuka jalan bagi NTT untuk terus menjadi pusat kegiatan kebudayaan dunia di masa mendatang,”ucapnya.

Gubernur NTT, Melky Lala Lena, mengungkapkan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat untuk menjadikan Kupang sebagai tuan rumah kegiatan berskala internasional ini.

“Kami siap menjadi pintu gerbang Indonesia menuju Pasifik. Ini momentum penting bagi NTT untuk menunjukkan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah bagi kegiatan internasional yang melibatkan 17 negara,” tegas Melky.

Melky Laka Lena  juga mengenang awal mula kerja sama ini yang bermula dari pertemuan di Polandia antara dirinya dan perwakilan Kementerian Kebudayaan.

“Sejak awal kami langsung menyatakan siap. Kapan lagi NTT mendapat kesempatan menjadi contoh bagi daerah lain? Ini saatnya kita memainkan peran strategis itu,” ujarny

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, memastikan seluruh rangkaian kegiatan akan mendapat pengamanan maksimal.

“Untuk pengamanan sudah kami koordinasikan dengan Polda dan TNI. Seluruh delegasi akan mendapat pengawalan sejak tiba di bandara, di hotel, hingga selama kegiatan berlangsung,” jelas Johni.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat NTT untuk berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.

“Mari kita sambut para tamu dengan keramahan dan antusiasme. Kesuksesan acara ini adalah kebanggaan bersama, bukan hanya untuk NTT, tetapi juga untuk Indonesia,” tegasnya.

Melalui Indonesia–Pasifik: Asal Energi, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat diplomasi budaya di kawasan Pasifik. Selain mempererat hubungan antarbangsa, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk berbagi solusi terhadap tantangan bersama seperti perubahan iklim dan keberlanjutan sumber daya alam. (MI)




Sekda Kota Kupang Ajak ASN Warisi Semangat Pahlawan Lewat Integritas dan Pelayanan Tulus

Kupang nwartapedia.com  —  Suasana khidmat menyelimuti halaman Balai Kota Kupang saat Pemerintah Kota Kupang menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025).

Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkot Kupang turut hadir mengenang jasa para pejuang bangsa. Tahun ini, peringatan Hari Pahlawan mengusung tema “Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.”

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefri Pelt, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa semangat kepahlawanan bukan sekadar kisah sejarah, melainkan pedoman moral yang harus diterjemahkan dalam tindakan nyata pada masa kini.

“Para pahlawan tidak berjuang untuk mengejar kekuasaan atau harta peninggalan penjajah. Mereka mengabdikan diri kepada rakyat — mengajar, menanam, memulihkan kehidupan, dan menebarkan kasih serta pengertian. Di situlah letak kemuliaan sejati,” ujarnya.

Jefri menilai, perjuangan para pahlawan memiliki pandangan jauh ke depan. Mereka berjuang bukan hanya untuk masa mereka hidup, tetapi juga untuk generasi yang belum lahir.

Ia mengingatkan bahwa semangat pantang menyerah dan rela berkorban harus terus menjadi inspirasi dalam membangun bangsa hari ini.

“Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan. Semangat pantang menyerah itulah modal besar bagi generasi kita saat ini,” tambahnya.

Menurutnya, bentuk perjuangan masa kini tidak lagi melalui senjata, melainkan diwujudkan lewat ilmu pengetahuan, integritas, empati, dan pelayanan publik.

Namun nilai-nilai dasarnya tetap sama membela yang lemah, menegakkan keadilan, dan memastikan kemajuan dirasakan seluruh rakyat.

Ia menegaskan, pemerintah terus menumbuhkan semangat itu melalui pembangunan yang berorientasi pada ketahanan bangsa, pemerataan pendidikan, keadilan sosial, serta pembentukan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

“Kemerdekaan ini tidak boleh sia-sia. Kita harus melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita masing-masing bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Sekda Kota Kupang menekankan pentingnya disiplin ASN sebagai wujud nyata semangat kepahlawanan di era modern.

Menurutnya, upacara bukan hanya seremonial, tetapi momen untuk memperkuat komitmen dan profesionalitas aparatur negara.

Jefri meminta setiap pimpinan perangkat daerah hingga lurah agar menegakkan disiplin pegawai melalui absensi kehadiran dan pelaporan kinerja yang rutin.

“Jika masih ada yang bermain-main dengan disiplin, baik dalam hal kehadiran maupun kinerja, maka ia telah mengabaikan amanah,” ujarnya tegas.

Ia menambahkan, Pemkot Kupang tidak akan ragu menindak aparatur yang lalai dalam melaksanakan tugas.

“Kita semua memikul tanggung jawab untuk melayani rakyat dan menjaga kehormatan bangsa. Api perjuangan para pahlawan harus terus kita jaga melalui tanggung jawab kita hari ini,” tutupnya.

Upacara diakhiri dengan pengheningan cipta dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan Indonesia. (Goe)

 




Wali Kota Kupang Dorong Pemerataan Pembinaan Olahraga Lewat Turnamen Tenis Piala Wali Kota 2025

Kupang, nwartapedia.com – KabarTerkiniNews.co.id — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, membuka secara resmi Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang 2025, yang digelar di Lapangan Tenis Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT, Jumat (7/11/2025).

Turnamen ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong pemerataan pembinaan di seluruh cabang olahraga (cabor) baik yang masuk kategori prioritas maupun nonprioritas sebagai bagian dari strategi membangun sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkarakter melalui olahraga.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Pemkot Kupang berkomitmen memberi perhatian yang setara kepada semua cabang olahraga, tanpa memandang besar kecilnya popularitas.

“Pemerintah Kota akan memperhatikan seluruh cabang olahraga, baik yang prioritas maupun nonprioritas. Cabor yang selama ini terlupakan juga harus punya kesempatan dan ruang yang sama,” tegas dr. Christian Widodo.

“Olahraga bukan hanya untuk kesehatan atau silaturahmi, tapi juga menjadi sarana membentuk karakter, disiplin, dan daya juang generasi muda. Dari lapangan olahraga, lahir SDM unggul yang menjadi kebanggaan Kota Kupang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) NTT, Rudy Basuki, memberikan apresiasi kepada Wali Kota Kupang atas perhatian dan dukungan nyata terhadap pengembangan olahraga tenis di NTT.

“Kehadiran Bapak Wali Kota memberikan warna baru bagi kebangkitan olahraga tenis di daerah ini. Kami percaya, inisiatif ini menjadi pintu awal untuk membangun prestasi tenis menuju PON 2028, di mana NTT dan NTB menjadi tuan rumah bersama,” ujar Rudy.

Ketua Panitia Turnamen, Luther Kana, menjelaskan bahwa ajang ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 7–9 November 2025, dan diselenggarakan di tiga lokasi berbeda, yaitu Lapangan Tenis BI Perwakilan NTT, Lapangan Tenis Bulog NTT, serta Lapangan Tenis Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT.

Turnamen ini diikuti oleh 215 atlet tenis dari berbagai daerah di NTT, termasuk Kota Kupang, Kabupaten Belu, TTS, Sikka, dan Alor, serta peserta dari Timor Leste.

Mereka akan bertanding di sejumlah kategori Kelompok umur 8–10 tahun, 11–14 tahun, dan 15–17 tahun (Putra–Putri), Ganda Pemula (Beginner, Ganda Terbuka dan Beregu Ganda

Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp75 juta, lengkap dengan medali dan piala bergilir Wali Kota Kupang.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet muda, sekaligus memperkuat hubungan antarwilayah dan antarnegara melalui semangat sportivitas.

Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang 2025 mencerminkan arah kebijakan Pemerintah Kota Kupang dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi melalui olahraga yang inklusif dan berkelanjutan. (MI)




Wali Kota Kupang Dijadwalkan Hadir di Bello untuk Membuka Pentas Budaya

Kupang, nwartapedia.com  — Wali Kota Kupang, Dokter Christian Widodo, dijadwalkan hadir sekaligus membuka secara resmi Pentas Budaya yang digelar Karang Taruna Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang pada Minggu sore, 9 November 2025, bertempat di Lapangan Bola Nunhala, RT 006 RW 003, Kelurahan Bello. 

Kegiatan ini diinisiasi sebagai upaya memperkuat pelestarian nilai budaya lokal, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mengembangkan kreativitas generasi muda di tingkat kelurahan.

Pentas Budaya tersebut merupakan kerja sama Karang Taruna Bello bersama Dinas Pariwisata Kota Kupang dan Pemerintah Kelurahan Bello.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap program pembangunan berbasis pemberdayaan komunitas, sebagaimana menjadi arah kebijakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua Karang Taruna Bello, Yopi Kefi, mengatakan tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini adalah membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya lokal. 

Menurutnya, generasi muda perlu memiliki ruang untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menjaga identitas budaya daerah.

“Kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk tampil dan menunjukkan kebanggaan terhadap budaya kita sendiri. Pentas budaya ini bukan sekadar hiburan, tetapi gerakan bersama untuk memperkuat jati diri dan menjaga warisan budaya yang mulai banyak ditinggalkan,” ujar Yopi Kefi.

Pentas Budaya akan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan tradisi masyarakat setempat, seperti tarian Lufut, Padoa, musik daerah, atraksi budaya, serta permainan tradisional.

Seluruh kelompok seni, pemuda, hingga perwakilan warga dari tiap RT/RW se-Kelurahan Bello akan terlibat dalam pertunjukan tersebut. Dinas Pariwisata Kota Kupang turut hadir memberi pendampingan teknis dalam perencanaan program.

Yopi berharap kegiatan ini kelak dapat menjadi agenda rutin Kelurahan Bello dan berkembang sebagai daya tarik budaya yang mampu meningkatkan citra pariwisata lokal.

Sekretaris Kelurahan Bello, Denny Paty,M.M, yang mewakili Lurah Bello, memberikan apresiasi bagi panitia dan seluruh pihak yang turut terlibat. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya tidak hanya penting sebagai identitas, tetapi juga sebagai kekuatan sosial dalam membentuk karakter masyarakat.

“Budaya lokal adalah jati diri kita. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat untuk kembali mencintai tradisi yang selama ini mulai terpinggirkan karena perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup. Pelestarian budaya harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga dan komunitas,” katanya.

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan akan berlangsung mulai sore hingga malam hari (goe)