Pemkot Kupang Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan, Sekda Buka Bimtek Pengurus Koperasi Merah Putih 

Kupang nwartapedia.com  –   Pemerintah Kota Kupang meneguhkan komitmennya dalam membangun ekonomi kerakyatan melalui penguatan koperasi di tingkat kelurahan.

Komitmen ini diwujudkan melalui pembukaan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi Merah Putih oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., yang berlangsung di Aula SMK Negeri 3 Kupang, Selasa (18/11).

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, S.H., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Dr. Drs. Jusuf Lery Rupidara, M.Si., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang, Drs. Danberty Ndapamerang, narasumber Dominikus Ancis bersama tim, para kepala perangkat daerah, serta para camat se-Kota Kupang.

Dedikasi Pengurus Koperasi Jadi Penopang Kekuatan Ekonomi Warga

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pengurus Koperasi Merah Putih yang selama ini bekerja secara sukarela mendampingi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

“Bukan sesuatu yang mudah ketika Bapak-Ibu memilih untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih. Dalam situasi ekonomi yang tidak baik-baik saja, pengabdian ini sangat mahal dan sangat berarti bagi masyarakat Kota Kupang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengurus koperasi bukanlah staf kelurahan atau pegawai pemerintah, tetapi merupakan mitra strategis yang berada di garis depan memajukan kesejahteraan masyarakat.

“Bapak-Ibu adalah mitra kami. Kerja ini adalah kerja sukarela, dan itu luar biasa. Kami sangat menghargai kesediaan dan ketulusan Bapak-Ibu,” tambahnya.

Pendampingan dari Pemerintah Jadi Kunci Tata Kelola Berkualitas

Sekda juga menyampaikan arahan khusus dari Wali Kota Kupang agar pendampingan terhadap koperasi dilakukan secara berkelanjutan, terutama dalam tata kelola keuangan dan administrasi agar koperasi dapat berjalan profesional dan bebas dari masalah hukum.

“Dampingi pengurus koperasi agar tidak salah langkah. Kita bekerja dalam sistem, dan kita kawal bersama,” tegas Sekda, yang pernah menjabat sebagai Kabag Hukum Setda Kota Kupang.

Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan bimtek ini sebagai ruang belajar yang sesungguhnya, dengan memaksimalkan diskusi bersama para narasumber.

Koperasi Merah Putih: Pilar Ekonomi Akar Rumput yang Perlu Diperkuat

Dalam laporan kegiatan, Plt. Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi, Venny Aman, menjelaskan bahwa Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM Pengurus Koperasi Merah Putih merupakan langkah strategis untuk menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi koperasi di lapangan.

Meski Koperasi Merah Putih telah menjadi wadah ekonomi berbasis gotong royong yang melekat dengan masyarakat kelurahan, ia mengakui masih banyak kendala yang dijumpai, mulai dari keterbatasan manajemen, rendahnya literasi digital, hingga minimnya pemahaman prinsip dasar perkoperasian.

Karena itu, pelatihan ini disusun untuk memperkuat kompetensi pengurus dalam tiga aspek utama: pengelolaan organisasi, pengelolaan keuangan yang akuntabel, serta pengembangan usaha berbasis digital, yang kini menjadi kebutuhan bagi koperasi modern.

Dorongan untuk Mengembangkan Potensi Ekonomi Kelurahan

Menutup sambutannya, Sekda mengajak seluruh pengurus koperasi untuk lebih jeli melihat potensi lokal di wilayah masing-masing, mulai dari usaha kuliner, kerajinan, hingga produk kreatif lainnya, untuk kemudian dikembangkan sebagai unit usaha koperasi yang produktif dan berkelanjutan. (MI/ADV)




Ario Trisaksono Tekankan Transparansi dan Kolaborasi BPJS Kesehatan dengan Media

Kupang,nwartapedia.com  – BPJS Kesehatan Cabang Kupang menggelar diskusi bersama para jurnalis di Rumah Makan Tanjung, Senin (17/11/2025).

Kegiatan ini digelar sebagai ajang silaturahmi serta upaya memperkuat komunikasi antara BPJS Kesehatan dan insan pers, khususnya terkait layanan dan kebijakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, Ario Trisaksono, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kehadiran para jurnalis yang selama ini berperan penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan Bapak Ibu untuk memenuhi undangan kami. Intinya kegiatan ini adalah silaturahmi, sekaligus ruang bagi kita berdiskusi terkait hal-hal yang mungkin masih mengganjal atau memerlukan klarifikasi,” ujar Ario.

Ario menegaskan pentingnya komunikasi terbuka antara BPJS Kesehatan dan media, terutama terkait informasi yang beredar di masyarakat.

“Saya yakin Bapak Ibu sekalian sering berjumpa dengan berbagai berita dan informasi yang mungkin belum jelas. Di sinilah kami berharap bisa menjawab dan memberikan keterangan yang memuaskan, agar masyarakat mendapat informasi yang benar,” jelasnya.

Ia mengajak jurnalis untuk terus mendorong peserta JKN agar melapor bila menemukan layanan yang tidak sesuai prosedur di fasilitas kesehatan.

“Kalau ada keluhan, mohon sampaikan kepada kami secara detail. Rumah sakit mana, kapan kejadiannya, apa bentuk masalahnya. Tanpa informasi lengkap, kami sulit melakukan tindak lanjut,” tegas Ario.

Dalam kesempatan tersebut, Ario juga memaparkan upaya BPJS Kesehatan dalam meningkatkan pelayanan, salah satunya melalui pemanfaatan telekonsultasi pada aplikasi Mobile JKN.

“Kami sudah mendorong seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk mengaktifkan layanan telekonsultasi. Namun, kembali lagi kepada peserta, apakah mereka ingin memanfaatkannya atau tidak,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa BPJS Kesehatan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap fasilitas kesehatan untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai standar.

Ario menyoroti pentingnya transparansi ketersediaan tempat tidur di rumah sakit yang wajib diperbarui secara berkala.

“Kami meminta rumah sakit memperbarui data ketersediaan tempat tidur secara rutin. Jika tidak melakukan update, kami bisa memberikan teguran tertulis,” jelasnya.

Ario menjelaskan bahwa idealnya rumah sakit memiliki sistem yang mampu memperbarui data tempat tidur secara otomatis, seperti konsep sensor parkir di gedung-gedung besar.

Terkait banyaknya pertanyaan tentang kecelakaan tunggal dan koordinasi dengan Jasa Raharja, Ario menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.

“Kita pastikan dulu apakah kasus tersebut dijamin Jasa Raharja atau tidak. Jika pelanggarannya berat, seperti tidak memiliki SIM atau melanggar aturan lalu lintas, bisa saja tidak dijamin,” katanya.

Ario juga menekankan kewajiban rumah sakit memasang poster informasi pengaduan peserta JKN, yang berisi kontak petugas rumah sakit dan petugas BPJS Kesehatan.

“Poster itu wajib dipasang. Kalau rumah sakit tidak memasangnya, kami bisa memberikan teguran. Ini penting agar peserta tahu harus lapor ke mana saat mengalami masalah layanan,” ujarnya.

Di akhir sesi, Ario berharap forum seperti diskusi ini dapat terus dilakukan untuk memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan dan media dalam meningkatkan literasi publik mengenai Program JKN.

“Kami terbuka terhadap saran, masukan, dan laporan dari masyarakat maupun jurnalis. Semua demi perbaikan layanan bagi peserta JKN,” tutupnya. (MI)




PDAM Kota Kupang Luncurkan Promo Besar “Buka Segel” Bayar 50 Persen, Denda Dihapus, Layanan Aktif Kembali

Kupang nwartapedia.com – Untuk pertama kalinya sejak berdiri, Perumda Air Minum (PDAM) Kota Kupang menghadirkan program keringanan besar-besaran bertajuk “Promo Khusus Buka Segel”, sebuah inovasi yang memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk mengaktifkan kembali sambungan air yang telah lama disegel akibat tunggakan.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, mengatakan bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya jumlah sambungan yang tidak aktif dan tingginya nilai piutang perusahaan.

“Per Oktober 2025, total tunggakan pelanggan mencapai Rp4,7 miliar, dan hampir 7.000 dari 17.000 pelanggan berada dalam status nonaktif atau disegel. Angka ini memaksa kami untuk mencari solusi inovatif agar masyarakat bisa kembali menikmati layanan air bersih dan Perumda dapat memperbaiki kondisi keuangannya,” tegas Isidorus Lilijawa saat melaunching program ini di halaman Kantor PDAM Kota Kupang pada Senin (17/11).

Isidorus menjelaskan bahwa melalui promo ini, pelanggan cukup membayar 50 persen dari total tunggakan, sementara seluruh denda langsung dihapus. Sisa kekurangan dapat dicicil dengan skema yang disepakati bersama petugas.

“Minimal cicilan lima kali, tetapi bagi pelanggan dengan tunggakan besar kami berikan fleksibilitas hingga delapan atau sepuluh kali. Intinya, program ini dibuat agar pelanggan tidak terbebani,” jelas Direktur.

Program ini berlaku mulai 17 November hingga 31 Desember 2025, sekaligus sebagai hadiah akhir tahun menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kepala Bagian Hubungan Langganan Perumda Air Minum Kota Kupang, Ferdi Jeremias, menegaskan bahwa Perumda telah menyiapkan berbagai saluran layanan untuk memudahkan pelanggan.

“Pelanggan bisa datang ke kantor, menghubungi nomor layanan yang kami sebarkan, atau meminta petugas kami datang langsung ke rumah. Kami ingin memastikan semua pelanggan memiliki akses untuk mengaktifkan kembali sambungannya,” kata Ferdi.

Menurutnya, selama bertahun-tahun banyak pelanggan terhambat membayar tunggakan besar sekaligus, sehingga sambungan mereka tetap disegel dalam waktu lama. Kebijakan baru ini diharapkan mampu mengatasi kendala tersebut.

“Dengan hanya membayar setengah, dendanya dihapus, dan sisanya dicicil, pelanggan tidak lagi harus menunggu bertahun-tahun untuk kembali mendapatkan air. Ini langkah kami untuk mendekatkan pelayanan dan memperbaiki hubungan dengan pelanggan,” ujarnya.

Pelanggan pertama yang memanfaatkan program ini adalah Muhibbudin Harun, warga Penkase. Ia mengaku sangat terbantu oleh kebijakan baru tersebut.

“Tunggakan saya sejak 2021 sebesar Rp2.402.000. Dengan adanya promo ini saya cukup membayar 50 persen, sisanya bisa dicicil. Meteran saya sudah dipasang kembali,” ungkapnya penuh syukur.

Cerita seperti ini diharapkan Perumda akan menjadi awal perubahan besar dalam pemulihan layanan air bersih di Kota Kupang.

Program “Buka Segel” menjadi tonggak baru bagi Perumda Air Minum Kota Kupang dalam menghadapi tantangan piutang menumpuk serta meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan air bersih.

“Ini bukan sekadar promo, tetapi langkah strategis untuk menyelamatkan perusahaan sekaligus membuka akses air bersih bagi ribuan warga Kota Kupang,” tutup Isidorus.

Program ini masih akan berjalan hingga 31 Desember 2025, dan Perumda mengimbau pelanggan yang sambungannya disegel untuk segera datang dan memanfaatkan kemudahan tersebut. (MI)




Pemkot Kupang Resmi Buka Seleksi Dirut PD Pasar, Pendaftaran Dimulai 17–22 November 2025

Kupang,nwartapedia.com  –  Pemerintah Kota Kupang resmi membuka proses seleksi Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Kupang). Tahapan pendaftaran akan berlangsung pada 17–22 November 2025, sesuai keputusan yang telah ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jeffry Pelt.

Pengumuman pembukaan seleksi tersebut disampaikan Sekda Jeffry Pelt, didampingi Asisten II Sekda Kota Kupang, Ignasius Lega, kepada wartawan usai penyerahan bantuan dari Wali Kota Kupang dan PSI kepada tiga panti asuhan di Kota Kupang, Minggu (16/11/2024).

“Kita sudah naikkan dan saya sudah tandatangani. Pembukaan seleksi akan dibuka dari tanggal 17–22 November 2025. Jadi pembukaan seleksi itu mulai besok 17 November 2025,” ujar Jeffry.

Jeffry menjelaskan bahwa setelah pendaftaran ditutup, panitia seleksi akan melanjutkan dengan tahapan seleksi administrasi, yang akan menentukan peserta yang berhak maju ke tahap berikutnya.

Peserta yang lolos administrasi wajib menyiapkan makalah dan rencana bisnis terkait pengelolaan dan pengembangan PD Pasar.

“Ada pemaparan makalah, ada tanya jawab. Setelah selesai semua itu baru diputuskan, satu per satu. Nanti juga ada tanggung jawab dengan Pak Wali Kota. Beliau perintahkan kami menentukan siapa yang terpilih menjadi Dirut PD Pasar baru diumumkan,” jelas Jeffry.

Pemkot Kupang menargetkan seluruh rangkaian seleksi dapat diselesaikan tepat waktu.

“Kita harapkan sekitar tanggal 2 atau 3 Desember 2025 itu sudah final dan bisa diumumkan,” tambahnya.

Seleksi terbuka ini diharapkan mampu menghasilkan sosok Direktur Utama yang profesional, memiliki visi pengembangan pasar yang modern, serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan pendapatan daerah melalui inovasi dan tata kelola pasar yang lebih baik. (MI)




Goris Takene Hadirkan Gasing Timor di TMII, Ketua KPOTI Titip Salam untuk Wali Kota Kupang

Jakarta,nwartapedia.com  –  Pembukaan Teras Main Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (15/11/2025), berlangsung meriah dan sarat nuansa budaya.

Dalam acara yang digagas oleh Komite Permainan Rakyat dan. Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Pusat tersebut, Ketua KPOTI Kota Kupang Goris Takene tampil membawa permainan tradisional gasing kayu khas Timor, menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pengunjung.

Gasing Timor yang dibawa delegasi dari Kupang menarik perhatian karena bentuknya yang unik, teknik memainkannya yang khas, serta nilai budaya yang dikandungnya.

Bagi KPOTI Kota Kupang dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, partisipasi di ajang nasional ini bukan sekadar hadir, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam menjaga identitas dan warisan permainan rakyat.

“Permainan tradisional ini adalah identitas kita. Kami membawa gasing Timor sebagai simbol bahwa Kupang ikut bergerak menghidupkan kembali permainan rakyat Indonesia,” ujar Goris Takene.

Ketua Umum KPOTI, Arsjad Rasjid, turut memberikan apresiasi atas kehadiran tim dari Kota Kupang yang menempuh perjalanan jauh demi menunjukkan komitmen mereka terhadap pelestarian permainan rakyat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dari Kota Kupang yang bersedia datang jauh-jauh membawa gasing Timor. Ini bentuk komitmen nyata dari daerah dalam merawat permainan rakyat,” ujarnya.

Arsjad juga menitipkan salam khusus kepada Wali Kota Kupang dan menyampaikan harapannya untuk kolaborasi yang lebih besar di masa mendatang.

“Nanti tolong sampaikan salam kami kepada Bapak Wali Kota Kupang. Mari bersama KPOTI kita kolaborasi untuk menghidupkan permainan rakyat dan olahraga tradisional, dari Kota Kupang untuk Indonesia dan dunia,” tambah mantan Ketua KADIN tersebut.

Pembukaan acara ditandai dengan prosesi pengguntingan pita oleh Wakil Kepala BPIP sekaligus pembina KPOTI, Rima Agristina. Beragam permainan rakyat dari berbagai daerah ditampilkan dan dimainkan secara langsung, menciptakan suasana edukatif dan merayakan kekayaan budaya Nusantara. (goe)




Wali Kota Kupang Rayakan Ulang Tahun dengan Berbagi di Tiga Panti Asuhan

Kupang,nwartapedia.com   – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo merayakan hari ulang tahunnya dengan cara berbeda tahun ini. Bertepatan dengan hari lahir Partai Solidaritas Indonesia (PSI), ia memutuskan untuk tidak menggelar pesta ataupun acara makan bersama. Sebagai gantinya, ia memilih mengunjungi tiga panti asuhan sebagai wujud kepedulian kepada sesama.

“Tahun ini ulang tahun saya bertepatan dengan ulang tahun Partai Solidaritas Indonesia. Kami memutuskan untuk tidak membuat pesta. Kami memilih datang ke panti asuhan,” ujar Wali Kota Kupang dalam kunjungannya, Minggu (16/11/2025).

Tiga panti asuhan yang dikunjungi mewakili tiga golongan agama, yaitu Panti Asuhan AAttin Namosain (Muslim) di Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Panti Asuhan Louise de MoMonfor  Sikumana (Katolik) di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa dan Panti Asuhan Syalom – Bello (Protestan) di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyerahkan bantuan berupa uang tunai, serta sembako seperti beras, mie instan, telur, dan sabun cuci.

Wali Kota menyampaikan bahwa hari bahagia seharusnya menjadi kesempatan untuk membahagiakan orang lain.

“Saya ingin di hari yang berbahagia ini, kita bisa membuat orang lain juga ikut berbahagia. Kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa membuat orang lain juga sukses atau bahagia,” tuturnya.

Ia juga menegaskan pentingnya semangat gotong royong.

“Kalau kita berbagi kasih, itu tidak mengurangi kasih dalam diri kita. Seperti lilin ketika satu lilin menyalakan lilin lain, apinya tidak berkurang. Begitu juga dengan kebaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam bekerja untuk rakyat.

“Teruslah berbuat baik terhadap sesama. Hadir dan bekerja untuk rakyat itu simbol dari kegiatan hari ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Yuliana Wulla Bulu, Ketua Yayasan Bina Kasih Bukit Sion, menyampaikan apresiasi atas dukungan Wali Kota Kupang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota karena telah memberikan uang Rp25 juta untuk biaya makanan dan kebutuhan perumahan anak-anak,” ujarnya.

Yuliana juga menyampaikan bahwa pihak yayasan kini sedang membangun panti asuhan baru di Kelurahan Sikumana, dan berharap mendapat dukungan pemerintah.

“Kami mohon dukungan Wali Kota untuk pembangunan panti asuhan dan juga dukungan bagi anak-anak sekolah. Mereka memiliki pergumulan untuk masa depan mereka,” katanya.

Ia menyebut kunjungan ini sebagai bentuk kepedulian yang berarti bagi anak-anak.

“Kunjungan hari ini memberikan semangat baru bagi kami,” tambahnya. (MI)




Era Baru Bank NTT Dimulai: Melki Laka Lena Kukuhkan Direksi Baru, Tegaskan Tata Kelola Berintegritas

Kupang, nwartapedia.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkiades Laka Lena, resmi melantik jajaran Direksi dan Dewan Komisaris baru PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) di Aula Fernandez, Lantai VI Kantor Gubernur NTT, Kamis (13/11/2025).

Pelantikan ini digelar sehari setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang menetapkan susunan pimpinan baru Bank NTT.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari transformasi besar-besaran dalam tata kelola dan budaya kerja Bank NTT.

“Pelantikan ini bukan hanya mengganti orang, tetapi membangun sistem dan tata kelola baru yang berintegritas, transparan, dan akuntabel demi kepentingan masyarakat Nusa Tenggara Timur,” tegas Melki.

Ia menambahkan, keputusan strategis hasil RUPS LB ini menjadi momentum untuk memperkuat struktur manajemen dan meningkatkan efisiensi agar Bank NTT lebih adaptif terhadap tantangan ekonomi global dan kebutuhan daerah.

“Kami ingin Bank NTT menjadi lembaga keuangan daerah yang melayani dengan hati, berbasis data, dan berpihak pada rakyat. Bank ini harus menjadi motor penggerak ekonomi NTT, terutama bagi sektor UMKM, pertanian, perikanan, dan peternakan,” ujar Gubernur yang juga politisi Partai Golkar itu.

Berikut susunan pimpinan Bank NTT yang resmi dilantik Charlie Paulus sebqgai Direktur Utama, Rahmat Saleh sebagai Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia, Aloysius Geong sebahai Direktur Kredit, Heru Helbianto sebagai Direktur Dana dan Treasury dan Stefanus Donny Heatubun sebagai Komisaris Utama

Gubernur Melki menegaskan bahwa jajaran baru ini diharapkan mampu membawa semangat profesionalisme, inovasi, dan keberpihakan terhadap masyarakat dalam setiap kebijakan dan layanan Bank NTT.

Turut hadir dalam acara pelantikan, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, yang menyampaikan dukungan dan apresiasi atas langkah reformasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTT terhadap Bank NTT.

“Kami berharap Bank NTT ke depan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung program-program seperti MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih. Kita ingin Bank NTT hadir lebih dekat dengan masyarakat dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah,” ujar Christian Widodo.

Pelantikan direksi baru ini menjadi tonggak penting bagi Bank NTT untuk memasuki era baru: era transformasi digital, transparansi, dan pertumbuhan berkelanjutan.

Dengan kepemimpinan baru, Bank NTT diharapkan semakin berperan besar dalam mempercepat pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di seluruh Nusa Tenggara Timur. (MI)




Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Solomon Apresiasi Festival Drone di Pantai Lasiana Kupang

Kupang nwartapedia.com  –   Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Solomon, Choylin Yim Douglas, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kota Kupang atas penyelenggaraan Festival Drone di Pantai Lasiana, yang menjadi salah satu rangkaian acara penutupan Indonesia Pacific  Cultural Synergy (IPACS) 2025.

Dalam sambutannya pada acara penutupan IPACS di Hotel Harper, Kamis (13/11/2025), Menteri Douglas menilai pertunjukan budaya dan teknologi yang ditampilkan dalam festival tersebut sebagai bentuk inovasi luar biasa yang memperlihatkan semangat kolaborasi antara tradisi dan modernitas.

“Tidak banyak yang bisa saya katakan selain terima kasih yang sebesar-besarnya. Hati kami sangat tersentuh dan kami sangat menikmati malam yang indah di Pantai Lasiana. Di sana ada inovasi budaya dan kreativitas yang luar biasa, dan menurut saya penting bagi kita untuk terus bekerja sama dalam semangat ini,” ujar Douglas.

Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan Pantai Lasiana dan sambutan masyarakat Kupang yang begitu hangat.

“Malam di pantai itu sungguh luar biasa. Saya berharap kolaborasi budaya antara Kepulauan Solomon dan Indonesia, khususnya dengan Kota Kupang, dapat terus dikembangkan di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam kesempatan yang sama menyampaikan rasa bangga karena Kota Kupang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan IPACS 2025.

“Ini adalah sebuah kehormatan bagi kami. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman budaya, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian Kota Kupang. Di mana ada pertemuan besar, di situ ekonomi tumbuh  hotel-hotel terisi, restoran ramai, dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” tutur Wali Kota Kupang.

Ia menambahkan bahwa kegiatan kebudayaan internasional seperti IPACS juga membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, termasuk pendidikan, sosial, dan ekonomi.

“Kami sempat berdiskusi mengenai kemungkinan kerja sama Sister City antara Kota Kupang dan salah satu kota di Kepulauan Solomon. Bentuknya bisa berupa pertukaran budaya, kegiatan ekonomi, sosial, bahkan program beasiswa. Ini baru langkah awal, dan tentu kami berharap ada tindak lanjut yang konkret ke depannya,” ungkapnya.

Penutupan IPACS 2025 menandai akhir dari rangkaian kegiatan kebudayaan Pasifik yang berlangsung selama beberapa hari di Kupang.

Festival ini menampilkan berbagai pertunjukan seni, kuliner, dan inovasi budaya dari negara-negara peserta, sekaligus memperkuat kerja sama budaya antara Indonesia dan kawasan Pasifik. (MI)




Menteri Kebudayaan Fiji Apresiasi Kerja Sama Budaya dengan Indonesia di Penutupan IPACS 2025

Kupang nwartapedia.com  –   Penutupan Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 berlangsung meriah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Acara tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kebudayaan antara Indonesia dan negara-negara Pasifik.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Republik Fiji, Ifereimi Vasu, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Nusa Tenggara Timur, atas sambutan dan kerja sama yang hangat selama kegiatan berlangsung.

“Atas nama seluruh masyarakat Fiji, kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur atas keramahtamahan dan semangat persaudaraan yang kami rasakan seperti di negara sendiri,” ujar Menteri Vasu.

Beliau menegaskan bahwa kuliner dan kebudayaan lokal menjadi semangat yang luar biasa selama acara berlangsung, mencerminkan kekayaan dan keberagaman budaya yang menjadi jembatan antarbangsa di kawasan Pasifik.

“Kami di Fiji meyakini bahwa budaya merupakan inti dari identitas bangsa. Budaya memastikan kebijakan kita sejalan dengan arah nasional dan regional, serta menjadi sarana belajar dan berkolaborasi antarnegara,” tambahnya.

Menteri Vasu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh budayawan atas dedikasi luar biasa dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya.

Ia berharap kerja sama antara Indonesia dan Fiji terus berlanjut, terutama dalam bidang pelestarian budaya, digitalisasi, dan pendidikan generasi muda.

“Mari kita terus membangun sinergi budaya yang berkelanjutan agar warisan kita tetap hidup dan berkembang untuk generasi mendatang,” tutupnya.

Selain Fiji, turut hadir Menteri Negara Pariwisata, Seni, dan Budaya Papua Nugini, Belden Norman Namah, serta Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Solomon, Choylin Yim Douglas.

Menteri Choylin Yim Douglas menyampaikan rasa terima kasihnya atas undangan dan persahabatan yang terjalin melalui forum IPACS 2025.

“Kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi budaya antarnegara Pasifik. Seperti Fiji, Kepulauan Solomon juga melihat kerja sama ini sebagai langkah penting untuk masa depan kawasan kita,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Fadly Zon, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi negara Pasifik dan para kepala daerah yang hadir.

“Selamat datang kembali dalam upacara penutupan IPACS 2025. Kehadiran para delegasi menunjukkan semangat kebersamaan kita untuk memperkuat ikatan budaya antara Indonesia dan negara-negara Pasifik,” kata Fadly Zon.

Ia menambahkan bahwa budaya adalah pilar keberlanjutan, dan kegiatan IPACS menjadi bukti nyata bahwa nilai budaya mampu mempererat hubungan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta beradaptasi dengan era digital.

Sebagai bentuk penghargaan, Fadly Zon menyerahkan sertifikat partisipasi kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Fiji, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon, serta penghargaan khusus kepada Gubernur dan Wali Kota Kupang atas dukungan dan kontribusinya terhadap penyelenggaraan IPACS 2025.

“Semoga semangat IPACS menjadi inspirasi untuk terus memperkuat kolaborasi budaya dan persahabatan antarbangsa di kawasan Pasifik,” tutup Fadly Zon. (MI)




Wagub Johni Asadoma: “Transformasi Ayo Bangun NTT” Berawal dari Akar Budaya Kita

Kupang, nwartapedia.com – “Transformasi Ayo Bangun NTT lahir dari akar budaya kita sendiri. NTT adalah tanah di mana gotong royong, solidaritas, dan adat istiadat menjadi napas kehidupan masyarakat,” ujar Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, saat menjadi pembicara dalam sesi pleno Indonesia–Pacific Cultural Synergy (IPACS) di Hotel Harper Kupang, Rabu (12/11/2025).

Dalam forum yang menghadirkan Tantowi Yahya, Ifereimi Vasu (Menteri Kebudayaan Fiji), dan Joseph Lo (Asia Pacific Crafts Alliance), Wagub Johni menegaskan pentingnya harmoni antara manusia, alam, dan budaya sebagai dasar pembangunan berkelanjutan di NTT.

“Kami membangun dari bawah, dari desa dan komunitas, dengan semangat saling menghidupi. Pembangunan sejati bukan sekadar membangun fisik, tapi juga membangun manusia dan relasi sosialnya,” tegasnya.

Program “Ayo Bangun NTT” berdiri di atas tiga pilar utama: ekonomi berkelanjutan, pemberdayaan komunitas, dan pemerataan infrastruktur.

Ekonomi hijau, tenun ikat, kriya, dan pariwisata berbasis budaya menjadi penggerak utama pembangunan.

Wagub juga menyoroti pentingnya pendidikan budaya sejak dini.

“Muatan lokal budaya kami integrasikan ke kurikulum sekolah agar anak-anak tidak sekadar belajar budaya, tapi mengalaminya,” jelasnya.

Menurut Johni, menjaga budaya berarti menjaga jiwa masyarakat. Karena itu, pemerintah terus mendorong pelestarian warisan budaya tak benda, penguatan ekonomi kreatif, dan gerakan Beli Produk NTT.

“Tenun bagi kami bukan sekadar ekonomi, tapi martabat dan spiritualitas. Ekonomi kreatif NTT tumbuh dari nilai, bukan hanya nilai tukar,” katanya.

Menutup pemaparannya, Johni menyerukan agar NTT menjadi jembatan diplomasi budaya Indonesia di Pasifik.

“Kita punya laut yang sama, langit yang sama, dan harapan yang sama. Dari timur Indonesia, kita menyalakan cahaya bagi dunia,” pungkasnya. ***