Isidorus Lilijawa Ajak Mahasiswa IAKN Kupang Bangun Gerakan Cinta Lingkungan

Kupang, nwartapedia.com — Kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya sebatas pengetahuan.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang sekaligus mahasiswa Pascasarjana IAKN Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, kepada media ini usai webinar bertema “Merawat Bumi, Merawat Kehidupan: Ekoteologi sebagai Spiritualitas Cinta”, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kampus IAKN Kupang tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju wisuda Angkatan ke-19.

Dalam kesempatan tersebut, Isidorus mengajak mahasiswa untuk melihat persoalan lingkungan tidak hanya dari sisi ekonomi maupun pembangunan, tetapi juga dari sisi kesadaran dan tanggung jawab manusia terhadap alam.

Ia menilai berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini berkaitan erat dengan perilaku manusia dalam memperlakukan alam.

Menurut Isidorus, ketika manusia benar-benar memiliki kecintaan terhadap lingkungan dan seluruh ciptaan, maka akan tumbuh kesadaran untuk menjaga serta tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan.

“Kalau kita mengedepankan cinta kita pada lingkungan, cinta kita pada ciptaan yang lain, saya yakin semuanya akan berjalan dalam kondisi yang baik,” ungkapnya.

Isidorus juga menyoroti berbagai persoalan lingkungan seperti banjir, longsor dan kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah.

Menurutnya, aktivitas manusia menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian serius dalam persoalan tersebut.

Dorongan ekonomi, pembangunan dan kepentingan modal, kata dia, tidak boleh membuat manusia mengabaikan keberlanjutan lingkungan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk membangun pertobatan ekologis. Pertobatan tersebut dimaknai sebagai kesadaran untuk melihat kembali perilaku manusia terhadap alam dan kemudian membangun komitmen untuk memperbaikinya.

“Kita harus sadar bahwa itu disebabkan oleh manusia dan sama-sama membangun komitmen untuk kembali merawat bumi, kembali menjaga bumi,” katanya.

Ia menegaskan, bumi merupakan tempat manusia menjalani kehidupan. Karena itu, menjaga lingkungan berarti ikut menjaga keberlangsungan kehidupan manusia.

Dalam konteks pendidikan, Isidorus berharap nilai-nilai ekoteologi dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata di lingkungan kampus.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memperoleh wawasan mengenai lingkungan, tetapi perlu terdorong untuk melakukan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat.

Ia mengajak sivitas akademika memulai gerakan tersebut dari lingkungan kampus.

“Mulai dari kampus kita melakukan gerakan-gerakan kecil tetapi berdampak, sehingga dampak nyata itu bisa kita tularkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Isidorus juga berharap mahasiswa yang nantinya menyelesaikan pendidikan di IAKN Kupang tetap membawa semangat spiritualitas ekologi ketika kembali ke lingkungan masing-masing.

Ilmu dan wawasan yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi, menurutnya, harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Universitas sejati itu adalah masyarakat,” tegasnya.

Ia kemudian mengajak seluruh peserta webinar untuk memulai kepedulian terhadap lingkungan dari tempat terdekat, baik rumah maupun lembaga pendidikan.

“Mari kita jaga lingkungan kita, mulai dari rumah kita masing-masing, mulai dari lembaga pendidikan kita masing-masing,” pungkas Isidorus. (MI)




BPBD Kota Kupang Siapkan Distribusi Air Bersih untuk 51 Kelurahan

Kupang, nwartapedia.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang mulai mempersiapkan pendistribusian air bersih bagi masyarakat menghadapi puncak musim kemarau yang berlangsung di wilayah Kota Kupang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Ricko A. Umar, S.Sos., MM, mengatakan pihaknya saat ini sedang mempersiapkan langkah distribusi air bersih sebagai bagian dari penanganan dampak kekeringan.

Menurut Ricko, pendistribusian air bersih akan menyasar masyarakat di 51 kelurahan yang tersebar pada enam kecamatan di Kota Kupang.

“Kami sementara berproses untuk melaksanakan distribusi air bersih. Ini karena sudah masuk puncak musim kemarau,” kata Ricko saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Jumat (18/9/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan distribusi air bersih akan dilakukan berdasarkan data yang disampaikan melalui pemerintah kelurahan. BPBD kemudian akan melakukan pengecekan atau survei untuk memastikan kondisi di lapangan sebelum air didistribusikan.

Ricko mengatakan hingga saat ini sudah lebih dari 30 kelurahan yang masuk dalam pendataan untuk kebutuhan distribusi air bersih.

Sementara itu, terdapat dua kelurahan yang belum memasukkan data karena memiliki kondisi penanganan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Ricko menegaskan, bantuan air bersih tidak diberikan secara perorangan, tetapi diarahkan kepada kelompok masyarakat atau beberapa keluarga yang membutuhkan.

Masyarakat yang membutuhkan dapat menyampaikan data melalui pemerintah kelurahan. Selanjutnya, BPBD akan melakukan verifikasi di lapangan sebelum menentukan lokasi distribusi.

“Misalnya ada ketua RT atau pemilik tandon maupun bak penampungan yang memasukkan data melalui kelurahan. Kemudian BPBD turun melihat dan melakukan survei apakah memang benar membutuhkan distribusi air,” jelasnya.

Setelah dilakukan verifikasi, air bersih akan disalurkan kepada keluarga atau kelompok masyarakat di sekitar lokasi yang membutuhkan.

Selain distribusi air bersih, Ricko mengatakan BPBD Kota Kupang pada beberapa tahun sebelumnya juga telah membantu menyediakan tandon air bagi masyarakat dan kelompok masyarakat di sejumlah kelurahan.

Tandon tersebut digunakan bersama oleh beberapa keluarga. Dalam satu tandon, air dapat dimanfaatkan sekitar empat hingga lima kepala keluarga sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi.

Menurut Ricko, pola tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat menghadapi keterbatasan ketersediaan air selama musim kemarau.

Menghadapi puncak musim kemarau, BPBD Kota Kupang mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan mengantisipasi kemungkinan berkurangnya sumber air di lingkungan masing-masing.

Masyarakat juga diminta berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sehingga kebutuhan tersebut dapat didata dan ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan.

Ricko berharap koordinasi antara masyarakat, RT/RW, pemerintah kelurahan dan BPBD dapat terus diperkuat agar distribusi air bersih dapat dilakukan secara tepat sasaran selama musim kemarau. (MI)




BPBD Kota Kupang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan

Kupang, nwartapedia.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang bergerak cepat menangani pohon tumbang yang menutup akses jalan utama di wilayah Kota Kupang, Jumat (18/9/2026).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Ricko A. Umar, S.Sos., MM, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima informasi mengenai pohon tumbang yang menghambat akses masyarakat.

Menurut Ricko, salah satu pohon tumbang berada di kawasan Sikumana dan menutup akses jalan. Pohon tersebut tumbang hingga bagian akarnya patah sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Begitu mendapat informasi, kami bersama teman-teman tim langsung turun ke lokasi. Karena pohon tersebut menutup jalan, kami langsung melakukan penanganan untuk membuka kembali akses,” ujar Ricko saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Jumat (18/9/2026).

Selain di Sikumana, BPBD juga menerima laporan pohon tumbang di kawasan Fontein. Karena terdapat dua lokasi yang harus ditangani, personel BPBD membagi tugas untuk mempercepat proses evakuasi.

Dalam proses penanganan pohon tumbang tersebut, BPBD Kota Kupang mendapat dukungan dari sejumlah pihak.

Ricko mengatakan penanganan di lapangan turut dibantu personel kepolisian dari Polsek Maulafa, Babinsa serta personel Polda NTT.

Dukungan tersebut mencakup personel dan peralatan yang digunakan untuk mempercepat proses pemotongan serta pembersihan pohon yang tumbang.

“Puji Tuhan, hari ini kami dibantu teman-teman dari Polsek Maulafa, Babinsa dan personel dari Polda dengan kendaraan serta peralatan. Jadi untuk dua lokasi ini kami turun bersama-sama,” katanya.

Menurut Ricko, kolaborasi antarpihak sangat membantu BPBD dalam menangani kejadian yang membutuhkan respons cepat, terutama ketika pohon tumbang menutup akses jalan masyarakat.

Ricko menjelaskan, BPBD Kota Kupang tetap membuka layanan penanganan keadaan darurat selama 24 jam setiap hari.

Petugas posko dibagi dalam dua sif, yakni mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WITA dan sif berikutnya pada malam hingga pagi hari. Layanan tersebut tetap berjalan termasuk pada Sabtu dan Minggu.

Masyarakat yang menemukan kejadian darurat dapat menyampaikan laporan kepada BPBD melalui layanan yang tersedia agar petugas dapat segera mengetahui lokasi dan melakukan penanganan.

“BPBD tidak pernah libur. Kami memiliki petugas posko yang bekerja 24 jam dan dibagi dalam dua sif setiap harinya,” jelas Ricko.

Dalam penanganan pohon tumbang, Ricko mengakui ketersediaan peralatan menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.

Menurutnya, peralatan untuk memotong atau memangkas pohon membutuhkan suku cadang, bahan bakar dan oli agar selalu dalam kondisi siap digunakan.

Ia menegaskan, kesiapan peralatan sangat menentukan kecepatan BPBD dalam merespons laporan masyarakat.

“Kalau peralatan dan BBM siap, sebesar apa pun kejadian pasti kami laksanakan. Teman-teman juga sudah cukup berpengalaman dan memiliki keterampilan dalam menangani kondisi seperti ini,” katanya.

Ricko berharap dukungan terhadap kebutuhan peralatan kebencanaan dapat terus diperhatikan sehingga BPBD dapat memberikan pelayanan secara maksimal ketika terjadi kejadian darurat di wilayah Kota Kupang.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan pohon yang dinilai rawan tumbang, terutama yang berada di sekitar jalan dan kawasan yang banyak dilalui warga.

Dengan laporan lebih awal, kondisi pohon yang berpotensi membahayakan dapat diketahui dan ditindaklanjuti untuk mengurangi risiko bagi masyarakat dan pengguna jalan. (MI)




Ahmad Talib Apresiasi Kinerja Pemkot Kupang, Prestasi Terus Mengalir

Kupang, nwartapedia.com — Anggota DPRD Kota Kupang Ahmad Talib menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis.

Menurut Ahmad Talib, berbagai penghargaan yang diterima Pemerintah Kota Kupang dari pemerintah pusat menjadi salah satu indikator bahwa sejumlah kebijakan dan program yang dijalankan pemerintah daerah mendapat pengakuan.

Ia menilai, selama kepemimpinan Christian Widodo dan Serena Francis, Kota Kupang terus menunjukkan perkembangan melalui berbagai program yang menyentuh kepentingan masyarakat.

“Sebagai DPRD, kami terus menjalankan tugas pengawasan terhadap Pemerintah Kota Kupang. Namun, sepanjang kepemimpinan dokter Christian Widodo dan Serena Francis, yang baru berjalan kurang lebih dua tahun, penghargaan terus mengalir untuk Kota Kupang,” ujar Ahmad Talib.

Ahmad Talib juga menyebut Christian Widodo sebagai sosok pemimpin yang bekerja dan memberikan perhatian terhadap pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, berbagai prestasi dan penghargaan yang diraih Kota Kupang maupun pemerintah daerah tersebut mencakup tingkat daerah, nasional hingga internasional.

Ia menegaskan, DPRD Kota Kupang akan terus menjalankan fungsi pengawasan sekaligus memberikan dukungan terhadap berbagai program pemerintah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Wali Kota Kupang dokter Christian Widodo adalah sosok pemimpin yang melayani. Karena itu, sebagai wakil rakyat kami terus mendukung program-program pro rakyat yang dilakukan oleh kedua pemimpin, Christian dan Serena,” katanya.

Ahmad Talib berharap sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Kupang dapat terus diperkuat sehingga berbagai program pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Kupang. **




Pemkot Kupang Raih Dua Apresiasi Kemendagri, Dapat Dukungan Rp6 Miliar

Jakarta, nwartapedia.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, meraih dua apresiasi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Maluku-Nusa Tenggara yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (17/9/2026).

Dua apresiasi tersebut diraih Pemkot Kupang pada kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan serta Implementasi Program 3 Juta Rumah.

Atas dua capaian tersebut, Kota Kupang memperoleh dukungan anggaran dengan total Rp6 miliar.

Pada kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Kota Kupang berada di peringkat ketiga, setelah Kota Bima di posisi pertama dan Kota Mataram di posisi kedua.

Sementara pada kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah, Kota Kupang menempati peringkat kedua setelah Kota Mataram. Posisi ketiga diraih Kota Ternate.

Dukungan anggaran Rp6 miliar tersebut terdiri dari Rp1 miliar untuk kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dan Rp5 miliar untuk Implementasi Program 3 Juta Rumah.

Anggaran Rp5 miliar akan dimanfaatkan untuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) melalui program bedah rumah bagi 250 unit rumah.

Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 merupakan bentuk penghargaan terhadap kinerja pemerintah daerah dalam memenuhi pelayanan dasar serta menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Untuk Batch II Regional Maluku-Nusa Tenggara, penilaian mencakup empat pilar, yakni akses penduduk terhadap layanan pendidikan, akses dan kualitas layanan kesehatan, pengelolaan sampah dan lingkungan asri, serta implementasi Program 3 Juta Rumah.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian sebelumnya menjelaskan bahwa apresiasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan penghargaan kepada daerah atas capaian kinerja dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Proses penilaian dilakukan dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait sesuai dengan bidang yang dinilai.

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat atas penghargaan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah melakukan penilaian dan apresiasi ini. Kami yakin bahwa ini sangat objektif dan kompetitif. Ini akan menjadi motivasi bagi pemerintah dan masyarakat Kota Kupang,” ujar Christian.

Menurut Christian, dua apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi Pemkot Kupang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kota Kupang atas doa dan dukungan dalam pelaksanaan berbagai program pemerintah.

Christian turut mengapresiasi jajaran Pemkot Kupang yang telah bekerja dalam menjalankan program-program pelayanan kepada masyarakat.

Dua apresiasi tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas capaian Pemkot Kupang, tetapi juga memberikan manfaat konkret melalui dukungan anggaran untuk memperkuat pelayanan kesehatan dan membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak melalui program bedah rumah. ***




Pokja Perubahan Iklim Kota Kupang Diperkuat, Aksi Adaptasi Didorong Lebih Terpadu

Kupang, nwartapedia.com — Upaya memperkuat koordinasi menghadapi dampak perubahan iklim di Kota Kupang terus dilakukan. Catholic Relief Services (CRS) Indonesia melalui program CAPACities – Kemitraan Aksi Iklim di Kota-Kota Asia mendukung penguatan kapasitas dan mekanisme koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Perubahan Iklim Kota Kupang.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel NEO Kupang tersebut menjadi ruang bagi anggota Pokja untuk memperkuat koordinasi, mengevaluasi prioritas aksi serta menyusun langkah tindak lanjut yang dapat diterapkan secara bersama oleh perangkat daerah.

Perubahan iklim berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat. Mulai dari lingkungan, pengurangan risiko bencana, perlindungan sosial, pendidikan, perikanan dan infrastruktur hingga perencanaan pembangunan.

Kondisi tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor agar kebijakan dan program adaptasi perubahan iklim tidak berjalan sendiri-sendiri.

Dalam kegiatan ini, anggota Pokja Perubahan Iklim meninjau kembali prioritas Rencana Aksi Daerah Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim (RAD-AMPI) Kota Kupang.

Pembahasan juga diarahkan untuk memperjelas peran masing-masing perangkat daerah serta menentukan langkah tindak lanjut yang dapat diintegrasikan ke dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.

Sekretaris Bappeda Kota Kupang, Imelda Fongi, menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi agar rencana adaptasi perubahan iklim dapat diwujudkan dalam bentuk aksi nyata.

“Penguatan koordinasi menjadi penting agar upaya adaptasi perubahan iklim tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang dilaksanakan bersama oleh perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangannya,” ujar Imelda.

Dengan mekanisme koordinasi yang lebih kuat, Pokja Perubahan Iklim diharapkan dapat menjalankan fungsi lebih luas, bukan hanya sebagai wadah komunikasi dan pertukaran informasi, tetapi juga dalam menentukan prioritas bersama, mendorong aksi, melakukan pemantauan serta memastikan tindak lanjut.

Kegiatan tersebut menargetkan teridentifikasinya prioritas tindak lanjut RAD-AMPI di tingkat Kota Kupang. Selain itu, ditargetkan pula pelaksanaan satu hingga dua aksi prioritas yang melibatkan sejumlah perangkat daerah secara terkoordinasi.

Perkembangan pelaksanaan aksi tersebut nantinya akan didokumentasikan dan ditinjau melalui mekanisme Pokja Perubahan Iklim.

Penguatan Pokja ini merupakan bagian dari dukungan program CAPACities untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dan pemangku kepentingan sekaligus mendorong tata kelola perubahan iklim yang lebih inklusif.

Melalui koordinasi lintas sektor yang semakin baik, Kota Kupang diharapkan mampu memperkuat perencanaan dan pelaksanaan aksi adaptasi perubahan iklim secara terintegrasi, responsif dan berkelanjutan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya Kota Kupang yang lebih siap dan tangguh dalam menghadapi berbagai risiko serta dampak perubahan iklim. **




Bank Mandiri Tawarkan Kolaborasi, Perumda Air Minum Kota Kupang Siap Buka Kerja Sama

Kupang, nwartapedia.com — Peluang kolaborasi antara PT Bank Mandiri Area Kupang dan Perumda Air Minum Kota Kupang mulai dibahas. Pertemuan kedua pihak berlangsung di Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang, Kamis (17/9/2026).

Vice President PT Bank Mandiri Area Kupang, Dewa Made Sugianta, bersama tim datang untuk melakukan penjajakan kerja sama dengan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Kunjungan tersebut disambut oleh Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM.

Ia mengatakan Perumda terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama yang dapat mendukung pengembangan perusahaan dan peningkatan pelayanan kepada pelanggan.

“Pada prinsipnya kita selalu terbuka terhadap setiap ikhtiar dan niat baik untuk membangun kerja sama,” kata Isidorus kepada media ini.

Dalam pertemuan itu, Bank Mandiri menyampaikan sejumlah produk dan layanan yang dinilai memiliki peluang untuk dikolaborasikan dengan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Pembahasan tidak hanya menyangkut produk perbankan, tetapi juga berkaitan dengan sistem pembayaran dan penagihan rekening air pelanggan.

Isidorus menjelaskan, kemudahan pembayaran menjadi salah satu perhatian Perumda. Saat ini pelanggan telah memiliki sejumlah pilihan kanal pembayaran sehingga tidak harus datang langsung ke kantor Perumda.

Pelanggan dapat memanfaatkan layanan perbankan, mobile banking, ATM, Alfamart, Indomaret, kantor pos dan sejumlah fasilitas pembayaran lainnya.

“Kami terus melakukan edukasi supaya para pelanggan dimudahkan dalam melakukan pembayaran. Jadi pelanggan tidak harus datang sampai ke kantor Perumda untuk membayar di loket,” ujarnya.

Menurut Isidorus, pemanfaatan kanal pembayaran yang lebih dekat dengan tempat tinggal pelanggan juga dapat membantu masyarakat menghemat waktu dan tidak meninggalkan aktivitas maupun pekerjaan hanya untuk melakukan pembayaran rekening air.

Karena itu, Perumda terus mendorong peningkatan pemahaman pelanggan terhadap berbagai pilihan transaksi, termasuk pemanfaatan layanan perbankan.

Sementara terkait penjajakan dengan Bank Mandiri, Isidorus mengatakan pembahasan lebih lanjut akan dilakukan untuk melihat bentuk kerja sama yang memungkinkan diterapkan.

Ia menegaskan, kerja sama yang dibangun nantinya diharapkan memberikan manfaat bagi kedua pihak sekaligus mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat Kota Kupang.

“Berbagai upaya kerja sama yang akan digagas adalah kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak,” pungkasnya. (MI)




Lomba Kebersihan 2026 Sukses, Pemkot Kupang Apresiasi Komunitas Beta Bersih

Kupang, nwartapedia.com — Lomba Kebersihan Antar Kelurahan Tingkat Kota Kupang 2025-2026 sukses dilaksanakan. Pemerintah Kota Kupang memberikan apresiasi kepada Komunitas Beta Bersih disingkat KBB dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang yang telah mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Syukuran sekaligus penyerahan bonus kepada para pemenang berlangsung di Shoto-Kai Resto & Cafe, Kota Kupang, Rabu (16/9/2026).

Ketua Satgas Lomba Kebersihan “Kupang Bersih”, Paulus Irsan Dardana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun lingkungan yang bersih.

“Ini adalah kali kedua kami bersama DLHK berkolaborasi,” kata Paulus.

Pada Lomba Kebersihan 2025-2026, tim juri DLHK menggunakan tiga aspek utama sebagai indikator penilaian, yakni kebersihan lingkungan, Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dan kantor lurah.

Tim juri turun langsung ke lapangan untuk melakukan penilaian terhadap kondisi masing-masing kelurahan.
Kelurahan Nunbaun Sabu berhasil meraih juara pertama.

Prestasi tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, ketika Nunbaun Sabu hanya berada di posisi juara harapan pertama atau peringkat keempat.

Juara kedua diraih Kelurahan Oepura, sedangkan posisi ketiga ditempati Kelurahan Liliba.

Oepura menjadi salah satu kelurahan yang mengalami peningkatan karena pada lomba sebelumnya belum masuk daftar pemenang.

Sementara Liliba naik dari posisi juara harapan kedua pada 2024-2025 menjadi juara ketiga pada 2025-2026.

Hasil Lomba Kebersihan Kota Kupang 2025-2026:
Juara 1: Nunbaun Sabu
Juara 2: Oepura
Juara 3: Liliba
Juara Harapan 1: Oebufu
Juara Harapan 2: Batuplat
Juara Harapan 3: Naikoten 1
Peringkat 7: Nefonaek
Peringkat 8: Merdeka
Peringkat 9: Oesapa Barat
Peringkat 10: Bonipoi.

Paulus mengatakan perubahan peringkat tersebut menunjukkan adanya perkembangan semangat menjaga kebersihan di tingkat kelurahan.

Menurutnya, terdapat kelurahan yang berhasil meningkatkan prestasi, ada yang mengalami penurunan, serta ada pula kelurahan yang muncul sebagai pendatang baru.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim juri DLHK yang tetap menjalankan tugas secara maksimal meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya.

Komunitas Beta Bersih (KBB) menyiapkan hadiah uang tunai dengan total Rp100 juta bagi para pemenang.

Paulus berharap hadiah tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan sarana dan prasarana kebersihan di masing-masing kelurahan.

Ia menjelaskan, pengumpulan dana hadiah tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Bahkan hingga akhir Juli 2026 masih terdapat kekurangan sekitar Rp20 juta.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, Komunitas Beta Bersih menggelar gala dinner pada 5 Agustus 2026.

Dalam kegiatan itu, Wali Kota Kupang turut memberikan kontribusi pribadi sebesar Rp5 juta.

“Puji Tuhan akhirnya bisa tercapai total Rp100 juta pada detik-detik akhir,” ujar Paulus.

Paulus mengatakan tingginya antusiasme lurah, masyarakat dan DLHK menjadi alasan untuk memutuskan kembali pelaksanaan Lomba Kebersihan antar kelurahan pada periode 2026-2027 yang dimulai malam itu atau tgl 16 September 2026.

Untuk itu Komunitas Beta Bersih dan DLHK Pemkot Kupang melakukan penilaian dan mengumumkan peringkat yang setiap bulan.

Dengan sistem tersebut, setiap kelurahan dapat mengetahui perkembangan nilai dan peringkatnya sehingga terdorong untuk terus melakukan pembenahan.

Sementara itu, Wali Kota Kupang memberikan apresiasi kepada Komunitas Beta Bersih yang selama dua tahun ikut membantu pemerintah menggerakkan masyarakat dalam menjaga kebersihan. Selain lomba kebersihan, KBB berkolaborasi dg DLHK juga sudah beberapa kali menyelenggarakan aksi serentak Kupang Bersinar (Bersih, Indah dan Asri) dimana seluruh elemen masyarakat dan instansi bergerak serentak membersihkan kota Kupang.

Ia menegaskan bahwa kebersihan Kota Kupang merupakan tanggung jawab bersama.

Menurutnya, kehadiran komunitas seperti Beta Bersih menunjukkan bahwa pembangunan kota dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Kota Kupang itu bukan milik satu orang saja, bukan milik pemerintah saja, tetapi Kota Kupang itu adalah rumah bersama,” ujarnya.

Wali Kota juga mengingatkan kelurahan yang meraih juara agar tidak cepat puas.

Predikat juara harus menjadi motivasi untuk mempertahankan kebersihan secara konsisten.

“Juara sejati kebersihan sesungguhnya adalah yang bisa menjaga kebersihan sampai itu menjadi budaya,” tegasnya.

Ia berharap kebersihan tidak hanya dijaga ketika lomba berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Wali Kota juga mengusulkan agar pelaksanaan lomba berikutnya dapat menambahkan kategori peningkatan tertinggi. Dengan demikian, kelurahan yang mengalami kemajuan signifikan tetap memperoleh apresiasi.

Selain itu, kategori partisipasi masyarakat, penghijauan dan inovasi kebersihan juga dinilai dapat dikembangkan.

Menurutnya, membangun Kota Kupang yang lebih baik dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti membersihkan halaman sampai beberapa meter diluar pagar rumah, menjaga selokan, merawat lingkungan, menanam pohon dan membangun kesadaran bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.

Melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, kelurahan dan masyarakat, gerakan Kupang Bersih diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah perlombaan, tetapi berkembang menjadi budaya hidup bersih di seluruh wilayah Kota Kupang. (MI)




KADIN NTT Matangkan Rencana Free Trade Zone dengan Timor Leste, Libatkan Otorita Batam

Kupang, nwartapedia.com — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendorong terwujudnya Free Trade Zone (FTZ) sebagai strategi membuka peluang perdagangan dan investasi antara NTT dengan negara tetangga, khususnya Timor Leste.

Rencana pengembangan Free Trade Zone antara NTT dan Timor Leste tersebut dimotori oleh KADIN NTT dan dibahas dalam kegiatan yang berlangsung di Wisma Alak Resort, Kota Kupang, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Otorita Batam serta Ketua KADIN Provinsi Kepulauan Riau, untuk memberikan masukan dan berbagi pengalaman mengenai pengembangan kawasan perdagangan bebas di Batam.

Ketua KADIN NTT, Dr (Cand) Bobby Lianto, M.M., MBA, mengatakan posisi geografis NTT menjadi salah satu modal penting dalam mendorong pengembangan kawasan perdagangan bebas.

NTT memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan Timor Leste dan Australia. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi NTT untuk membangun konektivitas perdagangan regional sekaligus memperluas pasar ke tingkat internasional.

“Kita manfaatkan posisi ini untuk bisa membuka triangle antara tiga negara, antara Kota Kupang, Dili dan Darwin, atau antara Indonesia, Timor Leste dan Australia,” ujar Bobby.

Menurutnya, rencana FTZ tidak hanya diarahkan untuk menjadikan Timor Leste sebagai pasar, tetapi juga sebagai pintu menuju pasar yang lebih luas.

Bobby menjelaskan bahwa KADIN NTT telah membangun komunikasi dengan dunia usaha di Timor Leste dan Australia untuk mengidentifikasi peluang perdagangan dan investasi yang dapat dikembangkan.

Dalam kegiatan tersebut, KADIN NTT juga menggali pengalaman Batam dalam mengembangkan kawasan ekonomi dan perdagangan bebas.

Bobby menilai pengalaman Batam penting menjadi bahan pembelajaran bagi NTT, terutama dalam membangun infrastruktur, kawasan industri, pelabuhan, konektivitas, serta kebijakan yang mendukung investasi.

Batam dinilai berhasil memanfaatkan posisi geografisnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi.

Karena itu, KADIN NTT berharap kolaborasi dengan Otorita Batam dan KADIN Provinsi Kepulauan Riau dapat memberikan gambaran mengenai langkah-langkah yang perlu dipersiapkan NTT dalam mewujudkan FTZ.

Bobby juga mendorong peningkatan konektivitas antara Kupang, Dili dan Darwin.

Menurutnya, keberadaan penerbangan langsung maupun konektivitas perdagangan akan menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas pelaku usaha, wisatawan, barang dan investasi.

KADIN NTT bahkan terus mendorong terwujudnya penerbangan langsung Kupang-Dili dan Kupang-Darwin.

Selain perdagangan, kerja sama dengan Darwin juga diarahkan pada sejumlah sektor, antara lain pendidikan, pariwisata, perdagangan, olahraga dan kesehatan.

KADIN NTT juga sedang menginisiasi hubungan Friendship City atau Sister City antara Kota Kupang dan Darwin.

Bobby menegaskan bahwa rencana Free Trade Zone harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat NTT.

Menurutnya, apabila kawasan perdagangan bebas mampu menarik industri dan investor, maka kebutuhan terhadap tenaga kerja lokal akan meningkat.

Di sisi lain, UMKM juga berpeluang menjadi bagian dari rantai pasok industri.

“Begitu banyak pabrik-pabrik dibuka, mereka pasti membutuhkan supply dari UMKM-UMKM kita. Mereka akan membutuhkan supply dari industri kecil dan menengah,” kata Bobby.

Karena itu, KADIN NTT akan terus mendorong UMKM agar mampu naik kelas dan memenuhi kebutuhan industri yang nantinya masuk ke NTT.

Bobby berharap rencana Free Trade Zone antara NTT dan Timor Leste dapat menjadi momentum untuk membangun ekosistem ekonomi baru yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, investor, UMKM dan masyarakat.

Dengan memanfaatkan posisi strategis NTT sebagai pintu gerbang selatan Indonesia, KADIN NTT optimistis perdagangan dengan Timor Leste, Australia dan pasar internasional dapat semakin berkembang. 

Ketua KADIN Kepulauan Riau Ir Nur Mustava menjelaskan, Kota Batam merupakan salah satu pintu perdagangan bebas antara Singapura, Malaysia, dan Indonesia. 

Karena itu, pihaknya siap untuk bekerja sama, berkoordinasi untuk membuka pusat perdagangan baru di daerah perbatasan, seperti di NTT. 

“Kami siap mendukung, berbagi pengalaman, membuka jaringan dan menjalin kerja sama. Semoga FGD ini menjadi awal kolaborasi untuk membangun Indonesia dari perbatasan NTT dengan Timor Leste,” ungkapnya.

Ketua Kadin Kota Batam Roman Nasir Hutabarat mengungkapkan, pihaknya hadir di Kota Kupang untuk melihat pertumbuhan ekonomi di kota ini.

“Kami bermaksud, bertujuan untuk barangkali ada bisa kolaborasi yang baik antara Kota Batam dengan Kupang. Kami melihat Kota Kupang sangat dekat dengan Papua New Guinea, Australia, dan Timor Leste. Kami lihat ini adalah peluang-peluang bisnis. Kami siap berkolaborasi,” tegasnya.

Dia menjelaskan, Kota Batam itu maju karena hanya 24 kilometer ke Singapura dan 36 kilometer ke Malaysia demikianpun Kota Kupang akan maju karena sangat dekat dengan Dili dan Darwin.

Dia berharap karena letak geografis ini, Kota Kupang menjadi kota industri dan kota pariwisata karena didukung dengan panorama yang sangat bagus.

“Kami perdana datang ke Kota Kupang, tetapi kami melihat ada peluang untuk kerja sama. Ada prospek-prospek pertemuan ekonomi yang kelihatan mudah untuk dilaksanakan,” pungkasnya.

Stafsus Presiden yang juga ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Billy Mambrasar mengapresiasi ekosistem yang dibangun oleh Kadin NTT. 

Berdasarkan kondisi geografis, dia melihat warga Timor Leste yang datang ke Kota Atambua untuk berbelanja. Ini menjadi peluang bagi Kadin NTT untuk mengembangkan usaha di perbatasan. 

Sayangnya NTT saat ini memiliki bahan baku tetapi tidak memiliki pabrik untuk usaha ekspor. NTT harusnya bisa memanfaatkan SMK-SMK yang ada. 

“Untuk mewujudkannya, ini bukan soaln NTT memiliki produk, tetapi seberapa besar NTT berani untuk mendatangkan orang untuk menciptakan produk,” jelasnya. 

Dia mendodorng NTT untuk memikiii produk sendiri. Apalagi alur transportasi NTT dan Timor Leste sangat mendukung. 

Kepala Bapperida Provinsi NTT Theresia Maria Florentina, SE., M.Ec.Dev., ketika membuka FGD itu mengapresiasi Kadin NTT yang telah menggagas FGD ini.

Bagi Pemprov NTT, kata dia, langkah ini penting mengenai potensi NTT memanfaatkan letaknya yang strategis untuk kesejahteraan masyarakat.

NTT, kata dia, merupakan daerah kepulauan yang berada perbatasan negara Timor Letste. Karena itu ada peluang pembangunan yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan letak geografis ini.

Perbatas harus menjadi ruang kerja sama yang dapat menghadirkan manfat poembangunan negara. Dalam konteks itulah free trade zone perlu dilihat dari upaya pembangunan ekonomi yang kuat dan menguntungkan.

“Kita memiliki hubungan dekat dengan Timor Leste secara sosial dan sejarah dalam waktu yang panjang. Modal sosial ini harus kita rawat untuk mengembangkan bidang ekomomi dan perdagangan,” ungkapnya.

Dia berharap, melalui FGD ini, ke depan ada kerja sama yang baik dan berkenbang serta memiliki dampak bagi masyarakat, khusunya di perbatasan.

Dia juga mengajak para peserta FGD dengan berbagai untur pemangku kepentingan di dalamnya untuk belajar dari Kota Batam yang memilki pengalaman industri, perdagangan.

“Kita memiliki potensi ekonomi yang bisa dikembangkan, seperti UMKM dan pariwisata yang perlu didorong, sehingg tidak berhenti dalam potensi, tetapi bisa dikenal daerah luar,” jelasnya.

Dia berharap KADIN NTT bisa mnejadi mitra pemerintah dalam mengembangkana investasi di NTT. “Kita ingin gagasan ini tidak hanya wacana, namun dipersiapkan dengan baik, sehingha memiliki kontribusi bagi kawaaan perbatasan,” pungkasnya.(MI)




INTI kembali Salurkan 200 Paket Bantuan Gempa ke Empat Desa di Manggarai Timur

Borong, nwartapedia.com — Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) kembali untuk kesekian kalinya menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa Flores di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Kali ini sebanyak 200 paket bantuan disalurkan kepada warga di empat desa. Setiap paket berisi kebutuhan pokok berupa beras dan mi instan.

Penyaluran bantuan dilakukan oleh tim relawan INTI selama dua hari, yakni pada 4 dan 6 September 2026. 

Sementara pada 5 September, tim beristirahat karena kondisi rute perjalanan yang cukup ekstrem.

Tim relawan INTI dipimpin Bonafantura Teobaldus Erwin, bersama Florianus Panding dan Yohanes Sardin.

Pada Jumat, 4 September 2026, tim terlebih dahulu menyalurkan bantuan ke Desa Bangka Arus, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur. Bantuan diterima oleh Koordinator Paulus Sugianto.

Selanjutnya, bantuan diberikan kepada warga Desa Wejang Mawe dan diterima oleh Koordinator Rio Bayuarta. 

Dalam penyaluran di kedua desa tersebut, Camat Lamba Leda Timur Rikardus Rivaldo Yasman turut hadir.

Setelah beristirahat selama satu hari karena kondisi perjalanan yang ekstrem, tim relawan kembali melanjutkan perjalanannya menyalurkan bantuan pada Minggu, 6 September 2026.

Lokasi pertama yang didatangi adalah Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur. 

Bantuan diterima oleh Koordinator Yohanes Balang dan turut disaksikan Camat Lamba Leda Timur Rikardus Rivaldo Yasman.

Dari Desa Golo Lero, tim kemudian melanjutkan perjalanan menuju Desa Golo Rengket, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur.

Di Desa Golo Rengket, bantuan diterima langsung oleh Kepala Desa Golo Rengket, Robertus Karo.

Penyaluran 200 paket bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas INTI terhadap masyarakat yang terdampak gempa Flores.

Tim relawan harus melewati sejumlah rute perjalanan yang cukup menantang untuk menjangkau desa-desa tujuan yang paska gempa nyaris belum menerima bantuan. 

Meski demikian, proses distribusi tetap dilakukan hingga seluruh bantuan yang telah disiapkan dapat disalurkan.

Bantuan berupa beras dan mi instan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat terdampak serta sedikit meringankan beban warga pascabencana.

“Aksi ini sekaligus menjadi wujud solidaritas kemanusiaan INTI dari seluruh daerah di Indonesia bagi masyarakat di wilayah Flores yang terdampak gempa”.Demikian sebagaimana yang disampaikan ketua Pengurus Daerah INTI NTT, Ir.Theodorus Widodo yang juga adalah ayah dari Walikota Kupang dr.Christian Widodo(MI)