Akademisi Undana Nilai Kepemimpinan Chris-Serena Harmonis, Saling Dukung Bangun Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com  – Akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana), Diana San Tabun, menilai pasangan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis mampu menunjukkan pola kepemimpinan yang harmonis dan saling mendukung dalam menjalankan roda pemerintahan di Kota Kupang.

Penilaian tersebut disampaikan Diana kepada wartawan di Kupang, Rabu (24/6/2026). Menurut dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undana itu, salah satu indikator keberhasilan kepemimpinan pasangan Chris-Serena terlihat dari pembagian tugas dan fungsi yang berjalan dengan baik sejak awal masa pemerintahan.

“Yang saya amati di Kota Kupang, dalam pendistribusian tugas, Pak Wali Kota mampu membagi tugas pokok dan fungsi dengan baik kepada Ibu Serena sebagai Wakil Wali Kota. Beliau tidak mengambil semua peran sendiri dan itu sangat baik dalam sebuah kepemimpinan,” ujar Diana.

Ia menjelaskan, dalam banyak kasus pemerintahan daerah, perbedaan pandangan antara kepala daerah dan wakil kepala daerah kerap muncul akibat pembagian tugas yang tidak jelas. Namun kondisi tersebut belum terlihat dalam kepemimpinan Chris-Serena.

Menurutnya, sebagai pasangan yang dipilih rakyat dan didukung koalisi partai politik yang kuat, keduanya harus terus menjaga sinergi dalam menjalankan tanggung jawab pemerintahan.

“Karena mereka adalah satu tim, maka harus saling mendukung. Secara politik mereka hadir dengan dukungan yang besar, sehingga tanggung jawab antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota harus berjalan selaras,” katanya.

Diana mengakui pada awal masa kepemimpinan, pasangan Chris-Serena masih mencari pola kerja yang paling efektif. Namun seiring berjalannya waktu, keduanya dinilai mampu beradaptasi dan menunjukkan kinerja yang semakin baik.

“Secara jujur, mereka berdua masih meraba-raba di awal kepemimpinan, tetapi mereka belajar dan terus berusaha sehingga saat ini sudah menunjukkan perkembangan yang baik,” ungkapnya.

Selain menyoroti peran Wali Kota, Diana juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Serena Francis sebagai Wakil Wali Kota Kupang. Ia menilai Serena mampu memahami batas kewenangan serta melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik tanpa melampaui peran kepala daerah.

“Ibu Serena memainkan perannya dengan baik sebagai seorang wakil. Sebagai politisi muda, dia mau belajar, membuka diri, dan fokus menjalankan tugas yang menjadi porsinya,” ujarnya.

Diana juga menilai kemampuan komunikasi politik Serena menjadi salah satu kekuatan yang mendukung keberhasilan kepemimpinan saat ini. Menurutnya, Serena mampu menyampaikan pesan-pesan pemerintah dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat.

“Pilihan kata yang digunakan mudah dimengerti masyarakat. Baik kalangan perempuan, pemuda maupun tokoh senior dapat menerima komunikasi yang dibangunnya. Serena mampu menempatkan diri dengan baik di tengah publik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Diana menyebut pasangan Chris-Serena kini semakin terbuka dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Gaya kepemimpinan yang cair dan dekat dengan warga menjadi modal penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik.

“Gaya komunikasi politik mereka sudah bagus, ruang interaksi dengan masyarakat semakin terbuka dan sangat cair. Keduanya memiliki kharisma kepemimpinan yang terlihat dari kemampuan berkomunikasi maupun mengambil keputusan,” katanya.

Meski demikian, Diana mengingatkan agar berbagai capaian yang telah diraih terus ditingkatkan. Ia menilai masih terdapat sejumlah janji politik yang harus diwujudkan demi memenuhi harapan masyarakat Kota Kupang.

Ia juga mendorong Pemerintah Kota Kupang untuk terus melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan publik.

“Yang terpenting adalah mempertahankan sinergi yang sudah terbangun serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Keterlibatan publik dalam pengambilan keputusan juga perlu diperkuat agar pembangunan berjalan lebih partisipatif,” pungkasnya. (***)




Ketum KADIN NTT Apresiasi Sukses MTQ XXXI Nagekeo, Toleransi Antarumat Beragama Jadi Sorotan

Nagekeo, Nwartapedia.com  –  Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh masyarakat yang telah menyukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi NTT di Kabupaten Nagekeo.

Bobby Lianto menghadiri langsung pembukaan MTQ yang berlangsung di Masjid Agung Mbay, Kabupaten Nagekeo, Selasa (23/6/2026) malam.

Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Ketua KADIN Nagekeo, Sambu Aurelius Ignatius, Ketua KADIN Kabupaten Ende Haji Herry Jufry, serta Direktur Eksekutif KADIN NTT, Mercy Siubelan.

Kegiatan pembukaan MTQ XXXI secara resmi dibuka oleh Gubernur NTT melalui sambungan virtual dan dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pimpinan daerah dari berbagai kabupaten di Nusa Tenggara Timur.

Turut hadir Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni, Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Roch Adi Wibowo, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Menurut Bobby Lianto, salah satu hal yang paling mengesankan dari pelaksanaan MTQ tahun ini adalah kuatnya semangat kebersamaan dan toleransi yang ditunjukkan oleh masyarakat Kabupaten Nagekeo dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

Ia menilai keberhasilan pelaksanaan MTQ di daerah yang mayoritas penduduknya non-Muslim menjadi bukti nyata bahwa masyarakat NTT mampu menjaga kerukunan dan menghormati keberagaman yang ada.

“Kegiatan ini sangat menggugah hati dan menunjukkan bahwa toleransi di NTT bukan hanya slogan, tetapi benar-benar hidup dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Semangat seperti ini harus terus dijaga, dipelihara, dan semakin dipererat,” ujar Bobby Lianto.

Menurutnya, suasana persaudaraan yang terlihat selama pembukaan MTQ menjadi contoh nyata harmoni sosial yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi NTT, Mohamad Ansor, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo, masyarakat, dan seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan MTQ XXXI.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak hanya menjadi kebanggaan umat Islam, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat NTT yang dikenal memiliki tingkat toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang tinggi.

Nilai-nilai kebersamaan tersebut semakin terlihat dengan hadirnya para pemuka agama Katolik dan Kristen yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan MTQ. Kehadiran para tokoh lintas agama tersebut menjadi simbol kuatnya semangat persaudaraan dalam keberagaman yang tumbuh di NTT.

Selain menjadi ajang syiar Islam dan pengembangan kemampuan membaca Al-Qur’an, MTQ XXXI juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta membangun semangat kebangsaan di tengah keberagaman budaya dan agama.

Bobby Lianto berharap pelaksanaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTT dapat berjalan lancar hingga penutupan serta melahirkan qari dan qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.

“Semoga MTQ ini sukses hingga penutupan dan menghasilkan capaian yang luar biasa, baik dalam prestasi peserta maupun dalam memperkuat persatuan, persaudaraan, dan kerukunan masyarakat Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.

Pelaksanaan MTQ XXXI di Kabupaten Nagekeo pun menjadi bukti bahwa semangat toleransi, gotong royong, dan persaudaraan tetap menjadi fondasi kuat dalam kehidupan masyarakat NTT, sekaligus memperlihatkan wajah daerah yang harmonis di tengah keberagaman. *




DLHK Kota Kupang Intensifkan Pengangkutan Sampah di Naikolan, Warga Apresiasi Layanan Jemput Sampah hingga Depan Rumah

Kupang, nwartapedia.com  – Komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam menjaga kebersihan lingkungan terus diwujudkan melalui pelayanan pengangkutan sampah secara rutin di berbagai wilayah.

Salah satu kawasan yang mendapat pelayanan tersebut adalah Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, yang setiap pekan menjadi jalur operasional armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang.

Petugas kebersihan DLHK Kota Kupang, Maria Billy, saat ditemui media ini di lokasi pengangkutan sampah di Jalan Kenangan, Kelurahan Naikolan, Kamis (25/6/2026), menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan secara rutin setiap hari Kamis dengan melibatkan sembilan personel dan satu unit mobil pengangkut sampah.

Menurut Maria, tim kebersihan menyusuri jalur-jalur permukiman warga untuk mengangkut sampah yang telah disiapkan masyarakat di depan rumah masing-masing.

Pola pelayanan ini dinilai efektif karena memudahkan warga sekaligus mempercepat proses pengumpulan sampah.

“Warga sudah mengetahui jadwal pengangkutan sehingga ketika mobil sampah melintas, sampah mereka sudah tersedia dan siap diangkut oleh petugas,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar warga Naikolan saat ini sudah mulai sadar akan pentingnya pengelolaan sampah.

Hal itu terlihat dari kondisi sampah yang diangkut, di mana banyak yang sudah dipilah dan ditempatkan dalam karung maupun kantong plastik.

“Kami sangat terbantu karena banyak sampah yang sudah dalam kondisi kering dan dipisahkan. Selain lebih mudah diangkut, kondisi ini juga mengurangi bau yang biasanya muncul dari sampah yang tercampur,” katanya.

Maria berharap masyarakat terus mempertahankan kebiasaan tersebut agar lingkungan tetap bersih dan proses pengangkutan sampah dapat berjalan lebih efektif.

Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Naikolan mengaku sangat merasakan manfaat dari program jemput sampah yang dilakukan DLHK Kota Kupang.

Menurutnya, pelayanan tersebut telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.

“Dulu masih ada warga yang membuang sampah sembarangan karena tidak tahu harus dibuang ke mana. Sekarang kami cukup menyiapkan sampah di depan rumah sesuai jadwal dan petugas yang datang mengangkutnya,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Kupang yang dinilai serius dalam menangani persoalan sampah di lingkungan permukiman warga.

“Ini bentuk kepedulian yang luar biasa dari pemerintah. Kami tidak perlu lagi repot membawa sampah ke tempat lain karena petugas datang langsung ke depan rumah,” tambahnya.

Warga juga mengaku telah memahami jadwal pengangkutan sampah yang dilakukan setiap hari Kamis sekitar pukul 10.00 WITA. Karena itu, mereka selalu menyiapkan sampah sebelum armada DLHK melintas di wilayah tersebut.

Di tempat terpisah, Sekretaris DLHK Kota Kupang, Achmad Likur, S.Sos., MM, menjelaskan bahwa peningkatan pelayanan kebersihan merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota.

Menurutnya, berbagai upaya penanganan sampah telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan.

Sejumlah titik yang sebelumnya menjadi lokasi penumpukan sampah kini telah dibersihkan secara rutin sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Program kebersihan menjadi salah satu fokus utama pemerintah saat ini. Kalau kita melihat kondisi kota sekarang, perubahan sudah mulai terlihat. Banyak lokasi yang sebelumnya dipenuhi sampah kini jauh lebih bersih,” jelasnya.

Meski demikian, Achmad mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi jadwal pembuangan sampah yang telah ditentukan.

Ia menilai masih ada sebagian warga yang membuang sampah di luar waktu yang diperbolehkan sehingga menyebabkan sampah kembali menumpuk di sejumlah titik.

Selain meningkatkan pelayanan pengangkutan sampah, DLHK Kota Kupang juga terus mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang masih dapat dimanfaatkan.

“Banyak jenis sampah yang sebenarnya memiliki nilai ekonomis jika dipilah dengan baik. Sampah seperti botol plastik, kardus, dan bahan daur ulang lainnya dapat ditabung melalui bank sampah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Achmad mengungkapkan bahwa saat ini program bank sampah telah berkembang di berbagai wilayah Kota Kupang dan mendapat dukungan dari sekolah, gereja, komunitas, serta pemerintah kelurahan.

Ia menegaskan bahwa edukasi mengenai pemilahan sampah terus dilakukan melalui sosialisasi di tingkat kelurahan dan masyarakat. Tujuannya agar kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat.

“Kami berharap masyarakat tidak lagi memandang sampah sebagai barang yang harus dibuang begitu saja. Jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi sumber nilai ekonomi sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, DLHK Kota Kupang optimistis upaya menciptakan kota yang bersih, sehat, dan nyaman akan terus mengalami kemajuan serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga Kota Kupang. (MI)




DLHK Kota Kupang Gelar Lomba Kebersihan Antar Kelurahan, Dorong Partisipasi Warga Jaga Lingkungan

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar lomba kebersihan antar kelurahan yang bekerja sama dengan komunitas pemerhati lingkungan yakni Komunitas Bersih Bersih (KBB).

Hal tersebut disampaikan Kepala DLHK Kota Kupang yang diwakili Sekretaris DLHK, Achmad Likur, S.Sos., MM, kepada media ini di ruang kerjanya, Kamis (25/6/2026).

Menurut Achmad Likur, lomba kebersihan antar kelurahan digelar untuk merangsang partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing.

“Kelurahan merupakan wilayah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena itu, melalui lomba ini kami ingin mendorong warga untuk ikut terlibat secara aktif menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup bersih di Kota Kupang sekaligus mewujudkan kota yang nyaman, sehat, serta menjunjung tinggi nilai etika dan estetika lingkungan.

Saat ini, proses penilaian telah memasuki tahap 10 besar kelurahan terbaik. Dari 10 kelurahan tersebut nantinya akan dipilih enam pemenang yang menempati peringkat satu hingga enam.

Achmad yang juga sebagai ketua tim lomba kebersihan mengatakan, kriteria penilaian dibuat sederhana dan mudah diterapkan. Fokus utama penilaian berada pada kondisi kebersihan kantor kelurahan dan lingkungan sekitarnya.

“Kami memangkas banyak indikator agar lebih sederhana. Yang kami lihat adalah apakah kantor lurah dan lingkungan sekitarnya bersih atau tidak. Jika hal-hal mendasar seperti itu tidak bisa dijaga, maka akan sulit berbicara mengenai kebersihan secara lebih luas,” jelasnya.

Selain itu, partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah juga menjadi perhatian penting. Warga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ketika tempat sampah telah penuh.

“Kalau tempat sampah sudah penuh, jangan langsung membuang sampah di luar tempatnya. Simpan terlebih dahulu karena setiap hari petugas kami melakukan pengangkutan. Jika sampah ditumpuk sembarangan, tentu akan menimbulkan kesan kumuh dan tidak nyaman,” katanya.

Achmad mengingatkan bahwa Kota Kupang pernah masuk dalam daftar lima kota terkotor di Indonesia pada tahun 2019. Karena itu, pemerintah berkomitmen menghapus citra negatif tersebut melalui berbagai program kebersihan yang melibatkan masyarakat.

“Kita ingin keluar dari citra negatif itu. Tidak harus menjadi kota paling bersih, tetapi setidaknya tidak lagi dikenal sebagai kota yang kotor. Ini merupakan komitmen moral dari Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota Kupang yang harus diterjemahkan dalam berbagai program nyata,” tegasnya.

DLHK juga menggandeng berbagai pihak dalam upaya menjaga kebersihan kota. Salah satu mitra yang aktif mendukung gerakan tersebut adalah Komunitas Bersih Bersih (KBB) yang selama ini konsisten mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Terkait penilaian lomba tahun ini, Achmad menjelaskan bahwa proses penjurian lebih banyak melibatkan unsur internal DLHK berdasarkan pengalaman pelaksanaan lomba sebelumnya. Tim penilai telah dibentuk dan bekerja melakukan evaluasi terhadap seluruh peserta.

Meski hasil penilaian sementara telah menghasilkan 10 besar kelurahan terbaik, namun daftar tersebut masih dirahasiakan hingga penetapan pemenang resmi dilakukan.

Lebih lanjut, Achmad menegaskan bahwa lomba kebersihan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana untuk membangun rasa tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.

“Lomba ini hanya pemantik. Sehebat apa pun program pemerintah, jika tidak didukung masyarakat maka hasilnya tidak akan maksimal. Kota Kupang memiliki lebih dari 450 ribu penduduk, sementara pemerintah memiliki keterbatasan personel. Karena itu partisipasi masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program kebersihan,” ujarnya.

Ia berharap seluruh warga Kota Kupang dapat menjadikan kebersihan sebagai budaya bersama sehingga tercipta lingkungan yang sehat, nyaman, dan layak huni bagi seluruh masyarakat.

“Kalau setiap warga menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing, maka pemerintah akan lebih mudah menjalankan tugasnya. Pemerintah hadir sebagai regulator, sementara keberhasilan menjaga kebersihan kota sangat bergantung pada keterlibatan seluruh masyarakat,” pungkasnya. (MI)




Wali Kota Kupang Ajak Warga Berikan Data Jujur dan Lengkap pada Sensus Ekonomi 2026

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (24/6/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pentingnya data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program pembangunan yang tepat sasaran.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Kupang untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar, jujur, dan lengkap kepada petugas lapangan.

Menurutnya, kualitas kebijakan pemerintah sangat bergantung pada kualitas data yang diperoleh dari masyarakat.

Data yang akurat akan membantu pemerintah mengetahui kebutuhan warga secara nyata, mulai dari lokasi keluarga miskin, kelompok rentan, hingga sektor usaha yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Data yang baik adalah fondasi utama dalam merumuskan kebijakan, menentukan prioritas pembangunan, dan menyusun program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu saya mengimbau seluruh warga Kota Kupang untuk menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar, jujur, serta lengkap,” ujar Christian Widodo.

Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas Sensus Ekonomi 2026 yang disebutnya sebagai ujung tombak pembangunan berbasis data.

Ia menilai para petugas bukan sekadar pendata, melainkan jembatan yang menghubungkan kondisi riil masyarakat dengan kebijakan pemerintah di masa mendatang.

“Dalam setiap data yang dicatat secara akurat, terdapat harapan masyarakat, masa depan anak-anak, dan peluang bagi pemerintah untuk menghadirkan program yang lebih tepat sasaran. Karena itu tugas para petugas sensus sangat mulia,” katanya.

Christian mengakui tugas petugas sensus di lapangan tidak selalu mudah.

Namun ia meminta seluruh petugas tetap sabar, profesional, ramah, dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya.

Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus ekonomi melalui koordinasi dengan camat, lurah, RT, RW, hingga pelaku usaha.

Bahkan, Pemerintah Kota Kupang telah menerbitkan surat instruksi dan surat edaran yang meminta seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus ekonomi serta menerima kedatangan petugas pendataan.

“Tanpa data kita hanya berasumsi. Masa depan bangsa tidak bisa dibangun berdasarkan perkiraan, tetapi harus didasarkan pada data yang akurat dan kondisi nyata di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Kupang, Ivadia Elmina Patola, S.ST., M.T., menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan statistik terbesar di bidang ekonomi yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali oleh BPS di seluruh Indonesia.

Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memotret kondisi perekonomian nasional dan daerah secara menyeluruh, termasuk perkembangan ekonomi digital, ekonomi lingkungan, perubahan struktur usaha, serta dinamika tenaga kerja.

“Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menyediakan informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, ekonomi digital, dan ekonomi lingkungan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data,” jelas Ivadia.

Ia mengungkapkan, pelaksanaan sensus di Kota Kupang melibatkan 289 petugas yang terdiri dari 255 petugas pendata lapangan dan 34 petugas pemeriksa lapangan.

Seluruh petugas telah mengikuti pelatihan pada 30 Mei hingga 9 Juni 2026 untuk memastikan kesiapan dan kompetensi dalam melaksanakan tugas.

Pendataan lapangan sendiri telah dimulai sejak 15 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Kegiatan ini mencakup enam kecamatan, 51 kelurahan, dan 144 satuan lingkungan setempat (SLS) di seluruh wilayah Kota Kupang.

Selama periode pendataan, petugas akan mendatangi rumah tangga dan bangunan usaha untuk mengumpulkan informasi terkait berbagai sektor ekonomi, mulai dari pertanian, perdagangan, industri, konstruksi, transportasi, hingga jasa.

Karena itu, BPS Kota Kupang mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan menerima kedatangan petugas serta memberikan informasi yang akurat demi menghasilkan data berkualitas bagi pembangunan daerah.

“Data yang dikumpulkan melalui Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan di Kota Kupang. Dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan sensus ini,” pungkas Ivadia. (MI)




Saboak Catat Perputaran Ekonomi Rp6,3 Miliar, Wali Kota Kupang Siapkan Ekspansi dan Penambahan Hari Operasional

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) yang berlangsung meriah di Taman Nostalgia, Minggu (21/6/2026).

Perayaan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen untuk menjadikan Saboak sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan, kreativitas, dan ruang interaksi masyarakat Kota Kupang.

Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bawono Ika Sutomo, jajaran pimpinan perangkat daerah, sponsor, pelaku UMKM, komunitas, serta masyarakat Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberlangsungan Saboak sejak pertama kali diluncurkan hingga mampu berkembang menjadi salah satu ruang publik favorit warga.

Menurutnya, lahirnya Saboak berawal dari gagasan sederhana untuk menghidupkan kawasan Taman Nostalgia agar tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berkolaborasi sehingga Saboak bisa bertahan dan berkembang sampai hari ini,” ujar Christian.

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran daerah saat awal masa kepemimpinannya tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan program inovatif bagi masyarakat. Pemerintah Kota Kupang memilih mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak dibanding bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah.

“Kami melakukan efisiensi dan membangun kerja sama dengan berbagai mitra, termasuk Bank Mandiri, Taspen, sponsor, komunitas, dan berbagai pihak lainnya. Dari kolaborasi itulah Saboak lahir dan berkembang,” jelasnya.

Christian mengungkapkan bahwa selama satu tahun berjalan, Saboak berhasil mencatat perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp6,3 miliar dengan rata-rata transaksi sekitar Rp80 juta setiap pekan.

Capaian tersebut dinilai sebagai bukti nyata bahwa program berbasis kolaborasi mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

“Uang yang berputar di Saboak adalah uang masyarakat. Pemerintah Kota tidak mengambil retribusi dari para pelaku UMKM. Semua ini benar-benar hadir untuk masyarakat,” tegasnya.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemerintah Kota Kupang kini tengah mengkaji perluasan operasional Saboak dari satu hari menjadi tiga hari setiap pekan, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Selain itu, pemerintah juga merencanakan penambahan jumlah lapak UMKM, pembangunan pos Satpol PP, peningkatan penerangan kawasan, serta penguatan sistem keamanan dan fasilitas pendukung lainnya di Taman Nostalgia.

Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan fasilitas yang telah tersedia agar keberlangsungan program dapat terus terjaga.

“Ini milik kita bersama. Dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Karena itu mari kita jaga bersama-sama,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Christian juga menyoroti pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Ia mengajak para pelaku UMKM untuk segera mendaftarkan merek dan produk inovatif yang dimiliki agar memperoleh perlindungan hukum.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis menilai keberhasilan Saboak merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, komunitas, sponsor, dan masyarakat.

Menurutnya, perjalanan Saboak selama satu tahun tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan, termasuk kondisi cuaca saat musim hujan, menjadi pengalaman berharga yang mendorong pemerintah terus melakukan pembenahan.

Ke depan, Pemerintah Kota Kupang juga berencana menghadirkan platform digital guna membantu pelaku UMKM memperluas pemasaran produk mereka sehingga tidak hanya bergantung pada transaksi langsung di lokasi pasar.

“Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan semua pihak agar Saboak semakin berkembang dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kota Kupang,” ujar Serena.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum, Bawono Ika Sutomo, memberikan edukasi mengenai pentingnya pendaftaran merek dan perlindungan kekayaan intelektual bagi pelaku UMKM.

Ia menjelaskan bahwa pendaftaran merek memberikan kepastian hukum, meningkatkan reputasi usaha, memperkuat identitas produk, serta melindungi pelaku usaha dari potensi sengketa atau pengambilalihan merek oleh pihak lain.

Bawono juga mengungkapkan rencana pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual di daerah guna mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pendaftaran HAKI tanpa harus datang langsung ke kantor Kementerian Hukum.

Perayaan satu tahun Saboak menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat mampu menciptakan ruang ekonomi baru yang berdampak nyata bagi kesejahteraan warga Kota Kupang.

Dengan berbagai rencana pengembangan yang telah disiapkan, Saboak diharapkan semakin menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Kupang. **




HUT Ke-1 Srikandi Christian Serena Dorong Kota Kupang Semakin Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Kupang, nwartapedia.com  – Semangat membangun masyarakat yang inklusif dan peduli terhadap kelompok rentan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Srikandi Christian Serena Kota Kupang yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (22/6/2026).

Momentum perayaan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Sosialisasi Pelayanan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas yang menghadirkan berbagai elemen masyarakat dan komunitas disabilitas di Kota Kupang.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan apresiasi atas kontribusi nyata Srikandi Christian Serena yang selama ini aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, organisasi perempuan tersebut telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program pembangunan daerah melalui pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, hingga pendampingan bagi penyandang disabilitas.

“Srikandi Christian Serena telah banyak melakukan kegiatan positif, mulai dari bakti sosial, pengobatan gratis, peningkatan kapasitas anggota melalui seminar public speaking, hingga kegiatan yang mendukung terwujudnya Kota Kupang yang ramah disabilitas,” ungkap Christian.

Ia menilai keberadaan organisasi tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan menjadi bagian penting dalam mendukung program Pemerintah Kota Kupang.

Kegiatan sosialisasi yang digelar pada perayaan HUT tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas agar mereka dapat berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan sosial.

Ketua Srikandi Christian Serena Kota Kupang, Petronela Riberu, mengatakan organisasinya ingin menjadi wadah yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Menurutnya, penyandang disabilitas perlu diberikan ruang yang lebih luas agar mampu beradaptasi, berinteraksi, dan berkontribusi di tengah masyarakat tanpa rasa minder ataupun terdiskriminasi.

“Kami ingin mereka lebih percaya diri, lebih dikenal, dan dapat hidup berdampingan dengan masyarakat tanpa merasa malu ataupun terbatas oleh kondisi yang mereka miliki,” ujarnya.

Petronela menjelaskan bahwa selama satu tahun terakhir, Srikandi Christian Serena secara konsisten melaksanakan berbagai program sosial, mulai dari sosialisasi kemasyarakatan, aksi kebersihan lingkungan, hingga kegiatan yang mendukung program Pemerintah Kota Kupang dalam menjaga kebersihan kota.

Ia mengakui perjalanan organisasi tidak selalu mudah. Namun berkat semangat kebersamaan dan kekompakan seluruh anggota, berbagai tantangan dapat dihadapi bersama.

“Yang membuat kami tetap bertahan adalah kebersamaan. Kami saling merangkul dan saling menguatkan sehingga organisasi ini terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat,” katanya.

Ke depan, Srikandi Christian Serena berkomitmen melanjutkan berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk kegiatan pengobatan gratis, edukasi publik, pemberdayaan perempuan, serta dukungan terhadap kelompok disabilitas.

Petronela berharap HUT pertama ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan Kota Kupang yang inklusif, bersih, dan ramah bagi semua kalangan. (MI)




Perantau Asal Desa Kolisia B Kompak Galang Dana untuk Percepat Pembangunan Gereja St. Theodorus Nawuteu

Maumere, nwartapedia.com – Kepedulian terhadap kampung halaman terus ditunjukkan oleh warga Desa Kolisia B yang berada di berbagai daerah perantauan.

Melalui kelompok Solidaritas Perantauan Anak Desa Kolisia B, sebanyak 27 anggota berhasil menghimpun dana sebesar Rp8.000.000 untuk membantu pembangunan Gereja St. Theodorus Kolisia Nawuteu di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Penggalangan dana dilakukan selama dua bulan, yakni sejak April hingga Mei 2026. Gerakan sosial ini diprakarsai oleh Yohanes Severinus Padeng (Jefri) sebagai Ketua dan Maria Renalti Dua Monika (Nalti) sebagai Bendahara.

Menurut Jefri, pembentukan kelompok solidaritas tersebut dilandasi oleh keinginan untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kampung halaman, khususnya dalam mendukung penyelesaian pembangunan gereja yang menjadi pusat kegiatan rohani umat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa meskipun berada jauh dari kampung halaman, kami tetap memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendukung pembangunan desa, terutama pembangunan gereja yang menjadi kebutuhan bersama umat,” ungkap Jefri.

Ia mengapresiasi seluruh anggota kelompok yang telah menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mendukung gerakan tersebut.

Menurutnya, semangat kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan para perantau menjadi modal penting untuk membangun desa secara berkelanjutan.

Jefri berharap gerakan solidaritas yang telah dibangun dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Desa Kolisia B yang berada di berbagai daerah.

“Kami berharap kebersamaan ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga semakin banyak warga perantauan yang tergerak untuk ikut ambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial demi kemajuan kampung halaman,” katanya.

Kelompok Solidaritas Perantauan Anak Desa Kolisia B juga mendapat dukungan dari tiga tokoh perantau yang dipercaya sebagai penasihat, yakni Om Gus, Om Frans, dan Om Sebas.

Ketiganya berperan memberikan motivasi dan arahan agar semangat kebersamaan tetap terjaga.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung kepada pengurus Gereja St. Theodorus Kolisia Nawuteu dan disaksikan oleh tokoh masyarakat, umat, serta warga setempat.

Suasana penuh keakraban dan rasa syukur mewarnai kegiatan tersebut.

Pengurus gereja menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan para perantau.

Bantuan yang diterima akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pembangunan gereja sehingga proses pengerjaan dapat berjalan lebih optimal.

Aksi sosial ini menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan dan kecintaan terhadap tanah kelahiran tetap hidup di hati para perantau Desa Kolisia B.

Melalui kebersamaan dan gotong royong, mereka terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan kampung halaman. **




Rektor Undana Sambut Kerja Sama BPJS Kesehatan, RSU Undana Resmi Layani Peserta JKN di NTT

Kupang, nwartapedia.com  – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) menyampaikan bahwa kerja sama antara Rumah Sakit Umum (RSU) Undana dan BPJS Kesehatan merupakan langkah strategis dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui kolaborasi tersebut, RSU Undana kini resmi melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan.

Peresmian layanan BPJS Kesehatan di RSU Undana ditandai dengan Grand Opening yang berlangsung di Kupang, Rabu (17/6/2026), dan dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, jajaran BPJS Kesehatan, pimpinan Undana, tenaga kesehatan, serta berbagai unsur pemerintah daerah.

Rektor Undana mengatakan, hadirnya layanan BPJS Kesehatan di RSU Undana menjadi bagian dari komitmen universitas untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.

Menurutnya, rumah sakit pendidikan milik Undana tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan dan pengembangan tenaga medis profesional yang siap mengabdi di NTT.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengaku bangga melihat perkembangan RSU Undana yang telah melalui perjalanan panjang sejak awal dibangun pada masa pandemi Covid-19 hingga kini mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui BPJS Kesehatan.

“Saya ingat sekali waktu itu setelah dibangun untuk penanganan Covid-19, saya bersama Pak Viktor datang memeriksa seluruh fasilitas yang ada dan disiapkan untuk pasien Covid-19. Saat itu sarana dan prasarana belum lengkap, tetapi pelayanan tetap berjalan,” ujar Johni.

Menurutnya, pembangunan RSU Undana berlangsung secara bertahap dan terus mengalami pengembangan dari waktu ke waktu berkat dukungan berbagai pihak.

Johni menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas, Fakultas Kedokteran Undana, tenaga kesehatan, serta Pemerintah Provinsi NTT yang telah berkontribusi dalam menghadirkan rumah sakit yang kini dapat melayani masyarakat melalui program BPJS Kesehatan.

Ia juga mengenang perjuangan pendirian Fakultas Kedokteran Undana yang pada awalnya sempat diragukan banyak pihak. Namun, berkat komitmen dan kerja keras seluruh civitas akademika, fakultas tersebut kini berkembang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat NTT.

“Sesuatu yang baru memang tidak langsung sempurna. Semuanya dimulai dari ide yang baik, niat yang baik, dan kerja keras yang berkelanjutan. Hari ini kita menyaksikan bahwa Fakultas Kedokteran Undana telah berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat NTT,” katanya.

Johni menilai keberadaan Fakultas Kedokteran Undana bersama Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa menjadi harapan besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan sekaligus memenuhi kebutuhan dokter di berbagai wilayah NTT.

Ia juga mengapresiasi langkah Undana yang telah membuka berbagai Program Pendidikan Dokter Spesialis, seperti anestesi, obstetri dan ginekologi (Obgyn), serta pengembangan program spesialis lainnya.

Menurut Johni, peningkatan kuota mahasiswa kedokteran di Undana perlu terus didorong agar semakin banyak putra-putri daerah dapat menempuh pendidikan kedokteran di NTT dan kembali mengabdi bagi masyarakat.

“Kita berharap anak-anak NTT bisa belajar di sini, menjadi dokter yang berkualitas, dan kembali mengabdi untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penguatan pendidikan kedokteran harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Karena itu, kerja sama antara RSU Undana dan BPJS Kesehatan dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Johni Asadoma secara resmi membuka layanan BPJS Kesehatan di RSU Undana.

“Dengan memohon restu Tuhan Yang Maha Kuasa dan dukungan seluruh masyarakat, saya menyatakan layanan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum Universitas Nusa Cendana resmi dibuka dan dapat melayani masyarakat Nusa Tenggara Timur,” tutupnya. (MI)




ESCS Kupang Gelar Year End and Graduation Ceremony 2026, Cetak Lulusan Berprestasi Hingga Kancah Internasional

Kupang, nwartapedia.com  – Sekolah internasional Excellent Spirit Christian School (ESCS) menggelar Year End and Graduation Ceremony 2026 di Ballroom Harper International Hotel Kupang, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri ratusan siswa dan orang tua tersebut menjadi momentum apresiasi atas berbagai prestasi akademik maupun nonakademik yang berhasil diraih sepanjang tahun ajaran 2025/2026.

Acara dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 09.00–12.00 WITA untuk peserta didik jenjang PAUD dan TK, sedangkan sesi kedua dilaksanakan pukul 15.00–17.00 WITA bagi peserta didik PKBM jenjang SD, SMP, dan SMA.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan penampilan seni dan kreativitas dari para siswa mulai dari jenjang PAUD hingga SD yang memukau para tamu undangan dan orang tua.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut kepala sekolah, para guru, supervisor, jajaran yayasan, serta Executive Board ESCS sekaligus salah satu pendiri yayasan, Dr. Cand. Bobby Lianto, MM., MBA, yang memberikan sambutan pada pembukaan acara.

Dalam sambutannya, Bobby Lianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada ESCS.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada ESCS. Kepercayaan dari para orang tua menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi berbagai prestasi yang berhasil diraih siswa-siswi ESCS sepanjang tahun ajaran ini, termasuk keberhasilan meraih lebih dari 60 medali tingkat nasional dalam ajang kompetisi yang digelar di Bogor.

Tak hanya itu, Bobby mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian PKBM ESCS Kupang yang kini resmi memperoleh Akreditasi A, sebagai bukti peningkatan mutu pendidikan yang terus dilakukan sekolah.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, siswa, orang tua, hingga yayasan dalam membangun kualitas pendidikan yang unggul.

ESCS juga kembali menorehkan prestasi melalui para lulusannya yang berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi ternama di dalam maupun luar negeri.

Salah satu siswa berprestasi, Matthew Ang, dinyatakan lolos di dua universitas ternama di China, sementara Stifany, lulusan SMA ESCS, sedang menjalani proses penerimaan di Universitas Bina Nusantara (Binus) dan Universitas Tarumanagara di Jakarta.

Prestasi yang paling membanggakan datang dari alumni ESCS, Valencio Galen Christanto, yang berhasil menyelesaikan pendidikan Magister (S2) di Gonzaga University, Amerika Serikat, pada usia 19 tahun.

Valencio diketahui diwisuda pada 10 Mei 2026 dengan capaian akademik yang sangat baik dan menjadi salah satu lulusan magister termuda di usianya. Saat ini ia bahkan telah melanjutkan langkah akademiknya sebagai kandidat doktor.

Menurut Bobby Lianto, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa lulusan ESCS memiliki daya saing global dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Melalui penyelenggaraan Year End and Graduation Ceremony 2026, ESCS kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan bertaraf internasional yang tidak hanya unggul dalam penguasaan bahasa Inggris, tetapi juga berhasil mencetak generasi muda yang berprestasi, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan dunia global. (MI)