Wali Kota Kupang Raih Penghargaan Nasional Strategic Leadership, Jadi Kado Hari Jadi Kota

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, Christian Widodo, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menerima penghargaan bergengsi pada sektor kepemimpinan (leadership).

Penghargaan ini tergolong eksklusif karena hanya diberikan kepada satu provinsi, satu kota, dan dua kabupaten terbaik di Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian objektif yang mencakup sejumlah indikator strategis, di antaranya peningkatan investasi (ITF), penurunan angka kemiskinan, pengurangan tingkat pengangguran, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Dalam kategori kota, Christian Widodo dinobatkan sebagai penerima penghargaan pada kategori Strategic Leadership, sekaligus meraih posisi puncak dari seluruh kategori yang dinilai.

Kepada media ini pada Sabtu (25/4/2026), ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada masyarakat Kota Kupang.

“Ini bukan karena hebat saya, tetapi karena seizin Tuhan serta dukungan dan doa dari seluruh warga Kota Kupang. Oleh karena itu, saya mengucapkan limpah terima kasih kepada seluruh warga Kota Kupang,” ungkapnya.

Penilaian penghargaan ini dilakukan oleh sejumlah lembaga kredibel, yakni Kementerian Dalam Negeri, Ombudsman Republik Indonesia, serta Metro TV.

Menurut Christian Widodo, indikator yang digunakan dalam penilaian sangat objektif, meliputi tingkat kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

“Ini apresiasi yang luar biasa untuk kinerja kita dalam memimpin Kota Kupang, karena indikator yang digunakan sangat objektif,” tambahnya.

Dari seluruh daerah di Indonesia, hanya satu provinsi, satu kota, dan dua kabupaten yang terpilih menerima penghargaan ini, menjadikannya sebagai salah satu penghargaan paling prestisius di bidang tata kelola pemerintahan daerah.

Penghargaan ini sekaligus menjadi kado terindah bagi masyarakat Kota Kupang dalam momentum perayaan hari jadi kota, serta menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. (MI)




Jalan Depan GOR Oepoi Dikerjakan di Tengah Efisiensi, Warga Apresiasi Wali Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com — Pemerintah Kota Kupang mulai mengerjakan ruas jalan di depan GOR Oepoi yang sebelumnya menjadi polemik di tengah masyarakat.

Pekerjaan ini menegaskan bahwa proyek tersebut telah direncanakan sejak tahun anggaran sebelumnya, bukan akibat tekanan publik atau viral di media sosial.

Warga Kelurahan Oebufu, Arny Loasana, menilai anggapan bahwa pemerintah baru bergerak karena desakan masyarakat tidak tepat.

Ia menyebut, perbaikan jalan tersebut telah dianggarkan sejak tahun lalu dan kini direalisasikan pada 2026. 

“Kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota yang sudah menepati janji. Akhir tahun 2025 beliau turun langsung melihat kondisi jalan di samping GOR, dan sekarang kembali memastikan pekerjaan ini benar-benar diselesaikan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Piet Naijumetan, warga RT 35 Kelurahan Oebufu.

Ia mewakili masyarakat setempat mengapresiasi dimulainya pengerjaan jalan tersebut. 

“Atas nama masyarakat, khususnya di RT 35, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang sudah mulai mengerjakan jalan ini,” katanya.

Lurah Oebufu, Zet Batmalo, menjelaskan bahwa ruas Jalan Brigjen Iman Budiman yang berada di depan GOR Oepoi merupakan prioritas pembangunan yang diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat kelurahan hingga kota. 

Ia menambahkan, kunjungan Wali Kota pada November 2025 menjadi dasar komitmen untuk merealisasikan proyek tersebut pada 2026.

Sebelum perbaikan dimulai, warga bersama Ketua RT setempat secara swadaya melakukan penimbunan lubang menggunakan material sederhana.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Kupang, Maxi Dethan, menyebut proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp5,57 miliar.

Pekerjaan dimulai pada 15 April dan ditargetkan selesai pada 11 September 2026. 

“Konstruksi jalan menggunakan beton, disertai perbaikan drainase dan trotoar untuk menunjang kualitas infrastruktur,” jelasnya.

Pengerjaan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini terdampak kondisi jalan rusak di kawasan tersebut. *




Ketua KADIN NTT Lantik Pengurus KADIN Rote Ndao, Dorong Pengembangan Sorgum dan UMKM Naik Kelas

Rote Ndao, nwartapedia.com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT, Bobby Lianto, resmi melantik Ketua KADIN Kabupaten Rote Ndao, Simson Polin, bersama jajaran pengurus untuk periode kedua.

Pelantikan tersebut digelar di Hotel New Ricky pada Jumat (24/4/2026), setelah melalui proses Musyawarah Daerah.

Dalam sambutannya, Bobby Lianto menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Simson Polin yang kembali dipercaya memimpin KADIN Rote Ndao.

Ia menilai Simson sebagai sosok pengusaha yang tumbuh dari bawah dan mampu menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya.

“Beliau telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, usaha bisa berkembang hingga sukses, bahkan dipercaya masyarakat sebagai anggota DPRD Provinsi NTT,” ujarnya.

Selain agenda pelantikan, KADIN NTT juga menyerahkan benih sorgum asal India untuk dilakukan uji coba penanaman di Rote.

Bobby menjelaskan bahwa selama ini sorgum dikenal sebagai salah satu komoditas lokal Rote, namun belum dimanfaatkan secara maksimal dalam skala industri.

“Benih yang kita gunakan saat ini berasal dari India dan sudah digunakan sebagai bahan pakan. Kami sedang menjajaki kerja sama dengan pabrik pakan agar sorgum ini bisa diterima. Jika sudah masuk ke industri, maka peluang penanaman dalam skala besar akan terbuka,” jelasnya.

Menurutnya, uji coba tersebut masih berada pada tahap awal. Ia berharap pada tahun mendatang kerja sama dengan industri pakan dapat terealisasi sehingga pengembangan sorgum dapat diperluas dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Tak hanya itu, KADIN NTT juga akan melakukan sosialisasi program Perseroan Terbatas (PT) Perorangan yang merupakan inisiatif dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Program ini bertujuan mendorong pelaku usaha kecil dan menengah agar naik kelas dan lebih profesional.

“Melalui PT Perorangan, kami ingin mendorong para pelaku usaha untuk naik kelas. Banyak peluang usaha yang mensyaratkan badan hukum PT, misalnya untuk pemasaran di bandara. Karena itu, kami juga menyiapkan 10 PT perorangan gratis bagi pengusaha di Rote,” tambah Bobby.

Sementara itu, Ketua KADIN Rote Ndao terpilih, Simson Polin, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Ketua Umum KADIN NTT di tengah kesibukannya.

Ia mengapresiasi berbagai program yang dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya petani dan pelaku UMKM.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan, termasuk bantuan benih sorgum yang sangat bermanfaat bagi petani di Rote. Selain itu, program pengurusan PT Perorangan juga sangat membantu pelaku UMKM untuk berkembang dan naik ke level yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Ia berharap ke depan, sinergi antara KADIN NTT dan KADIN Rote Ndao dapat semakin kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam meningkatkan kapasitas petani dan pelaku usaha lokal agar mampu bersaing dan naik kelas. *




Wali Kota Kupang Kukuhkan Bunda Literasi, Perkuat Gerakan Membaca Sejak Dini

Kupang, nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Hal itu disampaikannya saat mengukuhkan Widya Cahya dalam kegiatan kampanye Gerakan Gemar Membaca di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (22/4).

Menurutnya, penguatan budaya literasi harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tempat pertama anak belajar.

Peran orang tua dinilai sangat menentukan dalam menumbuhkan minat baca melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Tidak harus satu buku sehari, satu halaman pun cukup. Yang penting dilakukan secara rutin agar membaca menjadi kebiasaan yang menyenangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pokja II TP PKK Kota Kupang, Petty Mardina Pratami Ly, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat peran keluarga dalam pendidikan anak serta mendorong gerakan literasi hingga ke tingkat rumah tangga.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan lomba bercerita yang diikuti 42 anak PAUD sebagai sarana melatih keberanian, kemampuan komunikasi, dan imajinasi anak sejak dini.

Pemerintah Kota Kupang berharap melalui pengukuhan Bunda Literasi dan berbagai kegiatan yang dilakukan, budaya membaca dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, guna membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. *




Penampilan Memukau Siswa SMAN 1 Amarasi Barat Warnai FLS3N Kupang Barat

Kupang, nwartapedia.com  —  Siswa SMAN 1 Amarasi Barat menunjukkan kualitas dan kepercayaan diri dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMA se-Kabupaten Kupang yang berlangsung di SMAN 2 Kupang Barat pada Kamis (23/4/2026).

Sekolah tersebut mengikutsertakan peserta dalam sejumlah cabang lomba, meliputi solo vokal oleh Dian Yolita Lawa, cipta dan baca puisi oleh Aizarah H. Paru, tari kreasi oleh Wiwelsia S.D. Mau bersama Melania Y. Kapitan, serta debat Bahasa Indonesia oleh Lutgardis Sengi, Ahyandi A. Tiran, dan Kendi G.L. Ora.

Penampilan pada cabang solo vokal dan debat Bahasa Indonesia yang telah digelar mendapat apresiasi, dengan para peserta tampil percaya diri dan mampu bersaing secara kompetitif.

Khusus solo vokal, siswa SMAN 1 Amarasi Barat dinilai tampil memukau di atas panggung.

Kegiatan FLS3N dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, yang menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah pembinaan karakter dan pengembangan potensi siswa.

“FLS3N menjadi ruang untuk mengasah bakat, melatih tanggung jawab, membangun kerja sama, serta menumbuhkan sikap saling menghargai di antara peserta didik,” ujarnya.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Koordinator Pengawas SMA/SMK/SLB Kabupaten Kupang, Simon Gasang, bersama jajaran pengawas dan perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Pihak sekolah berharap keikutsertaan dalam FLS3N mampu memperkuat mental, karakter, serta menggali bakat dan minat siswa secara optimal.

Kepala SMAN 1 Amarasi Barat, Thomas Doni, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pembinaan siswa.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga terbentuk karakter, mental yang kuat, serta mampu mengembangkan bakat dan minat mereka secara maksimal,” ujarnya.

FLS3N tingkat Kabupaten Kupang dijadwalkan berakhir pada Jumat (24/4/2026) dengan agenda penutupan resmi. (MI)




Wawali Kupang Buka Jambore Pramuka, Tekankan Pembinaan Karakter Generasi Muda

Kupang, nwartapedia.com — Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, secara resmi membuka kegiatan Jambore Pramuka tingkat Kota Kupang yang digelar pada 23–25 April 2026 di Bumi Perkemahan Fatubena.

Kegiatan Jambore Cabang VI ini diikuti oleh 27 gugus depan se-Kota Kupang, dengan total 430 peserta, didampingi 52 pembina, serta didukung 75 panitia dan 17 peninjau.

Ketua panitia, Dedi Wangge, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema “Dari Perkemahan Kita Bangun Gotokumpat sebagai Rumah Besar Kita Bersama”, yang mencerminkan semangat kebersamaan, toleransi, dan pembentukan karakter generasi muda.

“Jambore ini menjadi ruang strategis untuk membentuk generasi muda yang tangguh, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Pramuka NTT, Pieter Manuk, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap Gerakan Pramuka, termasuk penyediaan lahan bumi perkemahan seluas delapan hektare yang dinilai sangat potensial untuk kegiatan tingkat daerah.

Dalam sambutannya, Serena Francis menegaskan bahwa jambore bukan sekadar kegiatan perkemahan, melainkan sarana pembinaan mental, kedisiplinan, kerja sama, dan kemampuan komunikasi generasi muda.

“Kegiatan ini penting untuk menanamkan nilai kemandirian, ketangguhan, serta semangat kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa tema jambore selaras dengan kondisi Kota Kupang yang majemuk, sehingga nilai persaudaraan dan gotong royong perlu terus diperkuat.

Pembukaan kegiatan diawali dengan prosesi adat Natoni, dilanjutkan tarian tradisional Timor oleh siswa SDN Fatubena, serta pengibaran bendera Kwartir Cabang yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota sebagai pembina upacara.

Pemerintah Kota Kupang berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing di masa depan. (goe)




Gubernur NTT Soroti Akses Pendidikan dan Literasi dalam Rapat dengan Komisi X DPR RI

Kupang, nwartapedia.com  — Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan masih adanya berbagai persoalan mendasar di sektor pendidikan, mulai dari keterbatasan akses, sarana prasarana, hingga biaya pendidikan.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan bersama Komisi X DPR RI di Kupang.

Ia menyebut kondisi geografis NTT sebagai provinsi kepulauan menjadi tantangan utama pemerataan layanan pendidikan.

Gubernur juga menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi fokus, bukan sekadar capaian angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Selain itu, ia menyoroti kondisi perpustakaan daerah yang belum memadai serta pentingnya pelestarian budaya sebagai penggerak ekonomi.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hardian Irfani, mengungkapkan kesenjangan pendidikan di NTT masih cukup tinggi.

Data 2025 menunjukkan rata-rata lama sekolah masih di bawah nasional, sementara kemampuan literasi dasar siswa juga menjadi perhatian.

Komisi X menyatakan komitmennya mengawal program strategis pendidikan, termasuk revitalisasi sekolah, pengelolaan DAK, hingga sistem penerimaan murid baru.

Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, berharap dukungan konkret pemerintah pusat, terutama terkait peningkatan sarana pendidikan dan kesejahteraan guru.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat juga menyerahkan DAK Non Fisik Pendidikan 2026 untuk NTT sebesar Rp1,06 triliun. *




Inspektorat Kupang Luruskan Informasi Temuan BPK Rp40 Miliar yang Beredar di Media Sosial

Kupang, nwartapedia.com  —  Beredarnya unggahan dari akun Facebook NUSA Cendana ID yang menyebutkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan NTT atas pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Kupang tahun 2005–2026 mencapai Rp40 miliar, dinilai tidak utuh dan berpotensi menyesatkan publik.

Inspektur Inspektorat Kota Kupang, Frengky Amalo, menegaskan bahwa angka yang beredar tersebut merupakan akumulasi temuan selama 21 tahun, bukan kondisi terkini yang belum ditindaklanjuti.

“Informasi yang beredar tidak lengkap karena tidak menjelaskan bahwa angka Rp40 miliar itu merupakan total akumulatif sejak 2005 hingga 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp21 miliar telah selesai ditindaklanjuti, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian dan pengembalian,” jelasnya pada Rabu (22/4/2026).

Ia menambahkan, mekanisme penyelesaian temuan BPK telah diatur secara jelas dalam regulasi, di antaranya Peraturan BPK Nomor 2 Tahun 2017 dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004.

Dalam ketentuan tersebut, lanjut Frengky, sisa temuan tidak serta-merta hilang, melainkan tetap tercatat dan wajib ditindaklanjuti.

Namun, dalam kondisi tertentu, sebagian temuan dapat diusulkan untuk penghapusan (status 4), misalnya jika pihak yang bertanggung jawab telah meninggal dunia, dinyatakan pailit, atau tidak diketahui lagi domisilinya.

Pemerintah Kota Kupang melalui Inspektorat menegaskan komitmennya untuk terus menindaklanjuti setiap rekomendasi BPK secara bertahap dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial serta memastikan keakuratan data sebelum menyebarluaskannya, guna menghindari kesalahpahaman yang dapat merugikan berbagai pihak. *




Hadapi Era Digital, Disdikbud Kupang Bekali Guru SD dengan Bimtek IT

Kupang, nwartapedia.com  — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi (IT) bagi guru kelas jenjang Sekolah Dasar (SD) negeri se-Kota Kupang, Rabu 22/4/2026.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 22 hingga 24 April 2026 ini digelar di Hotel Pelangi, Kota Kupang, dan diikuti oleh 37 guru kelas dari berbagai SD negeri di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Ernest Ludji menegaskan pentingnya penguasaan teknologi oleh para guru di tengah perkembangan pendidikan di era digital.

Menurutnya, transformasi pendidikan menuntut para pendidik untuk mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran di kelas.

“Pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Guru harus mampu beradaptasi dan meningkatkan kompetensinya agar proses belajar mengajar menjadi lebih efektif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Ketua panitia kegiatan, Meriana Kadiwano, http://S.Pd, menjelaskan bahwa bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis IT.

“Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dengan memanfaatkan berbagai platform digital, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah,” kata Meriana.

Selama pelaksanaan bimtek, peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber, yakni Yurmida Kadja, http://S.Pd dari TK Dian Harapan Kupang, Apriana Do Lalu, http://S.Pd dari SD Kristen Lentera Kupang, serta Yane Mira Kore, http://S.Th dari Yayasan Citra Bina Mandiri Kupang.

Materi yang disampaikan meliputi pemanfaatan media pembelajaran digital, strategi pembelajaran interaktif berbasis IT, serta pengembangan konten ajar yang menarik dan adaptif bagi siswa sekolah dasar.

Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan, khususnya di jenjang sekolah dasar, seiring dengan tuntutan digitalisasi pendidikan yang terus berkemban. (goe)




Penguatan Sinergi Gereja dan Pemerintah, Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang Terima Pin SMGM

Kupang, nwartapedia.com  —  Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, dan Wali Kota Kupang, Cristian Widodo, menerima penyematan Pin Sahabat Monsinyur Gabriel Manek dari Komunitas Sahabat Monsinyur Gabriel Manek sebagai bentuk penghargaan sekaligus penguatan kolaborasi pelayanan iman dan sosial kemasyarakatan di daerah.

Penyematan pin kepada Gubernur NTT dilakukan oleh Romo RD Longginus Bone selaku Moderator SMGM di ruang kerja gubernur, Rabu (22/4/2026), dengan dihadiri jajaran pengurus SMGM Keuskupan Agung Kupang.

Adapun penyematan kepada Wali Kota Kupang telah dilaksanakan sehari sebelumnya di rumah jabatan wali kota oleh tim pengurus SMGM.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, pengurus SMGM juga melakukan kunjungan ke Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang untuk menyampaikan eksistensi, visi, dan program kerja komunitas sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor.

Selain itu, audiensi juga telah dilakukan dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT.

Koordinator SMGM Keuskupan Agung Kupang, Adrianus Ceme, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan strategi membangun kemitraan yang konstruktif antara komunitas umat dan pemerintah.

“Kami berupaya menghadirkan nilai keteladanan Monsinyur Gabriel Manek dalam kehidupan sosial dan pelayanan Gereja. Untuk itu, kami juga mengundang Bapak Gubernur dan Wali Kota bersama keluarga untuk menghadiri perayaan ulang tahun ke-9 SMGM,” ujarnya.

Perayaan HUT ke-9 SMGM dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026 pukul 17.00 Wita di Aula Keuskupan Agung Kupang, dan akan dipimpin oleh Hironimus Pakaenoni.

Pada kesempatan tersebut, pengurus SMGM turut menyampaikan undangan resmi kepada Gubernur NTT untuk mendukung serta menghadiri Musyawarah Nasional–Internasional (Munas) SMGM ke-IV yang direncanakan digelar di Kota Kupang pada Agustus 2027.

Sedikitnya empat tokoh publik telah dikunjungi guna dimintai kesediaan sebagai pelindung kehormatan dalam agenda tersebut.

Penasehat SMGM Pusat, Anton Bele, menegaskan bahwa dukungan pemerintah memiliki peran strategis dalam memperluas dampak pelayanan komunitas berbasis iman.

“SMGM tidak hanya bergerak dalam ranah spiritual, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, sinergi dengan pemerintah menjadi kunci untuk memperluas manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan para pemimpin daerah sebagai pelindung kehormatan akan memberikan penguatan moral sekaligus dukungan strategis bagi suksesnya pelaksanaan Munas-Internasional SMGM ke-IV.

Melalui penyematan pin tersebut, SMGM berharap terbangun kolaborasi yang semakin solid antara Gereja dan pemerintah dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadaban di Nusa Tenggara Timur.  (goe)