Badan Pusat Statistik NTT Catat Kenaikan Signifikan Transportasi Udara dan Laut Maret 2026

Kupang, nwartapedia.com  –  Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan perkembangan positif pada sektor transportasi selama Maret 2026, ditandai dengan meningkatnya jumlah penerbangan, penumpang udara, serta aktivitas angkutan laut.

Jumlah penerbangan angkutan udara tercatat sebanyak 3.184 penerbangan, yang terdiri dari 1.593 keberangkatan dan 1.591 kedatangan.

Angka ini meningkat 25,45 persen dibandingkan Februari 2026 dan tumbuh 46,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi terbesar terhadap aktivitas penerbangan berasal dari Bandara El Tari dengan porsi 36,87 persen, diikuti Bandara Komodo sebesar 23,93 persen.

Sejalan dengan itu, jumlah penumpang angkutan udara mencapai 223.302 orang, meningkat 38,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 33,40 persen secara tahunan.

Di sektor angkutan laut, jumlah pelayaran tercatat sebanyak 5.640 perjalanan, naik 25,72 persen dibandingkan Februari 2026 dan meningkat 16,67 persen dibandingkan Maret 2025.

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan laut mencapai 431.469 orang, terdiri dari 213.048 penumpang turun dan 218.421 penumpang naik.

Secara bulanan angka ini meningkat 18,65 persen, meskipun secara tahunan mengalami penurunan sebesar 37,68 persen.

Secara keseluruhan, data ini mencerminkan peningkatan mobilitas masyarakat serta aktivitas transportasi di NTT, khususnya pada sektor udara yang menunjukkan pertumbuhan paling signifikan. *




Tenun Ikat Belu Siap Tampil di Ajang Persit Bisa 2026 Jakarta

Jakarta, nwartapedia.com  –  UMKM Cabang XVI Dim 1605 Belu siap ambil bagian dalam ajang Persit Bisa 2 Tahun 2026 yang digelar di Balai Kartini Jakarta pada 7–9 Mei 2026.

Berbagai persiapan telah dilakukan secara matang, mulai dari penyediaan kain tenun hingga penataan lokasi promosi yang kini telah memasuki tahap akhir.

Dalam ajang tersebut, Tenun Ikat Belu akan menampilkan motif unggulan Robamiki yang melambangkan kecantikan dan keanggunan perempuan.

Sebanyak 30 paket kain tenun berkualitas tinggi disiapkan untuk dipamerkan kepada publik nasional.

Karya-karya ini merupakan hasil sentuhan tangan terampil Ny. Cileberta, anggota Cabang XVI Dim 1605 Belu, yang terus menjaga kualitas dan nilai estetika tenun tradisional.

Tenun motif Belu Atambua sendiri dikenal sebagai salah satu warisan budaya tekstil khas Nusa Tenggara Timur.

Kain ini tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai simbol identitas, status sosial, serta bagian penting dalam berbagai upacara adat masyarakat.

Melalui ajang ini, UMKM Belu berharap tenun ikat khas daerah dapat semakin dikenal luas sekaligus memperkuat eksistensi budaya lokal di tingkat nasional. *




Kunjungi Kupang, Menteri Abdul Mu’ti Percepat Revitalisasi Sekolah

  1. Kupang, nwartapedia.com  – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan agenda utama mempercepat program revitalisasi pendidikan, Senin (4/5/2026).

Kedatangannya di Bandara El Tari Kupang disambut langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama jajaran pemerintah daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Abdul Mu’ti meninjau TK Kristen Kota Kupang sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru sebagai bagian dari Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2026.

Ia menegaskan, program ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mendukung kebijakan wajib belajar 13 tahun sekaligus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, khususnya bagi anak usia dini.

“Dengan fasilitas yang lebih baik, diharapkan proses belajar mengajar menjadi lebih optimal dan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan di NTT. Ia menilai program revitalisasi menjadi langkah penting dalam mendorong kemajuan daerah melalui sektor pendidikan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat dibutuhkan untuk memastikan pemerataan akses dan kualitas pendidikan di seluruh wilayah NTT.

Kunjungan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh pendidikan, serta perwakilan lembaga pendidikan yang turut mendukung penguatan sektor pendidikan di NTT. *




BPS NTT: Nilai Tukar Petani April 2026 Turun Menjadi 99,41

Kupang, nwartapedia.com  – Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada April 2026 sebesar 99,41 atau mengalami penurunan sebesar 0,86 persen dibandingkan NTP Maret 2026 yang tercatat sebesar 100,27.

NTP merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (It) dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib), yang digunakan sebagai indikator untuk mengukur kemampuan atau daya beli petani, serta mencerminkan daya tukar (terms of trade) produk pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Pada April 2026, penurunan NTP disebabkan oleh turunnya indeks harga yang diterima petani sebesar 0,49 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,37 persen.

Penghitungan NTP menggunakan tahun dasar 2018 (2018=100) dan mencakup lima subsektor, yaitu tanaman pangan, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan.
Selain itu, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) pada April 2026 tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,41 persen, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Provinsi NTT pada April 2026 tercatat sebesar 104,17 atau turun sebesar 0,55 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Dengan demikian, perkembangan NTP dan NTUP tersebut menunjukkan adanya penurunan daya beli petani serta perlambatan kinerja usaha pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada April 2026. *




Pemkot Kupang Sediakan Layanan Kontak Darurat dan Publik untuk Warga

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan menyediakan akses komunikasi langsung ke berbagai instansi penting.

Layanan ini bertujuan agar warga dapat dengan mudah menghubungi pihak terkait ketika membutuhkan bantuan atau menghadapi situasi darurat.

Berbagai dinas dan badan telah disiapkan lengkap dengan nomor kontak yang dapat diakses oleh masyarakat kapan saja.

Kehadiran layanan ini diharapkan mampu mempercepat respons pemerintah terhadap berbagai kebutuhan warga di Kota Kupang.

Adapun daftar layanan kontak yang tersedia meliputi:

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD): 081239940976

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan: 081339322515

Perumda Pasar Kota Kupang: 085177691970

UPTD PPA Kota Kupang: 081337703300

Dinas Sosial: 081335799865

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang: 085180598003

Brigade Kupang Sehat (BKS): 0380-827777

Dinas Pemadam Kebakaran: 0380-133 / 0380-821467

Dinas Perhubungan Kota Kupang: 081330724327

DPMPTSP: 081554444888

UPTD Labkes Kota Kupang: 085137728954

Perumda Air Minum Kota Kupang: 081237180243

Pemerintah Kota Kupang mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini secara bijak dan sesuai kebutuhan.

Dengan adanya akses komunikasi yang terbuka, diharapkan setiap permasalahan warga dapat ditangani dengan lebih cepat dan efektif.

“Jika membutuhkan bantuan, silakan segera hubungi layanan yang telah disediakan,” demikian imbauan Pemerintah Kota Kupang kepada masyarakat.




PEKEN Jasindo di Kupang Dorong Pendidikan Inklusif dan Peluang Generasi Muda

Kupang, nwartapedia.com — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Asuransi Jasindo menggelar kegiatan PEKEN Jasindo di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan menitikberatkan pada penguatan pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas dan generasi muda.

Mengusung tema “Katong Baku Dukung, Katong Baku Sayang”, kegiatan ini menjadi simbol semangat kebersamaan masyarakat Kupang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan berbasis komunitas.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan akses pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, PEKEN Jasindo hadir sebagai bentuk nyata dukungan perusahaan agar pendidikan bisa dijangkau semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

“Melalui PEKEN Jasindo, kami ingin memastikan akses pendidikan dapat dirasakan seluruh masyarakat. Ini bagian dari komitmen kami dalam mendukung SDM unggul dan berdaya saing,” ujar Brellian.

Dalam kegiatan tersebut, Jasindo menyalurkan berbagai bantuan pendidikan berupa dukungan pembiayaan penunjang belajar bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dan siswa difabel. Bantuan lainnya juga diberikan dalam bentuk perangkat belajar serta akses perpustakaan digital Pustaka Mitra Netra untuk SLB Kota Raja Kupang.

Representative Manager Jasindo Kupang, Jerry Samuel, menjelaskan bahwa program ini juga menghadirkan sejumlah kegiatan edukatif bagi masyarakat dan generasi muda.

Berbagai agenda digelar seperti workshop kewirausahaan, talkshow UMKM bertajuk “Bacarita Bisnis UMKM Lokal, Usaha Naik Kelas”, hingga edukasi literasi asuransi dan manajemen risiko.

Menurut Jerry, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang baru bagi anak muda Kupang agar lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

“Dukungan kegiatan edukatif yang inklusif ini menjadi langkah nyata membantu masyarakat, generasi muda, dan khususnya penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang sama meraih masa depan,” katanya.

Sementara itu, Brellian menegaskan bahwa pendidikan akan terus menjadi bagian penting dari kontribusi sosial perusahaan kepada masyarakat.

Ia menilai pendidikan, kewirausahaan, serta pemahaman mengenai asuransi dan manajemen risiko merupakan fondasi penting dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.

Melalui PEKEN Jasindo, perusahaan berharap dapat terus memperluas akses pendidikan inklusif dan berkelanjutan sehingga setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. *




Peken Jasindo Resmi Dibuka di Kupang, Serena Francis Dorong UMKM Naik Kelas

Kupang, nwartapedia.com  –  Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, bersama Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, membuka secara resmi kegiatan Peken Jasindo di Taman Nostalgia, Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan bertema “Katong Baku Dukung, Katong Baku Sayang” itu menjadi ajang pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Serena Francis mengatakan tema yang diangkat mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Kupang. Menurutnya, kekuatan kota ini terletak pada solidaritas warganya.

Ia menambahkan, momentum Peken Jasindo yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional menjadi bukti bahwa proses belajar tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga melalui ruang publik, aktivitas ekonomi, dan interaksi sosial masyarakat.

Sejak pagi, kawasan Taman Nostalgia dipadati warga yang menikmati beragam kegiatan, mulai dari bazar UMKM, turnamen basket 3 lawan 3, talkshow pengembangan usaha, literasi asuransi, workshop tenun, hingga promosi pangan lokal.

Pada malam hari, pengunjung juga disuguhi pertunjukan seni budaya, penampilan kelompok difabel, tarian daerah, serta paduan suara.

Serena Francis menilai kegiatan tersebut menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang dan memperluas pasar. Ia mencontohkan keberhasilan program Saboak atau Sunday Market Buat Orang Kupang yang telah menghadirkan perputaran ekonomi besar sejak diluncurkan pada 2025.

“Dulu kawasan ini kurang dimanfaatkan, sekarang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan ruang publik yang ramai,” ujarnya.

Selain itu, ia mengapresiasi konsep pasar tanpa plastik yang diterapkan panitia sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Sementara itu, Pimpinan Jasindo Kupang, Jerry Simamora, mengatakan Peken Jasindo dirancang sebagai ruang kolaborasi masyarakat untuk bertransaksi, belajar, dan berkembang bersama.

Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi daerah, sehingga kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.

Selain bazar UMKM, masyarakat juga mendapat akses berbagai layanan gratis seperti pemeriksaan kesehatan, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), perpanjangan SIM, hingga pembayaran pajak.

Panitia juga menghadirkan program sosial berupa workshop bagi penyandang disabilitas, layanan Posyandu, edukasi kesehatan, bantuan sarana usaha, dukungan pendidikan, serta pembagian paket sembako.

Jerry Simamora menambahkan, Kupang menjadi kota kedua penyelenggara Peken Jasindo di Indonesia setelah sebelumnya digelar di Keraton Solo. (MI)




Serena Francis Buka Pengobatan Gratis di GMIT Kota Baru, Warga Kupang Antusias Ikut Layanan Kesehatan

  1. Kupang, nwartapedia.com  – Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, secara resmi membuka kegiatan bakti sosial kesehatan berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis di Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Kota Baru, Jumat (1/5).

Kegiatan sosial tersebut terselenggara melalui kolaborasi antara Majelis Jemaat GMIT Kota Baru bersama Rumah Sakit Mamami Kupang sebagai bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Majelis Jemaat GMIT Kota Baru, Pdt. Febi M. B. Messakh-Frans, jajaran tenaga medis RS Mamami, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jemaat setempat.

Dalam sambutannya, Serena Francis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bagi warga Kota Kupang.

Menurutnya, gereja memiliki peran penting bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan sosial yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Jemaat GMIT Kota Baru dan Rumah Sakit Mamami atas kegiatan yang sangat bermanfaat ini,” ujarnya.

Serena juga membagikan pengalaman pribadinya saat pernah dirawat di RS Mamami ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia menilai rumah sakit tersebut hingga kini tetap menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang dipercaya masyarakat Kota Kupang.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial kesehatan sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kupang untuk mewujudkan Kota Kasih sebagai rumah bersama yang maju, sehat, dan sejahtera.

Menurutnya, akses pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga.

“Ketika masyarakat mendapat layanan kesehatan yang baik, maka kesejahteraan dan harapan masa depan juga ikut meningkat,” jelasnya.

Serena berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi berbagai komunitas keagamaan maupun organisasi sosial lainnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Kota Baru, Pdt. Febi Messakh-Frans, mengatakan bahwa gereja harus hadir melalui tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata.

Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan telah dimulai sejak pagi dengan Senam Jantung Sehat bersama Yayasan Jantung Indonesia NTT, sekaligus peluncuran Klub Jantung Sehat Indonesia GMIT Kota Baru.

Menurutnya, kolaborasi pelayanan kesehatan ini merupakan wujud tanggung jawab iman sekaligus kepedulian sosial gereja kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak warga Kota Kupang yang mendapatkan layanan kesehatan, meningkatkan kesadaran hidup sehat, dan merasakan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. *




Dicky Tallo Apresiasi Pemkot Kupang, Jalan Rusak Penkase Akhirnya Diperbaiki

Kupang, nwartapedia.com – Anggota Komisi III DPRD Kota Kupang, Dicky Tallo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas dimulainya pengerjaan ruas jalan di wilayah Penkase, Kecamatan Alak.

Perbaikan jalan tersebut dinilai sebagai jawaban atas aspirasi masyarakat yang selama lebih dari satu tahun mengeluhkan kondisi jalan rusak dan mengganggu aktivitas harian warga.

Apresiasi itu disampaikan kepada Wali Kota Kupang Christian Widodo, Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang yang dinilai cepat merespons kebutuhan masyarakat.

Menurut Dicky, kondisi jalan di kawasan Penkase sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah dan kerap menimbulkan persoalan, terutama bagi pengendara dan kendaraan distribusi logistik yang melintas di jalur tersebut.

“Ini sudah menjadi kerinduan masyarakat. Saya sendiri sering menerima keluhan warga karena wilayah ini merupakan daerah pemilihan saya,” ujar Dicky, Jumat (1/5/2026).

Ia menegaskan, perbaikan jalan tersebut sangat penting karena merupakan akses utama masyarakat di Kecamatan Alak yang menghubungkan sejumlah fasilitas pelayanan publik.

Di antaranya Kantor Camat Alak, Polsek Alak, Puskesmas Alak, hingga Kantor Lurah Penkase Oeleta.

Selain menjadi jalur pelayanan publik, kawasan Penkase juga dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi di Kota Kupang, terutama dengan banyaknya gudang logistik dan arus distribusi barang yang cukup tinggi.

“Jalan ini adalah poros utama di Kecamatan Alak sekaligus jalur ekonomi penting bagi Kota Kupang,” tegasnya.

Dicky juga mengingatkan kontraktor pelaksana agar mengerjakan proyek sesuai standar teknis dan mekanisme yang berlaku, sehingga kualitas jalan terjamin dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat berharap mobilitas warga semakin lancar, distribusi barang kembali normal, dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Alak dapat semakin meningkat. *




Hardiknas Kota Kupang, Serena Francis Tegaskan Pendidikan Harus Berakar pada Budaya

Kupang, nwartapedia.com  –  Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya sekolah maupun pemerintah.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Kota Kupang Tahun 2026 yang digelar di SDN Nefosaka, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Sabtu (2/5/2026).

Dalam amanatnya, Serena menekankan bahwa keberhasilan pendidikan lahir dari keterlibatan bersama antara orang tua, guru, pemerintah, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar.

“Pendidikan bukan hanya tanggung jawabmu, tetapi tanggung jawab kita semua. Dibutuhkan kebersamaan untuk membesarkan dan membentuk anak-anak kita,” ujarnya.

Ia mengatakan, di tengah perkembangan teknologi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, dunia pendidikan harus berani bertransformasi. Menurutnya, guru saat ini bukan lagi satu-satunya sumber ilmu, melainkan fasilitator yang mendorong siswa menjadi pribadi aktif, kreatif, dan berani bermimpi.

Serena juga mengajak para orang tua dan tenaga pendidik untuk membangun komunikasi sehat dengan anak-anak serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya budaya lokal sebagai fondasi pendidikan karakter. Menurutnya, pendidikan di Kota Kupang tidak boleh terlepas dari akar budaya masyarakat setempat.

“Budaya adalah guru kehidupan. Jika kita kehilangan akar, maka kita akan kehilangan arah,” tegasnya.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan festival budaya dalam rangkaian Hardiknas yang dinilai mampu menanamkan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda.

Serena menambahkan, meski Kota Kupang dihuni masyarakat dari berbagai daerah seperti Timor, Rote, Sumba, Flores hingga Jawa, budaya lokal terutama budaya Helong harus tetap dijaga dan diwariskan.

Kepada para siswa, ia berpesan agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, kepedulian, dan menjauhi perundungan.

“Nilai bukan segalanya. Yang paling penting adalah sikap, karakter, dan keberanian untuk terus belajar,” pesannya.

Peringatan Hardiknas Tahun 2026 ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam membangun pendidikan Kota Kupang yang berkualitas, berkarakter, dan berakar pada budaya lokal.