Ahmad Talib Apresiasi LPM Cup Airmata U-12, Dorong Turnamen Futsal Tingkat Kecamatan

Kupang, nwartapedia.com – Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Talib, mengapresiasi panitia penyelenggara Turnamen Futsal LPM Cup Airmata U-12 pada Minggu (11/10/2026).

Kegiatan ini dinilai menjadi momentum penting untuk mendukung perkembangan bakat anak-anak di bidang olahraga, khususnya sepak bola.

Ahmad Talib menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut.

Menurutnya, kompetisi olahraga usia dini dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan, membangun sportivitas, serta mempererat kebersamaan di lingkungan masyarakat.

Ia berharap turnamen LPM Cup Airmata tidak berhenti pada penyelenggaraan saat ini, tetapi dapat dikembangkan menjadi kompetisi yang melibatkan lebih banyak peserta.

“Kalau bisa, ke depan pertandingan seperti ini dilaksanakan hingga tingkat kecamatan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja menyukseskan turnamen tersebut.

Dukungan terhadap kegiatan olahraga anak, menurutnya, perlu terus diperkuat agar semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi mereka.

Dalam turnamen LPM Cup Airmata U-12, RT 07 berhasil meraih juara pertama, disusul RT 04 sebagai juara kedua.

Sementara itu, RT 01 menempati posisi ketiga dan RT 05 meraih juara keempat.

Ahmad Talib berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan olahraga sejak usia dini sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, disiplin, dan sportif. (MI)




Lurah Naikoten I Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah untuk Kurangi Beban TPS

Kupang, nwartapedia.com  –  Lurah Naikoten I, Constantinus Yerimias Mbana, SH., mengajak masyarakat untuk membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga guna mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS).

Menurut Constantinus, pemilahan sampah dari rumah merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan Kelurahan Naikoten I.

Hal tersebut disampaikannya saat ditemui media ini pada Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, sampah yang memiliki nilai ekonomis, seperti botol plastik, dapat dipisahkan dan disalurkan melalui bank sampah.

Sementara itu, sampah yang tidak dapat dimanfaatkan dapat dibuang sesuai mekanisme pengangkutan yang tersedia.

Ia menilai, apabila setiap keluarga disiplin memilah sampah, jumlah sampah yang berakhir di TPS dapat berkurang secara bertahap.

Pemerintah Kelurahan Naikoten I juga terus mendorong edukasi kepada masyarakat agar pemilahan sampah menjadi kebiasaan sehari-hari.

Menurutnya, kesadaran harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga.

Constantinus turut menyoroti perilaku sebagian orang yang membuang sampah di TPS tanpa memperhatikan aturan.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga kebersihan lingkungan.

Ia menegaskan, lomba kebersihan harus menjadi dorongan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat, bukan semata-mata mengejar gelar juara. Hal terpenting adalah menjaga lingkungan tetap bersih secara berkelanjutan.

“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Mari kita sama-sama memilah sampah dari rumah, karena pemilahan sampah rumah tangga sangat penting untuk mengurangi sampah yang dibuang ke TPS,” ujarnya.

Ia berharap, melalui keterlibatan seluruh warga dan pemanfaatan bank sampah, kebersihan Kelurahan Naikoten I dapat terus terjaga dan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah semakin meningkat. (MI)




Pertahankan Juara II Kebersihan, Kelurahan Oepura Siapkan Bank Sampah

Kupang, nwartapedia.com  – Kelurahan Oepura, Kota Kupang, terus berupaya mempertahankan prestasi juara II lomba kebersihan melalui penguatan pengelolaan sampah dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Lurah Oepura, Nehemia Sunbanu, S.Sos., mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan pembentukan bank sampah yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Oktober 2026.

Hal tersebut disampaikan Nehemia saat ditemui media ini pada Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, persiapan bank sampah menjadi salah satu langkah untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan masyarakat.

Selain itu, pihak kelurahan terus memberikan imbauan kepada warga agar menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya.

Edukasi dilakukan dalam berbagai kesempatan, termasuk kegiatan keagamaan, acara kemasyarakatan, maupun saat warga datang ke kantor kelurahan.

Menurut Nehemia, salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan tempat pembuangan sampah sementara (TPS).

Saat ini, lokasi pembuangan yang tersedia antara lain berada di kawasan terminal dan depan kantor kelurahan.

Meski demikian, pelayanan pengangkutan sampah yang kini dilakukan dua kali sehari, yakni pagi dan siang, dinilai membantu mengurangi penumpukan sampah.

Nehemia mengakui, kesadaran masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik masih perlu ditingkatkan.

Padahal, pemilahan sejak dari rumah dapat memudahkan proses pengelolaan sampah dan mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPS.

Karena itu, ia berharap setiap keluarga mulai membiasakan diri memilah serta mengelola sampah yang masih dapat dimanfaatkan sebelum membuang sisanya ke tempat penampungan.

Nehemia menegaskan, mempertahankan prestasi juara II lomba kebersihan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah kelurahan.

“Kami terus mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat agar tertib membuang sampah pada tempatnya. Setiap keluarga diharapkan dapat mengelola sampah yang masih bisa dikelola, sehingga lingkungan tetap bersih,” ujarnya.

Ia berharap, melalui persiapan bank sampah, edukasi berkelanjutan, dan partisipasi aktif warga, Kelurahan Oepura dapat mempertahankan prestasi sekaligus mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. ((MI)




Perkemi Kota Kupang Juara Umum I Badung Cup 2026, Raih 23 Medali

Kupang, nwartapedia.com – Kontingen Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sukses meraih juara umum I pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Shorinji Kempo Bupati Badung Cup 2026 di Bali, yang berlangsung pada 8–12 Oktober 2026.

Dalam kejuaraan tersebut, atlet Perkemi Kota Kupang berhasil mengumpulkan 23 medali, terdiri atas 10 medali emas, sembilan perak, dan empat perunggu.

Hasil ini menjadi kebanggaan bagi atlet, pelatih, pengurus, serta orang tua kenshi yang turut mendukung perjuangan para atlet.

Ketua Umum Pengprov Perkemi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, bersama jajaran pengurus mengapresiasi pencapaian tersebut.

Prestasi ini dinilai menunjukkan perkembangan atlet kempo NTT sekaligus menjadi modal untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

Keberhasilan kontingen Kota Kupang tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTT dan Kota Kupang.

Dukungan Julie Sutrisno Laiskodat terhadap keikutsertaan atlet dalam berbagai kejuaraan juga menjadi bagian dari upaya mendorong prestasi kempo NTT.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, turut memberikan apresiasi saat makan malam bersama para atlet.

Ia mengingatkan para kenshi agar tetap rendah hati dan terus menjaga disiplin serta kerja keras.

Menurutnya, perpaduan disiplin, kerja keras, dan kerendahan hati merupakan karakter penting dalam membentuk atlet sejati.

Sementara itu, Kepala Dispora Provinsi NTT yang hadir sekaligus bertugas sebagai koordinator wasit menyampaikan apresiasi atas capaian atlet binaan PPLD NTT yang berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu.

Prestasi di Badung Cup 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo di Nagoya, Jepang, pada 2027 serta Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028.

Dengan raihan 23 medali dan gelar juara umum I, Perkemi Kota Kupang membawa harapan baru bagi perkembangan olahraga Shorinji Kempo di NTT. ***




Pemberdayaan Guru Prasekolah Menjadi ‘Kak Gigi’ untuk Deteksi Dini Karies di TK Kristen Baumata

Kupang, nwartapedia.com  –  Tim dosen dan mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Kupang memberdayakan guru prasekolah menjadi kader kesehatan gigi atau “Kak Gigi” untuk mendukung deteksi dini karies pada anak di TK Kristen Baumata, Kecamatan Taebenu pada Kamis (24/9/2026).

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) ini dipimpin oleh drg. Emma Krisyudhanti, MDSc, bersama anggota tim drg. Ratih Variani, M.Kes, dan drg. Shri Ayu Purnami Mahastuti, MKM, serta melibatkan tiga mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Kupang.

Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru, orang tua, serta siswa dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, sekaligus mendorong deteksi lebih awal terhadap masalah gigi pada anak.

Karies gigi masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian sejak usia dini. Berdasarkan laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi masalah kesehatan gigi pada penduduk Indonesia tertinggi ditemukan pada kelompok usia 5–9 tahun, yakni sebesar 49,9 persen.

Karies dapat menyebabkan nyeri yang mengganggu pola makan, tidur, aktivitas belajar, hingga kehidupan sosial anak. Karena itu, edukasi dan pencegahan perlu dilakukan melalui keterlibatan keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan edukasi tentang gigi berlubang, cara menjaga kesehatan gigi, serta teknik menyikat gigi yang benar.

Orang tua diberikan pemahaman mengenai makanan yang baik dan buruk bagi kesehatan gigi serta cara menjaga kebersihan gigi anak.

Sementara itu, guru memperoleh materi tentang nomenklatur gigi, pemeriksaan gigi sederhana, dan penggunaan Kartu Menuju Gigi Sehat (KMGS).

Edukasi menggunakan media poster dan alat peraga berupa phantom gigi agar materi lebih mudah dipahami.

Tim juga mendemonstrasikan cara menyikat gigi yang benar. Setelah edukasi, siswa mengikuti kegiatan sikat gigi bersama, kemudian guru melakukan pemeriksaan gigi sederhana sebagai penerapan langsung dari pelatihan yang diberikan.

Kegiatan ini diikuti 10 siswa, lima orang tua, dan dua guru. Hasil pemeriksaan sederhana yang dilakukan guru menunjukkan bahwa 40 persen siswa yang diperiksa mengalami karies gigi.

Selain itu, belum ada siswa dalam kelompok tersebut yang pernah mendapatkan perawatan gigi.

Temuan ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kesehatan gigi sejak dini. Melalui deteksi awal, orang tua diharapkan dapat mengetahui kondisi gigi anak dan mengambil langkah tindak lanjut dengan berkonsultasi kepada tenaga kesehatan gigi apabila ditemukan masalah.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim Pengabmas menyerahkan poster edukasi kesehatan gigi, phantom gigi, dan satu set alat diagnostik untuk pemeriksaan gigi kepada pihak sekolah. Setiap siswa juga menerima pasta gigi dan sikat gigi.

Melalui program Kak Gigi, guru prasekolah diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi dan melakukan pemeriksaan awal secara sederhana di lingkungan sekolah.

Pemeriksaan tersebut bukan pengganti diagnosis dokter gigi, tetapi menjadi langkah awal untuk mengenali masalah dan mendorong pemeriksaan lebih lanjut.

Bagi dosen, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Sementara bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu kesehatan gigi secara langsung sekaligus mengembangkan keterampilan komunikasi, kerja sama tim, dan kolaborasi dengan masyarakat.

Melalui keterlibatan guru, orang tua, siswa, dosen, dan mahasiswa, program ini diharapkan dapat memperkuat kebiasaan menjaga kesehatan gigi serta meningkatkan perhatian terhadap pencegahan karies sejak usia dini. (MI)




Kempo Kota Kupang Raih 2 Emas dan 4 Perak di Badung Cup 2026

Kupang, nwartapedia.com  – Kontingen Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), meraih dua medali emas dan empat medali perak pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Shorinji Kempo Bupati Badung Cup 2026 di Bali.

Hingga Sabtu, 10 Oktober 2026, enam medali tersebut menjadi hasil sementara kontingen Kota Kupang yang diperkuat 31 atlet, terdiri dari 17 putra dan 14 putri.

Kejuaraan berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di GOR Purna Krida, Kerobokan, Kabupaten Badung.

Medali emas diraih pasangan putra I Dan, Aristo Naben dan Mario Gaudens Herin. Sementara itu, medali perak diraih Reselow Fernando Totomone dan Keiza A. Toh pada nomor embu pasangan campuran remaja Kyu II.

Medali perak lainnya diraih Reselow Fernando Totomone dan Sincio Karel Putra Yunus pada nomor embu pasangan putra remaja, Bethania Toh dan Keiza Toh pada nomor embu pasangan putri remaja, serta Kristian Ratuarat pada nomor embu solo putra remaja.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Perkemi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, mengaku bangga atas pencapaian para atlet yang telah membawa nama daerah di tingkat nasional.

Menurut Julie, hasil tersebut merupakan kabar menggembirakan sekaligus bukti bahwa atlet-atlet Kempo NTT memiliki potensi untuk terus berkembang dan dipersiapkan menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi.

Ia meminta para atlet tetap menjaga disiplin, keberanian, kerendahan hati, dan mental bertanding selama mengikuti kompetisi.

Julie juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan atlet Kempo NTT, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 dan Kejuaraan Dunia 2027.

Selain itu, ia mengharapkan dukungan pengurus, pelatih, dan orang tua agar para atlet memperoleh perhatian yang memadai selama menjalani latihan dan persiapan pertandingan.

Pertandingan hari kedua pada Sabtu, 10 Oktober 2026, masih berlangsung hingga pukul 18.00 WITA. Kontingen NTT pun diharapkan dapat menambah perolehan medali sebelum kejuaraan berakhir pada 11 Oktober 2026.

Julie berharap prestasi yang diraih para atlet menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas latihan dan mengharumkan nama NTT di tingkat nasional maupun internasional. ***




Atlet Kempo Kota Kupang Tampil di Badung Cup 2026, Raih Sejumlah Kemenangan di Laga Awal

Kupang, nwartapedia.com  –  Atlet Kempo Kota Kupang mencatat sejumlah hasil positif pada pertandingan awal Kejuaraan Nasional Shorinji Kempo antarkabupaten/kota Piala Bupati Badung Cup 2026 di GOR Purna Krida, Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali.

Kontingen Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Kupang menurunkan 31 atlet, terdiri atas 17 putra dan 14 putri, dengan dukungan empat pelatih, manajer, dan ofisial. Kejuaraan berlangsung pada 8–11 Oktober 2026.

Pada pertandingan Jumat (9/10/2026), atlet NTT berinisial NYY meraih kemenangan atas atlet Jakarta Utara di nomor randori putra kelas 55 kilogram. Kemenangan juga diraih atlet NTT pada nomor randori putra kelas 60 kilogram saat menghadapi atlet Kota Depok.

Di nomor embu pasangan dewasa putra I Dan, Aristo Gaudens dari Kota Kupang menempati posisi pertama bersama atlet Kalimantan Timur pada penyisihan pertama. Sementara itu, Bethania berada di urutan kedua nomor tandoku remaja putri dan Kristian menempati urutan pertama nomor tandoku remaja putra.

Atlet Gustafo yang bertanding pada nomor randori putra kelas 70 kilogram ke atas harus mengakui keunggulan atlet Papua Barat. Namun, ia masih memiliki kesempatan mengikuti satu pertandingan berikutnya.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Perkemi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, mengapresiasi kerja keras pengurus, pelatih, dan atlet yang telah mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan tersebut.

Menurut Julie, Shorinji Kempo di NTT terus mengembangkan pembinaan atlet secara rutin dan berjenjang, mulai dari usia dini hingga dewasa. Penyebaran kepengurusan Perkemi di kabupaten/kota juga mendukung keberlanjutan regenerasi atlet di daerah.

Ia berharap seluruh atlet Kota Kupang dapat bertanding dengan baik, menjaga kesehatan dan keselamatan, serta memberikan hasil terbaik bagi NTT. Para atlet juga didorong untuk terus meningkatkan latihan, kesiapan fisik, dan mental menghadapi setiap pertandingan.

Julie turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang dan Pemerintah Provinsi NTT atas dukungan terhadap keikutsertaan kontingen dalam Badung Cup 2026.

Dukungan terhadap pembinaan atlet Kempo, lanjutnya, akan terus diperkuat sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di NTT, NTB, dan DKI Jakarta.

Keikutsertaan dalam Badung Cup 2026 menjadi kesempatan bagi atlet Perkemi Kota Kupang untuk menambah pengalaman bertanding, mengukur kemampuan, dan meningkatkan prestasi di tingkat nasional. ***

 




Perumda Air Minum Kota Kupang dan Kejari Perkuat Kerja Sama Penanganan Masalah Hukum

Kupang, nwartapedia.com  – Perumda Air Minum Kota Kupang memperkuat kerja sama hukum dengan Kejaksaan Negeri Kota Kupang melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Penandatanganan dilakukan Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM., bersama Kejaksaan Negeri Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Selasa (6/10/2026).

Kerja sama tersebut merupakan bagian dari sinergi Kejaksaan Negeri Kota Kupang bersama Pemerintah Kota Kupang, DPRD Kota Kupang, Perumda Air Minum Kota Kupang, Perumda Pasar Kota Kupang dan RSUD S.K. Lerik Kota Kupang.

Kegiatan dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kupang Shirley Manutede, S.H., M.Hum., Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo bersama jajaran, Ketua DPRD Kota Kupang Richard Elvis Odja, Direktur RSUD S.K. Lerik dr. Maria Veronica Ivonny Dondao Ray, M.Kes., serta Direktur Perumda Pasar Kota Kupang Ganda Raymon Tadjo Tallo, SP.

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dalam sambutannya mengatakan, kerja sama tersebut penting untuk memastikan seluruh pihak menjalankan tugas secara akuntabel, transparan, hati-hati dan sesuai ketentuan hukum.

“Hal ini sangat penting agar kita semua bekerja secara akuntabel, transparan, lebih berakar pada aturan, penuh kehati-hatian, taat pada hukum, sehingga nanti semua bisa bebas dari masalah,” ujar Christian.

Ia menegaskan, kepatuhan terhadap aturan diperlukan dalam setiap pelaksanaan tugas pemerintahan maupun pengelolaan lembaga, sehingga berbagai kegiatan dapat dipertanggungjawabkan dan meminimalkan potensi persoalan hukum.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Isidorus Lilijawa mengapresiasi kerja sama yang diinisiasi Pemerintah Kota Kupang bersama Kejaksaan Negeri Kota Kupang.

Menurut Isidorus, PKS tersebut memberikan dukungan hukum bagi Perumda Air Minum Kota Kupang, khususnya dalam advokasi, konsultasi serta penanganan masalah hukum melalui jalur litigasi maupun nonlitigasi dengan pendampingan Jaksa Pengacara Negara.

“Pada prinsipnya, kami mengapresiasi penandatanganan PKS ini karena memberikan dukungan hukum bagi Perumda Air Minum Kota Kupang, baik dalam advokasi, konsultasi, maupun penanganan masalah hukum melalui jalur litigasi dan nonlitigasi,” katanya.

Ia menilai pendampingan hukum tersebut penting untuk membantu perusahaan memastikan setiap kebijakan dan kegiatan operasional berjalan sesuai aturan serta standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

Selain sebagai dukungan dalam menghadapi persoalan hukum, kerja sama ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam memperkuat tata kelola perusahaan. Dengan demikian, setiap pelaksanaan tugas dapat dilakukan secara lebih tertib, hati-hati dan sesuai dengan tujuan perusahaan.

Isidorus berharap kerja sama tersebut dapat mendukung Perumda Air Minum Kota Kupang dalam meningkatkan kualitas pengelolaan perusahaan sekaligus pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kejaksaan Negeri Kota Kupang atas dukungan dan pendampingan yang diberikan, serta kepada Pemerintah Kota Kupang yang terus mendorong penguatan tata kelola Perumda.

Melalui PKS ini, Perumda Air Minum Kota Kupang diharapkan semakin kuat dalam menjalankan tugas secara profesional, akuntabel dan taat hukum, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Kupang. (MI)




Jaga Kebersihan Kota Kupang, Warga Lasiana Kelola 600 Kg Sampah Lewat Bank Sampah

Kupang, nwartapedia.com – Upaya menjaga kebersihan Kota Kupang terus dilakukan melalui gerakan masyarakat di tingkat kelurahan. Di Kelurahan Lasiana, warga mulai mengelola sampah secara mandiri melalui Bank Sampah Lasiana Ekoro.

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Lasiana, Ebet Robinson Sonlay, saat menyampaikan laporan panitia Festival Budaya Lasiana di Panggung Sasando, Pantai Lasiana, Rabu (7/10/2026).

Ebet mengatakan, Bank Sampah Lasiana Ekoro telah berjalan sekitar dua pekan dan berhasil mengumpulkan sekitar 600 kilogram sampah yang tidak lagi dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kurang lebih 600 kilogram sampah sudah tidak lagi kami kirim ke TPA, dengan omzet kurang lebih Rp900 ribu,” kata Ebet.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah dapat ditangani mulai dari tingkat kelurahan jika masyarakat diberikan ruang untuk terlibat secara langsung. Sampah juga dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara bersama-sama.

Gerakan tersebut menjadi bagian dari semangat Festival Budaya Lasiana yang mengusung tema “Harmoni Budaya di Ujung Sunset Pantai Lasiana”. Festival tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan budaya lokal, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan, pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Ebet mengatakan, konsep pengelolaan sampah juga akan dikembangkan melalui rencana wisata Lasiana Eco Pay. Pengunjung nantinya dapat berkontribusi dengan membawa sampah yang memiliki nilai daur ulang untuk ditimbang dan dihargai.

“Kalau tidak ada uang, bisa bawa botol plastik, bisa bawa kardus bekas di rumah. Datang, langsung ditimbang sesuai harga,” ujarnya.

Konsep tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan untuk menjaga kebersihan kawasan pantai sekaligus memberikan nilai ekonomi dari sampah.

Festival Budaya Lasiana juga diisi berbagai kegiatan, seperti tarian kebalai massal, lomba fashion show dan lomba tarian kebalai. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi Pantai Lasiana sekaligus menggerakkan ekonomi pelaku UMKM.

Ebet menegaskan, gerakan yang dibangun warga Lasiana tidak hanya berorientasi pada budaya dan pariwisata, tetapi juga ingin menyatukan kebersihan lingkungan dan ekonomi masyarakat dalam satu gerakan bersama.

“Kami ingin budaya, wisata, lingkungan dan ekonomi masyarakat bisa berjalan bersama.” (MI)




Kelurahan Nunleu Dorong Bank Sampah Berbasis Masyarakat untuk Jaga Kebersihan Lingkungan

Kupang, nwartapedia.com  – Kelurahan Nunleu, Kota Kupang, mulai mendorong pembentukan bank sampah berbasis masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Program tersebut akan dimulai dari lingkungan terkecil sebelum dikembangkan menjadi gerakan bersama di tingkat kelurahan.

Lurah Nunleu mengatakan, pembentukan bank sampah tidak langsung dilakukan dalam skala besar, tetapi dimulai dari masyarakat agar lebih mudah dijalankan dan mendapat dukungan warga.

“Kalau langsung membuat bank sampah kelurahan, cakupannya terlalu besar. Kita mulai dari bawah, dari masyarakat,” katanya.

Bank sampah yang sedang dipersiapkan berada di wilayah RT 1/RW 1 dan telah disosialisasikan kepada RT dan RW. Dalam waktu dekat, program tersebut ditargetkan mulai beroperasi.

Selain mendorong pengelolaan sampah dari masyarakat, Kelurahan Nunleu juga menilai edukasi kepada anak-anak penting dilakukan sejak dini untuk membangun kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, edukasi dapat dilakukan melalui pendekatan sederhana dalam kehidupan sehari-hari sehingga anak-anak terbiasa menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik.

“Kalau orang dewasa kadang sudah sulit diubah. Karena itu, pendekatan kepada anak-anak harus dimulai sejak dini,” ujarnya. (MI)