PSI NTT Bantah Isu Mobilisasi ASN Jelang Kunjungan Joko Widodo ke Kupang

Kupang, nwartapedia.com  – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) membantah keras isu yang menyebut adanya mobilisasi aparatur sipil negara (ASN) untuk menghadiri rangkaian kegiatan kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Kota Kupang.

Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris DPW PSI NTT sekaligus Sekretaris DPD PSI Kota Kupang, Junaidin Mahasan, didampingi Pengurus PSI Kota Kupang dan Ketua Bapilu PSI Kota NTT, Kanisius To, dalam konferensi pers di Kantor DPD PSI Kota Kupang, Minggu (26/7/2026).

Junaidin menegaskan bahwa informasi yang menyebut Ketua DPW PSI NTT yang juga Wali Kota Kupang menggerakkan birokrasi atau memobilisasi ASN untuk menyambut kedatangan Joko Widodo adalah tidak benar.

Menurutnya, kegiatan yang akan berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 merupakan agenda resmi PSI yang juga melibatkan partisipasi masyarakat secara sukarela, tanpa adanya pengerahan aparatur pemerintah.

“Informasi yang beredar mengenai mobilisasi ASN tidak benar. Kami meminta masyarakat agar tidak mudah mempercayai isu-isu yang belum jelas sumber dan kebenarannya,” tegas Junaidin.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang beredar melalui media sosial.

Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu suasana menjelang pelaksanaan kegiatan.

PSI NTT memastikan seluruh rangkaian agenda kunjungan Joko Widodo dipersiapkan sesuai ketentuan dan mengedepankan partisipasi masyarakat tanpa melibatkan mobilisasi aparatur sipil negara.

Junaidin berharap masyarakat tetap menjaga situasi yang aman dan kondusif serta tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. (MI)




Jelang Kedatangan Joko Widodo, PSI NTT Serukan Persatuan dan Ajak Warga Sambut dengan Damai

Kupang, nwartapedia.com  –  Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Kupang mengajak seluruh masyarakat menjadikan kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, sebagai momentum mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat membangun NTT.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris DPW PSI NTT yang juga Sekretaris DPD PSI Kota Kupang, Junaidin Mahasan didampingi oleh jajaran pengurus PSI Kota Kupang dan Ketua Bapilu PSI NTT, Kanisius To dalam konferensi pers di Kantor DPD PSI Kota Kupang, Minggu (26/7/2026).

Junaidin mengatakan, kehadiran Joko Widodo di Nusa Tenggara Timur merupakan kehormatan bagi masyarakat dan menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat daerah dengan tokoh nasional.

Menurutnya, kunjungan tersebut tidak semestinya dipandang hanya dari sisi politik, melainkan sebagai ajang silaturahmi yang dapat mempererat hubungan serta membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi demi kemajuan NTT.

“Kami memandang kehadiran Bapak Joko Widodo sebagai momentum yang positif. Beliau hadir atas undangan PSI dan masyarakat, sehingga sudah sepatutnya disambut dengan penuh rasa hormat dan persaudaraan,” ujar Junaidin.

Ia menegaskan bahwa PSI menginginkan iklim politik yang menyejukkan dan mampu mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian selama rangkaian kunjungan berlangsung.

“Kita boleh memiliki pandangan politik yang berbeda, tetapi kepentingan membangun NTT harus menjadi tujuan bersama. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat NTT adalah masyarakat yang ramah, dewasa, dan menjunjung tinggi persatuan,” katanya.

Junaidin berharap kunjungan Presiden ke-7 RI tersebut membawa semangat baru bagi pembangunan daerah, peningkatan perhatian pemerintah terhadap NTT, serta membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Joko Widodo di Nusa Tenggara Timur. Semoga kunjungan ini menjadi awal dari semakin kuatnya perhatian terhadap kemajuan NTT dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (MI)




Wali Kota Kupang Lepas 48 Kontingen Pramuka ke Jamda X NTT, Bangun Karakter Generasi Muda

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi melepas 48 anggota Kontingen Kota Kupang yang akan mengikuti Jambore Daerah (Jamda) X Pramuka Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026.

Pada kesempatan yang sama, ia juga melantik Dedi Wangge sebagai Pimpinan Kontingen Cabang (Pinkoncab) Gerakan Pramuka Kota Kupang.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Kristal Kupang, Jumat (24/7/2026), tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam membangun karakter generasi muda melalui Gerakan Pramuka.

Dalam sambutannya, Christian Widodo menegaskan bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.

“Membangun kota bukan hanya membangun jalan, gedung, atau infrastruktur. Yang jauh lebih penting adalah membangun manusianya, membangun karakter, pendidikan, kesehatan, serta budaya saling menghargai dan bergotong royong. Di sinilah peran Gerakan Pramuka menjadi sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Gerakan Pramuka Kota Kupang yang selama ini menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Kupang dalam membina generasi muda.

Menurutnya, sumber daya manusia yang unggul tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari karakter, disiplin, kepemimpinan, dan keimanan yang kuat. Karena itu,

Pemerintah Kota Kupang akan terus mendukung berbagai program kepemudaan yang berorientasi pada pembentukan karakter.

Dalam kesempatan tersebut, Christian Widodo mengungkapkan bahwa kuota awal kontingen Kota Kupang hanya sebanyak 32 peserta.

Namun setelah mengetahui jumlah peserta yang lolos seleksi mencapai 48 orang, ia memutuskan seluruh peserta diberangkatkan.

“Saya ingin semua anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, berproses, dan berkembang melalui kegiatan jambore. Karena itu, seluruh peserta yang telah mengikuti seleksi kami berangkatkan,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Christian Widodo juga memberikan bantuan pribadi sebesar Rp10 juta untuk mendukung kebutuhan peserta Kota Kupang yang nantinya akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, pada 13–20 Agustus 2026.

Selain melepas kontingen, Wali Kota Kupang turut memberikan apresiasi kepada anggota Pramuka Garuda yang menerima penghargaan.

Ia menegaskan bahwa predikat tersebut merupakan kehormatan sekaligus amanah untuk menjadi teladan bagi anggota Pramuka lainnya.

“Semakin tinggi penghargaan dan kepercayaan yang diberikan, maka semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul. Pramuka Garuda harus menjadi contoh dalam disiplin, kepedulian sosial, pelayanan, dan kepemimpinan,” tegasnya.

Christian Widodo juga berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik Kota Kupang selama mengikuti Jambore Daerah maupun Jambore Nasional.

“Kalian adalah wajah Kota Kupang. Tunjukkan bahwa anak-anak Kota Kupang memiliki karakter yang baik, disiplin, santun, beriman, dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional,” pesannya.

Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh pembina dan pendamping yang telah membimbing para peserta hingga siap mengikuti jambore.

“Sebuah kota yang hebat tidak diukur dari megahnya bangunan, tetapi dari kuatnya karakter masyarakat yang tinggal di dalamnya. Terima kasih kepada seluruh pembina yang telah menanamkan nilai-nilai itu kepada anak-anak kita,” tutupnya.

Sementara itu, Pimpinan Kontingen Cabang Kota Kupang, Dedi Wangge, menyatakan kesiapan seluruh kontingen untuk menjaga nama baik Kota Kupang selama mengikuti Jamda X Pramuka NTT maupun Jamnas XII 2026.

Ia menjelaskan bahwa kontingen Kota Kupang terdiri atas 48 peserta, didampingi enam pembina pendamping serta jajaran Pimpinan Kontingen Cabang.

“Kami berkomitmen menjaga kebersamaan, disiplin, dan nama baik Kota Kupang selama mengikuti Jambore Daerah maupun Jambore Nasional. Kepercayaan yang diberikan kepada kami akan kami jaga dengan sebaik-baiknya,” ujar Dedi.

Jambore Daerah X Pramuka NTT dijadwalkan berlangsung mulai 27 Juli 2026 di Bumi Perkemahan Fatubena, Kota Kupang. Selanjutnya, peserta terpilih akan mewakili daerah pada Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Cibubur, Jakarta Timur. **




Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Libatkan Forum Pelanggan, Perkuat Komunikasi Demi Pelayanan Air Bersih

Kupang, nwartapedia.com – Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M, menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan pelanggan melalui pembentukan Forum Pelanggan sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih di Kota Kupang.

Komitmen tersebut disampaikan Isidorus saat pertemuan perdana bersama Forum Pelanggan yang berlangsung di Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang, Jumat (24/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Isidorus menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Forum Pelanggan yang telah bersedia menjadi penghubung antara Perumda Air Minum dan masyarakat.

Menurutnya, forum ini akan mempercepat penyampaian informasi maupun penanganan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.

“Forum Pelanggan menjadi jembatan komunikasi antara Perumda Air Minum dan masyarakat. Jika ada kebocoran pipa, gangguan distribusi, atau persoalan pelayanan lainnya, anggota forum dapat langsung menyampaikan kepada kami sehingga penanganannya bisa lebih cepat,” katanya.

Ia menjelaskan, keberadaan Forum Pelanggan juga memberikan ruang bagi masyarakat yang selama ini masih ragu atau tidak mengetahui mekanisme penyampaian pengaduan.

Melalui forum tersebut, pelanggan dapat menyampaikan aspirasi maupun keluhan secara lebih mudah sehingga komunikasi menjadi lebih efektif.

Selain membangun komunikasi dua arah, Perumda Air Minum Kota Kupang juga memanfaatkan forum tersebut untuk memaparkan kondisi pelayanan selama Semester I Tahun 2026.

Informasi tersebut diharapkan dapat diteruskan oleh anggota forum kepada pelanggan di wilayah masing-masing agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan objektif.

Dalam rapat tersebut, anggota Forum Pelanggan turut menyampaikan berbagai masukan, di antaranya laporan kebocoran jaringan, keterbatasan jam pelayanan, permintaan sambungan rumah baru, hingga informasi mengenai potensi sumber air yang dapat dimanfaatkan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Sejumlah komitmen juga disepakati, yakni pelaksanaan pertemuan secara berkala, pembentukan grup WhatsApp sebagai media komunikasi cepat, serta dukungan Forum Pelanggan dalam membantu menyosialisasikan hak dan kewajiban pelanggan.

Kepala Bagian Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Kota Kupang, Ferdy Jermias, mengatakan pembentukan Forum Pelanggan merupakan bentuk inovasi pelayanan yang mengedepankan pendekatan humanis.

Menurutnya, komunikasi dengan pelanggan tidak cukup dilakukan melalui layanan digital, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat secara langsung agar penyelesaian berbagai persoalan dapat berlangsung lebih cepat dan tepat.

Sementara itu, Ketua Forum Pelanggan, Dr. Noldy D. P. Mumu, S.E., M.M, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Perumda Air Minum Kota Kupang membentuk Forum Pelanggan.

Ia menilai forum tersebut menjadi wadah strategis yang mempertemukan aspirasi pelanggan dengan manajemen perusahaan sehingga berbagai persoalan pelayanan air bersih dapat dibahas dan diselesaikan secara bersama.

Noldy menjelaskan, forum telah menyepakati agenda pertemuan setiap tiga bulan sekali. Hasil pertemuan nantinya akan dirumuskan dalam laporan resmi yang disampaikan kepada Wali Kota Kupang sebagai bentuk evaluasi dan pertanggungjawaban terhadap pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Menurutnya, Forum Pelanggan juga akan melakukan kunjungan berkala ke setiap zona pelayanan untuk menghimpun aspirasi masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai proses distribusi air bersih agar pelanggan memahami tantangan operasional yang dihadapi Perumda Air Minum Kota Kupang.

Melalui sinergi tersebut, Perumda Air Minum Kota Kupang berharap pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, transparan, responsif, dan mampu meningkatkan kepuasan pelanggan. **




Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Paparkan Kebijakan Pro Ekologi di Seminar Nasional Pascasarjana IAKN Kupang

Kupang, nwartapedia.com  – Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, memaparkan kebijakan Pemerintah Kota Kupang dalam melestarikan dan merawat ekologi pada Seminar Nasional Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang bertema “Iman yang Berakar di Tanah: Ekoteologi dan Budaya Nusa Tenggara Timur” yang berlangsung di Aula Hotel Sasando, Kamis (23/7/2026).

Dalam paparannya, Isidorus menegaskan bahwa pembangunan Kota Kupang ke depan harus berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dengan memperhatikan karakteristik wilayah yang beriklim semi-arid atau kering, memiliki musim kemarau panjang, serta menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya air.

Menurutnya, visi Kota Kupang sebagai rumah bersama yang modern, bersih, aman, berbudaya, tangguh, dan sejahtera diwujudkan melalui lima misi pembangunan, salah satunya membangun kota berbasis lingkungan dan budaya.

Ia menjelaskan, pembangunan berbasis ekologi dilakukan melalui penguatan tata kelola air terpadu, pengembangan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah, serta peningkatan ruang terbuka hijau yang tangguh menghadapi perubahan iklim.

Selain itu, Pemerintah Kota Kupang juga mendorong konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Liliba dan DAS Dendeng, pelestarian kawasan mangrove di pesisir Teluk Kupang, efisiensi penggunaan air bersih, serta pemanfaatan lahan pekarangan sebagai ruang hijau produktif.

“Keberhasilan pembangunan berbasis ekologi hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, lembaga keagamaan, dunia usaha, dan komunitas masyarakat,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Isidorus juga memaparkan kondisi pelayanan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Saat ini perusahaan mengelola sumber air dengan total kapasitas sekitar 321 liter per detik, yang berasal dari air permukaan dan air tanah dalam.

Meski demikian, cakupan pelayanan air bersih masih menghadapi tantangan besar. Dari total penduduk sekitar 424.801 jiwa, layanan Perumda Air Minum baru menjangkau sekitar 76.285 jiwa atau sekitar 18 persen, sehingga masih terdapat lebih dari 82 persen masyarakat yang belum memperoleh layanan air perpipaan.

Ia mengungkapkan keterbatasan sumber air baku menjadi tantangan utama.

Ketersediaan air baku yang dikelola Perumda masih jauh di bawah kebutuhan masyarakat sehingga distribusi air dilakukan secara bergilir dan belum dapat melayani pelanggan selama 24 jam.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Kupang terus mendorong berbagai kebijakan pro ekologi, di antaranya gerakan tanam air melalui pembangunan sumur resapan dan lubang biopori, pengembangan teknologi panen air hujan, konservasi daerah tangkapan air, pengendalian pemanfaatan air tanah, peningkatan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, hingga penyusunan rencana induk drainase kota.

Pemerintah juga mendukung Program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan) yang berfokus pada pengamanan sumber air minum, konservasi lahan, penguatan tata kelola lingkungan di DAS Kali Dendeng dan DAS Liliba, serta pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, penanaman pohon lokal seperti flamboyan, mahoni, dan asam terus didorong sebagai upaya meningkatkan daerah resapan air sekaligus mengurangi risiko erosi.

Isidorus menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar pembangunan Kota Kupang tetap berkelanjutan dan mampu menjamin ketersediaan air bersih bagi generasi mendatang.

Seminar Nasional Pascasarjana IAKN Kupang ini menjadi ruang akademik untuk mempertemukan perspektif keagamaan, budaya, dan kebijakan publik dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pelestarian ekologi di Nusa Tenggara Timur. (MI)




Pemkot Kupang Perkuat Gerakan Kelola Sampah dan Konservasi Lingkungan di Seminar Nasional IAKN Kupang

Kupang, nwartapedia.com  –  Upaya membangun budaya peduli lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan menjadi fokus pembahasan dalam Seminar Nasional Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang yang berlangsung di Aula Hotel Sasando, Kamis (23/7/2026).

Seminar bertajuk “Iman yang Berakar di Tanah: Ekoteologi dan Budaya Nusa Tenggara Timur” itu menghadirkan Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M., sebagai narasumber yang memaparkan berbagai kebijakan Pemerintah Kota Kupang dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Isidorus menjelaskan, persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di Kota Kupang sehingga dibutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, lembaga keagamaan hingga masyarakat.

Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang telah mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern melalui pembentukan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan.

Melalui sistem tersebut, sampah dipilah terlebih dahulu sehingga yang masih bernilai ekonomis dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali, sementara residu yang tidak dapat diolah baru dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Selain itu, pemerintah juga membentuk Satgas Sampah, memperkuat bank sampah, meningkatkan edukasi kepada masyarakat, serta menggandeng berbagai komunitas dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat. Kesadaran untuk memilah dan mengelola sampah harus dimulai dari rumah tangga,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Isidorus juga memaparkan sejumlah program konservasi lingkungan yang sedang dijalankan, seperti gerakan menanam air melalui pembangunan lubang resapan dan biopori, penghijauan kawasan resapan air, perlindungan daerah tangkapan air, hingga penataan ruang kota yang lebih ramah lingkungan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen menjadikan ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai daerah percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis kolaborasi dan partisipasi masyarakat.

Sementara itu, Dosen Pascasarjana IAKN Kupang, Daud Saleh Luji, M.Pd., menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai iman yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, sekolah dan gereja memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran ekologis melalui pendidikan, khotbah, aksi penghijauan, konservasi air, hingga gerakan pengurangan sampah.

Seminar Nasional Pascasarjana IAKN Kupang diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, gereja, dan masyarakat dalam menciptakan budaya pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. )MI)




Hari Anak Nasional 2026, Wali Kota Kupang Ajak Anak Berani Bermimpi dan Raih Prestasi

Kupang, nwartapedia.com  – Semangat Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kota Kupang Tahun 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Kupang untuk mendorong anak-anak terus berani bermimpi dan mengembangkan potensi terbaiknya.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Kamis (23/7/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota mengingatkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang gemilang.

Karena itu, ia mengajak seluruh anak agar tidak mudah menyerah dan tetap konsisten mengejar cita-cita.

“Jangan pernah berhenti bermimpi. Tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai dan tekuni dengan sungguh-sungguh. Kesuksesan lahir dari kerja keras, disiplin, dan semangat untuk terus belajar,” pesan Christian Widodo.

Ia juga mengajak anak-anak untuk menjadikan tokoh-tokoh inspiratif sebagai motivasi dalam mengembangkan kemampuan sesuai bakat dan minat masing-masing.

Suasana peringatan Hari Anak Nasional semakin meriah ketika Wali Kota dan Wakil Wali Kota menggelar sesi tanya jawab bersama para peserta. Anak-anak yang mampu menjawab pertanyaan memperoleh hadiah berupa tas sekolah dan perlengkapan alat tulis.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Kupang juga memberikan hadiah tambahan berupa tabungan senilai Rp200 ribu kepada peserta dari jenjang SD maupun SMP yang berhasil menjawab pertanyaan dengan baik.

Perhatian yang sama juga diberikan kepada anak-anak penyandang disabilitas yang hadir. Mereka diberi kesempatan berpartisipasi dalam sesi interaktif dan menerima hadiah sebagai bentuk dukungan terhadap terwujudnya lingkungan yang ramah dan inklusif bagi seluruh anak.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, turut membagikan hadiah sekaligus menyapa para peserta melalui berbagai pertanyaan yang disambut antusias oleh anak-anak.

Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tingkat Kota Kupang berlangsung hangat, penuh keceriaan, dan sarat nilai edukasi.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam menghadirkan ruang yang aman, ramah, serta mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus pembangunan daerah dan bangsa.(MI)




Wali Kota Ajak Hanura dan Seluruh Elemen Bersatu Bangun Kota Kupang demi Kesejahteraan Rakyat

Kupang, nwartapedia.com  –  Suasana penuh semangat kebersamaan mewarnai pelantikan Badan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2025–2030 di Hotel Harper Kupang, Rabu (22/7/2026).

Momentum tersebut dimanfaatkan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, untuk mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi demi membangun Kota Kupang yang semakin maju dan sejahtera.

Di hadapan para pengurus Partai Hanura dan tamu undangan dalam sambutannya, Christian menegaskan bahwa pembangunan tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah semata. Menurutnya, partai politik, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh rakyat.

“Kalau kita ingin melihat Kota Kupang semakin maju, maka kita harus berjalan bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat,” ujar Christian.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Partai Hanura yang selama ini dinilai turut memberikan kontribusi bagi pembangunan melalui berbagai gagasan, kritik yang membangun, serta pengabdian para kadernya di berbagai bidang.

Menurut Christian, pelantikan kepengurusan Hanura bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi awal untuk memperkuat komitmen melayani masyarakat dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Ia mengingatkan bahwa jabatan bukanlah simbol kekuasaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat melayani.

“Jabatan bukan tentang siapa yang paling kuat atau paling hebat, tetapi siapa yang paling mampu mendengar suara rakyat dan mengutamakan kepentingan bersama,” tegasnya.

Christian juga menyoroti pentingnya semangat gotong royong di tengah berbagai tantangan pembangunan, termasuk keterbatasan anggaran. Menurutnya, kolaborasi menjadi modal utama agar setiap tantangan dapat dihadapi secara bersama-sama.

Ia kembali mengingatkan filosofi yang menurutnya relevan dalam membangun daerah, yakni, “Kalau ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tetapi kalau ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama.”

Filosofi tersebut, kata Christian, harus menjadi semangat seluruh elemen dalam membangun Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur agar pembangunan berjalan berkelanjutan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Christian Widodo mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPD dan DPC Partai Hanura NTT yang baru dilantik.

Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan secara transparan, profesional, dan selalu mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

“Perbedaan bukanlah penghalang untuk bekerja bersama. Ketika pemerintah, partai politik, tokoh agama, komunitas, dan masyarakat bersatu, maka cita-cita menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat akan semakin mudah diwujudkan,” tutupnya. **




Sekretaris PD PERPAMSI NTT: Kolaborasi dan SDM Berkualitas Jadi Kunci Transformasi Layanan Air Minum

Kupang, nwartapedia.com  – Sekretaris Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia Nusa Tenggara Timur (PD PERPAMSI NTT), Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama kepengurusan baru dalam mendorong transformasi pelayanan air minum di NTT.

Hal itu disampaikan Isidorus Lilijawa saat ditemui nwartapedia.com di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, komposisi kepengurusan PD PERPAMSI NTT periode 2026–2030 yang didominasi generasi muda diharapkan mampu menghadirkan semangat baru dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi Perumda Air Minum di seluruh kabupaten dan kota di NTT.

“Hadirnya energi-energi muda kami harapkan mampu mempercepat pembenahan sektor air minum di NTT. Yang paling penting adalah membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan pemerintah, baik Pemerintah Provinsi NTT maupun pemerintah kabupaten dan kota, sehingga berbagai persoalan pelayanan air minum dapat diselesaikan bersama,” ujar Isidorus.

Ia mengatakan, PD PERPAMSI NTT akan memperbanyak forum komunikasi dengan Gubernur NTT, para bupati, dan wali kota untuk membahas perkembangan pelayanan air minum berdasarkan hasil evaluasi dan berbagai catatan yang telah dihimpun dari seluruh Perumda Air Minum.

Selain itu, organisasi juga akan memanfaatkan hasil pendampingan dan masukan dari BPKP Perwakilan NTT sebagai dasar dalam memperbaiki tata kelola perusahaan serta meningkatkan profesionalisme pengelolaan Perumda Air Minum.

Isidorus menjelaskan, salah satu program prioritas adalah menghadirkan pelatihan teknis dan pengembangan kapasitas SDM di Kota Kupang.

Selama ini, sebagian besar pelatihan masih dilaksanakan di Pulau Jawa dan Bali sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar bagi peserta dari NTT.

“Ke depan kami ingin pelatihan-pelatihan tersebut dapat dilaksanakan di Kupang dengan menghadirkan narasumber dari PERPAMSI Pusat. Dengan begitu, biaya menjadi lebih ringan dan semakin banyak pegawai Perumda Air Minum yang bisa mengikuti peningkatan kompetensi,” jelasnya.

Selain pelatihan, PD PERPAMSI NTT juga akan mendorong semakin banyak direksi dan pegawai Perumda Air Minum memiliki sertifikasi kompetensi, mulai dari jenjang muda, madya hingga utama.

Tidak hanya itu, pihaknya akan membuka peluang lebih luas bagi putra-putri NTT untuk memperoleh beasiswa di Akademi Tirta sebagai lembaga pendidikan yang mencetak tenaga profesional di bidang pengelolaan air minum.

“Kami ingin semakin banyak SDM dari NTT yang memperoleh kesempatan belajar melalui beasiswa. Setelah kembali ke daerah masing-masing, mereka diharapkan mampu menerapkan ilmu dan inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Sebagai bagian dari penguatan organisasi, PD PERPAMSI NTT juga berkomitmen menyelenggarakan rapat kerja setiap tahun sebagai forum evaluasi, penyusunan program, serta penguatan sinergi antaranggota.

Selain itu, organisasi akan mendorong penyesuaian tarif air minum sesuai ketentuan yang berlaku serta memperkuat kerja sama dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTT dan BPKP Perwakilan NTT dalam pendampingan tata kelola keuangan dan manajemen perusahaan.

Isidorus berharap seluruh program yang telah disusun dapat meningkatkan profesionalisme Perumda Air Minum di NTT sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan air minum yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

“Harapan kami, semakin banyak masyarakat NTT yang menikmati pelayanan air minum yang lebih baik, sementara Perumda Air Minum semakin profesional, transparan, dan mendapat kepercayaan masyarakat,” pungkasnya. **




Ketua Umum PERPAMSI Pusat Teddy Setiabudi Lantik Pengurus Baru PD PERPAMSI NTT Periode 2026–2030

Kupang, nwartapedia.com  – Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia se-NTT (PD PERPAMSI NTT) resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026–2030.

Kepengurusan tersebut ditetapkan melalui Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Daerah (MAPAMDA) yang berlangsung di Sotis Hotel Kupang, Selas tanggal 21 Juli 2026 dan diikuti seluruh Perumda Air Minum se-Nusa Tenggara Timur.

Sekretaris PD PERPAMSI NTT, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, kepada media ini di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2026), mengatakan MAPAMDA merupakan agenda organisasi untuk mengevaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus memilih pengurus definitif periode empat tahun mendatang.

“Hasil musyawarah menetapkan Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Kupang, Jony Benny Sulaiman, sebagai Ketua PD PERPAMSI NTT periode 2026–2030. Saya dipercaya sebagai sekretaris, sedangkan bendahara dijabat Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Timor Tengah Selatan, Frans Steven Tafui, SP,” ujarnya.

Selain pengurus inti, kepengurusan juga diperkuat empat wakil ketua yang berasal dari Perumda Air Minum Kabupaten Timor Tengah Utara, Lembata, Ende, dan Manggarai Barat.

Seluruh pengurus yang terpilih kemudian dilantik langsung oleh Ketua Umum PERPAMSI Pusat, Teddy Setiabudi, yang hadir sejak awal pelaksanaan MAPAMDA.

Dalam arahannya, Teddy Setiabudi memberikan apresiasi kepada seluruh peserta karena mampu menyelenggarakan MAPAMDA dengan suasana yang harmonis, penuh semangat kekeluargaan, dan tanpa konflik.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan semakin matangnya organisasi PD PERPAMSI NTT dalam membangun kebersamaan antaranggota.

Ia juga menyatakan komitmen PERPAMSI Pusat untuk terus mendukung pengembangan sektor air minum di Nusa Tenggara Timur melalui berbagai program strategis.

Salah satunya adalah menghadirkan pelatihan peningkatan kapasitas dan sertifikasi kompetensi bagi direksi maupun pegawai Perumda Air Minum langsung di Kota Kupang sehingga peserta tidak lagi harus mengikuti pelatihan di Jakarta atau daerah lain dengan biaya yang lebih besar.

Selain itu, PERPAMSI Pusat akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dalam mendukung pengembangan kapasitas produksi, perluasan jaringan pelayanan, serta peningkatan kualitas tata kelola Perumda Air Minum di NTT.

Ketua PD PERPAMSI NTT terpilih, Joni Sulaiman, menegaskan kepengurusan baru berkomitmen membawa organisasi menjadi lebih maju, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh Perumda Air Minum di Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, kepengurusan yang didominasi generasi muda diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT maupun pemerintah kabupaten dan kota dalam mempercepat peningkatan pelayanan air minum kepada masyarakat.

Sementara itu, Isidorus Lilijawa menjelaskan bahwa sejumlah program prioritas telah disiapkan, di antaranya penyelenggaraan pelatihan teknis dan sertifikasi kompetensi di Kupang, peningkatan jumlah SDM bersertifikat, perluasan akses beasiswa melalui Akademi Tirta, pelaksanaan rapat kerja tahunan, hingga penguatan sinergi dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTT serta BPKP Perwakilan NTT.

“Kami berharap kepengurusan baru ini menjadi momentum mempercepat transformasi Perumda Air Minum di NTT sehingga tata kelola perusahaan semakin baik, pelayanan kepada masyarakat semakin profesional, dan cakupan layanan air minum terus meningkat di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur,” tutup Isidorus. (MI)