Perdana, FKIP UCB Hadirkan Narasumber 4 Negara dalam Konferensi Internasional di Kupang

Kupang,nwartapedia.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang untuk pertama kalinya menggelar Workshop dan Konferensi Internasional tentang Ilmu Pendidikan 2026 dengan menghadirkan narasumber dari empat negara.

Kegiatan yang mengusung tema “Mentransformasi Pendidikan di Era Digital: Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan, Kolaborasi Global, dan Keterampilan Abad ke-21” tersebut berlangsung di Aula Kampus UCB, Kupang, Selasa (11/8/2026).

Konferensi internasional perdana ini menghadirkan akademisi dan praktisi pendidikan dari Amerika Serikat, Thailand, Timor Leste dan Indonesia.

Para pembicara yang hadir antara lain Prof. Linda A. Pelch, Ph.D., Prof. Dr. Marshela Lie, Ed.D., M.A.Ed., dan Prof. Dr. Cynthia S. Wiseman, Ed.D. dari City University of New York (CUNY), Amerika Serikat.

Hadir pula Dr. Ana Mae dari Asponshire International School, Thailand, Antonio Contantino Soares, S.S., M.Hum. dari Instituto Sao Joao de Brito, Timor Leste, serta Dr. Agnes M.D. Rafael, S.Pd., M.Hum. dari Universitas Citra Bangsa.

Narasumber dari City University of New York, Prof. Dr. Marshela Lie kepada media ini mengatakan konferensi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, AI saat ini semakin banyak digunakan mahasiswa sehingga pemanfaatannya perlu disertai pemahaman mengenai etika dan kemampuan berpikir kritis.

“Penggunaan kecerdasan buatan itu hanyalah sebagai bantuan, tetapi bukan sebagai pengganti,” katanya.

Marshela menjelaskan, mahasiswa harus tetap mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan mandiri dalam proses pembelajaran.

Ia juga berharap kehadiran akademisi internasional dapat memotivasi mahasiswa UCB untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.

Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu modal penting bagi mahasiswa untuk mengikuti konferensi internasional maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di luar negeri.

“Kami berharap mahasiswa bisa lebih aktif dan lebih semangat dalam belajar bahasa Inggris sehingga nantinya mampu bersaing secara internasional,” ujarnya.

Dekan FKIP UCB, Heryon Bernard Mbuik, PAK, M.Pd., yang akrab ddisapa Bernard Mbuik, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi dan kerja sama yang telah dibangun sejak beberapa bulan sebelumnya.

Menurutnya, kerja sama tersebut kemudian dikembangkan menjadi kolaborasi antarlembaga dengan melibatkan akademisi dan institusi pendidikan dari berbagai negara.

Konferensi internasional ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan kerja sama yang berlangsung selama beberapa hari.

Bernard Mbuik mengatakan terdapat sejumlah target yang ingin dicapai melalui kerja sama tersebut, salah satunya meningkatkan kolaborasi riset antara dosen UCB dengan akademisi dari luar negeri.

Selain itu, kerja sama juga membuka peluang bagi mahasiswa UCB untuk melakukan studi banding ke Amerika Serikat serta memberikan kesempatan bagi dosen untuk mengikuti kegiatan akademik di luar negeri.

“Perlu adanya pertukaran ilmu pengetahuan maupun teknologi. Dengan kemajuan dari berbagai aspek, sepantasnya kita berguru pada negara-negara yang maju dan berkembang sangat luar biasa,” jelasnya.

Bernard Mbuik berharap kolaborasi internasional tersebut dapat memberikan terobosan baru bagi dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur.

Selain konferensi, para akademisi internasional juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke sejumlah institusi pendidikan di Kota Kupang, termasuk sekolah dan perguruan tinggi.

Kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi pendidikan di NTT sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring Global

Bernard Mbuik juga mendorong mahasiswa UCB memanfaatkan kehadiran para akademisi internasional untuk membangun jejaring dan meningkatkan wawasan.

Menurutnya, keterlibatan akademisi dari Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya menunjukkan bahwa perguruan tinggi di NTT memiliki peluang untuk membangun kerja sama dengan institusi pendidikan internasional.

“Mahasiswa harus termotivasi bahwa negara besar seperti Amerika ternyata mau berkolaborasi dengan institusi pendidikan yang ada di Indonesia, khususnya kita di Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka akses mahasiswa terhadap informasi, pengetahuan serta peluang melanjutkan studi ke luar negeri.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Maria Sogen, M.Pd., mengatakan persiapan konferensi telah dilakukan selama kurang lebih enam bulan.

Menurut Maria, konferensi menghadirkan enam narasumber dengan materi yang disesuaikan dengan tema kegiatan.

Kegiatan juga melibatkan peserta dari sejumlah perguruan tinggi di luar UCB serta mahasiswa.

“Acara ini berjalan dengan lancar karena kami melakukan kolaborasi bersama adik-adik mahasiswa,” ujarnya.

Ia menambahkan rangkaian kegiatan diawali dengan workshop sebelum dilanjutkan dengan konferensi internasional sebagai puncak kegiatan.

“Hasil kegiatan akademik tersebut juga direncanakan untuk dipublikasikan melalui jurnal internasional,”ungkapnya.

Kerja sama UCB dengan City University of New York menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring pendidikan internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan akademik.

Melalui konferensi internasional perdana ini, FKIP UCB berharap mahasiswa dan dosen dapat memperoleh wawasan baru mengenai perkembangan pendidikan global, pemanfaatan AI secara etis, sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas di tingkat internasional (MI)




Berkat KUR BRI, Usaha Sembako Ansi di Kupang Terus Bertumbuh

Kupang,nwartapedia.com  –  Dukungan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI membantu Ansi mengembangkan usaha sembako yang dirintisnya dari sebuah kios sederhana di Kota Kupang.

Selama sekitar tiga tahun menjalankan usaha, Ansi secara bertahap memperluas bisnisnya hingga kini memiliki empat titik usaha. Tiga di antaranya berada di Kelurahan Naimata, sedangkan satu lainnya berada di kawasan Jalur 40, Kota Kupang.

Usaha sembako tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan bagi keluarga Ansi. Selain mengelola kios, Ansi juga dipercaya menjadi agen BRILink yang telah dijalankannya selama sekitar dua bulan.

Perjalanan mengembangkan usaha tidak terlepas dari dukungan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Ansi yang telah menjadi nasabah BRI selama sekitar 10 tahun memanfaatkan fasilitas KUR untuk memperkuat modal dan mengembangkan usahanya.

“Awalnya usaha saya kecil-kecilan, hanya kios sembako biasa. Tapi saya ingin kios ini bisa lebih lengkap, supaya masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke tempat lain,” ujar Ansi.

Untuk memperbesar usahanya, Ansi sebelumnya memperoleh pinjaman mulai dari Rp25 juta dan kemudian meningkat menjadi Rp50 juta. Modal tersebut digunakan secara bertahap untuk menambah stok barang dan mengembangkan usaha.

Menurut Ansi, ketersediaan barang menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan pelanggan. Semakin lengkap kebutuhan yang tersedia, semakin mudah masyarakat sekitar mendapatkan barang keperluan sehari-hari.

Selain dukungan permodalan, Ansi juga merasakan manfaat dari pendampingan BRI dalam menjalankan usahanya. Ia mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan stok, menjaga perputaran modal, hingga melihat peluang berdasarkan kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi usaha.

Seiring waktu, usaha sembako Ansi terus menunjukkan perkembangan. Pelanggan semakin bertambah dan kiosnya menjadi salah satu pilihan masyarakat sekitar untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti beras, minyak goreng dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

“Perjalanan membangun kios sembako ini sangat panjang. Namun, karena dukungan petugas dari BRI, saya yakin saya bisa mengembangkan usaha demi memperbaiki ekonomi keluarga,” katanya.

Perkembangan usaha tersebut juga berdampak positif terhadap kondisi ekonomi keluarga Ansi. Penghasilan yang lebih stabil membuatnya lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk memastikan pendidikan anaknya tetap berjalan.

“Selama di Kupang, BRI sudah banyak membantu saya,” tuturnya.

Bagi Ansi, akses permodalan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan sekaligus memperluas usaha. Karena itu, ia berencana kembali memanfaatkan fasilitas KUR untuk mengembangkan bisnisnya.

“Selagi masih ada dana KUR, pasti saya akan mengajukan terus untuk pengembangan usaha,” ujarnya.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan BRI berkomitmen mendukung pelaku usaha mikro dan kecil melalui akses pembiayaan serta pendampingan sesuai kebutuhan usaha.

“BRI terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro dan kecil, melalui akses pembiayaan yang dapat mendukung pengembangan usaha. Kami berharap dukungan permodalan dan pendampingan yang diberikan dapat membantu pelaku usaha untuk terus bertumbuh, meningkatkan produktivitas, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Hery.

Menurut Hery, perjalanan Ansi menjadi salah satu gambaran bahwa usaha yang dirintis secara bertahap dapat berkembang ketika didukung dengan perencanaan usaha dan akses permodalan yang tepat.

“Setiap pelaku usaha memiliki perjalanan dan tantangan masing-masing. BRI akan terus berupaya memberikan layanan dan pendampingan agar pelaku usaha dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan,” tambahnya.

Kisah Ansi menunjukkan bahwa usaha tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Dari sebuah kios sederhana dengan pilihan barang yang terbatas, ia secara bertahap mengembangkan usaha hingga memiliki empat titik usaha.

Tidak hanya memperluas usaha sembako, Ansi juga turut memberikan layanan perbankan kepada masyarakat melalui agen BRILink.

Ke depan, Ansi berharap usahanya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarganya maupun masyarakat sekitar. Ia juga berharap dukungan BRI terhadap pelaku usaha kecil dapat terus berlanjut.

“Semoga BRI tetap jaya dan terus membantu masyarakat,” pungkas Ansi. *




Pengurus Wilayah XIV dan OMK Naikolan Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pelayanan Umat

Kupang,nwartapedia.com  –  Badan Pengurus Wilayah XIV dan Badan Pengurus Orang Muda Katolik (OMK) Wilayah XIV Paroki Santo Yosef Naikoten resmi dilantik dalam kegiatan yang berlangsung di wilayah XIV, Kelurahan Naikolan, pada Sabtu (8/8/2026).

Pelantikan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Pastor Paroki Santo Yosef Naikoten Nomor 177/PSY-NKT/VIII/2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Badan Pengurus Wilayah XIV.

Dalam struktur kepengurusan yang baru, Frankianus K. Soro dipercaya sebagai Ketua, didampingi Lorensius Awa sebagai Wakil Ketua I dan Ambrosius N.K. Busa sebagai Wakil Ketua II. Sementara Martina Tri Wahyuningsih dipercaya sebagai bendahara.

Sejumlah bidang pelayanan juga dibentuk, yakni Bidang Liturgi yang diketuai Yanto Ngadji, Bidang Kerasulan Awam oleh Patris Bio, Bidang Pemberdayaan Umat oleh Theresia Hennida Bey, Bidang Usaha Dana oleh Alfons A.A. Ganggas, serta Bidang Humas oleh Emilyus Senda Bata.

Selain pengurus wilayah, turut dilantik Badan Pengurus OMK Wilayah XIV berdasarkan Surat Keputusan Pastor Paroki Santo Yosef Naikoten Nomor 178/PSY-NKT/VIII/2026.

Apcasella B. Parera dipercaya sebagai Ketua OMK Wilayah XIV, dengan Benedhito Fonzeca Osorio Lopo sebagai sekretaris, serta Maria Veronica Tony dan Brigita Tiara Alisandria masing-masing sebagai bendahara I dan II.

OMK Wilayah XIV juga memiliki empat bidang pelayanan, yakni Bidang Liturgi yang dikoordinatori Rossa Da Lima Naisoko, Bidang Olahraga, Minat dan Bakat oleh Maria Bernadetha Bue Lewokeda, Bidang Hubungan Masyarakat oleh Hugentinus Januarius Bengu, serta Bidang Ekonomi Kreatif yang diketuai Maria Trimurti Merlin Solapung.

Dalam kotbahnya, Romo Apolonius Dora, Pr menekankan pentingnya kepemimpinan yang dilandasi semangat pelayanan.

“Kepemimpinan sehati di hadapan Tuhan terlihat dari kerelaan untuk menjadi pelayan bagi sesama,” pesannya.

Ketua DPP Frans Wayan juga mengajak para pengurus yang baru dilantik untuk tetap setia menjalankan tugas pelayanan.

Sementara itu, Ketua Wilayah XIV terpilih, Frengki K. Soro, memohon dukungan dari seluruh umat, terutama para ketua Kelompok Umat Basis (KUB), agar kepengurusan dapat menjalankan tugas dengan baik.

Ketua OMK Wilayah XIV, Apcasella B. Parera turut menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan serta meminta dukungan dari seluruh umat dalam menjalankan pelayanan bersama.

Pesan serupa disampaikan Ketua OMK Paroki, Dedi Koten, yang mengajak OMK untuk tetap semangat dalam pelayanan serta membangun koordinasi dengan orang tua dan para penasihat di wilayah.

Kegiatan pelantikan ditutup dengan ucapan terima kasih dan “Proviciat” dari para ketua KUB kepada pengurus Wilayah XIV dan OMK yang baru dilantik. (MI)




Dapat KUR BRI, Usaha Advertising Henos di Kupang Kini Buka Lapangan Kerja

Kupang,nwartapedia.com  – Akses permodalan menjadi salah satu faktor penting bagi pelaku usaha kecil untuk mengembangkan bisnis.

Hal itu dirasakan Henos Efendi Serak, pelaku usaha advertising di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang.

Henos merintis usahanya sejak 2020. Berawal dari usaha kecil, kini bisnisnya berkembang dengan menyediakan berbagai produk advertising dan percetakan, seperti huruf timbul, plakat, spanduk, plat nomor kendaraan, stempel hingga batu kubur.

Dalam perjalanan mengembangkan usaha, Henos mendapat dukungan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Ia sendiri telah menjadi nasabah BRI sejak 2015.

“Dukungan dari BRI melalui pinjaman KUR sebesar Rp75 juta. Ini sudah kali kedua saya meminjam, dengan nilai Rp100 juta,” ujar Henos saat ditemui media, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Henos, pembiayaan KUR sangat membantu memenuhi kebutuhan modal usaha.

Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut seiring dengan perkembangan bisnisnya.

“Kalau usaha lebih berkembang, sudah pasti akan mengajukan pinjaman lagi kalau masih diberikan kesempatan oleh BRI. Kalau soal modal, pasti lari ke situ. BRI sangat-sangat membantu kami para pengusaha kecil,” katanya.

Henos menegaskan, usahanya kini tidak hanya dikenal sebagai pembuat batu kubur. Berbagai layanan advertising terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Usaha kami bergerak di bidang advertising. Ada pembuatan huruf timbul, plakat, spanduk dan masih banyak lagi, termasuk plat motor dan mobil serta stempel,” jelasnya.

Dari usaha tersebut, Henos juga mampu memenuhi kebutuhan keluarga dan operasional bisnis.

Ia menyebut pendapatan usaha masih fluktuatif dengan pendapatan terendah sekitar Rp5 juta per bulan.

Pendapatan itu digunakan untuk membiayai kebutuhan anak-anak, membayar cicilan, listrik dan kebutuhan usaha. Sebagian pendapatan juga masih dapat disisihkan untuk ditabung.

Tak hanya memberikan manfaat bagi keluarga, perkembangan usaha Henos turut menciptakan lapangan kerja. Saat ini, ia memiliki dua karyawan tetap dan hingga tujuh tenaga freelance yang bekerja sesuai kebutuhan produksi.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, pelaku usaha mikro dan kecil memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Pelaku usaha seperti Pak Henos merupakan bagian penting dari penggerak ekonomi di masyarakat. Ketika usaha berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha dan keluarga, tetapi juga dapat menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Hery.

Hery menegaskan, BRI akan terus berupaya menghadirkan akses layanan dan pembiayaan yang dapat membantu pelaku usaha, khususnya sektor mikro dan kecil.

“BRI ingin terus hadir sebagai mitra bagi pelaku usaha, mulai dari tahap merintis hingga ketika usaha tersebut berkembang. Kami berharap dukungan pembiayaan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara produktif sehingga semakin banyak pelaku usaha yang mampu mengembangkan kapasitas bisnis dan naik kelas,” tambahnya.

Henos pun berharap BRI terus berkembang dan semakin banyak memberikan dukungan kepada pelaku usaha kecil di berbagai daerah.

“Pesan dan harapan saya, BRI terus berkembang menjadi lebih baik sehingga bisa membantu lebih banyak orang, terutama para pengusaha kecil,” pungkas Henos. *




Wagub Johni Asadoma Ajak Warga NTT Jadi Terang dan Jaga Toleransi

Kupang,nwartapedia.com  – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi terang dengan menghadirkan kasih, pengharapan, kejujuran dan semangat melayani dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan tersebut disampaikan Johni saat menghadiri kegiatan Saat Teduh Bersama dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bersama Ps. Philip Mantofa yang diselenggarakan Gereja Mawar Saron (GMS) Kupang di Stadion Oepoi, Kota Kupang, Jumat (7/8/2026) malam.

KKR mengusung tema “Yesus Berkat Terbesar di Hidupku” dan diikuti dengan antusias oleh masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Johni mengatakan pembangunan NTT tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menyentuh karakter, moral dan spiritual masyarakat.

“Menjadi terang berarti menghadirkan kasih di tengah kebencian, menghadirkan pengharapan di tengah keputusasaan, menghadirkan kejujuran di tengah godaan korupsi, serta menghadirkan semangat melayani di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Menurut Johni, nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan untuk membangun NTT menjadi daerah yang semakin maju, sehat, cerdas, sejahtera dan berkelanjutan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada gereja dan lembaga keagamaan yang selama ini berkontribusi dalam membangun kualitas manusia di NTT.

Johni menegaskan gereja merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

“Gereja merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Gereja dapat mendukung pengentasan berbagai persoalan seperti stunting dan kemiskinan,” tegasnya.

Selain itu, Johni mengajak masyarakat menjaga persatuan, toleransi dan kerukunan sebagai fondasi pembangunan NTT.

Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama.

“NTT dikenal sebagai Nusa Terindah Toleransinya. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan,” katanya.

Ia menilai masyarakat yang hidup dalam suasana damai akan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan pendidikan, pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi dan kesejahteraan.

Menutup sambutannya, Johni menyampaikan terima kasih kepada Ps. Philip Mantofa dan seluruh pengurus GMS Kupang atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia berharap semangat kasih, persaudaraan, kebersamaan dan toleransi yang dibangun melalui KKR dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baginya, tingginya antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan kerohanian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam memperkuat kehidupan iman sekaligus membangun karakter masyarakat NTT. *




Pekan Alkitab Perdana di Kupang Sukses, Selama Empat Hari Catat 5.563 Pengunjung

Kupang,nwartapedia.com – Pekan Alkitab perdana di Kota Kupang yang berlangsung pada 3–6 Agustus 2026 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Selama empat hari pelaksanaan, kegiatan tersebut mencatat sebanyak 5.563 partisipan, melampaui target awal panitia sebanyak 4.000 peserta.

Mengusung tema “Firman Tuhan dari Generasi ke Generasi” berdasarkan Mazmur 78:3–4 TB2, Pekan Alkitab menjadi momentum untuk memperkuat semangat mewariskan iman melalui Firman Tuhan kepada generasi penerus.

Rangkaian kegiatan meliputi pameran Museum Alkitab, seminar, serta berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak, remaja, pemuda, keluarga, gereja dan sekolah dari berbagai latar belakang.

Tingginya antusiasme masyarakat bahkan membuat panitia harus bekerja ekstra dalam melayani arus pengunjung yang terus berdatangan ke lokasi pameran maupun seminar.

Peserta juga tidak hanya berasal dari Kota Kupang, tetapi datang dari sejumlah daerah lainnya.

Kalangan anak-anak, remaja dan pemuda menjadi kelompok yang paling banyak berpartisipasi.

Hal ini dinilai sejalan dengan tujuan utama Pekan Alkitab, yakni menumbuhkan kecintaan terhadap Firman Tuhan sekaligus memperkuat pewarisan iman kepada generasi berikutnya.

Panitia mencatat keterlibatan berbagai denominasi gereja dan sekolah, baik Kristen maupun Katolik.

Panitia juga memberikan apresiasi kepada  Bank Indoneaia provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang atas dukungannya terhadap pelaksanaan pekan Alkitab di kota Kupang

Di kalangan pelajar, Sekolah Citra Bangsa menjadi salah satu sekolah dengan jumlah peserta terbanyak.

Selain kegiatan rohani, Pekan Alkitab turut memberikan ruang bagi pemberdayaan ekonomi melalui booth UMKM binaan Bank NTT.

Pengunjung juga dapat melihat koleksi Museum Alkitab, berbagai terbitan Alkitab dari Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), serta literatur dari UBB GMIT, Kalam Hidup dan BPK Gunung Mulia.

Keberhasilan kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari tim LAI Pusat yang terlibat dalam pelayanan Museum Alkitab.

Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan pameran Museum Alkitab di berbagai daerah, tim LAI menilai Pekan Alkitab Kupang memiliki skala pameran yang besar dan mencatat jumlah pengunjung yang sangat tinggi.

Kurator Museum LAI, Anas, juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Kupang yang mengikuti kegiatan dari pagi hingga malam.

Panitia berharap keberhasilan Pekan Alkitab perdana ini menjadi awal gerakan berkelanjutan untuk meningkatkan kecintaan terhadap Firman Tuhan serta memperkuat pewarisan iman dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan dalam Mazmur 78:3–4, agar setiap generasi terus menceritakan karya Tuhan kepada generasi berikutnya sehingga pengenalan akan Tuhan tetap hidup dan menghasilkan generasi yang berakar kuat dalam Firman-Nya. (MI)




Kasbrigif 21/Komodo Tekankan Kepemimpinan dan Disiplin kepada Perwira dan Bintara Baru

Kupang,nwartapedia.com  –  Kepala Staf Brigade Infanteri (Kasbrigif) 21/Komodo, Letkol Inf Gunawan Budhi Prasetyo, S.Sos., menekankan pentingnya kepemimpinan, disiplin, loyalitas, integritas, dan soliditas kepada para Perwira Abit Secapa TNI AD dan Bintara Reguler TNI AD Tahun 2026.

Penekanan tersebut disampaikan dalam pengarahan yang berlangsung di Ruang Dharma Wangsa, Markas Brigif 21/Komodo, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembekalan awal sebelum para prajurit mengemban tugas di satuan jajaran Brigif 21/Komodo, khususnya Yonif Teritorial Pembangunan (YTP) 929/MMM.

Letkol Inf Gunawan Budhi Prasetyo meminta para perwira dan bintara mampu beradaptasi dengan cepat di lingkungan penugasan baru serta menunjukkan tanggung jawab dan pengabdian terbaik sebagai prajurit.

Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dan taktis, tetapi juga harus mampu meningkatkan kemampuan dan profesionalisme anggota melalui latihan yang berkesinambungan.

“Bangun kerja sama tim yang solid dan kompak, jadilah teladan bagi anggota, serta bertanggung jawab terhadap kesejahteraan prajurit yang dipimpin,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik dengan seluruh prajurit serta penerapan sistem penghargaan dan sanksi (reward and punishment) secara objektif sesuai ketentuan.

Para prajurit juga diminta senantiasa menjaga nama baik TNI dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan bermasyarakat.

Sebelum ditempatkan di YTP 929/MMM, para Perwira dan Bintara baru terlebih dahulu mengikuti pembekalan serta pengambilan data kemampuan, khususnya materi menembak dan renang militer di Mako Brigif 21/Komodo.

Sementara itu, Komandan Brigif 21/Komodo saat ini sedang melaksanakan Latihan Pratugas Operasi Satgas Kosektor Barat Pamtas RI–PNG Mobile Brigif 21/Komodo Tahun Anggaran 2026 di Batujajar, Jawa Barat.

Pengarahan yang dipimpin Kasbrigif tersebut menjadi bagian dari pembinaan personel sekaligus upaya memperkuat kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai tugas ke depan.

(Brigif 21/Komodo)




TI-STIC Perkuat Kolaborasi Taiwan-Indonesia untuk Pengelolaan Sampah, Energi dan Air di Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com – Taiwan-Indonesia Science and Technology Innovation Center (TI-STIC) memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam bidang pengelolaan sampah, energi, air dan penerapan ekonomi sirkular di Kota Kupang.

Perwakilan TI-STIC, Fenty Zhong, mengatakan kerja sama tersebut bertujuan memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Taiwan dan Indonesia, khususnya terkait teknologi pengolahan sampah menjadi energi, sirkulasi sumber daya dan ekonomi sirkular.

Menurut Fenty, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membahas berbagai aspek teknis, mulai dari teknologi, tata kelola, operasional, perlindungan lingkungan hingga tantangan penerapan di lapangan.

“Untuk belajar dari pengalaman Taiwan dalam pengomposan yang dipercepat enzim, operasi pengolahan limbah menjadi energi, dan manajemen pengolahan air minum kota,” jelas Fenty kepada media ini pada Jumad (7/8/2026).

Ia berharap kerja sama ini dapat dilanjutkan melalui penelitian, transfer teknologi, pengembangan kapasitas, proyek percontohan hingga peluang investasi di sektor pengelolaan limbah, energi dan air.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menyampaikan apresiasi kepada TI-STIC yang telah memfasilitasi peningkatan pemahaman mengenai teknologi praktis dan model operasional dalam pengomposan, pengolahan sampah menjadi energi serta pengolahan air.

“Dengan melihat langsung di lapangan, kami mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang keterkaitan antara pengelolaan limbah, pemulihan energi, keberlanjutan air, dan implementasi ekonomi sirkular,” ujar Isidorus.

Ia berharap jejaring antara pemangku kepentingan Indonesia dan Taiwan dapat terus diperkuat melalui berbagai program yang melibatkan Pemerintah Kota Kupang maupun Perumda Air Minum Kota Kupang.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang penerapan teknologi dan inovasi untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di Kota Kupang. (MI)




Isidorus Lilijawa Pelajari Tata Kelola Sampah dan Air di Taiwan, Siap Bawa Inovasi ke Kupang

Kupang, nwartapedia.com  –  Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, mempelajari inovasi tata kelola sampah dan air dalam kunjungannya ke Taiwan pada 5–8 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama Taiwan–Indonesia di bidang inovasi teknologi, khususnya pengelolaan sampah, air, energi, dan lingkungan.

Kepada media ini, Kamis (6/8/2026), Isidorus mengatakan kesempatan tersebut menjadi pengalaman penting karena dirinya dapat melihat secara langsung teknologi dan sistem pengelolaan lingkungan yang diterapkan di Taiwan.

Sebelumnya, kerja sama tersebut telah dilakukan melalui seminar internasional di Kota Kupang pada Juni 2026.

Dalam kegiatan itu, Isidorus menjadi salah satu narasumber dan delegasi Taiwan juga melakukan kunjungan ke Perumda Air Minum Kota Kupang.

Selama berada di Taiwan, Isidorus bersama delegasi mengunjungi sejumlah fasilitas pengelolaan lingkungan.

Salah satunya pusat pengelolaan sampah di Taipei untuk melihat sistem pengolahan sampah, pemanfaatan energi, pengendalian emisi, pengelolaan air, serta aspek keselamatan.

Delegasi juga mengunjungi Taichung untuk melihat teknologi pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk.

Isidorus mengatakan teknologi tersebut menarik untuk dipelajari karena sampah organik dapat diproses menjadi pupuk dalam waktu sekitar tiga jam.

“Kami melihat langsung bagaimana sampah organik dapat dikelola menjadi pupuk. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan dapat mendukung peningkatan hasil pertanian,” ujarnya.

Menurut Isidorus, pengalaman selama di Taiwan dapat menjadi referensi dalam memperkuat tata kelola sampah dan air di Kota Kupang.

Ia menegaskan, berbagai teknologi yang dipelajari tidak serta-merta diterapkan, tetapi akan dikaji dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi Kota Kupang.

“Dengan datang melihat langsung, mendengar dan berdiskusi, kita bisa mengambil hikmah dan mungkin menerapkan satu dua hal dalam konteks kita di Kota Kupang, khususnya berkaitan dengan tata kelola air maupun tata kelola sampah dan limbah,” katanya.

Isidorus berharap kerja sama Taiwan–Indonesia dapat terus berlanjut sehingga membuka peluang pertukaran pengetahuan, teknologi, dan pengalaman dalam pengelolaan sampah dan air yang berkelanjutan.

“Mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut ke depan sehingga kita bisa mendapatkan manfaat dari momentum yang sangat luar biasa ini,” pungkasnya.




KPAD Kota Kupang bersama Srikandi Christian Serena Edukasi Pelajar SMA Santa Familia tentang HIV

Kupang, nwartapedia.com  –  Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang bersama Srikandi Christian Serena Kota Kupang menggelar sosialisasi HIV dan AIDS bagi pelajar SMA Swasta Santa Familia Sikumana Kupang, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang HIV, cara penularan, pencegahan, pengobatan, serta pentingnya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV.

Kepala SMA Swasta Santa Familia Sikumana Kupang, Sr M. Bonaventura, PRR menyampaikan terima kasih kepada KPAD dan Srikandi Christian Serena yang telah memberikan edukasi kepada para siswa.

Menurutnya, meski para remaja sudah sering mendengar tentang HIV, masih banyak yang belum memahami secara benar mengenai virus tersebut.

“Kami bersyukur dan berterima kasih karena hari ini Bapak dan Ibu hadir memberikan arahan dan penjelasan tentang HIV. Banyak anak-anak yang sudah mendengar, tetapi belum memahami dan mengerti secara baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Srikandi Christian Serena Kota Kupang, Petronela Riberu, mengatakan edukasi HIV sangat penting bagi generasi muda agar memiliki pengetahuan yang benar dan mampu mencegah penyebaran HIV.

“Atas nama pengurus dan anggota Srikandi Christian Serena Kota Kupang, kami menyampaikan terima kasih kepada KPAD atas kesediaannya berbagi pengetahuan, pengalaman dan edukasi mengenai HIV,” ujar Petronela.

Ia berharap kerja sama antara KPAD, SMA Santa Familia dan Srikandi Christian Serena dapat terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif.

“Semoga kerja sama ini terus terjalin demi menciptakan generasi yang sehat, peduli dan bertanggung jawab,” katanya.

Sekretaris KPAD Kota Kupang, Julius Tanggu Bore, yang akrab disapa James, dalam pemaparannya menjelaskan perbedaan HIV dan AIDS.

Menurutnya, HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS merupakan kumpulan kondisi atau gejala yang dapat muncul akibat kerusakan sistem kekebalan tubuh karena HIV.

Julius menegaskan, orang yang terinfeksi HIV tidak selalu menunjukkan gejala sehingga dapat terlihat sehat. Karena itu, pengetahuan, pencegahan dan pemeriksaan kesehatan sangat penting.

Ia juga menjelaskan bahwa terapi antiretroviral (ARV) dapat menekan perkembangan HIV sehingga orang dengan HIV tetap dapat hidup sehat dan produktif. Namun, pengobatan harus dilakukan secara teratur sesuai petunjuk tenaga kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Julius menyampaikan data kumulatif kasus HIV di Kota Kupang periode 2010 hingga Juni 2026 mencapai 2.697 orang.

Ia mengingatkan bahwa HIV dapat menular melalui paparan cairan tubuh tertentu, termasuk darah dan cairan seksual, terutama dalam perilaku seksual berisiko seperti berganti-ganti pasangan.

Selain itu, dalam sosialisasi turut disampaikan adanya temuan praktik prostitusi yang disebut menyasar anak usia SMP dan SMA di Kota Kupang.

Julius mengajak para pelajar untuk menjaga diri, membangun pergaulan sehat dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang keliru mengenai HIV.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan generasi muda sekaligus mendorong upaya pencegahan HIV serta menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV di Kota Kupang.MI)