Undana dan Pemprov NTT Bentuk Pusat Siber Sehat, Perangi Narkoba Digital di Kalangan Anak Muda

Kupang,nwartapedia.com  – Universitas Nusa Cendana (Undana) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membangun sinergi untuk melawan ancaman kecanduan konten digital berbahaya atau “narkoba digital”.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui rencana pembentukan Pusat Siber Sehat NTT, yang akan menjadi pusat edukasi, pencegahan, dan rehabilitasi ketahanan digital bagi generasi muda di NTT.

Pembahasan program strategis ini dilakukan dalam audiensi antara Kepala Dinas Kominfo NTT, Ady E. Mandala, dan Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, di Gedung Rektorat Undana, Kupang.

Rektor Undana menegaskan kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa dan masyarakat dari dampak negatif dunia digital, termasuk judi online dan pornografi.

Menurutnya, melalui Layanan Psikologi Terpadu, Undana siap menyiapkan tenaga ahli guna mendeteksi tingkat kecanduan digital di masyarakat.

Program Siber Sehat NTT akan berjalan melalui tiga pilar utama, yakni preventif, promotif, dan rehabilitasi. Pencegahan dilakukan lewat edukasi pola asuh digital, promosi melalui konten positif, serta rehabilitasi bagi korban kecanduan digital berat.

Sebagai langkah awal, Undana juga akan melakukan riset lapangan dan survei untuk memetakan sebaran paparan konten berbahaya di wilayah NTT.

Rencananya, program ini akan diluncurkan secara resmi pada kegiatan Car Free Day (CFD) dan melibatkan pelajar serta pengurus OSIS sebagai agen perubahan dalam membangun budaya digital sehat di NTT. *




Gubernur NTT Desak Kepala Daerah Percepat Kesiapan Sekolah Rakyat Rp250 Miliar

Kupang, nwartapedia.com  – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, meminta seluruh kepala daerah segera menuntaskan persoalan lahan, perizinan, dan kesiapan teknis pembangunan Sekolah Rakyat.

Hal itu disampaikan saat rapat bersama Sekjen Kementerian Sosial RI, Robben Rico, serta para bupati dan wali kota se-NTT di Kupang, Kamis (30/4/2026).

Melki menegaskan pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran Rp250 miliar untuk setiap sekolah, sehingga daerah diminta bergerak cepat memenuhi seluruh persyaratan administrasi.

Menurutnya, program Sekolah Rakyat menjadi peluang besar untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di NTT.

Sementara itu, Kemensos meminta seluruh daerah segera menyelesaikan dokumen lahan, KKPR, akses jalan, air bersih, dan listrik agar pembangunan dapat segera dimulai. *




Kota Kupang Siap Gelar Hardiknas 2026, Wali Kota Sambut Rencana Kunjungan Menteri Pendidikan

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang menyatakan kesiapan penuh menyukseskan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menerima audiensi panitia Hardiknas di ruang kerjanya, Rabu (29/4).

Pertemuan tersebut membahas rangkaian kegiatan Hardiknas sekaligus persiapan menyambut rencana kunjungan Menteri Pendidikan ke Kota Kupang dalam waktu dekat.

Ketua Panitia Hardiknas, Roy Nomlene, menjelaskan bahwa puncak peringatan Hardiknas akan dilaksanakan pada 2 Mei 2026 di wilayah Fatukoa. Sejumlah agenda pendukung juga telah disiapkan, termasuk festival budaya dan keterlibatan pelaku UMKM lokal.

Selain itu, pada 4 Mei 2026 dijadwalkan kunjungan Menteri Pendidikan untuk meninjau beberapa sekolah di Kota Kupang.

Wali Kota Kupang menyambut baik agenda tersebut dan menilai kunjungan pejabat pusat menjadi kesempatan penting bagi daerah untuk menunjukkan perkembangan maupun tantangan sektor pendidikan.

“Kunjungan ini menjadi momentum strategis agar kebutuhan pendidikan di Kota Kupang dapat diketahui secara langsung dan mendapat perhatian ke depan,” ujar Christian Widodo.

Ia meminta seluruh perangkat daerah dan panitia bekerja maksimal agar seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Koordinasi lintas sektor dinilai penting, mulai dari protokol, transportasi, kebersihan hingga kenyamanan tamu.

Wali Kota juga mengingatkan agar festival budaya yang digelar tetap memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama pengelolaan sampah selama kegiatan berlangsung.

Tak hanya itu, ia mendorong agar kunjungan Menteri juga diarahkan ke sekolah-sekolah yang masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana.

Menurutnya, langkah itu penting agar pemerintah pusat dapat melihat langsung kondisi pendidikan yang masih memerlukan dukungan.

Audiensi tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan, termasuk penyambutan Menteri di bandara, penyesuaian agenda, serta penguatan sinergi antara panitia dan Pemerintah Kota Kupang.

Pemkot Kupang berharap peringatan Hardiknas 2026 menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses belajar bagi seluruh masyarakat.

Picture: Wali Kota Kupang menerima audiensi Panitia Hardiknas 2026 di ruang kerja Wali Kota Kupang. *




Pemkot Kupang Hapus Biaya BPHTB dan PBG untuk Warga Kurang Mampu, Akses Miliki Rumah Kian Mudah

Kuoang, nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang menghadirkan kebijakan pro rakyat dengan membebaskan biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat kurang mampu.

Langkah tersebut diumumkan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap warga berpenghasilan rendah agar lebih mudah memiliki tempat tinggal yang layak dan nyaman.

Menurut Wali Kota, sebelumnya masyarakat harus menanggung biaya BPHTB yang nilainya mencapai sekitar lima persen dari transaksi tanah atau bangunan. Kini pungutan tersebut resmi dihapus untuk kelompok masyarakat tertentu.

“Peraturan Wali Kota sudah saya tandatangani. Jadi masyarakat kurang mampu bisa menikmati pembebasan biaya BPHTB,” ujar Christian Widodo.

Tak hanya itu, Pemkot Kupang juga menggratiskan pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), yang sebelumnya dikenal luas sebagai IMB.

Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk membangun rumah secara legal tanpa terbebani biaya tambahan.

Untuk memanfaatkan fasilitas tersebut, warga diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi, termasuk membawa surat keterangan tidak mampu dari kelurahan.

Pengurusan pembebasan BPHTB dilakukan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang, sedangkan layanan PBG diproses di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Pemerintah juga terus menyosialisasikan kebijakan ini melalui berbagai saluran informasi, termasuk media sosial resmi pemerintah daerah, agar semakin banyak warga mengetahui manfaat program tersebut.

Kebijakan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak warga menilai keputusan tersebut sebagai langkah konkret yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat kecil.

Dengan adanya pembebasan BPHTB dan PBG, Pemerintah Kota Kupang berharap kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah semakin meningkat serta kualitas hidup warga menjadi lebih baik. *




Dari Guru Honorer Jadi Kepala Sekolah, Elisabeth Siap Benahi SD Negeri Oehendak

Kupang, nwartapedia.com  – Perjalanan panjang pengabdian di dunia pendidikan membawa Elisabeth Ose Tifoona, S.Pd., meraih amanah baru sebagai Kepala UPTD SD Negeri Oehendak, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Pelantikan yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang pada Selasa (26/4/2026) itu menjadi momentum penting bagi Elisabeth untuk membawa perubahan positif di lingkungan sekolah dasar, khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter siswa.

Bagi Elisabeth, jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan tanggung jawab besar untuk mencetak generasi masa depan yang cerdas, disiplin, dan berakhlak baik.

Wanita kelahiran Ende, 2 September 1975, ini memulai karier sebagai tenaga honorer pada 1 Juni 2003. Setelah menunjukkan dedikasi dan kinerja yang konsisten, ia resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil pada 1 Januari 2007.

Selama lebih dari 20 tahun, Elisabeth mengabdi sebagai guru di SDI Perumnas I Kota Kupang. Pengalaman panjang itu menjadi modal penting dalam memimpin SD Negeri Oehendak ke arah yang lebih baik.

“Pendidikan bukan hanya soal mengajar, tetapi bagaimana membentuk karakter dan masa depan anak-anak,” ujarnya.

Sebagai kepala sekolah baru, Elisabeth menempatkan penguatan pendidikan karakter sebagai program utama. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan semangat belajar.

Salah satu program yang akan diterapkan adalah Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, makan sehat, aktif bermasyarakat, serta tidur tepat waktu.

Selain itu, budaya sekolah juga akan diperkuat melalui doa bersama, upacara bendera, gotong royong, serta berbagai kegiatan positif lainnya.

Elisabeth optimistis, dengan dukungan guru, orang tua, komite sekolah, dan pemerintah, SD Negeri Oehendak dapat berkembang menjadi sekolah yang unggul dan mampu melahirkan siswa berprestasi serta berkarakter kuat.

Kehadirannya sebagai kepala sekolah baru diharapkan menjadi energi baru bagi kemajuan pendidikan dasar di Kecamatan Maulafa dan Kota Kupang secara umum. (goe)




Tulus Membantu, Sejak 2025 Komunitas Ini Tambal Jalan di Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com – Kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan terus ditunjukkan Komunitas Peduli Lubang Jalan Kota Kupang (Kopelanku).

Sejak tahun 2025, komunitas ini secara konsisten turun langsung menambal jalan berlubang di berbagai wilayah Kota Kupang.

Dengan semangat gotong royong dan biaya swadaya, para anggota komunitas bergerak membantu memperbaiki ruas jalan yang rusak dan berpotensi membahayakan masyarakat.

Terbaru, Kopelanku kembali melakukan aksi sosial bersama Pemerintah Kelurahan Nefonaek dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kupang dengan menambal sejumlah lubang jalan di wilayah RT16/RW05, Kelurahan Nefonaek, Kecamatan Kelapa Lima, Senin (27/4/2026).

Beberapa titik jalan berlubang yang berada di tengah badan jalan diperbaiki menggunakan campuran semen, pasir, dan kerikil.

Setelah proses pengecoran selesai, jalan ditutup sementara agar material mengering sempurna sebelum dilalui kendaraan.

Pendiri Kopelanku, Daniel Para, menjelaskan bahwa gerakan ini lahir dari rasa peduli terhadap kondisi jalan di Kota Kupang yang kerap membahayakan pengendara.

“Sejak mulai bergerak pada 2025, kami sudah menambal lebih dari 60 titik jalan rusak. Semua dilakukan secara swadaya bersama anggota,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap kegiatan selalu diawali dengan koordinasi bersama pemerintah setempat dan Dinas PUPR agar penanganan berjalan tepat sasaran.

Lurah Nefonaek, Yosephina N. Ungirwalu, SP, mengapresiasi langkah nyata komunitas tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi kekuatan penting di tengah keterbatasan anggaran.

“Aksi seperti ini sangat membantu. Ini bentuk kepedulian warga yang patut diapresiasi,” katanya.

Keberadaan Kopelanku menjadi contoh bahwa perubahan bisa dimulai dari kepedulian sederhana. Dengan kerja nyata dan ketulusan, komunitas ini terus berkontribusi menciptakan jalan yang lebih aman dan nyaman bagi warga Kota Kupang. *




Undana Kupang Gelar Beauty Class Kartini, Perempuan Diajak Cantik dan Percaya Diri

Kupang, nwartapedia.com  – Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) menggelar kegiatan Beauty Class Kartini sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan perempuan di era modern. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat Undana, Sabtu (25/4/2026).

Mengusung tema “Perempuan Berdampak, Berdaya, Cantik, dan Percaya Diri,” acara ini diikuti puluhan peserta dari lingkungan kampus dan mendapat sambutan antusias.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng, jajaran Wakil Rektor, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Undana Ny. Astrid Jeanette Kambey-Bale.

Ketua DWP Undana, Ny. Astrid Jeanette Kambey-Bale, mengatakan bahwa kecantikan sejati tidak hanya dilihat dari penampilan luar, tetapi juga berasal dari rasa percaya diri dan kualitas diri seorang perempuan.

Menurutnya, perempuan yang percaya diri akan lebih siap mengambil peran penting dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat.

“Ketika perempuan merasa cantik dan percaya diri, maka ia akan lebih berani berkarya, berkembang, dan memberi dampak positif bagi sekitarnya,” ujarnya.

Selain memberikan motivasi, kegiatan ini juga menghadirkan sesi edukasi praktis mengenai tata rias wajah dan perawatan kulit yang tepat sesuai jenis kulit masing-masing peserta.

Ketua Panitia Ny. Sofi Taneo menjelaskan bahwa Beauty Class Kartini dirancang untuk menambah wawasan anggota DWP agar mampu tampil rapi, segar, dan profesional dalam berbagai aktivitas.

Dalam sesi praktik, DWP Undana berkolaborasi dengan PT Vita Farm (Viva Kosmetik) yang memberikan pelatihan langsung mengenai perawatan kulit dan teknik makeup harian.

Para peserta tampak antusias mengikuti arahan dari tim profesional dan mempraktikkan berbagai teknik rias sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari.

Sementara itu, Rektor Undana Prof. Jefri Bale menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai perempuan memiliki peran strategis sebagai pilar keluarga sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat.

“Kami mendukung kegiatan yang mampu meningkatkan kapasitas diri perempuan, karena perempuan yang percaya diri akan membawa dampak besar bagi keluarga dan lingkungan,” kata Rektor.

Melalui momentum Hari Kartini, Undana Kupang berharap kegiatan ini dapat memperkuat solidaritas antarperempuan sekaligus mendorong lahirnya perempuan-perempuan tangguh, mandiri, dan berdaya saing. *




Undana Buka Kesempatan Terakhir, Pendaftaran Wisuda Juni 2026 Diperpanjang

Kupang, nwartapedia.com  — Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi memperpanjang masa Pendaftaran Wisuda Undana untuk periode Juni 2026 guna memberikan kesempatan lebih luas bagi calon lulusan menyelesaikan proses administrasi akhir.

Batas waktu pendaftaran yang sebelumnya berakhir pada 27 April 2026 kini diperpanjang hingga Senin, 4 Mei 2026. Kebijakan ini diambil agar seluruh mahasiswa yang telah memenuhi syarat kelulusan dapat mengikuti prosesi wisuda mendatang.

Perpanjangan Pendaftaran Wisuda Undana berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari program Diploma, Sarjana, Profesi, Magister hingga Doktor.

Seluruh proses registrasi dilakukan secara daring melalui sistem SIADIKNONA Undana. Pihak kampus mengimbau mahasiswa untuk aktif berkoordinasi dengan operator program studi masing-masing guna memastikan data kelulusan tervalidasi dengan baik.

Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Undana juga meminta para calon wisudawan segera melengkapi seluruh dokumen persyaratan sebelum batas akhir pendaftaran ditutup.

Keterlambatan pengurusan administrasi, menurut pihak kampus, berpotensi menyebabkan penundaan status kelulusan ke periode wisuda berikutnya.

Setelah masa pendaftaran berakhir pada 4 Mei mendatang, pihak universitas akan melakukan proses verifikasi dan kurasi data secara menyeluruh.

Pengumuman resmi calon wisudawan yang dinyatakan layak atau eligible dijadwalkan akan diumumkan pada 25 Mei 2026.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., menyampaikan bahwa perpanjangan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk merampungkan seluruh kebutuhan administrasi akhir studi.

Menurutnya, kampus berharap tidak ada mahasiswa yang tertunda kelulusannya hanya karena kendala administrasi.

Untuk mendukung kelancaran layanan, Undana juga membuka kanal bantuan melalui surel bak@undana.ac.id. Selain itu, informasi lengkap dapat diakses melalui laman resmi universitas.

Langkah ini menegaskan komitmen Universitas Nusa Cendana dalam memberikan pelayanan prima bagi mahasiswa serta mendukung kelancaran proses menuju kelulusan. (MI)




Expo Panggilan Kolhua Kupang Resmi Dibuka, Dorong Generasi Muda Jawab Panggilan Tuhan

Kupang, nwartapedia.com — Expo Panggilan Kupang di Paroki Santo Fransiskus Asisi Kolhua resmi dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengki Malelak, Rabu (29/4/2026) sore.

Kegiatan Expo Panggilan Kupang digelar dalam rangka memperingati Minggu Panggilan Sedunia yang dirayakan umat Katolik setiap tahun pada Minggu keempat setelah Paskah.

Pembukaan acara diawali dengan pawai jalan kaki mengelilingi wilayah paroki dan berakhir di halaman gereja sebagai lokasi expo. Sedikitnya 14 komunitas hidup bakti turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Ketua Panitia, Frater David, mengatakan expo ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang perjumpaan bagi kaum muda untuk mengenal panggilan hidup.

Menurutnya, tema Mendengarkan Suara Tuhan di Tengah Arus Media Digital mengajak umat untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia digital dan kembali peka terhadap suara hati.

Pastor Paroki RD Longginus Bone dalam sambutannya menegaskan pentingnya keheningan batin di tengah derasnya arus digital. Ia menyebut panggilan Tuhan hadir secara pribadi dan dapat didengar dalam keheningan hati.

Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, RD Erik Kfun, menambahkan bahwa Expo Panggilan Kupang menjadi sarana memperkenalkan sukacita Injil dan kekayaan karisma hidup bakti.

“Di tengah dunia yang semakin bising oleh teknologi, panggilan hidup sebagai imam, suster, bruder maupun frater tetap relevan dan membahagiakan,” ujarnya.

Sementara itu, Hengki Malelak mengatakan kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun masa depan generasi muda Kota Kupang.

Ia menyoroti tantangan serius yang dihadapi remaja, termasuk dampak negatif media digital dan meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kota Kupang.

Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, mendukung penuh kegiatan yang mendorong tumbuhnya panggilan hidup serta pembentukan karakter generasi muda yang beriman dan bermoral.

Melalui Expo Panggilan Kupang, kaum muda diharapkan semakin terbuka hati untuk menemukan arah hidup dan berani menjawab panggilan Tuhan di tengah tantangan zaman. (goe)




Komunitas SMGM Meriahkan Minggu Panggilan di Kolhua Kupang, Gaungkan Semangat Pelayanan Umat

Kupang, nwartapedia.com — Komunitas SMGM Kupang turut ambil bagian dalam memeriahkan perayaan Minggu Panggilan di Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua, Kota Kupang, Rabu (29/4/2026).

Kehadiran Komunitas SMGM Kupang terlihat mencolok dengan balutan kaos merah marun berlogo SMGM.

Kehadiran mereka menjadi perhatian umat yang mengikuti rangkaian kegiatan gereja tersebut.
Sejumlah pengurus yang hadir di antaranya Koordinator SMGM

Keuskupan Agung Kupang Adrianus Ceme, Penasehat SMGM Anton Belle, Ketua Cabang Asisi Yohanes Mau, Agustinus Bello, Goris Takene, Noelsinas Ambros Ambun, serta anggota lainnya.

Partisipasi SMGM Kupang dalam kegiatan ini bukan sekadar memeriahkan acara, tetapi juga memperkenalkan komunitas awam Katolik yang aktif dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan.

SMGM atau Sahabat Monsinyur Gabriel Manek, SVD merupakan komunitas religius awam Katolik yang memiliki semangat melayani masyarakat, khususnya mereka yang miskin, sakit, dan terpinggirkan.
Dalam menjalankan misi, Komunitas SMGM Kupang berpegang pada prinsip 5M, yaitu Mengunjungi, Mendengarkan, Menyentuh, Menghibur, dan Mendoakan.

Melalui keterlibatan dalam Minggu Panggilan, SMGM Kupang berharap semakin banyak umat yang terdorong ambil bagian dalam pelayanan Gereja dan karya kasih di tengah masyarakat.
(goe)