Tak Jadi Pengawas Ujian, Guru SDN Sikumana 1 Kupang Tetap Produktif Siapkan Administrasi Pembelajaran

Kupang, nwartapedia.com  –  Guru di SDN Sikumana 1, Kota Kupang, tetap menunjukkan produktivitas di tengah pelaksanaan ujian sekolah.

Meski tidak mendapat tugas sebagai pengawas, para guru tetap hadir dan memanfaatkan waktu untuk menyelesaikan administrasi pembelajaran.

Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Decky Jois Kalukur, para guru aktif bekerja di ruang kelas yang sementara difungsikan sebagai ruang guru.

Mereka menyusun rencana pembelajaran, menyiapkan perangkat ajar, serta merancang soal untuk Ujian Semester II.

Kegiatan tersebut mencerminkan komitmen profesional guru dalam menjaga kualitas dan kesinambungan proses belajar mengajar, meskipun tidak terlibat langsung dalam pengawasan ujian.

Data sekolah mencatat, UPTD SDN Sikumana 1 memiliki total 341 siswa, dengan 44 siswa kelas VI yang saat ini sedang mengikuti ujian sekolah.

Guru kelas VI, Adriana Deo, menegaskan bahwa kehadiran di sekolah tetap menjadi bagian dari tanggung jawab profesi sebagai pendidik.

“Walaupun tidak mendapat tugas mengawas ujian, kami tetap masuk sekolah untuk menyelesaikan administrasi pembelajaran agar proses belajar ke depan lebih terarah dan berkualitas,” ujarnya.

Hal senada disampaikan guru kelas I, Yuliana Bulu. Ia menyebut momentum ujian dimanfaatkan untuk menuntaskan penyusunan perangkat evaluasi pembelajaran.

“Kami tetap hadir di sekolah sebagai bentuk tanggung jawab dalam menyiapkan pembelajaran yang lebih baik,” katanya.

Kepala Sekolah Decky Jois Kalukur menilai kedisiplinan guru menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Ia berharap budaya kerja positif tersebut terus dipertahankan.

“Komitmen guru untuk tetap hadir dan bekerja secara produktif menjadi bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan di sekolah,” tegasnya.

Suasana kerja yang kondusif terlihat dari keseriusan para guru dalam menyelesaikan tugas masing-masing.

Upaya ini sekaligus menunjukkan dedikasi tenaga pendidik dalam mempersiapkan pembelajaran yang lebih berkualitas bagi peserta didik. (goe)




Pencurian di SD Persitim Satu Airmata, Kepsek Apresiasi Ahmad Talib dan Minta CCTV

Kupang, nwartapedia.com – Kasus pencurian fasilitas pendidikan di SD Persitim Satu, Kelurahan Airmata, Kota Kupang, mendapat perhatian serius dari pihak sekolah.

Kepala sekolah, Sauda Palang Bolen, S.Sos., menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Kota Kupang, Ahmad Talib, atas pendampingan dalam proses pelaporan kasus tersebut.

Hal itu disampaikannya kepada media ini pada Rabu (5/5/2026), usai melaporkan kehilangan satu unit laptop dan infokus ke Polsek Kota Lama.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Ahmad Talib yang telah mendampingi kami dalam proses pelaporan ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peristiwa pencurian diperkirakan terjadi pada hari Minggu, setelah pihak sekolah mendapati perangkat yang disimpan di dalam lemari sudah tidak berada di tempat saat dilakukan pengecekan.

Selain menyampaikan apresiasi, ia juga menyoroti lemahnya sistem keamanan di lingkungan sekolah.

Menurutnya, belum adanya pagar pembatas menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya pencurian.

“Kami berharap ada perhatian lebih terhadap sarana sekolah, khususnya pembangunan pagar pembatas yang hingga kini belum memadai,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran sekolah menjadi kendala dalam penyediaan sistem keamanan tambahan seperti penjaga sekolah maupun pemasangan kamera pengawas (CCTV).

“Dengan kondisi keuangan yang terbatas, kami belum mampu menyediakan penjaga atau CCTV. Selama ini kami hanya mengandalkan bantuan warga sekitar,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap pemerintah melalui instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret guna meningkatkan keamanan sekolah, sehingga seluruh fasilitas pendidikan, khususnya yang berasal dari bantuan pemerintah, dapat terjaga dengan baik.

“Kami berharap ke depan sekolah ini bisa memiliki CCTV dan sistem keamanan yang memadai agar kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya.*




Ahmad Talib Kawal Laporan Pencurian Aset Sekolah, Soroti Lemahnya Sistem Keamanan

Kupang, nwartapedia.com  – Anggota DPRD Kota Kupang Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Talib mengawal langsung proses pelaporan kasus pencurian fasilitas pendidikan di SD Persitim Satu, Kelurahan Airmata, ke Polsek Kota Lama pada Rabu (5/5/2026).

Dalam pelaporan tersebut, Ahmad Talib mendampingi Kepala Sekolah SD Persitim Satu, Saudah P. Boleng, bersama Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Airmata, Abdul Haris Laudu.

Adapun barang yang dilaporkan hilang berupa satu unit laptop dan infokus yang sebelumnya tersimpan di ruang kantor sekolah.

Berdasarkan keterangan pihak sekolah, peristiwa pencurian diperkirakan terjadi pada awal pekan, tepatnya Senin, sebelum akhirnya diketahui dan dilaporkan secara resmi kepada aparat kepolisian.

Ahmad Talib menyampaikan kecaman tegas terhadap aksi pencurian tersebut.

Ia menilai kejadian ini tidak hanya merugikan secara materiil, tetapi juga berdampak langsung terhadap proses pembelajaran, mengingat perangkat yang hilang merupakan fasilitas utama yang dimiliki sekolah.

“Ini merupakan tindakan yang mencederai dunia pendidikan. Fasilitas tersebut sangat penting dalam mendukung kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendorong Dinas Pendidikan Kota Kupang untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di lingkungan sekolah.

Salah satu langkah yang dinilai mendesak adalah pemasangan kamera pengawas (CCTV) guna mencegah kejadian serupa terulang.

Menurutnya, peningkatan keamanan sekolah harus menjadi prioritas bersama demi menjamin keberlangsungan proses pendidikan yang aman dan kondusif.

Saat ini, kasus tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian dan masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. *




Wali Kota Kupang Perkuat Kolaborasi Revitalisasi Sekolah Bersama Pemerintah Pusat

Kupang, nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung percepatan program revitalisasi sekolah melalui kolaborasi erat dengan pemerintah pusat.

Hal tersebut disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI di Kupang, Selasa (5/5/2026), dalam rangka meninjau pelaksanaan bantuan revitalisasi sekolah.

Menurut Wali Kota, kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Kupang masih cukup besar, sehingga dukungan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam mempercepat pemerataan kualitas pendidikan.

Ia menyebutkan, pemerintah daerah juga berperan aktif melalui alokasi APBD untuk melengkapi pembangunan yang bersumber dari APBN, termasuk penambahan ruang kelas dan penataan lingkungan sekolah.

Selain itu, Pemkot Kupang telah mengajukan sejumlah proposal revitalisasi sekolah dan berharap dapat memperoleh tambahan dukungan pada tahap berikutnya.

Wali Kota menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang layak, aman, dan berkualitas bagi siswa.

Upaya ini diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan serta memperkuat daya saing generasi muda di Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur secara umum. *




BPS: Ekonomi NTT Triwulan I 2026 Tumbuh 5,32 Persen Secara Tahunan

Kupang, nwartapedia.com  –  Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan bahwa perekonomian NTT pada Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,32 persen secara tahunan (year-on-year).

Dalam rilis resmi yang disampaikan pada Selasa (5/5/2026), BPS mencatat nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTT atas dasar harga berlaku mencapai Rp37,88 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp20,42 triliun.

BPS menjelaskan, pertumbuhan tertinggi dari sisi lapangan usaha terjadi pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang mencapai 26,22 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan sebesar 19,92 persen.

Meski mencatat pertumbuhan tahunan yang positif, secara triwulanan (quarter-to-quarter) ekonomi NTT mengalami kontraksi sebesar 4,97 persen dibandingkan Triwulan IV 2025.

BPS mengungkapkan, kontraksi terdalam terjadi pada sektor konstruksi yang turun sebesar 19,34 persen.

Dari sisi pengeluaran, penurunan terbesar terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang terkontraksi hingga 45,29 persen, sejalan dengan pola realisasi belanja pemerintah di awal tahun anggaran.

Lebih lanjut, BPS menyebutkan struktur ekonomi NTT masih didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 28,34 persen.

Adapun dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi mencapai 64,43 persen.

BPS menilai, capaian ini menunjukkan ekonomi NTT tetap tumbuh secara tahunan meskipun menghadapi tekanan pada awal tahun 2026. *




Undana Dorong Pendirian EU Centre di Indonesia Timur

Kupang,nwartapedia.com  – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat langkah internasionalisasi dengan menjajaki pembentukan European Union (EU) Centre pertama di Indonesia Timur melalui kemitraan dengan Delegasi Uni Eropa di Indonesia.

Penjajakan ini menjadi bagian dari upaya strategis Undana dalam memperluas jejaring global, khususnya di bidang pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan kapasitas mahasiswa.

Komunikasi awal telah dilakukan oleh Kantor Urusan Internasional Undana dengan pihak Uni Eropa untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Dalam rencana kerja sama tersebut, Undana berpeluang mengimplementasikan Model European Union, sebuah simulasi proses pengambilan kebijakan di Uni Eropa yang bertujuan melatih kemampuan diplomasi, negosiasi, dan analisis mahasiswa, terutama dari rumpun ilmu sosial dan politik.

Selain itu, kerja sama ini juga membuka akses ke berbagai program unggulan Uni Eropa, seperti Horizon Europe untuk pendanaan riset serta program mobilitas internasional melalui skema Erasmus.

Melalui program tersebut, mahasiswa dan dosen Undana dapat memperluas pengalaman akademik di tingkat global.

Saat ini, kedua pihak tengah menyusun Nota Kesepahaman (MoU) yang akan menjadi dasar pelaksanaan berbagai program kolaboratif, termasuk kuliah umum, pengembangan kurikulum European Studies, hingga peluang kunjungan akademik ke kantor Delegasi Uni Eropa di Jakarta.

Ke depan, kehadiran EU Centre di Undana diharapkan tidak hanya meningkatkan reputasi institusi di tingkat internasional, tetapi juga mencetak lulusan yang adaptif, berwawasan global, dan mampu bersaing di era kolaborasi lintas negara, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur. *




SMA Katolik Giovanni Kupang Tegaskan Mutu Pendidikan Lewat Kelulusan 100 Persen

Kupang, nwartapedia.com  – SMA Katolik Giovanni Kupang kembali menunjukkan konsistensi dalam menjaga mutu pendidikan dengan mencatatkan kelulusan 100 persen bagi seluruh siswa kelas XII pada Tahun Pelajaran 2025/2026.

Sebanyak 340 siswa Angkatan ke-61 dinyatakan lulus, menegaskan keberhasilan sistem pendidikan yang diterapkan secara terstruktur, disiplin, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah tersebut.

Capaian ini tidak diposisikan sebagai hasil instan, melainkan sebagai akumulasi dari proses pembinaan yang dirancang sejak awal masa pendidikan.

Pihak sekolah menekankan bahwa keberhasilan tersebut merupakan refleksi dari sistem kerja internal yang berjalan konsisten, meskipun tidak selalu tampak di permukaan.

Proses pendidikan di SMA Katolik Giovanni Kupang dijalankan melalui pola yang terukur, mencakup kedisiplinan harian, metode pembelajaran terarah, serta evaluasi berkala yang berlapis.

Pendekatan ini bertujuan memastikan setiap siswa berkembang secara optimal, baik secara akademik maupun karakter.

Kepala Sekolah, Romo Drs. Stefanus Mau, Pr, menegaskan bahwa capaian kelulusan merupakan indikator dari efektivitas proses pendidikan yang berlangsung selama tiga tahun.

“Kelulusan bukan sekadar hasil akhir, tetapi bagian dari rangkaian proses pembinaan yang telah dirancang secara sistematis dan dijalankan dengan konsistensi tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, kelulusan dipandang sebagai titik transisi menuju jenjang berikutnya, baik di perguruan tinggi, sekolah kedinasan, maupun jalur pengabdian lainnya seperti TNI dan Polri.

Sekolah, menurutnya, tidak hanya berperan dalam menyelesaikan proses pendidikan formal, tetapi juga dalam mempersiapkan siswa menjadi pribadi yang memiliki integritas, karakter kuat, serta kemampuan beradaptasi di tengah tantangan global.

Berbeda dengan praktik umum, SMA Katolik Giovanni Kupang tidak mendorong perayaan kelulusan secara berlebihan.

Tidak terdapat kegiatan konvoi ataupun aksi coret-coret seragam sebagai bentuk ekspresi kelulusan.

Pendekatan ini diambil untuk menanamkan nilai kedewasaan serta penekanan bahwa keberhasilan akademik merupakan bagian dari tanggung jawab, bukan sekadar momentum selebrasi.

Selain kelulusan menyeluruh, kualitas pendidikan juga tercermin dari capaian individu siswa. Sepuluh siswa dengan nilai tertinggi menjadi representasi keberhasilan sistem pembinaan yang diterapkan secara konsisten.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang disiplin dan terarah mampu menghasilkan lulusan dengan daya saing yang kuat.

Keberhasilan ini turut didukung oleh kolaborasi yang solid antara pihak sekolah, orang tua, dan siswa. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang efektif dan berkelanjutan.

Sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Swasti Sari Keuskupan Agung Kupang, SMA Katolik Giovanni terus memperkuat komitmen dalam membentuk generasi yang unggul secara akademik serta memiliki nilai moral dan spiritual yang kokoh.

Kelulusan siswa dirangkaikan dalam kegiatan pelepasan dan penganugerahan medali alumni Angkatan ke-61 dengan mengusung tema:

“Luceat Lux Vestra – Melangkah Pasti, Memancarkan Terang di Setiap Jejak.”

Tema tersebut menjadi simbol arah dan harapan bagi para lulusan untuk terus membawa nilai-nilai kebaikan dalam perjalanan hidup mereka.

Sekretaris Yayasan Swasti Sari, Romo Guido Umbu Yami, dalam pesannya mengajak para lulusan untuk tetap berpegang pada nilai kebenaran serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.

Ia juga menekankan pentingnya kontribusi nyata, dimulai dari lingkungan terdekat, sebagai wujud tanggung jawab sosial para lulusan.

Capaian kelulusan 100 persen yang diraih SMA Katolik Giovanni Kupang kembali menegaskan bahwa sistem pendidikan yang dijalankan secara disiplin, konsisten, dan kolaboratif mampu menghasilkan lulusan berkualitas.

Lebih dari sekadar angka, keberhasilan ini menjadi indikator kuat bahwa proses pendidikan yang terencana dengan baik akan memberikan hasil yang berkelanjutan. *




Peletakan Batu Pertama TK Kristen Kupang, Pemerintah Perkuat Akses Pendidikan Anak Usia Dini

Kupang, nwartapedia.com  –  Upaya memperkuat kualitas pendidikan sejak usia dini terus dilakukan pemerintah melalui pembangunan sarana pendidikan yang memadai. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Taman Kanak-Kanak (TK) Kristen Kota Kupang di Kelurahan LLBK, Kecamatan Kota Lama, Senin (4/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, serta sejumlah pejabat penting, dan dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

Dalam rangkaian kegiatan, Menteri Abdul Mu’ti juga menyerahkan bantuan berupa tas sekolah kepada 32 anak sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Menteri menekankan bahwa pembangunan lembaga pendidikan anak usia dini merupakan langkah strategis dalam menciptakan generasi yang unggul di masa depan.

Ia menyebutkan bahwa pendidikan pada usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter, keterampilan dasar, serta kesiapan anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Menurutnya, pembangunan sekolah tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menghadirkan ruang belajar yang aman, ramah anak, dan mampu merangsang perkembangan anak secara menyeluruh.

Pemerintah pusat, lanjutnya, terus berkomitmen menghadirkan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di kawasan timur.

Pembangunan TK Kristen Kota Kupang menjadi bagian dari langkah tersebut agar tidak terjadi kesenjangan akses pendidikan.

Ia berharap pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik, sehingga fasilitas tersebut segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan di Kota Kupang sangat membantu dalam menjawab berbagai kebutuhan di lapangan.

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah sekolah di Kota Kupang masih membutuhkan perbaikan, baik dari segi bangunan maupun fasilitas pendukung pembelajaran.

“Kami masih menghadapi tantangan dalam pemerataan sarana pendidikan, sehingga dukungan dari pemerintah pusat sangat kami harapkan terus berlanjut,” ujarnya.

Wali Kota juga menegaskan bahwa pembangunan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan daerah dan bangsa.

Kepala TK Kristen Kota Kupang, Nortje R. Padaleti, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Ia berharap kehadiran gedung baru akan memberikan kenyamanan dan semangat belajar bagi anak-anak.

Pembangunan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang berkarakter, beriman, dan siap menghadapi tantangan masa depan, sejalan dengan visi pembangunan Kota Kupang sebagai kota yang maju dan berkelanjutan.*




Badan Pusat Statistik NTT Catat Kenaikan Signifikan Transportasi Udara dan Laut Maret 2026

Kupang, nwartapedia.com  –  Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan perkembangan positif pada sektor transportasi selama Maret 2026, ditandai dengan meningkatnya jumlah penerbangan, penumpang udara, serta aktivitas angkutan laut.

Jumlah penerbangan angkutan udara tercatat sebanyak 3.184 penerbangan, yang terdiri dari 1.593 keberangkatan dan 1.591 kedatangan.

Angka ini meningkat 25,45 persen dibandingkan Februari 2026 dan tumbuh 46,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi terbesar terhadap aktivitas penerbangan berasal dari Bandara El Tari dengan porsi 36,87 persen, diikuti Bandara Komodo sebesar 23,93 persen.

Sejalan dengan itu, jumlah penumpang angkutan udara mencapai 223.302 orang, meningkat 38,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 33,40 persen secara tahunan.

Di sektor angkutan laut, jumlah pelayaran tercatat sebanyak 5.640 perjalanan, naik 25,72 persen dibandingkan Februari 2026 dan meningkat 16,67 persen dibandingkan Maret 2025.

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan laut mencapai 431.469 orang, terdiri dari 213.048 penumpang turun dan 218.421 penumpang naik.

Secara bulanan angka ini meningkat 18,65 persen, meskipun secara tahunan mengalami penurunan sebesar 37,68 persen.

Secara keseluruhan, data ini mencerminkan peningkatan mobilitas masyarakat serta aktivitas transportasi di NTT, khususnya pada sektor udara yang menunjukkan pertumbuhan paling signifikan. *




Tenun Ikat Belu Siap Tampil di Ajang Persit Bisa 2026 Jakarta

Jakarta, nwartapedia.com  –  UMKM Cabang XVI Dim 1605 Belu siap ambil bagian dalam ajang Persit Bisa 2 Tahun 2026 yang digelar di Balai Kartini Jakarta pada 7–9 Mei 2026.

Berbagai persiapan telah dilakukan secara matang, mulai dari penyediaan kain tenun hingga penataan lokasi promosi yang kini telah memasuki tahap akhir.

Dalam ajang tersebut, Tenun Ikat Belu akan menampilkan motif unggulan Robamiki yang melambangkan kecantikan dan keanggunan perempuan.

Sebanyak 30 paket kain tenun berkualitas tinggi disiapkan untuk dipamerkan kepada publik nasional.

Karya-karya ini merupakan hasil sentuhan tangan terampil Ny. Cileberta, anggota Cabang XVI Dim 1605 Belu, yang terus menjaga kualitas dan nilai estetika tenun tradisional.

Tenun motif Belu Atambua sendiri dikenal sebagai salah satu warisan budaya tekstil khas Nusa Tenggara Timur.

Kain ini tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai simbol identitas, status sosial, serta bagian penting dalam berbagai upacara adat masyarakat.

Melalui ajang ini, UMKM Belu berharap tenun ikat khas daerah dapat semakin dikenal luas sekaligus memperkuat eksistensi budaya lokal di tingkat nasional. *