Kuasa Hukum Korban Desak Polres TTU Usut Tuntas Kasus Wendelinus Kefi

 

Kefamenanu,nwartapedia.com – Kuasa hukum korban Wendelinus Kefi, Dominikus Gervandy Boymau, SH, dan Jerimias F. Bani, SH, resmi mendampingi klien mereka dalam pelaporan kasus ke Polres Timor Tengah Utara (TTU) pada 13 Februari 2025. Laporan tersebut terdaftar dengan Nomor: STTLP/39/II/YAN.2.5/2025/RES TTU/POLDA NTT.

Dalam keterangannya, kuasa hukum korban meminta Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, melalui penyidik Reskrim Polres TTU, untuk memastikan proses penyelidikan dan penyidikan berjalan secara transparan.

Menurut mereka, transparansi sangat penting untuk menjamin keadilan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum.

“Kami mengharapkan penyelidikan yang transparan agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang. Transparansi juga mencegah spekulasi dan memastikan semua proses berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar Dominikus Gervandy Boymau, SH kepada media ini pada Sabtu (22/02/2025).

Setelah transparansi itu kuasa hukum juga meminta untuk secepatnya gelar dan naikan ke tahap penyidikan guna menetapkan tersangka dan sesegera mungkin melakukan penangkapan dan penahanan terhadap Yosep Siki..

Lebih lanjut, kuasa hukum korban juga menyatakan akan melaporkan Yosep dan saksi-saksi lain yang diduga memberikan keterangan palsu.

Mereka menegaskan bahwa memberikan kesaksian tidak benar adalah pelanggaran serius yang diatur dalam Pasal 242 KUHP, dengan ancaman pidana hingga 7 tahun penjara.

Jika keterangan palsu tersebut merugikan korban secara signifikan, ancaman hukuman bisa meningkat hingga 9 tahun penjara.

“Kami berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus ini, menangkap pelaku, dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. Ini bukan hanya demi keadilan bagi korban, tetapi juga demi menjaga integritas hukum di tengah masyarakat,” tegas Jerimias F. Bani, SH.

Kuasa hukum menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan bahwa hak-hak korban terlindungi sepenuhnya.

 

(MI)




Wali Kota Kupang Tegaskan Efisiensi Anggaran dan Peningkatan Pelayanan Publik

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan yang efisien dan berorientasi pada pelayanan publik. Dalam sambutannya pada acara resmi di Balai Kota Kupang, ia menyampaikan bahwa efisiensi menjadi salah satu arahan utama Presiden Prabowo Subianto yang akan diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.

“Efisiensi yang diinginkan Presiden Prabowo harus kita jalankan. Anggaran akan digunakan secara bijak, dan perjalanan dinas hanya dilakukan untuk keperluan yang benar-benar penting serta berdampak langsung pada pelayanan masyarakat,” ujar dr. Christian Widodo.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Kupang akan memangkas anggaran perjalanan dinas yang tidak esensial. Dr. Christian menekankan bahwa pendekatan efisiensi ini sudah diterapkan di berbagai kementerian, dan kini menjadi kewajiban di tingkat daerah.

Lebih lanjut, dr. Christian mengajak seluruh jajaran Pemkot Kupang untuk bekerja dalam satu tarikan napas dan frekuensi. Ia ingin memastikan bahwa semua elemen pemerintahan bergerak seirama demi pelayanan yang lebih baik.

“Kami ingin semua seirama. Kami akan memulai dari hal sederhana, seperti kebersihan di kantor pemerintahan. Kantor Wali Kota dan OPD harus menjadi contoh, harus bersih. Lead by example,” tegasnya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa dirinya dan Wakil Wali Kota, Serena Cosgrova Francis, akan memprioritaskan penanganan sampah di Kota Kupang. Mereka berkomitmen menjadikan kebersihan sebagai budaya yang diterapkan secara konsisten.

Dalam gaya kepemimpinannya, dr. Christian menekankan prinsip suaviter in modo, fortiter in re – lembut dalam pendekatan, tetapi tegas dalam tujuan.

“Saya akan tetap tersenyum dan lembut dalam menyampaikan sesuatu, tetapi tegas dalam mengambil keputusan. Pemerintah tidak lagi memerintah, tetapi melayani. To govern is to serve. Saya ingin moto ini terpampang di kantor-kantor pelayanan publik sebagai pengingat bahwa masyarakat adalah prioritas kita,” katanya.

Dr. Christian juga menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot Kupang untuk responsif terhadap kebutuhan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan cepat dan tepat, serta memastikan semua kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

Dalam visinya, dr. Christian ingin menjadikan Kota Kupang sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Surabaya dan Bandung. Ia menekankan bahwa kebersihan kota dan pengembangan sumber daya manusia menjadi prioritas.

“Kita ingin Kota Kupang tidak kalah dalam hal sumber daya manusia dan kebersihan. Kebijakan yang kami terapkan akan mendorong masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Semua harus berpartisipasi,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari komitmennya, mulai Jumat (21/2), dr. Christian akan mengikuti retreat di Magelang bersama para kepala daerah selama delapan hari. Sementara itu, Wakil Wali Kota Serena akan tetap menjalankan roda pemerintahan di Kupang sebelum bergabung pada 27 Februari 2025, dengan tetap berkoordinasi dengan Sekda Kota 

Mengakhiri sambutannya, dr. Christian mengutip filosofi kepemimpinan yang menginspirasi: “Kapal paling cantik adalah yang berada di dermaga, tetapi ingat, kapal dibuat bukan untuk diam di dermaga, melainkan untuk menghajar gelombang di lautan. Begitu pula dengan kita. Percuma tampak baik di luar, tetapi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Acara tersebut dihadiri oleh istri Wali Kota, dr. Widya Cahya, keluarga besar dari dr. Christian Widodo dan Serena Cosgrova Francis, termasuk Bapak Fary Djemi Francis dan Ibu Yoca Francis Johanes. Hadir pula Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Elvis Odja, Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE., M.Si., jajaran kepala perangkat daerah Pemkot Kupang, serta perwakilan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), termasuk David Daud, Muhammad Ramli, dan Junaidin, bersama para anggota DPRD Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang.

Dengan semangat baru ini, dr. Christian Widodo dan Serena Cosgrova Francis bertekad membawa Kota Kupang ke arah yang lebih baik, dengan pemerintahan yang bersih, efisien, dan mengutamakan pelayanan masyarakat. **




Dorong Wirausaha Milenial, Wakil Wali Kota Kupang Jalin Kerja Sama Strategis dengan Kementerian UMKM 

Jakarta,nwartapedia.com  – Hari pertama usai dilantik, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, langsung menginisiasi langkah konkret dengan mengadakan pertemuan bersama Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Helvi Yuni Moraza, pada Jumat malam (21/2) di Kemang, Jakarta Selatan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh beberapa pemangku kepentingan lainnya, termasuk perwakilan sektor perbankan dan lembaga yang bergerak di bidang pengembangan UMKM.

Inisiatif ini menjadi langkah awal Serena dalam menjalin kerja sama strategis untuk memajukan UMKM di Kota Kupang, khususnya dalam mendorong generasi milenial terjun ke dunia wirausaha.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza, menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan UMKM di Kota Kupang.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat sangat penting dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan wirausaha muda. Kami siap mendukung setiap program yang dapat memberdayakan pelaku usaha di daerah,” ujar Helvi.

Sebagai tindak lanjut, telah dijadwalkan pertemuan lanjutan pada Selasa, 25 Februari 2025, di kantor Kementerian UMKM.

Pertemuan tersebut bertujuan merumuskan langkah konkret dan program kerja sama yang akan diimplementasikan guna mendukung pengembangan UMKM di Kota Kupang.

Langkah proaktif ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam memberdayakan ekonomi lokal melalui pengembangan UMKM serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam sektor wirausaha.

Diharapkan, kolaborasi ini dapat membuka peluang baru bagi wirausaha muda Kupang untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. ***




Wali Kota Kupang Gelar Syukuran Usai Dilantik Presiden Prabowo

 

Jakarta,,nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menggelar jamuan makan malam sebagai ungkapan syukur atas pelantikan mereka yang berlangsung pagi tadi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta. Acara ini berlangsung pada Kamis (20/2) di Oemah Resto, Jakarta Selatan.

Acara syukuran ini dihadiri oleh keluarga besar kedua pemimpin daerah tersebut, termasuk istri Wali Kota, dr. Widya Cahya, Bapak Fary Djemi Francis, Ibu Yoca Francis Johanes, serta saudara kandung seperti dr. Irene Widodo beserta suami, dr. Frisky Vania Francis, dan Fhytho Benjiro Juando Francis, S.M.

Sejumlah pejabat Pemerintah Kota Kupang juga turut hadir, di antaranya Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Elvis Odja, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE., M.Si., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jeffry E. Pelt, SH., serta Asisten Administrasi Umum, Yanuar Dally, SH., M.Si.

Selain itu, hadir pula Ketua PSI Kabupaten Kupang, David Daud, Anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi PSI, Muhammad Ramli, Ketua Fraksi PSI DPRD Provinsi, Junaidin, serta anggota DPRD Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang.

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan mereka hingga titik ini.

Ia menegaskan bahwa salah satu arahan Presiden Prabowo adalah efisiensi dalam pemerintahan, yang akan segera diterapkan di lingkungan Pemkot Kupang.

“Efisiensi yang diinginkan Presiden Prabowo harus kita jalankan. Kita akan menggunakan anggaran secara lebih bijak, termasuk mengurangi anggaran perjalanan dinas yang tidak berdampak langsung pada pelayanan publik,” ungkap dr. Christian Widodo.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keselarasan kerja di seluruh jajaran Pemkot Kupang untuk bergerak cepat melayani masyarakat. Ia juga menyoroti program prioritas penanganan sampah sebagai langkah awal mewujudkan Kupang yang lebih bersih dan maju.

“Kami ingin kita semua seirama. Pemerintah tidak lagi memerintah, tapi melayani. To govern is to serve. Ini harus menjadi prinsip kerja kita semua,” tegasnya.

Sebagai penutup, dr. Christian Widodo mengutip filosofi kepemimpinan yang menginspirasi yakni Kapal paling cantik adalah yang berada di dermaga, tetapi kapal dibuat bukan untuk diam di dermaga, melainkan untuk menghajar gelombang di lautan. Begitu pula dengan kita. Percuma tampak baik di luar jika tidak bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan semangat baru ini, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang berkomitmen membawa perubahan positif bagi Kota Kupang, menciptakan pemerintahan yang efisien, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Saya telah menyusun draf berita online sesuai permintaan. Silakan tinjau dan informasikan jika ada yang perlu disesuaikan.m,”pungkasnya. “””




Peak Solutions Kupang Resmi Dibuka, Hadirkan Berbagai Layanan Bisnis di NTT

 

Kupang,nwartapedia.com  – Chief Executive Officer (CEO) Peak Solutions Group (PSG), Ferdy Serah, secara resmi membuka cabang terbaru, Peak Solutions Kupang, di samping Gereja Gloria, Kelurahan Kayu Putih, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Acara grand opening ini dihadiri oleh Pendeta Tommy Hanas, warga sekitar, pihak keluarga, kerabat, partner bisnis, serta para karyawan.

Acara dimulai dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng sebagai simbol peresmian dan ungkapan rasa syukur.

Bertepatan dengan acara ini, Ferdy Serah juga merayakan ulang tahunnya yang ke-39.

Dalam sambutannya, Ferdy Serah mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh tamu undangan serta karyawan yang telah berkontribusi dalam perjalanan bisnisnya.

Ia mengenang awal mula membangun Peak Solutions sejak tahun 2014, yang saat itu masih dijalankannya sendiri.

Dengan kerja keras dan dedikasi, ia akhirnya berhasil membuka kantor di Bali pada tahun 2019 dengan 22 karyawan.

“Saya berprinsip, jika ada kesempatan, meskipun menghasilkan sedikit atau banyak, saya tetap akan menjalankannya. Saat ini, di kampung halaman saya, Rote Timur, saya juga sedang mengembangkan usaha kopra dan arang batok kelapa untuk pabrik briket di Pulau Jawa dan luar negeri,” ujar Ferdy.

Peak Solutions Kupang menghadirkan beberapa unit bisnis, termasuk Peak Property & Legal, Peak Garasi Klasik Kustom, Meredith Skincare, serta Peak Barbershop & Beauty Salon.

Pemilihan Kota Kupang sebagai lokasi ekspansi didasarkan pada pertumbuhan pesat kota ini serta koneksi pribadi Ferdy dengan tanah kelahirannya di NTT.

Peak Barbershop & Beauty Salon menawarkan konsep pelayanan seperti di Bali, dengan harga terjangkau dan fasilitas yang nyaman.

Beberapa layanan yang tersedia meliputi:

1. Hair Services: Creambath, cuci catok, masker rambut, smoothing, gunting, dan pewarnaan.

2. Nail Services: Manicure, pedicure, nail polish, dan cat eye.

3. Barbershop: Pangkas biasa anak dan dewasa, pangkas lengkap, serta pangkas mewah.

Peak Garasi Klasik Kustom ditujukan bagi pecinta motor klasik dan kustom di Kota Kupang.

Harga motor klasik berkisar antara Rp12 juta hingga Rp15 juta, sedangkan motor kustom mulai dari Rp15 juta.

Selain dijual secara tunai atau kredit, motor-motor ini juga bisa disewa dengan tarif harian, Rp100 ribu untuk motor klasik dan Rp200 ribu untuk motor kustom.

Ferdy juga mengungkapkan rencana ekspansi lebih lanjut dengan membuka cabang baru di wilayah Walikota dan Oesapa.

“Saya berharap usaha ini berkembang dengan baik dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Nantinya, dana CSR dari perusahaan akan digunakan untuk kegiatan sosial,” tambahnya.

Grand opening ini bukan sekadar perluasan bisnis, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kupang.

Ferdy berharap bisa menginspirasi kaum milenial untuk terus berusaha dan bekerja keras dalam mencapai kesuksesan.

Acara diakhiri dengan pembagian nasi kotak kepada pengendara yang melintas sebagai bentuk kepedulian sosial dari Peak Solutions Kupang. (MN)




Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Terpilih Pimpin Rapat Persiapan Pelantikan Serentak Kepala Daerah

 

Jakarta,nwartapedia.com  – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) terpilih, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Wakil Gubernur terpilih, Johanis Asadoma, memimpin Rapat Koordinasi Teknis Pelantikan Serentak Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Rapat ini berlangsung di Ballroom Hotel Lume’os, Jakarta, dan dihadiri oleh para Bupati/Walikota terpilih beserta wakilnya serta pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

Turut hadir dalam rapat ini Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Kosmas Lana, Wakil Ketua DPRD NTT, Fernando Soares, serta perwakilan Tim Transisi Frans Sarong dan H. Moh. Ansor.

Dalam arahannya, Gubernur NTT terpilih Melki Laka Lena menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental seluruh kepala daerah menjelang pelantikan serentak yang akan dipimpin langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Saya harapkan seluruh Bupati, Wakil Bupati, Walikota, dan Wakil Walikota dapat mempersiapkan diri dengan baik. Rangkaian kegiatan akan sangat padat, sehingga diperlukan kesiapan fisik dan teknis agar semuanya berjalan dengan lancar,” tegas Melki.

Setelah pelantikan di Istana Negara pada 20 Februari 2025, sejumlah agenda penting telah disusun untuk memastikan transisi kepemimpinan berjalan mulus.

Pelantikan TP PKK tingkat Provinsi akan dilaksanakan pada sore harinya.
 Serah Terima Jabatan (Sertijab) Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, yang dilanjutkan dengan syukuran pelantikan di Ballroom Tribrata Hotel and Convention Centre.

Gubernur terpilih juga menegaskan pentingnya kehadiran seluruh kepala daerah dalam acara sertijab dan syukuran ini. Setelah itu, mereka dijadwalkan berangkat ke Magelang untuk mengikuti pembekalan kepemimpinan.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT terpilih, Johanis Asadoma, menyampaikan bahwa dirinya akan berkantor sementara di Jakarta setelah pelantikan sebelum berangkat ke Magelang pada 27 Februari 2025.

“Selama saya berkantor di Jakarta, saya akan melakukan pengecekan terhadap aset-aset pemerintah daerah serta melakukan koordinasi dengan beberapa kementerian terkait. Para Wakil Kepala Daerah dari NTT juga akan mengikuti retreat di dua hari terakhir,” ujar Johanis.

Dalam penutupan rapat, Gubernur terpilih Melki Laka Lena menyampaikan sejumlah keputusan strategis yang akan menjadi pedoman dalam proses transisi kepemimpinan di NTT.

Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati/Walikota se-NTT akan dilaksanakan di Kupang pada 1 Maret 2025, sehari setelah pembekalan di Magelang selesai.

 Pelantikan TP PKK tingkat Kabupaten/Kota akan dilakukan pada hari yang sama setelah Sertijab.

Selama kepala daerah mengikuti pembekalan, tugas pemerintahan akan didelegasikan kepada Sekretaris Daerah di masing-masing wilayah.

“Saya memilih tanggal 1 Maret 2025, yang jatuh pada hari Sabtu, agar pada minggu pertama bulan Maret seluruh Kepala Daerah dan Wakilnya sudah siap berkantor dan langsung bekerja untuk masyarakat,” jelas Melki.

Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang solid, transisi kepemimpinan di NTT diharapkan berjalan lancar. Pelantikan dan pembekalan ini menjadi langkah awal bagi para pemimpin daerah untuk segera bekerja dan mewujudkan program-program prioritas demi kesejahteraan masyarakat NTT.

(Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)




Kuasa Hukum Kepala Desa Napan Bantah Tuduhan Pengeroyokan: Klien Kami Justru Korban

Kefamenanu,nwartapedia.com  – Kepala Desa Napan, Wendelinus Kefi, kini menghadapi tuduhan pengeroyokan setelah Yoseph Restu Siki melaporkannya ke polisi dengan LP/GAR/B/11/2025/SPKT/SEK MIOTIM/POLRES TTU/POLDA NTT pada 12 Februari 2025.

Namun, kuasa hukum Wendelinus, Dominikus G. Boimau, S.H., dan Jeremias F. Bani, S.H., membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa klien mereka tidak bersalah, bahkan menjadi korban dalam insiden tersebut.

“Tuduhan ini tidak berdasar. Bukti dan keterangan saksi di lokasi kejadian justru menunjukkan bahwa Wendelinus Kefi tidak melakukan pengeroyokan, melainkan berusaha menenangkan situasi,” ujar Dominikus G. Boimau kepada media ini pada Senin (17/02/2025).

Dua saksi yang berada di tempat kejadian perkara (Yohanes A. Snai dan Roberto Kolo) menyatakan bahwa tidak ada pengeroyokan yang dilakukan oleh Wendelinus Kefi.

Mereka justru menyaksikan perkelahian antara Yoseph Restu Siki dan Roni Siki.

“Kami ada di lokasi saat kejadian. Yang berkelahi itu Yoseph dan Roni, bukan kepala desa. Justru Pak Wendelinus yang mencoba melerai,” ungkap Yohanes A. Snai.

Lebih lanjut, laporan polisi lainnya (STTLP/39/II/YAN.2.5/2025/RES TTU) menunjukkan bahwa Wendelinus Kefi justru mengalami luka lebam di leher akibat dicekik oleh Yoseph Restu Siki, yang saat itu diduga dalam keadaan mabuk berat.

Kronologi Kejadian: Dari Evaluasi Kinerja hingga Perkelahian

Insiden ini bermula saat berlangsungnya Musyawarah Desa Khusus (MUSDESUS) yang dihadiri oleh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, serta perwakilan kecamatan.

Seusai acara, peserta berkumpul untuk menikmati hidangan makan malam yang disertai musik sebagai bentuk relaksasi.

Di tengah suasana santai, Yoseph Restu Siki, yang menjabat sebagai Kaur Umum, tiba-tiba mengajukan evaluasi kinerja kepala desa dengan nada tinggi. Saat itu, ia diduga berada di bawah pengaruh alkohol.

“Kepala desa mencoba menenangkan Yoseph dan mengajaknya berbicara di dalam ruangan agar situasi tidak semakin memanas. Namun, Yoseph justru merespons dengan agresif dan langsung mencekik leher Wendelinus Kefi hingga menyebabkan luka lebam,” jelas Jeremias F. Bani.

Melihat kejadian itu, beberapa perangkat desa dan pendamping bergegas melerai pertikaian. Yoseph kemudian diarahkan ke luar ruangan untuk menenangkan diri.

Namun, beberapa saat kemudian, ia berlari ke arah Roni Siki, menendangnya hingga jatuh, sehingga perkelahian pun terjadi.

“Saat itu kepala desa berusaha mendamaikan Yoseph dan Roni. Namun, Yoseph masih emosi dan merasa tidak puas, hingga akhirnya menangis dan mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap pukulan Roni,” tambah kuasa hukum.

Setelah insiden tersebut, Wendelinus meminta Yoseph untuk pulang dan beristirahat, serta berjanji akan membahas masalah ini secara baik-baik keesokan harinya.

Kuasa Hukum: Kami Akan Buktikan Bahwa Klien Kami Tidak Bersalah

Menanggapi laporan tersebut, tim kuasa hukum Wendelinus Kefi menegaskan bahwa mereka akan menghormati proses hukum dan bersikap kooperatif, namun juga siap untuk membuktikan bahwa laporan terhadap klien mereka tidak memiliki dasar yang kuat.

“Kami akan menghadirkan saksi dan bukti yang menunjukkan bahwa Wendelinus Kefi tidak terlibat dalam pengeroyokan. Kami juga berharap aparat penegak hukum bertindak secara objektif dan profesional agar tidak ada pihak yang dirugikan,” tegas Dominikus G. Boimau.

Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan di Polsek Miomaffo Timur, Polres TTU, Polda NTT.

Sementara itu, masyarakat Desa Napan berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan tanpa mengganggu stabilitas pemerintahan desa. (MI)




Danrem 161/Wira Sakti Tinjau Patok Batas RI-RDTL di Naktuka, Tegasksn Kedaulatan Wilayah 

Kupang,nwartapedia.com – Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M., bersama Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 15/DBY Letkol Arh Reindi Tri Setyo Nugroho dan Komandan Pengamanan Perbatasan RDTL Superintendente Policia Letkol Polisi Euclides Belo, meninjau langsung patok batas negara antara Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) di Naktuka, Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang.

Dalam inspeksi tersebut, Danrem 161/Wira Sakti menegaskan komitmen TNI dalam menjaga batas negara dan memastikan keabsahan patok yang telah ditetapkan berdasarkan kesepakatan kedua negara.

“Kami mengecek langsung sejumlah patok batas negara di sepanjang wilayah perbatasan Indonesia dengan Oeccusi, termasuk area persawahan yang selama 25 tahun tidak digarap,” ujar Brigjen Joao Xavier dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat dan perangkat desa di Pos Oepoli Tengah, Jumat (14/02/2025).

Sebagai Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) Satgas Pamtas RI-RDTL, Brigjen Joao Xavier menegaskan bahwa patok-patok batas negara tidak bisa diubah atau dipindahkan secara sepihak.

“Secara hukum internasional, setiap patok yang menjadi titik koordinat batas negara sudah dipatenkan dan tidak bisa digeser atau diubah. Ini adalah hasil kesepakatan antara Indonesia dan Timor Leste,” tegasnya.

Dalam menentukan batas negara, digunakan sistem Common Border Datum Reference Frame (CBDRF), yang menjadi patokan utama dalam memastikan keakuratan letak setiap patok.

“TNI AD akan terus menjaga perbatasan Indonesia-Timor Leste, meskipun masih ada beberapa titik yang belum terselesaikan secara resmi. Kami berharap proses penyelesaiannya bisa segera dipercepat,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bapak Raja Tom Kameo, salah satu tokoh adat wilayah Amfoang, menegaskan bahwa Naktuka merupakan bagian dari Kerajaan Amfoang berdasarkan kesepakatan adat.

“Para raja dari Anbenu dan Amfoang sudah sepakat, disaksikan oleh Raja Naekake, bahwa batas wilayah adat menyusuri Sungai Noelbesi hingga muara Kolam Besak. Ini menegaskan bahwa Naktuka adalah bagian dari wilayah adat Amfoang,” jelasnya.

Ia juga menyoroti persoalan lahan di Naktuka, yang sejak Timor Leste merdeka pada tahun 1999 tidak lagi dikelola oleh warga Indonesia karena masih dalam status sengketa.

“Selama 25 tahun terakhir, saudara-saudara kami dari Anbenu telah mengolah lahan persawahan di Naktuka. Kami serahkan kepada Bapak Danrem untuk memperjuangkan penyelesaian batas ini sesuai dengan keputusan adat dan hukum yang berlaku,” katanya.

Lebih lanjut, Raja Tom Kameo mengungkapkan bahwa sebelum pemisahan Timor Leste dari Indonesia, tanah di Naktuka telah dikelola oleh masyarakat setempat yang memiliki lebih dari 200 sertifikat resmi. Namun, hingga saat ini, mereka tidak bisa menggarap lahan tersebut karena khawatir memicu konflik.

“Masyarakat yang memiliki sertifikat sah ingin mengelola tanah mereka kembali, tetapi mereka takut menciptakan ketegangan di perbatasan,” pungkasnya.

Kunjungan Danrem 161/Wira Sakti ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara aparat keamanan Indonesia dan Timor Leste dalam menjaga stabilitas di wilayah perbatasan.

Turut hadir dalam patroli bersama ini, antara lain Dandim 1604/Kupang Kolonel Inf Wiwit Jalu Wibowo, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Letkol Arh Reindi Tri Setyo Nugroho, Wadanramil Naikliu Kapten Inf Said Muhamad,  Perwira Topografi Satgas Pamtas Kapten CPT Edi Handoko, Danunit Intel Kodim 1604/Kupang Kapten Inf Donatus Jelatu, Komandan Pengamanan Perbatasan RDTL Superintendente Policia Euclides Belo beserta jajarannya.  (Penrem)




Christian Widodo Pastikan Pembayaran TPP ASN Rutin dan Tepat Waktu

Kupang,nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang terpilih, dr. Christian Widodo, mengapresiasi langkah yang diambil oleh Penjabat (Pj.) Wali Kota Kupang, Linus Lusi, dalam merealisasikan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN.

Menurutnya, kebijakan tersebut telah sesuai dengan kesepakatan yang telah disusun sebelumnya untuk memastikan hak ASN tetap terjamin.

“Pak Penjabat telah menjalankan hasil diskusi kami sebelumnya untuk memastikan ASN mendapatkan hak mereka,” ujar Christian Widodo.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintahan yang akan ia pimpin bersama Serena C. Francis sebagai Wakil Wali Kota Kupang akan menjadikan pembayaran hak-hak ASN sebagai prioritas utama.

“Kedepan, kami pastikan TPP ASN akan dibayarkan secara rutin dan tepat waktu setiap bulan. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berpihak kepada semua elemen masyarakat, termasuk ASN,” tegasnya.

Pasangan dr. Christian Widodo dan Serena C. Francis, yang terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang periode 2025-2030, dijadwalkan akan mulai menjalankan pemerintahan secara resmi dalam waktu dekat.

ASN Kota Kupang Sambut Baik Kepastian Pembayaran TPP
Kebijakan ini mendapat respons positif dari para ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kupang. Sejumlah pegawai menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepastian pembayaran TPP, yang selama ini menjadi hak mereka.

“Kami sangat bersyukur karena akhirnya ada kejelasan mengenai TPP. Ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar salah satu ASN yang enggan disebutkan namanya.

Dengan adanya regulasi yang jelas, diharapkan pembayaran TPP ASN dapat berjalan lancar dan mendukung peningkatan kinerja aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Kupang.

Linus Lusi Sahkan Perwali TPP ASN
Sebelumnya, Pj. Wali Kota Kupang, Linus Lusi, telah menandatangani Peraturan Wali Kota (Perwali) Tahun 2025 mengenai pembayaran TPP bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kupang. Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk menjamin kesejahteraan ASN dan meningkatkan efektivitas birokrasi.

Dengan diterbitkannya Perwali ini, TPP ASN untuk bulan Januari 2025 dapat segera dicairkan. Sementara itu, mulai Februari 2025, pembayaran TPP akan dilakukan secara rutin setiap bulan, sebagaimana ditegaskan oleh dr. Christian Widodo dan Serena C. Francis.

Linus Lusi: TPP ASN Segera Direalisasikan
Pj. Wali Kota Kupang, Linus Lusi, menegaskan bahwa pembayaran TPP ASN menjadi salah satu prioritas utamanya. Hal ini ia sampaikan dalam pertemuan dengan Wali Kota Kupang terpilih, dr. Christian Widodo, pada Minggu, 16 Februari 2025.

“Saya telah melaporkan perkembangan realisasi pembayaran TPP bulan Januari 2025 kepada Wali Kota terpilih. Instruksi juga sudah saya berikan kepada Sekda Kota Kupang, Asisten III, Plt Kadis, dan Kepala Bapeda agar segera merealisasikan hak-hak ASN,” ujar Linus Lusi dalam sebuah video yang beredar pada Senin, 17 Februari 2025.

Ia menegaskan bahwa konsistensi dalam pencairan TPP sangat penting agar kesejahteraan ASN tetap terjaga dan pelayanan publik berjalan optimal.

“Semoga pembayaran ini terus berjalan lancar setiap bulan, sehingga ASN menerima haknya tepat waktu,” tambahnya.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah saat ini dan pemerintahan mendatang, diharapkan kebijakan ini dapat berjalan tanpa kendala dan memberikan manfaat bagi ASN serta masyarakat Kota Kupang. **




Pj. Gubernur NTT Andriko Noto Susanto Akhiri Masa Jabatan dengan Dorongan Swasembada Pangan di Rote Ndao

Rote Ndao,nwartapedia.com  – Menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Penjabat (Pj.) Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rote Ndao pada Sabtu (15/2) hingga Minggu (16/2).

Dalam kunjungan ini, ia meninjau sektor pertanian dan perikanan, serta memberikan arahan kepada masyarakat untuk memaksimalkan potensi daerah guna mencapai swasembada pangan.

Didampingi Pj. Bupati Rote Ndao, Order Max Sombu, unsur Forkopimda, Camat Landu Leko Daniel Bola, dan Camat Rote Timur Meliand Elferet Irwan Bulan, Pj. Gubernur memulai kunjungan dengan meninjau lahan persawahan di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko.

Ia mengimbau para petani untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan guna meningkatkan produksi pertanian.

“Ketika saya pertama kali ditugaskan sebagai Pj. Gubernur NTT, tempat pertama yang saya kunjungi adalah Rote. Kini, di akhir masa jabatan saya, saya kembali ke sini. Saya melihat Rote memiliki banyak potensi lahan yang perlu dimanfaatkan secara optimal,” ujar Andriko.

Ia menekankan pentingnya menanam berbagai komoditas seperti padi, jagung, serta tanaman hortikultura seperti bawang dan cabai. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor beras, melainkan mampu mengekspor hasil pertanian ke luar negeri.

Dalam kunjungan ke PT. Cakrawala Lautan Abadi (CLA), perusahaan budidaya lobster di perairan Mulut Seribu, Desa Pukuafu, Kecamatan Landu Leko, Pj. Gubernur menyampaikan apresiasi atas potensi besar sektor perikanan di Rote Ndao.

“Lobster adalah komoditas masa depan pangan internasional. NTT memiliki kekayaan laut yang luar biasa, yang harus kita jaga dan manfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pj. Gubernur juga menyoroti tantangan dalam budidaya lobster, seperti biaya operasional tinggi, waktu budidaya yang lama, dan metode perawatan yang harus diperhatikan dengan baik agar dapat bersaing di pasar global.

Sebagai penutup kunjungan, Andriko Noto Susanto melakukan penanaman padi bersama petani di Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur. Ia berdiskusi dengan para petani mengenai kendala yang dihadapi dan meminta mereka menyusun proposal terkait kebutuhan seperti benih, pupuk, serta alat pertanian agar pemerintah dapat memberikan dukungan yang tepat.

“Identifikasi kebutuhan dengan baik dan ajukan proposal. Pemerintah siap membantu, mulai dari benih unggul, pupuk, alat pertanian, hingga pengadaan sumur bor,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya rantai pasok lokal untuk mendukung program makan bergizi gratis, sehingga hasil pertanian daerah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.

Kunjungan ini menjadi penutup masa jabatan Pj. Gubernur Andriko Noto Susanto, dengan harapan besar agar sektor pertanian dan perikanan di Rote Ndao semakin berkembang menuju kemandirian pangan. ***