Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang Disambut Meriah Saat Tiba di Kupang

Kupang,nwartapedia.com – Kedatangan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, disambut hangat oleh jajaran Pemerintah Kota Kupang dan masyarakat pada Sabtu pagi.

Suasana penuh keakraban terasa sejak kedua pemimpin baru tersebut tiba di Kota Kupang, menandai awal kepemimpinan mereka di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas sambutan yang begitu hangat dan meriah.

“Pagi ini kami baru saja tiba dari Magelang, dan sejak menginjakkan kaki di Kota Kupang, kami langsung merasakan sambutan yang luar biasa. Kehangatan dan penerimaan dari seluruh warga Kota Kupang serta jajaran pemerintah benar-benar membuat kami merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar Kota Kupang,” ujar Christian.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh jajaran Forkopimda, mulai dari Kapolresta Kupang, Dandim, Danlantamal, Ketua DPRD Kota Kupang, hingga seluruh anggota DPRD dan tokoh masyarakat yang hadir menyambut kedatangan mereka.

Semwntara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, turut menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya ke depan.

“Kami merasa sangat bersyukur atas penerimaan yang hangat ini. Ini menjadi awal yang baik bagi kami untuk bersinergi membangun Kota Kupang ke arah yang lebih baik. Setelah ini, kami akan mengikuti prosesi lanjutan sebagai bagian dari rangkaian resmi penyambutan dan serah terima jabatan,” ucap Serena.

Sambutan yang hangat ini mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat antara pemerintah dan masyarakat Kota Kupang.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, dr. Christian Widodo dan Serena Francis optimis dapat menghadirkan perubahan positif dan membawa Kota Kupang semakin maju di masa mendatang.

Rangkaian acara penyambutan kemudian dilanjutkan dengan prosesi resmi dan sesi perkenalan dan doa bersama di ruangan kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang dipimpin oleh Pendeta dan Romo sebagai tandai komitmen keterbukaan pemerintah yang baru dalam menjalankan amanah dan melayani masyarakat.
(MI)




Ketua DPD PSI Kupang: dr. Christian Widodo Pemimpin Baru yang Cerdas dan Penuh Inovasi

 

Kupang,nwartapedia.com  – Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Kupang, Filmon Loasana, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pelantikan dr. Christian Widodo sebagai Walikota Kupang.

Dalam keterangannya, Firman menegaskan bahwa PSI mendukung penuh kepemimpinan baru di Kota Kupang dan menaruh harapan besar pada visi dan misi yang diusung dr. Christian untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat.

“Kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena seluruh proses, mulai dari pencalonan, pelantikan, hingga hari ini, semua berjalan dengan lancar. Hari ini kita bersama-sama mengantar beliau ke Kantor Walikota Kupang sebagai bentuk dukungan penuh untuk pemimpin baru kita,” ujar Firman Losana, Sabtu (1/3).

Sebagai partai pengusung, PSI merasa bangga atas terpilihnya dr. Christian Widodo, namun di sisi lain, Firman menegaskan bahwa tanggung jawab membangun Kupang ke depan adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah, DPRD, maupun seluruh elemen masyarakat.

“PSI tentu akan terus mengawal dan mendampingi beliau melalui fraksi PSI di DPRD Kota Kupang. Kami akan menjadi mitra strategis, memberikan masukan, dan mendukung setiap program yang berpihak pada rakyat. Karena PSI juga punya tanggung jawab memastikan visi dan misi yang diusung saat kampanye bisa diwujudkan demi kemajuan Kota Kupang,” tegasnya.

Filmon juga optimistis bahwa kepercayaan masyarakat kepada dr. Christian bukan sekadar euforia Pilkada, melainkan bentuk harapan besar akan perubahan nyata. Ia melihat hampir semua kalangan masyarakat dan stakeholder di Kupang percaya bahwa dr. Christian mampu membawa angin segar dalam kepemimpinannya.

Terkait program prioritas, Filmon meyakini dr. Christian akan mengedepankan efisiensi anggaran dan fokus pada program-program yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

“Beliau sosok yang cerdas dan penuh inovasi. Salah satu bukti nyatanya, kita lihat hari ini, biasanya ucapan selamat datang dalam bentuk baliho atau spanduk. Tapi beliau menggagas cara baru, yaitu dengan memberikan tanaman atau pot bunga. Ini ide sederhana tapi sarat makna. Menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendukung gerakan Kupang yang lebih hijau,” tutur Firman.

Lebih lanjut, Filmon menekankan bahwa PSI dan seluruh elemen masyarakat harus terus mendukung dan memberi masukan positif bagi Walikota baru.

Baginya, setiap pemimpin tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, namun yang terpenting adalah bagaimana semua pihak bersinergi agar Kupang terus bergerak maju.

“Jangan pesimis. Setiap pemimpin pasti punya tantangan, tapi saya yakin dr. Christian mampu menjawab harapan masyarakat dengan baik. Mari kita dukung dan bersama-sama membangun Kota Kupang yang lebih baik ke depan,” tutupnya. (MI)




Ayahanda dr. Christian Widodo: Ini Momen Terindah, Mari Bersatu Membangun Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  – Kebahagiaan tak bisa disembunyikan dari wajah sang ayahanda, Ir. Theodorus Widodo saat menyaksikan putranya, dr. Christian Widodo, resmi mengemban amanah sebagai Walikota Kupang.

Baginya, momen ini bukan sekadar pelantikan, tetapi menjadi hari paling bersejarah dan membahagiakan dalam hidupnya, bahkan melampaui kebanggaan saat dirinya dulu menyelesaikan studi.

“Sebagai seorang ayah, tentu ini adalah kebahagiaan yang tak ternilai. Saya berharap dr. Christian bisa memimpin Kupang dengan baik, membawa perubahan positif, dan tentunya bersama seluruh warga menjadikan Kupang kota yang lebih maju dan sejahtera,” ungkap sang ayah penuh haru.

Dalam pesannya, ia juga mengajak seluruh masyarakat Kupang, keluarga besar, serta sahabat di luar daerah untuk terus mendoakan dan mendukung kepemimpinan dr. Christian beserta wakilnya.

Dukungan dan doa, menurutnya, menjadi kunci penting agar setiap langkah pembangunan berjalan lancar.

Lebih dari itu, ia mengapresiasi kedewasaan masyarakat Kupang yang telah meninggalkan cara pandang sektarian dan primordial dalam berdemokrasi. Menurutnya, terpilihnya dr. Christian merupakan bukti nyata bahwa warga Kota Kupang sudah memilih pemimpin berdasarkan kemampuan dan integritas, bukan sekadar latar belakang etnis atau golongan.

“Ini sangat membanggakan. Kita semua sudah tidak lagi berpikir sempit soal asal-usul atau kelompok tertentu. Warga memilih karena keyakinan bahwa dr. Christian mampu membawa perubahan bagi kota ini. Tapi ingat, dukungan jangan berhenti sampai di Pilkada saja. Setelah ini, mari kita kawal dan bantu bersama,” pesannya.

Ia menekankan bahwa pembangunan Kota Kupang tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Peran aktif masyarakat sangat diperlukan, termasuk dalam hal menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu contoh kecil yang ia soroti adalah pengelolaan sampah.

“Kalau tidak ada kesadaran dari warga, mustahil pemerintah bisa menangani semua masalah sendirian. Jangan hanya menyalahkan, mari kita semua punya rasa memiliki dan tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Di sisi lain, ia juga menyambut baik inovasi yang diusung dr. Christian, di mana ucapan selamat kepada kepala daerah kini tidak lagi menggunakan baliho, melainkan melalui cara yang lebih ramah lingkungan. Baginya, langkah ini sejalan dengan visi menjadikan Kupang sebagai kota bersih dan hijau, serta menuju impian besar: Kupang sebagai Kota Hutan, Kota Buah, dan Kota Bunga.

“Ini ide cerdas yang patut kita dukung bersama. Mari kita sambut era baru ini dengan semangat positif. Jangan ada lagi suara-suara sumbang yang justru menghambat niat baik demi Kupang yang lebih baik,” tutupnya.

Dengan kolaborasi antara pemimpin dan seluruh masyarakat, ia optimistis Kupang akan berkembang menjadi kota modern yang bersih, hijau, dan menjadi kebanggaan Nusa Tenggara Timur. (MI)




Acara Pesta Rakyat NTT Sambut Gubernur dan Wakil Gubernur Dipastikan Berlangsung Tanpa APBD

 

Kupang,nwartapedia.com  – Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kosmas D. Lana mengumumkan bahwa Pesta Rakyat yang akan digelar pada Sabtu, 1 Maret 2025 pukul 20.00 WITA di Kota Kupang merupakan bentuk ungkapan syukur dari Gubernur dan Wakil Gubernur atas perjalanan mereka dalam memimpin daerah ini.

“Acara ini juga menjadi momen penting dalam mendukung UMKM lokal, dengan lebih dari 100 pelaku usaha kecil dan menengah yang akan berpartisipasi,”ungkapnya 

Dalam pernyataannya, Kosmas Lana menegaskan bahwa seluruh biaya penyelenggaraan acara ini tidak menggunakan APBD Provinsi NTT, melainkan hasil gotong royong antara Gubernur, Wakil Gubernur, serta keluarga mereka.

Selain pesta rakyat pada Sabtu malam, rangkaian kegiatan juga mencakup aksi sosial. Pada Jumat, 28 Februari 2025, panitia akan menyalurkan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, yang telah disiapkan oleh tim yang dipimpin oleh Wakil Gubernur.

Dalam acara puncak nanti, berbagai hiburan akan memeriahkan suasana, termasuk penampilan dari seniman lokal dan artis nasional.

Artis lokal yang telah mengonfirmasi kehadirannya antara lain Teosila, dan Juan Reza. Sementara dari kancah nasional, Panji dan Momo akan turut serta menghibur masyarakat.

Penyelenggara juga memperhatikan aspek toleransi dalam pelaksanaan acara.

Pesta rakyat dimulai pada pukul 20.00 WITA, sebagai bentuk penghormatan bagi umat Muslim yang sedang beribadah dan berbuka puasa. Sebelum acara utama, pukul 19.00 WITA, akan ada penampilan Marawis dari komunitas Muslim setempat.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, acara ini diharapkan menjadi momen kebersamaan bagi seluruh masyarakat NTT, sekaligus mendukung keberlangsungan UMKM lokal.

Sementara itu, Ketua Panitia Pesta Rakyat, Heru Dupe mengatakan bahawa acara ini merupakan bagian dari ungkapan syukur Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap seniman dan pelaku UMKM lokal.

Selain pertunjukan musik, masyarakat juga dapat menikmati berbagai produk dari lebih dari 100 UMKM yang ikut serta dalam acara ini.

Pesta rakyat ini diharapkan menjadi ajang kebersamaan bagi masyarakat NTT dengan suguhan hiburan yang berkualitas serta dukungan terhadap ekonomi lokal. (MI)




Wujudkan Kupang Hijau, Wali Kota Kupang Ganti Karangan Bunga dengan Bibit Pohon

 

 

Kupang,nwartapedia.com  – Dalam upaya menjaga lingkungan dan memperindah Kota Kupang, Wali Kota dr. Christian Widodo mengimbau seluruh masyarakat, jajaran pemerintahan, serta para kerabat untuk mengganti tradisi pemberian karangan bunga dan baliho ucapan selamat dengan pot bunga atau bibit pohon.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi limbah serta mendukung penghijauan kota.

Melalui pesan resminya, Wali Kota menginstruksikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda), para Asisten, dan Kepala Dinas (Kadis) agar segera menerbitkan edaran resmi setelah kepulangannya pada 1 Maret 2025. Edaran ini akan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan penghijauan ini.

“Mari kita ubah kebiasaan. Daripada mengirim baliho atau karangan bunga yang hanya terpakai sementara, lebih baik kita berikan bibit pohon atau pot bunga yang bisa terus tumbuh dan memperindah kota. Dengan cara ini, Kota Kupang akan menjadi lebih hijau dan nyaman untuk kita semua,” ujar dr. Christian Widodo.

Langkah inovatif ini tidak hanya akan mengurangi limbah dari karangan bunga dan baliho berbahan kayu yang sering kali terbuang sia-sia, tetapi juga membawa dampak jangka panjang bagi lingkungan.

Dengan semakin banyaknya bibit pohon yang ditanam, Kota Kupang akan menjadi lebih asri, sejuk, dan nyaman bagi warganya.

Selain itu, gerakan ini juga bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menerapkan kebijakan ramah lingkungan yang sederhana namun memiliki manfaat besar.

Wali Kota Kupang berharap seluruh masyarakat, termasuk instansi pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas, dapat mendukung kebijakan ini.

Dengan mengganti karangan bunga dan baliho dengan bibit pohon, setiap orang bisa turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Gerakan ini adalah langkah nyata dalam membangun Kota Kupang yang lebih hijau, lebih bersih, dan lebih berkelanjutan untuk generasi mendatang. (MI)




Harper Kupang Hadirkan Ramadhan Experience Buffet, Sajikan Hidangan Istimewa di Rooftop

Kupang,nwartapedia.com – Menyambut bulan suci Ramadhan, Harper Kupang menghadirkan Ramadhan Experience Buffet, sebuah pengalaman berbuka puasa dengan konsep all you can eat.

Promo spesial ini berlangsung dari 1 hingga 30 Maret 2025 di rooftop lantai 10 Harper Kupang, menawarkan suasana berbuka yang nyaman dengan pemandangan kota Kupang yang memukau.

Para tamu dapat menikmati hidangan berbuka mulai pukul 17.00 hingga 21.00 WITA.

Beragam menu khas Ramadhan telah disiapkan oleh tim kuliner Harper Kupang, mulai dari takjil manis dan gurih, aneka hidangan Nusantara, hingga menu spesial Timur Tengah.

Semua hidangan diracik dengan bahan berkualitas dan cita rasa otentik untuk memanjakan lidah para tamu.

Pilihan minuman segar seperti es buah dan teh khas Ramadhan juga turut melengkapi santapan berbuka puasa.

General Manager Harper Kupang, Amiruddin Thamrin, menyampaikan bahwa pengalaman berbuka puasa di Harper Kupang memiliki ciri khas tersendiri.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman berbuka yang lebih dari sekadar makan bersama. Signature dari Ramadhan Experience Buffet kami adalah sajian khas Timur Tengah seperti lamb ouzi dan aneka kebab yang dimasak dengan bumbu autentik,”ungkap Amirudin.

“Ditambah dengan suasana rooftop yang nyaman, para tamu dapat menikmati momen berbuka dengan keluarga dan teman dalam suasana yang hangat dan istimewa,”tambahnya.

Selain menyajikan hidangan lezat, Harper Kupang juga menghadirkan dekorasi khas Ramadhan dan layanan terbaik untuk menciptakan suasana yang lebih hangat dan berkesan.

Dengan lokasi yang strategis dan area rooftop yang luas, tempat ini menjadi pilihan ideal untuk buka puasa bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.

Reservasi untuk Ramadhan Experience Buffet kini telah dibuka. Para tamu dapat menghubungi Harper Kupang melalui +62 811 3831 1115 / +62 811 3831 116 atau email ke kupanginfo@harperhotels.com.

Informasi lebih lanjut juga tersedia di kupang.harperhotels.com. Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati hidangan istimewa dan menciptakan kenangan Ramadhan yang berharga di Harper Kupang. ***




Walikota Kupang Didaulat Jadi Komandan Kompi pada Apel Hari ke-4 di Akmil Magelang 

 

Magelang,nwartapedia.com  – Walikota Kupang, dr. Christian Widodo, didaulat menjadi Komandan Kompi (Danki) dalam Apel Hari ke-4 Magelang Retreat 2025 yang berlangsung di Lembah Tidar, Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Dalam perannya sebagai Danki, dr. Christian Widodo memimpin tiga pleton yang terdiri dari para kepala daerah se-Indonesia.

Kegiatan Magelang Retreat 2025 bertujuan memperkuat kepemimpinan, kolaborasi, serta pemahaman lintas sektor di kalangan pimpinan daerah.

Kepercayaan yang diberikan kepada dr. Christian Widodo sebagai Danki menjadi cerminan kepemimpinan yang diakui di tingkat nasional.

Jadwal Kegiatan Selasa, 25 Februari 2025

Hari keempat Magelang Retreat 2025 dimulai sejak dini hari dengan rangkaian kegiatan yang padat dan penuh makna:

04.30 WIB – Peserta bangun dan melaksanakan ibadah sesuai keyakinan masing-masing.

05.10 WIB – Mengenakan pakaian olahraga berupa kaos panjang putih dan celana training hitam.

05.30 – 06.00 WIB – Senam pagi di lapangan depan Ruang Sudirman.

06.00 – 06.50 WIB – Pembersihan diri dan sarapan di tenda masing-masing, dilanjutkan mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana panjang hitam.

07.00 – 07.30 WIB – Apel pagi, dipimpin oleh dr. Christian Widodo sebagai Danki.

Usai apel, peserta mengikuti serangkaian paparan yang disampaikan oleh sejumlah menteri dan pemangku kebijakan, dibagi dalam beberapa sesi:

1.  07.30 – 10.30 WIB –

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Menteri Kesehatan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Kepala BKKBN
Moderator: Rektor IPDN

2  10.30 – 12.30 WIB –

Menko Pemberdayaan Masyarakat

Menteri Pertanian

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

Menteri Komunikasi dan Digital
Moderator: Dirjen Bina Pemerintahan Desa

3. 12.30 – 13.30 WIB – Ishoma dan makan siang terpimpin, dipimpin oleh Mendagri dan Wamendagri di Ruang AH Nasution dan KS Tubun.

4. 13.30 – 15.30 WIB –

Menko Bidang Pangan

Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM
Moderator: Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan

5. 15.45 – 17.45 WIB –

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal

Menteri UMKM
Moderator: Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara, BNPP

6. 17.45 – 19.00 WIB – Ishoma dan makan malam di Ruang AH Nasution dan KS Tubun.

7. 19.00 – 21.00 WIB –

Kegiatan hari keempat ini akan ditutup dengan waktu istirahat pada pukul 21.00 WIB.

Dengan kehadiran para kepala daerah dan pemangku kebijakan, Magelang Retreat 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan komitmen untuk membangun daerah yang lebih maju, berintegritas, dan berdaya saing.

Peran aktif Walikota Kupang, dr. Christian Widodo, sebagai Danki, semakin menegaskan kontribusi dan kepemimpinannya di tingkat nasional. (MI)




Sengketa Tanah Memanas, Kuasa Hukum Maria Napa Sasi Kecam Kinerja BPN TTU

 

Kefamenanu,nwartapedia.com  – Kuasa hukum Penggugat atas nama Maria Napa Sasi, Dominikus G. Boimau, S.H menyatakan kekecewaannya terhadap Kantor Pertanahan Timor Tengah Utara (BPN TTU) yang dinilai tidak menjalankan tugasnya secara profesional dan adil.

Hal ini terkait dengan penolakan BPN TTU untuk memproses pendaftaran dan penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas tanah milik pewaris Maria Napa Sasi.

Kuasa hukum mempertanyakan sikap BPN TTU yang enggan menerbitkan SHM milik Maria Napa Sasi, padahal bukti-bukti hukum telah jelas mendukung hak kepemilikan klien mereka.

Sebaliknya, BPN TTU justru berani memproses penerbitan SHM atas nama Anton Napa, meski tanpa alas hak yang kuat, seperti akta jual beli atau akta hibah.

Penerbitan Sertifikat Tanpa Hak yang Sah

Menurut kuasa hukum, Anton Napa bersama pihak BPN TTU secara diam-diam mengajukan pendaftaran tanah objek sengketa tanpa izin dan hak dari Maria Napa Sasi.

Pendaftaran tersebut berujung pada penerbitan dua SHM, yakni SHM Nomor 3510 dengan luas 4.180 meter persegi dan SHM Nomor 03695 dengan luas 24.108 meter persegi yang berlokasi di Km 4, RT/RW 037/007, Kefamenanu Selatan, Kabupaten TTU.

“Ini jelas tindakan yang melawan hukum. Bagaimana mungkin BPN memproses SHM atas nama Anton Napa tanpa dasar hak yang kuat, sementara pemilik sah tanah, yaitu Ibu Maria Napa Sasi, malah dipersulit?” ujar Dominikus Boimau kepada media ini pada Senin (24/02/2025).

Putusan Hukum yang Menguatkan Hak Penggugat

Dominikus Boimau menegaskan bahwa Maria Napa Sasi telah memenangkan sengketa kepemilikan tanah melalui putusan pengadilan dalam perkara Nomor: 1/Pdt.G/2019/PN.Kfm. Putusan tersebut telah dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi, Mahkamah Agung dalam tingkat kasasi, hingga putusan peninjauan kembali (PK).

Putusan tersebut menyatakan bahwa SHM Nomor 3510 dan SHM Nomor 03695 cacat hukum dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat.

BPN TTU Dinilai Lakukan Perbuatan Melawan Hukum

Dominikus Boimau menilai sikap BPN TTU sebagai perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHPerdata.

Pasal tersebut menyatakan bahwa setiap perbuatan yang melanggar hukum dan merugikan orang lain mewajibkan pelaku untuk mengganti kerugian yang timbul.

“Perbuatan BPN yang memproses pendaftaran tanah atas nama Anton Napa tanpa hak dan menolak pendaftaran SHM milik Maria Napa Sasi jelas melanggar hukum. Ini juga bertentangan dengan prinsip-prinsip keadilan, kesusilaan, dan kepatuhan dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya 

Hak Pewaris yang Masih Hidup

Menurutnya, dalam pandangan hukum waris di Indonesia, hak atas tanah yang dimiliki orang tua akan diwariskan kepada anak setelah orang tua meninggal dunia. Namun, jika orang tua masih hidup, hak atas tanah tetap berada di tangan orang tua tersebut.

“Karena Ibu Maria Napa Sasi masih hidup, beliau sebagai pewaris memiliki hak penuh atas tanah tersebut. Pendaftaran tanah dapat dilakukan tanpa persetujuan ahli waris lainnya,” jelas kuasa hukum.

Dominikus Boimau mendesak BPN TTU untuk segera melaksanakan tugasnya secara profesional dan menerbitkan SHM atas nama Maria Napa Sasi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Mereka juga akan mempertimbangkan langkah hukum lanjutan jika pihak BPN TTU tetap mengabaikan hak klien mereka. (MI)




Penguatan Kepemimpinan Daerah, Wali Kota Kupang Hadiri Retret 2025 Hari Kedua di Akmil Magelang

Magelang,nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama para kepala daerah se-Indonesia, menghadiri Retret Kepala Daerah Tahun 2025 yang berlangsung di Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat wawasan geopolitik, strategi pertahanan nasional, serta implementasi nilai kebangsaan dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Hari kedua retret dimulai dengan senam pagi pukul 06.00 WIB yang dipandu oleh instruktur Akmil. Setelah berolahraga dan sarapan, peserta mengikuti Apel Pagi pada pukul 07.30 WIB di depan Ruang Sudirman.

Acara resmi dibuka oleh Menteri Dalam Negeri, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, B.A., M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, Mendagri menekankan pentingnya penguatan kepemimpinan daerah untuk menghadapi tantangan nasional dan global.

Sesi pagi dilanjutkan dengan ceramah geopolitik oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. Beliau menguraikan dinamika politik, ekonomi, sosial, budaya, serta militer global dan regional, menggarisbawahi peran kepala daerah dalam menjaga ketahanan nasional di tengah perubahan geopolitik.

Selanjutnya, Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. H. Bima Arya Sugiarto, S.I.P., M.A., memaparkan rencana aksi, menekankan penerapan kebijakan berbasis data dan strategi pembangunan daerah yang efektif.

Pada pukul 10.40 WIB, peserta mengikuti sesi Perkembangan Lingkungan Strategis yang disampaikan oleh Widyaiswara BPSDM Kemendagri. Materi ini membahas isu-isu global, termasuk dinamika perang, potensi konflik, dan pergeseran kekuatan ekonomi dunia, beserta dampaknya terhadap Indonesia.

Setelah istirahat dan makan siang pukul 11.40 – 12.30 WIB, sesi tersebut dilanjutkan dengan diskusi mendalam tentang implikasi perubahan global terhadap tata kelola pemerintahan daerah.

Di sesi sore, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, memaparkan tema Asta Cita Kedua, yang mengupas sistem pertahanan dan keamanan nasional serta strategi kemandirian melalui swasembada pangan, energi, dan ekonomi hijau.

Paparan berikutnya bertajuk Sejarah Perjalanan Bangsa, disampaikan oleh tim Lemhanas. Materi ini menyoroti perjalanan Indonesia dari era pra-sejarah hingga modern, dengan fokus pada peran kepemimpinan dalam berbagai periode sejarah.

Hingga sore dan malam hari, peserta mengikuti sesi Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan, yang membahas pemahaman mendalam tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi pemerintahan. Sesi ini dipandu oleh tim ahli dari Lemhanas dan BPSDM Kemendagri.

Diskusi interaktif menutup kegiatan hari kedua, mengajak kepala daerah menganalisis strategi kepemimpinan yang berkarakter dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kehadiran Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mencerminkan komitmen untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan daerah dan mendukung kebijakan nasional.

Diharapkan, retret ini mendorong kepala daerah mengembangkan strategi inovatif berbasis nilai kebangsaan demi kemajuan daerah yang berkelanjutan. ***




Retret Hari Ketiga, Wali Kota Kupang Dorong Kepemimpinan Berkelanjutan di Akmil Magelang

 

Magelang,nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama para kepala daerah se-Nusantara, mengikuti sesi intensif di hari ketiga Retret Kepala Daerah yang berlangsung di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Minggu (23/2).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman tentang kebijakan nasional, pengelolaan sumber daya alam berbasis lingkungan, serta strategi kepemimpinan yang berkelanjutan.

Kegiatan pagi dimulai dengan Apel Pagi pada pukul 07.00 WIB di lapangan depan Ruang Sudirman.

Setelah itu, para peserta melaksanakan ibadah sesuai keyakinan masing-masing di berbagai tempat ibadah yang tersedia di lingkungan Akmil Magelang.

Suasana khidmat dan penuh semangat terlihat saat para pemimpin daerah memulai hari dengan refleksi spiritual.

Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan pemaparan dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) mengenai analisis pengelolaan sumber daya alam berbasis lingkungan.

Materi ini menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya dan upaya konservasi guna menjamin manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Dalam sesi tersebut, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menekankan bahwa pengelolaan lingkungan harus menjadi bagian integral dari kebijakan pembangunan daerah.

“Setiap daerah memiliki tantangan dan potensi masing-masing, sehingga pemanfaatan sumber daya harus dilakukan dengan bijaksana. Kebijakan yang berbasis keberlanjutan tidak hanya membawa manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan bagi generasi mendatang,” ujar dr. Christian Widodo.

Setelah sesi diskusi pagi, peserta menikmati waktu istirahat dan makan siang (ISHOMA) sebelum melanjutkan agenda sore.

Sesi siang hingga malam hari diisi dengan lanjutan paparan dari Lemhannas, disusul pemaparan dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D., mengenai kebijakan keuangan negara dan strategi pertumbuhan ekonomi.

Sesi ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana pengelolaan fiskal yang baik dapat mendukung program pembangunan di daerah, termasuk penguatan kapasitas fiskal untuk mencapai target pembangunan yang inklusif.

Sebagai penutup hari ketiga, peserta mengikuti sesi Pre-Test dan Building Learning Commitment (BLC), yang bertujuan mengukur pemahaman awal peserta serta membangun komitmen dalam menerapkan wawasan yang diperoleh selama program ini.

Retret Kepala Daerah ini diharapkan dapat memberikan landasan kuat bagi para pemimpin daerah dalam mengelola potensi wilayahnya secara berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang inklusif, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, para pemimpin diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata di daerah masing-masing. ***