INTI NTT Sosialisasikan Beasiswa Kuliah Gratis ke Tiongkok bagi Siswa SMAN 9 Kupang

Kupang, nwartapedia.com – Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTT melakukan sosialisasi program beasiswa kuliah ke Tiongkok kepada siswa SMAN 9 Kupang, Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, Senin (24/8/2026).

Sosialisasi tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengetahui peluang melanjutkan pendidikan ke Nantong College of Science and Technology, Kota Nantong, Provinsi Jiangsu, Tiongkok.

Ketua INTI NTT, Ir. Theodorus Widodo, bersama Penasehat INTI NTT, Ir. Betty Khuana Lay, hadir dalam kegiatan tersebut. 

Tim sosialisasi didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 9 Kupang, Matias Nenometa, S.Pd., M.Hum.

Program beasiswa yang ditawarkan merupakan beasiswa penuh, meliputi pembebasan uang kuliah, asrama gratis, serta uang saku bagi mahasiswa penerima beasiswa.

Nantong College of Science and Technology sendiri telah berusia 81 tahun dan berada di pusat Kota Nantong. 

Kampus tersebut memiliki area yang luas serta dilengkapi berbagai fasilitas olahraga, seperti lapangan sepak bola, badminton, voli, dan basket.

Menariknya, proses seleksi beasiswa tidak menggunakan ujian tertulis. Calon penerima hanya mengikuti dua kali wawancara secara daring, yakni wawancara pertama bersama konsultan Yovandra pada Februari dan wawancara kedua dengan tim dari universitas pada Juli.

Wawancara dilakukan menggunakan bahasa Inggris dengan durasi tidak lebih dari lima menit. Calon mahasiswa juga tidak diwajibkan memiliki kemampuan bahasa Mandarin sebelum berangkat.

Pada tahun pertama, mahasiswa akan fokus mempelajari bahasa Mandarin. Memasuki tahun kedua dan seterusnya, mahasiswa melanjutkan pembelajaran sesuai bidang studi yang dipilih.

Terdapat sejumlah pilihan bidang studi, di antaranya Software Technology, Mechatronic Technology yang menggabungkan teknik mesin dan teknik elektro, Food Intelligent Processing Technology serta Horticultural Technology.

Program beasiswa ini telah memasuki tahun ketiga. Pada 2025, sebanyak 12 siswa mengikuti program tersebut. 

Sementara pada 2026, sebanyak 22 siswa dinyatakan lolos dan dijadwalkan berangkat ke Nantong, Tiongkok, pada 8 Oktober 2026.

Dalam kegiatan sosialisasi di SMAN 9 Kupang, enam siswa angkatan 2026 turut mendampingi tim INTI NTT, yakni Seanaz Aurolia Malesi, Candy Prasetyo, Sisilia Haobenu Panggalewu, Keisha Leneng, Graysan Dyendri Jomarthin Luan, dan Frederico Darren Elim.

Salah satu penerima beasiswa tersebut, Sisilia Haobenu Panggalewu, merupakan siswi SMAN 9 Kupang. 

Kehadiran para penerima beasiswa diharapkan dapat memberikan gambaran langsung kepada siswa mengenai kesempatan melanjutkan pendidikan ke Tiongkok melalui program beasiswa tersebut.

Kepala SMAN 9 Kupang, Adelgina Nortintje Liu, S.Pd, menyambut baik kegiatan sosialisasi yang memberikan informasi mengenai peluang pendidikan internasional bagi para siswa.

Melalui sosialisasi ini, INTI NTT berharap semakin banyak siswa di Kota Kupang dan NTT yang mengetahui serta memanfaatkan peluang beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. (MI)




Yuventus Tukung: Nakes Korban Gempa Flores Butuh Dukungan dan Penambahan Tenaga Medis

Nagekeo, nwartapedia.com – Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuventus Tukung, meminta perhatian serius terhadap kondisi tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi korban gempa Flores tetapi tetap harus memberikan pelayanan medis kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Yuventus saat Relawan Kemanusiaan Gempa Flores dari Pemuda Katolik Komda NTT memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Kota Nagekeo, Senin (24/8/2026).

Yuventus mengatakan, para nakes di wilayah terdampak berada dalam situasi sulit. Mereka tidak hanya menghadapi dampak langsung bencana, tetapi juga harus tetap bekerja merawat masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.

“Kita tahu teman-teman nakes di wilayah terdampak mengalami tingkat stres tinggi. Di satu sisi sebagai korban terdampak langsung, di sisi lain mereka juga harus tetap menjalankan kewajiban profesinya untuk merawat para korban,” ujarnya.

Menurutnya, tekanan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat memengaruhi efektivitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana.

Yuventus pun mendorong pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat mengambil langkah cepat dengan memberikan kebijakan yang dapat meringankan beban para nakes korban gempa.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memberikan kelonggaran jam kerja serta menambah tenaga kesehatan dari luar daerah untuk memperkuat pelayanan di puskesmas dan titik-titik terdampak.

“Harus ada intervensi pemerintah daerah, provinsi sampai pusat untuk dapat mengambil kebijakan taktis strategis, berupa memberikan kelonggaran jam kerja para nakes yang menjadi korban bencana,” jelasnya.

Ia menambahkan, penambahan tenaga kesehatan sangat diperlukan agar nakes yang terdampak tidak bekerja dalam tekanan berlebihan.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 19 nakes dari RS Jiwa Naimata Kupang, Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Provinsi NTT, serta Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Puskesmas Kapan, Timor Tengah Selatan, turut memberikan pendampingan kesehatan jiwa dan psikososial.

Ketua Tim Dukungan Kesehatan Jiwa Psikososial (DKJPS), Imakulata Bete, S.Kep., Ns., mengatakan nakes yang terlibat langsung dalam penanganan bencana rentan mengalami kelelahan emosional.

Karena itu, para nakes diberikan sejumlah teknik manajemen stres, di antaranya latihan napas dalam, relaksasi otot progresif, imagery, grounding, dan butterfly hug.

Selain pendampingan kepada tenaga kesehatan, relawan Pemuda Katolik Komda NTT juga diterjunkan ke sejumlah posko pengungsian dan membantu aktivitas dapur umum.

Yuventus mengatakan pihaknya membagi relawan dalam empat tim yang ditempatkan di beberapa lokasi untuk membantu kebutuhan masyarakat terdampak.

Pemuda Katolik Komda NTT juga membuka kesempatan bagi relawan lain yang ingin bergabung dalam aksi kemanusiaan membantu korban gempa Flores. **




Lurah Kuanino Fokus Benahi Sampah, TPS Rusak dan Sampah Berserakan Jadi Perhatian

Kupang, nwartapedia.com – Persoalan sampah menjadi salah satu perhatian utama Lurah Kuanino, Sem Tse, S.Pi, dalam menjalankan program kerja 90 hari sejak dilantik pada 10 Agustus 2026.

Sem Tse mengatakan, pembenahan kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dari upaya mendukung program strategis Pemerintah Kota Kupang.

Salah satu fokusnya adalah memastikan tempat pembuangan sementara (TPS) dapat berfungsi dengan baik dan masyarakat memiliki tempat membuang sampah yang layak.

Hal itu disampaikan Sem Tse saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, di Kelurahan Kuanino terdapat sejumlah TPS yang selama ini dimanfaatkan masyarakat. Namun, beberapa TPS mengalami kerusakan sehingga perlu mendapat perhatian dan pembenahan.

“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana TPS yang ada bisa dimaksimalkan. Ada beberapa tempat yang kondisinya sudah rusak dan tidak layak, sehingga perlu kami benahi kembali,” ujar Sem Tse.

Ia menambahkan, pihak kelurahan terus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Sosialisasi dilakukan melalui pertemuan dengan RT dan RW maupun ketika aparat kelurahan turun langsung ke masyarakat.

Namun, persoalan tidak berhenti pada ketersediaan TPS. Sem Tse mengakui masih ditemukan sampah yang kembali berserakan setelah dibuang di TPS.

Menurutnya, terdapat sampah yang sebelumnya telah dipilah, tetapi kemudian dibongkar kembali sehingga kondisi di sekitar TPS menjadi tidak tertata.

Karena itu, Kelurahan Kuanino akan berupaya menata kembali sistem pengelolaan sampah, termasuk mendorong pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

“Ke depan kami ingin ada penataan yang lebih baik. Kalau sampah sudah dipilah, nantinya bisa diatur sehingga sampah yang masih bisa dimanfaatkan dapat diambil oleh kelompok atau masyarakat yang bergerak di bidang pengelolaan sampah,” jelasnya.

Sem Tse menegaskan, pembenahan pengelolaan sampah membutuhkan kerja sama antara pemerintah kelurahan, RT/RW, dan masyarakat.

Dengan dukungan semua pihak, ia berharap program 90 hari kerja dapat memberikan perubahan nyata terhadap kebersihan lingkungan di Kelurahan Kuanino. 

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Kesejahteraan Masyarakat Kelurahan Kuanino, J.E. Djaha Tang, mengatakan pihaknya telah menerima bantuan 14 kontainer sampah untuk mendukung pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Sebanyak 6 kontainer berasal dari kecamatan, sedangkan 8 kontainer lainnya merupakan bantuan dari DLHK.

Kontainer tersebut telah disebarkan ke sejumlah titik berdasarkan hasil kesepakatan bersama RT dan RW.

“Kontainernya sudah kami sebarkan ke titik-titik yang sudah disepakati bersama para RT dan RW,” ungkapnya.

Selain menempatkan kontainer, pihak kelurahan bersama RT dan RW juga berencana melakukan rehabilitasi TPS di RT 16 melalui swadaya masyarakat.

Rehabilitasi tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi TPS sekaligus membuat kawasan di sekitarnya lebih tertata.

Setelah TPS diperbaiki, sejumlah kontainer yang berada di bagian belakang lokasi juga akan ditata kembali.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi sampah yang berserakan dan membuat masyarakat lebih nyaman saat membuang sampah. (MI)




90 Hari Kerja, Lurah Kuanino Prioritaskan Penanganan Sampah dan Antisipasi Kebakaran

Kupang, nwartapedia.com – Lurah Kuanino, Sem Tse, S.Pi, yang baru dilantik pada 10 Agustus 2026, menetapkan penanganan sampah sebagai salah satu prioritas utama dalam program kerja 90 hari pertama kepemimpinannya.

Hal tersebut disampaikan Sem Tse kepada media ini di ruang kerjanya, Senin (24/8/2026).

Ia mengatakan, pihak kelurahan mulai menyiapkan berbagai langkah untuk mendorong kebersihan lingkungan di wilayah Kelurahan Kuanino.

“Program kerja 90 hari ini yang menjadi prioritas adalah penanganan sampah. Kami sudah siap untuk bergerak dan mulai dilaksanakan pada bulan Agustus ini,” ujar Sem Tse.

Menurutnya, kegiatan terkait kebersihan lingkungan akan dilakukan secara rutin setiap minggu.

Pihak kelurahan juga akan berdiskusi dan berkoordinasi untuk menentukan langkah-langkah yang perlu dilakukan bersama masyarakat.

Selain persoalan sampah, Sem Tse juga menaruh perhatian pada potensi kebakaran yang meningkat saat musim panas dan kondisi lingkungan yang kering.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan di lingkungan permukiman.

Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran.

“Kami akan menyampaikan imbauan kepada warga untuk mengantisipasi musim panas dan kekeringan. Kami mengharapkan semaksimal mungkin tidak ada pembakaran sampah di lingkungan,” katanya.

Sem Tse mendorong masyarakat untuk mengelola sampah dengan lebih baik dan membawa sampah ke tempat pembuangan yang telah disediakan, sehingga tidak perlu dibakar di lingkungan permukiman.

Ia berharap program 90 hari kerja tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun lingkungan Kuanino yang lebih bersih, sehat, dan aman melalui keterlibatan aktif masyarakat. (MI)




Bobby Lianto Lantik KADIN TTS, Dorong Sinergi untuk Bangkitkan Ekonomi Daerah

Soe, nwartapedia.com — Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto melantik Dewan Pengurus KADIN Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Aula Kantor Bupati TTS, Jumat (21/8/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Stephen Tafui resmi dikukuhkan sebagai Ketua KADIN TTS bersama jajaran pengurus lainnya. Prosesi pelantikan disaksikan langsung oleh Bupati TTS Eduard Markus Lioe.

Turut hadir Wakil Ketua KADIN NTT Yes Natonis, Direktur Eksekutif KADIN NTT Mercy Siubelan, serta sejumlah anggota Dewan Pakar KADIN NTT, yakni Stefanus Tani Temu, Adios Asbanu dan Patrick.

Bobby Lianto mengatakan, pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran KADIN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten TTS.

Menurutnya, KADIN harus mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Ia menegaskan, KADIN NTT akan terus mengambil bagian dalam mendukung berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk di wilayah terpencil.

Salah satu bentuk dukungan KADIN NTT diwujudkan melalui pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah 3T.

Bobby menjelaskan, KADIN NTT mengambil tanggung jawab untuk mendukung pembangunan 60 titik dapur MBG yang tersebar di desa-desa terpencil dengan kondisi geografis dan akses yang sulit.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama. KADIN NTT mengambil peran untuk mendukung pembangunan di 60 titik di desa-desa yang sangat terpencil. Saat ini sudah banyak yang selesai 100 persen dan siap beroperasi,” kata Bobby.

Usai pelantikan KADIN TTS, Bobby bersama rombongan langsung meninjau salah satu dapur MBG yang telah selesai dibangun di Desa Bikekneno, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS.

Sejumlah dapur yang telah selesai dibangun kini menunggu proses dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebelum mulai beroperasi dan melayani masyarakat.

Selain meninjau dapur MBG, Bobby Lianto juga melihat potensi wisata alam di wilayah Bikekneno. Kawasan pegunungan tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata, termasuk wisata camping.

Bobby menilai TTS memiliki beragam potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, mulai dari pariwisata, pertanian, kelautan hingga budaya.

“Potensi TTS sangat luar biasa. Tidak hanya pariwisata, tetapi juga pertanian, budaya dan berbagai potensi lainnya yang dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati TTS Eduard Markus Lioe menyampaikan apresiasi kepada KADIN NTT dan pengurus KADIN TTS yang baru dilantik.

Ia berharap KADIN dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung program pembangunan, membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten TTS menyiapkan kantor KADIN TTS untuk menunjang kegiatan operasional organisasi.

Bupati juga menyampaikan bahwa Kabupaten TTS mendapatkan bantuan bibit kakao dan kelapa. Ia berharap KADIN NTT dapat ikut mendukung pengembangan sektor perkebunan tersebut sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Pelantikan pengurus KADIN TTS diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mengembangkan potensi daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat TTS. **




Perumda Air Minum Kota Kupang Siap Aktifkan Kembali Sumur Bor dan Reservoir di Bello

Kupang, nwartapedia.com  — Perumda Air Minum Kota Kupang menyatakan kesiapannya untuk mengaktifkan kembali fasilitas sumur bor dan reservoir di kawasan Bello, Kota Kupang.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pelayanan air bersih bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Kesiapan itu disampaikan Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Terminal Bello, Jumat (21/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, pihak Perumda melihat langsung kondisi sumur bor dan empat unit reservoir yang dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II) melalui Satuan Kerja Pengeboran Air Tanah (PAT).

Fasilitas tersebut sebenarnya telah dibangun sejak 2015. Namun, operasional pompa terakhir berlangsung sekitar 2018 sebelum mengalami kerusakan teknis. Akibatnya, fasilitas sumur bor dan reservoir tidak lagi dimanfaatkan secara optimal selama beberapa tahun.

Padahal, keberadaan sumber air tersebut dinilai masih berpotensi membantu memenuhi kebutuhan warga di sekitar kawasan Bello yang selama ini membutuhkan akses air bersih.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang berdiskusi langsung dengan sejumlah warga yang sebelumnya pernah mendapatkan manfaat dari fasilitas sumur bor tersebut.

Dari pertemuan itu, warga dan Perumda membahas rencana pengaktifan kembali fasilitas agar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Salah seorang tokoh masyarakat, Yoris, menjelaskan bahwa sistem pelayanan sebelumnya menggunakan pola komunal.

Air dari sumur bor dialirkan menuju beberapa reservoir kecil yang dilengkapi kran umum dan kemudian digunakan oleh sejumlah keluarga.

Saat ini, sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) di kawasan tersebut dinilai siap mendapatkan pelayanan air bersih apabila fasilitas kembali dioperasikan.

Warga berharap proses pengaktifan kembali sumur bor dapat segera direalisasikan sehingga sumber air yang tersedia tidak lagi terbengkalai dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi dengan BBWS NT II mengenai status fasilitas tersebut.

Berdasarkan hasil komunikasi, infrastruktur yang dibangun sebelumnya telah diserahkan kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri.

Namun, karena pengelolaan tidak lagi berjalan, Perumda dapat mengambil peran dalam pengelolaan dengan terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari kelompok masyarakat.

BBWS NT II juga disebut siap membantu melakukan pembenahan terhadap fasilitas sebelum nantinya dikelola oleh Perumda Air Minum Kota Kupang.

Saat ini, pengurus warga meminta waktu sekitar satu minggu untuk melakukan koordinasi internal.

Setelah persetujuan warga diperoleh, komunikasi dengan pihak PAT dan BBWS NT II akan dilanjutkan untuk membahas proses perbaikan serta pengelolaan fasilitas.

Perumda Air Minum Kota Kupang tidak hanya menargetkan pengoperasian kembali sumur bor, tetapi juga berencana mengubah sistem pelayanan air bersih di kawasan tersebut.

Jika fasilitas sudah dapat beroperasi, distribusi air tidak lagi mengandalkan sistem komunal seperti sebelumnya.

Perumda berencana membangun jaringan perpipaan dan menyalurkan air langsung ke rumah-rumah warga melalui pemasangan Sambungan Rumah (SR).

Dengan pola tersebut, sekitar 200 KK yang telah menyatakan kesiapan untuk dilayani diharapkan dapat memperoleh akses air bersih secara lebih mudah dan teratur.

Pengaktifan kembali sumur bor dan reservoir di Bello diharapkan menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan sumber air yang tersedia sekaligus memperluas cakupan pelayanan air bersih Perumda Air Minum Kota Kupang. (MI)




Warga Naikoten 1 Apresiasi DLHK Kota Kupang Pangkas Pohon di Jalan Suharto

Kupang, nwartapedia.com — Warga Kelurahan Naikoten 1, Kota Kupang, mengapresiasi langkah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang yang melakukan pemangkasan pohon di sepanjang Jalan Suharto, tepat di depan Kampus Undana Lama, Jumat (21/8/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan Rachel, salah seorang warga Naikoten 1, kepada media ini mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang melalui DLHK yang telah merespons kondisi pohon di sepanjang jalan tersebut.

Menurut Rachel, pemangkasan pohon penting dilakukan mengingat kondisi cuaca yang sering disertai angin kencang.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan dahan maupun pohon tumbang dan membahayakan pengendara yang melintas.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang, khususnya DLHK, yang sudah memperhatikan kondisi pohon di sepanjang jalan ini. Apalagi saat angin kencang, tentu dapat membahayakan pengendara,” ujar Rachel.

Pantauan media ini di lokasi, terlihat sejumlah kendaraan operasional DLHK Kota Kupang dikerahkan untuk mendukung kegiatan tersebut.

Petugas juga tampak mengangkut ranting dan daun hasil pemangkasan untuk dibawa ke tempat pembuangan.

Salah seorang petugas DLHK, Linda, mengatakan pemangkasan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.

Ia menjelaskan, petugas DLHK turun langsung membersihkan dan memangkas pohon di sepanjang Jalan Suharto, depan Kampus Undana Lama, Naikoten 1.

Kegiatan tersebut berlangsung sejak siang hingga sekitar pukul 16.30 WITA.

Sementara itu, Sekretaris DLHK Kota Kupang, Ahmad Likur, mengatakan pemangkasan pohon tidak hanya bertujuan untuk penataan kota, tetapi juga untuk menjaga keselamatan para pengguna jalan.

“Selain untuk penataan kota, pemotongan pohon ini juga untuk menjaga keselamatan pengendara karena saat ini sering terjadi angin kencang,” katanya.

Ahmad mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di lokasi yang banyak terdapat pepohonan, terutama saat cuaca buruk dan angin kencang.

“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati menghadapi ancaman pohon tumbang atau bahaya lainnya. Masyarakat harus selalu waspada,” pungkasnya. (MI)




BRI Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores, Layanan Perbankan Tetap Berjalan

Ruteng, nwartapedia.com – Gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggalkan duka bagi masyarakat terdampak.

Di tengah situasi tersebut, BRI menunjukkan kepedulian dengan menyalurkan bantuan sekaligus memastikan layanan perbankan tetap dapat diakses masyarakat.

Direktur Operation BRI Hakim Putratama dan Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya, didampingi Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya, hadir langsung di sejumlah wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan melalui program BRI Peduli.

Bantuan yang diberikan meliputi makanan siap saji, sembako, air bersih, selimut, tikar, masker, serta berbagai kebutuhan lainnya sesuai kondisi masyarakat di lapangan.

Penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo. BRI memastikan bantuan akan terus dipantau dan disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

Selain membantu masyarakat, jajaran manajemen BRI juga memastikan kondisi Insan BRILiaN yang terdampak gempa.

Dukungan diberikan agar para pekerja tetap dapat menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Di tengah kondisi pascagempa, BRI juga memantau kesiapan unit kerja, jaringan layanan, serta AgenBRILink. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap transaksi dan layanan keuangan yang dibutuhkan.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, kehadiran BRI merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

“Kami turut berduka atas musibah yang terjadi dan memahami bahwa gempa ini memberikan dampak yang tidak ringan bagi masyarakat. Karena itu, BRI hadir secara langsung untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak,” ujar Hery.

Menurut Hery, bantuan akan terus disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah terdampak.

“Kami juga memastikan kondisi Insan BRILiaN yang terdampak serta kesiapan layanan BRI, termasuk AgenBRILink. Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan perbankan meskipun berada dalam situasi yang penuh tantangan,” tambahnya.

Hery menegaskan, penanganan pascabencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, BRI akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait serta memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak.

“BRI akan terus hadir dan bergerak bersama masyarakat. Penyaluran bantuan akan kami lanjutkan sesuai kondisi serta kebutuhan yang ditemukan di lapangan,” pungkasnya. *




Isidorus Lilijawa Soroti Ancaman Lunturnya Tenun Ngada, Generasi Muda Diminta Bergerak

Kupang, nwartapedia.com — Tradisi tenun ikat Ngada menghadapi tantangan di tengah perubahan zaman. Aktivitas menenun yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kini mulai semakin jarang ditemukan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang sekaligus Ketua Paguyuban IKADA Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM., saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Kain Tenun Ngada di Museum NTT, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan bertajuk “Melestarikan Warisan Budaya, Memperkuat Identitas dan Jati Diri Masyarakat NTT” itu turut dihadiri Dr. Drs. Watu Yohanes Vianey, M.Hum., Dr. Maria Bernadetha Ringga, S.E., M.M., serta masyarakat dan mahasiswa.

Membawakan materi “Tenun Ikat Ngada dalam Perspektif Simbol”, Isidorus menegaskan tenun tidak boleh dipandang hanya sebagai kain atau produk kerajinan.

Menurutnya, setiap motif, warna, dan jalinan benang menyimpan nilai serta menggambarkan cara berpikir dan kehidupan masyarakat Ngada.

“Tenun ikat Ngada adalah simbol dari cara berada, cara berpikir dan cara hidup masyarakat Ngada. Setiap benang yang membentuk motif, setiap jalinan kain yang mewujud warna adalah simbol tentang nilai,” jelasnya.

Isidorus juga mengenang masa kecilnya di Lengkosambi, Riung. Sekitar 30 tahun lalu, masyarakat masih menanam kapas, mengolahnya menjadi benang, dan menenun kain sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Menurut Isidorus, perubahan zaman dan masuknya budaya baru dapat membuat generasi muda semakin jauh dari tradisi lokal.

Jika tidak dilakukan upaya nyata, simbol budaya seperti tenun berisiko hanya menjadi benda peninggalan masa lalu tanpa lagi dipahami maknanya.

Karena itu, ia mendorong revitalisasi budaya melalui empat pendekatan, yaitu pelestarian, pementasan, modifikasi, dan reinvensi tradisi.

“Tradisi kita bukan kita ubah, tapi kita modifikasi dan diversifikasi sesuai dengan kebutuhan kita, dengan tetap melakukan upaya-upaya pelestarian dan menjaga tradisi,” ungkapnya.

Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui museum, sanggar budaya, lembaga adat, pertunjukan budaya, hingga inovasi desain tenun yang tetap mempertahankan akar tradisinya.

Isidorus menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan apakah tradisi tenun Ngada akan terus hidup atau justru semakin ditinggalkan.

Karena itu, generasi muda perlu memahami bukan hanya bentuk dan motif tenun, tetapi juga proses pembuatan, filosofi, nilai, dan sejarah yang ada di baliknya.

Ia berharap tenun Ngada dapat terus digunakan, dikembangkan, dan memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat modern.

“Tenun harus tetap hidup,” menjadi semangat yang ditekankan Isidorus agar warisan budaya Ngada tidak berhenti sebagai simbol masa lalu, tetapi tetap menjadi bagian dari identitas masyarakat NTT dan diwariskan kepada generasi berikutnya. ***




Gempa Flores, Undana Kerahkan 75 Relawan dan Siapkan Bantuan UKT bagi Mahasiswa Terdampak

Kupang, nwartapedia.com — Universitas Nusa Cendana (Undana) mengambil langkah konkret menghadapi dampak gempa bumi di Flores. Sebanyak 75 relawan disiapkan untuk turun ke wilayah terdampak, sementara mahasiswa yang menjadi korban bencana mendapat skema relaksasi akademik dan bantuan UKT.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat Undana Disaster Relief Task Force (Satgas Penanganan Bencana) yang dipimpin langsung Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., di Aula Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana, Senin (17/8/2026).

Langkah Undana menyasar lima kabupaten terdampak, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Respons tersebut tidak hanya difokuskan pada pengiriman bantuan logistik, tetapi juga mencakup asesmen lapangan, layanan kesehatan, dukungan kemanusiaan, hingga perlindungan keberlanjutan pendidikan mahasiswa yang terdampak bencana.

Undana membagi mobilisasi relawan dalam dua gelombang utama. Gelombang pertama dijadwalkan berangkat Rabu (19/8/2026) menggunakan kapal feri DLU melalui Ende menuju wilayah Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.

Tim respon awal dan asesmen cepat ini berjumlah 20 personel, terdiri dari 10 anggota Mapala, lima anggota Menwa, empat dosen pendamping lapangan, dan satu pengemudi. Tim membawa satu kendaraan logistik.

Selanjutnya, gelombang kedua dijadwalkan berangkat Sabtu (22/8/2026) melalui program KKN Tematik Proyek Kemanusiaan.

Sebanyak 55 personel akan dilibatkan, terdiri dari Tim Medis FKKH, dosen, dan mahasiswa relawan dengan perwakilan lima hingga tujuh orang dari setiap fakultas.

Dengan dua gelombang tersebut, total 75 personel Undana disiapkan untuk memperkuat respons kemanusiaan di wilayah terdampak.

Tidak hanya turun ke masyarakat, Undana juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang terdampak langsung bencana.

Undana menetapkan relaksasi akademik berupa kompensasi dan fleksibilitas jadwal perkuliahan hingga awal September 2026 bagi mahasiswa asal Flores yang terdampak gempa.

Bagi mahasiswa aktif yang rumah atau kediamannya mengalami kerusakan total, Undana menyiapkan skema Beasiswa Bencana atau bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Kebijakan ini menjadi bentuk perlindungan terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa agar bencana tidak memaksa mereka menghentikan proses perkuliahan.

Rektor Undana menetapkan kebijakan pemotongan remunerasi jajaran pimpinan, mulai dari Rektor hingga Koordinator Program Studi dan Sub Koordinator.

Dana tersebut diarahkan untuk mendukung operasional Posko Undana dan kegiatan tim relawan di daerah terdampak.

Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si., menjelaskan bahwa Undana telah mencairkan Dana Taktis Pengabdian Masyarakat sebesar Rp100 juta.

Dana tersebut digunakan untuk membiayai lima proposal pengabdian KKN berdampak dan proyek kemanusiaan.

Selain dana universitas, gerakan solidaritas juga dihimpun melalui rekening resmi UndanaPeduli.

Per 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WITA, dana yang telah terkumpul mencapai Rp53,5 juta.

Posko Utama Undana juga menerima bantuan fisik berupa 125 kilogram beras, 15 dus mi instan, 10 dus air mineral gelas, susu, ikan kaleng, biskuit, paket pampers, dan minyak tolak angin.

Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., Ph.D., mengatakan Undana menerapkan kebijakan local sourcing dalam pengadaan bantuan.

Pasokan sembako akan dibeli langsung dari distributor di Flores. Strategi ini ditujukan untuk menekan biaya logistik sekaligus menjaga agar perputaran ekonomi tetap terjadi di wilayah terdampak.

Sesuai rekomendasi BNPB, Undana menetapkan dua pusat distribusi utama.

Posko Maumere melayani Sikka, Nagekeo, dan Ngada, sedangkan Posko Labuan Bajo melayani Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Undana memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah di Flores, BNPB, TNI/Polri, tenaga medis, dan Menwa.

Koordinasi tersebut mencakup distribusi logistik, asesmen kebutuhan masyarakat, layanan kesehatan fisik dan mental, serta dukungan bagi warga di lokasi terdampak.

Melalui langkah ini, Undana menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga dapat bergerak langsung ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.

Respons tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda Kemdiktisaintek Berdampak, serta apresiasi Undana terhadap perguruan tinggi negeri di wilayah timur Indonesia yang turut mengirimkan relawan dan bantuan untuk masyarakat Flores. **