Penguatan Kepemimpinan Daerah, Wali Kota Kupang Hadiri Retret 2025 Hari Kedua di Akmil Magelang

Magelang,nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama para kepala daerah se-Indonesia, menghadiri Retret Kepala Daerah Tahun 2025 yang berlangsung di Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat wawasan geopolitik, strategi pertahanan nasional, serta implementasi nilai kebangsaan dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Hari kedua retret dimulai dengan senam pagi pukul 06.00 WIB yang dipandu oleh instruktur Akmil. Setelah berolahraga dan sarapan, peserta mengikuti Apel Pagi pada pukul 07.30 WIB di depan Ruang Sudirman.

Acara resmi dibuka oleh Menteri Dalam Negeri, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, B.A., M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, Mendagri menekankan pentingnya penguatan kepemimpinan daerah untuk menghadapi tantangan nasional dan global.

Sesi pagi dilanjutkan dengan ceramah geopolitik oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. Beliau menguraikan dinamika politik, ekonomi, sosial, budaya, serta militer global dan regional, menggarisbawahi peran kepala daerah dalam menjaga ketahanan nasional di tengah perubahan geopolitik.

Selanjutnya, Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. H. Bima Arya Sugiarto, S.I.P., M.A., memaparkan rencana aksi, menekankan penerapan kebijakan berbasis data dan strategi pembangunan daerah yang efektif.

Pada pukul 10.40 WIB, peserta mengikuti sesi Perkembangan Lingkungan Strategis yang disampaikan oleh Widyaiswara BPSDM Kemendagri. Materi ini membahas isu-isu global, termasuk dinamika perang, potensi konflik, dan pergeseran kekuatan ekonomi dunia, beserta dampaknya terhadap Indonesia.

Setelah istirahat dan makan siang pukul 11.40 – 12.30 WIB, sesi tersebut dilanjutkan dengan diskusi mendalam tentang implikasi perubahan global terhadap tata kelola pemerintahan daerah.

Di sesi sore, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, memaparkan tema Asta Cita Kedua, yang mengupas sistem pertahanan dan keamanan nasional serta strategi kemandirian melalui swasembada pangan, energi, dan ekonomi hijau.

Paparan berikutnya bertajuk Sejarah Perjalanan Bangsa, disampaikan oleh tim Lemhanas. Materi ini menyoroti perjalanan Indonesia dari era pra-sejarah hingga modern, dengan fokus pada peran kepemimpinan dalam berbagai periode sejarah.

Hingga sore dan malam hari, peserta mengikuti sesi Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan, yang membahas pemahaman mendalam tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi pemerintahan. Sesi ini dipandu oleh tim ahli dari Lemhanas dan BPSDM Kemendagri.

Diskusi interaktif menutup kegiatan hari kedua, mengajak kepala daerah menganalisis strategi kepemimpinan yang berkarakter dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kehadiran Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mencerminkan komitmen untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan daerah dan mendukung kebijakan nasional.

Diharapkan, retret ini mendorong kepala daerah mengembangkan strategi inovatif berbasis nilai kebangsaan demi kemajuan daerah yang berkelanjutan. ***




Retret Hari Ketiga, Wali Kota Kupang Dorong Kepemimpinan Berkelanjutan di Akmil Magelang

 

Magelang,nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama para kepala daerah se-Nusantara, mengikuti sesi intensif di hari ketiga Retret Kepala Daerah yang berlangsung di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Minggu (23/2).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman tentang kebijakan nasional, pengelolaan sumber daya alam berbasis lingkungan, serta strategi kepemimpinan yang berkelanjutan.

Kegiatan pagi dimulai dengan Apel Pagi pada pukul 07.00 WIB di lapangan depan Ruang Sudirman.

Setelah itu, para peserta melaksanakan ibadah sesuai keyakinan masing-masing di berbagai tempat ibadah yang tersedia di lingkungan Akmil Magelang.

Suasana khidmat dan penuh semangat terlihat saat para pemimpin daerah memulai hari dengan refleksi spiritual.

Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan pemaparan dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) mengenai analisis pengelolaan sumber daya alam berbasis lingkungan.

Materi ini menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya dan upaya konservasi guna menjamin manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Dalam sesi tersebut, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menekankan bahwa pengelolaan lingkungan harus menjadi bagian integral dari kebijakan pembangunan daerah.

“Setiap daerah memiliki tantangan dan potensi masing-masing, sehingga pemanfaatan sumber daya harus dilakukan dengan bijaksana. Kebijakan yang berbasis keberlanjutan tidak hanya membawa manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan bagi generasi mendatang,” ujar dr. Christian Widodo.

Setelah sesi diskusi pagi, peserta menikmati waktu istirahat dan makan siang (ISHOMA) sebelum melanjutkan agenda sore.

Sesi siang hingga malam hari diisi dengan lanjutan paparan dari Lemhannas, disusul pemaparan dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D., mengenai kebijakan keuangan negara dan strategi pertumbuhan ekonomi.

Sesi ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana pengelolaan fiskal yang baik dapat mendukung program pembangunan di daerah, termasuk penguatan kapasitas fiskal untuk mencapai target pembangunan yang inklusif.

Sebagai penutup hari ketiga, peserta mengikuti sesi Pre-Test dan Building Learning Commitment (BLC), yang bertujuan mengukur pemahaman awal peserta serta membangun komitmen dalam menerapkan wawasan yang diperoleh selama program ini.

Retret Kepala Daerah ini diharapkan dapat memberikan landasan kuat bagi para pemimpin daerah dalam mengelola potensi wilayahnya secara berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang inklusif, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, para pemimpin diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata di daerah masing-masing. ***




Kuasa Hukum Korban Desak Polres TTU Usut Tuntas Kasus Wendelinus Kefi

 

Kefamenanu,nwartapedia.com – Kuasa hukum korban Wendelinus Kefi, Dominikus Gervandy Boymau, SH, dan Jerimias F. Bani, SH, resmi mendampingi klien mereka dalam pelaporan kasus ke Polres Timor Tengah Utara (TTU) pada 13 Februari 2025. Laporan tersebut terdaftar dengan Nomor: STTLP/39/II/YAN.2.5/2025/RES TTU/POLDA NTT.

Dalam keterangannya, kuasa hukum korban meminta Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, melalui penyidik Reskrim Polres TTU, untuk memastikan proses penyelidikan dan penyidikan berjalan secara transparan.

Menurut mereka, transparansi sangat penting untuk menjamin keadilan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum.

“Kami mengharapkan penyelidikan yang transparan agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang. Transparansi juga mencegah spekulasi dan memastikan semua proses berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar Dominikus Gervandy Boymau, SH kepada media ini pada Sabtu (22/02/2025).

Setelah transparansi itu kuasa hukum juga meminta untuk secepatnya gelar dan naikan ke tahap penyidikan guna menetapkan tersangka dan sesegera mungkin melakukan penangkapan dan penahanan terhadap Yosep Siki..

Lebih lanjut, kuasa hukum korban juga menyatakan akan melaporkan Yosep dan saksi-saksi lain yang diduga memberikan keterangan palsu.

Mereka menegaskan bahwa memberikan kesaksian tidak benar adalah pelanggaran serius yang diatur dalam Pasal 242 KUHP, dengan ancaman pidana hingga 7 tahun penjara.

Jika keterangan palsu tersebut merugikan korban secara signifikan, ancaman hukuman bisa meningkat hingga 9 tahun penjara.

“Kami berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus ini, menangkap pelaku, dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. Ini bukan hanya demi keadilan bagi korban, tetapi juga demi menjaga integritas hukum di tengah masyarakat,” tegas Jerimias F. Bani, SH.

Kuasa hukum menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan bahwa hak-hak korban terlindungi sepenuhnya.

 

(MI)




Pj. Gubernur NTT Andriko Noto Susanto Akhiri Masa Jabatan dengan Dorongan Swasembada Pangan di Rote Ndao

Rote Ndao,nwartapedia.com  – Menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Penjabat (Pj.) Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rote Ndao pada Sabtu (15/2) hingga Minggu (16/2).

Dalam kunjungan ini, ia meninjau sektor pertanian dan perikanan, serta memberikan arahan kepada masyarakat untuk memaksimalkan potensi daerah guna mencapai swasembada pangan.

Didampingi Pj. Bupati Rote Ndao, Order Max Sombu, unsur Forkopimda, Camat Landu Leko Daniel Bola, dan Camat Rote Timur Meliand Elferet Irwan Bulan, Pj. Gubernur memulai kunjungan dengan meninjau lahan persawahan di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko.

Ia mengimbau para petani untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan guna meningkatkan produksi pertanian.

“Ketika saya pertama kali ditugaskan sebagai Pj. Gubernur NTT, tempat pertama yang saya kunjungi adalah Rote. Kini, di akhir masa jabatan saya, saya kembali ke sini. Saya melihat Rote memiliki banyak potensi lahan yang perlu dimanfaatkan secara optimal,” ujar Andriko.

Ia menekankan pentingnya menanam berbagai komoditas seperti padi, jagung, serta tanaman hortikultura seperti bawang dan cabai. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor beras, melainkan mampu mengekspor hasil pertanian ke luar negeri.

Dalam kunjungan ke PT. Cakrawala Lautan Abadi (CLA), perusahaan budidaya lobster di perairan Mulut Seribu, Desa Pukuafu, Kecamatan Landu Leko, Pj. Gubernur menyampaikan apresiasi atas potensi besar sektor perikanan di Rote Ndao.

“Lobster adalah komoditas masa depan pangan internasional. NTT memiliki kekayaan laut yang luar biasa, yang harus kita jaga dan manfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pj. Gubernur juga menyoroti tantangan dalam budidaya lobster, seperti biaya operasional tinggi, waktu budidaya yang lama, dan metode perawatan yang harus diperhatikan dengan baik agar dapat bersaing di pasar global.

Sebagai penutup kunjungan, Andriko Noto Susanto melakukan penanaman padi bersama petani di Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur. Ia berdiskusi dengan para petani mengenai kendala yang dihadapi dan meminta mereka menyusun proposal terkait kebutuhan seperti benih, pupuk, serta alat pertanian agar pemerintah dapat memberikan dukungan yang tepat.

“Identifikasi kebutuhan dengan baik dan ajukan proposal. Pemerintah siap membantu, mulai dari benih unggul, pupuk, alat pertanian, hingga pengadaan sumur bor,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya rantai pasok lokal untuk mendukung program makan bergizi gratis, sehingga hasil pertanian daerah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.

Kunjungan ini menjadi penutup masa jabatan Pj. Gubernur Andriko Noto Susanto, dengan harapan besar agar sektor pertanian dan perikanan di Rote Ndao semakin berkembang menuju kemandirian pangan. ***




Pj Wali Kota Kupang Kunjungi SDN Naikoten 2 dan TK Mutiara, Tekankan Pentingnya Bahasa dan Disiplin

 

Kupang,nwartapedia.com — Penjabat (Pj) Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., melakukan kunjungan ke UPTD Sekolah Dasar (SD) Negeri Naikoten 2 dan Taman Kanak-Kanak (TK) Mutiara di Kelurahan Naikoten.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada siswa agar lebih giat belajar, khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris dan bahasa daerah, serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kebersihan lingkungan sekolah.

Di SDN Naikoten 2, Linus disambut hangat oleh Kepala Sekolah Danial Amtiran, S.Pd. Saat itu, kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.

Dalam kunjungannya ke kelas 6 yang tengah belajar bahasa Inggris, Linus mengingatkan pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi era globalisasi.

Ia juga menekankan agar siswa tetap menjaga budaya dan bahasa daerah mereka.

“Sebagai generasi penerus, kalian harus mengenal dan memahami budaya sendiri, termasuk bahasa daerah. Jangan lupa, kebersihan lingkungan sekolah juga adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya kepada para siswa.

Linus juga mengunjungi kelas 5, yang sedang mempelajari pelajaran Agama Kristen.

Ia berdiskusi ringan mengenai kisah Adam dan Hawa, sembari mengingatkan siswa untuk memperdalam pemahaman agama melalui membaca Alkitab bersama keluarga.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penguasaan dasar matematika untuk mendukung keterampilan siswa di masa depan.

Kunjungan berlanjut ke TK Mutiara, di mana Linus disambut Kepala Sekolah Yosefina Safis.

Ia berinteraksi langsung dengan anak-anak, mendengar cita-cita mereka, dan memberikan motivasi agar mereka tetap semangat belajar.

“Belajar yang rajin dan kejar impian kalian. Semua bisa menjadi apa pun yang kalian inginkan jika bekerja keras,” pesannya.

Linus juga menyampaikan perhatian terhadap fasilitas sekolah, seperti rencana pembangunan pagar untuk keamanan siswa serta penyediaan karpet dan matras guna mendukung kenyamanan aktivitas belajar anak-anak.

Selain memotivasi siswa, Linus berdialog dengan guru-guru dari kedua sekolah. Ia mendengarkan masukan terkait kebutuhan pendidikan di Kupang dan berkomitmen meningkatkan fasilitas sekolah demi menunjang mutu pendidikan.

Kunjungan ini diakhiri dengan sesi foto bersama yang penuh kehangatan.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperkuat motivasi belajar generasi muda. (*)




Danrem 161/Wira Sakti Tinjau Bendungan dan Persawahan di Kabupaten Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  – Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M., melakukan peninjauan langsung ke Bendungan Leter T dan area persawahan milik masyarakat Taklale di Kabupaten Kupang yang direncanakan seluas 600 hektar.

Peninjauan ini merupakan bagian dari program strategis untuk mendukung Ketahanan Pangan Nasional yang difasilitasi oleh Kementerian Pertanian RI. Selain itu,

Danrem juga mengunjungi persawahan di Desa Manusak, Kampung Timorana, Kupang Timur.

Dalam kunjungannya, Danrem didampingi sejumlah pejabat penting, di antaranya Dandim 1604/Kupang Kolonel Inf. Wiwit Jalu Wibowo, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang Amin Juaria, Kabid PSP Martianus Balan, Camat Kupang Timur Yosafat ABN Dokobani, Pasi Bhakti Korem 161/Wira Sakti Mayor Cpl Yoyok Prasetyo, serta Danramil 1604-02 Camplong Kapten Inf. Lalu Ibnu Fajar.

Lokasi utama yang ditinjau adalah Bendungan Leter T, yang direncanakan sebagai sumber distribusi air bagi persawahan Taklale seluas 600 hektar.

Danrem bersama rombongan memeriksa kondisi bendungan, debit air, jalur irigasi, serta turut menelusuri area persawahan.

Sebagai simbol dimulainya aktivitas pertanian, dilakukan juga penanaman padi di area persawahan masyarakat Taklale.

Selain itu, rombongan juga meninjau persawahan di Desa Manusak yang terletak di sekitar kawasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kampung Timorana, Kupang Timur.

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan dan pengelolaannya sesuai rencana program ketahanan pangan.

Dari total 600 hektar lahan pertanian di Taklale, sekitar 350 hektar akan segera digarap dalam waktu dekat.

Dengan memanfaatkan air dari Bendungan Leter T dan sumur bor, lahan tersebut direncanakan dapat mendukung dua kali musim tanam dalam setahun.

Namun, salah satu tantangan utama adalah kondisi tanggul Bendungan Leter T yang mengalami kerusakan, sehingga kemampuan bendungan untuk menampung air belum maksimal.

Brigjen Joao Xavier Barreto Nunes menyampaikan komitmen Korem 161/Wira Sakti untuk mendukung peningkatan perekonomian masyarakat melalui optimalisasi sektor pertanian.

“Kami selaku aparat teritorial akan selalu siap membantu perekonomian masyarakat dengan memberdayakan wilayah, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan lahan yang ada secara maksimal untuk bercocok tanam. Dengan ini, kami berharap ekonomi kerakyatan dapat terus berkembang,” ungkapnya saat berbincang dengan para petani di area persawahan.

Danrem juga menekankan pentingnya sinergi semua pihak untuk memaksimalkan potensi wilayah di Kabupaten Kupang.

“Kita akan terus mengoptimalkan lahan-lahan, baik untuk pertanian maupun peternakan, agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” tambahnya.

Peninjauan ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan infrastruktur pendukung program ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Kupang.

Dengan dukungan dari Kementerian Pertanian RI, Korem 161/Wira Sakti, dan pemerintah daerah, diharapkan lahan pertanian ini dapat segera memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan produktivitas pangan serta kesejahteraan masyarakat.

(PENREM)




Rayakan Hari Valentine dengan In Love at Harper Kupang

Kupang,nwartapedia.com  – Menyambut Hari Valentine, Harper Kupang menghadirkan pengalaman makan malam spesial bertajuk In Love at Harper Kupang.

Promo ini menawarkan Intimate Set Menu Dinner dengan harga IDR 680.000 net per pasangan, memberikan kesempatan bagi pasangan untuk merayakan cinta dalam suasana romantis yang tak terlupakan.

Setiap pasangan akan menikmati sajian hidangan eksklusif yang dirancang khusus oleh tim kuliner Harper Kupang.

Suasana makan malam semakin sempurna dengan dekorasi tematik, atmosfer elegan, serta pelayanan hangat yang menjadikan momen ini semakin istimewa.

General Manager Harper Kupang, Amiruddin Thamrin, menyampaikan harapannya agar promo ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi para tamu.

“Kami ingin menciptakan momen spesial bagi pasangan yang ingin merayakan cinta mereka dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Dengan menu pilihan dan suasana romantis yang kami sediakan, kami berharap tamu kami dapat menikmati malam yang tak terlupakan di Harper Kupang,” ujarnya.

Selain menikmati hidangan lezat, para tamu juga akan disambut dengan minuman spesial dan berbagai kejutan menarik yang telah dipersiapkan oleh tim Harper Kupang.

Promo Valentine ini dirancang eksklusif untuk menjadi pilihan utama pasangan di Kota Kupang yang ingin menghabiskan malam istimewa penuh cinta.

Reservasi untuk Intimate Set Menu Dinner ini telah dibuka dengan jumlah tempat yang terbatas. Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan, pelanggan dapat menghubungi Harper Kupang melalui WhatsApp di +62 811 3831 1115 atau email di kupanginfo@harperhotels.com.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menciptakan kenangan romantis bersama pasangan tercinta hanya di Harper Kupang. (***)




Pers dan Ketahanan Pangan: Kolaborasi Strategis Menuju Kedaulatan Nasional

 

Banjarmasin,nwartapedia.com – Ketahanan pangan menjadi prioritas utama dalam Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam upaya merealisasikan program strategis ini, diperlukan kolaborasi dengan pendekatan hexa helix, yaitu sinergi antara pemerintah, institusi keuangan, komunitas, akademisi, pengusaha, dan media.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Redaksi Duta TV, Fathurrahman, dalam Seminar Nasional Ketahanan Pangan Nusantara yang digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (7/2/2025).

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr Abdul Roni Angkat, S.TP, M.Si; Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan, Imam Subarkah; Kepala Pusat Kajian Ketahanan Pangan Universitas Lambung Mangkurat, Dr Ir. H Muhammad Fauzi Makki, MP; serta Fathurrahman sebagai perwakilan media.

Fathurrahman menekankan pentingnya peran media dalam mendukung program ketahanan pangan. “Media adalah garda terdepan dalam mengedukasi dan menyosialisasikan program ketahanan pangan kepada masyarakat. Program ini membutuhkan kolaborasi semua pihak dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa keterlibatan pengusaha dalam sektor pertanian masih terbatas, umumnya hanya di sektor penyediaan pupuk. Selain itu, media belum sepenuhnya menjadikan ketahanan pangan sebagai isu utama dalam pemberitaan.

“Namun, PWI telah mulai berperan dalam isu ini, meskipun masih banyak ruang untuk meningkatkan perhatian media terhadap ketahanan pangan,” tambahnya.

Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, dalam sambutannya menjelaskan tema seminar, “Pers Mendorong Terwujudnya Ketahanan Pangan Nusantara: Kalsel Gerbang Logistik Kalimantan”, sebagai refleksi atas tugas historis pers untuk menjaga kedaulatan bangsa.

“Ketahanan pangan adalah program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pers memiliki tugas penting untuk membantu masyarakat memahami dan mendukung program ini,” ungkap Hendry.

Seminar ini juga dihadiri oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) dari Kalimantan Selatan, penyuluh pertanian, akademisi, mahasiswa, serta 300 peserta dari berbagai daerah, termasuk wartawan dari Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.

Melalui forum ini, diharapkan pers semakin aktif dalam mengawal program ketahanan pangan demi mewujudkan kedaulatan pangan nasional yang menjadi fondasi bagi pembangunan berkelanjutan. (***)




Korem 161/Wira Sakti Gelar Sosialisasi Nota Kesepahaman Dorong Sinergi Kemenkeu, TNI-AD, dan Dirjen Pajak

Kupang,nwartapedia.com  – Dalam upaya mendukung pembangunan nasional, Korem 161/Wira Sakti menggelar sosialisasi Nota Kesepahaman antara Kementerian Keuangan, TNI-AD, dan Direktorat Jenderal Pajak pada Kamis (07/02/2025) di Aula Sonbai 2, Makorem 161/Wira Sakti, Kupang.

Acara ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Panglima TNI di Mabes TNI, Jakarta Timur, pada 16 Januari 2025.

Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barteto Nunes, dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel Inf. Riko Harianto, S.I.P., menegaskan pentingnya sinergi antara TNI-AD dan Dirjen Pajak untuk mendukung optimalisasi penerimaan negara.

“Panglima TNI menekankan kepada seluruh peserta untuk segera mengimplementasikan nota kesepahaman ini dalam bentuk perjanjian teknis yang tersusun secara cermat dan sesuai ketentuan. Koordinasi dan komunikasi yang baik adalah kunci keberhasilan kerja sama ini,” ujar Kolonel Inf. Riko Harianto.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang, Rimedi Tarigan, dalam sambutannya, menjelaskan tujuan utama sosialisasi ini adalah membangun basis data ekonomi yang lebih baik di NTT sebagai salah satu upaya memaksimalkan penerimaan negara.

“Penerimaan negara terbesar berasal dari pajak. Dukungan dari semua pihak, termasuk Korem 161/Wira Sakti, sangat penting dalam pengumpulan data ekonomi. Dengan adanya Babinsa yang menjangkau pelosok wilayah, kita dapat memperoleh informasi penting terkait kegiatan ekonomi di daerah, seperti vila, usaha, hingga tokoh masyarakat dengan potensi ekonomi yang besar,” jelas Rimedi.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini akan memberikan kontribusi besar terhadap optimalisasi sumber daya lokal dan memperkuat penerimaan negara.

“Kami berharap, dengan sinergi yang terjalin, kita dapat membangun Indonesia yang lebih baik dan sejahtera.”ungkapnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Kasrem 161/Wira Sakti, para pejabat Korem, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang beserta staf, para Dandim jajaran Korem 161/Wira Sakti, serta sejumlah perwira lainnya.

Kegiatan sosialisasi ini menegaskan komitmen TNI dan Dirjen Pajak dalam mendukung tugas-tugas negara melalui kerja sama yang strategis.

Nota kesepahaman ini menjadi langkah penting untuk menciptakan kolaborasi yang lebih efektif antara instansi pemerintah dan militer, khususnya di wilayah NTT, demi tercapainya pembangunan nasional yang berkelanjutan.

(PENREM)




Menteri Pertanian RI Gelar Pertemuan Strategis dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTT

 

Jakarta,nwartapedia.com  – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P, mengadakan pertemuan penting dengan Pj. Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P, Gubernur NTT Terpilih, Apt. Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si, Forkopimda Provinsi NTT, serta Pj. Bupati/Walikota dan para Bupati/Walikota terpilih se-NTT.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) ini bertujuan untuk membahas strategi akselerasi pembangunan sektor pertanian di NTT sebagai penggerak utama penurunan tingkat kemiskinan.

Mentan Amran menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dukungan dari TNI/Polri dalam mengoptimalkan potensi agraris NTT.

“NTT memiliki potensi pertanian yang sangat besar, dan saya melihat harapan besar dari wilayah ini. Dengan pertanian yang bergerak, sektor lainnya akan ikut bergetar. Kita bersama dapat menekan angka kemiskinan hingga di bawah 10 persen, bahkan maksimal 5 persen dalam lima tahun mendatang,” jelas Mentan Amran dengan optimisme.

Dalam pertemuan ini, Mentan memaparkan program prioritas untuk 2025, termasuk perbaikan 188 ribu hektare lahan pertanian di NTT yang didukung dengan pembangunan saluran irigasi, pompanisasi, hingga penyiapan sarana-prasarana produksi.

Selain itu, pembangunan pertanian di NTT diharapkan mampu berkontribusi signifikan pada swasembada pangan nasional.

Pj. Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, menyampaikan paparan terkait kontribusi NTT dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui pengelolaan lahan basah, lahan kering, peternakan modern, dan tambak garam.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan swasembada padi, jagung, daging, dan garam.

“Diskusi hari ini menghasilkan instruksi yang jelas dari Pak Mentan. Kita segera matangkan dan eksekusi program ini secara kolaboratif demi mengatasi kemiskinan dan stunting di NTT,” tegas Andriko.

Sementara itu, Gubernur NTT terpilih, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan Kementan terhadap sektor pertanian di NTT.

Ia berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan kolaborasi bersama pemerintah pusat dan dukungan teknologi dari Kementan, kita optimis sektor pertanian dapat menjadi penggerak utama perubahan ekonomi di NTT,” ujar Melki.

Pertemuan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan percepatan pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan di NTT, dengan harapan besar untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (***)