PAD Kota Kupang Tahun 2025 Tembus 100,09 Persen, Catat Sejarah Baru Lima Tahun Terakhir

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan daerah. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2025 berhasil menembus angka 100,09 persen.

Capaian tersebut menjadi sejarah baru bagi Pemerintah Kota Kupang, karena untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir realisasi PAD tidak hanya mencapai target, tetapi juga melampaui target yang telah ditetapkan.

Hingga 23 Desember 2025, dari target PAD sebesar Rp133.924.000.000, realisasi pendapatan tercatat mencapai Rp134.041.317.522.

Keberhasilan ini menegaskan efektivitas kepemimpinan serta kebijakan pengelolaan pendapatan daerah yang dijalankan secara konsisten sepanjang tahun 2025.

Penguatan pengawasan di lapangan dan berbagai terobosan dalam optimalisasi pendapatan daerah menjadi faktor utama, salah satunya melalui implementasi Program Bapenda Baronda yang mengedepankan pelayanan langsung dan pengawasan intensif terhadap wajib pajak.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan bahwa capaian melampaui target ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Kupang serta meningkatnya partisipasi masyarakat.

“Realisasi PAD yang melampaui target ini menunjukkan bahwa ketika pengelolaan dilakukan dengan pengawasan yang kuat dan pelayanan yang hadir langsung di tengah masyarakat, maka kepercayaan dan kepatuhan wajib pajak akan tumbuh. Prinsip kami jelas, memerintah adalah melayani,” ujar Wali Kota Kupang.

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut akan menjadi pijakan penting dalam memperkuat tata kelola pendapatan daerah yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Setiap rupiah yang dihimpun dari masyarakat harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan publik dan pembangunan yang nyata. Inilah komitmen kami bersama Wakil Wali Kota untuk terus membangun Kota Kupang sebagai Kota Kasih, rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Secara rinci, realisasi PAD Kota Kupang Tahun 2025 ditopang oleh kinerja sejumlah sektor pajak daerah. Pajak restoran mencatatkan realisasi tertinggi dengan capaian 136,45 persen, dari target Rp25.535.000.000 menjadi Rp34.841.281.395. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) juga melampaui target dengan realisasi Rp21.942.803.089 dari target Rp21.550.000.000 atau 101,82 persen. Sementara itu, Pajak Penerangan Jalan terealisasi sebesar Rp41.207.750.133 dari target Rp40.900.000.000 atau 100,75 persen.

Capaian PBB-P2 tahun 2025 memiliki arti strategis, karena dalam lima tahun terakhir penerimaan PBB-P2 Kota Kupang tidak pernah menembus angka Rp20 miliar. Tahun 2025 menjadi bukti keberhasilan arah kebijakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang dalam mendorong optimalisasi pendapatan daerah melalui penguatan sinergi lintas perangkat daerah.

Realisasi PBB-P2 Kota Kupang sendiri menunjukkan dinamika dari tahun ke tahun. Penerimaan sempat menurun pada masa pandemi tahun 2020 dan 2021, mengalami perbaikan pada tahun 2022, menghadapi tantangan pada 2023 dan 2024, hingga akhirnya pada akhir tahun 2025 kembali meningkat dan melampaui target dengan capaian 101,82 persen.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang, Pah Bessie Semuel Messakh, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa capaian realisasi PAD dan PBB-P2 yang melampaui target tidak terlepas dari pengawasan dan pengendalian yang konsisten di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.

“Capaian realisasi PAD sebesar 100,09 persen dan realisasi PBB-P2 sebesar 101,82 persen pada tahun 2025 ini merupakan hasil dari arahan, pengawasan, dan pengendalian Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang terhadap kinerja Bapenda sebagai koordinator pengelolaan pendapatan daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut juga didukung oleh sinergi antara Bapenda, para camat, lurah, serta lembaga kemasyarakatan kelurahan melalui Program Bapenda Baronda. Pelayanan dilakukan secara langsung dari kecamatan ke kecamatan, kelurahan ke kelurahan, hingga dari rumah ke rumah, sehingga berdampak signifikan terhadap meningkatnya kepatuhan dan partisipasi wajib pajak di Kota Kupang. ***




Serahkan Bonus Atlet PON XXI Aceh–Sumut, Wali Kota Kupang Tegaskan Ibu Kota Provinsi Harus Jadi Atlet Terbaik di PON 2

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang menyerahkan bonus kepada atlet, pelatih, serta ofisial/manager asal Kota Kupang yang telah menyumbangkan medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2025 di Aceh–Sumatera Utara. Kegiatan ini berlangsung di Aula Garuda, Rabu (17/12/2025).

Penyerahan bonus tersebut dirangkaikan dengan sambutan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga serta mewujudkan semangat “NTT Emas, Kota Kupang Hebat dan Berprestasi.”

Ketua Panitia kegiatan, Dr. Ambo, M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa Kota Kupang menjadi tulang punggung Kontingen NTT pada PON XXI. Pada ajang tersebut, Kota Kupang mengirimkan 89 atlet, 45 pelatih, dan 20 manajer/ofisial yang berlaga di 9 cabang olahraga, di antaranya pencak silat, taekwondo, wushu, tinju, sepak takraw, kriket, dan atletik.

“Sebanyak 33 atlet asal Kota Kupang berhasil menyumbangkan medali bagi Kontingen NTT. Total anggaran bonus yang disediakan Pemerintah Kota Kupang sebesar Rp460 juta, terdiri dari Rp250 juta dan Rp210 juta,” jelas Dr. Ambo.

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut membuktikan dominasi atlet Kota Kupang dalam memperkuat posisi Kontingen NTT pada PON XXI, sekaligus menjadi modal penting untuk menghadapi PON selanjutnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, dan manajer yang telah bekerja keras mengharumkan nama Kota Kupang dan Provinsi NTT di tingkat nasional.

“Keberhasilan ini bukan hasil kerja satu orang. Tidak ada Superman. Ini adalah hasil kerja tim. Teamwork makes the dream work,” tegas Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa bonus diberikan tidak hanya kepada atlet peraih medali, tetapi juga kepada seluruh unsur pendukung di balik layar. Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, tetap berkomitmen memenuhi hak atlet meskipun berada di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Bonus ini tidak dikurangi sedikit pun, kecuali pajak sesuai ketentuan. Ini adalah bentuk penghormatan pemerintah kepada perjuangan para atlet. Kami memilih berhemat di pos lain agar hak atlet tetap terpenuhi,” ujarnya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya disiplin dan konsistensi dalam menjaga performa atlet menuju ajang olahraga nasional berikutnya, khususnya PON 2028.

“Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi harus menjadi pabrik atlet terbaik. Kita tidak boleh kalah dari daerah lain. Komitmen itu mudah diucapkan, tetapi konsistensi adalah kunci keberhasilan,” tegasnya.

Acara penyerahan bonus ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang beserta jajaran, pengurus KONI Kota Kupang, para pelatih, ofisial, manajer, atlet, kepala perangkat daerah, serta insan media.

Melalui penyerahan bonus ini, Pemerintah Kota Kupang berharap para atlet semakin termotivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. (MI)




Upaya Dinas Pertanian Kota Kupang Mendorong Swasembada Pangan Melalui Pertanian Pekarangan

Kupang,nwartapedia.com  — Dinas Pertanian Kota Kupang terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan swasembada pangan sekaligus menekan angka stunting melalui program pemberdayaan masyarakat di tingkat rumah tangga.

Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan hortikultura bagi 39 anak stunting di empat kecamatan pada Rabu, 3 Desember 2025.

Program ini menyasar keluarga dengan anak stunting di Kecamatan Oebobo: 17 anak, Kecamatan Kelapa Lima: 12 anak, Kecamatan Kota Lama: 3 anak dan Kecamatan Kota Raja: 7 anak.

Secara keseluruhan bantuan mencakup 10 kelurahan, dengan paket berupa benih hortikultura, pupuk bokashi, polibag, dan obat-obatan pertanian.

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A. B. Da Costa, S.Sos., M.Si, disaksikan oleh Plt. Camat Oebobo, Lurah Pasir Panjang, Lurah Oebobo, dan Sekcam Oebobo sebagai bukti sinergi lintas sektor.

Langkah Strategis Menuju Swasembada Pangan

Kegiatan ini tidak hanya menjadi intervensi penanganan stunting, tetapi juga merupakan bagian dari strategi besar Dinas Pertanian Kota Kupang dalam mewujudkan swasembada pangan berbasis rumah tangga.

Dengan memanfaatkan potensi lahan pekarangan, masyarakat didorong untuk menanam komoditas hortikultura yang dapat memenuhi kebutuhan harian keluarga.

Kadis Pertanian Kota Kupang menegaskan bahwa swasembada pangan tidak hanya dibangun dari sektor produksi besar, tetapi dimulai dari unit keluarga.

“Melalui pemanfaatan pekarangan, keluarga dapat menghasilkan pangan sehat tanpa bergantung sepenuhnya pada pasar. Ini sekaligus menjadi langkah efektif meningkatkan gizi anak dan memperkuat kemandirian pangan rumah tangga,” ungkap Matheus Da Costa.

Program ini menjadi bukti bahwa pertanian skala kecil dapat memberikan dampak besar terhadap ketahanan pangan daerah, terutama bila digerakkan secara masif dan terstruktur.

Sinergi Pemerintah dari Kota hingga Kelurahan

Kesuksesan program ini tidak lepas dari kerja sama erat antara pemerintah kota, kecamatan, dan kelurahan. Kolaborasi lintas sektor memastikan bahwa bantuan diterima oleh keluarga yang tepat, dan kegiatan pertanian pekarangan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Plt. Camat Oebobo mengapresiasi langkah Dinas Pertanian yang dinilai sejalan dengan program pemerintah dalam menekan angka stunting sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

“Kolaborasi seperti ini mempercepat perubahan. Pemberdayaan keluarga melalui pertanian pekarangan adalah langkah konkret menuju kemandirian pangan,” ujarnya.

Dampak Berkelanjutan: Gizi Anak Membaik, Kota Kupang Lebih Mandiri Pangan

Setelah penyaluran bantuan, Dinas Pertanian juga menyiapkan program pendampingan bagi keluarga penerima.

Pendampingan ini mencakup cara menanam, merawat tanaman, hingga memanen dan memanfaatkan hasilnya untuk kebutuhan gizi keluarga.

Dengan pola pendampingan berkelanjutan, program ini ditargetkan tidak hanya memperbaiki status gizi anak, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan keluarga, yang pada akhirnya mendukung tujuan besar Kota Kupang menuju swasembada pangan yang kuat, stabil, dan berbasis masyarakat.

Melalui langkah-langkah seperti ini, Dinas Pertanian Kota Kupang berharap tercipta masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. (MI/ADV)




Dinas Pertanian Dorong Penanganan Stunting Melalui Pelatihan Metode YUMINA di Kelurahan Oesapa

Kupang,nwartapedia.com — Dinas Pertanian Kota Kupang melalui Bidang Hortikultura kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program penanganan stunting di wilayah Kota Kupang. Pada hari Jumat, 28 November 2025, telah dilaksanakan Pelatihan Metode YUMINA (Sayur, Ikan, dan Buah di Pekarangan) bagi 15 anak/orang tua di Kelurahan Oesapa.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan edukasi praktis kepada masyarakat mengenai pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi, khususnya sayuran dan ikan yang dapat mendukung kebutuhan gizi keluarga.

Pelatihan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A. B. H. da Costa, S.Sos., M.Si, bersama Lurah Oesapa, yang sekaligus melakukan penyerahan paket bantuan hortikultura kepada para peserta.

Paket tersebut meliputi benih sayur kangkung, benih sayur sawi, benih ikan lele, pakan ikan lele, serta berbagai peralatan penunjang lainnya.

Dalam sambutannya, Kadis Pertanian Kota Kupang, Matheus A. B. H. da Costa, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa pengembangan ketahanan pangan keluarga menjadi salah satu intervensi penting dalam memerangi stunting.

Metode YUMINA dinilai cocok diterapkan di lingkungan permukiman perkotaan karena mudah, murah, dan hasilnya cepat dirasakan masyarakat.

“Melalui YUMINA, kita ingin memberdayakan keluarga agar mampu menyediakan pangan bergizi dari pekarangan sendiri. Ini bukan hanya program pertanian, tetapi juga upaya nyata untuk menjaga kesehatan anak-anak kita,” ujar Kadis Pertanian.

Lurah Oesapa turut memberikan apresiasi atas dukungan Dinas Pertanian, serta mengajak warga untuk benar-benar memanfaatkan ilmu dan bantuan yang telah diberikan.

Kegiatan diakhiri dengan sesi praktik langsung penanaman sayur dan pengelolaan kolam lele skala rumah tangga, yang disambut antusias oleh para peserta.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Kupang berharap agar upaya penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang ada di lingkungan masyarakat. (MI)




Pakar Ekonomi Politik Nasional: SABOAK Bukti Sentuhan Cerdas Wali Kota Kupang Bangkitkan Ekonomi Warga

Kupang,nwartapedia.com  — Kehadiran Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) di Taman Nostalgia kini mendapat sorotan positif dari berbagai kalangan nasional.

Salah satunya datang dari Pakar Ekonomi Politik Nasional, Ferdy Hasiman, yang menilai SABOAK merupakan inovasi ekonomi daerah yang berhasil memberi dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang.

Menurut Ferdy Hasiman, SABOAK bukan sekadar ajang ekonomi kreatif, melainkan langkah strategis pemerintah kota dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan.

Ia menyebut program ini sebagai “pekerjaan dan sentuhan luar biasa” dari Wali Kota Kupang dan seluruh jajaran pemerintahannya.

“Ini pekerjaan dan sentuhan luar biasa dari Pak Wali dan jajaran untuk menaikkan ekonomi kelas bawah di Kota Kupang,” ujar Ferdy Hasiman, Sabtu (1/11).

Ferdy menilai, SABOAK telah menjadi magnet baru yang mampu menarik ribuan pengunjung setiap akhir pekan. Fenomena ini menciptakan multiplier effect yang kuat terhadap perputaran ekonomi lokal.

“SABOAK ini magnet yang mendatangkan banyak manusia. Ledakan pengunjung yang besar mendorong naiknya konsumsi masyarakat, memperkuat daya beli, dan efek lanjutannya sangat besar,” jelasnya.

Lebih jauh, Ferdy menambahkan bahwa peningkatan pendapatan UMKM yang terlibat dalam SABOAK tidak hanya berdampak pada sektor perdagangan, tetapi juga pada kesejahteraan keluarga pelaku usaha.

“UMKM yang punya pendapatan lebih bisa menabung, menyekolahkan anaknya, dan menyiapkan biaya kesehatan dengan lebih mudah jika jatuh sakit,” ungkapnya.

Menurut Ferdy, langkah Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota saat ini patut diapresiasi karena memiliki arah yang jelas dan efektif.

Ia menyebut strategi ini menunjukkan pemahaman mendalam terhadap struktur ekonomi lokal.

“SABOAK sengaja diciptakan untuk menumbuhkan ekonomi Kota Kupang. Pak Wali bergerak efektif, cerdas, dan paham betul dari mana ekonomi Kota Kupang harus tumbuh,” tutup Ferdy.

Kini, SABOAK di Taman Nostalgia telah menjelma menjadi ruang ekonomi kreatif kebanggaan warga Kupang.

Setiap Sabtu dan Minggu, ratusan UMKM lokal hadir menawarkan produk unggulan mereka, menciptakan denyut ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. (MI/ADV)




Kepala LAN RI, Dr. Muhammad Taufik Resmikan Akademi Pengentasan Kemiskinan di Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com   – Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia, Dr. Muhammad Taufik, secara resmi meluncurkan Akademi Pengentasan Kemiskinan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (15/10).

Peluncuran akademi ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan melalui pendekatan kolaboratif dan inovatif.

Dalam sambutannya, Dr. Taufik menekankan pentingnya mengubah pendekatan dalam pengentasan kemiskinan.

Menurutnya, pendekatan lama yang sektoral dan administratif terbukti belum cukup efektif, meskipun anggaran besar telah digelontorkan setiap tahunnya.

“Setiap tahun lebih dari 500 triliun rupiah digelontorkan untuk pengentasan kemiskinan, namun hasilnya masih belum optimal. Bahkan, menurut audit BPKP, efisiensi program pengentasan kemiskinan baru mencapai 52%,” ungkap Dr. TaTaufik.

Ia menambahkan bahwa Akademi Pengentasan Kemiskinan hadir sebagai jawaban terhadap tantangan tersebut, dengan pendekatan berbasis pembelajaran kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak  pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.

“Kita perlu rombak cara kerja dan pola pikir. Kemiskinan tidak hanya soal pendapatan rendah, tetapi juga mindset dan budaya. Akademi ini ingin membentuk pola pikir baru bagi para ASN dan masyarakat, agar mereka menjadi aktor utama dalam keluar dari lingkaran kemiskinan,” lanjutnya.

Dr. Taufik juga mengapresiasi Provinsi NTT, khususnya Kota Kupang, yang menurutnya menunjukkan semangat dan inovasi luar biasa dalam pembangunan. Ia menyebut bahwa meskipun NTT mencatatkan pertumbuhan ekonomi tinggi, masalah kemiskinan masih menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi secara serius dan terstruktur.

Sementara itu, mewakili Wali Kota Kupang, Dr. Christian Riyaldo, perwakilan dari Pemerintah Kota Kupang menyampaikan komitmen penuh terhadap program ini.

“Akademi Pengentasan Kemiskinan sejalan dengan visi pemerintah pusat untuk meningkatkan SDM dan memperkuat reformasi birokrasi. Program ini juga selaras dengan Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023 yang mendorong transformasi ASN agar adaptif, inklusif, dan kolaboratif,” ujar perwakilan Wali Kota.

Peluncuran Akademi ini juga menjadi bagian dari upaya untuk membentuk “Corporation City” di Kota Kupang yang akan didampingi oleh berbagai pihak, termasuk BPSDM Provinsi NTT dan perguruan tinggi. Kota Kupang akan menjadi salah satu daerah percontohan dari implementasi konsep “Corporate University” di wilayah Indonesia Timur.

Dr. Taufik mengakhiri sambutannya dengan ajakan kuat untuk bersama-sama membangun bangsa tanpa kemiskinan:

“Selama masih ada kemiskinan, kita belum sepenuhnya merdeka. Inilah esensi gotong royong – menyelesaikan masalah bangsa secara bersama-sama, tanpa melihat sekat-sekat birokrasi, agama, atau status sosial.”

Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Sosial, Kementerian PAN-RB, BPSDM Provinsi NTT, dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya. Ke depan, Akademi Pengentasan Kemiskinan diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan kebijakan dan pendekatan dalam pengurangan kemiskinan, tidak hanya di Kota Kupang tetapi juga di berbagai daerah lainnya di Indonesia. (MI)




Warga Antusias Sambut Promo Pemasangan Baru PDAM Kota Kupang, Irenius Take Jadi Pelanggan Pertama

Kuoang,nwartapedia.com  — Antusiasme warga Kota Kupang menyambut program promo pemasangan sambungan baru Perumda Air Minum Kota Kupang terlihat sejak hari pertama peluncurannya.

Salah satunya datang dari Irenius Take, warga Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, yang tercatat sebagai pelanggan pertama dalam program promo tersebut.

Program yang resmi diluncurkan oleh Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, pada Senin (13/10/2025) di halaman depan kantor PDAM Kota Kupang ini menawarkan potongan biaya signifikan dari Rp2.500.000 menjadi hanya Rp1.500.000 per paket sambungan baru.

Irenius mengaku mengetahui informasi promo tersebut dari teman-temannya yang bekerja di kantor PDAM. Tanpa menunggu lama, ia langsung datang untuk mendaftar dan melunasi biaya pemasangan.

“Saya dengar dari teman-teman di kantor PDAM, langsung saya datang istilahnya jemput bola. Saya bayar lunas supaya tidak ada beban lagi, tinggal tunggu pemasangan,” ujar Irenius.

Sebagai pekerja serabutan, Irenius mengaku sangat terbantu dengan adanya program promo ini. Ia juga mengajak masyarakat Kota Kupang untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Selama ini saya pakai air tangki 6.000 liter setiap bulan. Dengan promo ini, lebih hemat dan bisa punya sambungan air sendiri. Saya ajak masyarakat Kota Kupang segera ikut program bagus ini,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menjelaskan bahwa promo ini berlaku mulai 13 Oktober hingga 31 Desember 2025. Program ini merupakan bentuk komitmen Perumda dalam memperluas akses air bersih bagi masyarakat dengan biaya yang lebih terjangkau.

“Biaya reguler sebelumnya Rp2,5 juta, tetapi dengan promo ini masyarakat cukup membayar Rp1,5 juta. Ada potongan sekitar Rp1 juta. Calon pelanggan bisa membayar uang muka Rp800 ribu, dan sisanya dicicil hingga tujuh kali,” jelas Isidorus.

Ia menambahkan, tujuan utama dari promo ini adalah agar semakin banyak warga Kota Kupang dapat menikmati layanan air bersih.

Perumda juga akan melakukan sosialisasi melalui media sosial, serta bekerja sama dengan para camat dan lurah untuk menyebarkan informasi ke masyarakat di tiap wilayah.

Selain fokus pada penambahan sambungan baru, Perumda juga tengah berupaya mengatasi permasalahan jaringan perpipaan tua yang menyebabkan kebocoran dan kehilangan air.

“Berdasarkan data per September 2025, tingkat kehilangan air mencapai 27 persen. Ini karena banyak pipa yang sudah tua dan bocor. Kami berharap dukungan Pemerintah Kota Kupang dan BKD untuk program peremajaan pipa di segmen-segmen kritis,” ungkapnya.

Isidorus berharap, program promo sambungan baru ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga selama tiga bulan ke depan, sekaligus menjadi langkah nyata dalam meningkatkan pelayanan publik dan efisiensi air bersih di Kota Kupang. (MI)




Pemkot Kupang Serahkan Bantuan Rp 50 Juta untuk Tim Persekota di ETMC 2025

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang menunjukkan dukungannya terhadap perkembangan sepak bola di Kota Kupang dengan menyerahkan bantuan sebesar Rp 50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah) kepada tim Persatuan Sepakbola Kota Kupang (Persekota) yang akan berlaga di ajang El Tari Memorial Cup (RTMC) ke-33 Tahun 2025.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, didampingi Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (6/3).

Bantuan diterima oleh Polce Pandie yang mewakili Ketua Asosiasi PSSI Kota Kupang, Alex Riwu Kaho.

Dalam kesempatan tersebut, Polce Pandie menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kota Kupang.

Ia memastikan bantuan ini akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan para pemain, pelatih, dan official tim Persekota yang akan berlaga di turnamen bergengsi tingkat provinsi tersebut.

“Kami dari Askot PSSI Kota Kupang sangat mengapresiasi dukungan ini. Ini bentuk perhatian nyata Pemkot Kupang terhadap sepak bola di daerah ini. Bantuan ini akan langsung kami salurkan kepada para pemain dan tim. Kami juga berharap dukungan dari Pak Wali dan Ibu Wakil Wali Kota terus berlanjut untuk pembinaan sepak bola di Kota Kupang,” ujar Polce Pandie.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa dirinya bersama Wakil Wali Kota, Serena Francis berkomitmen mendukung kemajuan olahraga, khususnya sepak bola di Kota Kupang.

“Kami ingin memberikan yang terbaik untuk Kota Kupang. Bantuan ini juga berkat dukungan dari Bank NTT yang diwakili Wakil Kepala KCU Bank NTT Kota Kupang, Bapak Bill Payong Beda, serta anggota DPRD Kota Kupang,”ungkapnya.

“Kami sadar, olahraga sangat penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang sehat dan berdaya saing. Mohon maaf bantuannya masih terbatas, semoga bisa bermanfaat bagi tim Persekota,”tambah Wali Kota.

Senada dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, juga berpesan agar seluruh pemain Persekota terus menjaga disiplin latihan dan menjunjung tinggi sportivitas selama turnamen berlangsung.

“Saya berpesan agar para pemain tetap disiplin berlatih dan menjunjung tinggi sportivitas serta fair play. Sebagai tuan rumah, kita juga harus menjaga keamanan dan kenyamanan selama pertandingan berlangsung,” pesan Serena.

Dengan dukungan penuh dari Pemkot Kupang, diharapkan Persekota mampu menunjukkan performa terbaik dan meraih hasil gemilang di El Tari Memorial Cup 2025. (MI)




Rapat Paripurna DPRD Kota Kupang, dr. Christian Widodo Sampaikan Pidato Perdana Masa Jabatan 2025-2030

 

Kupang,nwartapedia.com  – DPRD Kota Kupang menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka penyampaian pidato sambutan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo masa jabatan 2025-2030, pada Selasa (5/3).

Dalam pidato perdananya, Wali Kota Kupang menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada seluruh masyarakat Kota Kupang yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya dan Wakil Wali Kota untuk memimpin selama lima tahun ke depan.

Di hadapan para anggota DPRD dan tamu undangan, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa kemenangan yang diraih bukan milik pribadi, melainkan kemenangan seluruh masyarakat Kota Kupang.

“Tidak ada lagi warga paslon A, paslon B, atau paslon lainnya. Semua adalah warga Kota Kupang yang harus kami layani,” tegasnya.

Wali Kota juga menekankan bahwa pemerintah ke depan akan berperan sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar pihak yang memerintah. Seluruh jajaran pemerintah kota diinstruksikan untuk menempatkan tulisan “Pemerintah adalah Pelayan” di setiap kantor dinas sebagai pengingat komitmen tersebut.

Dalam arahannya, Wali Kota Kupang memaparkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan, di antaranya:

1. Peningkatan Kualitas SDM
Pendidikan dan kesehatan menjadi fokus utama untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter.

2. Pengelolaan Sampah Berbasis Kecamatan
Pemerintah akan mendorong pembangunan fasilitas pengolahan sampah di setiap kecamatan guna mengurangi volume sampah ke TPA, serta mendorong inovasi pengelolaan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

3. Revitalisasi Taman Kota
Taman-taman kota akan dibangun menjadi ruang publik yang hidup, ramah anak, serta mendukung aktivitas ekonomi kreatif, termasuk arena skateboard dan area UMKM.

4. Ekonomi Berbasis Partisipasi Masyarakat
Pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi akan digalakkan agar masyarakat dapat mandiri dan produktif.

5. Pemerintahan Transparan dan Responsif
Wali Kota Kupang berjanji membangun birokrasi yang transparan, responsif terhadap pengaduan masyarakat, dan memprioritaskan anggaran untuk kebutuhan dasar warga.

6. Kolaborasi Seluruh Elemen
Pemerintah Kota Kupang akan mendorong kolaborasi aktif dengan DPRD, komunitas, organisasi masyarakat, dan elemen lainnya demi mewujudkan visi Kota Kupang yang bersih, aman, dan berbudaya.

Wali Kota Kupang juga menyampaikan komitmennya menjalankan pemerintahan yang melayani dengan sepenuh hati, mengutamakan kepentingan masyarakat di atas segalanya, dan mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan kota.

Menutup pidatonya, Wali Kota meminta dukungan dan doa seluruh warga Kota Kupang agar seluruh program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik.

“Mari kita bergandengan tangan, melangkah bersama membangun Kota Kupang yang lebih baik untuk generasi masa depan,” pungkasnya.

Rapat paripurna ini diakhiri dengan doa bersama dan harapan agar sinergi antara pemerintah dan DPRD Kota Kupang terus terjalin demi kemajuan daerah. (MI)




Sidang PTUN Kupang: Kuasa Hukum Tegaskan Ijazah Wakil Bupati Rote Ndao Sah dan Sesuai Prosedur

 

Kupang,nwartapedia.com – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang kembali menggelar sidang lanjutan sengketa keabsahan ijazah Paket C milik Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusi Dethan, pada Senin (3/3). Agenda sidang kali ini menghadirkan ahli pendidikan yang diajukan pihak penggugat.

Dalam jalannya persidangan, tim kuasa hukum tergugat menyatakan keberatan atas netralitas ahli, sekaligus menegaskan bahwa ijazah yang dipermasalahkan telah diterbitkan melalui prosedur resmi dan sah secara hukum.

Kuasa hukum Wakil Bupati Rote Ndao, Lesly Lay, SH, dalam sidang menyampaikan keberatan terhadap ahli yang dihadirkan penggugat.

Menurutnya, status ahli sebagai pensiunan dari kementerian terkait membuka peluang adanya konflik kepentingan yang dapat memengaruhi objektivitas keterangannya di persidangan.

“Kami mempertanyakan sejauh mana netralitas ahli ini, mengingat keterkaitannya dengan kementerian tempat ia pernah bertugas. Ada potensi sudut pandang ahli dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, yang belum tentu relevan dengan konteks perkara saat ini,” jelas Lesly di hadapan majelis hakim.

Lesly juga menyoroti bahwa ahli sendiri telah mengakui bahwa kesalahan teknis administrasi dalam penulisan nama di ijazah bukan serta-merta membuat ijazah tersebut batal atau tidak sah.

“Ahli sudah menegaskan bahwa kesalahan penulisan bisa diperbaiki melalui prosedur resmi, bukan berarti ijazah otomatis gugur. Ini memperkuat posisi kami bahwa ijazah tersebut sah,” tegasnya.

Selain menyoroti netralitas ahli, kuasa hukum tergugat juga menjelaskan bahwa PKBM yang menerbitkan ijazah Paket C milik Apremoi Dudelusi Dethan memiliki izin operasional yang sah dan telah mengikuti seluruh prosedur yang berlaku.

“PKBM tempat klien kami belajar memiliki izin resmi dari Dinas Pendidikan. Artinya, PKBM tersebut berwenang penuh menyelenggarakan ujian kesetaraan dan menerbitkan ijazah sesuai aturan,” jelas Tomi Yakob, SH, anggota tim kuasa hukum.

Proses administrasi dari awal hingga terbitnya ijazah juga disebut telah memenuhi ketentuan regulasi, termasuk Permendikbud Tahun 2013 yang mengatur teknis penyelenggaraan pendidikan kesetaraan.

“Mulai dari pendaftaran peserta, proses pembelajaran, pelaksanaan ujian, hingga penerbitan ijazah yang diawasi oleh dinas terkait, semuanya dilaksanakan sesuai aturan hukum yang berlaku,” tambah Tomi.

Pernyataan serupa disampaikan oleh kuasa hukum lainnya, Oblata Bella, SH, yang menilai bahwa keterangan ahli justru memperkuat posisi tergugat.

“Ahli menegaskan bahwa PKBM telah melaksanakan proses pembelajaran dan ujian sesuai ketentuan yang berlaku. Ini sejalan dengan keterangan Ketua PKBM yang sebelumnya sudah dihadirkan sebagai saksi, jadi justru memperkuat legalitas ijazah klien kami,” jelas Oblata.

Lebih lanjut, Oblata menilai tuduhan bahwa ijazah Wakil Bupati Rote Ndao tidak sah tidak memiliki dasar yang kuat.

“Dari awal kami sudah sampaikan, ini tuduhan yang tidak berdasar dan lebih bernuansa politis. Ijazah klien kami resmi, sah, dan diterbitkan oleh lembaga berwenang,” tegasnya.

Setelah mendengarkan keterangan ahli dan tanggapan dari kedua belah pihak, majelis hakim memutuskan untuk melanjutkan persidangan ke tahap kesimpulan.

Sidang lanjutan dijadwalkan pada Senin, 10 Maret 2025, dengan agenda penyampaian kesimpulan tertulis dari masing-masing pihak.

“Setelah itu, majelis hakim akan mempelajari seluruh berkas, bukti, dan keterangan yang telah disampaikan sebelum mengambil putusan,” ujar Ketua Majelis Hakim menutup persidangan.

Pihak kuasa hukum Wakil Bupati Rote Ndao menyatakan optimistis bahwa seluruh fakta persidangan telah membuktikan bahwa ijazah Apremoi Dudelusi Dethan sah secara hukum, dan berharap majelis hakim akan mengeluarkan putusan yang objektif dan berkeadilan. (MI)