Dinas Pertanian Kota Kupang Bahas Standar Pelayanan Publik untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pertanian

Kupang, nwartapedia.com  —  Dinas Pertanian Kota Kupang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui penyusunan Standar Pelayanan Publik yang menjadi acuan dalam pelaksanaan tugas pelayanan teknis di bidang pertanian.

Sekretaris Dinas Pertanian Kota Kupang, Marthina O. Ratoe Oedjoe, mewakili Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A.B.H. Da Costa, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan yang berlangsung di Kupang, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik yang sesuai dengan asas pemerintahan yang baik, setiap penyelenggara pelayanan publik wajib menetapkan standar pelayanan yang jelas dan terukur.

Menurutnya, Dinas Pertanian Kota Kupang sebagai perangkat daerah teknis yang menyelenggarakan pelayanan publik melalui Bidang Peternakan, Bidang Veteriner, serta Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian perlu menetapkan standar pelayanan bagi petani, kelompok tani, peternak, pengusaha ternak, hingga Rumah Potong Hewan (RPH).

“Standar pelayanan ini penting agar seluruh proses pelayanan teknis kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan kepastian pelayanan,” ujarnya.

Sebagai langkah penyusunan standar pelayanan tersebut, pada 21 Mei 2026 Dinas Pertanian Kota Kupang menggelar forum pembahasan draf Standar Pelayanan Publik yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian Kota Kupang.

Kegiatan itu menghadirkan berbagai unsur terkait, di antaranya tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, masyarakat pemanfaat layanan,

Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Orta) Sekretariat Daerah Kota Kupang, serta bidang-bidang teknis di lingkup Dinas Pertanian Kota Kupang.

Forum tersebut menjadi wadah diskusi bersama untuk menyempurnakan draf standar pelayanan sehingga nantinya dapat menjadi pedoman resmi dalam pelaksanaan pelayanan publik di sektor pertanian dan peternakan di Kota Kupang. 

Melalui penyusunan standar pelayanan ini, Dinas Pertanian Kota Kupang berharap pelayanan kepada masyarakat dapat semakin profesional, akuntabel, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di bidang pertanian dan peternakan secara optimal. (MI)




Wali Kota Kupang Tutup Academy Qur’an Hidayatullah 2026, Dorong Pendidikan Karakter Anak

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Christian Widodo, resmi menutup kegiatan Academy Qur’an (AQ) V Hidayatullah Kota Kupang Tahun 2026 di Pelataran Masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima, Sabtu malam (16/5/2026).

Kehadiran Wali Kota Kupang dalam kegiatan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena untuk pertama kalinya sejak Academy Qur’an digelar, penutupan acara dihadiri langsung oleh kepala daerah.

Dalam sambutannya, Christian Widodo menegaskan bahwa Academy Qur’an Hidayatullah bukan sekadar perlombaan keagamaan, melainkan wadah pembentukan karakter generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan era digital yang semakin terbuka.

Menurutnya, anak-anak harus dibekali tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga nilai keimanan dan moral yang kuat agar mampu menghadapi tantangan zaman.

“Anak-anak kita jangan hanya pintar secara akademik, tetapi juga harus punya karakter yang kuat dan takut akan Tuhan. Ilmu tanpa iman bisa membuat orang sombong. Sebaliknya, iman tanpa ilmu juga bisa membuat orang salah arah. Karena itu iman dan ilmu harus berjalan bersama,” ujar Christian Widodo.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, kemajuan teknologi dapat berdampak negatif apabila tidak diimbangi dengan pendidikan moral dan akhlak yang baik.

Wali Kota Kupang menilai Academy Qur’an menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun hubungan sosial dan menjaga harmoni masyarakat di Kota Kupang.

Selain itu, Christian Widodo turut memberikan apresiasi kepada umat Muslim atas kontribusi mereka dalam pembangunan Kota Kupang, baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, maupun budaya.

“Kalau hari ini Kota Kupang semakin baik, itu tidak lepas dari peran umat Muslim. Mereka telah banyak membantu dalam pembangunan sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keberagaman di Kota Kupang merupakan kekuatan yang harus terus dijaga bersama. Menurutnya, perbedaan bukan penghalang, tetapi menjadi unsur penting dalam menciptakan keharmonisan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Christian Widodo juga memberi motivasi kepada seluruh peserta Academy Qur’an agar terus belajar dan tidak mudah menyerah meskipun belum meraih juara.

“Kekalahan yang sebenarnya adalah ketika kita berhenti mencoba. Selama kita masih mau belajar dan terus berusaha, maka sesungguhnya kita belum kalah,” pesannya.

Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, berkomitmen mendukung pelaksanaan Academy Qur’an Hidayatullah agar ke depan dapat digelar lebih besar dan menjangkau lebih banyak generasi muda.

Pada akhir acara, Wali Kota Kupang menyerahkan piala penghargaan kepada para juara umum Academy Qur’an V Tahun 2026, yakni Juara Umum I MI Pemimpin Hidayatullah Rumah Qur’an, Juara Umum II TPQ Al Ilmu, dan Juara Umum III MA Hidayatullah Batakte.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Kupang sekaligus pendiri Hidayatullah NTT, Muhammad MS, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota Kupang dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, Hidayatullah telah hadir di NTT sejak 1992 dan terus fokus pada pengembangan pendidikan serta pembinaan generasi muda Muslim, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Ia menambahkan, Academy Qur’an tidak hanya mengajarkan anak membaca Al-Qur’an, tetapi juga mendorong peserta memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. *




Tenun Ikat Belu Siap Tampil di Ajang Persit Bisa 2026 Jakarta

Jakarta, nwartapedia.com  –  UMKM Cabang XVI Dim 1605 Belu siap ambil bagian dalam ajang Persit Bisa 2 Tahun 2026 yang digelar di Balai Kartini Jakarta pada 7–9 Mei 2026.

Berbagai persiapan telah dilakukan secara matang, mulai dari penyediaan kain tenun hingga penataan lokasi promosi yang kini telah memasuki tahap akhir.

Dalam ajang tersebut, Tenun Ikat Belu akan menampilkan motif unggulan Robamiki yang melambangkan kecantikan dan keanggunan perempuan.

Sebanyak 30 paket kain tenun berkualitas tinggi disiapkan untuk dipamerkan kepada publik nasional.

Karya-karya ini merupakan hasil sentuhan tangan terampil Ny. Cileberta, anggota Cabang XVI Dim 1605 Belu, yang terus menjaga kualitas dan nilai estetika tenun tradisional.

Tenun motif Belu Atambua sendiri dikenal sebagai salah satu warisan budaya tekstil khas Nusa Tenggara Timur.

Kain ini tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai simbol identitas, status sosial, serta bagian penting dalam berbagai upacara adat masyarakat.

Melalui ajang ini, UMKM Belu berharap tenun ikat khas daerah dapat semakin dikenal luas sekaligus memperkuat eksistensi budaya lokal di tingkat nasional. *




BPS NTT: Nilai Tukar Petani April 2026 Turun Menjadi 99,41

Kupang, nwartapedia.com  – Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada April 2026 sebesar 99,41 atau mengalami penurunan sebesar 0,86 persen dibandingkan NTP Maret 2026 yang tercatat sebesar 100,27.

NTP merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (It) dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib), yang digunakan sebagai indikator untuk mengukur kemampuan atau daya beli petani, serta mencerminkan daya tukar (terms of trade) produk pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Pada April 2026, penurunan NTP disebabkan oleh turunnya indeks harga yang diterima petani sebesar 0,49 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,37 persen.

Penghitungan NTP menggunakan tahun dasar 2018 (2018=100) dan mencakup lima subsektor, yaitu tanaman pangan, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan.
Selain itu, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) pada April 2026 tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,41 persen, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Provinsi NTT pada April 2026 tercatat sebesar 104,17 atau turun sebesar 0,55 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Dengan demikian, perkembangan NTP dan NTUP tersebut menunjukkan adanya penurunan daya beli petani serta perlambatan kinerja usaha pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada April 2026. *




Peken Jasindo Resmi Dibuka di Kupang, Serena Francis Dorong UMKM Naik Kelas

Kupang, nwartapedia.com  –  Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, bersama Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, membuka secara resmi kegiatan Peken Jasindo di Taman Nostalgia, Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan bertema “Katong Baku Dukung, Katong Baku Sayang” itu menjadi ajang pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Serena Francis mengatakan tema yang diangkat mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Kupang. Menurutnya, kekuatan kota ini terletak pada solidaritas warganya.

Ia menambahkan, momentum Peken Jasindo yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional menjadi bukti bahwa proses belajar tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga melalui ruang publik, aktivitas ekonomi, dan interaksi sosial masyarakat.

Sejak pagi, kawasan Taman Nostalgia dipadati warga yang menikmati beragam kegiatan, mulai dari bazar UMKM, turnamen basket 3 lawan 3, talkshow pengembangan usaha, literasi asuransi, workshop tenun, hingga promosi pangan lokal.

Pada malam hari, pengunjung juga disuguhi pertunjukan seni budaya, penampilan kelompok difabel, tarian daerah, serta paduan suara.

Serena Francis menilai kegiatan tersebut menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang dan memperluas pasar. Ia mencontohkan keberhasilan program Saboak atau Sunday Market Buat Orang Kupang yang telah menghadirkan perputaran ekonomi besar sejak diluncurkan pada 2025.

“Dulu kawasan ini kurang dimanfaatkan, sekarang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan ruang publik yang ramai,” ujarnya.

Selain itu, ia mengapresiasi konsep pasar tanpa plastik yang diterapkan panitia sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Sementara itu, Pimpinan Jasindo Kupang, Jerry Simamora, mengatakan Peken Jasindo dirancang sebagai ruang kolaborasi masyarakat untuk bertransaksi, belajar, dan berkembang bersama.

Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi daerah, sehingga kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.

Selain bazar UMKM, masyarakat juga mendapat akses berbagai layanan gratis seperti pemeriksaan kesehatan, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), perpanjangan SIM, hingga pembayaran pajak.

Panitia juga menghadirkan program sosial berupa workshop bagi penyandang disabilitas, layanan Posyandu, edukasi kesehatan, bantuan sarana usaha, dukungan pendidikan, serta pembagian paket sembako.

Jerry Simamora menambahkan, Kupang menjadi kota kedua penyelenggara Peken Jasindo di Indonesia setelah sebelumnya digelar di Keraton Solo. (MI)




May Day di NTT, Gubernur Melki Dorong Buruh Naik Kelas Jadi Pengusaha

Kupang, nwartapedia.com  –  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 dengan menggelar dialog tripartit yang mempertemukan pemerintah, pekerja, dan pelaku usaha di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat (1/5/2026) malam.

Mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, kegiatan ini menjadi ruang terbuka untuk membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan yang masih dihadapi masyarakat NTT.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, dalam arahannya menegaskan pentingnya membangun hubungan industrial yang sehat, adil, dan berpihak kepada kesejahteraan pekerja.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada perlindungan buruh, tetapi juga ingin mendorong pekerja memiliki peluang naik kelas menjadi pelaku usaha mandiri.

“Kita ingin para pekerja berkembang menjadi pengusaha baru. Potensi daerah ini harus diolah sendiri sehingga manfaat ekonominya berputar di NTT,” tegas Gubernur Melki.

Untuk mendukung langkah tersebut, Pemprov NTT telah berkoordinasi dengan OJK, Bank Indonesia, dan perbankan agar mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pekerja yang ingin membuka usaha atau meningkatkan keterampilan.

Dalam sesi dialog, sejumlah persoalan klasik ketenagakerjaan ikut mencuat, terutama masih banyaknya pekerja yang belum memiliki kontrak kerja tertulis serta belum terdaftar dalam jaminan sosial tenaga kerja.

Perwakilan serikat buruh menilai kondisi ini membuat posisi pekerja rentan terhadap persoalan upah, pemutusan hubungan kerja, hingga minimnya perlindungan hukum.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT, Oder Maks Sombu, menegaskan bahwa setiap hubungan kerja wajib dilandasi perjanjian kerja agar hak dan kewajiban kedua belah pihak terlindungi sesuai aturan.

Ia mengimbau seluruh pelaku usaha, termasuk usaha kecil dan menengah, agar tertib administrasi dan memberikan kepastian hukum bagi pekerja.

Sementara itu, moderator dialog Dr. Leonardus Mali menyampaikan bahwa isu ketenagakerjaan di NTT tidak hanya menyangkut sektor formal, tetapi juga perlindungan terhadap pekerja informal seperti petani dan nelayan.

Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap tercipta kolaborasi yang kuat antara pekerja dan pengusaha sehingga investasi dapat tumbuh sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Bumi Flobamorata. *




Transformasi Layanan JKN Dipercepat, BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Prioritas

Jakarta, nwartapedia.com  –  Upaya memperkuat kualitas layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus dipacu. BPJS Kesehatan di bawah kepemimpinan direksi periode 2026–2031 resmi meluncurkan delapan program prioritas (Quick Wins) yang ditargetkan tuntas dalam 100 hari kerja pertama.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respons atas kebutuhan peserta akan layanan yang cepat, mudah diakses, dan mampu memberikan solusi nyata di lapangan.

“Harapan masyarakat sederhana, yakni mendapatkan layanan yang cepat dan solutif saat menghadapi kendala. Karena itu, kami merancang program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar peserta sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Empat program berbasis Customer Centric menjadi fokus utama, meliputi Respons Cepat Solutif, Iuran Kuat, Prolanis Muda, serta Eliminasi Inefisiensi.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas interaksi layanan sekaligus memastikan keberlanjutan sistem JKN.

Salah satu inovasi yang menonjol adalah optimalisasi layanan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) yang kini hadir selama 24 jam penuh.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menyebut layanan ini sebagai standar baru dalam pelayanan publik berbasis digital.

“Dengan PANDAWA 24 jam, peserta tidak lagi dibatasi waktu. Bahkan untuk layanan prioritas, kami menargetkan respons kurang dari lima menit sebagai bentuk komitmen layanan cepat,” jelasnya.

Transformasi digital ini sejalan dengan arah kebijakan nasional. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menilai digitalisasi layanan publik menjadi kunci menuju sistem digital welfare state yang lebih efisien dan responsif.

“Layanan publik harus adaptif dan proaktif. Digitalisasi memungkinkan kita memangkas waktu dan meningkatkan kualitas layanan secara signifikan,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang menilai kemudahan akses layanan kesehatan menjadi fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainul Tauhid Sa’adi, yang mengapresiasi inovasi tersebut sebagai bukti kehadiran negara dalam memberikan pelayanan tanpa batas ruang dan waktu.

Selain fokus pada peserta, BPJS Kesehatan juga memperkuat pendekatan kolaboratif melalui empat program lainnya, yakni P-Care MBG, Siswa Sehat Sekolah Rakyat, Desa Sehat JKN, serta JKN 3T yang menyasar wilayah terpencil melalui kerja sama lintas sektor.

Dengan peluncuran delapan program ini, BPJS Kesehatan menegaskan langkah percepatan transformasi layanan JKN agar semakin inklusif, efisien, dan berdampak nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia. *




SMAN 1 Amarasi Barat Jadi Contoh, USBP Dorong Siswa Berpikir Kritis dan Siap Hadapi Masa Depan

Kupang, nwartapedia.com – SMA Negeri 1 Amarasi Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan dengan melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Proyek (USBP) bagi siswa kelas XII tahun pelajaran 2025/2026.

Kegiatan ini resmi dibuka pada Senin (13/4/2026) dan mendapat apresiasi dari pihak pengawas pendidikan sebagai model yang patut dicontoh oleh sekolah lain.

Pembukaan USBP dilakukan oleh Koordinator Pengawas SMA/SMK/SLB Kabupaten Kupang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Simon Gasang, S.Pd., MBA, yang juga bertindak sebagai pengawas pembina.

Dalam arahannya, Simon Gasang menilai SMAN 1 Amarasi Barat telah melangkah lebih maju dengan berani menerapkan sistem evaluasi berbasis proyek yang tidak hanya mengukur pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analisis, dan keterampilan komunikasi siswa.

“Sekolah ini sudah dikenal berani memulai sesuatu yang berbeda. USBP adalah pilihan yang tepat karena memberikan makna lebih dalam proses evaluasi. Siswa tidak hanya menjawab soal, tetapi dituntut untuk meneliti, menganalisis, dan menyampaikan hasil pemikirannya secara ilmiah,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pendekatan ini akan sangat membantu siswa ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Menurutnya, pengalaman menyusun karya tulis dan mempresentasikannya akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tugas akademik seperti skripsi.

“Kalau sejak SMA sudah terbiasa dengan proyek seperti ini, maka saat kuliah nanti mereka tidak akan kesulitan lagi. Ini adalah latihan nyata untuk kehidupan akademik dan juga saat kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya keberanian dalam menyampaikan pendapat.

“Jangan takut saat presentasi. Tunjukkan kemampuan dan gaya kalian. Argumentasi yang kuat dan berbasis data justru menjadi nilai tambah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Amarasi Barat, Thomas Doni, S.Pd., MM, menjelaskan bahwa USBP merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga penilaian sebagai satu kesatuan yang utuh.

“Assessment ini menjadi tolok ukur untuk melihat sejauh mana keberhasilan proses pendidikan, mulai dari input, proses, hingga output. USBP menjadi tahap akhir yang sangat menentukan dalam mengukur capaian belajar siswa secara menyeluruh,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sebanyak 136 siswa kelas XII mengikuti USBP tahun ini.

Pelaksanaan ujian dilakukan secara bertahap, di mana setiap harinya sejumlah siswa akan mempresentasikan karya tulis mereka di hadapan penguji, baik dari internal sekolah maupun eksternal.

Menariknya, pihak sekolah juga melibatkan orang tua siswa untuk hadir menyaksikan langsung proses ujian.

Hal ini menjadi bentuk transparansi sekaligus upaya memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak.

USBP di SMAN 1 Amarasi Barat dijadwalkan berlangsung dari 13 hingga 17 April 2026.

Melalui metode ini, siswa diuji tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analisis berbasis data, serta kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan.

Dengan pelaksanaan USBP ini, SMAN 1 Amarasi Barat semakin menegaskan posisinya sebagai sekolah yang inovatif dan inspiratif, sekaligus menjadi contoh dalam mendorong lahirnya generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan pembukaan sekaligus sebagai penguji eksternal, yakni Mesak Kaseh, S.Pd., MM sebagai Pengawas dan Penguji, Budiyana, S.Pd., MBA sebagai Pengawas dan Penguji dan Nonciana M. Nakmofa, S.Pd., M.Pd sebagai Pengawas dan Penguji. (MI)




Wagub Johni Asadoma Dorong SMK Jadi Motor SDM Pariwisata di Alor

Alor, nwartapedia.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi sebagai fondasi utama dalam mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Alor.

Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke SMK Negeri Kokar yang berlokasi di Desa Adang, Kecamatan Alor Barat Laut, pada Senin (13/4).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam memastikan kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT Vera Christina Sirait Asadoma, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT Alfonsus Theodorus, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan sekaligus Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi NTT Alexon Lumba, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo.

Rombongan disambut hangat oleh pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, hingga para siswa.

Wagub kemudian meninjau berbagai fasilitas penunjang pembelajaran seperti ruang praktik,

laboratorium komputer, ruang praktik perhotelan, hingga lokasi yang direncanakan untuk pembangunan asrama siswa.

Selain peninjauan, Johni Asadoma juga berdialog langsung dengan para siswa, termasuk memberikan motivasi kepada siswa kelas XII yang tengah mengikuti ujian.

Ia mendorong seluruh siswa untuk mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Menurutnya, potensi pariwisata di Kabupaten Alor sangat besar, namun harus diimbangi dengan kualitas SDM yang profesional, terampil, dan memiliki karakter kuat.

“Kita punya kekayaan alam yang luar biasa, tetapi tanpa SDM yang berkualitas, potensi itu tidak akan berkembang maksimal. Pendidikan menjadi kunci agar kalian bisa mandiri, bekerja, dan berkontribusi bagi daerah,” tegasnya.

Dalam arahannya, ia juga membagikan pengalaman hidupnya sebagai inspirasi bagi para siswa, mulai dari perjalanan pendidikan hingga karier di kepolisian dan dunia politik.

Ia menekankan bahwa kesuksesan hanya dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, serta rasa percaya diri.

Wagub juga mengingatkan pentingnya membangun jaringan, kemampuan berkolaborasi, serta sikap kreatif dan inovatif.

Khusus bagi siswa jurusan perhotelan, kemampuan komunikasi dinilai menjadi hal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

Di akhir arahannya, ia berpesan agar para siswa tetap menjaga kesehatan, menghormati orang tua dan guru, serta selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah meraih cita-cita.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri Kokar menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kunjungan pemerintah provinsi.

Ia mengungkapkan bahwa tantangan yang masih dihadapi adalah meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan bagi anak-anak.

Kunjungan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, sehingga mampu melahirkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing, khususnya dalam mendukung kemajuan pariwisata di Kabupaten Alor.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah dan anggota legislatif, termasuk Anggota DPRD Provinsi NTT Muhammad Ansor, Plt. Asisten II Kabupaten Alor Anderias Blegur, serta jajaran pemerintah daerah dan tenaga pendidik. *




Pemprov NTT dan Pemkot Kupang Teken Kerja Sama Pengelolaan Air Bersih

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui UPTD SPAM Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Perumda Air Minum Kota Kupang. Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Jumat (16/01/2026).

Penandatanganan kerja sama ini dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wali Kota Kupang, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Kepala Biro Trisetya Provinsi NTT, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT, Kepala BPJS SPAM, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Kepala BKD Kota Kupang, Kepala Bagian Perekonomian Kota Kupang, Kepala Bagian Kerja Sama Kota Kupang, serta insan pers dan media massa.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, Christian Widodo menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang.

Ia menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk menjawab persoalan air bersih yang selama ini menjadi tantangan besar di Kota Kupang.

“Urusan air bukan hal yang sederhana. Permasalahannya kompleks, mulai dari pertumbuhan penduduk yang meningkat, keterbatasan sumber air, hingga kondisi geografis. Namun dengan berjalan bersama, saya yakin hambatan-hambatan ini dapat kita lewati,” ujarnya.

Wali Kota juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang saat ini tengah melakukan pembenahan pada sejumlah sumber air dan infrastruktur pendukung, termasuk peningkatan debit air serta pembaruan peralatan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat lebih optimal dan berkelanjutan.

“Air bukan hanya soal pipa dan jaringan, tetapi juga soal kesehatan dan kehidupan. Jika air bersih terpenuhi, maka kualitas hidup masyarakat akan meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dan sangat penting, mengingat persoalan air minum di Kota Kupang telah lama menjadi isu serius yang belum terselesaikan secara tuntas.

“Kerja sama ini adalah cara yang baik dan tepat. Prinsipnya, jangan sampai ada sumber air yang dikuasai atau ditahan sehingga tidak bisa dialirkan kepada masyarakat. Air harus dikelola untuk kepentingan publik,” tegas Gubernur.

Gubernur juga menekankan pentingnya profesionalisme dan kreativitas pemerintah daerah, terutama di tengah kebijakan pengurangan transfer dana dari pemerintah pusat. Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota harus terus diperkuat agar pelayanan publik, khususnya air bersih, dapat berjalan dengan baik.

“Jika kerja sama ini ke depan tidak memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, maka harus dievaluasi. Semua harus berjalan sesuai prinsip keadilan dan profesionalisme,” ujarnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan pelayanan air bersih yang adil, berkelanjutan, dan merata bagi seluruh masyarakat Kota Kupang, sekaligus memperkuat wajah pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berpusat di ibu kota provinsi. (MI)