Kadis Pariwisata Lembata Dorong Paralayang Bertajuk Lembata New Normal Festival

Lewoleba,Wartapedia.com  – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Lembata Apolonaris Mayan kepada wartawan media wartapedia.com dengan tajuk Lembata new normal festival dengan tetap mengikuti standar protokol kesehatan, Senin (04/12//2020).

Apolonaris mengatakan untuk event nanti tepat tanggal 4-6 Desember 2020, Tidak hanya paralayang tetapi berbagai event yang akan dilaksanakan dimana ada pameran ekonomi kreatif fashion show dan masih banyak lagi.

“kegiatan ini bertujuan untuk mendorong agar masyarakat jangan berlarut dalam suasana covid namun kita dorong event agar masyarakat bangkit dan optimis dalam menggerakkan roda ekonomi meski ditengah badai Pandemi COVID-19 yang ada di kabupaten Lembata,sesuai instruksi presiden Jokowi tentang Pemilihan Ekonomi Nasional,”Ungkapnya.

Apol mrnambahkan berbagai persiapan secara internal maupun eksternal sudah di persiapkan secara baik dalam menyambut event ini,

“Tujuan paling utama kita adalah pemberdayaan Sumber Daya Manusia lokal dan nantinya berefek kepada masyarakat Lembata itu sendiri dan dalam tajuk Pemilihan Ekonomi Nasional,”Kata Apol.

Apol juga saat dikunjungi oleh awak media diruang kerjanya membeberkan bahwa jumlah atlit yang akan datang di kabupaten Lembata pada event Lembata new normal festival sebanyak limah puluh limah orang dengan pesawat yang di persiapkan oleh Danlanud dari pusat.

“Event ini juga mendapat respon positif dari kementerian pariwisata dan seluruh anggaran bersumber dari kementerian pihak dinas hanya sebagai tuan rumah dan fasilitator agar tercapainya tujuan bersama,”Pungkasnya.

Penulis. : Roy

Editor.    : Mery




Kanwil Kemenkumham NTT Kembali Harmonisasikan Dua Ranperda Kabupaten TTS

Kupang,Wartapedia.com  – Perancang Peraturan Perundang-undangan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Propinsi Nusa Tenggara Timur, Yunus P.S Bureni, SH. M.Hum mewakili Kakanwil menerima kunjungan Wakil Ketua 1 DPRD TTS, Relygius L. Usfunan dan Ketua Bapemperda DPRD TTS dan Anggota Bapemperda serta Rombongan Pemerintah Daerah Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS), Selasa (01/12/2020).

Kunjungan ini dalam rangka Pengharmonisasian, Pemantapan dan Pembulatan Konsepsi dua Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten TTS tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten TTS. 

Bertempat diruang Multi fungsi Kanwil Kemenkumham NTT, rapat ini dipimpin oleh Bureni serta Para Perancang Perundang- undangan Risky, Norita Ratukore dan Nova Porsiana. 

Yunus mengucapkan terima kasih buat DPRD TTS, Bapemperda dan Pemerintah Daerah Kabupaten TTS 

“Terima kasih buat DPR, Bapemperda dan Pemda TTS yang telah melibatkan Perancang Peraturan Perundang-undangan pada Kanwil Kemenkumham dalam proses Harmonisasi Kedua Ranperda ini”Ujar Ahli Madya Perancang ini.

Dirinya juga menambahkan  “Pengharmonisasian merupakan salah satu dari rangkaian Proses Pembuatan Peraturan Perundang-undangan agar tidak terjadi tumpang tindih aturan termasuk Perda. Oleh karena itu kami berharap dapat menghasilkan Ranperda yang berkualitas dalam rangka penguatan Kelembagaan perangkat daerah yang ada dalam lingkup Pemerintah Daerah TTS,”.Ungkapnya.

Selanjutnya selaku Perancang, Alumni Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana Kupang tahun 2007 tersebut menyampaikan masalah yang ditemukan dari Ranperda yang diajukan tersebut 

“Tentang Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah TTS ada dua hal yang sesuai Ketentuan PP No 12 Tahun 2019 Perihal Pengelolaan Keuangan Daerah Mendelegasikan untuk harus diatur secara lebih detail yakni RKA dan Piutang Daerah belum dirumuskan secara mendetail. Kemudian ada pula materi yang secara norma masih perlu dilakukan penyesuaian seperti kewenangan Kepala SKPKD selaku PPKD melakukan pungutan Pajak Daerah dalam draf tidak termuat sehingga menjadi perhatian agar tidak bertentangan dengan aturan tersebut.Untuk itu maka khusus Ranperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah TTS Kami menilai belum Harmonis,”Tutur Peneliti Sosial itu. 

Pada Kesempatan yang sama Ketua Bapemperda DPRD TTS, Jason Benu,S.Pt angkat bicara “Untuk Ranperda Pembentukan BPBD TTS dalam Pengharmonisasian oleh Kanwil Kemenkhum ham NTT dinyatakan Harmoni secara Prosedural dengan perbaikan subtansi dan teknis atas draf yang diajukan. Karena itu Ranperda tentang BPBD dapat dilanjutkan pada tahapan-tahapan selanjutnya hingga penetapan sebagai Perda,”.Ungkap Anggota Fraksi Nasdem DPRD TTS tersebut. (Ima)




Diduga Tiga Bumdes di Elar Selatan Bermasalah

 

 Keterangan foto:Mesin Bubuk kopi dan Alat pencetak Bata Merah milik Bumdes Golowuas yang diduga bermasalah.Foto Publikntt.

Matim,Wartapedia.com -Tiga Badan Usaha Milik Desa(Bumdes)di Kecamatan Elar Selatan,Kabupaten Manggarai Timur,NTT diduga bermasalah.

Hal tersebut disampaikan oleh Pendamping Profesional Desa tingkat Kecamatan Elar Selatan, Robertus A. Sesfaos di kantor Camat Elar Selatan pada Senin,(30/11/2020) Menurutnya, Bumdes yang diduga bermasalah tersebut ada di Desa yang tersebar di Kecamatan Elar Selatan.

“Jujur ya, tiga Bumdes yang diduga bermasalah tersebut kami dari Pendamping Profesional Desa tingkat Kecamatan tidak pernah dilibatkan oleh Pemerintah Desa mulai dari tahap sosialisasi, penggalian gagasan hingga pembentukan/pendirian Bumdesnya “, ujarnya. 

Dikatakan Robertus,tiga Bumdes yang tidak melibatkan Pendamping Profesional oleh Pemerintah Desa justru saat ini diduga sedang berhadapan dengan masalah. 

Sementara dalam Permendagri Nomor 39 Tahun 2010 tentang Pendirian Bumdes itu sangat jelas, bahwa Pendamping Profesional Desa mulai dari tahap sosialisasi, pembentukan tim pengkaji sekaligus pendirian Bumdes harus dilibatkan.

“Saya dan teman-teman pendamping justru kaget, tiba-tiba ada informasi bahwa ada  Bumdes yang bermasalah. Dan, Bumdes yang saat ini sedang berhadapan dengan bermasalah,  kami dari Pendamping Profesional  tidak pernah diundang, difasilitasi oleh Pemerintah Desa mulai dari tahap sosialisai, pembentukan tim pengkaji hingga pembentukan/pendirian Bumdes”, tutupnya 

Hal serupa disampaikan oleh Pendaming Lokal Desa, Marianus Kisman. Menurutnya, tim pengkaji tidak salah, tetapi hasil kerja dari tim pengkaji yang direkomendasikan lain. Hal ini karena seorang Kepala Desa egois dimana dalam perjalanannya terjadi pergantian unit pengelola yang berkaitan dengan Bumdes. 

“Di Desa Golo Wuas, rekomendasi oleh tim pengkaji itu pengadaan barang sembako. Namun, dalam perjalanannya ada pergantian. Saya meminta jangan membiasakan seperti itu karena orang di Kabupaten merasa dekat dengan Kepala Desa dengan gampang kita mengantikan rekomendasi itu dan berakhir dengan masalah”, bebernya. 

Kisman menyebutkan, 300 juta lebih Bumdes Golo Wuas sampai saat ini tidak jelas dan Bumdes tersebut berakhir dengan masalah. 

Berkaitan dengan Bumdes di Desa Benteng Pau, Kisman mengungkapkan, Pabrik Sendal dan Mesim Pemecah Kemiri itu berdasarkan kajian tetapi anggaran terlalu sedikit. 

“Potensi kemirinya ada, hanya mau bergerak anggarannya kurang”, ungkapnya. 

Lebih jauh, Kisman menjelaskan, Pendamping Lokal Desa hadir bukan untuk mencelakakan Desa. 

“Jika masalah ini diselesaikan di tingkat Tipikor atau di Pengadilan, kami dari Pendamping Lokal Desa akan menjelasakan sesuai yang kami ketahui”, pungkasnya. (Tim/ML




Bapemperda DPRD TTS dan Pemda TTS Adakan Evaluasi dan Fasilitasi 5 Ranperda di Biro Hukum NTT

 

Kupang ,Wartapedia.com – Badan Pembuatan Peraturan Daerah (BAPEMPERDA) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) bersama Pemerintah Daerah (PEMDA)  TTS belum lama ini Selasa (24/11/2020) melaukan Rapat Evalauasi dan Fasilitasi 5 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) di Biro Hukum Setda Propinsi NTT. 

Pertemuan yang dihadiri oleh Semua Anggota Bapemperda DPRD TTS, Dinas P3A dan P2TP2A TTS, Bagian Hukum Setda TTS, Dinas PU-PR TTS, dan Kanwil Kemenkhum Ham NTT berlangsung di Aula Biro Hukum NTT.

Pada momen tersebut, Ketua Bapemperda DPRD TTS Jason Benu, S. Pt mengungkapkan, Rapat Evaluasi dan Fasilitasi Ke Lima Ranperda yang sudah dibahas pada Paripurna DPR TTS minggu lalu dan sekarang di Evlauasi dan dikonsultasikan serta difasilitasi  agar selanjutnya ditetapkan.

“Tujuan dari Evaluasi dan Konsultasi ini adalah agar tidak ada muatan Ranperda yang bertentangan dengan peraturan perundang – undangan yang lebih tinggi”.Ujar Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD TTS ini. 

Hari ini Kami Bapemperda, Pemerintah Daerah TTS,dan Kanwil Kemenkhum Ham NTT melakukan Asistensi di Biro Hukum NTT. 

“Ada Lima Ranperda yang dibawa antara lain Rencana Tata Ruang Perkotaan Boking, Perubahan Perda Tentang Retribusi Jasa Umum, Kabupaten Layak Anak, Perubahan Perda No 5 Thun 2016 Tentang Susunan Perangkat  Daerah TTS, dan Ranperda Penghormatan Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas di TTS ” Pungkas Jason. 

Menurut mantan Ketua Divisi Pengembangan Pertanian dan Peternakan Yayasan Pancaran Kasih-SoE ini. 

Dari hasil Asistensi tadi maka ada Tiga Ranperda yang bisa dilanjutkan Proses Penetapan dan Pengundangan langsung di Daerah. 

“Hanya tiga yang bisa langsung Kita tetapkan nanti seperti Penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas, Kabupaten Layak Anak dan Perubahan Perda No 5 Thn 2016 sedangkan duanya lagi masih harus dikonsultasikan lagi Kementrian”.Kata Ayah dari Tiga Orang Anak ini. 

Pada waktu bersamaan, Aba. L. Anie, SH, M. Si. Kepala Badan Pendapatan Daerah Mewakili Pemerintah TTS menyampaikan Apresiasi sekaligus mengucapkan terima kasih. 

“Mewakili Pemda TTS kami ucapkan terimakasih dan memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Propinsi NTT lewat Biro Hukum dan Kanwil Kemenkhum Ham NTT yang telah berperan aktif dalam proses Evalauasi dan Fasilitasi.Semua rekomendasi dan perbaikan akan kami tindaklnjuti”.Papar mantan Camat Kecamatan Amanuban Barat tersebut.(Ima).




Ezy Pratama Academy, Jadi Pusat Pendidikan Akting Berbasis Kompetensi Modern

Jakarta,Wartapedia.com  – Ezy Pratama Academy tanpa lelah terus memperbaiki berbagai fasilitas dan kurikulum pendidikan akting. Sebagai Sekolah Akting yang berbasis kompetensi dan terdaftar di Kementrian Pendidikan sebagai lembaga pendidikan Nonformal dengan nomer induk 0222002852276 yang di terbitkan 12 November 2020 berdasarkan ketentuan pemerintah pasal 39 No 34 tahun 2018.  Dalam penguatan pendidikan akting lebih mengedepankan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global, sebagai kurikulum yang di unggulkan.

Menurut Dosen Kampus Swasta yang ikut terlibat dalam perencanaan berbagai pendidikan akting di Ezy Pratama Academy , Roy Wijaya mengatakan, sebagai konseptor dirinya mengakui bahwa Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan bagian dari semua mata pelajaran dan  juga dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal. 

“Jadi dalam pendidikan ini, diharapkan anak dapat berdaya saing global tanpa harus meninggalkan kebudayaan lokalnya. Sehingga pemikiranya secara global namun tindakannya tetap lokal, seiring dengan adanya pendidikan tersebut, dibutuhkan pula  adanya suatu pendidikan yang memberdayakan pendidikan karakter dalam setiap pembelajaran yang diajarkan kepada siswa nantinya peserta didik akan mendapatkan pendidikan yang baik dari segi pemikiran, sikap dan juga tindakannya,” ungkap Roy di Jakarta, Selasa 1 Des 2020.

Model pembelajaran ini, kata Sutradara ini, adalah pembelajaran Thinking Globally Acting Locally atau dalam bahasa indonesianya adalah berpikir global bertindak Lokal. Secara umum  Thinking Globally Acting Locally adalah suatu pemikiran yang memandang secara luas mengenai  masalah-masalah mendunia, masalah yang sudah umum telah terjadi atau sedang terjadi, masalah/ hal yang semua orang sudah ketahui (konteks berfikir global) dan berusaha menanggapi permasalahan atau informasi umum tersebut dengan cara sendiri dan bertindak secara lokal. 

“Lokal disini bisa diartikan sebagai tindakan yang dimulai dari diri sendiiri, tindakan berbasis budaya di daerah sekitar. Dalam konteks ini juga, lokal bukanlah lawan dari global, tapi disatukan dan diperkaya dengan impuls-impuls dan pengaruh-pengaruh global. Hal ini diperlukan dengan pertimbangan kita bisa mengikuti arus gobalisasi yang secara langsung berdampak pada perubahan karakter dan budaya masyarakat sekarang (Thinking Globally) maka dari itu arus-arus globalisasi yang membawa dampak positif dikaji dan digabungkan dengan memasukan pendidikan karakter, pendidikan berbasis budaya sekaligus ke dalam pembelajaran,” beber Roy.

Ezy Pratama Academy, yang di Pimpin oleh Ezra Christian dan Mayang serta di awasi oleh Pieter Tobias sebagai Pembina dengan para mentor dari para aktor yang berpengalaman seperti M. Irpan atau biasa di panggil Ipang, Rio B’wock, Deni Titahena dan di bantu Tim manajemen Fuji Handayani, telah menguatkan semua program pembelajaran akting yang semakin sempurna. Karena di dalam model pembelajarn ini berbasis pendidikan global, pendidikan karakter, dan pendidikan berbasis budaya, sehingga pembelajaran secara langsung bisa dibentuk menjadi pembelejaran tematik integratif, sesuai dengan kurikulum yang di buat.

Menurut Roy, sasaran bagi penggunaan model ini bisa di terapkan di semua umur dan layar belakang pendidikan formal, mulai pendidikan tingkat sekolah dasar (SD) SMP, SMA, Mahasiswa bahkan masyarakat umum. Sebab pondasi  penenanaman nilai karakter dan pendidikan budaya itu penting, agar kelak mereka bisa secara bijak bisa menghadapi arus global dengan diiringi mereka bisa sekaligus mempunyai karakter yang baik.

Untuk mempresentasikan pendiidikan seperti itu dan untuk menguatkan pendidikan akting yang lebih baik, Ezy Pratama Academy juga sudah menyiapkan berbagai fasilitas guna menguatkan, penerapan Model Pembelajaran Thinking Globally Acting Locally, seperti. Menyiapkan kondisi ruangan kelas  sesuai dengan aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan. Mengkondisikan siswa, sehingga siswa siap baik secara psikis maupun fisik untuk mengikuti proses  pembelajaran.

“Dalam setiap penerapan pembelajaran Akting, semua mentor wajib, memberikan apresiasi kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengait¬kan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari. Serta harus mampu menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai,” jelasnya.

Begitupun sebaliknya, kegiatan Inti dalam pembelajaran menjadi 2 kategori, yaitu kegiatan, Thinking Globally, dan Acting Locally, Thinking Globally. Bertanya jawab (berinteraksi dengan siswa) untuk Menindak lanjuti apersepsi, dan mengkaitkan apersepsi dengan isu-isu global, atau Akting secara umum dan menghadirkan media pembelajaran dan sumber belajar lainnya, agar anak-anak secara aktif ikut dalam kegiatan pembelajaran.

“Selain itu,memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan mentor, lingkungan, dan sumber belajar lainnya (anak-anak diharapkan kritis menanggapi isu yang disampaikan), juga memfasilitasi peserta didik melakukan per¬cobaan di laboratorium, studio, atau lapangan dan di wajibkan untuk membuat film film pendek setiap minggu serta podcast di studio yabg sudah di siapkan,” urainya. (ML)




Sukses di Tanah Rantau dan Salurkan Bantuan Bagi Warga NTT

  

Kupang,Wartapedia.com  –  Menjadi seorang yang sukses ditanah rantauan tidak membuat Ibu Ria lupa akan kampung halamannya. Dirinya merasa terpanggil untuk.memberikan bantuan bagi orang susah, janda, duda dan yatim.piatu ditanah kelahirannya.

Seperti yang di saksikan media ini saat Ibu Ria menyalurkan bantuan berupa paket sembako yang diwakili oleh Ibu Selfin Afliana Solumodok kepada ibu-ibu janda dan duda yang berlangsung di jalan Oelon 3 Kelurahan Sikumana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Minggu (29/11/2020).

Selfin Afliana Solumodok yang akrab disapa Ma Ne menuturkan sangat beryukur sekali bisa mengenal dan bertemu dengan Ibu Ria sekalipun hanya melalui media sosial tetapi sudah begitu akrab dan bisa melihat masyarakat NTT yang masih membutuhkan bantuan.

“Saya kenal Ibu Ria di Facebook kebetulan waktu itu saya add dan Beliau mengkonfirmasi sehingga selanjutnya kami berteman dan sering berkomunikasi memberikan dukungan dan selanjutnya Beliau minta nomor handpone saya dan kami menjadi sangat dekat,”Tutur Ma Ne

 Ma Ne mengatakan Kegiatan ini memang sudah terpikirkan dari beberapa bulan yang lalu, dimana setiap kali berdoa dirinya selalu berkeinginan untuk  membantu orang-orang susah, janda dan duda yang ada disekitarnya.

“Bagi saya, Tuhan yang menggerakan dan mengutus ibu Ria supaya bisa membantu orang-orang disekitar saya karena ketika saya habis berdoa pada saat itu juga ibu Ria minta nomor WhastApp saya dan ketika Beliau wa saya bilang “sayang kalau bisa carikan  orang untuk dibantu”  dengan senang hati saya mengucap syukur kepada Tuhan atas jawaban dari doa-doa saya,”Ungkapnya.

Sebagai ungkapan terima kasih, dirinya sudan melakukan siaran langsung (live) di facebook  dan sudah mrnandai ke akunnya ibu Ria.

“Pesan saya buat ibu Ria, jangan lihat kebelakang tetapi lihatlah orang-orang disekitar khususnya kami di NTT dan saya juga bersyukur kepada ibu Ria yang sudah menjadi orang sukses ditanah orang tetapi masih bisa melihat dan membantu orang-orang di NTT,” Kata Ma Ne.

Ditempat yang sama, penerima bantuan  Mama Susana Ndun, yang sudah lama menjanda merasa sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan.

“Saya mewakili saudara semua merasa sangat berterima kasih  untuk Ibu Ria walaupun jauh dari NTT tetapi masih bisa melihat penderitaan kami dan  kami tidak bisa membalas kebaikan ini tetapi  kami berdoa semoga ibu semakin sukses dan selalu diberkati Tuhan,” Ungkapnya sambil meneteskan air mata. (ML)

 




Relawan Yakini Paket Deno-Madur Menang Pilkada Manggarai

 

Ruteng,Wartapedia.com – Pasangan Calon (Paslon) Bupati  dan Wakil Bupati Kabupaten Manggarai  Deno Kamelus Victor Madur(Deno-Madur), semakin optimis memenangkan Pilkada serentak 9 Desember 2020.

Hal ini disampaikan salah satu relawan Paslon Deno-Madur Salesius Kantur, kepada media ini, Minggu (29/11/2920).

“Kami optimis pasangan Deno-Madur menang mutlak di Pilkada Kabupaten Manggarai 9 Desember mendatang karena begitu besarnya keinginan masyarakat untuk memilih kembali Paket DM ini”.

Kami sebagai relawan yang sering turun lansung kelapangan dan ketemu dengan masyarakat, mendengar langsung apa yang menjadi pernyataan dari warga masyarakat selama pelaksanaan kampanye di setiap Kecamatan, maupun desa- desa serta Kampung yang ada.

Menurutnya, alasan warga  mendukung dan bertekad memenangkan pasangan Deno-Madur nanti karena keduanya merupakan paket yang lengkap dan lebih dipercaya, Juga sudah terbukti dan teruji membangun Kabupaten Manggarai.

“Kami tidak bermaksud mendahului takdir Tuhan, tetapi sesuai dukungan dari semua warga mulai dari kota hingga desa- desa cukup luar biasa sehingga kami optimis pasangan Deno-Madur menang mutlak di Pilkada Kabupaten Manggarai 2020 ini,” tandasnya optimis.

Harapan mereka, seluruh simpatisan, tim pemenang dan para relawan Deno-Madur tetap semangat dan tidak pernah takut maupun putus asa dengan segala isu yang dikembangkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Pasalnya, Pajet Deno-Madur sudah menunjukkan kualitas memimpinya, dengan berbagai keberhasilan yang telah dirasakan masyarakat Kabupaten Manggarai.

“Oleh sebab itu, mari buka mata dan  pikiran kita agar tanggal 9 Desember nanti, pilih  Paket Deno-Madur sebagai pasangan yang layak untuk membawa kemajuan Kabupaten Manggarai” pungkasnya. (MK)




Sebagai Perekat Kebhinekaan, Pancasila Harus Ditanamkan Dalam Setiap Sendi Kehidupan

Kupang, Wartapedia.com  – Sebagai negara yang sangat majemuk karena terdiri dari berbagai suku, bahasa, RAS dan agama, maka para pendiri bangsa Indonesia menempatkan Pancasila sebagai dasar negara. Hal ini dimaksudkan agar paham radikalisme dan intoleransi tidak mendapat tempat di bumi pertiwi.

Anggota DPD RI, Abraham Paul Liyanto, saat melakukan sosialisasi empat (4) pilar kebangsaan kepada 50 tenaga pengajar  dalam memperingari hari PGRI di Kota Kupang, Kamis (26/11/2020) mengatakan, sebagai anak bangsa seharusnya kita bangga memiliki Pancasila yang mampu menyatukan perbedaan.

“Saya bahkan sering membandingkan ideologi luar, misalnya Indonesia bandingkan dengan Timor Tengah. Di sana satu agama, satu bahasa, satu suku tapi negaranya banyak”, kata Paul Liyanto.

Sementara Indonesia, lanjut Paul, memiliki 714 suku, 1001 bahasa, dan 6 agama, namun hanya terdiri dari 1 Negara Kesatuan yakni NKRI.

“Bayangkan dari 2 juta penduduk Indonesia dan 17 ribuan pulau, 6 Agama, 700 lebih suku, tapi kita bisa bersatu, dan rohnya itu ada di Pancasila”, pungkas Paul.

Lebih lanjut, Paul Liyanto, mengatakan, sebagai penerus bangsa, generasi muda harusnya menanamkan ideologi pancasila dalam setiap sendi kehidupan agar mereduksi paham radikalisme.

“Jadi logikanya jangan kita berdebat soal agama, apa dasar kita, apa dasar di sana (Timor Tengah). Tinggal ‘you‘ pilih, di Timor Tengah cuma 50 juta penduduk tapi 16 negara, beratem lagi terus itu”, kata Paul Liyanto.

Oleh karena itu, sebagai senator, Ia berharap para guru dapat menanamkan nilai – nilai Pancasila kepada anak didik sejak dini.

“Dalam 10 tahun terakhir ini, pemahaman tentang pancasila sebagai roh dari bangsa ini sudah dipahami 50 persen masyarakat. maka sudah harus dimasukan dalam kurikulum, dan harus diatur dalam undang – undang”, ungkap Paul. (ML)




DPP Surosowan Indonesia Bersatu, Apresiasi dan Dukung Komjen Pol Boy Rafli Amar Jadi Kapolri

 

JAKARTA,Wartapedia.com  – Dengan Akan memasuki masa Pensiun, Kapolri Jenderal   Pol Idham Azis terus melakukan Reformasi Birokrasi di tubuh Kepolisian, namun bursa calon Kapolri sudah menggaung diperbincangkan

Ketua Umum DPP Surosowan Indonesia Bersatu Tb Uuy Faisal Hamdan saat ditemui team media di kawasan Senayan, Jakarta pada Jumat (27-11-2020) mengungkapkan

“Kami dari DPP Surosowan Indonesia Bersatu, mengapresiasi dan memberikan dukungan kepada Komjen Pol Boy Rafli Amar yang sekarang menjabat Kepala BNPT. Saya mengenal beliau semenjak menjadi Kapolda Banten, beliau sangat baik dan dekat dengan aktivis pemuda. Salah satu syarat menjadi Kapolri sudah ditangan beliau, Dua kali menjadi Kapolda, yakninya Polda Banten dan Polda Papua, dan sekarang memimpin BNPT dengan pangkat bintang tiga”, ungkap Tb Uuy Faisal Hamdan

Tb Uuy Faisal Hamdan juga menjelaskan sosok Komjen Pol Boy Rafli Amar yang selalu diamati

“Komjen Pol Boy Rafli memulai karier profesinya di Polri sebagai Reserse Polri mulai dari Awal Perwira Pertama sampai Perwira Tinggi. Banyak Kasus yang sudah ditangani, diantaranya kasus bom dan terorisme, seperti yang kita saksikan dulu kasus Bom Bali, beliau berperan penting menangani kasus ini”, jelas Uuy seorang pengacara muda asal Banten ini

Dihubungi secara terpisah Ketua LBH Surosowan, Advokat Alexander Pane, berpendapat

“Kiprah dan sosok Komjen Pol Boy Rafli Amar tidak diragukan lagi, beliau sukses memimpin dimana pun ditempatkan, kami dukung dan beliau yang yang tepat untuk menjadi Kapolri kedepan, karena menurut kami sosok seperti Komjen Boy lah yang bisa diterima disemua kalangan”, ulas Alexander Pane

Sementara itu, Ketua Umum Surosowan Muda Indonesia Megy Aidillova menambahkan

“Mengenal Komjen Pol Boy Rafli Amar semenjak beliau menjadi Kapoltabes Kota Padang (Sumatera Barat) sewaktu beliau masih berpangkat Kombes. Kepedulian beliau amat sangat dirasakan sewaktu gempa besar yang meluluh-lantakan kota Padang pada tahun 2009, beliau mempunyai jiwa sosial yang tinggi, sigap dan cepat tanggap terhadap bencana. Dari segi kemampuan komunikasi pun sama-sama kita ketahui sangatlah mumpuni, dari Kabid Humas Polda Metrojaya, sampai Kadiv Humas Mabes Polri, serta juga merupakan seorang Datuk (Penghulu Adat) di kampung Bukittinggi. Sifat humanis inilah yang membuat masyarakat respon positif terhadap institusi Polri nantinya”, tutur Megy Aidillova yang juga Wasekjen DPP KNPI yang berdarah minang ini. (red)




Pemda Rote Ndao Selenggarakan Pembinaan KPM dan Distribusi Pita LiLA kepada Seluruh KPM

 

Rote Ndao,Wartapedia.com  – Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao terus gencar melaksanakan Aksi Konvergensi. Hingga kini Pemda Rote Ndao telah menyelesaikan Aksi 5 dan sedang menyelesaikan Aksi 6 dari 8 Aksi konvergensi percepatan pencegahan stunting . 

Aksi 5 yaitu Pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM) dikoordinasikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dalam bentuk bimtek bagi seluruh kader. Bimtek ini dilakukan pada hari Selasa, 17 November 2020 bertempat di Auditorium Ti’i Langga. 

Bimtek bagi KPM dilakukan untuk pengenalan aplikasi eHDW (electronic Human Development Worker) sekaligus publikasi data stunting serta sosialisasi penggunaan pita LiLA (Lingkar Lengan Atas). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas PMD Kabupaten Rote Ndao. 

Pengenalan terhadap aplikasi eHDW dilakukan oleh Albert Wona, tim ahli Kemendesa provinsi NTT. Pada saat yang sama juga data stuntig kabupaten Rote Ndao hasil pengukuran dan penimbangan periode Agustus tahun 2020 juga dipublikasikan kepada seluruh peserta. 

Saat membuka kegiatan, Kepala Dinas PMD, Yames Therik, SE mengatakan bahwa pada tahun 2020, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi telah meluncurkan aplikasi pendataan berbasis telepon seluler untuk membantu desa dalam fasilitasi pencegahan stunting di desa, yakni aplikasi Human Development Worker (e-HDW). Aplikasi ini dapat digunakan untuk mendapatkan data realtime dan informasi cepat dan akurat. Para pengambil kebijakan dengan memanfaatkan data real time, dapat memantau terus menerus berbagai kegiatan tentang pencegahan stunting di Desa mulai dari Desa, Kabupaten/ Kota, Provinsi dan Pusat. Selain itu, penyediaan real time juga bermanfaat bagi para pihak dalam menyusun rencana strategi untuk pencegahan stunting. 

“’Sehubungan dengan hal tersebut, aplikasi e-HDW dapat segera digunakan oleh para pihak dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan terkait dengan pencegahan stunting. Oleh karena itu, perlu dilakukan Pelatihan Pemanfaatan Penggunaan Aplikasi e-HDW bagi para pihak yakni Kader Pembangunan Manusia (KPM), Tenaga Pendamping Profesional di Kabupaten, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa serta Dinas PMD Kab. Rote Ndao. Selain kegiatan pemanfaatan Aplikasi, para pihak juga diberikan pengetahuan terkait capain pencegahan stunting di Kabupaten Rote Ndao untuk menjadi bahan sosialisasi kepada masyarakat,’’ sambung Yames. 

Kegiatan ini difasilitasi oleh Kepala Bidang PMD & PSD, Jeki K. Patola, S.Si. Jeki menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bagus untuk melatih para pihak dalam menggunakan Aplikasi e-HDW serta memberikan pengetahuan tentang capaian pencegahan stunting di Kabupaten Rote Ndao. Jeki memaparkan, ‘’kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendataan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan oleh para pihak serta peningkatan pengetahuan tentang capaian pencegahan stunting di Kabupaten Rote Ndao.’’

Selain KPM, kegiatan ini melibatkan beberapa pihak antara lain Bapelitbang Kabupaten Rote Ndao, tenaga pendamping profesional yaitu tenaga ahli pelayanan sosial dasar, pendamping desa dari 10 kecamatan, serta bidang PMD dan PSD pada Dinas PMD. 

Selain itu juga pada kesempatan ini penggunaan pita LiLA disosialisasikan kepada seluruh KPM yang hadir. Tujuan distribusi pita LiLA ini adalah agar makin banyak kader yang turut membantu mendeteksi dini Balita gizi buruk di Kabupaten Rote Ndao. 

Saat Pandemi COVID-19, kegiatan Posyandu di beberapa tempat ditunda/disesuaikan untuk mencegah penyebaran virus Corona dengan menerapkan physical & social distancing. Salah satu cara agar orangtua/pengasuh  balita tetap dapat memantau status gizi anak balita (gizi baik/ gizi kurang/ gizi buruk) secara mandiri di rumah melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) menggunakan pita LiLA sebagai langkah awal penapisan. 

Meskipun sederhana, pengukuran LiLA tetap harus dilakukan dengan benar sesuai protokol standar karena cara pengukuran yang salah dapat menyebabkan kasus positif palsu yaitu jumlah kasus yang dirujuk meningkat sehingga meningkatkan beban fasilitas kesehatan ataupun kasus negatif palsu yaitu balita kurang gizi tidak teridentifikasi dan akan terlewatkan untuk dirujuk.

Pita LiLA berwarna merah, kuning dan hijau dan digunakan khusus mengukur Balita. Jika pada saat pengukuran didapati warna kuning atau merah, maka kader perlu segera melaporkan hal ini kepada petugas kesehatan terdekat. Jika warna hijau artinya Balita dalam keadaan sehat. 

Distribusi pita LiLA merupakan bentuk kerjasama antara Pemda Kabupaten Rote Ndao dengan UNICEF. Saat berkunjung ke Rote perwakilan UNICEF NTT, Blandina Bait, menyampaikan harapan bahwa pengukuran pita LiLA bisa dilakukan secara mandiri oleh orang tua. ‘’Pengukuran LiLA mandiri oleh orang tua memiliki tujuan supaya orang tua/pengasuh selain mempunyai pengetahuan dan keterampilan melakukan pengukuran LiLA secara mandiri, juga dapat merujuk anak yang teridentifikasi gizi kurang (pita kuning), gizi buruk (pita merah) maupun anak dengan LiLA hijau (gizi baik) namun terlihat baik,’’ ungkap Blandina. 

Kegiatan pengukuran pita LiLA di Kabupaten Rote Ndao dilakukan dengan diduung oleh tokoh agama dan tokoh adat.(ML)