Sambut Paskah, TNI Gotong Royong Bersihkan Jalan Menuju Tempat Ibadah

Keerom,Mwartapedia.com  – Untuk memberikan rasa khidmat dan nyaman jelang perayaan paskah, Pos Waris Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY mengadakan kegiatan karya bhakti bersama dengan masyarakat membersihkan jalan menuju ke Gereja Katolik Santos Mikhael di Kampung Banda, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua.

Demikian dikatakan Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY Letkol Inf Taufik Hidayat di Pos Kotis Pir IV Distrik Mannem, Senin (29/3/2021).

“Kegiatan gotong royong yang melibatkan masyarakat setempat sengaja dilakukan oleh Pos Waris, selain untuk menjaga kebersihan lingkungan kegiatan ini juga untuk  memelihara dan memperkuat hubungan silaturahmi antara masyarakat dengan anggota Pos” ujar Dansatgas.

Dengan adanya kegiatan tersebut akan tercipta lingkungan yang bersih dan indah, selain itu juga akan tercipta suasana keakraban, kebersamaan, kerukunan, keharmonisan dan rasa persaudaraan yang baik antara masyarakat dengan anggota Pos sehingga stabilitas keamanan di wilayah perbatasaan dapat terjaga.

Masyarakat menyambut dengan baik kegiatan karya Bhakti tersebut, terlihat dari banyaknya masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong.

Matius May (47) salah satu masyarakat yang ikut dalam kegiatan gotong royong tersebut mengucapkan terima kasih karena telah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyambut Paskah sehingga perayaan dapat berjalan dengan khidmat dan lancar.

“Saya mewakili masyarakat Kampung Banda sangat berterima kasih kepada anggota Pos Waris, karena sudah ikut  membatu menyiapkan perayaan hari Paskah, semoga tuhan selalu memberkati anggota Pos Waris” ucap Matius.(Pen Satgas Yonif Mekanis 512/QY)




Ini Harapan Babinsa Koramil 1604-04/Amarasi Latih Linmas

 

Oelamasi,Mwartapedia.com  – Guna menanamkan serta meningkatkan kemampuan dalam membentuk kedisiplinan Linmas, Babinsa Koramil 1604-04/Amarasi Serda Silverius Reku bersama Bhabinkantibmas memberikan pelatihan peraturan Baris berbaris (PBB) dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada sejumlah Linmas di Halaman dikantor Desa Kotabes Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang, Selasa (30 Maret 2020). 

Babinsa Serda Silverius Reku mengatakan sebagai anggota Linmas (Pelindung Masyarakat) harus memiliki jiwa disiplin sebagai modal awal dalam melakukan tugasnya sebagai Linmas. 

“Selain tugasnya membantu masyarakat binaan, Babinsa juga melatih anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dalam rangka memberikan pembinaan keterampilan dan pembinaan fisik serta mental para anggota Linmas untuk mengasah kemampuan yang selama ini ia miliki,” tuturnya. 

Kegiatan pembekalan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan Linmas sehingga mempunyai jiwa disiplin dan profesional. 

“Dengan pemberian pembekalan materi peraturan baris berbaris (PBB) dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas diharapkan bisa menjadi bekal dasar kedisiplinan  anggota Linmas, hal ini sangat bermanfaat dalam mengatasi perkembangan situasi yang sangat dinamis di lingkungan kerja masing–masing,” terang Babinsa. 

“Pembinaan Linmas merupakan salah satu kegiatan pembinaan perlawanan wilayah (Binwanwil) dimana Babinsa memiliki tugas menjalin kemitraan dengan para anggota Linmas sebagai upaya mata dan telinga terhadap segala perkembangan yang terjadi di wilayah binaannya,” ujarnya. 

“Kita selenggarakan pelatihan ini untuk mendidik dan melatih disiplin para anggota Linmas, mereka adalah mitra Babinsa, sehingga diharapkan ke depannya dapat diimplementasikan dalam kerja mereka di lingkungan masyarakat,” harap Babinsa. 

Serda Silverius menambahkan dengan pelatihan ini diharapkan kedepannya Linmas sebagai salah satu unsur pemerintahan desa mampu menjadi contoh dalam setiap pelaksanaan tugasnya. (Pendim1604/Kupang)




Pangdam XVIII/Kasuari: Tanah Papua adalah Tanah yang Diberkati

Manokwari.Mwartapedia.com – Tanah Papua ini penuh dengan batu karang. Kita bisa hidup di sini karena ini tanah yang diberkati. Kami juga berkebun di Kodam, kami memang sedang membuat kegiatan ketahanan pangan. Dalam situasi pandemi Covid-19, krisis kesehatan ini harus kita minimalisir, kita harus hentikan agar jangan berubah dari krisis kesehatan menjadi krisis ekonomi, masyarakat kita tidak makan, masyarakat kita tidak punya uang. Nah hari ini saya lihat ada sesuatu yang luar biasa, Tuhan hadir. 

Hal ini dikatakan Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han) saat acara Penanaman Perdana Kelapa Sawit Program Peremajaan Sawit Rakyat oleh Koperasi Produsen Sawit Arfak Sejahtera dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Papua Barat, Senin (29/3/2021) di Kampung Mimboi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Pada acara ini dihadiri perwakilan dari pemerintah dan negara yakni Staf Kepresidenan RI Mayjen TNI (Purn) Ero Kusnara S.I.P., Staf Wakil Presiden KH. Iman Azis, dari Kementerian Pertanian Syaiful Bahri, perwakilan pemerintah Papua Barat yaitu Asisten II yang mewakili Gubernur Provinsi Papua Barat, juga dari pemerintah Kabupaten, yakni Bupati Kabupaten Manokwari, serta para pemilik kelapa sawit.

“Kita membangun tanah Papua, bagaimana kita membangun ketahanan pangan mulai dari keluarga, kemudian desa, kabupaten, negara dan sebagainya. Hari ini ada satu contoh berupa salah satu kegiatan penanaman perdana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Kelapa sawit ini sudah terbengkalai hampir 38 tahun, tadi sambutan dari bapak Gubernur, tahun 1982 sampai dengan tahun 1985 ditanam. Hari ini puji Tuhan, Tuhan punya rencana, kita diberikan rezeki untuk mengelola, apalagi tadi 1 hektar mendapat bantuan 25 juta,” kata Pangdam.

“Tadi saya monitor 1 hektar dapat menghasilkan 4 ton per bulan. Dengan harga sekarang, dapat menghasilkan uang sebesar 11 juta per bulan, melebihi gaji saya, PNS Tentara, dan Polisi. Jadi luar biasa pak petani. Kalau ini serius, bapak akan punya uang untuk mengelola kelapa sawit ini,” ucapnya.

Dirinya juga berjanji akan membantu keamanan dan kelancaran kegiatan peremajaan kepala sawit tersebut.

“Kita membantu putra daerah khususnya di Kabupaten Manokwari ini. Dalam kegiatan peremajaan kepala sawit, kita akan dampingi bapak-bapak. Saya punya Babinsa, Danramil, Dandim dia akan membantu membina dan mengawasi. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan tidak ada gangguan-gangguan, khususnya masalah keamanan. Kita berharap tidak ada konflik. Kita harus bangun tanah Papua ini dengan tenang,” tutup Pangdam.

Dalam kegiatan tersebut juga diberikan hibah dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dari Pemerintah Pusat sebesar 25 Juta kepada 1022 petani, yang diserahkan oleh Staf Wakil Presiden, KH. Iman Azis.

(Pendam XVIII/Ksr)




Tokoh Masyarakat Papua, Ajak Masyarakat Dukung Pemerintah

 

Papua,Mwartapedia.com– Tokoh politik di Papua Thaha Alhamid yang juga Sekjen Presidium Dewan Papua (PDP), mengajak warga yang ada di ujung timur Indonesia itu untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam mempercepat pembangunan disegala bidang.

“Mari kita dukung hal yang baik untuk bangun Papua,” kata Thaha dalam rilisnya  Senin (29/3/2021).

Kata dia, pemerintah pusat sangat memperhatikan kemajuan untuk masyarakat di Bumi Cenderawasih, sehingga hal itu patut untuk didukung.

“Banyak program atau kebijakan pembangunan di Papua yang dilakukan oleh pemerintah seperti pemberian Otonomi Khusus (Otsus), yang semua tahu bahwa kebijakan ini dibuat karena situasi politik di Papua,” katanya.

Lalu, wacana pemekaran daerah otonom baru (DOB) yang terus digaungkan meskipun mendapat pro dan kontra, seharusnya hal itu dipandang sebagai jalan tengah untuk mempercepat rentang kendali pemerintahan, dengan tujuan masyarakat yang belum tersentuh pemerataan pembangunan bisa tersentuh dan maju seperti daerah lainnya di Indonesia.

Thaha juga meminta agar keberpihakan kepada orang asli Papua (OAP) dalam berbagai bidang pekerjaan mendapatkan porsi yang tepat, terutama kaum muda sebagai generasi emas.

“Termasuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 adalah salah satu contoh konkret kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Papua ditunjuk jadi tuan rumah bukanlah yah gampang tetapi mempunyai maksud dan tujuan untuk pembangunan dibidang olahraga, baik infrastruktur dan SDM-nya,” katanya.

“Maka itu, anak-anak muda Papua juga harus memanfaatkan kesempatan emas yang ada saat ini. Sekolahlah yang tinggi untuk meraih cita-cita,” pungkasnya.(ML/IB)




AKPARNUS Sumut Kecam Pengeboman Gereja Katedral, Muhazir Siagian: Itu Prilaku Hina dan Tidak Berprikemanusiaan

Medan,Mwartapedia.com  – LPK AKPARNUS Sumatera Utara Mengutuk aksi bom bunuh diri didepan Gereja Katedral di Makassar sebagai bentuk prilaku yang tidak berprikemanusiaan.

Pagi ini,ledakan bom didepan gereja katedral di Makassar,diduga bom tersebut terjadi atas bom bunuh diri yang menewaskan beberapa orang.

Atas kejadian itu, Wakil direktur LPK AKPARNUS Sumatera Utara, Muhazir siagia, Senin,  29 Maret 2021 mengecam keras bagi pelaku tindakan teror, dan Meminta POLRI untuk segera melakukan tindakan yang terlibat dalam aksi yang tidak  berprikemanusiaan itu.

“LPK AKPARNUS Sumut mengutuk keras atas tindakan teror pengeboman yang terjadi di Gereja Katedral Makassar. Saat situasi pandemi yang tak kunjung usai dan sangat menyulitkan masyarakat, masih ada saja orang yang melakukan aksi tidak terpuji seperti itu. Itu sangat hina dan tidak berprikemanusiaan. Semoga para pelaku bisa segera ditangkap dan segera diusut tuntas oleh pihak kepolisian”. Ujar Muhazir Siagian, yang juga Wakil Direktur LPK AKPARNUS itu menghimbau

LPK AKPARNUS menghimbau kepada masyarat untuk tidak takut dan harus melawan seluruh  teror yang dihadapkan masyarkat.

“Segala bentuk teror yang berusaha menakut- nakuti masyarakat hari ini harus berani kita untuk melawan. Kita berharap kepada masyarakat untuk tidak takut terhadap segala upaya terorisme dan tetap berhati- hati serta terus siaga “ tutur Muhazir Siagian.

Ahmad Bakri Syahputra S.E Selaku Ketua Generasi Negarawan Indonesia Kab. deli Serdang menghimbau masyarakat agar tidak panik yang berlebihan, biar kanlah aparat kepolisian yang menangani kasus ini. Harapan saya mari lah kita segera membuat doa bersama agar kita bisa mendoakan negara ini aman, damai, tentram dan terhindar dari terorisme, tutup nya. (ML). 




Wali Kota Kupang Lantik Komisaris dan Direktur PT Sasando Baru

 

Kupang, Mwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH hari ini, Senin (29/3) melantik Komisaris dan Direktur PT Sasando Baru masa bakti 2020-2025 serta sejumlah pejabat administrator dan pengawas di lingkup Pemerintah Kota Kupang. Pelantikan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang dengan menerapkan protokol yang ketat. 

Jabatan Komisaris Utama PT Sasando Baru dipercayakan kepada Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si, sementara jabatan Direktur PT. Sasando Baru dipercayakan kepada Simson Albertinus Lawa, SH, MH. Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang, Drs. Agus Ririmasse, AP, M.Si dan Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si selaku saksi-saksi pelantikan serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang.  

Turut dilantik pada kesempatan tersebut dr. Ivyane Maria Imacullata Luanlaka sebagai Kepala Bidang Pelayanan pada RSUD S. K. Lerik, dr. M. Ihsan sebagai Kepala Bidang Perlindungan Perempuan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang,  Ayub Petra E. Bayang Mauta, SH sebagai Lurah Nunbaun Sabu, Jane Juliana Ndaomanu, S.Sos sebagai Lurah Kayu Putih, Theresia Maria Inacio, AMD sebagai Kepala UPTD Pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Elfisbert Ga Loni, SH sebagai Kepala UPTD Penerangan Jalan Umum pada Dinas PUPR Kota Kupang serta Anna Mathelda Laazarus, SE sebagai Kasubag Tata Usaha UPTD Pertamanan pada DLHK Kota Kupang dan Devy Rocky Mbolik, S.ST sebagai Kasubag Tata Usaha UPTD Penerangan Jalan Umum pada Dinas PUPR Kota Kupang. 

Wali Kota Kupang usai pelantikan tersebut kepada media menyampaikan akan ada akselerasi khusus untuk penataan lampu dan taman. Perlu ada penataan yang lebih bagus untuk lampu jalan dan taman. Apalagi ada dua taman besar yang akan dibangun tahun ini dengan nilai ratusan miliar bantuan pemerintah pusat yakni taman Bundaran El Tari dan Bundaran Patung Kirab.

Kepada Direktur dan Komisaris PT Sasando Baru Wali Kota minta untuk mulai membangun perusahaan daerah tersebut mulai dari nol karena aset-aset yang lama hampir tidak ada. Selain itu, ada juga utang yang harus diselesaikan. Wali Kota optimis direktur yang baru merupakan orang profesional yang diharapkan bisa menata PT Sasando Baru jadi lebih baik.

 Sementara itu, ketika diwawancarai, kedua Kepala UPTD yang baru dilantik memastikan akan mengamankan program prioritas dan mempertahankan apa yang sudah diperjuangkan Wali Kota. Kepala UPTD Pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Theresia Maria Inacio, AMD mengakui saat ini sudah ada perubahan di Kota Kupang. Dirinya tinggal melanjutkan program Wali Kota saat ini yakni menjadikan Kota Kupang lebih hijau dan tidak gersang seperti anggapan orang luar selama ini. Mantan Kasie Pemerintahan di Kelurahan Kayu Putih itu mengaku tidak mau menargetkan yang muluk-muluk dulu, sebelum melihat kondisi riil di lapangan seperti apa. Namun yang pasti dia siap menyukseskan target Wali Kota untuk menjadikan Kota Kupang lebih bersih dan indah.

Hal senada juga disampaikan Kepala UPTD Penerangan Jalan Umum pada Dinas PUPR Kota Kupang, Elfisbert Ga Loni, SH mengaku belum punya rancangan khusus terkait tugas barunya ini. Dia berencana akan membahas langkah-langkah ke depan dengan rekan-rekan yang selama ini sudah menjalankan tugas ini serta berkonsultasi dengan Kepala Dinas PUPR. 

Direktur PT Sasando Baru, Simson Albertinus Lawa, SH, MH menyampaikan langkah awal yang dilakukannya adalah perubahan manajemen perusahaan, yang menurutnya sudah tiga tahun mati suri karena tidak ada pengurus. Pekerjaan lain yang harus diselesaikannya adalah soal utang baik berupa pajak maupun  operasional usaha juga renovasi gedung kantor. Dia berkomitmen untuk meneruskan program-program yang terhambat terutama bidang bisnis utama PT Sasando sebelumnya yaitu periklanan dengan memperbaiki titik-titik reklame yang menjadi sumber pendapatan. Simson juga berencana akan melakukan diversifikasi usaha baru yang tidak jauh dari bidang publikasi dan media. Karena penetapan anggaran tahun ini sudah dilakukan dan belum ada alokasi anggaran APBD untuk PT Sasando Baru, pihaknya akan berjuang mengupayakan dana sendiri untuk membiayai operasional mereka tahun ini. (ML/IB)




Isu Marak Dugaan Korupsi di Pemkab Cianjur, Menjadi Topik Menarik Diskusi Sejumlah Elemen Masyarakat

Cianjur,Mwartapedia.com – Isu mengenai dugaan korupsi yang mendera Kabupaten Cianjur pada pelaksanaan APBD 2019 makin menarik perhatian segenap elemen masyarakat, Jum’at ( 26/3/2021 ).

Bertempat di kantor Redaksi Berita Cianjur, sejumlah LSM, Ormas dan Organisasi Kemahasiswaan mendatangi Kantor Redaksi Berita Cianjur, Kamis (25/3/2021).Mereka juga mengundang Pusat Kajian Kebijakan Publik, Cianjur Riset Center (CRC), untuk berdiskusi dan membedah dugaan korupsi pelaksanaan APBD 2019. 

Pemberitaan dugaan korupsi senilai Rp1,2 T yang diduga kuat melibatkan Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, membuat geram banyak pihak. Terbukti, hasil dari diskusi tersebut akan dilanjutkan dengan kajian lebih dalam dan merencanakan menggelar aksi.

Organisasi dan lembaga yang hadir pada diskusi tersebut antara lain LSM Pemuda, PMII, Kamubac, Gerakan Pituin Cianjur (GPC), Dupa Institute, Cianjur People Movement (Cepot), serta dihadiri pula sejumlah wartawan.

Saat diskusi, Direktur CRC, Anton Ramadhan membeberkan secara detail terkait alur dugaan kejanggalan dan pelanggaran yang terjadi pada pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019. Bahkan Anton juga menunjukkan semua bukti dokumen secara lengkap.

“Saya senang diundang teman-teman aktivis atau pergerakan di Cianjur. Saya buka semua hasil kajian CRC untuk bisa sharing dengan banyak pihak. Awalnya saya diundang teman-teman untuk berdiskusi di tempat yang ditentukan teman-teman aktivis, hanya saya menyarankan di Kantor Berita Cianjur karena banyak dokumen yang harus ditunjukkan,” ujarnya kepada Indonesia Top.

Menanggapi terselenggaranya diskusi tersebut, Ketua LSM Pemuda, Galih Widyaswara mengapresiasi CRC dan Berita Cianjur yang telah menjadi nara sumber. Menurutnya, diskusi tersebut bukan awal dan akhir, namun akan menjadi kegiatan berkelanjutan.

Galih mengatakan,” Diskusi bersama tersebut bertujuan untuk membedah APBD terkait keterbukaan dan pengawalan APBD Cianjur,” katanya. 

Hal tersebut dilakukan demi terciptanya percepatan pembangunan serta keterbukaan publik, agar masyarakat Cianjur cerdas dan mengetahui putaran APBD adalah milik masyarakat.

“Hasil diskusi tadi akan kami kaji lebih lanjut bersama teman-teman pergerakan di Cianjur. Kami juga akan merencanakan aksi tindak lanjut dari hasil diskusi pertama tadi,” ucapnya.

Sementara itu, perwakilan dari LSM Pemuda lainnya, Ridwan mengungkapkan, pihaknya akan mendesak Pemkab Cianjur untuk bisa menjelaskan dugaan korupsi yang terjadi. Bahkan ia pun mendorong agar aparat penegak hukum segera turun tangan.

“Kami sangat mengapresiasi CRC. Setelah dijelaskan CRC dengan bukti dokumen secara detail, kami jadi semakin jelas dan paham dari mana nilai Rp1,2 T yang sudah ramai diberitakan. Dugaan pelanggarannya sudah sangat kuat. Ini tak bisa dibiarkan, harus segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.(IB)




Bos PT. PPB Diduga Aniaya dan Sekap Karyawannya, Wilson Lalengke Desak Diusut Tuntas!

 

Jakarta,Mwartapedia.com  – Komisaris PT. Pratama Prima Bajatama (PPB), bernama Deddy Setiawan Tan, diduga kuat telah melakukan tindak pidana penganiayaan dan penyekapan terhadap orang lain sebagaimana diatur dalam Pasal 351 KUHP dan Pasal 333 KUHP. Penganiayaan dan penyekapan itu dilakukan Bos Deddy, sebut saja demikian, terhadap karyawannya sendiri bernama Rico Pujianto, pada 10 hingga 12 Oktober 2020 lalu, di kantor perusahaan besi baja itu di Jl. Raya Narogong km 13 Pangkalan Tiga, Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Akibat penganiayaan dan penyekapan tersebut, korban mengalami memar-memar dan trauma serta terlihat selalu ketakutan dan letih sepanjang hari. Kasus penganiayaan dan penyekapan bos terhadap karyawannya ini telah dilaporkan ke Polisi [1].

“Bos Deddy membentak, meninju, menampar dan memukuli saya berkali-kali di depan istrinya, Ibu Ing, dan kawan-kawan saya. Bahkan Bos Deddy sempat masuk ke ruangan kantornya yang hanya berjarak 8 meter dari tempat saya duduk, dan berteriak keras sambil mencari samurainya, ‘mana samurai gua, biar gua matiin sekalian’. Rupanya, samurai tersebut sudah disembunyikan istri Bos Deddy, takut terjadi hal-hal yang fatal. Jika ketemu samurai itu, mungkin saya sudah mati,” ungkap Rico menceritakan peristiwa mengerikan yang dialaminya itu kepada Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, saat mengadukan nasibnya, di Sekretariat PPWI, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Korban juga menjelaskan bahwa Bos Deddy memerintahkan kawan-kawannya agar tidak melihat ke arahnya yang sedang disiksa dan dipukuli, sehingga mereka hanya menunduk takut, tidak berani melihat kejadian mengenaskan yang sedang berlangsung di depan mata mereka. Bahkan, kata Rico, Bos Deddy menyuruh salah satu karyawan, Dindon, untuk mematikan CCTV agar kejadian penganiayaan yang sedang berlangsung tidak terekam kamera pengawas.

Kemarahan Bos Deddy, menurut penuturan korban yang merupakan warga Semarang, Jawa Tengah ini, bermula dari kecurigaan sang Bos yang menuduh pemuda lajang berusia 33 tahun itu telah menilap uang hasil penjualan besi wiremesh. Sebagai informasi, Rico Pujianto bersama 5 orang rekannya merupakan sales wiremesh yang diproduksi oleh PT. PPB. Rico ditugaskan untuk memasarkan wiremesh (besi rangkaian yang digunakan untuk konstruksi jalan beton) di wilayah Jawa Tengah. Rico telah bekerja di perusahaan ini selama 2,5 tahun.

Dalam proses penjualan wiremesh itu, kata Rico, pada periode bulan-bulan menjelang dia dianiaya dan disekap, sekitar 30 persen produk wiremesh dari PT. PPB ditolak oleh pelanggan karena berkarat, tidak memenuhi standar kualitas yang diinginkan. Barang tolakan tersebut dititipkan Rico di sebuah bengkel las milik temannya, Slamet Riyadi, di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Purwokerjo, Jawa Tengah. Rico menitipkan barang tersebut karena ketiadaan biaya angkut kembali ke gudang PT. PPB di Bantar Gebang, Bekasi, yang mencapai puluhan juta rupiah.

Atas kekurangan setoran hasil penjualan, karena sebagian barang (wiremesh) ditolak pelanggan, itulah kemudian Bos Deddy menuduh Rico telah menggelapkan uangnya sehingga sang Bos gelap mata dan penuh emosi melakukan kekerasan fisik dan non-fisik terhadap karyawannya, Rico Pujianto. Akibat pemukulan yang dialami korban, disamping mentalnya yang terluka, wajahnya juga memar dan luka di sana-sini. Ancaman pembunuhan dengan samurai juga membuatnya penuh ketakutan dan trauma.

“Saya dituduh melakukan penggelapan dan penipuan uang perusahaan. Tanpa mau mendengarkan penjelasan saya, Bos Deddy memukul dan menampar berulang kali, disaksikan istri Bos Deddy yang bernama Ibu Ing dan teman-teman. Pak Deddy melarang teman-teman untuk melihat peristiwa pemukulan, sehingga teman-teman saya semuanya menunduk takut dan tidak berani melihat. Teman saya bernama Riki Kusnadi berada di sebelah kiri, tidak ada seorangpun yang berani menyaksikan peristiwa penganiyaan dan pemukulan itu,” urai Rico yang menemui Wilson Lalengke bersama ayahnya, Alex, pada Senin, 22 Maret 2021 lalu.

Penganiayaan yang dimulai sejak pukul 13.00 wib kemudian terhenti setelah Direktur kepercayaan Bos Deddy bernama Winoto, SH mendekati Bos berusia 55 tahun itu untuk menenangkannya. Winoto yang merupakan mantan anggota DPRD Bekasi itu akhirnya tergerak untuk mendekati bos-nya ini setelah melihat gelagat yang kurang baik saat sang bos mencari samurai yang menurut Bos Deddy akan digunakan untuk membunuh Rico. Winoto berhasil menenangkan Deddy, dan berhentilah penganiayaan atas Rico hari itu.

Penganiaan berhenti, namun berlanjut dengan proses penyekapan atau perampasan kemerdekaan Rico. Handphone-nya disita. Dia tidak diizinkan menghubungi bapak dan ibunya serta anggota keluarga lainnya. Teman-teman kerjanya dilarang meminjamkan handphone kepada Rico walau sekedar untuk menghubungi keluarganya. Bahkan, seorang satpam bernama Azis diperintahkan untuk menjaga dan mengawasi Rico. Kemanapun korban beranjak, semisal saat minta izin untuk ke toilet, sang satpam mengikuti dan menungguinya di depan toilet. Jika lalai, Azis terancam dipecat si Bos Deddy.

Malamnya, cerita Rico melanjutkan, sekitar pukul 20.30 wib, Rico bersama beberapa karyawan ditugaskan ke Purwokerto untuk melihat besi wiremesh karatan yang oleh Rico dititipkan di sebuah bengkel temannya. Rico, masih dengan pengawasan ketat sang satpam Azis, ditempatkan di bak mobil fuso selama perjalanan ke Purwokerto. “Semula, Bos Deddy menginstruksikan ke satpam agar selama dalam perjalanan, saya ditempatkan di bak mobil fuso belakang dan diikat dengan tali. Namun, karena merasa kasihan, satpam tidak mengikat saya,” ujar Rico sedih.

Setiba di Purwokerto pada esok harinya, Minggu subuh, 11 Oktober 2020, team yang terdiri atas 3 mobil fuso dan mobil pribadi, dengan dikawal oleh Bos Deddy langsung menuju bengkel las penitipan barang tolakan. Karena hari masih gelap-gulita, sekira pukul 04.00 wib, keadaan bengkel masih sepi, orang tua Slamet Riyadi yang menunggui bengkel masih tidur, pagar tertutup rapat. Tidak ingin menunggu lama, pintu pagar yang terkunci dibuka paksa gemboknya menggunakan gunting besar oleh Galuh, salah satu karyawan yang ikut rombongan, atas perintah Winoto dan Bos Deddy. Besi wiremesh rongsokan yang ditimbun di bengkel itupun dimuat ke dalam mobil-mobil fuso dan dibawa kembali ke gudang di Bekasi.

Kasus penganiayaan dan penyekapan ini telah dilaporkan ke Polres Bekasi [2]. Saat ini, berkas laporan telah diambil alih penanganannya oleh Polda Metro Jaya. Ayah korban, Alex, sangat berharap agar Bos PT. Pratama Prima Bajatama, Deddy Setiawan Tan dan para cecunguknya itu segera ditangkap dan diproses hukum. “Saya meminta PPWI untuk membantu kami agar kasus yang dialami anak saya ini bisa segera diproses. Para pihak yang terlibat dalam penganiayaan dan penyekapan anak saya, Rico Pujianto segera ditindak sesuai hukum yang berlaku,” pinta Alex.

Merespon kasus tersebut, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, menyatakan bahwa pihaknya sangat prihatin dan menyayangkan atas perilaku brutal oknum komisaris perusahaan terhadap karyawannya yang sudah memberi dia keuntungan dalam bisnisnya. “Saya heran, terbuat dari apa hati manusia, si pemilik PT Pratama Prima Bajatama itu yaa? Tanpa kerja keras karyawan, Anda tidak mungkin mendapatkan keuntungan dalam usaha dan bisnis. Semestinya Anda hargai dan sayangi karyawan supaya usahanya lebih berkah, lebih memberi manfaat bagi Anda dan orang lain. Bukan malah menyiksa karyawan,” kata Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini menyesalkan perilaku hewani oknum Deddy Setiawan Tan itu.

Untuk itu, lanjut Lalengke, PPWI mendesak Polri untuk mengusut kasus ini secepat-cepatnya. Jangan biarkan manusia yang diduga bermental rakus, kasar dan suka menyiksa sesamanya itu berkeliaran di luar. “Jangan karena dia banyak uang, polisi aji mumpung memanfaatkan situasi dan menjadikannya ATM sebagaimana kebiasaan oknum polisi selama ini [3], yang akhirnya keadilan bagi korban dikorbankan. Harus ditangkap segera orang ini, pasal pidananya jelas, penganiayaan, intimidasi, ancaman pembunuhan, dan penyekapan serta perampasan kemerdekaan seseorang,” tegas lulusan pasca sarjana bidang Applied Ethics dari Utrecht University, Belanda, dan Linkoping University, Swedia itu.

Berdasarkan data yang didapatkan di lapangan, kata Lalengke lagi, perusahaan itu diduga keras melakukan penggelapan pajak, praktek leasing kendaraan bermotor, dan beberapa pelanggaran perundangan lainnya [4]. “Dari data dan informasi yang kita dapatkan, bos PT. Pratama Prima Bajatama itu terindikasi kuat telah melakukan penggelapan pajak dengan nilai miliaran rupiah. Modusnya adalah menjual produk dengan 2 kategori: produk ber-PPN dan barang tidak ber-PPN. Pembayaran barang ber-PPN dilakukan melalui transfer rekening antar bank, sementara pembayaran barang non-PPN dilakukan secara tunai. Merugikan negara ini orang, harus diusut semua dugaan tindak kejahatannya,” pungkas Lalengke yang merupakan trainer bagi ribuan anggota TNI, Polri, guru, dosen, mahasiswa, wartawan, LSM, ormas dan masyarakat umum di bidang jurnalistik itu. (APL/Red)

Catatan:

[1] Pekerja Pabrik Disekap Bos di Bekasi, Ketahuan Setelah Keluarga Mencari; https://gobekasi.id/pekerja-pabrik-disekap-bos-di-bekasi-ketahuan-setelah-keluarga-mencari/

[2] BOS PERUSAHAAN BESI BAJA DI BEKASI DIDUGA SIKSA KARYAWAN; https://www.youtube.com/watch?v=fREmwDmFQSY 

[3] Pak Kapolri, Ada Oknum Penyidik di Bareskrim Nyambi Jadi Pemalak; https://pewarta-indonesia.com/2020/11/pak-kapolri-ada-oknum-penyidik-di-bareskrim-nyambi-jadi-pemalak/ 

[4] Rekaman permintaan konfirmasi kepada Winoto terkait praktek leasing yang dilakukan PT Pratama Prima Bajatama ada pada redaksi. (ML)




Ferdinand Hutahaean Kecam Pernyataan Veronica Koman di Medsos

Jakarta,Mwartapedia.com  –  Politisi Ferdinand Hutahaean mengecam pernyataan Veronica Koman yang mengatakan bahwa anak- anak di Papua Barat di “paksa nasionalis” oleh pemerintah.

Dalam pernyataannya itu, Veronica Koman menuding pemerintah lewat aparat keamanan TNI-Polri memaksakan anak-anak di Papua Barat untuk setia kepada NKRI. Hal itu disampaikan Veronica Koman lewat kicauannya di Twitter, seperti dilihat pada Sabtu 27 Maret 2021.

Dalam cuitannya tersebut, Veronica membagikan sebuah foto aparat TNI-Polri memakaikan ikat kepala merah putih kepada sejumlah anak-anak di Papua Barat.

Menanggapi peristiwa tersebut, Veronica Koman mengatakan, bahwa itu merupakan tindakan pemaksaan nasionalisme dari aparat terhadap anak-anak di Papua Barat.

“Forcing Indonesian nationalism to Indigenous West Papuan children. (red and white = Indonesian flag). (Memaksakan nasionalisme Indonesia kepada anak-anak Pribumi Papua Barat. (merah putih = bendera Indonesia),” kata Veronica Koman lewat cuitannya di Twitter.

Menanggapi kicauan Veronica Koman tersebut, Ferdinand Hutahaean dengan nada emosi menilai bahwa Veronica telah mempelintir makna dalam foto tersebut.

Hal itu, kata Ferdinand, terlihat jelas dari raut wajah anak-anak dalam foto tersebut yang tampak bahagia dan tidak menangis.

“Anak-anak Papua Barat di foto itu sama sekali tak nampak merasa dipaksa memakai ikat kepala merah putih” ujar Ferdinand.

“Hei pengkhianat, anak-anak itu bahagia dan tertawa mengenakan ikat kepala merah putih, tidak takut dan tidak menangis. TIDAK ADA PAKSAAN!,” geram Ferdinand Hutahaean ke Veronica Koman.

Ferdinand pun dengan nada sangat marah menyebut Veronica Koman sebagai penghianat NKRI.(ML)




Wujud Belasungkawa, Babinsa Sampaikan Duka Cita Dengan Tetap Terapkan Prokes

Kupang,Mwartapedia.com  –  Sebagai bentuk kepedulian dan wujud belasungkawa terhadap salah satu warga binaannya yang meninggal, Babinsa Kelurahan TDM/Kayu Putih Sertu Alexander Tanesib anggota Koramil 1604-01/Kupang Kodim 1604/Kupang menghadiri pemakaman Almarhum Bernad Daniel Tenis bertempat di RT 019 RW 005 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang, Senin (29/08/2021). 

Dalam acara pemakaman tersebut, dipimpin oleh Pendeta Adriana Malese Adonis yang turut dihadiri oleh Ketua RW 005 Bapak Frans Adu dan Ketua RW 006 Bapak Abdullah. 

Babinsa Sertu Alexander Tanesib menyampaikan ungkapan belasungkawanya kepada keluarga almarhum, mati kita bersama-sama mendoakan agar almarhum diberikan tempat yang layak disisi Tuhan Yang Maha Esa, dan juga kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan merelakan kepergian beliau. 

“Sebagai seorang Babinsa, dirinya dituntut untuk selalu peka dan peduli terhadap kesulitan dan kedukaan yang dialami oleh warga binaannya, yang dilakukanya kali ini merupakan bentuk simpati dan kepeduliannya terhadap warga binaannya yang sedang mengalami kedukaan,” ujarnya. 

Selain mengucapkan ikut berbela sungkawa, Babinsa juga memberikan dukungan moril kepada keluarga sebagai sarana untuk berinteraksi menjalin silaturahmi dengan warga masyarakat di wilayah desa binaan. 

“Dengan kehadiran Bhabinsa pada saat ada warga desa binaan yang meninggal dunia diharapkan dapat meringankan beban psikologis keluarga yang ditinggalkan, Semoga diberi ketabahan dan kekuatan serta mendoakan jenazah agar diampuni segala dosanya dan diterima seluruh amal ibadahnya”, sambung Tofan. 

Sertu Alexander juga menyampaikan dan menghimbau kepada seluruh warga yang hadir, agar dapat menerapkan protokol kesehatan yaitu dengan menggunakan masker, mecuci tangan dan menjaga jarak. Meskipun suasana kita lagi berduka, kita tetap harus menjaga kesehatan diri kita masing-masing guna memutus mata rantai penyebaran dari Covid-19. (Pendim1604/Kupang)