Tradisi Pelepasan Pejabat Lama Danrem 161/Wira Sakti.

 

Kupang,mwartapedia.com  –  Menurut hitungan saya, kurang lebih saya bertugas sebagai Danrem 161/Wira Sakti, selama 9 bulan 11 hari. Dalam kurun waktu tersebut, bersama sama Kasrem, Para Kasi, Para Dandim jajaran dan Para Danka Balak Aju Kodam IX/Udayana, kita semua saling bahu membahu melaksanakan tugas, terutama dan pertama tugas dari komando atas, sekaligus menjabarkan tugas tugas kita yang disesuaikan dengan kondisi Provinsi NTT.

Hal tersebut disampaikan Kasdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya selaku Pejabat Lama Komandan Korem 161/Wira Sakti pada Acara Tradisi Pelepasan Pejabat Lama Komandan Korem 161/Wira Sakti,  Selasa (13/04/2021) di Aula Sudirman Makorem 161/Wira Sakti.

Dalam kesempatan tersebut Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya memberikan pesan dan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota Jajaran Korem 161/Wira Sakti atas pelaksanaan tugas yang telah dilaksanakan selama ini.

“Apa yang telah diberikan kepada saya, tidak boleh sama, jadi harus diberikan yang lebih kepada Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko,S.I.P.,M.M, dan terima kasih kepada Kasrem, Para Kasi, Para Dandim dan Para Danka Balak Aju Kodam IX/Udayana serta seluruh anggota Jajaran Korem 161/Wira Sakti,” ungkap Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya.

Sementara itu, Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R Jatmiko,S.I.P.,M.M dalam sambutannya memperkenalkan diri secara singkat sekaligus memberikan arahannya.

“Apa yang telah diberikan kepada beliau ( Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya-red), saya mohon dengan sangat jangan dikurangi, syukur-syukur dilebihkan, sehingga kita semua dapat melaksanakan tugas kita bersama dengan baik. Mari kita bekerjasama dengan baik, Mari bergotong royong, kemudian kita all out melaksanakan tugas kita,” tegas Danrem 161/Wira Sakti.

Usia Acara Penyerahan Cindera Mata kepada Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya dari Danrem 161/Wira Sakti, Kasrem 161/Wira Sakti, Para Dandim Jajaran, Para Dan Kabalak Aku Kodam IX/Udayana, dilaksanakan sesi foto bersama, dan Acara Tradisi Pelepasan Pejabat Danrem 161/Wira Sakti di Luar Ruangan.

Sebelum kegiatan Acara Tradisi Pelepasan Pejabat Lama Danrem 161/Wira Sakti ini, terlebih dahulu dilaksanakan Apel Luar Biasa oleh Pejabat Lama dan Pejabat Baru Danrem 161/Wira Sakti yang di ikuti oleh anggota Korem 161/Wira Sakti.

Hadir dalam kegiatan ini Ibu Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana, By Diana Samuel Hehakaya, Kasrem 161/Wira Sakti, Para Kasi Kasrem 161/Wira Sakti, Para Dandim Jajaran yang tidak terdampak bencana beserta Ketua Persit KCK Cabang, Para Danka Balak Aju Kodam IX/Udayana dan Pengurus Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana.(penrem161ws)




Diduga Ada Main Mata Diskominfotik, Tarkim dan Satpol PP Bekasi Dengan PT IBS Pada Pembangunan Tower di Desa Mangun Jaya



Bekasi,mwartapedia.com  – Diduga ada permainan kotor dan main mata  Diskominfotik, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang dan Satpol PP Kabupaten Bekasi dengan Perusahaan Pembangun Tower, terkait maraknya bangunan Tower tanpa izin di wilayah Kabupaten Bekasi yang menjadi basis pengawasan ketiga Dinas tersebut, namun tak ada tindakan tegas dalam implementasinya di lapangan, salah satunya yang berlokasi di Rt 002, Rw 013, Kampung Rukem, Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi,(18/04/2021).

Hal tersebut di ketahui jelas berdasarkan keterangan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi yang mengeluarkan pernyataan jelas tertanggal 22 Maret 2021, sebagai jawaban dari DPMPTSP atas pengaduan Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kab.Bekasi, Irwan A, bernomor : 503/53-7/IEVDAL/DPMPTSP/III/2021 terkait adanya pembangunan Tower di Rt 002, Rw 013, Kampung Rukem, Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, terindikasi tak berizin lengkap.

Entah memang kurang Koordinasi atau kurang Komunikasi antar Dinas, atau ada main mata yang mungkin diduga kuat Dinas Kominfotik dan Satpol PP telah menerima upeti dari PT INTI BANGUN SEJAHTERA.Tbk (IBS), sehingga tidak ada tindakan berarti seperti penyegelan kegiatan atau Satpol PP Line yang dilakukan di lokasi pembangunan Tower tersebut, hal itu di ungkapkan oleh Ketua DPC Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Irwan A, saat dimintakan tanggapannya oleh Awak Media, bahwa,” Ini sangat aneh sekali..sebab pengaduan yang saya lakukan atas nama organisasi kewartawanan pada tanggal 15 Maret 2021 sudah di jawab oleh DPMPTSP bahwa pembangunan tower yang dilakukan oleh PT INTI BANGUN SEJAHTERA.Tbk (IBS) tidak ada izin…bahwa menurut Kepala DPMPTSP, sejak 2010 sampai dengan 2021 PT INTI BANGUN SEJAHTERA.Tbk (IBS), perusahaan tersebut belum mengajukan perizinan apapun ke Kepala DPMPTSP, dimana dalam surat jawaban tersebut telah di tanda tangani oleh Kepala DPMPTSP, Yanyan Akhmad Kurnia, dengan surat tembusan ke Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta Kasatpol PP namun sampai saat ini belum ada tindakan kongkrit yang dilakukan oleh Dinas Kominfotik, Tarkim dan Satpol PP Kab. Bekasi selaku eksekutor penegak perda terkait pembangunan yang tak memiliki IMB tersebut,” ungkap Irwan.

“Hal tersebut sudah pernah kami tanyakan pada keduanya baik Dinas Kominfotik maupun Kasatpol PP yang mana pada saat itu Kasatpol PP di wakilkan oleh Sekertarisnya, Deni dan disaksikan oleh Kabidnya, Kadarusman namun seolah permasalahan ini tidak berarti dimata mereka, kendati hal tersebut telah di jelaskan secara tertulis oleh Kepala DPMPTST dan PT INTI BANGUN SEJAHTERA.Tbk (IBS), dan sudah di surati sebelumnya oleh Kepala Desa Mangun Jaya namun tak pernah di jawab, kemudian persoalan inipun sudah disampaikan dengan jelas pada Kadarusman untuk diteruskan pada Kasatpol PP Dodo Hendra Rosika S.IP, M.M namun tak pernah ada jawaban pasti tentang tindakan apa yang mereka lakukan selaku ASN yang Notabene bekerja dengan mendapatkan gaji dari pajak rakyat,” tandas Ketua DPC AWI.

Lebih lanjut Irwan menegaskan, bahwa,” Melihat gelagat seperti ini patut diduga Diskominfotik dan Satpol PP Kab. Bekasi telah menerima suap atau upeti dari PT INTI BANGUN SEJAHTERA.Tbk (IBS) sehingga mereka tidak mau melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta kewajibannya, nanti kami dari AWI akan komunikasi intensif dengan Inspektorat dan BKD serta Sekda Kab. Bekasi terkait kenapa memelihara pegawainya yang tidak mau bekerja sesuai Tupoksinya dan kenapa hal tersebut terjadi dibiarkan saja tanpa pengawasan dari pihak Inspektorat maupun BKD dan Sekda selaku struktural tertinggi di ASN, sebab kalau orang-orang seperti ini di biarkan terus  bekerja, akan banyak daerah dan negara di rugikan dengan melalaikan Tupoksinya sehingga PAD tidak tercover akibat ulah mereka yang malas bekerja namun mengharapkan gaji tetap lancar, dan dapat di bilang “ASN Makan Gaji Buta”…..begitulah Kura-kura,” pungkas Ketua DPC Aliansi Wartawan Indonesia, Irwan.A.

Berdasarkan penelusuran Awak Media dilokasi pembangunan , memang tidak terlihat ada segel yang terpampang baik dari Diskominfotik maupun Satpol PP dan hal tersebutpun ditanyakan Awak Media pada warga setempat mengenai ada atau tidaknya dari Pemda yang datang menyegel lokasi tersebut, warga setempat mengatakan, “Tidak ada orang dinas yang datang, baik Satpol PP atau yang lainnya untuk menyetop pekerjaan pembangunan tower itu (seraya menunjuk ke arah Tower-Red), yang ada mereka berhenti sementara karena pakerjaan mereka sudah selesai dan akan di lanjutkan lagi,..mungkin habis lebaran atau kapan saya tidak tahu,” ungkap warga setempat yang membuka warung di lokasi pengerjaan.

Ketika Awak Media mengkonfirmasi Kades Mangun Jaya, Jayadi Said terkait surat yang dilayangkan Desa sudah ada atau belum jawaban dari PT INTI BANGUN SEJAHTERA.Tbk (IBS), Kades Jayadi Said menegaskan,” Sampai saat ini belum ada jawaban, surat yang kita kirimkan ke PT INTI BANGUN SEJAHTERA.Tbk (IBS),” tegas Jayadi Said. (ML/IB)




Indahnya Berbagi, DPW PUAN Jambi Bagi Takjil

 

Jambi,mwartapedia.com – Bulan Ramadhan sangat dinanti-nanti kaum Muslimin, karena dibulan inilah segala amal ibadah dilipatgandakan pahalanya. Bulan yang penuh Berkah ini diisi dengan kegiatan yang sangat mulia oleh segenap kepengurusan DPW PUAN (Perempuan Amanat Nasional) Provinsi Jambi dengan bagi-bagi Takjil kepada pengguna kendaraan, sebagai rasa peduli kepada sesama.

Koordinator Bagi Takjil Untuk Kecamatan Telanai Pura DPW Puan Provinsi Jambi, Ningsih Dewi Marini saat dimintai keterangan oleh awak media di Simpang Empat Lampu Merah, Sipin, Kota Jambi pada Sabtu (17-04-2021)  menyampaikan

“Kami dari Puan (Perempuan Amanat Nasional) Provinsi Jambi bagi-bagi Takjil pada sore ini, berlokasi di Simpang Empat Lampu Merah, Sipin Kota Jambi,  sebagai bentuk rasa peduli kepada sesama, apalagi disaat kondisi masih dilanda Covid-19, Kegiatan ini disupport penuh oleh PLT Ketua DPW Puan Provinsi Jambi Sri Uleng Bakri, yang juga Sekjen DPP Puan,” tutur Rini

Ningsih Dewi Marini juga menambahkan arti pentingnya rasa kebersamaan

“Disaat kita sama-sama merasakan kondisi yang sulit, justru dengan rasa kebersamaan semua InsyaAllah akan dapat kita hadapi dan atasi bersama, bagi-bagi Takjil ini salah satu bentuk rasa kebersamaan kita”, ujar Rini

“Alhamdulillah, saat bagi-bagi Takjil Kami selalu menerapkan Protokoler Kesehatan yakninya Menjaga Jarak, Memakai Masker, dan Mencuci Tangan. InsyaAllah ini akan diadakan di 11 titik Kecamatan lainnya secara bergilir. Disamping itu akan direncanakan Kegiatan Kunjungan Ke Panti Asuhan, dan Buka Bersama Ketua PLT DPW Puan Provinsi Jambi Sri Uleng Bakri”

“Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1442 H, semoga kita semua menjadi hambaNya yang bertaqwa”, tutup Rini. (MG)




KRI Semarang-594 Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Pulau Alor

 

Kupang,mwartapedia.com  – KRI Semarang-594 dengan mengunakan Landing Craft Unit (LCU) nya menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Pulau Alor, di Dermaga Kalabahi, Kabupaten Alor, NTT. Jumat (16/04/2021).

Setelah sebelumnya menyalurkan Bantuan kemanusiaan di Lembata dan Pulau Adonara, hari ini Jumat, (16/04) KRI Semarang-594 tolak dari Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata menuju Pulau Alor untuk mendistribusikan Bantuan Kemanusiaan bagi Masyarakat Kabupaten Alor yang terkena bencana banjir bandang dan tanah longsor akibat Badai Siklon Tropis Seroja beberapa waktu yang lalu.

Landing Craft Unit (LCU) KRI Semarang-594 dikerahkan mengingat keterbatasan Dermaga Kalabahi Alor sebagai fasilitas sandar yang belum memadai untuk seukuran KRI SMR-594. Oleh karena itu, 2 unit LCU yang membawa bantuan dari KRI Semarang-594 di angkut ke Pulau Alor tepatnya di dermaga Kalabahi, Kabupaten Alor.

Bantuan yang diangkut oleh LCU-1 SMR 459-1 dan LCU-2 459-2 dipindahkan ke kendaraan truck menuju Posko BPBD Kab. Alor sebagai Posko Utama Banjir bandang dan kemudian didistribusikan ke 18 Kecamatan yang terdampak di Kabupaten Alor

Adapun bantuan kemanusiaan yang didistribusikan di Kabupaten Alor berupa sembako, obat-obatan, mie instan, selimut, perlengkapan bayi, pakaian, air mineral dan kebutuhan lainnya yang dapat langsung digunakan oleh para korban bencana alam. 

Sebelum bantuan didistribusikan ke lokasi terdampak di Kabupaten Alor, Komandan Lantamal VII Kupang Laksma TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP., selaku Dansatgas Penanggulangan Bencana TNI AL menyerahkan paket bantuan secara simbolis kepada Sekda Kabupaten Alor yang mewakili Bupati Alor Bapak Drs. Soni Alelang, Serta didampingi oleh Palaksa KRI SMR-594 Mayor Laut (P) Salam.

Komandan Lantamal VII Laksma TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa, semoga bantuan yang kami bawah ini, dapat segera tersalurkan kepada masyarakat yang terdampak di Kabupaten Alor

“Kami berharap semoga masyarakat Kab. Alor yang terkena bencana segera pulih dan bangkit seperti sedia kala,” ucap Danlantamal VII didepan Forkopimda dan OPD daerah Kabupaten Alor yang hadir di Pelabuhan Kalabahi.

Operasi kemanusiaan ini sejalan dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., agar prajurit TNI AL sesegera mungkin berada di garis depan dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat yang sedang ditimpa musibah bencana.

(Dispen Lantamal VII)




Prajurit Lantamal VII Kerja Bakti massal pasca bencana Alam badai Siklon tropis seroja

 

Kupang,mwartapedia.com – Prajurit Lantamal VII mengikuti kegiatan kerja bakti massal pasca bencana Alam badai Siklon tropis seroja di Provinsi NTT bersama TNI Polri dan Perangkat Daerah Provinsi NTT, di sepanjang jalan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT. Jumat (16/04/2021).

Dampak dari badai siklon tropis seroja yang menerjang wilayah NTT beberapa waktu yang lalu banyak mengakibatkan pohon-pohon yang ada di sepanjang jalan tumbang atau roboh. Hal tersebut sangat mengganggu pemandangan dan kelancaran arus lalu lintas, karena mobil akan berjalan pelan dan hati-hati saat melewati tumpukan kayu dan daun bekas pohon tumbang tersebut.

Kegiatan kerja bhakti massal pasca bencana alam badai siklon tropis Seroja yang melanda di Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya di Kota Kupang dilaksanakan bersama instansi terkait pemerintah daerah setempat, TNI dan Polri yang telah ditunjuk dalam surat Gubernur NTT No : 660.2/7/BU1.3

bertujuan membersihkan penumpukan sampah yang berada dimana-mana dan akibat pemotongan dahan atau ranting pohon yang tumbang di sepanjang jalan.

Adapun instansi yang melaksanakan kegiatan kerja bhakti massal kali ini antara lain :Personel Lantamal VII Kupang, Dinas sosial Provinsi NTT, Dinas kesehatan Prov. NTT,  Dinas kepemudaan dan olahraga Prov. NTT, Dinas lingkungan hidup dan kebersihan Kota Kupang dan Guru beserta murid  SMK Negeri 7 Kupang.

Dalam pelaksanaan kerja bakti tersebut untuk koordinator dan pengaturan lokasi kerja bhakti yaitu Dinas Sosial (Depan RSAL – Gereja Laharoi Namosain), Dinas Kesehatan (Gereja Laharoi Namosain – Jembatan timbang Namosain), Lantamal VII Kupang (Jembatan timbang Namosain – Cabang Puskesmas Alak) dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Cabang Puskesmas Alak – Pos Pol Nunhila).

Dalam aksinya, prajurit Lantamal VII secara bergotong royong dengan Personel TNI Polri dan masyarakat membersihkan lingkungan sekitar jalan yang dipenuhi sampah, terutama sampah pepohonan. Berkat kerja keras mereka, dalam sekejap ruas jalan penghubung benar-benar terbebas dari sampah pepohonan dan menjadi bersih.

Danlantamal VII Laksamana Pertama TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP., dalam kesempatan terpisah menyampaikan apresiasi atas kegiatan bersih-bersih dalam menjaga kebersihan lingkungan dan pemeliharaan infrastruktur serta membantu pemulihan dampak bencana khususnya mengembalikan fungsi bagi kelancaran dan keamanan para pengguna jalan.

Kegiatan kerja bakti massal tersebut selaras dengan perintah harian Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam kutipan yang mengatakan Agar Menjaga kepercayaan negara dan rakyat kepada TNI Angkatan Laut melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi institusi, masyarakat, bangsa dan negara serta keberadaan TNI AL dimanapun berada harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar. (Dispen Lantamal VII)




Prajurit Lantamal VII Kerja Bakti massal pasca bencana Alam badai Siklon tropis seroja

Kupang,mwartapedia.com  –  Prajurit Lantamal VII mengikuti kegiatan kerja bakti massal pasca bencana Alam badai Siklon tropis seroja di Provinsi NTT bersama TNI Polri dan Perangkat Daerah Prov. NTT, di sepanjang jalan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT. Jumat (16/04/2021).

Dampak dari badai siklon tropis seroja yang menerjang wilayah NTT beberapa waktu yang lalu banyak mengakibatkan pohon-pohon yang ada di sepanjang jalan tumbang atau roboh. Hal tersebut sangat mengganggu pemandangan dan kelancaran arus lalu lintas, karena mobil akan berjalan pelan dan hati-hati saat melewati tumpukan kayu dan daun bekas pohon tumbang tersebut.

Kegiatan kerja bhakti massal pasca bencana alam badai siklon tropis Seroja yang melanda di Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya di Kota Kupang dilaksanakan bersama instansi terkait pemerintah daerah setempat, TNI dan Polri yang telah ditunjuk dalam surat Gubernur NTT No : 660.2/7/BU1.3

bertujuan membersihkan penumpukan sampah yang berada dimana-mana dan akibat pemotongan dahan atau ranting pohon yang tumbang di sepanjang jalan.

Adapun instansi yang melaksanakan kegiatan kerja bhakti massal kali ini antara lain :Personel Lantamal VII Kupang, Dinas sosial Prov. NTT, Dinas kesehatan Provinsi NTT,  Dinas kepemudaan dan olahraga Prov. NTT, Dinas lingkungan hidup dan kebersihan Kota Kupang dan Guru beserta murid  SMK Negeri 7 Kupang.

Dalam pelaksanaan kerja bakti tersebut untuk koordinator dan pengaturan lokasi kerja bhakti yaitu Dinas Sosial (Depan RSAL – Gereja Laharoi Namosain), Dinas Kesehatan (Gereja Laharoi Namosain – Jembatan timbang Namosain), Lantamal VII Kupang (Jembatan timbang Namosain – Cabang Puskesmas Alak) dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Cabang Puskesmas Alak – Pos Pol Nunhila).

Dalam aksinya, prajurit Lantamal VII secara bergotong royong dengan Personel TNI Polri dan masyarakat membersihkan lingkungan sekitar jalan yang dipenuhi sampah, terutama sampah pepohonan. Berkat kerja keras mereka, dalam sekejap ruas jalan penghubung benar-benar terbebas dari sampah pepohonan dan menjadi bersih.

Danlantamal VII Laksamana Pertama TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP., dalam kesempatan terpisah menyampaikan apresiasi atas kegiatan bersih-bersih dalam menjaga kebersihan lingkungan dan pemeliharaan infrastruktur serta membantu pemulihan dampak bencana khususnya mengembalikan fungsi bagi kelancaran dan keamanan para pengguna jalan.

Kegiatan kerja bakti massal tersebut selaras dengan perintah harian Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam kutipan yang mengatakan Agar Menjaga kepercayaan negara dan rakyat kepada TNI Angkatan Laut melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi institusi, masyarakat, bangsa dan negara serta keberadaan TNI AL dimanapun berada harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar. (Dispen Lantamal VII)




Sukseskan Program Strategis Nasional, Warga Baumata Timur Dukung Pembngunan Bendungan Manikin

 

Kupang,mwartapedia.com  – Pembangunan Bendungan Tefno-Manikin sebagai program strategis nasional didukung penuh oleh seluruh lapisan masyarakat di Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang yang dalam hal ini masyarakat yang terdampak langsung akan pemanfaatan dari pembangunan Bendungan yang dibangun di atas lahan seluas 200 Hetar.

Dukungan itu disampaikan langsung oleh Danial Baitanu selaku tokoh masyarakat terdampak pada pembangunan bendungan Tefmo -Manikin, tepatnya di  Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang yang menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung dan akan mengajak seluruh masyarakat terdampak untuk bersama-sama mendukung Program Strategis Nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Pembangunan Bendunganan Tefmo – Manikin. 

“Pembangunan Bendungan Tefno-Manikin yang dikerjakan oleh pemerintah pusat tersebut sangat penting untuk kami masyarakat Taebenu, makanya kami mendukung penuh, karena kami tau akan pemanfaatan kedepannya, makanya semua masyarakat Taebenu diharapkan sama-sama mendukun program pemerintah pusat untuk kita warga Kabupaten Kupang bahkan NTT pada umumnya,”Ungkap Danial Baitanu.

Danial Baitanu juga menjelaskan bahwa dengan dibangunnya Bendungan Tefmo-Manikin tentunya sangat berguna bagi masyarakat sekitar, karena sebagian besar mata pencarian penduduk setempat adalah petani dan ia meyakini bahwa Bendungan Tefmo-Manikin pasti akan menjadi salah satu objek wisata, dan tentunya dapat meningkatkan pendapatan sehingga perekonomian masyarakat sekitar akan berubah ke arah yang lebih baik.

Terkait proses ganti rugi yang telah dijanjikan oleh Pemerintah, Daniel Baitanu berharap agar dapat terealisasi dalam waktu dekat, sehingga dapat meminimalisir isu negatif di kalangan masyarakat terdampak, sehingga tidak berdampak pada terciptanya situasi yang tidak kondusif di wilayah sekitar pembangunan Bendungan Tefmo – Manikin.

Ia  menegaskan bahwa  pihaknya sangat mendukung Program Strategis Nasional dalam hal ini Pembangunan Bendungan Tefmo – Manikin, dan untuk aset dari lahan yang belum dilakukan proses ganti rugi, dikomunikasikan dengan PPK pengadaan tanah, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, sehingga realisasi ganti rugi lahan dapat bejalan sesuai dengan Action Plan pembebasan lahan Bendungan Tefmo -Manikin yang ditetapkan oleh pihak Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II.

Secara terpisah Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II, Ir. Agus Sosiawan, M.E menghimbau kepada seluruh masyarakat terdampak untuk bersama-sama menyuskseskan proses tahapan Pembangunan Bendungan Tefmo – Manikin.

Menurut Kepala Bapai Wilayah Sungai (BWS), Agus Sosiawan bahwa tujuan utama pembangunan Bendungan itu tidak lain untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian dan kebutuhan air bersih di Kabupaten Kupang, Kota Kupang, sehingga diharapkan seluruh masyarkat  tidak terpancing dengan adanya isu-isu provokatif dari pihak-pihak tertentu untuk mengggagalkan program nasional yang  saat ini dalam proses pembangunan.

“Kami terus mendorong  dengan menciptakan komunikasi yang baik antara masyarakat dan pelaksana kebijakan Pemerintah Nasional, untuk menyelesaikan permasalahan yang ada sehingga tidak mengganggu proses pembangunan Bendungan Tefno-Manikin yang saat ini progresnya sudah mencapai ± 25 persen” Ungkap Agus Sosiawan. (ML/IB)




Sukseskan Program Strategis Nasional, Warga Baumata Timur Dukung Pembngunan Bendungan Manikin

 

Kupang,mwartapedia.com  – Pembangunan Bendungan Tefno-Manikin sebagai program strategis nasional didukung penuh oleh seluruh lapisan masyarakat di Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang yang dalam hal ini masyarakat yang terdampak langsung akan pemanfaatan dari pembangunan Bendungan yang dibangun di atas lahan seluas 200 Hetar.

Dukungan itu disampaikan langsung oleh Danial Baitanu selaku tokoh masyarakat terdampak pada pembangunan bendungan Tefmo -Manikin, tepatnya di  Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang yang menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung dan akan mengajak seluruh masyarakat terdampak untuk bersama-sama mendukung Program Strategis Nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Pembangunan Bendunganan Tefmo – Manikin. 

“Pembangunan Bendungan Tefno-Manikin yang dikerjakan oleh pemerintah pusat tersebut sangat penting untuk kami masyarakat Taebenu, makanya kami mendukung penuh, karena kami tau akan pemanfaatan kedepannya, makanya semua masyarakat Taebenu diharapkan sama-sama mendukun program pemerintah pusat untuk kita warga Kabupaten Kupang bahkan NTT pada umumnya,”Ungkap Danial Baitanu.

Danial Baitanu juga menjelaskan bahwa dengan dibangunnya Bendungan Tefmo-Manikin tentunya sangat berguna bagi masyarakat sekitar, karena sebagian besar mata pencarian penduduk setempat adalah petani dan ia meyakini bahwa Bendungan Tefmo-Manikin pasti akan menjadi salah satu objek wisata, dan tentunya dapat meningkatkan pendapatan sehingga perekonomian masyarakat sekitar akan berubah ke arah yang lebih baik.

Terkait proses ganti rugi yang telah dijanjikan oleh Pemerintah, Daniel Baitanu berharap agar dapat terealisasi dalam waktu dekat, sehingga dapat meminimalisir isu negatif di kalangan masyarakat terdampak, sehingga tidak berdampak pada terciptanya situasi yang tidak kondusif di wilayah sekitar pembangunan Bendungan Tefmo – Manikin.

Ia  menegaskan bahwa  pihaknya sangat mendukung Program Strategis Nasional dalam hal ini Pembangunan Bendungan Tefmo – Manikin, dan untuk aset dari lahan yang belum dilakukan proses ganti rugi, dikomunikasikan dengan PPK pengadaan tanah, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, sehingga realisasi ganti rugi lahan dapat bejalan sesuai dengan Action Plan pembebasan lahan Bendungan Tefmo -Manikin yang ditetapkan oleh pihak Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II.

Secara terpisah Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II, Ir. Agus Sosiawan, M.E menghimbau kepada seluruh masyarakat terdampak untuk bersama-sama menyuskseskan proses tahapan Pembangunan Bendungan Tefmo – Manikin.

Menurut Kepala Bapai Wilayah Sungai (BWS), Agus Sosiawan bahwa tujuan utama pembangunan Bendungan itu tidak lain untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian dan kebutuhan air bersih di Kabupaten Kupang, Kota Kupang, sehingga diharapkan seluruh masyarkat  tidak terpancing dengan adanya isu-isu provokatif dari pihak-pihak tertentu untuk mengggagalkan program nasional yang  saat ini dalam proses pembangunan.

“Kami terus mendorong  dengan menciptakan komunikasi yang baik antara masyarakat dan pelaksana kebijakan Pemerintah Nasional, untuk menyelesaikan permasalahan yang ada sehingga tidak mengganggu proses pembangunan Bendungan Tefno-Manikin yang saat ini progresnya sudah mencapai ± 25 persen” Ungkap Agus Sosiawan. (ML/IB)




Bawa Bantuan Tahap II, KRI Ahmad Yani-351 Tiba di Pelabuhan Biu Sabu Timur

 

Kupang,mwartapedia.com  – KRI Ahmad Yani-351 yang membawa bantuan kemanusiaan tahap kedua bagi masyarakat Sabu Raijua yang terdampak badai siklon tropis seroja tiba dan sandar di Dermaga Pelabuhan Biu, Loborai, Kecamatan Sabu Timur, Kabupaten  Sabu Raijua, NTT. Jumat (16/04/2021).

Setelah berlayar sekitar 12 jam dari Dermaga Mako Lantamal VII, KRI Ahmad Yani -351 dengan Komandan KRI Letkol Laut (P) Nopriadi, M.Tr.Hanla., akhirnya tiba dan sandar di Pelabuhan Biu, Sabu Timur dengan di merplug oleh pejabat TNI-Polri dan Pemda setempat. Setelah merapat selanjutnya dilaksanakan debarkasi bantuan logistik dan material bangunan yang berasal dari Posko Bencana Provinsi NTT, Kantor Bulog Kota Kupang, PSMTI, Semen Tonasa dan Posko Bersama GSKI/STT Ekumene/STAK Kupang/Genu Tanggap Bencana NTT bagi masyarakat Kabupaten Sabu Raijua yang terdampak Badai Siklon Tropis Seroja. 

Komandan KRI AMY-351 Letkol Laut (P) Nopriadi, M.Tr.Hanla., dalam kesempatan menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan atas dasar rasa kemanusiaan dengan membawa dan mendistribusikan bantuan sosial yang berasal dari Posko bantuan kemanusiaan Lantamal VII Kupang untuk di distribusikan ke daerah terdampak bencana Siklon Tropis Seroja khususnya di wilayah Sabu Raijua.

Ditempat terpisah, Danlantamal VII Laksamana Pertama TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP., menyampaikan bahwa KRI Ahmad Yani-351 sengaja diarahkan atau ditugaskan untuk menjalankan misi kemanusian dengan membantu membawa bantuan kemanusiaan tahap kedua dari Posko bantuan kemanusiaan Lantamal VII dan masyarakat Kota Kupang menuju daerah yang mendapat musibah bencana di Sabu Raijua.

Kegiatan tersebut selaras dengan perintah harian Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam kutipan yang mengatakan TNI AL harus lebih tanggap dan lebih cepat hadir di garis depan serta lebih tangkas menuntaskan tugas. Semuanya dilakukan sesuai cita-cita untuk mewujudkan Jalesveva Jayamahe dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hadir dalam giat: DPRD Prov. NTT Bapak Yulius Uly, Asops Danlantamal VII Kolonel Laut (P) Jales Jamca Jayamahe, Kadispotmar Lantamal VII, Kapolres Sabu Raijua, Danposal Sabu-Seba, Prajurit Yonmarhanlan VII, sukarelawan dari GSKI, PSMTI dan  Semen Tonasa. (Dispen Lantamal VII)




Sumba Tengah menjadi Model Pembangunan Sektor Pertanian Terintegrasi

 

Kupang,mwartapedia.com  –  Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menjadikan Kabupaten Sumba Tengah sebagai Model Pertanian Terintegrasi di NTT.

“Tahun depan (2022), diharapkan dukungan masyarakat melalui DPRD Provinsi, kami menganggarkan Pabrik Pakan Ternak di Sumba Tengah, agar jagung yang di tanam akan dibeli pabrik selanjutnya diproduksi dan menghasilkan pakan ternak sehingga masyarakat tidak perlu lagi membeli pakan ternak dari pulau Jawa, inilah yang kita sebut dengan Sumba Tengah menjadi Pusat Gerakan Pertanian yang terintegrasi karena proses dari hulu hingga hilir ya dikerjakan dengan baik,” disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan pada acara Panen Padi di Lokasi Food Estate (15/4).

Gubernur Laiskodat juga menginginkan Pulau yang terindah ini (Pulau Sumba) agar rantai Pasoknya berasal dari dalam pulau Sumba.

“Pulau Sumba sebagai Pulau terindah, kedepanya harus memiliki Rantai pasok kebutuhannya yang disediakan dari dalam Pulau Sumba sendiri, untuk itu Pak Kadis Pertanian, Lecky F Koli, mulai tanggal 25 April 2021, kita mulai Tanam Jagung Program TJPSdi Sumba Timur dengan luasan lahan 10.000 ha, selanjutnya di Sumba Barat dengan luasan lahan 3.000 ha dan Sumba Barat Daya dengan luasan lahan 5.000 ha.” Pungkas Gubernur Viktor

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi, Lecky F.  Koli saat di wawancarai media menyampaikan bahwa Arahan Bapak Gubernur siap kami tindaklanjuti dan segera kami koordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mengimplementasikan Program TJPS sesuai target yang telah di tetapkan.

“Untuk menindaklanjuti arahan Bapak Gubernur, hari ini (16/4), kami berada di Sumba Timur untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi bersama Pemkab Sumba Timur untuk persiapan lahan, benih, pupuk dan alsintan  guna percepatan pencapaian target Program TJPS Dapat terlaksana di Sumba Timur dan selanjutnya di Sumba Barat serta Sumba Barat Daya.” Ungkap Kadis Luki.

Kepala Dinas PUPR, Maksi Nenabu saat diwawancarai, menyampaikan  dukungannya terhadap Program TJPS terkait infrastruktur pendukungnya.

“Arahan Bapak Gubernur wajib kami tindaklanjuti, untuk di Pulau Sumba, terkait dukungan terhadap implementasi Program TJPS paska badai ini, langkah percepatan kami lakukan, Diantaranya koordinasi Dengan Pemkab Sumba Timur dan PT. Nindya Karya serta Balai Wilayah Sungai NT II untuk Perbaikan sementara Bendungan Lambanapu, dan perlebaran akses darurat ruas jalan waikabubak-padedeweri yang dikerjakan dalam waktu yang cepat sedangkan Jembatan Lailunggi di Karera, dikarenakan alur air telah memperlebar sungai, maka perbaikannya akan dilakukan pembangunan tambahan bentangan baru sepanjang 20 meter dari panjang jembatan awal 40 meter sehingga total panjang jembatan menjadi 60 meter yang penangananya dusulkan Kementrian PUPR dan penanganan secara darurat juga dilakukan untuk kelancaran akses transportasi.” Ungkap Kadis Maksi

Untuk diketahui, hari ini Gubernur bersama rombongan menuju Kabupaten Rote Ndao dengan menggunakan Pesawat Wings Air seri ATR 72-600 dan selanjutnya menuju Pulau Ndao Nuse untuk memantau masyarakat terdampak Badai Siklon Tropis Seroja beberapa waktu lalu. (ML/IB)