Lantik Bupati Belu, Malaka dan Sumba Barat, Gubernur Minta Kerja Extraordinary

 

Kupang,mwartapedia.com  –  Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Belu, Malaka Dan Sumba Barat atas nama Presiden Republik Indonesia di Aula El Tari, Senin (26/4). 

Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.53-1048 tanggal 20 April 2021 Tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.53-267  tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 di Kabupaten pada Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ketiga pasangan yang dilantik adalah dr. Taolin Agustinus, Sp.PD dan Drs. Aloysius Haliseren, MM sebagai Bupati dan Wakil Bupati Belu, Dr.  Simon Nahak, SH, MH dan Louise Lucky Taolin, S.Sos sebagai Bupati dan Wakil Bupati Malaka dan Yohanis Dade, SH dan John Lado Bora Kabba sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat. 

Acara yang dilakukan dengan protokol kesehatan ketat ini dihadiri pimpinan DPRD NTT,  Forkopimda NTT,  para Bupati se-NTT, Sekda NTT,  pimpinan DPRD 3 Kabupaten beserta perwakilan sebanyak 10 orang untuk masing-masing kabupaten, Ketua PKK/Dekranasda NTT, para Penjabat Bupati dari 3 kabupaten, rohaniwan pendamping dan perwakilan insan pers. Undangan lainnya mengikuti dari luar ruangan.

Gubernur Viktor saat penyerahan kutipan SK Mendagri di ruang kerja Gubernur meminta kepada tiga (3) pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang dilantik agar bekerja extraordinary. 

“Setelah dilantik, saya minta Bapak Bupati dan Wakil Bupati harus segera bekerja. Bekerja secara extraordinary dalam penyusunan program dan kegiatan untuk kepentingan masyarakat apalagi hanya punya waktu 3 tahun, “kata Gubernur Viktor. 

Menurut Gubernur VBL,  dengan situasi NTT yang masih terbelakang ditambah pandemi covid-19 yang belum reda serta bencana akibat Badai siklon tropis seroja, pekerjaan ke depan tidaklah mudah. 

“Sambil melakukan upaya pemulihan pascabencana, kita juga harus tetap fokus dalam penanganan covid-19, tidak boleh lengah.  Optimalkan setiap lahan yang ada untuk pertanian, tidak boleh ada lahan yang dibiarkan begitu saja tanpa dikelola, ” jelas Gubernur Laiskodat. 

Lebih lanjut, Gubernur Viktor Laskodat mengungkapkan, Pemerintah Provinsi akan selalu mendukung dan mendorong kerja-kerja luar biasa dari para Bupati untuk kemajuan masyarakat. 

“Tentunya dalam kerja extraordinary, Gubernur akan selalu memberikan bimbingan, arahan dan dorongan untuk kepentingan masyarakat Nusa Tenggara Timur,”  pungkas Gubernur VBL. 

Sesudah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati dilanjutkan dengan Pelantikan Ketua Tim PKK/Dekranasda tiga Kabupaten tersebut oleh Ketua Tim PKK/Ketua Dekranasda Provinsi NTT,  Julie Sutrisno Laiskodat. (ML/IB)




Wujud Nyata Babinsa Bersama Warga Pasca Bencana

 

Oelamasi,mwartapedia.com  – Babinsa Koramil 1604-02/Camplong Serda Manuel Amaral melaksanakan Karya Bakti membantu memperbaiki rumah milik Bapak Antonius Kase, yang mana rumahnya mengalami kerusakan akibat dampak dari bencana Siklus Badai Seroja yang menghantam wilayah RT 001 RW 002 Dusun 04 Desa Ekateta Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang, Senin (26-4-2021). 

Kerusakan yang terjadi di wilayah Desa Ekateta Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang berupa pohon-pohon yang bertumbangan dan kerusakan lain yang berdampak pada pemukiman warga. Seperti halnya yang menimpa rumah milik Bapak Antonius Kase, Siklus Badai Seroja menyebabkan pohon di sekitar rumahnya tumbang dan atap rumah berupa seng berterbangan, serta kerusakan di bagian atap rumahnya. 

Selaku aparat pembina kewilayahan, Babinsa Serda Manuel Amaral memotori warga setempat untuk melakukan gotong royong guna membantu korban bencana melakukan rehab rumah yang mengalami kerusakan. 

Babinsa Desa Ekateta Serda Manuel Amaral menuturkan, bahwa Karya Bakti ini merupakan wujud implementasi salah satu butir dari delapan wajib TNI. Khususnya butir ke delapan yang berbunyi, menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya. Sebagaimana tersurat dalam delapan wajib TNI, prajurit wajib mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya. 

“Tentara Nasional Indonesia (TNI) mempunyai pedoman yang harus dilaksanakan setiap langkahnya. Salah satunya delapan wajib TNI dan seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) tidak hanya memantau wilayahnya saja. Namun, juga harus berkomunikasi dengan masyarakat serta melakukan pembinaan di wilayah dan ikut serta membantu kesulitan masyarakat binaannya,” tuturnya. 

Sementara itu, Pgs. Danramil 1604-02/Camplong Kapten Inf Nerson Filmon Baitanu memberikan apresiasi kepada Babinsanya yang telah melakukan sikap dan tindakan humanis kepada masyarakat. Sesuai dengan 8 Wajib TNI butir no. 8 “Menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.” 

“Responnya atas permasalahan dan kesulitan masyarakat harus dilakukan setiap Babinsa di wilayahnya. Babinsa harus menjadi bagian dari setiap penyelesaian permasalahan dan kesulitan masyarakat di wilayah binaannya,” ujar Danramil. 

Ini merupakan salah satu wujud nyata dan peran aktif serta sumbangsih TNI. Khususnya aparat kewilayahan kepada rakyat di daerah serta sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui kegiatan ini pula, diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan budaya gotong royong yang memang sudah menjadi budaya Bangsa Indonesia,” ungkapnya. 

Danramil menambahkan dengan ikut dalam kegiatan secara bersama, dampak yang paling nyata yaitu bisa saling bersilaturahmi antara satu dengan lainnya. Harapannya apapun jenis kegiatan Karya Bakti semoga membawa banyak manfaat baik itu untuk diri sendiri maupun orang lain dan lingkungan sekitar. 

Sementara itu, Keluarga dari Bapak Antonius Kase mengucapkan terima kasih atas kepedulian pak Babinsa dalam menolong warganya. 

“Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap TNI – AD khususnya anggota Koramil Camplong, semoga kedepan tetap Solid dan selalu di cintai Rakyat. Untuk itu kami atas nama keluarga Antonius Kase mengucapkan terima kasih banyak,” ucapnya. (Pendim1604/Kupang)




Danlantamal VII Pimpin Apel Khusus Doakan Gugurnya ABK KRI Nanggala-402

Kupang,mwartapedia.com  – Untuk mendoakan tenggelam dan gugurnya 53 ABK KRI Nanggala-402, Danlantamal VII Laksamana Pertama TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP., memimpin apel khusus Prajurit Lantamal VII, bertempat di lapangan apel Mako Lantamal VII, Jalan supul Raya, Bolok, Kupang, NTT. Senin (26/04/2021).

Apel khusus yang dilaksanakan tersebut dalam rangka untuk mendoakan tenggelam nya KRI Nanggala-402 dan gugurnya Ke-53 ABK yang sedang melaksanakan di perairan utara Pulau Bali. 

Adapun rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan umum yang dipimpin oleh pengambil apel Dandenma Lantamal VII kepada Danlantamal VII Laksamana Pertama TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP., yang dilanjutkan dengan penghormatan kepada arwah ABK KRI Nanggala-402, Mengheningkan Cipta mengenang Gugurnya ke 53 ABK KRI Nanggala-402, Pembacaan Doa serta penghormatan umum.

Kegiatan Apel Khusus Penghormatan Tenggelamnya KRI Nanggala – 402 dan Gugurnya ke 53 ABK diakhiri dengan pelarungan karangan bunga oleh Danlantamal VII Laksamana Pertama TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP., dan tabur bunga oleh Pejabat TNI Polri yang hadir dalam apel khusus tersebut di Perairan Mako Lantamal VII.

Danlantamal VII Laksamana Pertama TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP, dalam kesempatan menyampaikan bahwa apel khusus ini dilaksanakan menindaklanjuti perintah Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., untuk mendoakan para para syuhada Patriot Penjaga Kedaulatan Bangsa yang telah gugur bersama tenggelamnya KRI Nanggala-402 di Laut Utara Bali.

Turut hadir dalam Apel Khusus tersebut yakni Kapolda NTT Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum., Danrem 161/WS Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, Danlanud El Tari Marsekal Pertama TNI Asril Samani, S.I.P., M.Si., Kabinda NTT Brigjen TNI Adrianus S. A. Nugroho, S.Sos. M.Tr., Wakil Komandan Lantamal VII, Para Asisten Danlantamal VII, Dirpolairud Polda NTT, Kabid Humas Polda NTT, Ka Kuwil Lantamal VII, Para Kasatker Lantamal VII, Danyonmarhanlan VII Kupang, prajurit Mako Lantamal VII dan Pengurus Korcab VII DJA II.

(Dispen Lantamal VII).




SEJAHTERA GROUP Dengan Bank NTT Kerjasama Pembayaran Air Secara Online

 

Kupang,mwartapedia.com – Kamis,  22 April 2021  bertempat di  KCU Bank NTT  Kupang  telah di laksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antar Pengelola Air Perumahan Sejahtera Group dengan Bank NTT KCU Kupang 

Hadir dari Pihak Bank NTT KCU Kupang  Pimpinan Cabang Bpk. Boy R. Nunuhitu , Wakil Pimpinan Cabang Bpk. Soleman M. Bisilissin  serta Ibu. Lanawaty Krislayanto  

Sedangkan dari Pihak Sejahtera Group  Ibu. Yuliana Nesia Anglina sebagai Komisaris Sejahtera Group sekaligus pengelola Air Perumahan , bersama Dirut PT. Pembangunan Sehat Sejahtera Bapak Bobby Lianto  serta  Manager PT. PSS Bapak Marchiano Wadu 

Menurut Ibu. Yuliana Nesia Angelina Selaku Pengelola Air Perumahan Untuk meningkatkan pelayanan Air Perumahan bagi Konsumen di Perumahan Sejahtera Group maka kami melakukan kerjasama dengan Bank NTT, pelayanan ini akan memudahkan konsumen untuk dapat membayar tagihan air secara online melalui aplikasi NTT pay, ATM, Bank NTT setempat atau pun Agen DIA BISA, Jadi Konsumen tidak harus datang ke Kantor untuk melakukan pembayaran lagi, walaupun loket tetap dibuka bagi yang ingin membayar langsung di loket. Dan saat ini kami memulai untuk perumahan PONDOK INDAH MATANI – Penfui Timur yang telah di tinggali sekitar 800 unit rumah selanjutnya  kami akan melanjutkan dengan Perumahan SEJAHTERA LAND OETALU dan perumahan-perumahan lainnya sampai ke daerah-daerah pungkas Yuliana.

Seperti kita ketahui bahwa kekuatan dan Perumahan-perumahan dari SEJAHTERA Group  adalah  Pelayanan Air Bersih selama 24 Jam non stop ini salah satu yang membuat perumahan-perumahan dalam sejahtera group selalu menjadi incaran para pembeli rumah.

Bobby Lianto menyampaikan Terima kasih atas kerjasamanya dengan Bank NTT dapat memudahkan konsumen dalam proses pembayaran Air secara online. (ML/IB).




Aksi Tim Peduli Kemanusiaan DPP PETIR siap diberangkatkan ke NTT

 

Kupang, mwartapedia.com-Tim Peduli Kemanusiaan DPP PETIR (Pemuda Teguh Indonesia Raya) yang di bentuk Putra Asal NTT Aloysius Hieng Selaku Ketua Umum Siap memberangkatkan Tim Peduli Kemanusiaan ini, Jumat (23/4/2021).

Aloysius selaku putra yang berasal dari NTT terus Mengajak kepada Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hidup di rantau maupun kolega untuk bersama – sama membantu warga korban bandang di kampung, yang akhir – akhir membutuhkan uluran tanganya.

Sosok yang di sapa Allo atau Aloysius Hieng akhir ini benar – benar berkosentrasi mengajak masyarakat NTT yang di Jabodetabek serta tempat lain agar bersama – sama peduli atas korban bandang terjadi Minggu lalu. Ujar Allo saat di temui media ini.

Ia terus memantau di lapangan, bahwa masih banyak bantuan yang belum merata alias belum terbagi secara keseluruhan, sehingga keluh – kesah warga menjadi prihatin dari Tokoh yang berasal dari NTT ini.

“Saya tentu merasa sedih atas peristiwa ini, walaupun kami di rantau, akan tetapi kami tetap menjadi bagian dari peristiwa ini, apalagi di negeri kami sendiri, sehingga saya dan keluarga terus berdoa dan tentu sudah melakukan peduli terhadap peristiwa ini, karena masih kurang bantuan, saya inisiatifkan untuk mengajak seluruh masyarakat NTT yang di rantau terkhusus di Jabodetabek untuk peduli” Cetus Bang Allo.

Bang Allo tetap berharap agar tak satu orang yang korban atas bajir tersebut tak boleh tak dapat bantuan, tetapi yang korban wajib harus dapat, karena itu haknya untuk menerima, sehingga bantuan kami ini pun akan kami kirim ke masyarakat yang kena korban peristiwa banjir tersebut.

Bang Allo juga menambahkan kepada media, semoga Tim Peduli NTT ini bisa menjalankan tugas dengan mengantarkan berbagai bantuan mulai dari beras, kain handuk, masker, pakaian layak pakai dan simbako yang menjadi kebutuhan pokok dan utama. Ucap Aloysius Hieng

Sementara menurut Aloysius Hieng selaku pembina Tim Peduli Kemanusian juga sangat senang ketika Ia mengajak teman – temanya untuk menyumbang keluarganya di kampung, semoga bantuan yang di bawa oleh tim ini dapat bermanfaat untuk kampung kita dan banyak orang disana.(eza)(ML/IB)




Pasca Badai Siklon Seroja, Wadan Lantamal VII Pimpin Langsung Penyerahan Bantuan ke Pulau Rote

   

Kupang,mwartapedia.com  – Pasca Badai Siklon Seroja, Wadan Lantamal VII Kolonel Marinir Djentaju Suprihandoko, S.H., dengan menggunakan KRI Escolar – 871 memimpin langsung penyerahan bantuan ke masyarakat Rote Ndao secara simbolis bertempat di Dermaga Ba’a, Kab. Rote Ndao, Prov. NTT. Kamis (22/04/2021). 

Wadan Lantamal VII Kolonel Marinir Djentaju Suprihandoko, S.H., yang didampingi Asrena Danlantamal VII, Aslog Danlantamal VII, Dansatrol Lantamal VII, Danyonmarhanlan VII, Pasops Satrol Lantamal VII, Wakil Ketua Korcab VII DJA II  beserta pengurus yang setelah berlayar kurang lebih selama 3 jam dengan menggunakan KRI Escolar – 871 yang diKomandani Mayor Laut (P) Robith Darius Shidiq  dengan ABK 34 orang yang  bertolak dari Dermaga Multipurpose Pelabuhan Tenau Kupang setiba di pelabuhan Ba’a Rote Ndao disambut langsung oleh Bupati Rote Ndao Ibu Paulina Haning Bullu, SE., beserta jajaran Forkompinda Kab. Rote Ndao. 

Bantuan kemanusiaan ini berasal dari Posko Bencana Lantamal VII Kupang dan Satgas BUMN NTT. Adapun Bantuan yang didistribusikan Genset 1 Set, Beras 2 Ton, Mie 40 Dos, Selimut 500 Pcs, Handsanitizer 50 Botol, Masker 100 Set, Tenda 9 Koli, Rapid Test 2000 Pcs, Air mineral 70 Dos, Mie Instant 40 Dos dan Obat (Vit C, Bodrex, Minyak Kayu Putih). 

Selanjutnya bahan bantuan kemanusiaan yang ada berada geladak KRI Escolar – 871 di serahkan secara simbolis oleh Wadan Lantamal VII Kolonel Marinir Djentaju Suprihandoko, S.H., kepada pemerintah Daerah dalam hal ini yang menerima Bupati Rote Ndao Ibu Paulina Haning Bullu, SE., dan kepada Danlanal P. Rote Letkol Laut (P) Anis Latief.SE, M.Tr Hanla.MM., 

Wadan Lantamal VII Kolonel Marinir Djentaju Suprihandoko, S.H., dalam suatu kesempatan saat memberikan bahan bantuan menyampaikan “Bantuan logistik yang kita distribusikan ini semoga dapat membantu masyarakat di Kabupaten Rote Ndao yang saat ini terdampak bencana Badai Siklon Seroja”, Ujar Wadan Lantamal VII Kolonel Marinir Djentaju Suprihandoko, S.H.

Pada suatu kesempatan Bupati Rote Ndao Ibu Paulina Haning Bullu, SE., Mengucapakan terimakasih banyak kepada Wadan Lantamal VII Kupang bersama tim di Kab. Rote Ndao yang telah datang membantu dan meringankan beban.  

“Dengan Kehadiran ini, kami warga Rote Ndao merasakaan suka cita baru, karena sejak ditimpa bencana alam Badai Siklon Seroja, banyak hal merugikan masyarakat sepeti rumah roboh oleh angin,” ungkap Bupati Rote Ndao Ibu Paulina Haning Bullu, SE. 

Setelah menyerahkan bahan bantuan Wadan Lantamal VII Kolonel Marinir Djentaju Suprihandoko, S.H., beserta rombongan menuju ke Mako Lanal P. Rote untuk meninjau kondisi Mako Lanal P. Rote Pasca diporak porandakan oleh Badai Siklon Seroja. 

Kegiatan tersebut selaras dengan perintah harian Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam kutipan yang mengatakan jaga kepercayaan negara dan rakyat kepada TNI Angkatan Laut melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi institusi, masyarakat, bangsa dan negara serta keberadaan TNI AL dimanapun berada harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Hadir dalam penyerahan bantuan : Danlanal P. Rote Letkol Laut (P) Anis Latief, S.E, M.Tr. Hanla.MM., beserta Ibu, Palaksa Lanal P. Rote Kapten Laut (P) Kis Budianto, Dandenpomal Lanal P. Rote Kapten PM Teguh Yulianto, Pasintel Lanal P. Rote Kapten Mar Abdulrohman, Kasatbek Lanal P. Rote Letda Laut Gatot, Ka. BP Lanal P. Rote Letda Laut (K) dr. Fajar, Dandim Rote Ndao, Kapolsek Lobalalan, Bupati Rote Ndao Ibu Paulina Haning Bullu, SE., Wakil Bupati Rote Ndao, Asisten 1 dan Asisten 2 Rote Ndao.

( Dispen Lantamal VII).





KKBM Kupang Peduli Korban Badai Siklon Seroja

 

Kupang, mwartapedia.com  –  Kerukunan  Keluarga Besar Maumere (KKBM)  melakukan aksi peduli  dengan membagikan paket sembako bagi warga asal Maumere yang tergabung dalam KKBM di Kupang  serta membedah salah satu rumah warga yang hancur akibat di terjang badai siklon Seroja yang sempat menghantam NTT pada tanggal 11/4/21 yang lalu.

Kegiatan aksi peduli ini berlangsung di Sekretariat KKBM yang bertempat di Belo, Kota Kupang, (20/04/2021).

Ketua KKBM Kupang, Drs Theodorus Da Cunha dalam sambutannya mengatakan bahwa aksi peduli yang dilakukan KKBM merupakan wujud kepedulian dari KKBM terhadap korban badai Siklon Seroja.

“Kegiatan KKBM ini kita bagi dalam beberapa sesi yakni pembagian  bingkisan paket sembako  dilanjutkan dengan acara bedah rumah yang melibatkan  para mahasiswa  yang tergabung dalam KKBM setelah itu dilakukan rapat internal para  anggota  yang tergabung dalam KKBM, dan dalam kegiatan ini juga kita diadakan Deklarasi KKBM guna menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan kita,”Ungkapnya.

Ditamtahkan bahwa jumlah anggota yang ada di KKBM berjumlah 350. Dan yang mendapat bantuan paket sembako berjumlah 70  kepala keluarga.

Ditempat yang sama, Sekretaris umum KKBM Kupang, Fidel Nong Nogor menjelaskan bahwa kegiatan aksi peduli  ini dilakukan sudah berulang kali dan mendapat sambutan dan respon yang baik dari warga KKBM  dan warga asal Maumere yang brlum tergabung dalam KKBM pada umumnya . 

Ditambahkan Fidelis, Kegiatan bansos maupun baksos yang dilakukan KKBM selama ini merupakan kegiatan untuk menumbuhkan rasa  kebersamaan  dan  kedekatan antara badan pengurus dengan para anggota sehingga timbul rasa  memiliki agar komunitas ini menjadi lebih besar dan erat.

“Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut untuk menjaga kebersamaan kita sebagai masyarakat yang tergabung dalam KKBM  untuk saling berbagi dan memberi dalam  keadaan susah khususnya dengan adanya Badai Seroja dan pandemic Covid – 19”, Tambahnya.

Sementara itu salah seorang penerima paket sembako, Yuliana Herenimus kepada media ini mengatakan bahwa apa yang di buat oleh KKBM sangat membantu warga yang terdampak badai Seroja 

“Saya mengucapkan limpah terima kasih kepada pengurus KKBM  yang begitu peduli kepada warga yang terdampak .semoga apa yang sudah di lakukan KKBM  kedepannya lebih di tingkatkan lagi terus melakukan aksi sosialnya bagi warga yang betul-betul membutuhkan bantuan.”Ujarnya.

Ditempat terpisah, salah satu penerima bedah rumah, Yasintus Sad menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh KKBM merupakan wujud kepedulian  yang besar bagi kami warga yang tergabung dalam KKBM .

“Saya ucapkan limpah terima kasih atas bantuan  bedah rumah ini ,dimana rumah saya hancur diterjang badai Seroja dan saya tidak menyangka akan mendapat perhatian seperti ini baik dari KKBM semoga KKBM  terus melakukan  aksi peduli bagi warga yang membutuhkan bantuan dan yang terdampak akibat badai Seroja,”Harapnya. (ML/IB)




Gerakan Meldy Hagur-Nabit Sebagai Contoh Gerakan Kartini Masa Kini Manggarai

 

Oleh: Odilia Jayanti Mahu, Dosen di STIE Karya Ruteng 

Manggarai, mwartapedia.com  –  Meldy Hagur merupakan ketua TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) di Kabupaten Manggarai. Mengutip RealitaNTT.com, wanita yang biasa disapa Meldy ini menyampaikan bahwa “kehadiran TP PKK Kabupaten Manggarai kedepannya tidak hanya sebatas organisasi isteri bupati dan wakil bupati, karena organisasi tersebut seharusnya merupakan organisasi kemasyarakatan yang memberdayaakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan” (RealitaNTT.com, 1 Maret 2021). Dalam hal ini saya beranggapan bahwa semangat ibu Meldy adalah semangat Kartini masa kini yang patut ditiru oleh anak-anak milenial.  Membuktikan pernyataan ini Ibu Meldy setiap hari seperti sedang berjualan, jalan dari satu komunitas ke komunitas yang lain guna memberi stimulus kepada kaum-kaum yang tadinya tak terlihat agar berkembang untuk memberi sumbangsih terhadap perkembangan perekonomian di bumi Congkasae baik dalam ranah lokal maupun global. 

Kaum tak terlihat, siapakan sebenarnya mereka itu? Jujur saja, selama ini Manggarai terlalu lama berada di zona nyaman. Saking lamanya, sampai “malas” untuk bangun dan melihat potensi sumber daya manusia yang jika diselami lebih jauh mampu menggerakan roda perekonomian. Pertanyaanya, mengapa demikian? Apakah karena kebijakan tidak pernah memberikan mereka ruang? Atau kebijakannya ada, tetapi sang pemangku kepentingan lebih memperhatikan diri sendiri ? Sudahlah jika mencari jawaban dari pertanyaan ini maka kita tidak akan bergerak maju. Biarkan yang berlalu tetap berlalu mari kita hidup untuk masa depan. 

Ibu Meldy Hagur sangat menyadari “cedera pembangunan” ini, tetapi saat itu beliau tak punya kuasa untuk mengubah dan mengangkat kaum terpinggirkan ke permukaan publik dan menyadarkan masyarakat luas bahwa “ini loh mereka, yang punya segudang bakat dan kemampuan yang memiliki nilai jual dan bisa mengembangkan usaha mikro kecil serta memberikan sumbangsih terhadap pergerakan industri kerajinan ekonomi kreatif (Ekraf) di tanah Nuca Lale ini”. Kaum terpinggirkan inipun seakan dianaktirikan. Mereka tak punya ruang untuk berekspresi. Suara mereka seakan bungkam, tak mampu berteriak kepada penguasa. Merekapun memilih untuk bermetamorfosis sendiri, mengasah kemampuan lebih bagus lagi,sehingga hari demi hari mampu menciptakan karya yang mengagumkan. Hingga tiba saatnya semesta seakan mendengarkan doa mereka, dikirimkan wanita yang sangat energik, cerdas, dan selalu tampil memukau dengan retorika bahasanya, gaya komunikasi yang persuasif mampu membuat mereka percaya  bahwa di tangan wanita ini kami bukan lagi kaum yang tidak dilihat, tetapi akan menjadi kekuatan besar untuk ikut bertisipasi dalam membangun Manggarai yang lebih baik lagi.  

Kehadiran Meldy Hagur-Nabit sungguh memberikan angin segar kepada kaum subalternitas atau mereka yang memiliki posisi tetapi tidak memiliki identitas (Morton, S. 2008 : 159) di bumi Congka Sae ini. Mereka kesulitan untuk memperkenalkan diri ke ranah global. Identias dalam konteks ini berarti nama khas yang akan menjadi tanda pengenal pada suatu hasil karya. Mengutip apa yang disampaikan oleh ibu Meldy bahwa “yang penting adalah kita harus memiliki brand, supaya mudah dikenal, sehingga produk kreatif lokal betul-betul menjadi tuan rumah di Manggarai” (News Report, 06 Maret 2021). 

Perjuangan ibu Meldy tentu saja tidak mudah. Hal yang paling sulit menurut saya adalah mengubah pola pikir atau mindset masyarakat terhadap pola penjualan manual ke berbasis oline. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan tentu saja mudah dilakukan, tetapi bagaimana jika menyentuh komunitas ibu-ibu di desa? Sudah menjadi pengetahuan publik bahwa daerah Manggarai merupakan tempat produksi tenunan yang kualitasnya sangat bagus, sebut saja yang menjadi tenunan khas adalah kain Songke Manggarai dan kain Todo. Sebagian besar masyarakat yang memproduksi tenunan kain songke dan kain Todo adalah ibu-ibu yang tinggal di daerah Satarmese, Cibal, Reok dan masih ada beberapa tempat lainnya yang nota bene bermukim di Desa. Pola penjualan mereka adalah door to door. Tentu saja hal ini sangat tidak efektif, memakan waktu, tenaga dan uang. Ditambah lagi strategi penjualan ini sangat tidak cocok di masa pandemi covid-19. Indah Andayani, dll dalam artikelnya menjelaskan kendala pelaku UMKM dalam menghadapi situasi pandemu Covid-19 belum memahami cara pemasaran produk  secara digital, mulai dari pemfotoan, perancangan iklan, hingga publikasi produk di platform online (Andayani, I. 2021: 13). 

Oleh karena itu, hal ini merupakan tantangan bagi ketua TP PKK ini, yaitu menemukan solusi bagi pelaku UMKM di berbagai lapisan masyarakat Manggarai. Program pemberdayaan marketing berbasis digital mesti dilakukan. Hal ini bertujuan agar strategi penjualan konvensional dikurangi, masyarakat benar-benar merasakan perubahan sampai menyentuh berbagai aplikasi penjualan seperti shopee, lazada, buka lapak, promosi menggunakan alamat sosial media seperti facebook, Instagram, twitter, dll. Mengunjungi mereka, menyaksikan cara mereka bekerja sangat mudah dilakukan. Namun mengubah pola pikir sangat tidak mudah dilakukan. Apakah Ibu Meldy mampu membawa “perubahan” itu untuk kita semua di tanah Nuca Lale ini? Mari menunggu, sembari kita berharap semoga kesehatan selalu ada padanya, agar beliau bisa merealisasikan setiap rencana dan masyarakatpun menikmati hasilnya.  (ML/IB)




Danrem 161/Wira Sakti Kunjungi Uskup Agung Kupang

 

Kupang,mwartapedia.com   –  Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko.,S.I.P.,M.M melakukan kunjungan kepada Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang di Keuskupan Agung Kupang.

Kunjungan ini sebagai kunjungan perdana sejak menjabat sebagai Danrem 161/Wira Sakti.

Demikian disampaikan Kepala Penerangan Korem 161/Wira Sakti Mayor Inf Arwan Minarta dalam rilis tertulisnya, Selasa (20/04/2021) di Kupang.

Dalam kesempatan ini Uskup Agung Kupang mengucapkan selamat datang kepada Danrem 161/Wira Sakti.

“Selamat datang di Keuskupan Agung Kupang, dan selamat datang juga di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ungkap Uskup Agung Kupang.

Sementara itu Danrem 161/Wira Sakti memperkenalkan dirinya secara singkat, dilanjutkan dengan perbincangan tentang situasi dan kondisi secara umum wilayah di Provinsi NTT.(penrem161ws)




Langkah POLRI Tindak Tegas Pendeta Joseph Paul Zhang Harus Jadi Momentum Menindak Siapapun Penista Agama di Negeri Ini

 

Kupang, mwartapedia.com –  Sikap tegas Kapolri memburu Pendeta Jozeph Paul Zhang sebagai upaya paksa dalam penyelidikan dugaan tindak pidana penistaan agama, patut diapresiasi dan harus dijadikan momentum untuk menindak siapa saja di negeri ini yang mencoba-coba menista agama manapun.

Hal ini disampaikan oleh Petrus Selestinus, S.H sebagai Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Ketua Tim Task Force Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) dalam rilis yang diterima media ini, Selasa (20/04/2021).

Pernyataan Kapolri bahwa Tim Penyelidik Mabes Polri telah melakukan pencarian terhadap Jozeph Paul Zhang dalam rangka penyelidikan terhadap dugaan penistaan agama yang mendadak viral di media sosial, sungguh merupakan khabar baik bagi penegakan hukum khusuanya penista agama, terlebih-lebih karena Jozeph Paul Zhang mengaku sebagai Nabi ke 26 dll.

Pernyataan Pendeta Jozeph Paul Zhang tersebut tersebar secara luas melalui You Tube yang diberi judul Puasa Lalim Islam dan komentar lainnya yang konten ataupun muatannya dapat dikualifikasi sebagai tindak pidana penistaan agama dan ujaran kebencian melalui ITE.

Bentuk Tim Penyidik Khusus

Kapolri sebaiknya bentuk tim Pemburu dan Penyidik Khusus Penista Agama, demi merawat kebhinekaan dalam NKRI, karena akhir-akhir ini muncul banyak tokoh entah yang mengaku sebagai Ustadz maupun Pendeta dll. menggunakan ruang publik dan sosial media, membuat narasi yang berkonten menghina agama lain dengan mendewa-dewakan agamanya sebagai yang paling benar, tanpa rasa hormat terhadap hukum.

Karena itu upaya Polri memburu Pendeta Jozeph Paul Zhang, yang keberadannya diduga di luar negeri, wajib didukung oleh kita semua, karena ini merupakan awal yang baik bagi Polri dan bagi negara dalam “merawat kebhinekaan” dengan cara menuntaskan kasus-kasus tindak pidana penistaan agama di negeri ini, tidak hanya terhadap Jozeph Paul Zhang, tetapi juga terhadap Ustadz Waloni dkk. agar ditindak tanpa diskriminasi.

Sedangkan terhadap kasus dugaan penistaan agama yang dilaporkan oleh Masyarakat kepada Polri atas nama Terlapor Mohammad Rizieq Shihab (MRS) hingga kini tidak jelas pananganannya, padahal Kapolda Metro Jaya telah bertekad dengan slogannya tidak ada “gigi mundur” untuk kasus-kasus yang mengancam Kedaulatan Negara, Kebhinekaan dan Pancasila, namun belum ada langkah konkrit apapun.

Tangkap Jozeph Paul  Zhang dan Ustadz Waloni

Mari kita dukung Polri untuk segera tangkap dan tahan Pendeta Jozeph Paul Zhang dan proses hukum, tangkap dan tahan Ustadz Waloni karena ceramah yang dimuat pada beberapa video You Tube yang beredar luas di.masyarakat isinya menista agama dan memancing rasa permusuhan antar umat beragama, sehingga patut diduga sebagai telah menista agama.

Polri tidak boleh diskriminatif dalam bertindak dalam kasus-kasus sara, tidak boleh bertindak tegas hanaya ataa dasar tekanan massa dan bersikap diskriminatif juga atas dasar tekanan massa, padahal Polri bertindak untuk dan atas nama negara, karenanya tidak boleh takut atau ragu dalam bertindak.

Selain itu Polri diharapkan menjelaskan secara periodik kerja Tim Khusus kasus-kasus penistaan agama sebagai wujud komitmen pemerintah merawat kebhinekaan, menjaga persatuan dan menjaga ideologi negara Pancasila.(Ml/IB)