Lembaga AGP : Perbup Nomor 11 Soal Syarat Bakal Calon Kepala Desa Harus Dikawal Ketat

Lebak,mwartapedia.com —  Lembaga Abdi Gema Perak (AGP) dengan tegas mengaku akan mengawal Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 tahun 2021 soal persayaratan Calon Kepala Desa di Kabupaten Lebak.

Perbup Nomor 11 tahun 2021 tersebut, perihal persyaratan Calon Kepala desa yang harus menyerahkan fotocopy dokument Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) bagi Kepala Desa maupun mantan Kepala Desa.

Sekertaris DPD LSM Abdi Gema Perak Kabupaten Lebak Anggi Kurniadi menyampaikan dengan tegas, pihaknya akan mengawal kegiatan pilkades serentak di 266 Desa se- Kabupaten Lebak.

Kita akan kawal pemilihan Pilkades bagi seluruh Desa di Kabupaten Lebak. Namun, ada yang menjadi pertanyaan bagi kami, yaitu bagaimana dengan LPPD mantan Kepala Desa yang pernah menjabat 10 atau 15 tahun yang lalu yang kemudian sekarang mencalon kan diri kembali, nah, pertanyaan ini tentu harus di jawab oleh pemerintah melalui DPMD Lebak dengan sejelas- jelasnya. Karena semua harus ada Dasar dan ketentuan aturan yang dibuat oleh pemerintah, “tegas Anggi pada awak media. Kamis, (29/7/2021)

Ia juga mempertanyakan apakah dibenarkan jika pertanggung jawaban atau LPPD itu ditanda tangani oleh BPD periode yang sekarang, bukan oleh BPD yang sebelumnya menjabat.

“Saya rasa ini akan menarik perhatian publik. Namun, tentunya aturan teraebut tidak bisa dan tidak boleh dibuat main- main. Untuk itu, mari kita kawal Perbub ini dengan baik. Mengingat diduga kuat banyak calon dari mantan kepala desa terdahulu yg tidak memiliki LPPD,”katanya.

“Padahal LPPD itu diatur dalam Undang- Undang tentang desa serta 

Permendagri tahun 2015 tentang penyelenggaraan pemerintahan desa.

Sementara sebelum tahun 2015 para Kepala Desa diduga tidak memiliki LPPD.

Apabila hal ini dibiarkan, maka akan menjadi catatan bagi Lembaga Kami untuk melakukan gugatan di kemudian hari,”tegas Anggi. (Red)




Lembaga AGP : Perbup Nomor 11 Soal Syarat Bakal Calon Kepala Desa Harus Dikawal Ketat

Lebak,mwartapedia.com —  Lembaga Abdi Gema Perak (AGP) dengan tegas mengaku akan mengawal Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 tahun 2021 soal persayaratan Calon Kepala Desa di Kabupaten Lebak.

Perbup Nomor 11 tahun 2021 tersebut, perihal persyaratan Calon Kepala desa yang harus menyerahkan fotocopy dokument Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) bagi Kepala Desa maupun mantan Kepala Desa.

Sekertaris DPD LSM Abdi Gema Perak Kabupaten Lebak Anggi Kurniadi menyampaikan dengan tegas, pihaknya akan mengawal kegiatan pilkades serentak di 266 Desa se- Kabupaten Lebak.

Kita akan kawal pemilihan Pilkades bagi seluruh Desa di Kabupaten Lebak. Namun, ada yang menjadi pertanyaan bagi kami, yaitu bagaimana dengan LPPD mantan Kepala Desa yang pernah menjabat 10 atau 15 tahun yang lalu yang kemudian sekarang mencalon kan diri kembali, nah, pertanyaan ini tentu harus di jawab oleh pemerintah melalui DPMD Lebak dengan sejelas- jelasnya. Karena semua harus ada Dasar dan ketentuan aturan yang dibuat oleh pemerintah, “tegas Anggi pada awak media. Kamis, (29/7/2021)

Ia juga mempertanyakan apakah dibenarkan jika pertanggung jawaban atau LPPD itu ditanda tangani oleh BPD periode yang sekarang, bukan oleh BPD yang sebelumnya menjabat.

“Saya rasa ini akan menarik perhatian publik. Namun, tentunya aturan teraebut tidak bisa dan tidak boleh dibuat main- main. Untuk itu, mari kita kawal Perbub ini dengan baik. Mengingat diduga kuat banyak calon dari mantan kepala desa terdahulu yg tidak memiliki LPPD,”katanya.

“Padahal LPPD itu diatur dalam Undang- Undang tentang desa serta 

Permendagri tahun 2015 tentang penyelenggaraan pemerintahan desa.

Sementara sebelum tahun 2015 para Kepala Desa diduga tidak memiliki LPPD.

Apabila hal ini dibiarkan, maka akan menjadi catatan bagi Lembaga Kami untuk melakukan gugatan di kemudian hari,”tegas Anggi. (Red)




Lembaga AGP : Perbup Nomor 11 Soal Syarat Bakal Calon Kepala Desa Harus Dikawal Ketat

Lebak,mwartapedia.com —  Lembaga Abdi Gema Perak (AGP) dengan tegas mengaku akan mengawal Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 tahun 2021 soal persayaratan Calon Kepala Desa di Kabupaten Lebak.

Perbup Nomor 11 tahun 2021 tersebut, perihal persyaratan Calon Kepala desa yang harus menyerahkan fotocopy dokument Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) bagi Kepala Desa maupun mantan Kepala Desa.

Sekertaris DPD LSM Abdi Gema Perak Kabupaten Lebak Anggi Kurniadi menyampaikan dengan tegas, pihaknya akan mengawal kegiatan pilkades serentak di 266 Desa se- Kabupaten Lebak.

Kita akan kawal pemilihan Pilkades bagi seluruh Desa di Kabupaten Lebak. Namun, ada yang menjadi pertanyaan bagi kami, yaitu bagaimana dengan LPPD mantan Kepala Desa yang pernah menjabat 10 atau 15 tahun yang lalu yang kemudian sekarang mencalon kan diri kembali, nah, pertanyaan ini tentu harus di jawab oleh pemerintah melalui DPMD Lebak dengan sejelas- jelasnya. Karena semua harus ada Dasar dan ketentuan aturan yang dibuat oleh pemerintah, “tegas Anggi pada awak media. Kamis, (29/7/2021)

Ia juga mempertanyakan apakah dibenarkan jika pertanggung jawaban atau LPPD itu ditanda tangani oleh BPD periode yang sekarang, bukan oleh BPD yang sebelumnya menjabat.

“Saya rasa ini akan menarik perhatian publik. Namun, tentunya aturan teraebut tidak bisa dan tidak boleh dibuat main- main. Untuk itu, mari kita kawal Perbub ini dengan baik. Mengingat diduga kuat banyak calon dari mantan kepala desa terdahulu yg tidak memiliki LPPD,”katanya.

“Padahal LPPD itu diatur dalam Undang- Undang tentang desa serta 

Permendagri tahun 2015 tentang penyelenggaraan pemerintahan desa.

Sementara sebelum tahun 2015 para Kepala Desa diduga tidak memiliki LPPD.

Apabila hal ini dibiarkan, maka akan menjadi catatan bagi Lembaga Kami untuk melakukan gugatan di kemudian hari,”tegas Anggi. (Red)




Lembaga AGP : Perbup Nomor 11 Soal Syarat Bakal Calon Kepala Desa Harus Dikawal Ketat

Lebak,mwartapedia.com —  Lembaga Abdi Gema Perak (AGP) dengan tegas mengaku akan mengawal Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 tahun 2021 soal persayaratan Calon Kepala Desa di Kabupaten Lebak.

Perbup Nomor 11 tahun 2021 tersebut, perihal persyaratan Calon Kepala desa yang harus menyerahkan fotocopy dokument Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) bagi Kepala Desa maupun mantan Kepala Desa.

Sekertaris DPD LSM Abdi Gema Perak Kabupaten Lebak Anggi Kurniadi menyampaikan dengan tegas, pihaknya akan mengawal kegiatan pilkades serentak di 266 Desa se- Kabupaten Lebak.

Kita akan kawal pemilihan Pilkades bagi seluruh Desa di Kabupaten Lebak. Namun, ada yang menjadi pertanyaan bagi kami, yaitu bagaimana dengan LPPD mantan Kepala Desa yang pernah menjabat 10 atau 15 tahun yang lalu yang kemudian sekarang mencalon kan diri kembali, nah, pertanyaan ini tentu harus di jawab oleh pemerintah melalui DPMD Lebak dengan sejelas- jelasnya. Karena semua harus ada Dasar dan ketentuan aturan yang dibuat oleh pemerintah, “tegas Anggi pada awak media. Kamis, (29/7/2021)

Ia juga mempertanyakan apakah dibenarkan jika pertanggung jawaban atau LPPD itu ditanda tangani oleh BPD periode yang sekarang, bukan oleh BPD yang sebelumnya menjabat.

“Saya rasa ini akan menarik perhatian publik. Namun, tentunya aturan teraebut tidak bisa dan tidak boleh dibuat main- main. Untuk itu, mari kita kawal Perbub ini dengan baik. Mengingat diduga kuat banyak calon dari mantan kepala desa terdahulu yg tidak memiliki LPPD,”katanya.

“Padahal LPPD itu diatur dalam Undang- Undang tentang desa serta 

Permendagri tahun 2015 tentang penyelenggaraan pemerintahan desa.

Sementara sebelum tahun 2015 para Kepala Desa diduga tidak memiliki LPPD.

Apabila hal ini dibiarkan, maka akan menjadi catatan bagi Lembaga Kami untuk melakukan gugatan di kemudian hari,”tegas Anggi. (Red)




Korem 161/Wira Sakti Gelar Sosialisasi Teknik Swab Kepada Babinsa

 

Kupang,mwartapedia.com — Dalam rangka mendukung program Pemerintah terkhusus Pemerintah Kota Kupang dalam rangka memberantas dan mencegah penyebaran Virus Covid-19, Korem 161/WS melalui Rumah Sakit Tentara (RST) Wira Sakti menggelar sosialiasi mengenai pelaksanaan dan pengambilan test Swab Antigen kepada Babinsa Kodim 1604/Kupang yang bertempat di Aula Sudirman Makorem 161/WS, Jum’at (30/07/2021).

Kegiatan sosialisasi ini diawali dengan  pengarahan dari Kasi Ops Kasrem 161/WS Letkol Inf Horas Sitinjak, menyampaikan kepada seluruh peserta latihan bahwa “hari ini sesuai perintah Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Si., untuk kita yang di wilayah masing-masing harus bisa dan mampu melaksanakan Swab oleh sebab itu bagi tim yang ditunjuk harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, Kasi Ops juga meminta peserta latihan turut membantu upaya mencegah laju penularan virus corona dengan mendukung strategi 3T (testing, tracing, treatment).

“Adapun maksud dari mendukung 3T tersebut adalah ; bersedia melakukan testing atau pengecekan kesehatan melalui rapid test dan tes swab jika diperlukan, membuka diri terhadap proses tracing atau penelusuran kontak kasus positif dan segera menjalani treatment atau perawatan dengan benar apabila merasakan gejala Covid-19,” ujar Kasi Ops.

“Sesuai dengan petunjuk dari Bapak Pangdam IX/Udayana, kita harus bisa melaksanakan test Swab kepada teman atau pasien. Namun tetap dilatihkan karena ada ketentuan yang di buat untuk melaksanakan Swab,” tambahnya.

Acara sosialisasi ini dipandu langsung oleh Letda Ckm dr. Muhammad Afif Shofwan Fa’iq dari Rumah Sakit Tentara (RST)Wira Sakti. Dalam pembukaan sosialisasi ini dr. Afif memberikan pembekalan kepada anggota Babinsa Kodim 1604/Kupang tentang “Perang Semesta” TNI lawan Covid-19. 

Disampaikan oleh dr. Afif bahwa “Varian Covid-19 secara umum ciri-cirinya yaitu ; sakit tenggorokan, Anosmia atau kehilangan kemampuan membau dan indara perasa, Demam, Batuk, Sesak nafas dan Sakit kepala. Untuk itu kita selalu menjaga diri dengan alat pelindung diri dan alat pendeteksi. Beberapa Level yang digunakan seperti ; contoh Level 1 yaitu tenaga kesehatan triage sebelum pemeriksaan semua harus menggunakan alat pelindung sesuai ketentuan. Kemudian menyampaikan juga perbedaan rapid antibody, rapid antigen dan PCR Swab Tes. Rapid Antibody yang di ambil sampel darahnya, Rapid Antigen yang di ambil sampel Lendir hidung dan PCR Swab Tes yang diambil lendir hidung dan tenggorokannya. Untuk mengatasi Virus ini adalah dengan cara pencegahan dan pengobatan,” ujar Afif.

“Lindungi diri dan keluarga dengan Vaksinasi Covid-19 jangan lupa! Tetap patuhi protokol kesehatan 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi Kerumunan dan Membatasi mobilitas),” himbaunya. 

Ditempat yang sama Wadan Denkesyah 09-04-01/Kupang Kapten Ckm Sri Waluyo dalam arahan singkatnya “berharap sosialisasi teknik pelaksanaan Swab Antigen Covid-19 ini dapat memberikan pemahaman pada seluruh anggota khususnya yang di ruangan ini yang ditunjuk dari pimpinan. Semua orang belum tentu bisa mengikuti kegiatan ini, oleh karena itu saya yakin Bapak-Bapak yang ada diruangan ini bisa menerapkan apa yang diterima dari dr. Afif. Jikalau bapak sekalian sudah tahu teknik Swab Antigen saya yakin pasti bisa diterapkan,” tandasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan pengambilan sampel Swab Antigen untuk peserta yang hadir dan juga sebagai bentuk upaya antisipasi menekan penyebaran Covid-19, mengingat jumlah positif yang terinfeksi virus Covid-19 di NTT semakin meningkat dan bertambah luas.

Hasil test Swab Antigen tersebut bertujuan untuk mengetahui siapa saja yang berpotensi menyebarkan Virus Covid-19 dilingkungan Korem, sehingga bisa dilakukan pencegahan sedini mungkin agar tidak semakin tersebar luas. Sampel seluruh peserta yang diambil dinyatakan non reaktif/negatif. Hal tersebut merupakan hasil yang diharapkan oleh semua pihak terutama pihak Korem 161/Wira Sakti sendiri, dimana hasil tersebut telah mencerminkan keberhasilan Korem dalam menjalankan protokol kesehatan yang dicanangkan Pemerintah dalam penanganan Virus Covid-19. 

Hadir pada kegiatan tersebut, Kasi Ops Kasrem 161/WS Letkol Inf Horas Sitinjak dan Wadan Denkesyah 09-04-01/Kupang Kapten Ckm Sri Waluyo. (Penrem/ML/IB).




Korem 161/Wira Sakti Gelar Sosialisasi Teknik Swab Kepada Babinsa

 

Kupang,mwartapedia.com — Dalam rangka mendukung program Pemerintah terkhusus Pemerintah Kota Kupang dalam rangka memberantas dan mencegah penyebaran Virus Covid-19, Korem 161/WS melalui Rumah Sakit Tentara (RST) Wira Sakti menggelar sosialiasi mengenai pelaksanaan dan pengambilan test Swab Antigen kepada Babinsa Kodim 1604/Kupang yang bertempat di Aula Sudirman Makorem 161/WS, Jum’at (30/07/2021).

Kegiatan sosialisasi ini diawali dengan  pengarahan dari Kasi Ops Kasrem 161/WS Letkol Inf Horas Sitinjak, menyampaikan kepada seluruh peserta latihan bahwa “hari ini sesuai perintah Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Si., untuk kita yang di wilayah masing-masing harus bisa dan mampu melaksanakan Swab oleh sebab itu bagi tim yang ditunjuk harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, Kasi Ops juga meminta peserta latihan turut membantu upaya mencegah laju penularan virus corona dengan mendukung strategi 3T (testing, tracing, treatment).

“Adapun maksud dari mendukung 3T tersebut adalah ; bersedia melakukan testing atau pengecekan kesehatan melalui rapid test dan tes swab jika diperlukan, membuka diri terhadap proses tracing atau penelusuran kontak kasus positif dan segera menjalani treatment atau perawatan dengan benar apabila merasakan gejala Covid-19,” ujar Kasi Ops.

“Sesuai dengan petunjuk dari Bapak Pangdam IX/Udayana, kita harus bisa melaksanakan test Swab kepada teman atau pasien. Namun tetap dilatihkan karena ada ketentuan yang di buat untuk melaksanakan Swab,” tambahnya.

Acara sosialisasi ini dipandu langsung oleh Letda Ckm dr. Muhammad Afif Shofwan Fa’iq dari Rumah Sakit Tentara (RST)Wira Sakti. Dalam pembukaan sosialisasi ini dr. Afif memberikan pembekalan kepada anggota Babinsa Kodim 1604/Kupang tentang “Perang Semesta” TNI lawan Covid-19. 

Disampaikan oleh dr. Afif bahwa “Varian Covid-19 secara umum ciri-cirinya yaitu ; sakit tenggorokan, Anosmia atau kehilangan kemampuan membau dan indara perasa, Demam, Batuk, Sesak nafas dan Sakit kepala. Untuk itu kita selalu menjaga diri dengan alat pelindung diri dan alat pendeteksi. Beberapa Level yang digunakan seperti ; contoh Level 1 yaitu tenaga kesehatan triage sebelum pemeriksaan semua harus menggunakan alat pelindung sesuai ketentuan. Kemudian menyampaikan juga perbedaan rapid antibody, rapid antigen dan PCR Swab Tes. Rapid Antibody yang di ambil sampel darahnya, Rapid Antigen yang di ambil sampel Lendir hidung dan PCR Swab Tes yang diambil lendir hidung dan tenggorokannya. Untuk mengatasi Virus ini adalah dengan cara pencegahan dan pengobatan,” ujar Afif.

“Lindungi diri dan keluarga dengan Vaksinasi Covid-19 jangan lupa! Tetap patuhi protokol kesehatan 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi Kerumunan dan Membatasi mobilitas),” himbaunya. 

Ditempat yang sama Wadan Denkesyah 09-04-01/Kupang Kapten Ckm Sri Waluyo dalam arahan singkatnya “berharap sosialisasi teknik pelaksanaan Swab Antigen Covid-19 ini dapat memberikan pemahaman pada seluruh anggota khususnya yang di ruangan ini yang ditunjuk dari pimpinan. Semua orang belum tentu bisa mengikuti kegiatan ini, oleh karena itu saya yakin Bapak-Bapak yang ada diruangan ini bisa menerapkan apa yang diterima dari dr. Afif. Jikalau bapak sekalian sudah tahu teknik Swab Antigen saya yakin pasti bisa diterapkan,” tandasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan pengambilan sampel Swab Antigen untuk peserta yang hadir dan juga sebagai bentuk upaya antisipasi menekan penyebaran Covid-19, mengingat jumlah positif yang terinfeksi virus Covid-19 di NTT semakin meningkat dan bertambah luas.

Hasil test Swab Antigen tersebut bertujuan untuk mengetahui siapa saja yang berpotensi menyebarkan Virus Covid-19 dilingkungan Korem, sehingga bisa dilakukan pencegahan sedini mungkin agar tidak semakin tersebar luas. Sampel seluruh peserta yang diambil dinyatakan non reaktif/negatif. Hal tersebut merupakan hasil yang diharapkan oleh semua pihak terutama pihak Korem 161/Wira Sakti sendiri, dimana hasil tersebut telah mencerminkan keberhasilan Korem dalam menjalankan protokol kesehatan yang dicanangkan Pemerintah dalam penanganan Virus Covid-19. 

Hadir pada kegiatan tersebut, Kasi Ops Kasrem 161/WS Letkol Inf Horas Sitinjak dan Wadan Denkesyah 09-04-01/Kupang Kapten Ckm Sri Waluyo. (Penrem/ML/IB).




Korem 161/Wira Sakti Gelar Sosialisasi Teknik Swab Kepada Babinsa

 

Kupang,mwartapedia.com — Dalam rangka mendukung program Pemerintah terkhusus Pemerintah Kota Kupang dalam rangka memberantas dan mencegah penyebaran Virus Covid-19, Korem 161/WS melalui Rumah Sakit Tentara (RST) Wira Sakti menggelar sosialiasi mengenai pelaksanaan dan pengambilan test Swab Antigen kepada Babinsa Kodim 1604/Kupang yang bertempat di Aula Sudirman Makorem 161/WS, Jum’at (30/07/2021).

Kegiatan sosialisasi ini diawali dengan  pengarahan dari Kasi Ops Kasrem 161/WS Letkol Inf Horas Sitinjak, menyampaikan kepada seluruh peserta latihan bahwa “hari ini sesuai perintah Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Si., untuk kita yang di wilayah masing-masing harus bisa dan mampu melaksanakan Swab oleh sebab itu bagi tim yang ditunjuk harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, Kasi Ops juga meminta peserta latihan turut membantu upaya mencegah laju penularan virus corona dengan mendukung strategi 3T (testing, tracing, treatment).

“Adapun maksud dari mendukung 3T tersebut adalah ; bersedia melakukan testing atau pengecekan kesehatan melalui rapid test dan tes swab jika diperlukan, membuka diri terhadap proses tracing atau penelusuran kontak kasus positif dan segera menjalani treatment atau perawatan dengan benar apabila merasakan gejala Covid-19,” ujar Kasi Ops.

“Sesuai dengan petunjuk dari Bapak Pangdam IX/Udayana, kita harus bisa melaksanakan test Swab kepada teman atau pasien. Namun tetap dilatihkan karena ada ketentuan yang di buat untuk melaksanakan Swab,” tambahnya.

Acara sosialisasi ini dipandu langsung oleh Letda Ckm dr. Muhammad Afif Shofwan Fa’iq dari Rumah Sakit Tentara (RST)Wira Sakti. Dalam pembukaan sosialisasi ini dr. Afif memberikan pembekalan kepada anggota Babinsa Kodim 1604/Kupang tentang “Perang Semesta” TNI lawan Covid-19. 

Disampaikan oleh dr. Afif bahwa “Varian Covid-19 secara umum ciri-cirinya yaitu ; sakit tenggorokan, Anosmia atau kehilangan kemampuan membau dan indara perasa, Demam, Batuk, Sesak nafas dan Sakit kepala. Untuk itu kita selalu menjaga diri dengan alat pelindung diri dan alat pendeteksi. Beberapa Level yang digunakan seperti ; contoh Level 1 yaitu tenaga kesehatan triage sebelum pemeriksaan semua harus menggunakan alat pelindung sesuai ketentuan. Kemudian menyampaikan juga perbedaan rapid antibody, rapid antigen dan PCR Swab Tes. Rapid Antibody yang di ambil sampel darahnya, Rapid Antigen yang di ambil sampel Lendir hidung dan PCR Swab Tes yang diambil lendir hidung dan tenggorokannya. Untuk mengatasi Virus ini adalah dengan cara pencegahan dan pengobatan,” ujar Afif.

“Lindungi diri dan keluarga dengan Vaksinasi Covid-19 jangan lupa! Tetap patuhi protokol kesehatan 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi Kerumunan dan Membatasi mobilitas),” himbaunya. 

Ditempat yang sama Wadan Denkesyah 09-04-01/Kupang Kapten Ckm Sri Waluyo dalam arahan singkatnya “berharap sosialisasi teknik pelaksanaan Swab Antigen Covid-19 ini dapat memberikan pemahaman pada seluruh anggota khususnya yang di ruangan ini yang ditunjuk dari pimpinan. Semua orang belum tentu bisa mengikuti kegiatan ini, oleh karena itu saya yakin Bapak-Bapak yang ada diruangan ini bisa menerapkan apa yang diterima dari dr. Afif. Jikalau bapak sekalian sudah tahu teknik Swab Antigen saya yakin pasti bisa diterapkan,” tandasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan pengambilan sampel Swab Antigen untuk peserta yang hadir dan juga sebagai bentuk upaya antisipasi menekan penyebaran Covid-19, mengingat jumlah positif yang terinfeksi virus Covid-19 di NTT semakin meningkat dan bertambah luas.

Hasil test Swab Antigen tersebut bertujuan untuk mengetahui siapa saja yang berpotensi menyebarkan Virus Covid-19 dilingkungan Korem, sehingga bisa dilakukan pencegahan sedini mungkin agar tidak semakin tersebar luas. Sampel seluruh peserta yang diambil dinyatakan non reaktif/negatif. Hal tersebut merupakan hasil yang diharapkan oleh semua pihak terutama pihak Korem 161/Wira Sakti sendiri, dimana hasil tersebut telah mencerminkan keberhasilan Korem dalam menjalankan protokol kesehatan yang dicanangkan Pemerintah dalam penanganan Virus Covid-19. 

Hadir pada kegiatan tersebut, Kasi Ops Kasrem 161/WS Letkol Inf Horas Sitinjak dan Wadan Denkesyah 09-04-01/Kupang Kapten Ckm Sri Waluyo. (Penrem/ML/IB).




Korem 161/Wira Sakti Gelar Sosialisasi Teknik Swab Kepada Babinsa

 

Kupang,mwartapedia.com — Dalam rangka mendukung program Pemerintah terkhusus Pemerintah Kota Kupang dalam rangka memberantas dan mencegah penyebaran Virus Covid-19, Korem 161/WS melalui Rumah Sakit Tentara (RST) Wira Sakti menggelar sosialiasi mengenai pelaksanaan dan pengambilan test Swab Antigen kepada Babinsa Kodim 1604/Kupang yang bertempat di Aula Sudirman Makorem 161/WS, Jum’at (30/07/2021).

Kegiatan sosialisasi ini diawali dengan  pengarahan dari Kasi Ops Kasrem 161/WS Letkol Inf Horas Sitinjak, menyampaikan kepada seluruh peserta latihan bahwa “hari ini sesuai perintah Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Si., untuk kita yang di wilayah masing-masing harus bisa dan mampu melaksanakan Swab oleh sebab itu bagi tim yang ditunjuk harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, Kasi Ops juga meminta peserta latihan turut membantu upaya mencegah laju penularan virus corona dengan mendukung strategi 3T (testing, tracing, treatment).

“Adapun maksud dari mendukung 3T tersebut adalah ; bersedia melakukan testing atau pengecekan kesehatan melalui rapid test dan tes swab jika diperlukan, membuka diri terhadap proses tracing atau penelusuran kontak kasus positif dan segera menjalani treatment atau perawatan dengan benar apabila merasakan gejala Covid-19,” ujar Kasi Ops.

“Sesuai dengan petunjuk dari Bapak Pangdam IX/Udayana, kita harus bisa melaksanakan test Swab kepada teman atau pasien. Namun tetap dilatihkan karena ada ketentuan yang di buat untuk melaksanakan Swab,” tambahnya.

Acara sosialisasi ini dipandu langsung oleh Letda Ckm dr. Muhammad Afif Shofwan Fa’iq dari Rumah Sakit Tentara (RST)Wira Sakti. Dalam pembukaan sosialisasi ini dr. Afif memberikan pembekalan kepada anggota Babinsa Kodim 1604/Kupang tentang “Perang Semesta” TNI lawan Covid-19. 

Disampaikan oleh dr. Afif bahwa “Varian Covid-19 secara umum ciri-cirinya yaitu ; sakit tenggorokan, Anosmia atau kehilangan kemampuan membau dan indara perasa, Demam, Batuk, Sesak nafas dan Sakit kepala. Untuk itu kita selalu menjaga diri dengan alat pelindung diri dan alat pendeteksi. Beberapa Level yang digunakan seperti ; contoh Level 1 yaitu tenaga kesehatan triage sebelum pemeriksaan semua harus menggunakan alat pelindung sesuai ketentuan. Kemudian menyampaikan juga perbedaan rapid antibody, rapid antigen dan PCR Swab Tes. Rapid Antibody yang di ambil sampel darahnya, Rapid Antigen yang di ambil sampel Lendir hidung dan PCR Swab Tes yang diambil lendir hidung dan tenggorokannya. Untuk mengatasi Virus ini adalah dengan cara pencegahan dan pengobatan,” ujar Afif.

“Lindungi diri dan keluarga dengan Vaksinasi Covid-19 jangan lupa! Tetap patuhi protokol kesehatan 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi Kerumunan dan Membatasi mobilitas),” himbaunya. 

Ditempat yang sama Wadan Denkesyah 09-04-01/Kupang Kapten Ckm Sri Waluyo dalam arahan singkatnya “berharap sosialisasi teknik pelaksanaan Swab Antigen Covid-19 ini dapat memberikan pemahaman pada seluruh anggota khususnya yang di ruangan ini yang ditunjuk dari pimpinan. Semua orang belum tentu bisa mengikuti kegiatan ini, oleh karena itu saya yakin Bapak-Bapak yang ada diruangan ini bisa menerapkan apa yang diterima dari dr. Afif. Jikalau bapak sekalian sudah tahu teknik Swab Antigen saya yakin pasti bisa diterapkan,” tandasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan pengambilan sampel Swab Antigen untuk peserta yang hadir dan juga sebagai bentuk upaya antisipasi menekan penyebaran Covid-19, mengingat jumlah positif yang terinfeksi virus Covid-19 di NTT semakin meningkat dan bertambah luas.

Hasil test Swab Antigen tersebut bertujuan untuk mengetahui siapa saja yang berpotensi menyebarkan Virus Covid-19 dilingkungan Korem, sehingga bisa dilakukan pencegahan sedini mungkin agar tidak semakin tersebar luas. Sampel seluruh peserta yang diambil dinyatakan non reaktif/negatif. Hal tersebut merupakan hasil yang diharapkan oleh semua pihak terutama pihak Korem 161/Wira Sakti sendiri, dimana hasil tersebut telah mencerminkan keberhasilan Korem dalam menjalankan protokol kesehatan yang dicanangkan Pemerintah dalam penanganan Virus Covid-19. 

Hadir pada kegiatan tersebut, Kasi Ops Kasrem 161/WS Letkol Inf Horas Sitinjak dan Wadan Denkesyah 09-04-01/Kupang Kapten Ckm Sri Waluyo. (Penrem/ML/IB).




Buka National Leadership Camp III, Ketum DPP Gemura: Pemuda Adalah Tulang Punggung Peradaban

 

JAKARTA ,mwartapedia.com -“National Leadership Camp merupakan salah satu program DPP Gemura yang bersifat berkelanjutan untuk menjaga soliditas kader Gemura secara khususnya yang tersebar dari Sabang hingga Merauke dan ajang silaturrahmi pemuda Indonesia pada umumnya,” ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Nurani Rakyat (DPP Gemura), Oktasari Sabil, saat membuka acara National Leadership Camp III tahun 2021 yang diadakan oleh DPP Gemura dengan tema ‘Menciptakan Kader Unggul yang Berkarakter Demi Produktivitas Organisasi Dimasa Pandemi’, di Jakarta, Jum’at (30/7/2021). 

Dengan acara National Leadership Camp III ini, lanjut Oktasari, diharapkan nanti kita dapat memahami lebih mendalam dan meluas tentang peran dan fungsi kita sebagai kader dalam organisasi dan sebagai pemuda dalam membumikan nilai-nilai Pancasila untuk menjaga kedaulatan bangsa. 

“Indonesia sekarang sedang menghadapi bonus demografi, sehingga menjadi penting menakar nilai-nilai nasionalisme anak-anak dan pemuda serta kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan global,” kata Oktasari lewat Zoom Meeting dihadapan 400 orang yang mengikuti acara pembukaan. 

Menurutnya, berbagai perkembangan dalam diskursus geopolitik menunjukkan bahwa Indonesia sebagai bagian dari komunitas global menghadapi berbagai faktor eksternal yang semakin kompleks. 

“Dalam hal tersebut, isu global tidak lagi berbicara tentang perebutan wilayah, tetapi sudah lebih jauh berkembang pada globalisasi ekonomi, ancaman transnasional seperti terorisme dan radikalisme, masalah lingkungan hidup hingga potensi kesenjangan sosial-ekonomi-politik serta ketegangan global sebagai dampak perkembangan industri 4.0,” tegasnya. 

Semua masalah dan tantangan itu, lanjutnya, dapat kita pahami akan menggerus ketahanan nasional. Sebab, ancaman ketahanan nasional tidak hanya masalah ideologi, tetapi ada banyak gatra ketahanan nasional yang harus dijaga keseimbangnya. 

“Pemuda adalah tulang punggung peradaban. Kita adalah masa depan Indonesia. Jangan wariskan kehidupan yang buruk kepada anak cucu kita kelak. Mari perkuat diri, bersinergi membangun negeri dengan hati nurani,” tutup Oktasari.

Adapun, peserta yang mengikuti National Leadership Camp III sebanyak 150 orang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dengan menghadirkan pemateri Irjen Syofyan Syarif (Deputi Pencegahan BNN), Berliana Kartakusuma (Ketua YAHMI), Bursah Zarnubi (Ketua Umum PGK), Irma Suryani Chaniago (Tokoh Politisi Perempuan Indonesia), Syafii Efendi (Presiden OIC Youth Indonesia), Ilyas Indra (Penggagas 1000 beasiswa Jakarta), Sa’ad Budiman Lubis (Direktur ATI Tunas Bangsa Jakarta) dan Ahmad Riza Patria (Wagub DKI Jakarta/Ketua Dewan Pembina DPP Gemura). (ML/IB)




Buka National Leadership Camp III, Ketum DPP Gemura: Pemuda Adalah Tulang Punggung Peradaban

 

JAKARTA ,mwartapedia.com -“National Leadership Camp merupakan salah satu program DPP Gemura yang bersifat berkelanjutan untuk menjaga soliditas kader Gemura secara khususnya yang tersebar dari Sabang hingga Merauke dan ajang silaturrahmi pemuda Indonesia pada umumnya,” ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Nurani Rakyat (DPP Gemura), Oktasari Sabil, saat membuka acara National Leadership Camp III tahun 2021 yang diadakan oleh DPP Gemura dengan tema ‘Menciptakan Kader Unggul yang Berkarakter Demi Produktivitas Organisasi Dimasa Pandemi’, di Jakarta, Jum’at (30/7/2021). 

Dengan acara National Leadership Camp III ini, lanjut Oktasari, diharapkan nanti kita dapat memahami lebih mendalam dan meluas tentang peran dan fungsi kita sebagai kader dalam organisasi dan sebagai pemuda dalam membumikan nilai-nilai Pancasila untuk menjaga kedaulatan bangsa. 

“Indonesia sekarang sedang menghadapi bonus demografi, sehingga menjadi penting menakar nilai-nilai nasionalisme anak-anak dan pemuda serta kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan global,” kata Oktasari lewat Zoom Meeting dihadapan 400 orang yang mengikuti acara pembukaan. 

Menurutnya, berbagai perkembangan dalam diskursus geopolitik menunjukkan bahwa Indonesia sebagai bagian dari komunitas global menghadapi berbagai faktor eksternal yang semakin kompleks. 

“Dalam hal tersebut, isu global tidak lagi berbicara tentang perebutan wilayah, tetapi sudah lebih jauh berkembang pada globalisasi ekonomi, ancaman transnasional seperti terorisme dan radikalisme, masalah lingkungan hidup hingga potensi kesenjangan sosial-ekonomi-politik serta ketegangan global sebagai dampak perkembangan industri 4.0,” tegasnya. 

Semua masalah dan tantangan itu, lanjutnya, dapat kita pahami akan menggerus ketahanan nasional. Sebab, ancaman ketahanan nasional tidak hanya masalah ideologi, tetapi ada banyak gatra ketahanan nasional yang harus dijaga keseimbangnya. 

“Pemuda adalah tulang punggung peradaban. Kita adalah masa depan Indonesia. Jangan wariskan kehidupan yang buruk kepada anak cucu kita kelak. Mari perkuat diri, bersinergi membangun negeri dengan hati nurani,” tutup Oktasari.

Adapun, peserta yang mengikuti National Leadership Camp III sebanyak 150 orang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dengan menghadirkan pemateri Irjen Syofyan Syarif (Deputi Pencegahan BNN), Berliana Kartakusuma (Ketua YAHMI), Bursah Zarnubi (Ketua Umum PGK), Irma Suryani Chaniago (Tokoh Politisi Perempuan Indonesia), Syafii Efendi (Presiden OIC Youth Indonesia), Ilyas Indra (Penggagas 1000 beasiswa Jakarta), Sa’ad Budiman Lubis (Direktur ATI Tunas Bangsa Jakarta) dan Ahmad Riza Patria (Wagub DKI Jakarta/Ketua Dewan Pembina DPP Gemura). (ML/IB)