BNPT RI Bahas Warung NKRI Bersama SMSI Bekasi Raya, KADIN Bekasi dan Ikatan Praktisi HRD Jawa Barat

 

JAKARTA,mwartapedia.com — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, M.H membahas Warung NKRI bersama ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bekasi Raya, Doni Ardon, Direktur Eksekutif Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bekasi, Jon Soni dan Bendahara Ikatan Praktisi HRD Provinsi Jawa Barat, RR Meilani Aseaningrum di Kantor BNPT RI, Gedung BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (04/08/2021) siang.

“Warung NKRI ini merupakan wadah dialog dalam merawat dan menjaga nilai-nilai kebangsaan di dalam lingkup kementerian, lembaga, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), masyarakat, perguruan tinggi dan komunitas di seluruh Indonesia,” kata Kepala BNPT RI. 

Pelibatan SMSI Bekasi Raya, KADIN Kabupaten Bekasi dan Ikatan HRD dalam gelaran Warung NKRI tersebut merupakan konsepsi strategis, terutama dalam menangkal paham radikalisme di cluster industri. 

“SMSI Bekasi Raya dengan jejaring medianya, KADIN bersama direksi perusahaan dan Ikatan HRD yang bersentuhan langsung dengan karyawan akan memudahkan BNPT RI dalam memperkuat dan memperteguh nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat industri, khususnya,” kata Boy Rafli

Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan perlu dijaga karena kemerdekaan yang dirasakan saat ini tidak diraih dengan mudah dan penuh perjuangan.

Warung NKRI juga merupakan salah satu solusi dalam melawan narasi-narasi kebencian yang memecah belah bangsa dengan menyebarkan misinformasi dan propaganda radikalisme dan terorisme

“Narasi bersifat kebencian, tidak mengakui konstitusi dan ideologi negara kita begitu masif. Jangan sampai generasi muda dan warga negara indonesia menjadi korban propaganda mereka,” ungkap Boy Rafli.

Di tempat yang sama, Ketua SMSI Bekasi Raya, Doni Ardon menyatakan media siber yang tergabung dalam SMSI akan bersepakat membantu BNPT RI dalam mensosialisasikan paham-paham kebangsaan. 

“Kita akan kemas Warung NKRI ini di bulan September 2021, berupa Dialog Aktif secara langsung dan secara daring, sehingga masyarakat industri dapat terlibat di dalamnya, ikut berdialog dan atau sekedar menontonnya melalui Webinar Zoom, Youtube, Facebook, Istagram dan sejenisnya, sehingga dapat saling menyebarluaskan manfaat yang didapat berupa solusi kebangsaan dalam program dialog ini,” ungkap Doni Ardon. 

Komitmen senada disampaikan Direktur Eksekutif KADIN Kabupaten Bekasi Jon Soni di hadapan Kepala BNPT RI Komjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, M.H.

Pihaknya akan mengkoordinasikan hal tersebut kepada Ketua KADIN Kabupaten Bekasi Heri Noviar agar dikomunikasi selanjutnya terhadap ketua KADIN Provinsi Jawa Barat dan Pusat.

“Saat ini sudah terdaftar sebanyak 1.800 perusahaan dalam keanggotaan KADIN dan 400 selebihnya dalam kondisi aktif berupa perpanjangan KTA dan komunikasi yang sifatnya advokasi dari KADIN terhadap industri,” kata Jon Soni.

Sementara, bendahara Ikatan Praktisi HRD Provinsi Jawa Barat, RR Meilani Aseaningrum memastikan rekan-rekan sesama HRD akan turut dilibatkan dalam pelaksanaan Warung NKRI di Bekasi.

“Saya akan mengundang temen-temen HRD untuk datang ke Warung NKRI, baik secara langsung ke lokasi maupun menontonnya secara live streaming,” ucap Meilana. 

Terlebih, apabila sosok Komjen Boy Rafli Amar hadir sebagai pembicara dalam pelaksanaan Warung NKRI tersebut.

Pengurus Forum HRD Kabupaten Bekasi yang menjabat HR/GA & Legal Manager PT Nippo Mechatronics Indonesia ini berharap kehadiran BNPT RI di cluster industri Bekasi dan Jawa Barat dapat memangkas paham-paham radikalisme dan ajaran-ajaran sesat yang mulai tumbuh kembali di lingkungan karyawan perusahaan industri. (Ml/IB)




BNPT RI Bahas Warung NKRI Bersama SMSI Bekasi Raya, KADIN Bekasi dan Ikatan Praktisi HRD Jawa Barat

 

JAKARTA,mwartapedia.com — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, M.H membahas Warung NKRI bersama ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bekasi Raya, Doni Ardon, Direktur Eksekutif Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bekasi, Jon Soni dan Bendahara Ikatan Praktisi HRD Provinsi Jawa Barat, RR Meilani Aseaningrum di Kantor BNPT RI, Gedung BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (04/08/2021) siang.

“Warung NKRI ini merupakan wadah dialog dalam merawat dan menjaga nilai-nilai kebangsaan di dalam lingkup kementerian, lembaga, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), masyarakat, perguruan tinggi dan komunitas di seluruh Indonesia,” kata Kepala BNPT RI. 

Pelibatan SMSI Bekasi Raya, KADIN Kabupaten Bekasi dan Ikatan HRD dalam gelaran Warung NKRI tersebut merupakan konsepsi strategis, terutama dalam menangkal paham radikalisme di cluster industri. 

“SMSI Bekasi Raya dengan jejaring medianya, KADIN bersama direksi perusahaan dan Ikatan HRD yang bersentuhan langsung dengan karyawan akan memudahkan BNPT RI dalam memperkuat dan memperteguh nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat industri, khususnya,” kata Boy Rafli

Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan perlu dijaga karena kemerdekaan yang dirasakan saat ini tidak diraih dengan mudah dan penuh perjuangan.

Warung NKRI juga merupakan salah satu solusi dalam melawan narasi-narasi kebencian yang memecah belah bangsa dengan menyebarkan misinformasi dan propaganda radikalisme dan terorisme

“Narasi bersifat kebencian, tidak mengakui konstitusi dan ideologi negara kita begitu masif. Jangan sampai generasi muda dan warga negara indonesia menjadi korban propaganda mereka,” ungkap Boy Rafli.

Di tempat yang sama, Ketua SMSI Bekasi Raya, Doni Ardon menyatakan media siber yang tergabung dalam SMSI akan bersepakat membantu BNPT RI dalam mensosialisasikan paham-paham kebangsaan. 

“Kita akan kemas Warung NKRI ini di bulan September 2021, berupa Dialog Aktif secara langsung dan secara daring, sehingga masyarakat industri dapat terlibat di dalamnya, ikut berdialog dan atau sekedar menontonnya melalui Webinar Zoom, Youtube, Facebook, Istagram dan sejenisnya, sehingga dapat saling menyebarluaskan manfaat yang didapat berupa solusi kebangsaan dalam program dialog ini,” ungkap Doni Ardon. 

Komitmen senada disampaikan Direktur Eksekutif KADIN Kabupaten Bekasi Jon Soni di hadapan Kepala BNPT RI Komjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, M.H.

Pihaknya akan mengkoordinasikan hal tersebut kepada Ketua KADIN Kabupaten Bekasi Heri Noviar agar dikomunikasi selanjutnya terhadap ketua KADIN Provinsi Jawa Barat dan Pusat.

“Saat ini sudah terdaftar sebanyak 1.800 perusahaan dalam keanggotaan KADIN dan 400 selebihnya dalam kondisi aktif berupa perpanjangan KTA dan komunikasi yang sifatnya advokasi dari KADIN terhadap industri,” kata Jon Soni.

Sementara, bendahara Ikatan Praktisi HRD Provinsi Jawa Barat, RR Meilani Aseaningrum memastikan rekan-rekan sesama HRD akan turut dilibatkan dalam pelaksanaan Warung NKRI di Bekasi.

“Saya akan mengundang temen-temen HRD untuk datang ke Warung NKRI, baik secara langsung ke lokasi maupun menontonnya secara live streaming,” ucap Meilana. 

Terlebih, apabila sosok Komjen Boy Rafli Amar hadir sebagai pembicara dalam pelaksanaan Warung NKRI tersebut.

Pengurus Forum HRD Kabupaten Bekasi yang menjabat HR/GA & Legal Manager PT Nippo Mechatronics Indonesia ini berharap kehadiran BNPT RI di cluster industri Bekasi dan Jawa Barat dapat memangkas paham-paham radikalisme dan ajaran-ajaran sesat yang mulai tumbuh kembali di lingkungan karyawan perusahaan industri. (Ml/IB)




BNPT RI Bahas Warung NKRI Bersama SMSI Bekasi Raya, KADIN Bekasi dan Ikatan Praktisi HRD Jawa Barat

 

JAKARTA,mwartapedia.com — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, M.H membahas Warung NKRI bersama ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bekasi Raya, Doni Ardon, Direktur Eksekutif Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bekasi, Jon Soni dan Bendahara Ikatan Praktisi HRD Provinsi Jawa Barat, RR Meilani Aseaningrum di Kantor BNPT RI, Gedung BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (04/08/2021) siang.

“Warung NKRI ini merupakan wadah dialog dalam merawat dan menjaga nilai-nilai kebangsaan di dalam lingkup kementerian, lembaga, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), masyarakat, perguruan tinggi dan komunitas di seluruh Indonesia,” kata Kepala BNPT RI. 

Pelibatan SMSI Bekasi Raya, KADIN Kabupaten Bekasi dan Ikatan HRD dalam gelaran Warung NKRI tersebut merupakan konsepsi strategis, terutama dalam menangkal paham radikalisme di cluster industri. 

“SMSI Bekasi Raya dengan jejaring medianya, KADIN bersama direksi perusahaan dan Ikatan HRD yang bersentuhan langsung dengan karyawan akan memudahkan BNPT RI dalam memperkuat dan memperteguh nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat industri, khususnya,” kata Boy Rafli

Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan perlu dijaga karena kemerdekaan yang dirasakan saat ini tidak diraih dengan mudah dan penuh perjuangan.

Warung NKRI juga merupakan salah satu solusi dalam melawan narasi-narasi kebencian yang memecah belah bangsa dengan menyebarkan misinformasi dan propaganda radikalisme dan terorisme

“Narasi bersifat kebencian, tidak mengakui konstitusi dan ideologi negara kita begitu masif. Jangan sampai generasi muda dan warga negara indonesia menjadi korban propaganda mereka,” ungkap Boy Rafli.

Di tempat yang sama, Ketua SMSI Bekasi Raya, Doni Ardon menyatakan media siber yang tergabung dalam SMSI akan bersepakat membantu BNPT RI dalam mensosialisasikan paham-paham kebangsaan. 

“Kita akan kemas Warung NKRI ini di bulan September 2021, berupa Dialog Aktif secara langsung dan secara daring, sehingga masyarakat industri dapat terlibat di dalamnya, ikut berdialog dan atau sekedar menontonnya melalui Webinar Zoom, Youtube, Facebook, Istagram dan sejenisnya, sehingga dapat saling menyebarluaskan manfaat yang didapat berupa solusi kebangsaan dalam program dialog ini,” ungkap Doni Ardon. 

Komitmen senada disampaikan Direktur Eksekutif KADIN Kabupaten Bekasi Jon Soni di hadapan Kepala BNPT RI Komjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, M.H.

Pihaknya akan mengkoordinasikan hal tersebut kepada Ketua KADIN Kabupaten Bekasi Heri Noviar agar dikomunikasi selanjutnya terhadap ketua KADIN Provinsi Jawa Barat dan Pusat.

“Saat ini sudah terdaftar sebanyak 1.800 perusahaan dalam keanggotaan KADIN dan 400 selebihnya dalam kondisi aktif berupa perpanjangan KTA dan komunikasi yang sifatnya advokasi dari KADIN terhadap industri,” kata Jon Soni.

Sementara, bendahara Ikatan Praktisi HRD Provinsi Jawa Barat, RR Meilani Aseaningrum memastikan rekan-rekan sesama HRD akan turut dilibatkan dalam pelaksanaan Warung NKRI di Bekasi.

“Saya akan mengundang temen-temen HRD untuk datang ke Warung NKRI, baik secara langsung ke lokasi maupun menontonnya secara live streaming,” ucap Meilana. 

Terlebih, apabila sosok Komjen Boy Rafli Amar hadir sebagai pembicara dalam pelaksanaan Warung NKRI tersebut.

Pengurus Forum HRD Kabupaten Bekasi yang menjabat HR/GA & Legal Manager PT Nippo Mechatronics Indonesia ini berharap kehadiran BNPT RI di cluster industri Bekasi dan Jawa Barat dapat memangkas paham-paham radikalisme dan ajaran-ajaran sesat yang mulai tumbuh kembali di lingkungan karyawan perusahaan industri. (Ml/IB)




BNPT RI Bahas Warung NKRI Bersama SMSI Bekasi Raya, KADIN Bekasi dan Ikatan Praktisi HRD Jawa Barat

 

JAKARTA,mwartapedia.com — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, M.H membahas Warung NKRI bersama ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bekasi Raya, Doni Ardon, Direktur Eksekutif Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bekasi, Jon Soni dan Bendahara Ikatan Praktisi HRD Provinsi Jawa Barat, RR Meilani Aseaningrum di Kantor BNPT RI, Gedung BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (04/08/2021) siang.

“Warung NKRI ini merupakan wadah dialog dalam merawat dan menjaga nilai-nilai kebangsaan di dalam lingkup kementerian, lembaga, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), masyarakat, perguruan tinggi dan komunitas di seluruh Indonesia,” kata Kepala BNPT RI. 

Pelibatan SMSI Bekasi Raya, KADIN Kabupaten Bekasi dan Ikatan HRD dalam gelaran Warung NKRI tersebut merupakan konsepsi strategis, terutama dalam menangkal paham radikalisme di cluster industri. 

“SMSI Bekasi Raya dengan jejaring medianya, KADIN bersama direksi perusahaan dan Ikatan HRD yang bersentuhan langsung dengan karyawan akan memudahkan BNPT RI dalam memperkuat dan memperteguh nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat industri, khususnya,” kata Boy Rafli

Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan perlu dijaga karena kemerdekaan yang dirasakan saat ini tidak diraih dengan mudah dan penuh perjuangan.

Warung NKRI juga merupakan salah satu solusi dalam melawan narasi-narasi kebencian yang memecah belah bangsa dengan menyebarkan misinformasi dan propaganda radikalisme dan terorisme

“Narasi bersifat kebencian, tidak mengakui konstitusi dan ideologi negara kita begitu masif. Jangan sampai generasi muda dan warga negara indonesia menjadi korban propaganda mereka,” ungkap Boy Rafli.

Di tempat yang sama, Ketua SMSI Bekasi Raya, Doni Ardon menyatakan media siber yang tergabung dalam SMSI akan bersepakat membantu BNPT RI dalam mensosialisasikan paham-paham kebangsaan. 

“Kita akan kemas Warung NKRI ini di bulan September 2021, berupa Dialog Aktif secara langsung dan secara daring, sehingga masyarakat industri dapat terlibat di dalamnya, ikut berdialog dan atau sekedar menontonnya melalui Webinar Zoom, Youtube, Facebook, Istagram dan sejenisnya, sehingga dapat saling menyebarluaskan manfaat yang didapat berupa solusi kebangsaan dalam program dialog ini,” ungkap Doni Ardon. 

Komitmen senada disampaikan Direktur Eksekutif KADIN Kabupaten Bekasi Jon Soni di hadapan Kepala BNPT RI Komjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, M.H.

Pihaknya akan mengkoordinasikan hal tersebut kepada Ketua KADIN Kabupaten Bekasi Heri Noviar agar dikomunikasi selanjutnya terhadap ketua KADIN Provinsi Jawa Barat dan Pusat.

“Saat ini sudah terdaftar sebanyak 1.800 perusahaan dalam keanggotaan KADIN dan 400 selebihnya dalam kondisi aktif berupa perpanjangan KTA dan komunikasi yang sifatnya advokasi dari KADIN terhadap industri,” kata Jon Soni.

Sementara, bendahara Ikatan Praktisi HRD Provinsi Jawa Barat, RR Meilani Aseaningrum memastikan rekan-rekan sesama HRD akan turut dilibatkan dalam pelaksanaan Warung NKRI di Bekasi.

“Saya akan mengundang temen-temen HRD untuk datang ke Warung NKRI, baik secara langsung ke lokasi maupun menontonnya secara live streaming,” ucap Meilana. 

Terlebih, apabila sosok Komjen Boy Rafli Amar hadir sebagai pembicara dalam pelaksanaan Warung NKRI tersebut.

Pengurus Forum HRD Kabupaten Bekasi yang menjabat HR/GA & Legal Manager PT Nippo Mechatronics Indonesia ini berharap kehadiran BNPT RI di cluster industri Bekasi dan Jawa Barat dapat memangkas paham-paham radikalisme dan ajaran-ajaran sesat yang mulai tumbuh kembali di lingkungan karyawan perusahaan industri. (Ml/IB)




Pengukuhan dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Provinsi NTT

Kupang,mwartapedia.com — Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, mengatakan setiap jabatan yang dimiliki harus ditandai dengan adanya kinerja untuk mampu menghasilkan kinerja yang bermanfaat bagi kemajuan daerah. 

Demikian dikatakannya saat memberikan sambutan dalam Pengukuhan dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Jumat (6/8/2021). 

“Memiliki suatu jabatan itu tidaklah mudah. Pemilihan terhadap suatu jabatan memang ditentukan pada performance appraisal dan personal appraisal. Maka dari itu kinerja kita harus ada output dan outcome yang berguna bagi provinsi ni. Harus ada manfaatnya bagi banyak orang,” kata Wakil Gubernur.

“Jabatan yang diemban itu bukan semata milik kita sendiri, itu adalah berkah dari sang pencipta bagi kita dengan memiliki tanggung jawab sesuai amanatnya. Hidup kita ini adalah milik pencipta dan kita hanya pada hak guna pakai. Maka harus menggunakan jabatan sesuai dengan pelayanan kinerja bagi orang lain dan daerah,” ujar Wakil Gubernur.

Ia mengatakan, sejauh ini sudah ada perubahan mindset dari para ASN bukan lagi melakukan garapan tetapi melakukan kerja. Oleh sebab itu saat ini dibutuhkan kiat-kiat, strategi, taktik dan dibutuhkan kerja sama yang luar biasa.

“Kalau kita memaknai perjalanan Saya dan Bapak Gubernur selama 3 tahun ini boleh saya katakan masih banyak kekurangan yang harus kita benahi, saat ini memang kita sudah bangkit namun belum memenuhi apa yang dinamakan dengan sejahtera,” tambahnya. 

“Kita juga dituntut untuk aset-aset kita harus diberdayakan. Lahan harus dimanfaatkan jangan dibiarkan begitu saja kita harus aktif kelola lahan kita dengan baik. Juga sektor pariwisata sebagai prime mover pembangunan, sektor peternakan, pertanian, kelautan yang harus kita kembangkan dengan lebih maksimal,” jelanya.

“Saya juga meminta kita semua untuk tetap bergandengan tangan.  Kami sangat mengharapkan disisa 2 tahun kepemimpinan kami ini bisa ada perubahan dan loncatan yang lebih baik untuk memajukan daerah dan masyarakat yang sejahtera. Bekerjalah dengan hati yang bergembira. Tantangan apapun harus dilalui dengan hati yang gembira,” tambah Beliau.

Pejabat yang dilantik diantaranya : 

1. Johanna E. Lisapally SH, M.Si

 Jabatan Lama : Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTT.. Jabatan Baru : Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT.

2.  Dr. Drs. Zet Sony Libing, M.Si.

Jabatan Lama : Kepala Badan dan Pendapatan Aset Daerah Provinsi NTT. Jabatan Baru  : Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

3. Ganef Wurgiyanto A.Pi

Jabatan Lama : Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT. Jabatan Baru : Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi NTT

4. Dr. Drs. Jelamu Ardu Marius, M.Si

Jabatan Lama : Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT. Jabatan Baru : Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan 

5. Alexon Lumba, SH, M.Hum

Jabatan Lama : Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT. Jabatan Baru : Kepala Badan Pendapatan dan Aset Provinsi NTT

6. Ambrosius Kodo, S.Sos

Jabatan Lama : Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT. Jabatan Baru : Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah

7. Dra. Fluori Rita Wuisan, MM

Jabatan lama : Kepala Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah Biro Pemerintahan Setda Provinssi NTT. Jabatan Baru : Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT (Bi5o AP/ML/IB)




Pengukuhan dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Provinsi NTT

Kupang,mwartapedia.com — Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, mengatakan setiap jabatan yang dimiliki harus ditandai dengan adanya kinerja untuk mampu menghasilkan kinerja yang bermanfaat bagi kemajuan daerah. 

Demikian dikatakannya saat memberikan sambutan dalam Pengukuhan dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Jumat (6/8/2021). 

“Memiliki suatu jabatan itu tidaklah mudah. Pemilihan terhadap suatu jabatan memang ditentukan pada performance appraisal dan personal appraisal. Maka dari itu kinerja kita harus ada output dan outcome yang berguna bagi provinsi ni. Harus ada manfaatnya bagi banyak orang,” kata Wakil Gubernur.

“Jabatan yang diemban itu bukan semata milik kita sendiri, itu adalah berkah dari sang pencipta bagi kita dengan memiliki tanggung jawab sesuai amanatnya. Hidup kita ini adalah milik pencipta dan kita hanya pada hak guna pakai. Maka harus menggunakan jabatan sesuai dengan pelayanan kinerja bagi orang lain dan daerah,” ujar Wakil Gubernur.

Ia mengatakan, sejauh ini sudah ada perubahan mindset dari para ASN bukan lagi melakukan garapan tetapi melakukan kerja. Oleh sebab itu saat ini dibutuhkan kiat-kiat, strategi, taktik dan dibutuhkan kerja sama yang luar biasa.

“Kalau kita memaknai perjalanan Saya dan Bapak Gubernur selama 3 tahun ini boleh saya katakan masih banyak kekurangan yang harus kita benahi, saat ini memang kita sudah bangkit namun belum memenuhi apa yang dinamakan dengan sejahtera,” tambahnya. 

“Kita juga dituntut untuk aset-aset kita harus diberdayakan. Lahan harus dimanfaatkan jangan dibiarkan begitu saja kita harus aktif kelola lahan kita dengan baik. Juga sektor pariwisata sebagai prime mover pembangunan, sektor peternakan, pertanian, kelautan yang harus kita kembangkan dengan lebih maksimal,” jelanya.

“Saya juga meminta kita semua untuk tetap bergandengan tangan.  Kami sangat mengharapkan disisa 2 tahun kepemimpinan kami ini bisa ada perubahan dan loncatan yang lebih baik untuk memajukan daerah dan masyarakat yang sejahtera. Bekerjalah dengan hati yang bergembira. Tantangan apapun harus dilalui dengan hati yang gembira,” tambah Beliau.

Pejabat yang dilantik diantaranya : 

1. Johanna E. Lisapally SH, M.Si

 Jabatan Lama : Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTT.. Jabatan Baru : Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT.

2.  Dr. Drs. Zet Sony Libing, M.Si.

Jabatan Lama : Kepala Badan dan Pendapatan Aset Daerah Provinsi NTT. Jabatan Baru  : Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

3. Ganef Wurgiyanto A.Pi

Jabatan Lama : Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT. Jabatan Baru : Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi NTT

4. Dr. Drs. Jelamu Ardu Marius, M.Si

Jabatan Lama : Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT. Jabatan Baru : Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan 

5. Alexon Lumba, SH, M.Hum

Jabatan Lama : Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT. Jabatan Baru : Kepala Badan Pendapatan dan Aset Provinsi NTT

6. Ambrosius Kodo, S.Sos

Jabatan Lama : Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT. Jabatan Baru : Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah

7. Dra. Fluori Rita Wuisan, MM

Jabatan lama : Kepala Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah Biro Pemerintahan Setda Provinssi NTT. Jabatan Baru : Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT (Bi5o AP/ML/IB)




Pengukuhan dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Provinsi NTT

Kupang,mwartapedia.com — Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, mengatakan setiap jabatan yang dimiliki harus ditandai dengan adanya kinerja untuk mampu menghasilkan kinerja yang bermanfaat bagi kemajuan daerah. 

Demikian dikatakannya saat memberikan sambutan dalam Pengukuhan dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Jumat (6/8/2021). 

“Memiliki suatu jabatan itu tidaklah mudah. Pemilihan terhadap suatu jabatan memang ditentukan pada performance appraisal dan personal appraisal. Maka dari itu kinerja kita harus ada output dan outcome yang berguna bagi provinsi ni. Harus ada manfaatnya bagi banyak orang,” kata Wakil Gubernur.

“Jabatan yang diemban itu bukan semata milik kita sendiri, itu adalah berkah dari sang pencipta bagi kita dengan memiliki tanggung jawab sesuai amanatnya. Hidup kita ini adalah milik pencipta dan kita hanya pada hak guna pakai. Maka harus menggunakan jabatan sesuai dengan pelayanan kinerja bagi orang lain dan daerah,” ujar Wakil Gubernur.

Ia mengatakan, sejauh ini sudah ada perubahan mindset dari para ASN bukan lagi melakukan garapan tetapi melakukan kerja. Oleh sebab itu saat ini dibutuhkan kiat-kiat, strategi, taktik dan dibutuhkan kerja sama yang luar biasa.

“Kalau kita memaknai perjalanan Saya dan Bapak Gubernur selama 3 tahun ini boleh saya katakan masih banyak kekurangan yang harus kita benahi, saat ini memang kita sudah bangkit namun belum memenuhi apa yang dinamakan dengan sejahtera,” tambahnya. 

“Kita juga dituntut untuk aset-aset kita harus diberdayakan. Lahan harus dimanfaatkan jangan dibiarkan begitu saja kita harus aktif kelola lahan kita dengan baik. Juga sektor pariwisata sebagai prime mover pembangunan, sektor peternakan, pertanian, kelautan yang harus kita kembangkan dengan lebih maksimal,” jelanya.

“Saya juga meminta kita semua untuk tetap bergandengan tangan.  Kami sangat mengharapkan disisa 2 tahun kepemimpinan kami ini bisa ada perubahan dan loncatan yang lebih baik untuk memajukan daerah dan masyarakat yang sejahtera. Bekerjalah dengan hati yang bergembira. Tantangan apapun harus dilalui dengan hati yang gembira,” tambah Beliau.

Pejabat yang dilantik diantaranya : 

1. Johanna E. Lisapally SH, M.Si

 Jabatan Lama : Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTT.. Jabatan Baru : Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT.

2.  Dr. Drs. Zet Sony Libing, M.Si.

Jabatan Lama : Kepala Badan dan Pendapatan Aset Daerah Provinsi NTT. Jabatan Baru  : Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

3. Ganef Wurgiyanto A.Pi

Jabatan Lama : Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT. Jabatan Baru : Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi NTT

4. Dr. Drs. Jelamu Ardu Marius, M.Si

Jabatan Lama : Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT. Jabatan Baru : Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan 

5. Alexon Lumba, SH, M.Hum

Jabatan Lama : Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT. Jabatan Baru : Kepala Badan Pendapatan dan Aset Provinsi NTT

6. Ambrosius Kodo, S.Sos

Jabatan Lama : Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT. Jabatan Baru : Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah

7. Dra. Fluori Rita Wuisan, MM

Jabatan lama : Kepala Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah Biro Pemerintahan Setda Provinssi NTT. Jabatan Baru : Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT (Bi5o AP/ML/IB)




Pengukuhan dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Provinsi NTT

Kupang,mwartapedia.com — Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, mengatakan setiap jabatan yang dimiliki harus ditandai dengan adanya kinerja untuk mampu menghasilkan kinerja yang bermanfaat bagi kemajuan daerah. 

Demikian dikatakannya saat memberikan sambutan dalam Pengukuhan dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Jumat (6/8/2021). 

“Memiliki suatu jabatan itu tidaklah mudah. Pemilihan terhadap suatu jabatan memang ditentukan pada performance appraisal dan personal appraisal. Maka dari itu kinerja kita harus ada output dan outcome yang berguna bagi provinsi ni. Harus ada manfaatnya bagi banyak orang,” kata Wakil Gubernur.

“Jabatan yang diemban itu bukan semata milik kita sendiri, itu adalah berkah dari sang pencipta bagi kita dengan memiliki tanggung jawab sesuai amanatnya. Hidup kita ini adalah milik pencipta dan kita hanya pada hak guna pakai. Maka harus menggunakan jabatan sesuai dengan pelayanan kinerja bagi orang lain dan daerah,” ujar Wakil Gubernur.

Ia mengatakan, sejauh ini sudah ada perubahan mindset dari para ASN bukan lagi melakukan garapan tetapi melakukan kerja. Oleh sebab itu saat ini dibutuhkan kiat-kiat, strategi, taktik dan dibutuhkan kerja sama yang luar biasa.

“Kalau kita memaknai perjalanan Saya dan Bapak Gubernur selama 3 tahun ini boleh saya katakan masih banyak kekurangan yang harus kita benahi, saat ini memang kita sudah bangkit namun belum memenuhi apa yang dinamakan dengan sejahtera,” tambahnya. 

“Kita juga dituntut untuk aset-aset kita harus diberdayakan. Lahan harus dimanfaatkan jangan dibiarkan begitu saja kita harus aktif kelola lahan kita dengan baik. Juga sektor pariwisata sebagai prime mover pembangunan, sektor peternakan, pertanian, kelautan yang harus kita kembangkan dengan lebih maksimal,” jelanya.

“Saya juga meminta kita semua untuk tetap bergandengan tangan.  Kami sangat mengharapkan disisa 2 tahun kepemimpinan kami ini bisa ada perubahan dan loncatan yang lebih baik untuk memajukan daerah dan masyarakat yang sejahtera. Bekerjalah dengan hati yang bergembira. Tantangan apapun harus dilalui dengan hati yang gembira,” tambah Beliau.

Pejabat yang dilantik diantaranya : 

1. Johanna E. Lisapally SH, M.Si

 Jabatan Lama : Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTT.. Jabatan Baru : Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT.

2.  Dr. Drs. Zet Sony Libing, M.Si.

Jabatan Lama : Kepala Badan dan Pendapatan Aset Daerah Provinsi NTT. Jabatan Baru  : Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT

3. Ganef Wurgiyanto A.Pi

Jabatan Lama : Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT. Jabatan Baru : Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi NTT

4. Dr. Drs. Jelamu Ardu Marius, M.Si

Jabatan Lama : Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT. Jabatan Baru : Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan 

5. Alexon Lumba, SH, M.Hum

Jabatan Lama : Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT. Jabatan Baru : Kepala Badan Pendapatan dan Aset Provinsi NTT

6. Ambrosius Kodo, S.Sos

Jabatan Lama : Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT. Jabatan Baru : Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah

7. Dra. Fluori Rita Wuisan, MM

Jabatan lama : Kepala Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah Biro Pemerintahan Setda Provinssi NTT. Jabatan Baru : Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT (Bi5o AP/ML/IB)




Gubernur NTT Harapkan DPD PHRI NTT Mampu Dukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kupang,mwartapedia.com — Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta agar Dewan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (DPD PHRI) NTT untuk turut mendukung dan berpartisipasi aktif bersama Pemprov dalam membantu pertumbuhan ekonomi NTT. 

Hal tersebut disampaikannya pada saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Daerah III DPD PHRI Provinsi NTT di Hotel T-More Kupang, Kamis (29/7).

“Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kita, terutama di sektor pariwisata maka PHRI harus punya langkah-langkah hebat dan sinergi bersama Pemerintah Daerah. Karena itu saya dorong terus untuk kerja sama kelembagaan. Cara kerja kita harus bersinergi dan tidak kerja individual,” ungkap Gubernur.

“Kita dorong pola kerja extraordinary dan juga semangat kerja out of the box, semangat kerja kelembagaan, percepatan digital, serta saling terbuka satu sama lain. Saya mau ke hasil komoditi kita harus dipasarkan di hotel-hotel kita dan juga restoran-restoran. PHRI harus bisa terus menggandeng UMKM kita,” tambahnya.

“Kita harus bangga komoditi kita dipakai orang lain yang berkunjung ke sini. Misalnya Kopi asal NTT harus ada di hotel-hotel dan restoran yang bahan makanannya datang dari masyarakat NTT. Karena itu kita semua harus menjadi market untuk produk-produk yang kita miliki,” jelas beliau.

Dalam sambutannya Gubernur juga meminta agar PHRI bisa mengambil peluang dalam mendukung pariwisata NTT. “PHRI harus bisa mendukung Pemerintah Provinsi NTT dalam pengembangan pariwisata. Pemerintah bangun infrasktruktur dan PHRI turut mendukung pada pengembangan akomodasinya. Misalnya bangun restoran di Timau Amfoang karena banyak pengunjung yang datang, juga restoran dibangun di Semau, serta di Mulut Seribu Rote Ndao dan lain-lain. Alam kita ini eksotiknya tinggi, maka manfaatkan dengan baik hal ini karena banyak pengunjungnya,” paparnya.

Ia juga meminta dukungan dari kerja sama bersama UMKM “Juga dukung pada UMKM kita. Sebagai suplai chain kita. Harus datang dari peternakan, pertanian, dan industri dari daerah kita. Harus mulai bertumbuh ke sana sehingga kita tidak tergantung dari luar,” tegasnya.

Gubernur juga meminta agar pengembangan hotel di kawasan yang eksotis dengan dibangunnya hotel dengan level hotel bintang 4 , 5 dan seterusnya karena banyak pengunjung yang datang ke tempat wisata di daerah tersebut.

Sementara itu, Ketua BPD PHRI NTT, Juvenile Jodjana, mengatakan kurang lebih saat ini ada 455 hotel dan restoran yang tersebar di seluruh NTT dan akan komitmen bersama untuk mendorong ekonomi NTT.

“Kami juga komit untuk segera mensinergikan  program bersama pemprov NTT khususnya bidang pariwisata sebagai prime mover Provinsi NTT. Kami juga pastikan PHRI untuk menggunakan produk-produk UMKM di NTT seperti kelor, gula, kopi, cabe, coklat, dan lainnya,” jelas Jovenile. (Biro AP/ML/IB).




Gubernur NTT Harapkan DPD PHRI NTT Mampu Dukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kupang,mwartapedia.com — Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta agar Dewan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (DPD PHRI) NTT untuk turut mendukung dan berpartisipasi aktif bersama Pemprov dalam membantu pertumbuhan ekonomi NTT. 

Hal tersebut disampaikannya pada saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Daerah III DPD PHRI Provinsi NTT di Hotel T-More Kupang, Kamis (29/7).

“Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kita, terutama di sektor pariwisata maka PHRI harus punya langkah-langkah hebat dan sinergi bersama Pemerintah Daerah. Karena itu saya dorong terus untuk kerja sama kelembagaan. Cara kerja kita harus bersinergi dan tidak kerja individual,” ungkap Gubernur.

“Kita dorong pola kerja extraordinary dan juga semangat kerja out of the box, semangat kerja kelembagaan, percepatan digital, serta saling terbuka satu sama lain. Saya mau ke hasil komoditi kita harus dipasarkan di hotel-hotel kita dan juga restoran-restoran. PHRI harus bisa terus menggandeng UMKM kita,” tambahnya.

“Kita harus bangga komoditi kita dipakai orang lain yang berkunjung ke sini. Misalnya Kopi asal NTT harus ada di hotel-hotel dan restoran yang bahan makanannya datang dari masyarakat NTT. Karena itu kita semua harus menjadi market untuk produk-produk yang kita miliki,” jelas beliau.

Dalam sambutannya Gubernur juga meminta agar PHRI bisa mengambil peluang dalam mendukung pariwisata NTT. “PHRI harus bisa mendukung Pemerintah Provinsi NTT dalam pengembangan pariwisata. Pemerintah bangun infrasktruktur dan PHRI turut mendukung pada pengembangan akomodasinya. Misalnya bangun restoran di Timau Amfoang karena banyak pengunjung yang datang, juga restoran dibangun di Semau, serta di Mulut Seribu Rote Ndao dan lain-lain. Alam kita ini eksotiknya tinggi, maka manfaatkan dengan baik hal ini karena banyak pengunjungnya,” paparnya.

Ia juga meminta dukungan dari kerja sama bersama UMKM “Juga dukung pada UMKM kita. Sebagai suplai chain kita. Harus datang dari peternakan, pertanian, dan industri dari daerah kita. Harus mulai bertumbuh ke sana sehingga kita tidak tergantung dari luar,” tegasnya.

Gubernur juga meminta agar pengembangan hotel di kawasan yang eksotis dengan dibangunnya hotel dengan level hotel bintang 4 , 5 dan seterusnya karena banyak pengunjung yang datang ke tempat wisata di daerah tersebut.

Sementara itu, Ketua BPD PHRI NTT, Juvenile Jodjana, mengatakan kurang lebih saat ini ada 455 hotel dan restoran yang tersebar di seluruh NTT dan akan komitmen bersama untuk mendorong ekonomi NTT.

“Kami juga komit untuk segera mensinergikan  program bersama pemprov NTT khususnya bidang pariwisata sebagai prime mover Provinsi NTT. Kami juga pastikan PHRI untuk menggunakan produk-produk UMKM di NTT seperti kelor, gula, kopi, cabe, coklat, dan lainnya,” jelas Jovenile. (Biro AP/ML/IB).