Dr Aqua Dwipayana: Di Tengah Pandemi, Tenaga Medis Harus Terus Tumbuhkan Jiwa Melayani Sepenuh Hati

 

Mataaram,mwartapedia.com —Dalam setiap kesempatan apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, setiap tenaga medis harus selalu menumbuhkan jiwa melayani dalam sanubari dan memberikan pelayanan sepenuh hati. Tenaga medis harus bangga dapat melayani, memberikan yang terbaik, dan melindungi masyarakat karena tidak semua profesi memiliki peran mulia tersebut. 

Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana menegaskan hal itu menjelang kegiatan Sharing Komunikasi dan Motivasi di hadapan para tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Kamis, 12 Agustus 2021 dengan tajuk “Kemuliaan Tenaga Medis dalam Pelayanan Ke Masyarakat”. 

Kegiatan tersebut menjadi rangkaian Sharing Komunikasi dan Motivasi selama dua hari, Rabu dan Kamis, 11 dan 12 Agustus 2021. 

Bahkan, penulis  buku super best seller Trilogi “The Power of Silaturahim” itu direncanakan memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi sebanyak empat sesi. Doktor Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) itu berbagi ilmu, wawasan, pengetahuan, dan pengalaman di empat institusi di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sesuai jadwal yang disampaikan, pada hari pertama, Rabu, 11 Agustus 2021 Dr Aqua akan memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi pada sesi awal mulai pukul 16.00 WITA sampai selesai dengan peserta seluruhnya dari BRI Cabang Mataram. 

Temanya adalah “Semangat Mengukir Prestasi dn Berkontribusi Aktif untuk Kemajuan Perusahaan”. Sengaja membahas topik itu agar selurug pegawai BRI Cabang Mataram tetap bersemangat menunjukkan kinerja terbaik selama pandemi Covid-19. 

Menurut Pemimpin BRI Cabang Mataram Bayu Adityo, meski pandemi Covid-19 seluruh pegawainya yang berjumlah 380 tetap semangat. Mereka bertugas di satu kantor Cabang, dua kantor Cabang Pembantu, 16 kantor Unit, dan 13 Teras BRI. 

Sekitar setahun bertugas di Mataram, Bayu bersama jajarannya telah meraih banyak prestasi. Di antaranya menjalin kerjasama dengan Polda NTB untuk penyaluran Tunjangan Kinerja 9.100 anggotanya se-NTB. 

Selain itu menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB untuk pengelolaan keuangannya. 

“Kami juga mendapat amanah pembuatan 7.000 kartu mahasiswa baru Universitas Mataram angkatan 2021. Dalam waktu dekat secara bertahap kartunya mulai diserahkan,” jelas Bayu. 

Inisiatif Bayu

Menurut laki-laki yang supel itu pihaknya juga menjalin kerjasama dengan Sampoerna Ritel Community (SRC) se-NTB. Khusus di Mataram sebanyak 300 SRC. Kemudian kemitraan pelayanan jasa keuangan di lingkungan Kementerian Agama NTB yang memiliki 1.500 pegawai. 

Di samping itu, jelas Bayu, kerjasama pelayanan jasa keuangan dengan beberapa rumah sakit swasta termasuk rumah sakit Islam. Juga rumah sakit Universitas Mataram. 

Bapak dua anak itu melanjutkan, di setiap wilayah BRI Unit yang dibawahinya telah dibentuk 20 cluster bisnis mikro. 

Pada Kamis besok, 12 Agustus 2021, Dr Aqua diagendakan Sharing Komunikasi dan Motivasi tiga sesi. Mulai dari pagi sampai sore. 

Diawali di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB. Bakal hadir Direkturnya Dr Herman Mahaputra dan para tenaga medis yang telah berjuang menyelamatkan nyawa banyak orang selama pandemi Covid-19. 

Setelah itu dilanjutkan Sharing Komunikasi dan Motivasi di Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Lembar Lombok. Temanya “Meningkatkan  Semangat Melayani Publik”. General Managernya Muhammad Yasin yang akan memimpin kegiatan itu. 

Sharing Komunikasi dan Komunikasi yang ketiga atau terakhir adalah di Direktorat Polisi Air Polda NTB. Komandannya  Kombes Pol Kobul Syahrin Ritonga yang mengundang Dr Aqua. 

Acara yang dilaksanakan gabungan luring dan daring itu bertemakan “Pengabdian di Tengah-Tengah Pandemi”. Kobul akan hadir untuk memimpin kegiatan tersebut. 

“Tiga kegiatan Sharing Komunikasi dan Motivasi yang awal dilaksanakan di Lombok, NTB ini diselenggarakan atas inisiatif Kepala BRI Cabang Mataram, NTB, Bapak Bayu Adityo. RSUD Provinsi NTB dan  ASDP Lembar Lombok termasuk nasabah prima BRI Cabang Mataram. Semua tema yang diberikan kepada saya Insya Allah sangat bermanfaat terutama dalam upaya untuk selalu produktif dan mengedepankan syukur meski kita masih dalam situasi pandemi,” ungkap Dr Aqua yang sudah mengumrahkan gratis lebih dari 150 orang dari berbagai kalangan dari hasil penjualan buku “super best seller” karyanya yang berjudul “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” tersebut. 

Menjadi Pemaaf

Menurut bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana tersebut pada masa krisis seperti saat ini, rasa bersyukur harus selalu dikedepankan. Hanya dengan bersikap demikian, maka kita tetap bisa menjalani hidup dengan penuh keikhlasan dan kebahagiaan. 

“Kebahagiaan hidup seseorang tergantung pada pola pikir dan pola sikap. “’Service mindset’ adalah kunci utama megambil hati setiap orang. Oleh karena setiap unsur sumber daya manusia dalam institusi apapun harus mampu melayani dengan hati. Setiap orang yang menjalankannya maka akan memiliki kepuasan tersendiri terhadap pekerjaan melebihi dari upah yang diterimanya,” kata Dr Aqua yang juga Staf Ahli Ketua Umum Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Bidamg Komunikasi Publik ini. 

Pria dengan jejaring pertemanan sangat luas itu juga mengajak semua karyawan dan pegawai berpikir di luar kebiasaan yang selama ini dilakukan alias “out of the box. “Hal ini bisa dilakukan dengan berpikir kritis, inovatif, berpandangan terbuka dan berorientasi pada solusi. Setiap kita sejatinya harus memiliki visi dan misi, ide kreatif, serta memberi inspirasi,” kata Dr Aqua menegaskan. 

Pria murah senyum dan rendah hati itu mengingatkan agar kita selalu menjadi jiwa yang pemaaf dalam kehidupan ini. “Karena sebaik apapun dirimu tetap akan ada yang membenci. Maka jangan berlelah diri membuktikan kebaikan pada manusia. Cukup Tuhan yang Maha Esa ridho atas setiap detik yang dilalui,” ujarnya mantan wartawan di banyak media besar ini kembali menegaskan. 

Anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat itu juga mengungkapkan bahwa memahami Ilmu Komunikasi sangat penting bagi siapa saja agar dapat mengkomunikasikan dan menginformasikan kepada masyarakat bidang apapun yang kita lakukan. 

“Kemampuan komunikasi  sangat penting dan merefleksikan peran pelayanan kita kepada publik, masyarakat, pelanggan, atau siapapun  yang menjadi subjek dari pekerjaan kita dengan optimal dan standar, tanpa ada perbedaaan atau diskriminasi,” ucap pria yang hobi silaturahim ini. 

Seusai acara di Direktorat Polisi Air Polda NTB Dr Aqua melanjutkan aktivitasnya di Bali. Rencananya penulis banyak buku “best seller” ini dari Lombok naik kapal cepat ke Bali. 

Pada Jumat, 13 Agustus 2021 ada dua agenda Sharing Komunikasi dan Motivasi di Pulau Dewata. Paginya di Direktorat Polisi Air Polda Bali. Komandannya Kombes Pol Toni Ariadi yang mengundangnya Dr Aqua. 

Sedangkan sorenya Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Buleleng, Singaraja, Bali Prof Dr I Nyoman Jampel mengundang Dr Aqua untuk memberikan pembekalan Revolusi Mental kepada ribuan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri tersebut. Acaranya daring. 

Tahun lalu dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi mahasiswa baru Undhiksa tepatnya pada Jumat, 11 September 2020, Dr Aqua juga Sharing Komunikasi dan Motivasi secara daring. Meski acaranya mendadak namun sangat bermanfaat untuk seluruh mahasiswa. 

Untuk semua acara Sharing Komunikasi dan Motivasi yang dilakukan secara luring, pelaksanaannya dengan protokol kesehatan yang ketat. Itu dilakukan sebagai antisipasi agar tidak terkena Covid-19. (ML/IB).




Dr Aqua Dwipayana: Di Tengah Pandemi, Tenaga Medis Harus Terus Tumbuhkan Jiwa Melayani Sepenuh Hati

 

Mataaram,mwartapedia.com —Dalam setiap kesempatan apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, setiap tenaga medis harus selalu menumbuhkan jiwa melayani dalam sanubari dan memberikan pelayanan sepenuh hati. Tenaga medis harus bangga dapat melayani, memberikan yang terbaik, dan melindungi masyarakat karena tidak semua profesi memiliki peran mulia tersebut. 

Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana menegaskan hal itu menjelang kegiatan Sharing Komunikasi dan Motivasi di hadapan para tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Kamis, 12 Agustus 2021 dengan tajuk “Kemuliaan Tenaga Medis dalam Pelayanan Ke Masyarakat”. 

Kegiatan tersebut menjadi rangkaian Sharing Komunikasi dan Motivasi selama dua hari, Rabu dan Kamis, 11 dan 12 Agustus 2021. 

Bahkan, penulis  buku super best seller Trilogi “The Power of Silaturahim” itu direncanakan memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi sebanyak empat sesi. Doktor Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) itu berbagi ilmu, wawasan, pengetahuan, dan pengalaman di empat institusi di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sesuai jadwal yang disampaikan, pada hari pertama, Rabu, 11 Agustus 2021 Dr Aqua akan memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi pada sesi awal mulai pukul 16.00 WITA sampai selesai dengan peserta seluruhnya dari BRI Cabang Mataram. 

Temanya adalah “Semangat Mengukir Prestasi dn Berkontribusi Aktif untuk Kemajuan Perusahaan”. Sengaja membahas topik itu agar selurug pegawai BRI Cabang Mataram tetap bersemangat menunjukkan kinerja terbaik selama pandemi Covid-19. 

Menurut Pemimpin BRI Cabang Mataram Bayu Adityo, meski pandemi Covid-19 seluruh pegawainya yang berjumlah 380 tetap semangat. Mereka bertugas di satu kantor Cabang, dua kantor Cabang Pembantu, 16 kantor Unit, dan 13 Teras BRI. 

Sekitar setahun bertugas di Mataram, Bayu bersama jajarannya telah meraih banyak prestasi. Di antaranya menjalin kerjasama dengan Polda NTB untuk penyaluran Tunjangan Kinerja 9.100 anggotanya se-NTB. 

Selain itu menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB untuk pengelolaan keuangannya. 

“Kami juga mendapat amanah pembuatan 7.000 kartu mahasiswa baru Universitas Mataram angkatan 2021. Dalam waktu dekat secara bertahap kartunya mulai diserahkan,” jelas Bayu. 

Inisiatif Bayu

Menurut laki-laki yang supel itu pihaknya juga menjalin kerjasama dengan Sampoerna Ritel Community (SRC) se-NTB. Khusus di Mataram sebanyak 300 SRC. Kemudian kemitraan pelayanan jasa keuangan di lingkungan Kementerian Agama NTB yang memiliki 1.500 pegawai. 

Di samping itu, jelas Bayu, kerjasama pelayanan jasa keuangan dengan beberapa rumah sakit swasta termasuk rumah sakit Islam. Juga rumah sakit Universitas Mataram. 

Bapak dua anak itu melanjutkan, di setiap wilayah BRI Unit yang dibawahinya telah dibentuk 20 cluster bisnis mikro. 

Pada Kamis besok, 12 Agustus 2021, Dr Aqua diagendakan Sharing Komunikasi dan Motivasi tiga sesi. Mulai dari pagi sampai sore. 

Diawali di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB. Bakal hadir Direkturnya Dr Herman Mahaputra dan para tenaga medis yang telah berjuang menyelamatkan nyawa banyak orang selama pandemi Covid-19. 

Setelah itu dilanjutkan Sharing Komunikasi dan Motivasi di Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Lembar Lombok. Temanya “Meningkatkan  Semangat Melayani Publik”. General Managernya Muhammad Yasin yang akan memimpin kegiatan itu. 

Sharing Komunikasi dan Komunikasi yang ketiga atau terakhir adalah di Direktorat Polisi Air Polda NTB. Komandannya  Kombes Pol Kobul Syahrin Ritonga yang mengundang Dr Aqua. 

Acara yang dilaksanakan gabungan luring dan daring itu bertemakan “Pengabdian di Tengah-Tengah Pandemi”. Kobul akan hadir untuk memimpin kegiatan tersebut. 

“Tiga kegiatan Sharing Komunikasi dan Motivasi yang awal dilaksanakan di Lombok, NTB ini diselenggarakan atas inisiatif Kepala BRI Cabang Mataram, NTB, Bapak Bayu Adityo. RSUD Provinsi NTB dan  ASDP Lembar Lombok termasuk nasabah prima BRI Cabang Mataram. Semua tema yang diberikan kepada saya Insya Allah sangat bermanfaat terutama dalam upaya untuk selalu produktif dan mengedepankan syukur meski kita masih dalam situasi pandemi,” ungkap Dr Aqua yang sudah mengumrahkan gratis lebih dari 150 orang dari berbagai kalangan dari hasil penjualan buku “super best seller” karyanya yang berjudul “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” tersebut. 

Menjadi Pemaaf

Menurut bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana tersebut pada masa krisis seperti saat ini, rasa bersyukur harus selalu dikedepankan. Hanya dengan bersikap demikian, maka kita tetap bisa menjalani hidup dengan penuh keikhlasan dan kebahagiaan. 

“Kebahagiaan hidup seseorang tergantung pada pola pikir dan pola sikap. “’Service mindset’ adalah kunci utama megambil hati setiap orang. Oleh karena setiap unsur sumber daya manusia dalam institusi apapun harus mampu melayani dengan hati. Setiap orang yang menjalankannya maka akan memiliki kepuasan tersendiri terhadap pekerjaan melebihi dari upah yang diterimanya,” kata Dr Aqua yang juga Staf Ahli Ketua Umum Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Bidamg Komunikasi Publik ini. 

Pria dengan jejaring pertemanan sangat luas itu juga mengajak semua karyawan dan pegawai berpikir di luar kebiasaan yang selama ini dilakukan alias “out of the box. “Hal ini bisa dilakukan dengan berpikir kritis, inovatif, berpandangan terbuka dan berorientasi pada solusi. Setiap kita sejatinya harus memiliki visi dan misi, ide kreatif, serta memberi inspirasi,” kata Dr Aqua menegaskan. 

Pria murah senyum dan rendah hati itu mengingatkan agar kita selalu menjadi jiwa yang pemaaf dalam kehidupan ini. “Karena sebaik apapun dirimu tetap akan ada yang membenci. Maka jangan berlelah diri membuktikan kebaikan pada manusia. Cukup Tuhan yang Maha Esa ridho atas setiap detik yang dilalui,” ujarnya mantan wartawan di banyak media besar ini kembali menegaskan. 

Anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat itu juga mengungkapkan bahwa memahami Ilmu Komunikasi sangat penting bagi siapa saja agar dapat mengkomunikasikan dan menginformasikan kepada masyarakat bidang apapun yang kita lakukan. 

“Kemampuan komunikasi  sangat penting dan merefleksikan peran pelayanan kita kepada publik, masyarakat, pelanggan, atau siapapun  yang menjadi subjek dari pekerjaan kita dengan optimal dan standar, tanpa ada perbedaaan atau diskriminasi,” ucap pria yang hobi silaturahim ini. 

Seusai acara di Direktorat Polisi Air Polda NTB Dr Aqua melanjutkan aktivitasnya di Bali. Rencananya penulis banyak buku “best seller” ini dari Lombok naik kapal cepat ke Bali. 

Pada Jumat, 13 Agustus 2021 ada dua agenda Sharing Komunikasi dan Motivasi di Pulau Dewata. Paginya di Direktorat Polisi Air Polda Bali. Komandannya Kombes Pol Toni Ariadi yang mengundangnya Dr Aqua. 

Sedangkan sorenya Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Buleleng, Singaraja, Bali Prof Dr I Nyoman Jampel mengundang Dr Aqua untuk memberikan pembekalan Revolusi Mental kepada ribuan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri tersebut. Acaranya daring. 

Tahun lalu dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi mahasiswa baru Undhiksa tepatnya pada Jumat, 11 September 2020, Dr Aqua juga Sharing Komunikasi dan Motivasi secara daring. Meski acaranya mendadak namun sangat bermanfaat untuk seluruh mahasiswa. 

Untuk semua acara Sharing Komunikasi dan Motivasi yang dilakukan secara luring, pelaksanaannya dengan protokol kesehatan yang ketat. Itu dilakukan sebagai antisipasi agar tidak terkena Covid-19. (ML/IB).




Kapolres Batang Pimpin Pelantikan dan Sertijab Kabaglog dan Kasatsamapta

Batang, mwartapedia.com — AKP Suhadi dan IPTU Slamet Setyadi mengucapkan sumpah jabatan saat upacara pelantikan dan serah terima jabatan pejabat Polres Batang di Mapolres setempat, Senin (9/8/2021). 

Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka melantik pejabat Polres yaitu Kabag Logistik dan Kasat Samapta.

Kabaglog dijabat oleh AKP Suhadi, sedangkan Kasatsamapta dijabat oleh IPTU  Slamet Setyadi menggantikan pejabat lama AKP Farid Amirullah menjadi Kapolsek Kesesi Polres Pekalongan.

“Alih tugas ini dalam rangka penyegaran dan peningkatan kinerja di lingkungan Polda Jateng khususnya Polres Batang,” jelas Kapolres Batang, AKBP Edwin Louis Sengka.

AKBP Edwin Louis Sengka menyampaikan rasa simpati dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pejabat lama bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik, serta mengucapkan selamat untuk pejabat yang baru.

“Atas nama pribadi dan kesatuan Polres Batang mengucapkan terima kasih buat pejabat yang lama, dan selamat kepada pejabat yang baru,” ucap Kapolres.

Kapolres menambahkan, kepercayaan pimpinan untuk menduduki jabatan jangan di sia siakan namun hendaknya di tindak lanjuti dan di tunjukan dengan kerja keras penuh semangat.

“Saya berharap pada pejabat baru bisa melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, segera menyesuaikan situasi dan kondisi saat ini,” pungkasnya.(ML/IB).




Kapolres Batang Pimpin Pelantikan dan Sertijab Kabaglog dan Kasatsamapta

Batang, mwartapedia.com — AKP Suhadi dan IPTU Slamet Setyadi mengucapkan sumpah jabatan saat upacara pelantikan dan serah terima jabatan pejabat Polres Batang di Mapolres setempat, Senin (9/8/2021). 

Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka melantik pejabat Polres yaitu Kabag Logistik dan Kasat Samapta.

Kabaglog dijabat oleh AKP Suhadi, sedangkan Kasatsamapta dijabat oleh IPTU  Slamet Setyadi menggantikan pejabat lama AKP Farid Amirullah menjadi Kapolsek Kesesi Polres Pekalongan.

“Alih tugas ini dalam rangka penyegaran dan peningkatan kinerja di lingkungan Polda Jateng khususnya Polres Batang,” jelas Kapolres Batang, AKBP Edwin Louis Sengka.

AKBP Edwin Louis Sengka menyampaikan rasa simpati dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pejabat lama bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik, serta mengucapkan selamat untuk pejabat yang baru.

“Atas nama pribadi dan kesatuan Polres Batang mengucapkan terima kasih buat pejabat yang lama, dan selamat kepada pejabat yang baru,” ucap Kapolres.

Kapolres menambahkan, kepercayaan pimpinan untuk menduduki jabatan jangan di sia siakan namun hendaknya di tindak lanjuti dan di tunjukan dengan kerja keras penuh semangat.

“Saya berharap pada pejabat baru bisa melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, segera menyesuaikan situasi dan kondisi saat ini,” pungkasnya.(ML/IB).




Kapolres Batang Pimpin Pelantikan dan Sertijab Kabaglog dan Kasatsamapta

Batang, mwartapedia.com — AKP Suhadi dan IPTU Slamet Setyadi mengucapkan sumpah jabatan saat upacara pelantikan dan serah terima jabatan pejabat Polres Batang di Mapolres setempat, Senin (9/8/2021). 

Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka melantik pejabat Polres yaitu Kabag Logistik dan Kasat Samapta.

Kabaglog dijabat oleh AKP Suhadi, sedangkan Kasatsamapta dijabat oleh IPTU  Slamet Setyadi menggantikan pejabat lama AKP Farid Amirullah menjadi Kapolsek Kesesi Polres Pekalongan.

“Alih tugas ini dalam rangka penyegaran dan peningkatan kinerja di lingkungan Polda Jateng khususnya Polres Batang,” jelas Kapolres Batang, AKBP Edwin Louis Sengka.

AKBP Edwin Louis Sengka menyampaikan rasa simpati dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pejabat lama bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik, serta mengucapkan selamat untuk pejabat yang baru.

“Atas nama pribadi dan kesatuan Polres Batang mengucapkan terima kasih buat pejabat yang lama, dan selamat kepada pejabat yang baru,” ucap Kapolres.

Kapolres menambahkan, kepercayaan pimpinan untuk menduduki jabatan jangan di sia siakan namun hendaknya di tindak lanjuti dan di tunjukan dengan kerja keras penuh semangat.

“Saya berharap pada pejabat baru bisa melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, segera menyesuaikan situasi dan kondisi saat ini,” pungkasnya.(ML/IB).




Kapolres Batang Pimpin Pelantikan dan Sertijab Kabaglog dan Kasatsamapta

Batang, mwartapedia.com — AKP Suhadi dan IPTU Slamet Setyadi mengucapkan sumpah jabatan saat upacara pelantikan dan serah terima jabatan pejabat Polres Batang di Mapolres setempat, Senin (9/8/2021). 

Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka melantik pejabat Polres yaitu Kabag Logistik dan Kasat Samapta.

Kabaglog dijabat oleh AKP Suhadi, sedangkan Kasatsamapta dijabat oleh IPTU  Slamet Setyadi menggantikan pejabat lama AKP Farid Amirullah menjadi Kapolsek Kesesi Polres Pekalongan.

“Alih tugas ini dalam rangka penyegaran dan peningkatan kinerja di lingkungan Polda Jateng khususnya Polres Batang,” jelas Kapolres Batang, AKBP Edwin Louis Sengka.

AKBP Edwin Louis Sengka menyampaikan rasa simpati dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pejabat lama bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik, serta mengucapkan selamat untuk pejabat yang baru.

“Atas nama pribadi dan kesatuan Polres Batang mengucapkan terima kasih buat pejabat yang lama, dan selamat kepada pejabat yang baru,” ucap Kapolres.

Kapolres menambahkan, kepercayaan pimpinan untuk menduduki jabatan jangan di sia siakan namun hendaknya di tindak lanjuti dan di tunjukan dengan kerja keras penuh semangat.

“Saya berharap pada pejabat baru bisa melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, segera menyesuaikan situasi dan kondisi saat ini,” pungkasnya.(ML/IB).




Dinas PMD Provinsi NTT Lakukan Penandatanganan PKS dengan Yayasan Bambu Lestari

Kupang,mwartapedia.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan kerjasama dengan Yayasan Bambu Lestari  (YBL) tentang Desa Wanatani Bambu di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka.

Penandatanganan Kesepahaman Bersama (MOU) antara Gubernur Nusa Tenggara Timur dengan Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur Yayasan Bambu Lestari dilakukan terpisah dengan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara pihak YBL dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTTselaku Instansi Pelaksana. 

Penandatanganan PKS antara Viktorius Manek, S.Sos, M, Si selaku Kepala Dinas PMD Provinsi NTT dengan Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur YBL dilaksanakan pada hari Jumad, 06/08/2021 bertempat di Aula Dinas PMD Provinsi NTT dan disaksikan secara langsung oleh kedua belah pihak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, Viktorius Manek, S.Sos, M,Si yang ditemui usai penandatanganan PKS ini mengatakan bahwa Tujuan dari penandatanganan PKS ini untuk menjalin kerjasama strategis dan sinergis untuk pengembangan Desa Wanatani Bambu dalam rangka menuju ekonomi hijau atau green economic melalui pemberdayaan perempuan pelopor yang ada di 7 Kabupaten. Selain itu juga Viktor menambahkan bahwa dengan adanya aktivitas ini sebagai bentuk penguatan kelembagaan, terutama pada BUMDES yang menjadi salah satu misi pelayanan dari Dinas ini, serta upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya perempuan yang ada di lokasi sasaran pengembangan desa Wanatani Bambu.

Dirinya menambahkan, Kewajiban Dinas PMD adalah ketika kaum perempuan dengan bimbingan dari pihak YBL menyiapkan bibit bambu, maka kami akan membeli dengan harga Rp. 2.500 per bibit, dan bibit yang dihasilkan juga adalah yang kelas primer, dan pembayaran akan dilakukan setelah ada Berita Acara Pemeriksaan yang ditandatangani oleh Ketua Kelompok Perempuan Pelopor Desa Bambu, dan diketahui oleh ketua fasilitator Desa dan Kabupaten,” urai Viktor.

Viktor juga menambahkan bahwa masa pembibitan sampai ke persiapan panen berkisar sekitar 7 tahun, dan itu menurut Viktor masih menjadi tanggung jawab dari Dinas PMD. Sedangkan untuk penanaman anakan akan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Masih menurut Viktor, dengan adanya aktivitas ini, maka akan memiliki dampak baik bagi kelestarian lingkungan, karena saat ini masih banyak lahan kritis yang ada di Nusa Tenggara Timur.

“Jadi bukan saja dampak ekonomi yang akan dirasakan, tetapi juga kita bisa berkontribusi bagi kelestarian lingkungan, khususnya di Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur Yayasan Bambu Lestari mengatakan bahwa dirinya memilih NTT karena banyak jenis bambu berkualitas baik yang dimiliki NTT saat ini, antara lain jenis Betung dan Pering di Pulau Flores, dan juga jenis Salako atau sering disebut Timor Black yang ada di Pulau Timor.

Menurut Arif jenis bambu yang ada di NTT ini sangat baik untuk masa depan NTT.

Senada dengan Kepala Dinas, Arif mengatakan bahwa proses rehabilitasi lahan kritis di NTT masih belum maksimal, sehingga salah satu solusinya ialah dengan menanam bambu, dan budaya ini bisa menjadi model atau contoh bagi Provinsi lain di Indonesia.

(Dinas PMD Prov NTT/ML/IB).




Dinas PMD Provinsi NTT Lakukan Penandatanganan PKS dengan Yayasan Bambu Lestari

Kupang,mwartapedia.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan kerjasama dengan Yayasan Bambu Lestari  (YBL) tentang Desa Wanatani Bambu di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka.

Penandatanganan Kesepahaman Bersama (MOU) antara Gubernur Nusa Tenggara Timur dengan Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur Yayasan Bambu Lestari dilakukan terpisah dengan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara pihak YBL dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTTselaku Instansi Pelaksana. 

Penandatanganan PKS antara Viktorius Manek, S.Sos, M, Si selaku Kepala Dinas PMD Provinsi NTT dengan Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur YBL dilaksanakan pada hari Jumad, 06/08/2021 bertempat di Aula Dinas PMD Provinsi NTT dan disaksikan secara langsung oleh kedua belah pihak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, Viktorius Manek, S.Sos, M,Si yang ditemui usai penandatanganan PKS ini mengatakan bahwa Tujuan dari penandatanganan PKS ini untuk menjalin kerjasama strategis dan sinergis untuk pengembangan Desa Wanatani Bambu dalam rangka menuju ekonomi hijau atau green economic melalui pemberdayaan perempuan pelopor yang ada di 7 Kabupaten. Selain itu juga Viktor menambahkan bahwa dengan adanya aktivitas ini sebagai bentuk penguatan kelembagaan, terutama pada BUMDES yang menjadi salah satu misi pelayanan dari Dinas ini, serta upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya perempuan yang ada di lokasi sasaran pengembangan desa Wanatani Bambu.

Dirinya menambahkan, Kewajiban Dinas PMD adalah ketika kaum perempuan dengan bimbingan dari pihak YBL menyiapkan bibit bambu, maka kami akan membeli dengan harga Rp. 2.500 per bibit, dan bibit yang dihasilkan juga adalah yang kelas primer, dan pembayaran akan dilakukan setelah ada Berita Acara Pemeriksaan yang ditandatangani oleh Ketua Kelompok Perempuan Pelopor Desa Bambu, dan diketahui oleh ketua fasilitator Desa dan Kabupaten,” urai Viktor.

Viktor juga menambahkan bahwa masa pembibitan sampai ke persiapan panen berkisar sekitar 7 tahun, dan itu menurut Viktor masih menjadi tanggung jawab dari Dinas PMD. Sedangkan untuk penanaman anakan akan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Masih menurut Viktor, dengan adanya aktivitas ini, maka akan memiliki dampak baik bagi kelestarian lingkungan, karena saat ini masih banyak lahan kritis yang ada di Nusa Tenggara Timur.

“Jadi bukan saja dampak ekonomi yang akan dirasakan, tetapi juga kita bisa berkontribusi bagi kelestarian lingkungan, khususnya di Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur Yayasan Bambu Lestari mengatakan bahwa dirinya memilih NTT karena banyak jenis bambu berkualitas baik yang dimiliki NTT saat ini, antara lain jenis Betung dan Pering di Pulau Flores, dan juga jenis Salako atau sering disebut Timor Black yang ada di Pulau Timor.

Menurut Arif jenis bambu yang ada di NTT ini sangat baik untuk masa depan NTT.

Senada dengan Kepala Dinas, Arif mengatakan bahwa proses rehabilitasi lahan kritis di NTT masih belum maksimal, sehingga salah satu solusinya ialah dengan menanam bambu, dan budaya ini bisa menjadi model atau contoh bagi Provinsi lain di Indonesia.

(Dinas PMD Prov NTT/ML/IB).




Dinas PMD Provinsi NTT Lakukan Penandatanganan PKS dengan Yayasan Bambu Lestari

Kupang,mwartapedia.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan kerjasama dengan Yayasan Bambu Lestari  (YBL) tentang Desa Wanatani Bambu di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka.

Penandatanganan Kesepahaman Bersama (MOU) antara Gubernur Nusa Tenggara Timur dengan Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur Yayasan Bambu Lestari dilakukan terpisah dengan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara pihak YBL dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTTselaku Instansi Pelaksana. 

Penandatanganan PKS antara Viktorius Manek, S.Sos, M, Si selaku Kepala Dinas PMD Provinsi NTT dengan Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur YBL dilaksanakan pada hari Jumad, 06/08/2021 bertempat di Aula Dinas PMD Provinsi NTT dan disaksikan secara langsung oleh kedua belah pihak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, Viktorius Manek, S.Sos, M,Si yang ditemui usai penandatanganan PKS ini mengatakan bahwa Tujuan dari penandatanganan PKS ini untuk menjalin kerjasama strategis dan sinergis untuk pengembangan Desa Wanatani Bambu dalam rangka menuju ekonomi hijau atau green economic melalui pemberdayaan perempuan pelopor yang ada di 7 Kabupaten. Selain itu juga Viktor menambahkan bahwa dengan adanya aktivitas ini sebagai bentuk penguatan kelembagaan, terutama pada BUMDES yang menjadi salah satu misi pelayanan dari Dinas ini, serta upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya perempuan yang ada di lokasi sasaran pengembangan desa Wanatani Bambu.

Dirinya menambahkan, Kewajiban Dinas PMD adalah ketika kaum perempuan dengan bimbingan dari pihak YBL menyiapkan bibit bambu, maka kami akan membeli dengan harga Rp. 2.500 per bibit, dan bibit yang dihasilkan juga adalah yang kelas primer, dan pembayaran akan dilakukan setelah ada Berita Acara Pemeriksaan yang ditandatangani oleh Ketua Kelompok Perempuan Pelopor Desa Bambu, dan diketahui oleh ketua fasilitator Desa dan Kabupaten,” urai Viktor.

Viktor juga menambahkan bahwa masa pembibitan sampai ke persiapan panen berkisar sekitar 7 tahun, dan itu menurut Viktor masih menjadi tanggung jawab dari Dinas PMD. Sedangkan untuk penanaman anakan akan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Masih menurut Viktor, dengan adanya aktivitas ini, maka akan memiliki dampak baik bagi kelestarian lingkungan, karena saat ini masih banyak lahan kritis yang ada di Nusa Tenggara Timur.

“Jadi bukan saja dampak ekonomi yang akan dirasakan, tetapi juga kita bisa berkontribusi bagi kelestarian lingkungan, khususnya di Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur Yayasan Bambu Lestari mengatakan bahwa dirinya memilih NTT karena banyak jenis bambu berkualitas baik yang dimiliki NTT saat ini, antara lain jenis Betung dan Pering di Pulau Flores, dan juga jenis Salako atau sering disebut Timor Black yang ada di Pulau Timor.

Menurut Arif jenis bambu yang ada di NTT ini sangat baik untuk masa depan NTT.

Senada dengan Kepala Dinas, Arif mengatakan bahwa proses rehabilitasi lahan kritis di NTT masih belum maksimal, sehingga salah satu solusinya ialah dengan menanam bambu, dan budaya ini bisa menjadi model atau contoh bagi Provinsi lain di Indonesia.

(Dinas PMD Prov NTT/ML/IB).




Dinas PMD Provinsi NTT Lakukan Penandatanganan PKS dengan Yayasan Bambu Lestari

Kupang,mwartapedia.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan kerjasama dengan Yayasan Bambu Lestari  (YBL) tentang Desa Wanatani Bambu di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka.

Penandatanganan Kesepahaman Bersama (MOU) antara Gubernur Nusa Tenggara Timur dengan Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur Yayasan Bambu Lestari dilakukan terpisah dengan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara pihak YBL dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTTselaku Instansi Pelaksana. 

Penandatanganan PKS antara Viktorius Manek, S.Sos, M, Si selaku Kepala Dinas PMD Provinsi NTT dengan Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur YBL dilaksanakan pada hari Jumad, 06/08/2021 bertempat di Aula Dinas PMD Provinsi NTT dan disaksikan secara langsung oleh kedua belah pihak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, Viktorius Manek, S.Sos, M,Si yang ditemui usai penandatanganan PKS ini mengatakan bahwa Tujuan dari penandatanganan PKS ini untuk menjalin kerjasama strategis dan sinergis untuk pengembangan Desa Wanatani Bambu dalam rangka menuju ekonomi hijau atau green economic melalui pemberdayaan perempuan pelopor yang ada di 7 Kabupaten. Selain itu juga Viktor menambahkan bahwa dengan adanya aktivitas ini sebagai bentuk penguatan kelembagaan, terutama pada BUMDES yang menjadi salah satu misi pelayanan dari Dinas ini, serta upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya perempuan yang ada di lokasi sasaran pengembangan desa Wanatani Bambu.

Dirinya menambahkan, Kewajiban Dinas PMD adalah ketika kaum perempuan dengan bimbingan dari pihak YBL menyiapkan bibit bambu, maka kami akan membeli dengan harga Rp. 2.500 per bibit, dan bibit yang dihasilkan juga adalah yang kelas primer, dan pembayaran akan dilakukan setelah ada Berita Acara Pemeriksaan yang ditandatangani oleh Ketua Kelompok Perempuan Pelopor Desa Bambu, dan diketahui oleh ketua fasilitator Desa dan Kabupaten,” urai Viktor.

Viktor juga menambahkan bahwa masa pembibitan sampai ke persiapan panen berkisar sekitar 7 tahun, dan itu menurut Viktor masih menjadi tanggung jawab dari Dinas PMD. Sedangkan untuk penanaman anakan akan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Masih menurut Viktor, dengan adanya aktivitas ini, maka akan memiliki dampak baik bagi kelestarian lingkungan, karena saat ini masih banyak lahan kritis yang ada di Nusa Tenggara Timur.

“Jadi bukan saja dampak ekonomi yang akan dirasakan, tetapi juga kita bisa berkontribusi bagi kelestarian lingkungan, khususnya di Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Arif Amir Rabik selaku Presiden Direktur Yayasan Bambu Lestari mengatakan bahwa dirinya memilih NTT karena banyak jenis bambu berkualitas baik yang dimiliki NTT saat ini, antara lain jenis Betung dan Pering di Pulau Flores, dan juga jenis Salako atau sering disebut Timor Black yang ada di Pulau Timor.

Menurut Arif jenis bambu yang ada di NTT ini sangat baik untuk masa depan NTT.

Senada dengan Kepala Dinas, Arif mengatakan bahwa proses rehabilitasi lahan kritis di NTT masih belum maksimal, sehingga salah satu solusinya ialah dengan menanam bambu, dan budaya ini bisa menjadi model atau contoh bagi Provinsi lain di Indonesia.

(Dinas PMD Prov NTT/ML/IB).