Keikhlasan Memperlancar Sharing Komunikasi dan Motivasi Sebanyak Enam Sesi dengan Ribuan Peserta

 

Oleh: Aqua Dwipayana sebagai Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional.

Bogor,mwartapedia.com — Dalam minggu ini selama tiga hari berturut-turut, Rabu sampai Jumat, 11-13 Agustus 2021, saya melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi sebanyak enam sesi. Total pesertanya ribuan orang._ 

Empat sesi di Kota Mataram dan Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, dua sesi di Bali yang satu diantaranya daring. Seluruh kegiatan itu dilaksanakan marathon. Bahkan pada Kamis, 12 Agustus 2021 sebanyak tiga sesi dari pagi sampai sore. 

Begitu selesai sesi terakhir saya tidak langsung istirahat. Dari Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, naik Kapal Muryati ke Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali. Perjalanannya sekitar empat jam. 

Sharing Komunikasi dan Motivasinya diawali di Hotel Astoria Mataram dengan peserta para karyawan BRI Cabang Mataram yang dipimpin Bayu Adityo. Pelaksanaannya Rabu sore, 11 Agustus 2021. 

Besoknya pada Kamis pagi kegiatan serupa di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Setelah itu ASDP Cabang Lembar-Lombok. Terakhir di Direktorat Polair Polda NTB. 

Selesai acara langsung naik kapal laut ke Bali. Jumat pagi Sharing Komunikasi dan Motivasi di Direktorat Polair Polda Bali. 

Pertolongan TUHAN

Setelah itu naik pesawat Citilink menuju Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Begitu mendarat langsung ke Bogor. 

Tidak sempat istirahat, melanjutkan Sharing Komunikasi dan Motivasi via daring dengan 3.683 mahasiswa baru Universitas Pendidikan Ganseha (Undiksha) Singaraja, Bali yang mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). 

Alhamdulillah semua kegiatan itu lancar. Di setiap sesi pesertanya antusias sekali. Waktu untuk Sharing Komunikasi dan Motivasi terasa kurang. 

Banyak yang bertanya resep dan rahasia sehingga bisa melaksanakan enam sesi Sharing Komunikasi dan Motivasi itu secara marathon dengan lancar dan sukses. Apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19. 

Dengan rendah hati saya sampaikan kunci suksesnya karena pertolongan penuh dari TUHAN. Ditambah lagi keikhlasan saya setiap melaksanakan aktivitas. Meniatkan sepenuhnya ibadah, karena TUHAN. 

Jadi melaksanakan semua kegiatan termasuk Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan riang gembira dan tanpa beban. Seluruh aktivitasnya mengalir seperti air. 

Selain itu selalu pasrah pada keadaan. Contohnya saat pesawat dari Lombok ke Bali terbatas dan terkadang dalam sehari tidak terbang. Begitu juga kapal cepat tidak setiap hari beroperasi. Satu-satunya transportasi yang rutin setiap jam hanya kapal dari Pelabuhan Lembar. 

Mudah dan Lancar

Akhirnya tanpa ragu-ragu saya putuskan naik kapal laut. Sekaligus menambah pengalaman karena sebelumnya saya belum pernah naik kapal laut pada rute itu. Lagi pula pelayarannya tidak lama, hanya empat jam. 

Begitu juga pada Jumatnya. Saya sudah beli tiket pesawat Citilink yang berangkat pukul 14.00 WITA dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Rencananya begitu mendarat, numpang di kantor _Station Manager_ Citilink Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Bambang Irawan, untuk melaksanakan webinar dengan para mahasiswa baru Undiksha. 

Saat sedang di kapal di tengah laut, dapat SMS dari Citilink yang menginfokan keberangkatan pesawat saya dimajukan dua jam lebih awal. Berikut isinya SMS-nya: “Pelanggan Yth,Penerbangan Anda QG-197 rute DPS-HLP untuk tgl 13/08/2021 diberangkatkan pkl.12:00 WITA krn faktor operasional,info: 08041080808, Kami mohon maaf.” 

Kemudian saya komunikasi sama Direktur Polair Polda Bali Kombes Pol Toni Ariadi. Minta ijin agar jadwal Sharing Komunikasi dan Motivasi di kantornya di daerah Benoa, Badung, Bali, yang semula direncanakan pukul 10.00 WITA dimajukan jadi pukul 09.00. 

Alhamdulillah Toni setuju dan langsung merespon permintaan saya. “Siap Mas Aqua. Bisa, nanti saya kasih tahu anggota. Sudah saya perintahkan anggota untuk giat dimajukan jadi jam 09.00 WITA. Kantor saya di Pelabuhan Benoa.” 

Karena bantuan penuh dari TUHAN yang dilandasi niat baik dan keikhlasan melaksanakannya, sehingga semuanya jadi mudah dan lancar. Alhamdulillah… 

>>>Dari Bogor saya ucapkan selamat mensyukuri semua kemudahan dalam hidup.  Salam hormat buat keluarga.  18.15 14082020😃<<< (ML)




Keikhlasan Memperlancar Sharing Komunikasi dan Motivasi Sebanyak Enam Sesi dengan Ribuan Peserta

 

Oleh: Aqua Dwipayana sebagai Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional.

Bogor,mwartapedia.com — Dalam minggu ini selama tiga hari berturut-turut, Rabu sampai Jumat, 11-13 Agustus 2021, saya melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi sebanyak enam sesi. Total pesertanya ribuan orang._ 

Empat sesi di Kota Mataram dan Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, dua sesi di Bali yang satu diantaranya daring. Seluruh kegiatan itu dilaksanakan marathon. Bahkan pada Kamis, 12 Agustus 2021 sebanyak tiga sesi dari pagi sampai sore. 

Begitu selesai sesi terakhir saya tidak langsung istirahat. Dari Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, naik Kapal Muryati ke Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali. Perjalanannya sekitar empat jam. 

Sharing Komunikasi dan Motivasinya diawali di Hotel Astoria Mataram dengan peserta para karyawan BRI Cabang Mataram yang dipimpin Bayu Adityo. Pelaksanaannya Rabu sore, 11 Agustus 2021. 

Besoknya pada Kamis pagi kegiatan serupa di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Setelah itu ASDP Cabang Lembar-Lombok. Terakhir di Direktorat Polair Polda NTB. 

Selesai acara langsung naik kapal laut ke Bali. Jumat pagi Sharing Komunikasi dan Motivasi di Direktorat Polair Polda Bali. 

Pertolongan TUHAN

Setelah itu naik pesawat Citilink menuju Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Begitu mendarat langsung ke Bogor. 

Tidak sempat istirahat, melanjutkan Sharing Komunikasi dan Motivasi via daring dengan 3.683 mahasiswa baru Universitas Pendidikan Ganseha (Undiksha) Singaraja, Bali yang mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). 

Alhamdulillah semua kegiatan itu lancar. Di setiap sesi pesertanya antusias sekali. Waktu untuk Sharing Komunikasi dan Motivasi terasa kurang. 

Banyak yang bertanya resep dan rahasia sehingga bisa melaksanakan enam sesi Sharing Komunikasi dan Motivasi itu secara marathon dengan lancar dan sukses. Apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19. 

Dengan rendah hati saya sampaikan kunci suksesnya karena pertolongan penuh dari TUHAN. Ditambah lagi keikhlasan saya setiap melaksanakan aktivitas. Meniatkan sepenuhnya ibadah, karena TUHAN. 

Jadi melaksanakan semua kegiatan termasuk Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan riang gembira dan tanpa beban. Seluruh aktivitasnya mengalir seperti air. 

Selain itu selalu pasrah pada keadaan. Contohnya saat pesawat dari Lombok ke Bali terbatas dan terkadang dalam sehari tidak terbang. Begitu juga kapal cepat tidak setiap hari beroperasi. Satu-satunya transportasi yang rutin setiap jam hanya kapal dari Pelabuhan Lembar. 

Mudah dan Lancar

Akhirnya tanpa ragu-ragu saya putuskan naik kapal laut. Sekaligus menambah pengalaman karena sebelumnya saya belum pernah naik kapal laut pada rute itu. Lagi pula pelayarannya tidak lama, hanya empat jam. 

Begitu juga pada Jumatnya. Saya sudah beli tiket pesawat Citilink yang berangkat pukul 14.00 WITA dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Rencananya begitu mendarat, numpang di kantor _Station Manager_ Citilink Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Bambang Irawan, untuk melaksanakan webinar dengan para mahasiswa baru Undiksha. 

Saat sedang di kapal di tengah laut, dapat SMS dari Citilink yang menginfokan keberangkatan pesawat saya dimajukan dua jam lebih awal. Berikut isinya SMS-nya: “Pelanggan Yth,Penerbangan Anda QG-197 rute DPS-HLP untuk tgl 13/08/2021 diberangkatkan pkl.12:00 WITA krn faktor operasional,info: 08041080808, Kami mohon maaf.” 

Kemudian saya komunikasi sama Direktur Polair Polda Bali Kombes Pol Toni Ariadi. Minta ijin agar jadwal Sharing Komunikasi dan Motivasi di kantornya di daerah Benoa, Badung, Bali, yang semula direncanakan pukul 10.00 WITA dimajukan jadi pukul 09.00. 

Alhamdulillah Toni setuju dan langsung merespon permintaan saya. “Siap Mas Aqua. Bisa, nanti saya kasih tahu anggota. Sudah saya perintahkan anggota untuk giat dimajukan jadi jam 09.00 WITA. Kantor saya di Pelabuhan Benoa.” 

Karena bantuan penuh dari TUHAN yang dilandasi niat baik dan keikhlasan melaksanakannya, sehingga semuanya jadi mudah dan lancar. Alhamdulillah… 

>>>Dari Bogor saya ucapkan selamat mensyukuri semua kemudahan dalam hidup.  Salam hormat buat keluarga.  18.15 14082020😃<<< (ML)




Sengketa Tanah Di Eyang Santri Tim YLBH Masagi Memberi Bantuan Hukum Kepada Ahli Waris

 

Sukabumi,mwartapedia.com -Makom Eyang santri yang bernama KPH.Joyo Kusuma / mangku negara beralamat di desa girijaya kecamatan Cidahu kabupaten Sukabumi, adalah sosok pejuang Nasioanl dan ulama besar, saat ini telah terjadi sengketa tanah.

Pemasangan plang di Eyang santri oleh pengangacara ibu dolim, Keluarga besar eyang santri dari anak, cucu dan cucit, tidak pernah menjual kepada ibu Dolim.Kamis 12 agustus 2021.

Tim kuasa keluarga besar Eyang santri Ferdy Ferdian S.H.,SH. menyampaikan kepada semua pihak yang terkait bahwa plang ini hanya berupa klaim saja bukan merupakan sebuah eksekusi, jadi kami menganggap silahkan saja bahwa ini sebuah eksekusi dan tidak bisa dilakukan untuk memindahkan warga yang ada dilokasi setempat.

Ferdy Ferdian, SH., MH. menambahkan bahwa pada intinya kami dari pihak para ahli waris tidak pernah menjual walaupun dari pihak manapun, kami tegaskan dan kami pastikan sampai hari ini bahwa kami dari pihak ahli waris Eyang santri (KPH.Joyo Kusuma / mangku negara ) tidak pernah menjual kepada siapapun.

Ferdy Ferdian, SH.,MH. menegaskan kembali bahwa seharusnya apabila ada transaksi jual beli harus melibatkan semua pihak atau keturunan Eyang santri ( KPH.Joyo Kusumo / mangku negara ) tetapi sampai hari ini yang kami katahui bahwa diklaim tanah ini dijual oleh satu pihak saja tanpa melibatkan dari ahli waris yang lain.

Menurut hukum ini adalah sebuah cacat hukum tambah Pak Ferdy Ferdian, SH.,MH.

“Kami akan tetap terus melakukan perlawanan,” pungkasnya.

Tim kuasa Andri Yolan, SH. menegaskan ini bukan eksekusi pengadilan tapi klaim sepihak dari pihaknya sdri ibu zolim, mungkin langkah hukumnya kami akan telusuri berkas dari mereka,mulai dari jual beli akta jual belinya dan terbitnya SHM kami kroscek kembali apakah ada melanggar hukum terhadap terbitnya sertifikat yang dimaksud mungkin kami bisa melakukan gugatan kepngadilan negri atau ke PTUM.

Sementara dari keluarga besar keturunan Eyang santri Aman menambahkan bahwa kluarga besar kami tidak pernah menjual tanah leluhur kami kepada siapapun.

Permasalahan ini kita sudah serahkan kepada tim kuasa kami untuk melakukan gugatan hukum di pengadilan. Tutup Aman.

(Toge)




Sengketa Tanah Di Eyang Santri Tim YLBH Masagi Memberi Bantuan Hukum Kepada Ahli Waris

 

Sukabumi,mwartapedia.com -Makom Eyang santri yang bernama KPH.Joyo Kusuma / mangku negara beralamat di desa girijaya kecamatan Cidahu kabupaten Sukabumi, adalah sosok pejuang Nasioanl dan ulama besar, saat ini telah terjadi sengketa tanah.

Pemasangan plang di Eyang santri oleh pengangacara ibu dolim, Keluarga besar eyang santri dari anak, cucu dan cucit, tidak pernah menjual kepada ibu Dolim.Kamis 12 agustus 2021.

Tim kuasa keluarga besar Eyang santri Ferdy Ferdian S.H.,SH. menyampaikan kepada semua pihak yang terkait bahwa plang ini hanya berupa klaim saja bukan merupakan sebuah eksekusi, jadi kami menganggap silahkan saja bahwa ini sebuah eksekusi dan tidak bisa dilakukan untuk memindahkan warga yang ada dilokasi setempat.

Ferdy Ferdian, SH., MH. menambahkan bahwa pada intinya kami dari pihak para ahli waris tidak pernah menjual walaupun dari pihak manapun, kami tegaskan dan kami pastikan sampai hari ini bahwa kami dari pihak ahli waris Eyang santri (KPH.Joyo Kusuma / mangku negara ) tidak pernah menjual kepada siapapun.

Ferdy Ferdian, SH.,MH. menegaskan kembali bahwa seharusnya apabila ada transaksi jual beli harus melibatkan semua pihak atau keturunan Eyang santri ( KPH.Joyo Kusumo / mangku negara ) tetapi sampai hari ini yang kami katahui bahwa diklaim tanah ini dijual oleh satu pihak saja tanpa melibatkan dari ahli waris yang lain.

Menurut hukum ini adalah sebuah cacat hukum tambah Pak Ferdy Ferdian, SH.,MH.

“Kami akan tetap terus melakukan perlawanan,” pungkasnya.

Tim kuasa Andri Yolan, SH. menegaskan ini bukan eksekusi pengadilan tapi klaim sepihak dari pihaknya sdri ibu zolim, mungkin langkah hukumnya kami akan telusuri berkas dari mereka,mulai dari jual beli akta jual belinya dan terbitnya SHM kami kroscek kembali apakah ada melanggar hukum terhadap terbitnya sertifikat yang dimaksud mungkin kami bisa melakukan gugatan kepngadilan negri atau ke PTUM.

Sementara dari keluarga besar keturunan Eyang santri Aman menambahkan bahwa kluarga besar kami tidak pernah menjual tanah leluhur kami kepada siapapun.

Permasalahan ini kita sudah serahkan kepada tim kuasa kami untuk melakukan gugatan hukum di pengadilan. Tutup Aman.

(Toge)




Sengketa Tanah Di Eyang Santri Tim YLBH Masagi Memberi Bantuan Hukum Kepada Ahli Waris

 

Sukabumi,mwartapedia.com -Makom Eyang santri yang bernama KPH.Joyo Kusuma / mangku negara beralamat di desa girijaya kecamatan Cidahu kabupaten Sukabumi, adalah sosok pejuang Nasioanl dan ulama besar, saat ini telah terjadi sengketa tanah.

Pemasangan plang di Eyang santri oleh pengangacara ibu dolim, Keluarga besar eyang santri dari anak, cucu dan cucit, tidak pernah menjual kepada ibu Dolim.Kamis 12 agustus 2021.

Tim kuasa keluarga besar Eyang santri Ferdy Ferdian S.H.,SH. menyampaikan kepada semua pihak yang terkait bahwa plang ini hanya berupa klaim saja bukan merupakan sebuah eksekusi, jadi kami menganggap silahkan saja bahwa ini sebuah eksekusi dan tidak bisa dilakukan untuk memindahkan warga yang ada dilokasi setempat.

Ferdy Ferdian, SH., MH. menambahkan bahwa pada intinya kami dari pihak para ahli waris tidak pernah menjual walaupun dari pihak manapun, kami tegaskan dan kami pastikan sampai hari ini bahwa kami dari pihak ahli waris Eyang santri (KPH.Joyo Kusuma / mangku negara ) tidak pernah menjual kepada siapapun.

Ferdy Ferdian, SH.,MH. menegaskan kembali bahwa seharusnya apabila ada transaksi jual beli harus melibatkan semua pihak atau keturunan Eyang santri ( KPH.Joyo Kusumo / mangku negara ) tetapi sampai hari ini yang kami katahui bahwa diklaim tanah ini dijual oleh satu pihak saja tanpa melibatkan dari ahli waris yang lain.

Menurut hukum ini adalah sebuah cacat hukum tambah Pak Ferdy Ferdian, SH.,MH.

“Kami akan tetap terus melakukan perlawanan,” pungkasnya.

Tim kuasa Andri Yolan, SH. menegaskan ini bukan eksekusi pengadilan tapi klaim sepihak dari pihaknya sdri ibu zolim, mungkin langkah hukumnya kami akan telusuri berkas dari mereka,mulai dari jual beli akta jual belinya dan terbitnya SHM kami kroscek kembali apakah ada melanggar hukum terhadap terbitnya sertifikat yang dimaksud mungkin kami bisa melakukan gugatan kepngadilan negri atau ke PTUM.

Sementara dari keluarga besar keturunan Eyang santri Aman menambahkan bahwa kluarga besar kami tidak pernah menjual tanah leluhur kami kepada siapapun.

Permasalahan ini kita sudah serahkan kepada tim kuasa kami untuk melakukan gugatan hukum di pengadilan. Tutup Aman.

(Toge)




Sengketa Tanah Di Eyang Santri Tim YLBH Masagi Memberi Bantuan Hukum Kepada Ahli Waris

 

Sukabumi,mwartapedia.com -Makom Eyang santri yang bernama KPH.Joyo Kusuma / mangku negara beralamat di desa girijaya kecamatan Cidahu kabupaten Sukabumi, adalah sosok pejuang Nasioanl dan ulama besar, saat ini telah terjadi sengketa tanah.

Pemasangan plang di Eyang santri oleh pengangacara ibu dolim, Keluarga besar eyang santri dari anak, cucu dan cucit, tidak pernah menjual kepada ibu Dolim.Kamis 12 agustus 2021.

Tim kuasa keluarga besar Eyang santri Ferdy Ferdian S.H.,SH. menyampaikan kepada semua pihak yang terkait bahwa plang ini hanya berupa klaim saja bukan merupakan sebuah eksekusi, jadi kami menganggap silahkan saja bahwa ini sebuah eksekusi dan tidak bisa dilakukan untuk memindahkan warga yang ada dilokasi setempat.

Ferdy Ferdian, SH., MH. menambahkan bahwa pada intinya kami dari pihak para ahli waris tidak pernah menjual walaupun dari pihak manapun, kami tegaskan dan kami pastikan sampai hari ini bahwa kami dari pihak ahli waris Eyang santri (KPH.Joyo Kusuma / mangku negara ) tidak pernah menjual kepada siapapun.

Ferdy Ferdian, SH.,MH. menegaskan kembali bahwa seharusnya apabila ada transaksi jual beli harus melibatkan semua pihak atau keturunan Eyang santri ( KPH.Joyo Kusumo / mangku negara ) tetapi sampai hari ini yang kami katahui bahwa diklaim tanah ini dijual oleh satu pihak saja tanpa melibatkan dari ahli waris yang lain.

Menurut hukum ini adalah sebuah cacat hukum tambah Pak Ferdy Ferdian, SH.,MH.

“Kami akan tetap terus melakukan perlawanan,” pungkasnya.

Tim kuasa Andri Yolan, SH. menegaskan ini bukan eksekusi pengadilan tapi klaim sepihak dari pihaknya sdri ibu zolim, mungkin langkah hukumnya kami akan telusuri berkas dari mereka,mulai dari jual beli akta jual belinya dan terbitnya SHM kami kroscek kembali apakah ada melanggar hukum terhadap terbitnya sertifikat yang dimaksud mungkin kami bisa melakukan gugatan kepngadilan negri atau ke PTUM.

Sementara dari keluarga besar keturunan Eyang santri Aman menambahkan bahwa kluarga besar kami tidak pernah menjual tanah leluhur kami kepada siapapun.

Permasalahan ini kita sudah serahkan kepada tim kuasa kami untuk melakukan gugatan hukum di pengadilan. Tutup Aman.

(Toge)




Bupati Rote Ndao Resmikan Kampung Merah Putih Satgas Pam Pulau Terluar XXIV di Pos Pulau Ndana

Kupang,mwartapedia.com —  Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia tahun 2021, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu, S.E, meresmikan Kampung Merah Putih Satgas Pam Pulau Terluar Wilayah Timur Pos Pulau Ndana di Desa Oeseli, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Sabtu (14/08/2021).

Dalam meresmikan Kampung Merah Putih tersebut Bupati Rote Ndao didampingi Komandan Lanal Pulau Rote Letkol Laut (P) M. Noordin Mutaqien,S.E, Dandim 1627/RN Educ permadi Eko P.B., Kepala BNN Kabupaten Rote Ndao Dr.(Cand) Raden Bogie Setia Perwira Nusa, SH.,S.HI.,M.H.,M.Si.,M.AP, Dansatgas Pulau Terluar Wilayah Timur Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han, Wakapolres Rote Ndao dan Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat.

Kampung Merah Putih yang dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air tersebut dibentuk atas inisiasi dan gagasan Satgas Pam Pulau Terluar Pos Pulau Ndana dan mendapat dukungan dari Lanal Pulau Rote, BNNK Rote Ndao, beserta segenap instansi di Kabupaten Rote Ndao.

Komandan Satgas Pulau Terluar Wilayah Timur Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.han menyampaikan bahwa Kampung Merah Putih tersebut merupakan cikal bakal Kampung Bahari Nusantara yang kelak akan dibina secara berkelanjutan oleh TNI AL melalui Lanal Pulau Rote.

Sejak tanggal 20 Juli 2021, lanjutnya, kami bersama masyarakat desa Oeseli bahu membahu mempersiapkan dengan mewarnai seluruh bangunan serta pohon dengan nuansa merah putih, selain itu juga menghias dengan menancapkan umbul umbul serta bendera merah putih untuk menambah semangat serta semarak kemerdekaan Republik Indonesia yang kami cintai.

Dalam kesempatan tersebut Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.han selaku Komandan Satgas Pengamanan Pulau Terluar Wilayah Timur Pos Pulau Ndana, mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, media, penggiat usaha, instansi daerah dan rekan rekan yang mendukung sehingga Kampung Merah Putih ini dapat terwujud, dan tentunya kepada Komandan Lanal Pulau Rote yang akan menjadikan kampung ini sebagai kampung bahari nusantara yang akan mengisi kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan positif di kampung ini, dibawah binaan TNI AL khususnya Lanal Pulau Rote.

Disampaikan juga bahwa dalam acara peresmian kampung merah putih tersebut Satgas Pengamanan Pulau Terluar Pos Pulau Ndana juga membagikan 500 masker dan bendera merah putih kepada masyarakat dan anak anak. Kemudian tes urine, pelatihan kader bela negara oleh Ka BNNK Rote Ndao selaku instruktur kader belanegara, penyuluhan UMKM kepada petenun tradisional merah putih oleh Bank NTT, dan sosialisasi pajak oleh DJP Rote Ndao. Dalam acara kaderisasi bela negara, Satgas Pam Pulau Terluar memberikan pengenalan permainan outbond untuk menambah semangat dan kesemarakan kaderisasi. Ke depan diharapkan masyarakat yang telah menerima pembekalan belanegara, dapat menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat sehari hari. 

Dalam kegiatan tersebut satgas pengamanan pulau terluar pulau ndana menerima 2 penghargaan sekaligus dari bupati rote ndao, dan pemberian gelar nama adat kepada Dansatgas Pam Puter Pulau Ndana Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han mendapat gelar nama adat dari Raja Rote Ndao yaitu “Tou nusa deak” yang artinya ksatria dari pulau terluar.

“Semoga Kampung Merah Putih di ujung selatan NKRI ini dapat menginspirasi dan menjadi contoh semangat kemerdekaan dan perjuangan ditengah Pandemi Covid-19,” pungkas Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han.

(Dispen Lantamal VII/ML/IB)




Bupati Rote Ndao Resmikan Kampung Merah Putih Satgas Pam Pulau Terluar XXIV di Pos Pulau Ndana

Kupang,mwartapedia.com —  Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia tahun 2021, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu, S.E, meresmikan Kampung Merah Putih Satgas Pam Pulau Terluar Wilayah Timur Pos Pulau Ndana di Desa Oeseli, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Sabtu (14/08/2021).

Dalam meresmikan Kampung Merah Putih tersebut Bupati Rote Ndao didampingi Komandan Lanal Pulau Rote Letkol Laut (P) M. Noordin Mutaqien,S.E, Dandim 1627/RN Educ permadi Eko P.B., Kepala BNN Kabupaten Rote Ndao Dr.(Cand) Raden Bogie Setia Perwira Nusa, SH.,S.HI.,M.H.,M.Si.,M.AP, Dansatgas Pulau Terluar Wilayah Timur Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han, Wakapolres Rote Ndao dan Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat.

Kampung Merah Putih yang dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air tersebut dibentuk atas inisiasi dan gagasan Satgas Pam Pulau Terluar Pos Pulau Ndana dan mendapat dukungan dari Lanal Pulau Rote, BNNK Rote Ndao, beserta segenap instansi di Kabupaten Rote Ndao.

Komandan Satgas Pulau Terluar Wilayah Timur Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.han menyampaikan bahwa Kampung Merah Putih tersebut merupakan cikal bakal Kampung Bahari Nusantara yang kelak akan dibina secara berkelanjutan oleh TNI AL melalui Lanal Pulau Rote.

Sejak tanggal 20 Juli 2021, lanjutnya, kami bersama masyarakat desa Oeseli bahu membahu mempersiapkan dengan mewarnai seluruh bangunan serta pohon dengan nuansa merah putih, selain itu juga menghias dengan menancapkan umbul umbul serta bendera merah putih untuk menambah semangat serta semarak kemerdekaan Republik Indonesia yang kami cintai.

Dalam kesempatan tersebut Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.han selaku Komandan Satgas Pengamanan Pulau Terluar Wilayah Timur Pos Pulau Ndana, mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, media, penggiat usaha, instansi daerah dan rekan rekan yang mendukung sehingga Kampung Merah Putih ini dapat terwujud, dan tentunya kepada Komandan Lanal Pulau Rote yang akan menjadikan kampung ini sebagai kampung bahari nusantara yang akan mengisi kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan positif di kampung ini, dibawah binaan TNI AL khususnya Lanal Pulau Rote.

Disampaikan juga bahwa dalam acara peresmian kampung merah putih tersebut Satgas Pengamanan Pulau Terluar Pos Pulau Ndana juga membagikan 500 masker dan bendera merah putih kepada masyarakat dan anak anak. Kemudian tes urine, pelatihan kader bela negara oleh Ka BNNK Rote Ndao selaku instruktur kader belanegara, penyuluhan UMKM kepada petenun tradisional merah putih oleh Bank NTT, dan sosialisasi pajak oleh DJP Rote Ndao. Dalam acara kaderisasi bela negara, Satgas Pam Pulau Terluar memberikan pengenalan permainan outbond untuk menambah semangat dan kesemarakan kaderisasi. Ke depan diharapkan masyarakat yang telah menerima pembekalan belanegara, dapat menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat sehari hari. 

Dalam kegiatan tersebut satgas pengamanan pulau terluar pulau ndana menerima 2 penghargaan sekaligus dari bupati rote ndao, dan pemberian gelar nama adat kepada Dansatgas Pam Puter Pulau Ndana Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han mendapat gelar nama adat dari Raja Rote Ndao yaitu “Tou nusa deak” yang artinya ksatria dari pulau terluar.

“Semoga Kampung Merah Putih di ujung selatan NKRI ini dapat menginspirasi dan menjadi contoh semangat kemerdekaan dan perjuangan ditengah Pandemi Covid-19,” pungkas Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han.

(Dispen Lantamal VII/ML/IB)




Bupati Rote Ndao Resmikan Kampung Merah Putih Satgas Pam Pulau Terluar XXIV di Pos Pulau Ndana

Kupang,mwartapedia.com —  Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia tahun 2021, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu, S.E, meresmikan Kampung Merah Putih Satgas Pam Pulau Terluar Wilayah Timur Pos Pulau Ndana di Desa Oeseli, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Sabtu (14/08/2021).

Dalam meresmikan Kampung Merah Putih tersebut Bupati Rote Ndao didampingi Komandan Lanal Pulau Rote Letkol Laut (P) M. Noordin Mutaqien,S.E, Dandim 1627/RN Educ permadi Eko P.B., Kepala BNN Kabupaten Rote Ndao Dr.(Cand) Raden Bogie Setia Perwira Nusa, SH.,S.HI.,M.H.,M.Si.,M.AP, Dansatgas Pulau Terluar Wilayah Timur Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han, Wakapolres Rote Ndao dan Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat.

Kampung Merah Putih yang dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air tersebut dibentuk atas inisiasi dan gagasan Satgas Pam Pulau Terluar Pos Pulau Ndana dan mendapat dukungan dari Lanal Pulau Rote, BNNK Rote Ndao, beserta segenap instansi di Kabupaten Rote Ndao.

Komandan Satgas Pulau Terluar Wilayah Timur Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.han menyampaikan bahwa Kampung Merah Putih tersebut merupakan cikal bakal Kampung Bahari Nusantara yang kelak akan dibina secara berkelanjutan oleh TNI AL melalui Lanal Pulau Rote.

Sejak tanggal 20 Juli 2021, lanjutnya, kami bersama masyarakat desa Oeseli bahu membahu mempersiapkan dengan mewarnai seluruh bangunan serta pohon dengan nuansa merah putih, selain itu juga menghias dengan menancapkan umbul umbul serta bendera merah putih untuk menambah semangat serta semarak kemerdekaan Republik Indonesia yang kami cintai.

Dalam kesempatan tersebut Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.han selaku Komandan Satgas Pengamanan Pulau Terluar Wilayah Timur Pos Pulau Ndana, mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, media, penggiat usaha, instansi daerah dan rekan rekan yang mendukung sehingga Kampung Merah Putih ini dapat terwujud, dan tentunya kepada Komandan Lanal Pulau Rote yang akan menjadikan kampung ini sebagai kampung bahari nusantara yang akan mengisi kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan positif di kampung ini, dibawah binaan TNI AL khususnya Lanal Pulau Rote.

Disampaikan juga bahwa dalam acara peresmian kampung merah putih tersebut Satgas Pengamanan Pulau Terluar Pos Pulau Ndana juga membagikan 500 masker dan bendera merah putih kepada masyarakat dan anak anak. Kemudian tes urine, pelatihan kader bela negara oleh Ka BNNK Rote Ndao selaku instruktur kader belanegara, penyuluhan UMKM kepada petenun tradisional merah putih oleh Bank NTT, dan sosialisasi pajak oleh DJP Rote Ndao. Dalam acara kaderisasi bela negara, Satgas Pam Pulau Terluar memberikan pengenalan permainan outbond untuk menambah semangat dan kesemarakan kaderisasi. Ke depan diharapkan masyarakat yang telah menerima pembekalan belanegara, dapat menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat sehari hari. 

Dalam kegiatan tersebut satgas pengamanan pulau terluar pulau ndana menerima 2 penghargaan sekaligus dari bupati rote ndao, dan pemberian gelar nama adat kepada Dansatgas Pam Puter Pulau Ndana Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han mendapat gelar nama adat dari Raja Rote Ndao yaitu “Tou nusa deak” yang artinya ksatria dari pulau terluar.

“Semoga Kampung Merah Putih di ujung selatan NKRI ini dapat menginspirasi dan menjadi contoh semangat kemerdekaan dan perjuangan ditengah Pandemi Covid-19,” pungkas Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han.

(Dispen Lantamal VII/ML/IB)




Bupati Rote Ndao Resmikan Kampung Merah Putih Satgas Pam Pulau Terluar XXIV di Pos Pulau Ndana

Kupang,mwartapedia.com —  Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia tahun 2021, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu, S.E, meresmikan Kampung Merah Putih Satgas Pam Pulau Terluar Wilayah Timur Pos Pulau Ndana di Desa Oeseli, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Sabtu (14/08/2021).

Dalam meresmikan Kampung Merah Putih tersebut Bupati Rote Ndao didampingi Komandan Lanal Pulau Rote Letkol Laut (P) M. Noordin Mutaqien,S.E, Dandim 1627/RN Educ permadi Eko P.B., Kepala BNN Kabupaten Rote Ndao Dr.(Cand) Raden Bogie Setia Perwira Nusa, SH.,S.HI.,M.H.,M.Si.,M.AP, Dansatgas Pulau Terluar Wilayah Timur Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han, Wakapolres Rote Ndao dan Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat.

Kampung Merah Putih yang dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air tersebut dibentuk atas inisiasi dan gagasan Satgas Pam Pulau Terluar Pos Pulau Ndana dan mendapat dukungan dari Lanal Pulau Rote, BNNK Rote Ndao, beserta segenap instansi di Kabupaten Rote Ndao.

Komandan Satgas Pulau Terluar Wilayah Timur Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.han menyampaikan bahwa Kampung Merah Putih tersebut merupakan cikal bakal Kampung Bahari Nusantara yang kelak akan dibina secara berkelanjutan oleh TNI AL melalui Lanal Pulau Rote.

Sejak tanggal 20 Juli 2021, lanjutnya, kami bersama masyarakat desa Oeseli bahu membahu mempersiapkan dengan mewarnai seluruh bangunan serta pohon dengan nuansa merah putih, selain itu juga menghias dengan menancapkan umbul umbul serta bendera merah putih untuk menambah semangat serta semarak kemerdekaan Republik Indonesia yang kami cintai.

Dalam kesempatan tersebut Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.han selaku Komandan Satgas Pengamanan Pulau Terluar Wilayah Timur Pos Pulau Ndana, mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, media, penggiat usaha, instansi daerah dan rekan rekan yang mendukung sehingga Kampung Merah Putih ini dapat terwujud, dan tentunya kepada Komandan Lanal Pulau Rote yang akan menjadikan kampung ini sebagai kampung bahari nusantara yang akan mengisi kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan positif di kampung ini, dibawah binaan TNI AL khususnya Lanal Pulau Rote.

Disampaikan juga bahwa dalam acara peresmian kampung merah putih tersebut Satgas Pengamanan Pulau Terluar Pos Pulau Ndana juga membagikan 500 masker dan bendera merah putih kepada masyarakat dan anak anak. Kemudian tes urine, pelatihan kader bela negara oleh Ka BNNK Rote Ndao selaku instruktur kader belanegara, penyuluhan UMKM kepada petenun tradisional merah putih oleh Bank NTT, dan sosialisasi pajak oleh DJP Rote Ndao. Dalam acara kaderisasi bela negara, Satgas Pam Pulau Terluar memberikan pengenalan permainan outbond untuk menambah semangat dan kesemarakan kaderisasi. Ke depan diharapkan masyarakat yang telah menerima pembekalan belanegara, dapat menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat sehari hari. 

Dalam kegiatan tersebut satgas pengamanan pulau terluar pulau ndana menerima 2 penghargaan sekaligus dari bupati rote ndao, dan pemberian gelar nama adat kepada Dansatgas Pam Puter Pulau Ndana Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han mendapat gelar nama adat dari Raja Rote Ndao yaitu “Tou nusa deak” yang artinya ksatria dari pulau terluar.

“Semoga Kampung Merah Putih di ujung selatan NKRI ini dapat menginspirasi dan menjadi contoh semangat kemerdekaan dan perjuangan ditengah Pandemi Covid-19,” pungkas Lettu Marinir Aghy Kauna, S.T.Han.

(Dispen Lantamal VII/ML/IB)