Komandan Korem 161/Wira Sakti Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Dharmaloka

 

Kupang,mwartapedia.com — Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., M.M. memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) di Taman Makam Pahlawan Dharmaloka, jalan Timor Raya No. 10, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Selasa dini hari (17/8/2021).

Dalam pelaksanaan Apel ini, Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., M.M., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Adapun jalannya kegiatan tetap mengikuti protokol kesehatan dengan menjaga jarak antar perorangan dan menggunakan masker.

Apel Kehormatan sekaligus Renungan Suci yang digelar di TMP Dharmaloka ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada para Pahlawan yang telah mengabdikan jiwa raganya kepada Nusa dan Bangsa.

Dalam rangka memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, Danrem 161/Wirasakti memimpin penghormatan kepada 259 Pahlawan yang disemayamkan di TMP Dharmaloka. Adapun ke 259 Pahlawan tersebut terdiri dari TNI dan Polri sebanyak 75 Pahlawan, Perjuangan rakyat sebanyak 100 Pahlawan dan yang tidak dikenal sebanyak 84 Pahlawan.

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Naskah AKRS, mengheningkan cipta, penyalaan obor, pembacaan do’a dan penghormatan terakhir kepada arwah para Pahlawan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur NTT, Danlantamal VII Kupang, Danlanud Eltari Kupang, Kabinda NTT, Irwasda Polda NTT, Wakil Ketua DPR Provinsi NTT, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi NTT, Asisten Intelijen Kejati NTT serta diikuti peserta upacara yang terdiri dari Unsur TNI, Polri, ASN dan Tamu Undangan.

(Penrem/ML)




Komandan Korem 161/Wira Sakti Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Dharmaloka

 

Kupang,mwartapedia.com — Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., M.M. memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) di Taman Makam Pahlawan Dharmaloka, jalan Timor Raya No. 10, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Selasa dini hari (17/8/2021).

Dalam pelaksanaan Apel ini, Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., M.M., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Adapun jalannya kegiatan tetap mengikuti protokol kesehatan dengan menjaga jarak antar perorangan dan menggunakan masker.

Apel Kehormatan sekaligus Renungan Suci yang digelar di TMP Dharmaloka ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada para Pahlawan yang telah mengabdikan jiwa raganya kepada Nusa dan Bangsa.

Dalam rangka memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, Danrem 161/Wirasakti memimpin penghormatan kepada 259 Pahlawan yang disemayamkan di TMP Dharmaloka. Adapun ke 259 Pahlawan tersebut terdiri dari TNI dan Polri sebanyak 75 Pahlawan, Perjuangan rakyat sebanyak 100 Pahlawan dan yang tidak dikenal sebanyak 84 Pahlawan.

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Naskah AKRS, mengheningkan cipta, penyalaan obor, pembacaan do’a dan penghormatan terakhir kepada arwah para Pahlawan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur NTT, Danlantamal VII Kupang, Danlanud Eltari Kupang, Kabinda NTT, Irwasda Polda NTT, Wakil Ketua DPR Provinsi NTT, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi NTT, Asisten Intelijen Kejati NTT serta diikuti peserta upacara yang terdiri dari Unsur TNI, Polri, ASN dan Tamu Undangan.

(Penrem/ML)




Komandan Korem 161/Wira Sakti Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Dharmaloka

 

Kupang,mwartapedia.com — Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., M.M. memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) di Taman Makam Pahlawan Dharmaloka, jalan Timor Raya No. 10, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Selasa dini hari (17/8/2021).

Dalam pelaksanaan Apel ini, Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., M.M., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Adapun jalannya kegiatan tetap mengikuti protokol kesehatan dengan menjaga jarak antar perorangan dan menggunakan masker.

Apel Kehormatan sekaligus Renungan Suci yang digelar di TMP Dharmaloka ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada para Pahlawan yang telah mengabdikan jiwa raganya kepada Nusa dan Bangsa.

Dalam rangka memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, Danrem 161/Wirasakti memimpin penghormatan kepada 259 Pahlawan yang disemayamkan di TMP Dharmaloka. Adapun ke 259 Pahlawan tersebut terdiri dari TNI dan Polri sebanyak 75 Pahlawan, Perjuangan rakyat sebanyak 100 Pahlawan dan yang tidak dikenal sebanyak 84 Pahlawan.

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Naskah AKRS, mengheningkan cipta, penyalaan obor, pembacaan do’a dan penghormatan terakhir kepada arwah para Pahlawan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur NTT, Danlantamal VII Kupang, Danlanud Eltari Kupang, Kabinda NTT, Irwasda Polda NTT, Wakil Ketua DPR Provinsi NTT, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi NTT, Asisten Intelijen Kejati NTT serta diikuti peserta upacara yang terdiri dari Unsur TNI, Polri, ASN dan Tamu Undangan.

(Penrem/ML)




Komandan Korem 161/Wira Sakti Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Dharmaloka

 

Kupang,mwartapedia.com — Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., M.M. memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) di Taman Makam Pahlawan Dharmaloka, jalan Timor Raya No. 10, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Selasa dini hari (17/8/2021).

Dalam pelaksanaan Apel ini, Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., M.M., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Adapun jalannya kegiatan tetap mengikuti protokol kesehatan dengan menjaga jarak antar perorangan dan menggunakan masker.

Apel Kehormatan sekaligus Renungan Suci yang digelar di TMP Dharmaloka ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada para Pahlawan yang telah mengabdikan jiwa raganya kepada Nusa dan Bangsa.

Dalam rangka memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, Danrem 161/Wirasakti memimpin penghormatan kepada 259 Pahlawan yang disemayamkan di TMP Dharmaloka. Adapun ke 259 Pahlawan tersebut terdiri dari TNI dan Polri sebanyak 75 Pahlawan, Perjuangan rakyat sebanyak 100 Pahlawan dan yang tidak dikenal sebanyak 84 Pahlawan.

Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Naskah AKRS, mengheningkan cipta, penyalaan obor, pembacaan do’a dan penghormatan terakhir kepada arwah para Pahlawan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur NTT, Danlantamal VII Kupang, Danlanud Eltari Kupang, Kabinda NTT, Irwasda Polda NTT, Wakil Ketua DPR Provinsi NTT, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi NTT, Asisten Intelijen Kejati NTT serta diikuti peserta upacara yang terdiri dari Unsur TNI, Polri, ASN dan Tamu Undangan.

(Penrem/ML)




Bunda Julie: Gubernur yang Punya Ide, Kami Eksekutornya

Kupang,mwartapedia.com — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur, Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Desa Model yang ada di NTT tidak saja pada ibu hamil, tetapi diberikan juga kepada seluruh anak PAUD, seluruh anak SD, seluruh ibu menyusui dan juga kepada seluruh Balita yang ada di Desa Model (Desmod) bentukan PKK Provinsi NTT.

Hal ini dikatakan Julie Sutrisno Laiskodat saat ditemui di Ruang Rapat Dekranasda Provinsi NTT. 

Menurut Julie, jika sekian lama yang berhak menerima PMT itu hanya ibu hamil dalam bentuk makanan siap saji yakni biskuit, maka semenjak menjadi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi, dirinya mengharuskan para penerima PMT diberikan makanan yang dimasak oleh ibu PKK yang ada di Desa Model tersebut. Dan lanjutnya, seluruh bahan makanan yang disiapkan datangnya juga dari desa tersebut, sehingga di tempat itu juga terjadi perputaran ekonomi yang sudah tentu dirasakan masyarakat desa itu sendiri.

“Kami datangkan ahli gizi untuk melatih ibu-ibu PKK. Makanan yang kami berikan juga adalah makanan dengan nilai gizi tinggi. Kacangnya terbaik, dagingnya terbaik, ikannya terbaik, kelornya terbaik, sayurnya juga yang terbaik. Dan seluruh bahan makanan itu datang dari tempat itu,” ujar Julie. 

Julie Sutrisno yang juga Anggota DPR RI ini menambahkan, pihaknya juga membangun kolam ikan air tawar di desa yang tergolong sulit dalam mengonsumsi ikan. 

“Tentunya tidak semua Desa Model yang ada dapat mengonsumsi ikan. Oleh karena itu pada desa ini kami membangun kolam ikan, bibitnya juga kami berikan, sehingga masyarakat juga dapat mengonsumsi ikan yang nilai gizinya sangat tinggi,” sambung Julie. 

Bunda Julie, demikian biasa disapa, mengatakan, program itu merupakan bentuk tindak lanjut dari apa yang telah digagas Gubernur NTT, dalam hal ini untuk mencegah angka stunting di daerah dan juga demi pemberdayaan masyarakat. 

“Gubernur yang punya ide, kami eksekutornya,” ujar Bunda Paud itu. 

Mengakhiri pertemuan itu, dirinya menjelaskan saat ini terdapat 44 Desa Model yang tersebar di seluruh wilayah NTT. Dan salah satu tujuan dari pemberian PMT ini untuk mengatasi masalah stunting yang cukup tinggi di NTT. 

Masih menurutnya, pemberian PMT ini merupakan salah satu dari 16 inovasi yang saat ini telah dijalankan Tim Penggerak PKK Provinsi.

“Desa Model itu dibentuk bukan karena stuntingnya tinggi, tetapi salah satu tujuannya adalah menurunkan serta mencegah agar ke depan tidak ada lagi kasus stunting baru. Oleh karenanya kami serius dalam pemberian PMT ini. Dan mimpi ini juga yang selalu digaungkan oleh Gubernur NTT saat ini,” urainya. 

Sementara Sesti Lopo, yang anaknya juga penerima PMT, mengatakan dirinya sangat bersyukur dengan adanya program ini, karena setiap pagi mulai dari hari Senin sampai Sabtu, anaknya boleh menikmati makanan bergizi yang disajikan. 

Menurutnya menu yang diberikan itu berfariasi. 

“Adakalanya ayam, ada juga ikan dan telur. Sayurnya juga berfariasi. Kelor dan bayam yang dimasak sayur bening, yang masakpun ibu ibu dari PKK setempat yang telah dilatih oleh ahli gizi,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan baru kali ini boleh merasakan program yang langsung tersentuh kepada masyarakat. (Biro AP/ML)).




Bunda Julie: Gubernur yang Punya Ide, Kami Eksekutornya

Kupang,mwartapedia.com — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur, Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Desa Model yang ada di NTT tidak saja pada ibu hamil, tetapi diberikan juga kepada seluruh anak PAUD, seluruh anak SD, seluruh ibu menyusui dan juga kepada seluruh Balita yang ada di Desa Model (Desmod) bentukan PKK Provinsi NTT.

Hal ini dikatakan Julie Sutrisno Laiskodat saat ditemui di Ruang Rapat Dekranasda Provinsi NTT. 

Menurut Julie, jika sekian lama yang berhak menerima PMT itu hanya ibu hamil dalam bentuk makanan siap saji yakni biskuit, maka semenjak menjadi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi, dirinya mengharuskan para penerima PMT diberikan makanan yang dimasak oleh ibu PKK yang ada di Desa Model tersebut. Dan lanjutnya, seluruh bahan makanan yang disiapkan datangnya juga dari desa tersebut, sehingga di tempat itu juga terjadi perputaran ekonomi yang sudah tentu dirasakan masyarakat desa itu sendiri.

“Kami datangkan ahli gizi untuk melatih ibu-ibu PKK. Makanan yang kami berikan juga adalah makanan dengan nilai gizi tinggi. Kacangnya terbaik, dagingnya terbaik, ikannya terbaik, kelornya terbaik, sayurnya juga yang terbaik. Dan seluruh bahan makanan itu datang dari tempat itu,” ujar Julie. 

Julie Sutrisno yang juga Anggota DPR RI ini menambahkan, pihaknya juga membangun kolam ikan air tawar di desa yang tergolong sulit dalam mengonsumsi ikan. 

“Tentunya tidak semua Desa Model yang ada dapat mengonsumsi ikan. Oleh karena itu pada desa ini kami membangun kolam ikan, bibitnya juga kami berikan, sehingga masyarakat juga dapat mengonsumsi ikan yang nilai gizinya sangat tinggi,” sambung Julie. 

Bunda Julie, demikian biasa disapa, mengatakan, program itu merupakan bentuk tindak lanjut dari apa yang telah digagas Gubernur NTT, dalam hal ini untuk mencegah angka stunting di daerah dan juga demi pemberdayaan masyarakat. 

“Gubernur yang punya ide, kami eksekutornya,” ujar Bunda Paud itu. 

Mengakhiri pertemuan itu, dirinya menjelaskan saat ini terdapat 44 Desa Model yang tersebar di seluruh wilayah NTT. Dan salah satu tujuan dari pemberian PMT ini untuk mengatasi masalah stunting yang cukup tinggi di NTT. 

Masih menurutnya, pemberian PMT ini merupakan salah satu dari 16 inovasi yang saat ini telah dijalankan Tim Penggerak PKK Provinsi.

“Desa Model itu dibentuk bukan karena stuntingnya tinggi, tetapi salah satu tujuannya adalah menurunkan serta mencegah agar ke depan tidak ada lagi kasus stunting baru. Oleh karenanya kami serius dalam pemberian PMT ini. Dan mimpi ini juga yang selalu digaungkan oleh Gubernur NTT saat ini,” urainya. 

Sementara Sesti Lopo, yang anaknya juga penerima PMT, mengatakan dirinya sangat bersyukur dengan adanya program ini, karena setiap pagi mulai dari hari Senin sampai Sabtu, anaknya boleh menikmati makanan bergizi yang disajikan. 

Menurutnya menu yang diberikan itu berfariasi. 

“Adakalanya ayam, ada juga ikan dan telur. Sayurnya juga berfariasi. Kelor dan bayam yang dimasak sayur bening, yang masakpun ibu ibu dari PKK setempat yang telah dilatih oleh ahli gizi,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan baru kali ini boleh merasakan program yang langsung tersentuh kepada masyarakat. (Biro AP/ML)).




Bunda Julie: Gubernur yang Punya Ide, Kami Eksekutornya

Kupang,mwartapedia.com — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur, Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Desa Model yang ada di NTT tidak saja pada ibu hamil, tetapi diberikan juga kepada seluruh anak PAUD, seluruh anak SD, seluruh ibu menyusui dan juga kepada seluruh Balita yang ada di Desa Model (Desmod) bentukan PKK Provinsi NTT.

Hal ini dikatakan Julie Sutrisno Laiskodat saat ditemui di Ruang Rapat Dekranasda Provinsi NTT. 

Menurut Julie, jika sekian lama yang berhak menerima PMT itu hanya ibu hamil dalam bentuk makanan siap saji yakni biskuit, maka semenjak menjadi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi, dirinya mengharuskan para penerima PMT diberikan makanan yang dimasak oleh ibu PKK yang ada di Desa Model tersebut. Dan lanjutnya, seluruh bahan makanan yang disiapkan datangnya juga dari desa tersebut, sehingga di tempat itu juga terjadi perputaran ekonomi yang sudah tentu dirasakan masyarakat desa itu sendiri.

“Kami datangkan ahli gizi untuk melatih ibu-ibu PKK. Makanan yang kami berikan juga adalah makanan dengan nilai gizi tinggi. Kacangnya terbaik, dagingnya terbaik, ikannya terbaik, kelornya terbaik, sayurnya juga yang terbaik. Dan seluruh bahan makanan itu datang dari tempat itu,” ujar Julie. 

Julie Sutrisno yang juga Anggota DPR RI ini menambahkan, pihaknya juga membangun kolam ikan air tawar di desa yang tergolong sulit dalam mengonsumsi ikan. 

“Tentunya tidak semua Desa Model yang ada dapat mengonsumsi ikan. Oleh karena itu pada desa ini kami membangun kolam ikan, bibitnya juga kami berikan, sehingga masyarakat juga dapat mengonsumsi ikan yang nilai gizinya sangat tinggi,” sambung Julie. 

Bunda Julie, demikian biasa disapa, mengatakan, program itu merupakan bentuk tindak lanjut dari apa yang telah digagas Gubernur NTT, dalam hal ini untuk mencegah angka stunting di daerah dan juga demi pemberdayaan masyarakat. 

“Gubernur yang punya ide, kami eksekutornya,” ujar Bunda Paud itu. 

Mengakhiri pertemuan itu, dirinya menjelaskan saat ini terdapat 44 Desa Model yang tersebar di seluruh wilayah NTT. Dan salah satu tujuan dari pemberian PMT ini untuk mengatasi masalah stunting yang cukup tinggi di NTT. 

Masih menurutnya, pemberian PMT ini merupakan salah satu dari 16 inovasi yang saat ini telah dijalankan Tim Penggerak PKK Provinsi.

“Desa Model itu dibentuk bukan karena stuntingnya tinggi, tetapi salah satu tujuannya adalah menurunkan serta mencegah agar ke depan tidak ada lagi kasus stunting baru. Oleh karenanya kami serius dalam pemberian PMT ini. Dan mimpi ini juga yang selalu digaungkan oleh Gubernur NTT saat ini,” urainya. 

Sementara Sesti Lopo, yang anaknya juga penerima PMT, mengatakan dirinya sangat bersyukur dengan adanya program ini, karena setiap pagi mulai dari hari Senin sampai Sabtu, anaknya boleh menikmati makanan bergizi yang disajikan. 

Menurutnya menu yang diberikan itu berfariasi. 

“Adakalanya ayam, ada juga ikan dan telur. Sayurnya juga berfariasi. Kelor dan bayam yang dimasak sayur bening, yang masakpun ibu ibu dari PKK setempat yang telah dilatih oleh ahli gizi,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan baru kali ini boleh merasakan program yang langsung tersentuh kepada masyarakat. (Biro AP/ML)).




Bunda Julie: Gubernur yang Punya Ide, Kami Eksekutornya

Kupang,mwartapedia.com — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur, Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Desa Model yang ada di NTT tidak saja pada ibu hamil, tetapi diberikan juga kepada seluruh anak PAUD, seluruh anak SD, seluruh ibu menyusui dan juga kepada seluruh Balita yang ada di Desa Model (Desmod) bentukan PKK Provinsi NTT.

Hal ini dikatakan Julie Sutrisno Laiskodat saat ditemui di Ruang Rapat Dekranasda Provinsi NTT. 

Menurut Julie, jika sekian lama yang berhak menerima PMT itu hanya ibu hamil dalam bentuk makanan siap saji yakni biskuit, maka semenjak menjadi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi, dirinya mengharuskan para penerima PMT diberikan makanan yang dimasak oleh ibu PKK yang ada di Desa Model tersebut. Dan lanjutnya, seluruh bahan makanan yang disiapkan datangnya juga dari desa tersebut, sehingga di tempat itu juga terjadi perputaran ekonomi yang sudah tentu dirasakan masyarakat desa itu sendiri.

“Kami datangkan ahli gizi untuk melatih ibu-ibu PKK. Makanan yang kami berikan juga adalah makanan dengan nilai gizi tinggi. Kacangnya terbaik, dagingnya terbaik, ikannya terbaik, kelornya terbaik, sayurnya juga yang terbaik. Dan seluruh bahan makanan itu datang dari tempat itu,” ujar Julie. 

Julie Sutrisno yang juga Anggota DPR RI ini menambahkan, pihaknya juga membangun kolam ikan air tawar di desa yang tergolong sulit dalam mengonsumsi ikan. 

“Tentunya tidak semua Desa Model yang ada dapat mengonsumsi ikan. Oleh karena itu pada desa ini kami membangun kolam ikan, bibitnya juga kami berikan, sehingga masyarakat juga dapat mengonsumsi ikan yang nilai gizinya sangat tinggi,” sambung Julie. 

Bunda Julie, demikian biasa disapa, mengatakan, program itu merupakan bentuk tindak lanjut dari apa yang telah digagas Gubernur NTT, dalam hal ini untuk mencegah angka stunting di daerah dan juga demi pemberdayaan masyarakat. 

“Gubernur yang punya ide, kami eksekutornya,” ujar Bunda Paud itu. 

Mengakhiri pertemuan itu, dirinya menjelaskan saat ini terdapat 44 Desa Model yang tersebar di seluruh wilayah NTT. Dan salah satu tujuan dari pemberian PMT ini untuk mengatasi masalah stunting yang cukup tinggi di NTT. 

Masih menurutnya, pemberian PMT ini merupakan salah satu dari 16 inovasi yang saat ini telah dijalankan Tim Penggerak PKK Provinsi.

“Desa Model itu dibentuk bukan karena stuntingnya tinggi, tetapi salah satu tujuannya adalah menurunkan serta mencegah agar ke depan tidak ada lagi kasus stunting baru. Oleh karenanya kami serius dalam pemberian PMT ini. Dan mimpi ini juga yang selalu digaungkan oleh Gubernur NTT saat ini,” urainya. 

Sementara Sesti Lopo, yang anaknya juga penerima PMT, mengatakan dirinya sangat bersyukur dengan adanya program ini, karena setiap pagi mulai dari hari Senin sampai Sabtu, anaknya boleh menikmati makanan bergizi yang disajikan. 

Menurutnya menu yang diberikan itu berfariasi. 

“Adakalanya ayam, ada juga ikan dan telur. Sayurnya juga berfariasi. Kelor dan bayam yang dimasak sayur bening, yang masakpun ibu ibu dari PKK setempat yang telah dilatih oleh ahli gizi,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan baru kali ini boleh merasakan program yang langsung tersentuh kepada masyarakat. (Biro AP/ML)).




Wakil Gubernur : Paskibraka Harus Jadi Teladan Bagi Banyak Orang

Kupang,mwartapedia.com — Wakil Gubernur NTT Drs. Josef A. Nae Soi MM mengukuhkan para anggota Paskibraka Provinsi NTT Tahun 2021 yang akan bertugas mengibarkan bendera merah putih pada Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke 76 pada tanggal 17 Agustus nanti. Acara pengukuhan tersebut dilaksanakan pada Minggu (15/8).

Dalam sambutannya Wakil Gubernur berpesan agar setiap anggota Paskibraka harus memiliki jiwa teladan ditengah masyarakat.

“Adik-adik anggota Paskibraka tentu saja kalian adalah kebanggaan kami semua. Kalian dipilih untuk menjalankan tugas mulia untuk mengibarkan bendera merah putib. Bendera tersebut diperjuangkan para pahlawan dengan perjuangan, darah, dan jiwa nasionalis yang tinggi. Selamat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujar Wakil Gubernur.

“Kegagahan dan keanggunan anda sebagai Paskibraka harus dimanifestasikan di dalam diri Anda setelah pulang dari sini. Harus bisa refleksi kritis dan menjadi teladan bagi teman-teman, keluarga dan masyarakat dengan menunjukan nilai-nilai keberanian kejujuran, tanggung jawab, dan menghormati orang lain,” tegasnya.

Wagub juga mengatakan, selain memberikan teladan, dalam pribadi anggota Paskibraka harus bisa memberikan rasa cinta kepada diri sendiri dan orang lain serta lingkungan sebagai bentuk mencintai tanah air. 

“Pertama kita harus mencintai diri kita sendiri, cinta kepada orang tua, cinta kepada lingkungan, cinta kepada perbuatan dan cinta kepada ilmu pengetahuan dan cinta kepada iman,” jelasnya.

“Saya harap kalian semua menghormati dan merenung jasa orang tua kalian. Merekala pahlawan yang selama ini berada di belakang kalian untuk senantiasa mendukung dan mendidik kalian dalam keadaan apapun. Kalian berada disini juga itu berkat doa mereka dan jangan kecewakan mereka,” kata Wakil Gubernur.

Ia juga mengharapkan generasi muda harus mampu memiliki etos kerja dan integritas sebagai SDM untuk dapat mewujudkan pembangunan daerah dengan melanjutkan apa yang sudah dikerjakan generasi pendahulu.

“Adik-adik sekalian di Provinsi kita ini masih ada beberapa kekurangan. Kami inginkan kemampuan anak muda NTT dengan etos kerja dan semangat serta integritas anda maka sebagai generasi milenial harus bisa lebih hebat dari apa yang sudah dicapai generasi pendahulu. Dengan demikian dapat membawa perubahan besar bagi daerah ini,” jelas beliau. (Biro AP/ML)




Wakil Gubernur : Paskibraka Harus Jadi Teladan Bagi Banyak Orang

Kupang,mwartapedia.com — Wakil Gubernur NTT Drs. Josef A. Nae Soi MM mengukuhkan para anggota Paskibraka Provinsi NTT Tahun 2021 yang akan bertugas mengibarkan bendera merah putih pada Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke 76 pada tanggal 17 Agustus nanti. Acara pengukuhan tersebut dilaksanakan pada Minggu (15/8).

Dalam sambutannya Wakil Gubernur berpesan agar setiap anggota Paskibraka harus memiliki jiwa teladan ditengah masyarakat.

“Adik-adik anggota Paskibraka tentu saja kalian adalah kebanggaan kami semua. Kalian dipilih untuk menjalankan tugas mulia untuk mengibarkan bendera merah putib. Bendera tersebut diperjuangkan para pahlawan dengan perjuangan, darah, dan jiwa nasionalis yang tinggi. Selamat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujar Wakil Gubernur.

“Kegagahan dan keanggunan anda sebagai Paskibraka harus dimanifestasikan di dalam diri Anda setelah pulang dari sini. Harus bisa refleksi kritis dan menjadi teladan bagi teman-teman, keluarga dan masyarakat dengan menunjukan nilai-nilai keberanian kejujuran, tanggung jawab, dan menghormati orang lain,” tegasnya.

Wagub juga mengatakan, selain memberikan teladan, dalam pribadi anggota Paskibraka harus bisa memberikan rasa cinta kepada diri sendiri dan orang lain serta lingkungan sebagai bentuk mencintai tanah air. 

“Pertama kita harus mencintai diri kita sendiri, cinta kepada orang tua, cinta kepada lingkungan, cinta kepada perbuatan dan cinta kepada ilmu pengetahuan dan cinta kepada iman,” jelasnya.

“Saya harap kalian semua menghormati dan merenung jasa orang tua kalian. Merekala pahlawan yang selama ini berada di belakang kalian untuk senantiasa mendukung dan mendidik kalian dalam keadaan apapun. Kalian berada disini juga itu berkat doa mereka dan jangan kecewakan mereka,” kata Wakil Gubernur.

Ia juga mengharapkan generasi muda harus mampu memiliki etos kerja dan integritas sebagai SDM untuk dapat mewujudkan pembangunan daerah dengan melanjutkan apa yang sudah dikerjakan generasi pendahulu.

“Adik-adik sekalian di Provinsi kita ini masih ada beberapa kekurangan. Kami inginkan kemampuan anak muda NTT dengan etos kerja dan semangat serta integritas anda maka sebagai generasi milenial harus bisa lebih hebat dari apa yang sudah dicapai generasi pendahulu. Dengan demikian dapat membawa perubahan besar bagi daerah ini,” jelas beliau. (Biro AP/ML)