PT. Flobamor Mulai Bangkit: Hotel Sasando, KMP Sasando dan NTT Mart Jadi Tumpuan Bisnis 2026

Kupang,nwartapedia.com – Setelah melewati masa sulit dan sempat mengalami kondisi mati suri, PT Flobamor (Perseroda) mulai menata kembali arah bisnisnya. Perusahaan milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menempatkan tiga lini usaha sebagai tumpuan utama pada 2026, yakni Hotel Sasando, bisnis perkapalan melalui KMP Sasando, dan pengembangan NTT Mart.

Strategi tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor PT Flobamor (Perseroda), Kota Kupang, Kamis (13/8/2026).

Konferensi pers tersebut mengangkat tema rencana bisnis PT Flobamor (Perseroda) tahun 2026/2027 dan pekerjaan rumah masa lalu.

Direktur Utama PT Flobamor (Perseroda), Dr. Dominggus Elcid Li, PhD, bersama jajaran direksi menyampaikan bahwa kebangkitan perusahaan tidak hanya bergantung pada pembukaan bisnis baru, tetapi juga pada kemampuan mengelola aset yang sudah dimiliki serta membenahi tata kelola.

Dari delapan rencana bisnis yang diajukan Direksi PT Flobamor, tiga di antaranya menjadi fokus yang akan dikerjakan dalam sisa 2026 setelah mendapat persetujuan Pemerintah Provinsi NTT dan DPRD Provinsi NTT.

Direktur Keuangan dan Operasional PT Flobamor, Maxi Julians Rihi Dara, mengatakan waktu yang tersisa pada 2026 akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memperbaiki kinerja perusahaan.

“Melalui rencana bisnis berbasis aset yang ada dan pembenahan tata kelola perusahaan secara keseluruhan, kami ingin memastikan dengan ruang waktu yang sedikit ini kami bisa tutup buku tahun 2026 dengan tidak defisit,” ujar Maxi.

Langkah pertama dilakukan melalui penataan kembali Hotel Sasando di Kota Kupang.

PT Flobamor resmi mengambil alih pengelolaan Hotel Sasando sejak 27 Juli 2026. Sebelumnya, pengelolaan hotel tersebut berada di bawah anak perusahaan PT Flobamorata Bangkit Internasional.

Tim transisi kini melakukan pendataan ulang terhadap fasilitas hotel sekaligus memastikan proses pengalihan pengelolaan berlangsung secara akuntabel.

Direktur Pengembangan Usaha PT Flobamor, Yose Rizal, mengatakan pembenahan Hotel Sasando akan dikombinasikan dengan pengembangan sektor pariwisata.

“Selain membenahi manajemen hotel, kami akan fokus pada pengembangan ekosistem wisata Kota Kupang melalui penyelenggaraan event kreatif,” kata Yose.

Hotel Sasando memiliki sejarah panjang sebagai salah satu hotel milik Pemerintah Provinsi NTT. Hotel tersebut pernah menjadi salah satu hotel yang dikenal di Kota Kupang pada era 1980-an hingga 1990-an.

Kini, PT Flobamor ingin mengembalikan fungsi hotel tersebut sebagai aset produktif yang mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan dan PAD NTT.

Setelah sektor perhotelan, PT Flobamor mengarahkan perhatian pada bisnis perkapalan.

Perusahaan menyiapkan KMP Sasando untuk membuka kembali layanan transportasi laut pada rute Kupang-Semau.

Kapal tersebut memiliki kapasitas sekitar 76 orang dan direncanakan melayani perjalanan hingga delapan kali dalam sehari.

Tidak hanya penumpang, KMP Sasando juga dapat mengangkut puluhan sepeda motor serta dua mobil dalam satu perjalanan.

PT Flobamor berharap keberadaan kapal tersebut dapat memperlancar mobilitas masyarakat Pulau Semau, termasuk pelajar dan pegawai yang beraktivitas di Kota Kupang.

Konektivitas laut yang lebih baik juga diharapkan memberikan dampak terhadap perekonomian dan pariwisata Pulau Semau.

Rencana tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Kupang. Bupati Kupang Yos Lede disebut mendukung penyediaan pelabuhan yang layak, sementara Wakil Bupati Kupang memberikan dukungan terhadap pengembangan pariwisata Pulau Semau.

Direktur Pengadaan Barang dan Jasa PT Flobamor, Frans Bata, menegaskan bahwa pengalaman buruk pengelolaan perkapalan pada masa lalu menjadi pelajaran penting.

“Belajar dari kesalahan fatal yang terjadi dalam periode sebelumnya, Direksi PT Flobamor bertekad memastikan seluruh keuangan perkapalan dijalankan secara digital agar mencegah kebocoran,” ujarnya.

Sektor ketiga adalah perdagangan melalui pengembangan NTT Mart.

PT Flobamor menargetkan tiga NTT Mart baru hadir di Kota Kupang pada September 2026.

Direktur Ekonomi Kerakyatan PT Flobamor, Leonardo A.R. Waleng, mengatakan NTT Mart akan diarahkan sebagai salah satu pintu masuk produk UMKM lokal ke pasar yang lebih luas.

Menurut Leonardo, pihaknya telah melakukan kurasi terhadap berbagai produk UMKM selama dua bulan terakhir.

“Kami ingin memastikan agar fokus program ekonomi kerakyatan yang digagas Gubernur NTT dapat diwujudkan secara maksimal,” ujarnya.

Tiga lokasi NTT Mart yang direncanakan berada di Jalan Basuki Rahmat kawasan kantor gubernur lama, NTT Mart Perikanan di kawasan pelabuhan perikanan dan NTT Mart di kompleks Kantor Gubernur NTT.

Untuk memperkuat kualitas produk UMKM, PT Flobamor juga menyiapkan Food Lab melalui kerja sama dengan Uma Kanaru Institute.

Laboratorium tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kualitas produk makanan sekaligus memastikan aspek kehalalan.

“Kami berharap dengan adanya Food Lab, produk asal NTT bisa menembus pasar nasional dan dunia,” ujar Manager UMKM PT Flobamor, Angge Kandidatus.

PT Flobamor saat ini melakukan penataan terhadap struktur perusahaan dan enam anak perusahaan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 20 Januari 2026.

Manajemen menilai evaluasi terhadap anak perusahaan penting dilakukan untuk mengetahui kesehatan bisnis, penggunaan modal dan potensi usaha masing-masing.

Direktur Utama PT Flobamor, Dr. Dominggus Elcid Li, PhD, mengatakan salah satu persoalan masa lalu adalah sejumlah anak perusahaan dibentuk tanpa didukung studi kelayakan yang memadai.

Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap penggunaan modal, peningkatan utang dan kinerja perusahaan.

Karena itu, manajemen kini membuka ruang kolaborasi dengan akademisi dan lembaga riset untuk mengkaji sejumlah rencana bisnis.

Beberapa gagasan yang sedang dikembangkan antara lain pabrik pakan, pengalengan daging dan ikan serta kemungkinan pembangunan galangan kapal.

“Kami berharap dengan pengetahuan yang memadai, proses industrialisasi di NTT bisa kita jalankan di masa depan,” kata Elcid.

Di balik rencana ekspansi bisnis, PT Flobamor masih harus menyelesaikan sejumlah persoalan lama.

Salah satunya menyangkut hak para eks Anak Buah Kapal (ABK) KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu.

Manajemen mengaku telah melakukan dialog dengan para eks ABK dan serikat pekerja dalam sejumlah pertemuan.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap.

Manajemen menjelaskan, berdasarkan Perda Nomor 14 Tahun 2025, penyertaan modal yang bersumber dari APBD Provinsi NTT tidak diperkenankan digunakan untuk membayar utang.

Karena itu, perusahaan harus membangun kemampuan bisnis agar dapat memenuhi kewajiban tersebut.

“Mulai tahun ini kami tidak punya pilihan, Flobamor harus untung agar bisa membayar utang kepada para ABK,” tegas Dominggus Elcid Li.

Selain penyelesaian kewajiban, manajemen juga membuka kesempatan bagi para eks ABK untuk kembali bergabung dengan anak usaha yang sedang dirintis.

Anak-anak dari para eks ABK juga akan mendapat prioritas apabila memenuhi persyaratan untuk bekerja di unit usaha yang dikembangkan perusahaan.

Tiga lini bisnis yang dipilih PT Flobamor menunjukkan arah baru perusahaan pada 2026.

Hotel Sasando diarahkan menjadi aset produktif di sektor perhotelan dan pariwisata. KMP Sasando diproyeksikan memperkuat konektivitas Kupang-Semau sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat Pulau Semau.

Sementara NTT Mart ditargetkan menjadi ruang pemasaran bagi produk UMKM NTT.

Namun, ekspansi tersebut berjalan bersamaan dengan pekerjaan rumah berupa pembenahan tata kelola, evaluasi anak perusahaan dan penyelesaian kewajiban kepada eks ABK.

Manajemen PT Flobamor kini menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa perusahaan tidak hanya kembali beroperasi, tetapi mampu menghasilkan keuntungan, menjaga aset dan memberi kontribusi nyata bagi perekonomian Nusa TenggarTenggara. (MI)




Ahmad Talib Sebut Kunjungan Jokowi ke Kupang Cerminkan Kedekatan dengan Rakyat

Kupang, nwartapedia.com  – Anggota DPRD Kota Kupang sekaligus Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PSI Kota Kupang, Ahmad Talib, menyambut positif kedatangan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, ke Kota Kupang.

Menurutnya, kehadiran Jokowi merupakan momentum silaturahmi yang akan disambut hangat oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ahmad Talib mengatakan, Joko Widodo merupakan pemimpin yang memiliki perjalanan politik yang panjang.

Berawal dari Wali Kota Surakarta, kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta, hingga dua periode dipercaya rakyat memimpin Indonesia sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Pak Jokowi adalah pemimpin yang lahir dari rakyat dan tumbuh melalui proses yang panjang. Beliau dikenal sederhana, sabar, dan selalu berupaya mendekatkan diri kepada masyarakat,” ujar Ahmad Talib kepada media ini pada Rabu (2

Menurutnya, kedatangan Jokowi ke Kota Kupang merupakan hal yang positif. Sebagai mantan kepala negara, Jokowi tetap memiliki ruang untuk bersilaturahmi dengan masyarakat di berbagai daerah, termasuk di NTT.

Ia juga menilai kritik maupun berbagai komentar yang ditujukan kepada Jokowi merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus disikapi secara dewasa.

“Dalam kehidupan politik pasti ada perbedaan pandangan. Kritik adalah hal yang biasa, namun semangat persatuan dan saling menghormati harus tetap dijaga,” katanya.

Ahmad Talib turut mengapresiasi sikap Wali Kota Kupang yang menyambut kedatangan Presiden ke-7 RI tersebut. Menurutnya, penghormatan kepada mantan pemimpin bangsa merupakan bentuk etika kenegaraan yang patut dijaga.

“Saya mengapresiasi Wali Kota Kupang yang menunjukkan sikap menghormati mantan Presiden Republik Indonesia. Itu mencerminkan jiwa kepemimpinan yang menghargai jasa para pemimpin bangsa,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Ahmad Talib mengajak seluruh politisi untuk lebih mengutamakan kerja nyata daripada memperpanjang polemik politik.

“Politisi yang baik adalah mereka yang lebih banyak bekerja dan hadir di tengah masyarakat. Diam, bekerja, dan memberikan manfaat bagi rakyat merupakan sikap yang harus terus dikedepankan demi kemajuan daerah dan bangsa,” tutupnya. (MI)




Bandara El Tari Kembali Berstatus Internasional, KADIN NTT dan CCI Dili Dorong Penerbangan Langsung Kupang–Dili

Kupang, nwartapedia.com  – Kembalinya status internasional Bandara El Tari menjadi momentum penting bagi penguatan konektivitas antara Indonesia dan Timor Leste. Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, Dr.cand., M.M., MBA, bersama Presiden CCI Dili, Helder Viera, terus mendorong pembukaan rute penerbangan langsung Kupang–Dili–Kupang.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan yang turut dihadiri General Manager Lion Group, Rinus Zebua, di Ghaura Chocolatier & Cafe, Kupang.

Dalam pertemuan itu, Bobby Lianto menegaskan bahwa KADIN NTT bersama CCI Dili terus menjajaki peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk maskapai penerbangan, agar rute internasional Kupang–Dili dapat segera direalisasikan.

Menurut Bobby, potensi kerja sama ekonomi antara Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste sangat besar. Selama ini, tingginya mobilitas masyarakat kedua wilayah masih bergantung pada jalur darat yang memerlukan waktu perjalanan sekitar delapan hingga sepuluh jam, bahkan kendaraan menuju Dili sering kali penuh.

“Karena itu, kehadiran penerbangan langsung akan menjadi solusi yang lebih cepat, nyaman, dan efisien bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah,” ujarnya.

Ia menambahkan, masih banyak masyarakat Kota Kupang maupun daerah lain di NTT yang belum pernah mengunjungi Dili. Begitu pula masyarakat Timor Leste yang belum menjadikan NTT sebagai tujuan utama perjalanan. Salah satu penyebabnya adalah lamanya waktu tempuh melalui jalur darat.

Dengan adanya penerbangan langsung, Bobby optimistis arus wisatawan, pelaku usaha, investor, hingga masyarakat umum akan meningkat secara signifikan. Kondisi tersebut diyakini akan memberikan dampak positif terhadap sektor perdagangan, pariwisata, investasi, dan hubungan ekonomi kedua negara.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby Lianto dan Helder Viera juga membahas dukungan dari Lion Group terhadap rencana pembukaan rute internasional tersebut. Lion Group yang membawahi sejumlah maskapai seperti Batik Air, Super Air Jet, Wings Air, dan Lion Air dinilai memiliki kapasitas untuk melayani penerbangan Kupang–Dili.

Bobby menegaskan bahwa perjuangan menghadirkan penerbangan langsung Kupang–Dili bukanlah hal baru. Upaya tersebut telah dilakukan selama bertahun-tahun dan kini semakin terbuka setelah Bandara El Tari kembali menyandang status sebagai bandara internasional.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, atas dukungan penuh hingga Bandara El Tari kembali berstatus internasional.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang telah mendukung penuh sehingga Bandara El Tari kembali berstatus internasional. Sekarang saatnya bersama-sama mengundang maskapai agar membuka layanan penerbangan internasional dari Kupang,” kata Bobby.

Bobby menegaskan KADIN NTT akan terus memperjuangkan pembukaan rute Kupang–Dili karena diyakini memiliki prospek yang sangat besar bagi kemajuan ekonomi kawasan.

“Kami tidak akan pernah menyerah karena kami yakin rute ini memiliki potensi yang sangat besar dan akan memberikan manfaat terbaik bagi kedua negara, khususnya bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste,” tutup Bobby Lianto.




ESCS Kupang Gelar Year End and Graduation Ceremony 2026, Cetak Lulusan Berprestasi Hingga Kancah Internasional

Kupang, nwartapedia.com  – Sekolah internasional Excellent Spirit Christian School (ESCS) menggelar Year End and Graduation Ceremony 2026 di Ballroom Harper International Hotel Kupang, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri ratusan siswa dan orang tua tersebut menjadi momentum apresiasi atas berbagai prestasi akademik maupun nonakademik yang berhasil diraih sepanjang tahun ajaran 2025/2026.

Acara dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 09.00–12.00 WITA untuk peserta didik jenjang PAUD dan TK, sedangkan sesi kedua dilaksanakan pukul 15.00–17.00 WITA bagi peserta didik PKBM jenjang SD, SMP, dan SMA.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan penampilan seni dan kreativitas dari para siswa mulai dari jenjang PAUD hingga SD yang memukau para tamu undangan dan orang tua.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut kepala sekolah, para guru, supervisor, jajaran yayasan, serta Executive Board ESCS sekaligus salah satu pendiri yayasan, Dr. Cand. Bobby Lianto, MM., MBA, yang memberikan sambutan pada pembukaan acara.

Dalam sambutannya, Bobby Lianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada ESCS.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada ESCS. Kepercayaan dari para orang tua menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi berbagai prestasi yang berhasil diraih siswa-siswi ESCS sepanjang tahun ajaran ini, termasuk keberhasilan meraih lebih dari 60 medali tingkat nasional dalam ajang kompetisi yang digelar di Bogor.

Tak hanya itu, Bobby mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian PKBM ESCS Kupang yang kini resmi memperoleh Akreditasi A, sebagai bukti peningkatan mutu pendidikan yang terus dilakukan sekolah.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, siswa, orang tua, hingga yayasan dalam membangun kualitas pendidikan yang unggul.

ESCS juga kembali menorehkan prestasi melalui para lulusannya yang berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi ternama di dalam maupun luar negeri.

Salah satu siswa berprestasi, Matthew Ang, dinyatakan lolos di dua universitas ternama di China, sementara Stifany, lulusan SMA ESCS, sedang menjalani proses penerimaan di Universitas Bina Nusantara (Binus) dan Universitas Tarumanagara di Jakarta.

Prestasi yang paling membanggakan datang dari alumni ESCS, Valencio Galen Christanto, yang berhasil menyelesaikan pendidikan Magister (S2) di Gonzaga University, Amerika Serikat, pada usia 19 tahun.

Valencio diketahui diwisuda pada 10 Mei 2026 dengan capaian akademik yang sangat baik dan menjadi salah satu lulusan magister termuda di usianya. Saat ini ia bahkan telah melanjutkan langkah akademiknya sebagai kandidat doktor.

Menurut Bobby Lianto, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa lulusan ESCS memiliki daya saing global dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Melalui penyelenggaraan Year End and Graduation Ceremony 2026, ESCS kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan bertaraf internasional yang tidak hanya unggul dalam penguasaan bahasa Inggris, tetapi juga berhasil mencetak generasi muda yang berprestasi, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan dunia global. (MI)




LPPM Undana Danai 397 Proposal Pengabdian Masyarakat 2026, Perkuat Hilirisasi Riset di NTT

Kupang, nwartapedia.com – Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menetapkan sebanyak 397 proposal dosen sebagai penerima pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internal Tahun Anggaran 2026.

Program ini menjadi upaya kampus dalam memperkuat hilirisasi hasil riset dan menghadirkan solusi ilmiah bagi masyarakat di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur.

Penetapan penerima pendanaan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 870/UN.15.22/TU/2026 yang mengacu pada Keputusan Rektor Undana Nomor 862/PM/2026.

Seluruh proposal yang dinyatakan lolos telah melalui proses seleksi administrasi dan penilaian substansi oleh tim reviewer.

Kepala LPPM Undana, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa program pendanaan internal ini merupakan bentuk komitmen universitas dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar dan peneliti, tetapi juga harus mampu menerapkan hasil keilmuan untuk menjawab berbagai persoalan di tingkat komunitas.

“Melalui Program PKM Internal, universitas berharap kontribusi akademisi dapat mendukung percepatan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Hasil seleksi telah diumumkan melalui Sistem Informasi Penelitian dan Pengabdian (SIPP), sehingga setiap ketua pengusul dapat melihat status proposal beserta catatan evaluasi dari reviewer sebagai bahan penyempurnaan di masa mendatang.

LPPM juga telah membuka proses administrasi kontrak bagi penerima pendanaan. Para dosen diwajibkan melengkapi dokumen yang dipersyaratkan sebelum penandatanganan kontrak yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan pembagian jadwal berdasarkan wilayah lokasi pengabdian.

Sementara itu, bagi dosen yang belum memperoleh pendanaan tahun ini, LPPM mendorong agar memanfaatkan hasil evaluasi reviewer untuk meningkatkan kualitas proposal pada periode berikutnya.

Melalui pendanaan terhadap 397 program pengabdian tersebut, Undana diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pembangunan di NTT.

Berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan ekonomi, hingga penguatan tata kelola sosial diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah. *




Wagub NTT Johni Asadoma Tegaskan Supremasi Hukum Harus Jadi Panglima

Kupang, nwartapedia.com  –  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menegaskan bahwa supremasi hukum harus tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah dinamika politik dan perkembangan teknologi informasi.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional dan Temu Alumni Dies Natalis ke-40 Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA), Jumat (5/6).

Menurut Johni, Indonesia sebagai negara hukum harus menempatkan hukum di atas segala bentuk kekuasaan.

Ia mengingatkan bahwa lemahnya supremasi hukum dapat membuka ruang penyalahgunaan kekuasaan dan mengancam keadilan bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya birokrasi yang berintegritas, pendidikan hukum, serta peran perguruan tinggi, media, dan masyarakat sipil dalam mengawal demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia.

Seminar bertema “Menjaga Supremasi Hukum di Tengah Dinamika Politik Kekuasaan” tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keadilan, demokrasi, dan kepastian hukum demi pembangunan yang berkelanjutan. *




Gus Ipul: Data Akurat dan Sekolah Rakyat Kunci Pengentasan Kemiskinan di NTT

Kupang, nwartapedia.com – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa data yang akurat, bantuan yang tepat sasaran, dan program Sekolah Rakyat merupakan tiga pilar penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas menuju kemandirian ekonomi.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 dan kegiatan Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Tahun 2026 di Aula El Tari Kupang, Minggu (31/5/2026).

Gus Ipul menjelaskan, pemerintah saat ini tengah memperluas pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

Di NTT, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang telah beroperasi dan menampung 100 siswa yang seluruhnya berasal dari keluarga kategori Desil 1 dan 2 DTSEN.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat miskin agar memperoleh akses pendidikan yang layak.

Ia juga menegaskan sekolah harus bebas dari kekerasan, perundungan, intoleransi, korupsi, dan pungutan liar.

Sementara itu, Kepala SRMP 19 Kupang, Felipina A. Kale, mengatakan mayoritas orang tua siswa bekerja sebagai petani penggarap dan tinggal di lahan yang bukan milik sendiri.

Selain pendidikan akademik, sekolah juga memberikan pendampingan psikososial untuk mengembangkan potensi siswa.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa NTT masih didominasi penduduk usia muda, sehingga memiliki peluang besar dalam pembangunan SDM.

Namun, perhatian terhadap lansia tetap diperlukan karena sebagian besar masih menjadi tulang punggung keluarga.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa keakuratan DTSEN menjadi dasar penting dalam penanggulangan kemiskinan.

Pemerintah Provinsi NTT, katanya, terus melakukan pembaruan data agar tidak ada warga miskin yang terlewat dari program bantuan pemerintah.

“Kita harus memastikan seluruh data akurat sehingga setiap program pembangunan dan bantuan sosial benar-benar tepat sasaran,” tegas Gubernur Melki. *




Pemprov NTT Terapkan Gerakan Jam Belajar Masyarakat, Anak Sekolah Diminta Belajar Pukul 18.00–19.30

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menerapkan Gerakan Jam Belajar Masyarakat melalui Pergub Nomor 24 Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat budaya belajar anak di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor Gubernur NTT, Jumat (29/5/2026).

Menurut Ambrosius, kebijakan ini lahir dari keprihatinan pemerintah terhadap masih rendahnya budaya belajar di rumah dan lingkungan masyarakat, serta meningkatnya distraksi aktivitas kurang produktif di luar jam sekolah.

“Pemerintah Provinsi NTT menghadirkan Gerakan Jam Belajar Masyarakat sebagai solusi bersama untuk membangun ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh,” ujarnya.

Dalam kebijakan tersebut, jam belajar masyarakat dilaksanakan setiap hari mulai pukul 18.00 hingga 19.30 waktu setempat.

Waktu tersebut diperuntukkan bagi anak-anak usia sekolah untuk belajar, membaca, mengerjakan tugas sekolah, melakukan kegiatan literasi, serta pengembangan diri yang positif.

Ambrosius menjelaskan, tujuan utama gerakan ini yakni menciptakan suasana belajar yang kondusif di rumah dan lingkungan masyarakat, membiasakan anak memiliki waktu belajar yang disiplin dan teratur, meningkatkan literasi serta minat baca, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berdaya saing.

“Kami ingin budaya belajar menjadi gerakan sosial masyarakat, bukan hanya tanggung jawab sekolah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bersifat edukatif dan persuasif, bukan pembatasan sosial terhadap masyarakat. Pelaksanaannya tetap memperhatikan kegiatan keagamaan, budaya lokal, kondisi sosial masyarakat, hingga dinamika kehidupan keluarga.

Pemerintah juga mendorong partisipasi aktif masyarakat secara sukarela dan sadar demi keberhasilan program tersebut.

Dalam implementasinya, seluruh elemen masyarakat dilibatkan. Orang tua diminta mendampingi serta mengawasi anak selama jam belajar berlangsung dan menciptakan suasana rumah yang tenang.

Sementara sekolah dan guru diharapkan memberikan penguatan literasi dan tugas yang mendukung pembelajaran mandiri. Pemerintah desa dan kelurahan berperan mengedukasi masyarakat serta membantu pengawasan lingkungan.

Tokoh agama dan tokoh masyarakat juga diharapkan menjadi teladan dan penggerak budaya belajar di tengah masyarakat, sedangkan media massa diminta mendukung penyebaran informasi dan edukasi publik secara positif.

Pemerintah Provinsi NTT berharap gerakan ini mampu membentuk kebiasaan belajar yang disiplin dan konsisten bagi anak-anak, menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih tertib dan kondusif, serta mengurangi aktivitas negatif anak di luar rumah pada malam hari.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat memperkuat fondasi sumber daya manusia unggul menuju NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT, Odermaks Sombu, mengajak seluruh orang tua di NTT untuk mendukung kebijakan tersebut dengan mendampingi anak-anak pada waktu belajar yang telah ditetapkan.

“Diharapkan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya para orang tua yang memiliki anak sekolah, dapat mendukung gerakan ini dengan mendampingi anak-anak pada jam belajar,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTT juga membuka ruang dialog, masukan, serta partisipasi publik dalam implementasi kebijakan tersebut agar Gerakan Jam Belajar Masyarakat benar-benar tumbuh menjadi gerakan bersama demi masa depan pendidikan NTT yang lebih baik. *




Deken Malaka Soroti Lonjakan Pemulangan Jenazah PMI Non Prosedural, Ajak Warga Waspada

Malaka, nwartapedia.com  – Peningkatan kasus pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia non prosedural asal Kabupaten Malaka menjadi perhatian serius Gereja. Pater Hironumimus Moensaku, SVD, selaku Deken Malaka, menyampaikan keprihatinan atas kondisi tersebut yang terus terjadi dalam tiga tahun terakhir.

Menurutnya, tekanan ekonomi keluarga dan kurangnya pemahaman masyarakat soal prosedur resmi menjadi pemicu utama. Banyak warga tergoda iming-iming kerja luar negeri cepat dan menguntungkan, padahal berisiko tinggi.

“Kita harus berpikir objektif. Kalau mau kerja ke luar negeri, pastikan lewat jalur resmi dengan dokumen lengkap. Itu satu-satunya cara agar aman,” kata Pater Hironumimus saat ditemui di Malaka.

Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya pada ajakan oknum tak bertanggung jawab. Pengecekan dan klarifikasi wajib dilakukan sebelum mengambil keputusan.

“Jangan cepat tergiur. Filter setiap informasi yang beredar di media sosial. Kita tidak boleh jadi korban perdagangan orang di daerah sendiri,” tegasnya.

Pater Deken juga mengajak umat mendukung upaya pemerintah memberantas human trafficking. Ia menekankan bahwa jalur resmi memang lebih panjang, tetapi menjamin perlindungan hukum dan keselamatan pekerja.

“Mari kita lindungi warga kita bersama. Migrasi aman itu bukan pilihan, tapi kebutuhan,” pungkasnya.

Kasus yang terus berulang diharapkan menjadi titik balik bagi masyarakat Malaka untuk lebih selektif dan memilih jalur migrasi yang legal serta terlindungi.*




RUPS Bank NTT 2026 Hasilkan Sejumlah Keputusan Strategis, Gubernur Melki Optimistis Bank NTT Tumbuh Sehat

Kupang, nwartapedia.com — PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Tahun 2026 di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT, Minggu (24/5/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan dihadiri para bupati serta wali kota se-Provinsi NTT bersama pihak Bank Jatim.

Dalam keterangannya kepada awak media usai pelaksanaan RUPS, Gubernur Melki mengungkapkan bahwa rapat berlangsung konstruktif dan menghasilkan sejumlah keputusan strategis untuk memperkuat kelembagaan serta meningkatkan kontribusi Bank NTT terhadap pembangunan daerah.

“Melalui diskusi rapat yang produktif ini kita optimis dan saya yakin perkembangan Bank NTT akan jauh lebih baik lagi dan terus bertumbuh sehat. Tadi juga kami mengecek rencana bisnisnya, rencana pencapaian keuntungan di tahun ini dan juga tahun-tahun ke depan yang dipaparkan dengan terbuka juga oleh direksi dan komisaris Bank NTT,” ujar Gubernur Melki.

Ia menjelaskan, para kepala daerah turut melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai parameter kinerja Bank NTT, mulai dari aset, pengembangan bisnis hingga Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal.

“Secara umum, RUPS tahunan tadi berlangsung konstruktif, dan dialognya memang sangat bagus. Kami mengecek betul satu per satu parameter dari Bank NTT, baik dari segi aset, pengembangan bisnis, dari segi CAR dan sebagainya. Kami semua kepala daerah sudah berkomitmen juga untuk bersama-sama membesarkan Bank NTT dan semakin berkontribusi untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat di berbagai bidang,” tambahnya.

Dalam forum tersebut juga diputuskan perubahan struktur direksi dan komisaris Bank NTT. Sesuai rekomendasi dan konsultasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), struktur yang sebelumnya terdiri dari tujuh direksi dan lima komisaris kini kembali menjadi lima direksi dan tiga komisaris.

Selain itu, RUPS menyetujui penetapan Direktur Kepatuhan baru Bank NTT, yakni Revi Adiana Silawati yang berasal dari Bank Jatim dan telah memperoleh persetujuan OJK.

Gubernur Melki menyebut, Revi Adiana Silawati memiliki pengalaman selama 30 tahun di Bank Jatim dan dijadwalkan dilantik pada Selasa (26/5/2026) mendatang menggantikan Chris Adoe.

Tidak hanya itu, forum RUPS juga menyetujui pengusulan calon komisaris independen baru Bank NTT, yakni Flouri Rita Wuisan.

Salah satu keputusan penting lainnya yakni persetujuan perubahan status PT Bank NTT menjadi Bank NTT Perseroda sesuai rekomendasi Kementerian Dalam Negeri serta hasil konsultasi bersama Pemerintah Provinsi NTT dan DPRD NTT.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga mengungkapkan adanya tambahan penyertaan modal dari sejumlah pemerintah daerah. Kabupaten Malaka menambah modal sebesar Rp5 miliar, Kabupaten Alor Rp3 miliar, dan Pemerintah Provinsi NTT sebesar Rp30 miliar.

“Tadi juga kami menyepakati adanya penambahan modal, baik itu dari Kabupaten Malaka tambah Rp5 miliar, Kabupaten Alor Rp3 miliar, dan Pemerintah Provinsi Rp30 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, terkait penguatan sektor ekonomi masyarakat, Gubernur Melki menjelaskan bahwa saat ini Bank NTT telah memiliki Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp350 miliar yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Dana tersebut terdiri dari Rp50 miliar untuk pekerja migran Indonesia dan Rp300 miliar untuk sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Saat ini kita sudah punya KUR senilai Rp350 miliar, yang terbagi untuk pekerja migran Rp50 miliar dan Rp300 miliar untuk UMKM. Saya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan KUR Bank NTT ini dengan baik,” pungkasnya (MI)