Pangdam IX/Udayana Kunjungi Makodim 1629/SBD: Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

 

Tambolaka,nwartapedia.com – Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Muhammad Zamroni, S.I.P., M.Si., bersama Ketua Persit KCK Daerah IX/Udayana, Ibu Dessy Zamroni, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Makodim 1629/SBD di Desa Watukawula, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, pada Selasa (18/03/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya.

Kedatangan Pangdam disambut hangat dengan prosesi adat khas Sumba Barat Daya, termasuk pengalungan kain adat oleh Dandim 1629/SBD, Letkol Inf Deny Ahdiani Amir, M.Han.

Selain itu, regu jaga kesatriaan memberikan jajar kehormatan, sementara prajurit dan Persit menyanyikan “Mars Udayana” dengan penuh semangat.

Keindahan budaya lokal turut memeriahkan acara dengan penampilan tarian adat Sumba yang menggambarkan kekayaan seni dan tradisi daerah.

Dalam arahannya kepada prajurit dan anggota Persit Kodim 1629/SBD, Pangdam menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap TNI, yang berdasarkan survei mencapai 97%.

“Kepercayaan ini adalah aset berharga yang harus kita jaga. Sebagai satuan kewilayahan, kita harus hadir di tengah rakyat, menjadi bagian dari solusi, dan selalu dicintai masyarakat,” ujar Pangdam.

Selain menyoroti peran strategis TNI di wilayah, Pangdam juga menekankan pentingnya kesejahteraan prajurit dan keluarganya.

Ia mendorong mereka untuk aktif dalam program kemandirian ekonomi, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Prajurit harus memiliki kemandirian ekonomi agar tidak hanya bergantung pada gaji pokok. Manfaatkan peluang usaha yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tambahnya.

Sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan, Pangdam dan Ketua Persit KCK Daerah IX/Udayana turut melakukan penanaman pohon sukun di area Makodim 1629/SBD.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap program penghijauan dan ketahanan pangan.

Usai rangkaian kegiatan di Makodim, rombongan Pangdam melanjutkan kunjungan ke lokasi sumur bor di Desa Pogotena, Kecamatan Loura.

Di sana, Pangdam menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat, menegaskan komitmen TNI dalam membantu kesejahteraan rakyat. Kunjungan kerja ini diakhiri dengan peninjauan pembibitan ikan Bioflok di Desa Weerena, sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat setempat.

Kunjungan Pangdam IX/Udayana ini tidak hanya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, tetapi juga memberikan motivasi bagi prajurit untuk terus mengabdi dengan sepenuh hati serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.

(Penrem)




Danrem 161/Wira Sakti Kunjungi Sertu Muslim, Dukung Pengembangan Budidaya Lele Bioflok di SBD

 

Tambolaka,nwartapedia.com – Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M., didampingi Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana, Ibu Paula Nunes, melakukan kunjungan ke Sertu Muslim, anggota Ba Unit Intel Kodim 1629/Sumba Barat Daya (SBD).

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung implementasi budidaya ikan lele dengan sistem bioflok yang dikembangkan oleh Sertu Muslim di wilayah SBD, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam pertemuan tersebut, Sertu Muslim menyampaikan bahwa budidaya lele dengan sistem bioflok merupakan solusi bagi masyarakat yang memiliki lahan terbatas dan keterbatasan sumber air.

“Saya berharap masyarakat tidak perlu khawatir untuk membudidayakan lele, meski memiliki lahan terbatas dan akses air yang minim. Dengan sistem bioflok, budidaya lele bisa dilakukan di pekarangan rumah dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Sertu Muslim saat dihubungi oleh Penerangan Korem 161/Wira Sakti, Senin (17/3).

Lebih lanjut, Sertu Muslim menjelaskan bahwa budidaya lele dengan sistem bioflok memiliki banyak keunggulan dibandingkan sistem konvensional.

“Lele yang dibudidayakan dengan sistem bioflok memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih cepat, lebih tahan terhadap penyakit, serta mengonsumsi pakan yang lebih efisien. Dagingnya juga lebih enak dikonsumsi. Selain itu, budidaya ini lebih menguntungkan dan menjadi bagian penting dalam program ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Sebagai salah satu komoditas utama perikanan Indonesia, budidaya lele dengan sistem bioflok telah banyak diadopsi oleh para pembudidaya di berbagai daerah.

Hal ini mendorong Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan Sumba Timur untuk terus mengembangkan program ini guna memenuhi kebutuhan konsumsi ikan di wilayahnya.

Sertu Muslim berharap program budidaya lele bioflok ini mendapat dukungan lebih besar dari pemerintah dan pihak terkait, terutama dalam bentuk bantuan langsung bagi para pembudidaya.

“Bantuan berupa teknologi bioflok sangat penting, karena sistem ini mengandalkan suplai oksigen dan mikroorganisme untuk meningkatkan produktivitas budidaya. Dengan inovasi ini, produksi ikan bisa meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan sistem konvensional,” ungkapnya.

Lebih jauh, Sertu Muslim memiliki visi besar untuk memperluas usahanya, tidak hanya terbatas pada budidaya ikan lele, tetapi juga jenis ikan tawar lainnya, termasuk udang.

“Saat ini, saya sudah menguasai pasar untuk Pulau Sumba di empat kabupaten. Ke depan, saya berharap bisa memperluas distribusi hingga mencakup seluruh wilayah NTT,” tambahnya.

Dengan adanya dukungan dari Korem 161/Wira Sakti dan inovasi dalam budidaya perikanan, diharapkan sistem bioflok dapat semakin berkembang dan menjadi solusi nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Timur. ***




Danrem 161/Wira Sakti Tinjau Patok Batas RI-RDTL di Naktuka, Tegasksn Kedaulatan Wilayah 

Kupang,nwartapedia.com – Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M., bersama Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 15/DBY Letkol Arh Reindi Tri Setyo Nugroho dan Komandan Pengamanan Perbatasan RDTL Superintendente Policia Letkol Polisi Euclides Belo, meninjau langsung patok batas negara antara Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) di Naktuka, Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang.

Dalam inspeksi tersebut, Danrem 161/Wira Sakti menegaskan komitmen TNI dalam menjaga batas negara dan memastikan keabsahan patok yang telah ditetapkan berdasarkan kesepakatan kedua negara.

“Kami mengecek langsung sejumlah patok batas negara di sepanjang wilayah perbatasan Indonesia dengan Oeccusi, termasuk area persawahan yang selama 25 tahun tidak digarap,” ujar Brigjen Joao Xavier dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat dan perangkat desa di Pos Oepoli Tengah, Jumat (14/02/2025).

Sebagai Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) Satgas Pamtas RI-RDTL, Brigjen Joao Xavier menegaskan bahwa patok-patok batas negara tidak bisa diubah atau dipindahkan secara sepihak.

“Secara hukum internasional, setiap patok yang menjadi titik koordinat batas negara sudah dipatenkan dan tidak bisa digeser atau diubah. Ini adalah hasil kesepakatan antara Indonesia dan Timor Leste,” tegasnya.

Dalam menentukan batas negara, digunakan sistem Common Border Datum Reference Frame (CBDRF), yang menjadi patokan utama dalam memastikan keakuratan letak setiap patok.

“TNI AD akan terus menjaga perbatasan Indonesia-Timor Leste, meskipun masih ada beberapa titik yang belum terselesaikan secara resmi. Kami berharap proses penyelesaiannya bisa segera dipercepat,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bapak Raja Tom Kameo, salah satu tokoh adat wilayah Amfoang, menegaskan bahwa Naktuka merupakan bagian dari Kerajaan Amfoang berdasarkan kesepakatan adat.

“Para raja dari Anbenu dan Amfoang sudah sepakat, disaksikan oleh Raja Naekake, bahwa batas wilayah adat menyusuri Sungai Noelbesi hingga muara Kolam Besak. Ini menegaskan bahwa Naktuka adalah bagian dari wilayah adat Amfoang,” jelasnya.

Ia juga menyoroti persoalan lahan di Naktuka, yang sejak Timor Leste merdeka pada tahun 1999 tidak lagi dikelola oleh warga Indonesia karena masih dalam status sengketa.

“Selama 25 tahun terakhir, saudara-saudara kami dari Anbenu telah mengolah lahan persawahan di Naktuka. Kami serahkan kepada Bapak Danrem untuk memperjuangkan penyelesaian batas ini sesuai dengan keputusan adat dan hukum yang berlaku,” katanya.

Lebih lanjut, Raja Tom Kameo mengungkapkan bahwa sebelum pemisahan Timor Leste dari Indonesia, tanah di Naktuka telah dikelola oleh masyarakat setempat yang memiliki lebih dari 200 sertifikat resmi. Namun, hingga saat ini, mereka tidak bisa menggarap lahan tersebut karena khawatir memicu konflik.

“Masyarakat yang memiliki sertifikat sah ingin mengelola tanah mereka kembali, tetapi mereka takut menciptakan ketegangan di perbatasan,” pungkasnya.

Kunjungan Danrem 161/Wira Sakti ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara aparat keamanan Indonesia dan Timor Leste dalam menjaga stabilitas di wilayah perbatasan.

Turut hadir dalam patroli bersama ini, antara lain Dandim 1604/Kupang Kolonel Inf Wiwit Jalu Wibowo, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Letkol Arh Reindi Tri Setyo Nugroho, Wadanramil Naikliu Kapten Inf Said Muhamad,  Perwira Topografi Satgas Pamtas Kapten CPT Edi Handoko, Danunit Intel Kodim 1604/Kupang Kapten Inf Donatus Jelatu, Komandan Pengamanan Perbatasan RDTL Superintendente Policia Euclides Belo beserta jajarannya.  (Penrem)




Grace Duasaru Perempuan Muda Kabupaten Sikka Wujudkan Mimpi Jadi Polwan Berprestasi

 

Kupang,nwartapedia.com  – Dari pelosok Lekeba’i, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), lahir sebuah kisah inspiratif dari seorang perempuan muda bernama Agri Fina Servio Duasaru, atau yang akrab disapa Grace. Lahir pada 6 Mei 2004, putri pasangan Yohanes Adventinus Mitak dan almarhum Marta Zero ini telah membuktikan bahwa kerja keras dan kegigihan mampu mengatasi segala keterbatasan.

Ayah Grace, Yohanes Adventinus Mitak kepada media ini pada Minggu tanggal 22 Desember 2024 menuturkan keinginan Grace untuk menjadi Polwan sejak kecil telah berhaail diraihnya.

Yohanes menuturkan, Grace berhasil mewujudkan impiannya menjadi Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia, sekaligus mengharumkan nama NTT dengan prestasi luar biasa di tingkat nasional.

“Sejak kecil, Grace sudah memimpikan menjadi seorang Polwan. Pendidikan dasarnya dimulai di SD Imprese Tanangalu, berlanjut ke SMP Pancasila Lekeba’i, hingga menamatkan SMA di Frater Maumere. Namun, meraih cita-citanya bukan perkara mudah,”ungkapnya.

Ia mengatakan, Setelah lulus SMA, Grace memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah demi fokus pada cita-citanya.

“Ia mencoba mengikuti tes masuk Polwan, namun gagal. Tidak menyerah, Grace juga mencoba seleksi di Angkatan Laut, tetapi lagi-lagi hasilnya belum memihak,”kata Yohanes.

Bagi Yohanes, kegagalan demi kegagalan itu justru menjadi batu loncatan bagi Grace untuk terus bangkit.

“Grace menguatkan diri dan menggali potensi lain melalui olahraga pencak silat Perisai Diri, sebuah langkah yang kelak menjadi pembuka jalan baginya,”ujar Yohanes.

Yohanes menuturkan, dengan memiliki bakat luar biasa di bidang pencak silat. Ia berhasil menyabet juara kedua pada kejuaraan tingkat provinsi di Larantuka.

“Dengan modal prestasi ini, ia memberanikan diri mendaftar jalur Bakomsus (keahlian khusus) Polri di saat-saat terakhir menjelang penutupan pendaftaran,”tuturnya.

Dengan bangga dan terhatu, Yohanes menyebut, usaha keras puttinya terbayar lunas. Grace sukses menorehkan sejarah dengan meraih peringkat pertama di Polda NTT untuk jalur Bakomsus, membuktikan dirinya layak bersaing di tingkat nasional.

“Setelah lolos seleksi Polda NTT, Grace mengikuti pendidikan intensif di Sepolwan, Jakarta Selatan. Selama lima bulan, ia menempa diri bersama ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Semangatnya yang pantang menyerah membawa Grace masuk ke jajaran 100 siswa terbaik secara nasional, dengan menempati peringkat ke-78 dari 806 siswa,”sebut ayah yang seharian bekerja sebagai seorang petani.

Pada 18 Desember 2024, Grace resmi dilantik menjadi anggota Polwan Republik Indonesia.

Hari itu menjadi momen bersejarah, tidak hanya bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga bagi masyarakat NTT yang bangga atas pencapaian anak daerah mereka.

Bripka Grace Duasaru kini menjadi simbol kebanggaan dan inspirasi.

“Saya bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada keluarga serta semua pihak yang telah mendukung saya. Saya akan menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya demi mengharumkan nama NTT,” ujar Grace dengan penuh semangat.

Kisah Grace adalah bukti bahwa mimpi besar dapat diraih melalui kerja keras, keteguhan, dan doa.

Sebagai Polwan muda, ia bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda NTT untuk tidak takut bermimpi dan berjuang.

Dengan semangat juangnya, Grace membawa harapan baru bagi tanah kelahirannya.

Ia tidak hanya menjadi Polwan, tetapi juga pelopor perubahan, bukti bahwa seorang anak daerah mampu bersaing dan berprestasi di kancah nasional. *




Pangdam IX/Udayana Apresiasi Semangat Kebersamaan Prajurit dan PNS dalam Upacara 17-an

 

Kupang,nwartapedia.com  – Semangat kebersamaan yang terjalin erat antara Prajurit dan PNS jajaran Kodam IX/Udayana menjadi kunci sukses dalam melaksanakan berbagai tugas dan kegiatan sepanjang tahun 2024.

Hal ini disampaikan oleh Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Muhammad Zamroni, S.IP., M.Si., dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kasrem 161/Wira Sakti, Kolonel Inf. Riko Haryanto, S.I.P., pada upacara 17-an di Lapangan Hitam Makorem 161/Wira Sakti, Jalan W.Z. Lalamentik, Oebufu, Kota Kupang, Senin (17/12/2024).

Dalam amanat tersebut, Pangdam mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh prajurit dan PNS yang telah bekerja keras dengan penuh dedikasi dan loyalitas.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi kerja dan loyalitas selama ini, sehingga berbagai kegiatan sepanjang tahun 2024 dapat diselesaikan dengan baik,” ungkap Pangdam.

Pangdam memaparkan bahwa sepanjang tahun 2024, Kodam IX/Udayana telah berhasil menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala nasional hingga internasional. Beberapa di antaranya adalah:

“Penyelenggaraan AKS (Ajang Kompetisi Siswa) TNI AD, Pengamanan VVIP Presiden RI di wilayah NTT, NTB, dan Bali, Kejuaraan Judo Southeast Asia Championship dan Pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) WWF dan KTT IAF,”ungkapbya.

Selain itu, jajaran Kodam IX/Udayana juga aktif dalam penanggulangan bencana erupsi Gunung Lewotobi hingga tahap rehabilitasi, dengan membentuk Satgas Pembangunan Hunian Sementara (Huntara).

“Di akhir tahun, kita juga telah menyelesaikan rangkaian peringatan HUT ke-79 TNI, yang dimeriahkan dengan berbagai kejuaraan Open Tournament Piala Panglima TNI,” tambahnya.

Menyongsong agenda 2025, Pangdam IX/Udayana menegaskan bahwa berbagai program akan dilaksanakan untuk mendukung Asta Cita pemerintahan Kabinet Merah Putih.

“Program unggulan yang akan segera dilaksanakan adalah Program Makan Bergizi Gratis: Dimulai serentak pada awal Januari 2025, Pilot Project Dapur Sehat: Pembangunan di Kupang, Mataram, dan Karangasem telah rampung 100% dan siap operasional dan Pembangunan 41 Titik Dapur Sehat: Direncanakan tersebar di wilayah Bali-Nusra,”tegasnya.

Dalam pembinaan satuan, Pangdam juga menginstruksikan kepada para Dansat untuk menginventarisir materiil satuan, termasuk menyelesaikan Penetapan Status Pengguna (PSP) guna mewujudkan tertib administrasi dan mempermudah pengelolaan Barang Milik Negara (BMN).

“Hal ini penting untuk memastikan kesiapan satuan dalam mendukung pelaksanaan program secara maksimal,” tegas Pangdam.

Upacara 17-an yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum untuk menguatkan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan di tahun mendatang.

Dengan semangat kebersamaan, Kodam IX/Udayana siap terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan bangsa dan menjaga keutuhan NKRI. (Penrem)




Meningkatkan Patriotisme, Dandim 1618/TTU Melepas Pleton Beranting Gerak Jalan Yudha Wastu Pramuka Jaya

 

Kefamenanu,nwartapedia.com – Dalam rangka memperingati Hari Juang Infanteri Ke-76 Tahun 2024, Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, S.E., memimpin langsung Upacara serah terima Pleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya dari Etape Ke-4 menuju Etape Ke-5.

Acara ini berlangsung pada Selasa, 17 Desember 2024, di Halaman Kantor Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten TTU, dengan penuh khidmat dan semangat juang yang tinggi.

Dengan tema Infanteri yang Profesional, Modern dan Adaptif Mendukung Indonesia Maju, kegiatan ini bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga simbol semangat kejuangan, jiwa korsa, dan ketangguhan prajurit Infanteri TNI AD. Rute gerak jalan Yudha Wastu Pramuka Jaya ini menantang dengan medan naik-turun gunung serta melalui perkampungan, mencerminkan ketahanan fisik dan mental para peserta.

Dalam sambutannya, Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto S.E,. menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pengawal, termasuk Menwa, yang dengan penuh dedikasi telah menyelesaikan perjalanan pada etape keempat.

“Saya mengucapkan terima kasih serta penghargaan kepada para prajurit dan peserta Pleton Beranting yang telah melaksanakan rute perjalanan ini dengan penuh kesungguhan dan loyalitas. Untuk regu selanjutnya, lanjutkan tradisi infanteri ini dengan semangat, tanggung jawab, serta menghayati makna perjuangan Palagan Ambarawa,”ujar Dandim dalam sambutannya.

Dandim juga mengingatkan kembali pesan luhur Panglima Besar Jenderal Soedirman, yang menjadi penyemangat perjuangan:

“Kemerdekaan satu negara, yang didirikan di atas timbunan runtuhan ribuan jiwa, harta benda dari rakyat dan bangsanya, tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia siapapun juga.”ungkapnya.

Dengan penuh kebanggaan, Dandim 1618/TTU resmi melepas keberangkatan regu gerak jalan menuju Etape Ke-6 di Kantor Desa Kaubele pada pukul 13.40 WITA.

Ia menegaskan bahwa keringat dan kelelahan para peserta tidak sebanding dengan pengorbanan darah dan nyawa para pejuang kemerdekaan dalam peristiwa Palagan Ambarawa.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan semangat juang dan kebanggaan Korps Infanteri, tetapi juga memelihara nilai-nilai patriotisme serta kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ini adalah wujud nyata soliditas dan loyalitas yang harus selalu kita jaga,” tegas Dandim.

Gerak jalan Pleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya merupakan tradisi Korps Infanteri yang bertujuan memelihara dan meningkatkan nilai-nilai kejuangan serta kebanggaan sebagai prajurit infanteri. Selain itu, kegiatan ini berfungsi untuk meningkatkan mobilitas pasukan pejalan kaki, ketahanan fisik, dan kualitas jasmani prajurit Infanteri TNI-AD.

Antusiasme warga Desa Supun turut menambah semarak acara ini. Warga menyaksikan dengan penuh kebanggaan dan turut mendoakan kelancaran perjalanan peserta menuju etape berikutnya.

Dengan tradisi yang sarat makna ini, TNI AD khususnya prajurit Infanteri semakin mengokohkan peran mereka sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI dan menjalin kemanunggalan dengan rakyat. **




Kemanunggalan TNI dan Rakyat: Dandim 1618/TTU Bagikan 50 Paket Sembako di Desa Supun

 

Kefamenanu,nwartapedua.com  – Memperingati Hari Juang TNI AD Ke-79, Komandan Kodim (Dandim) 1618/TTU, Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, S.E., kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan melaksanakan bakti sosial di Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Bertempat di halaman Kantor Desa Supun, kegiatan ini bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat dengan membagikan 50 paket sembako kepada warga kurang mampu.

Acara yang berlangsung pada Selasa pagi tersebut turut dihadiri oleh pejabat penting dari Korem 161/Wira Sakti, yakni Kasiter Kasrem 161/WS Kolonel Arm I Made Mertayaza dan Kasiops Kasrem 161/WS Letkol Inf Tri Heri Ginting Suka.

Kehadiran mereka semakin menegaskan komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah-tengah rakyat, memperkuat hubungan yang harmonis, dan memberikan solusi nyata atas kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya, Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk perayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk membawa manfaat langsung kepada masyarakat.

“Hari Juang TNI AD adalah momen bersejarah yang mengingatkan kami akan tugas mulia untuk terus bersama rakyat. Kegiatan bakti sosial ini adalah salah satu cara TNI berkontribusi, bukan hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam kesejahteraan masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Dandim.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, sebuah nilai luhur yang terus dijunjung tinggi oleh seluruh prajurit TNI Angkatan Darat. 

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa TNI selalu ada untuk membantu, berbuat baik, dan memberi contoh dalam kehidupan sosial. Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat semakin merasakan manfaat dari kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegasnya.

Kegiatan bakti sosial ini disambut antusias oleh masyarakat Desa Supun, yang sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan.

Banyak warga yang merasa sangat terbantu, terutama dalam menghadapi kebutuhan sehari-hari.

Mereka mengucapkan terima kasih atas kepedulian TNI, yang selalu hadir di saat-saat yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan TNI semakin dekat dengan masyarakat dan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan serta menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat. *




Atase Polri di KBRI Dili Terima Medali Kehormatan dari Presiden Timor Leste

Dili,nwartapedia.com  – Atase Polri pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili, Komisaris Besar Polisi Gaspar Mikel da Costa, menerima penghargaan bergengsi berupa Medali Kehormatan “A Medalha da Ordem de Timor-Leste” dari Presiden Republik Demokratik Timor Leste, Y.M. Dr. Jose M. Ramos Horta.

Upacara penganugerahan berlangsung khidmat di Istana Presiden Lahane yang terletak di atas bukit asri di Dili pada sore hari menjelang senja, dimana upacara ini merupakan rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemedekaan Republik Demokratik Timor Leste, dan acara tersebut telah dihadiri oleh para pejabat tinggi negara Timor Leste, tamu asing, dan para Duta Besar negara sahabat. Pada acara tersebut, Kombes Pol Da Costa yang merupakan alumni Untag 45 Surabaya Angkatan 89 didampingi oleh istrinya, Debeltha Tallulembang-da Costa yang selalu setia menemani dalam berbagai momen bersejarah dalam hidup Da Costa dimana Ordem of Timor Leste ini menandai pengakuan atas kontribusi luar biasa dari Alumni SEPA PK ABRI III tahun 1996 tersebut bagi Timor Leste.

Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dari Don da Costa (biasa dipanggil) yang juga adalah alumni Victoria University Melbourne 2006, dalam berbagai kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat Timor Leste sejak ia mulai bertugas sebagai Atase Polri di Dili pada Maret 2022.

Kinerja Da Costa yang memiliki 23 tahun di bidang Public Speaking ini dinilai bermanfaat melalui pelaksanaan seminar-seminar tentang public speaking dan human excellence, serta berbagai kegiatan peningkatan kapasitas diri bagi anggota Kepolisian Nasional Timor Leste (PNTL), pegawai pemerintah, biarawan-biarawati, kelompok wanita, mahasiswa dan para tenaga pendidik (Dosen dan Guru-guru) yang telah berjumlah hampir 2000 peserta dari berbagai kelompok kategorial di Timor Leste.

Selain itu, Da Costa yang juga merupakan salah satu Alumni dari National Security Institute of USA tahun 2001 di Albuquerque New Mexico tersebut juga terlibat aktif bersama PNTL dan KBRI Dili serta berbagai Badan Usaha Milik Swasta di Timor Leste maupun BUMN RI (Bank Mandiri, Bank BRI, Pertamina, Telkomcel dan Hutama Karya) memfasilitasi kegiatan bersama antara PNTL dan masyarakat, memperkuat hubungan antara kepolisian dan komunitas lokal sebagai refleksi dari kedekatan pria enerjik ini dengan berbagai entitas.

Dengan diterimanya A Medalha da Ordem de Timor-Leste ini, Putera asal Desa Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara NTT dan Alumni PKN II LAN RI Angkatan XIV tahun 2020 tersebut telah mengoleksi 19 medali penghargaan selama 28 tahun kariernya di Polri, baik yang diperoleh dari dalam negeri maupun luar negeri.

Penghargaan tersebut mencakup penghormatan dari Presiden Republik Indonesia, serta pengakuan dari Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa atas kontribusinya dalam misi-misi perdamaian PBB di berbagai wilayah operasi pemeliharaan perdamaian PBB yang telah diterima melalui para Police Commissioner di daerah-daerah operasi yang telah diikutinya selama delapan kali baik di Eropa Timur maupun di Afrika dan empat kali pernah menjabat sebagai Kepala Humas Kepolisian PBB di misi Afrika.

Penghargaan bagi Ayah dari Don Louis, Don Pedro dan Don Carlo da Costa (ketiga anak Don da Costa) ini menjadi bukti nyata atas kerja keras dan komitmen Atase Polri KBRI Dili dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Timor Leste, sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat di negara sahabat tersebut.

Momen ini juga menegaskan pentingnya peran diplomasi kepolisian dalam mendukung stabilitas dan pembangunan di tingkat regional maupun internasional termasuk melalui kegiatan-kegiatan pencegahan dan penanggulangan kejahatan lintas batas negara yang dilakukan secara bersama dengan berbagai badan keamanan di Timor Leste.

A Medalha da Ordem de Timor-Leste adalah salah satu penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Timor-Leste kepada individu, organisasi, atau institusi yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi bangsa dan rakyat Timor-Leste.

Penghargaan ini merupakan simbol pengakuan atas jasa-jasa yang signifikan, baik dalam bidang kemanusiaan, politik, sosial, ekonomi, budaya, diplomasi, pembangunan maupun hubungan internasional, yang membantu memajukan negara Timor Leste.

Penerima Medalhe biasanya diakui atas pengabdian yang sangat signifikan dan berdampak luas, seperti peningkatan hubungan diplomatik, kontribusi dalam pengembangan institusi negara, atau upaya mempererat kerja sama internasional.

Dalam konteks ini, penghargaan yang diberikan kepada salah satu anggota Divisi Hubungan Internasional Polri, Kombes Pol Don da Costa (putera dari Alm. Don Antonius da Costa dan Almh. Elisabeth Yusastri-da Costa) ini, mencerminkan apresiasi yang luar biasa atas upaya Da Costa dalam mempererat hubungan Indonesia dan Timor Leste, khususnya melalui kegiatan-kegiatan yang berkontribusi pada pembangunan kapasitas dan hubungan masyarakat dengan institusi negara dan telah merefleksikan soft power diplomacy yang bermanfaat bagi kedua negara.

”Medali ini saya persembahkan bagi Kemuliaan Tuhan Yesus yang selalu membuat semuanya mungkin bagi saya, bagi Keluarga Tercinta yang selalu menjadi motivasi saya, bagi Polri yang selalu menginspirasi saya, bagi Bangsa dan Negara Indonesia serta Bumi Pertiwi juga bagi persahatan Abadi Indonesia dan Timor Leste,”ucap Don da Costa usai menerima Medali Kehormatan di antara gerimis bukit Lahane. ***